Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 12 Part 1

0

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 11 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 12 Part 1

Ji Ho sampai tidak sadar ponselnya berdering dan Se Hee yang memberitahunya. Ibu menelpon menanyakan mereka dimana karena sudah hampir malam belum juga pulang.

Ji Ho mengatakan, ia ada di pantai.

Credit : tvN

Karena ibu Ji Ho mencari mereka, Se Hee pun mengajak Ji Ho pulang. Dalam perjalanan pulang, ia sempat menanyakan kenapa Ji Ho terdengar marah pada ibunya.

Ji Ho berkilah itu karena logatnya, suaranya terdengar lebih keras saat ia bicara dengan logatnya. Dulu, teman-teman di universitasnya juga bilang begitu.

Mendengar itu, Se Hee menyadari bahwa memang cara berbicara orang tua Ji Ho dan juga orang tua yang lain terdengar berbeda dengan yang biasa ia dengar. Bahkan cara mereka bilang, ‘cantik’ pun berbeda.

Ji Ho menerka mereka meledek Se Hee tapi ternyata bukan. Se Hee mengatakan, mereka menanyakan pendapatnya tentang Ji Ho, cantik atau tidak.

Sayangnya, walaupun Ji Ho seperti menunggu lanjutan ceritanya, cerita Se Hee hanya berakhir sampai di situ saja.

Credit : tvN

Malamnya, Ji Ho dan Se Hee pamit pulang dengan membawa sekotak besar kimjang.

Ayah yang sudah mabuk, berpesan supaya mereka berhati-hati dengan mobil, orang-orang dan perang. Jika sesuatu terjadi, mereka harus segera ke sana. Terutama ketika terjadi perang. Ayah yakin, yang diserang lebih dulu adalah Seoul.

Lalu teman ayah yang tadi siang memaksa Se Hee minum, keluar dari rumah dan kembali memaksa Se Hee menerima minum darinya. Ia tetap memaksa meskipun Se Hee sudah mencoba menolaknya dengan sopan.

Akhirnya Ji ho lah yang menghabiskan minuman itu. Karena ahjussi itu marah, Ji Ho pun mengancam jika berani mengganggu suaminya lagi, dia akan membuat menantu ahjussi itu masuk dalam botol minuman.

Ahjussi itu langsung mengkeret ketakutan.

Ibu diam-diam tersenyum. Begitu dengan Se Hee yang sejak tadi sembunyi di belakang Ji Ho.

Akhirnya, Ji Ho dan Se Hee pun bisa pulang diantar Ji Suk dan Eun Sol dengan mobil ke terminal.

Credit : tvN

Dalam perjalanan, Ji Suk sempat menceritakan tentang Ji Ho yang dulu juga sempat memarahi ahjussi tadi. Ceritanya sudah lama sekali. Gara-garanya, dulu ahjussi itu menangkap anjing liar yang dirawat Ji Ho.

Ji Suk mengatakan, jika noona sudah memberikan hatinya pada sesuatu, maka akan bertahan selamanya. Ji Suk sengaja meledek Se Hee yang sudah terikat dengan Ji Ho selamanya.

Ji Ho langsung memukul Ji Suk karena bicara sembarang. Namun dia sempat melirik Se Hee yang hanya diam, melihat keluar jendela mobil…

Setelah berpisah dengan Ji Suk dan Eun Sol, Se Hee sempat membantu Ji Ho yang hampir tertabrak sepeda yang tiba-tiba melintas.

Ji Ho langsung canggung karena Se Hee seperti memeluknya. Ia juga melepaskan diri dengan canggung. Lalu pamit pada Ji Suk dan Eun Sol.

Eun Sol yang mengamati interaksi Se Hee dan Ji Ho, merasa ada sesuatu yang aneh. Se Hee dan Ji Ho tidak seperti layaknya pasangan suami istri, tapi mirip seperti pasangan yang baru berkencan. Mirip seperti waktu mereka awal-awal berkencan dulu.

Ji Suk yang tidak percaya, mengajak Eun Sol cepat-cepat pulang karena udara sangat dingin.

Di bus, ternyata Ji Ho dan Se Hee mendapat tempat duduk berjauhan. Se Hee mendapat kursi agak sedikit di belakang Ji Ho.

Ji Ho sempat menawarkan bantuan untuk bicara pada teman di sebelah Se Hee untuk menukar tempat duduk dengannya tapi Se Hee menolak.

Menurut Se Hee, meminta seseorang menukar tempat duduk adalah perilaku tidak baik terhadap orang lain. Mungkin orang tersebut akan merasa tidak nyaman untuk menolak sementara di dalam hati sebenarnya menolak. Se Hee merasa, lebih baik duduk seperti yang seharusnya saja.

Ji Ho setuju dengan pendapat Se Hee dan mereka pun duduk sebagaimana seharusnya.

Di dalam hati, Ji Ho menyadari satu hal. Kenapa ciuman yang memperlihatkan sebuah happy ending dalam drama atau film harus ada di akhir sebuah kisah. Karena kisah yang sebenarnya dimulai setelah itu.

Ji Ho kembali membuka buku kumpulan puisi milik Se Hee. Membaca kembali pesan yang ditempelkan di halaman salah satu puisi.

Jaga dirimu dan hiduplah dengan baik. Tapi, jangan jatuh cinta lagi karena kau tidak pantas mendapatkannya.

Credit : tvN

Ji Ho menoleh ke belakang, melihat Se Hee yang sedang melihat ke arah lain.

Ji Ho kembali menyadari alasan kenapa orang tidak ingin melihat kisah yang sebenarnya. Karena kisah yang sebenarnya bisa menyakitkan dan gelap.

Credit : tvN
Credit : tvN

Di saat Ji Ho kembali membaca buku, Se Hee melihat Ji Ho sebentar lalu melihat ke arah lain…

Ji Ho melihat Se Hee lagi. Ia menyadari, sebuah pernikahan atau ciuman, dalam kehidupan nyata bukan berarti sebuah happy ending. Dan kini, drama tentang dirinya dan Se Hee baru saja dimulai. Dan bukan hanya itu saja, gairahnya pun baru saja dimulai. Seluruh sel romantis dalam dirinya dibangunkan.

Ji Ho menyadari dirinya dalam masalah besar…

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 12 Part 1

=== Episode 12 – Because This Is My First Desire ===

Pulang ke rumah, Kitty sudah menyambut mereka. Se Hee merasa seharusnya Ji Ho menginap karena sudah lama tidak mengunjungi rumah orang tuanya.

Ji Ho tidak bisa menginap di sana karena besok harus bekerja. Tadi dia menukar shift dengan Bok Nam.

Se Hee pun menyuruh Ji Ho tidur untuk beberapa jam sebelum nanti harus pergi bekerja.

Credit : tvN

Ketika tiba saatnya harus masuk ke kamar masing-masing, suasana tiba-tiba menjadi canggung. Se Hee mengatakan, dia bersenang-senang saat membuat kimjang tadi, begitu pun saat di pantai.

“Aku juga…”, sahut Ji Ho sambil tersenyum.

Se Hee mempersilahkan Ji Ho masuk kamarnya terlebih dahulu tapi Ji Ho malah mempersilahkan Se Hee yang masuk kamarnya lebih dulu.

Se Hee bersikeras ingin melihat Ji Ho masuk kamarnya.

Ji Ho pun tersenyum senang, mengalah. Sambil sesekali melihat pada Se Hee, dia pun masuk ke kamarnya. Sebelum menutup pintu kamar, tak lupa Ji Ho melambaikan tangannya pada Se Hee.

Se Hee membalasnya dengan agak kaku. 😀

Credit : tvN
Credit : tvN

Di kamarnya, Ji Ho tertawa kecil melihat foto-foto lucu Se Hee saat membuat kimjang yang dikirim adiknya tadi dan yang paling akhir adalah foto pertama mereka yang dijadikan bukti pada orang tua Se Hee.

Ji Ho menyadari mereka belum pernah membuat foto yang pas bersama-sama.

Credit : tvN
Credit : tvN

Hal yang sama juga dilakukan Se Hee. Ia tersenyum lihat foto-foto Ji Ho yang sedang duduk sendirian di pantai. Ecieeeee yang ngambil foto diam-diam… 😀

Se Hee tiba-tiba mendapat pesan dari Ji Ho. Ji Ho ingin menanyakan sesuatu padanya. Ji Ho ingin tahu apa jawaban Se Hee ketika para ahjumma menanyakan pendapat Se Hee apakah ia cantik atau tidak.

Sesaat setelah mengirimkan pesan itu, Ji Ho langsung menyesal karena keingintahuannya itu.

Tapi, balasan dari Se Hee benar-benar membuatnya bahagia. Se Hee mengatakan, dia bilang dia berpendapat Ji Ho itu cantik.

Setelah membalas pesan Ji Ho, Se Hee mematikan lampu tidur. Tapi sebelum benar-benar tidur, ia melihat foto Ji Ho sekali lagi dan tersenyum lebar.

Credit : tvN

Malam itu, Ji Ho jadi benar-benar tidak bisa tidur. Berguling sana sini dengan gelisah. Sekarang dia malah berharap lebih. Berharap bisa tidur satu tempat tidur dengan Se Hee.

Ji Ho langsung duduk. Terkejut dengan ucapannya sendiri. “Kau ini benar-benar menjijikkan”, Ji Ho mengatai dirinya sendiri.

Credit : tvN

Ketika Won Seok terbangun, Ho Rang sudah tidak ada lagi. Tapi, sarapan lengkap sudah disiapkan Ho Rang. Ho Rang juga menuliskan pesan bahwa dia sudah berangkat kerja. Won Seok bisa memanaskan sup kalau mau makan.

Won Seok mendesah…

Credit : tvN

Ketika menunggu bus, Ho Rang sempat bertemu dengan beberapa orang ibu dengan anak-anak mereka.

Salah satu anak menjatuhkan bonekanya dan Ho Rang membantu mengambilkannya lalu mengajak anak itu bicara. Ho Rang menanyakan kemana anak itu akan pergi.

Dengan gaya lucunya, anak itu menjawab akan ke kebun binatang. Lalu si ibu mengingatkan anaknya supaya menjawab dengan kalimat yang lengkap. Anak itu pun menjawab sesuai instruksi ibunya.

Tak lama, mobil jemputan anak-anak datang. Mereka pun naik ke dalam mobil jemputan diiring tatapan sedih Ho Rang.

Ho Rang mendapat telpon dari Won Seok saat sudah di bus. Tidak banyak yang dibicarakan. Mereka hanya berjanji akan bertemu nanti sore.

Won Seok mengatakan, aku mencintaimu, sebelum mengakhiri telpon.

Dan Ho Rang pun membalas dengan datar, “O… Aku juga. Aku mencintaimu…”. Lalu menutup telpon dan menghela nafas.

Sementara itu, Soo Ji sibuk mencoba bra yang dibelikan Sang Gu tapi tetap saja tidak ada yang membuatnya nyaman. Modelnya pun jelek.

Akhirnya Soo Ji pun mencari informasi pakaian dalam sesuai permintaan di internet.

Pencarian Soo Ji membawanya bertemu dengan seorang wanita yang menjadikan keahliannya itu sebagai pekerjaan sampingan setelah menikah.

Melihat banyaknya ukuran dan sampel yang sudah dikumpulkan wanita itu, Soo Ji memberi saran agar wanita itu mengelompokkan tipe-tipe bra sehingga bisa direkomendasikan kepada pelanggan dan pelanggan bisa membelinya secara online.

Tapi wanita itu menolak. Selain karena memang tidak paham dengan bisnis online, dia lebih suka bertemu dan bicara langsung dengan pelanggannya.

Soo Ji minta maaf karena terlalu bersemangat lalu akhirnya menanyakan harganya. Dan ternyata harga pakaian dalam sesuai permintaan itu membuatnya melongo. Harganya sangat mahal, 250 dolar.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 12 Part 1

Won Seok yang ke kantor, kaget melihat Se Hee duduk di kursi pijat sambil memejamkan mata. Rupanya, Se Hee tertidur di sana.

Mereka sama-sama tidak menyangka akan bertemu di kantor karena hari itu akhir pekan. Se Hee beralasan dia ingin dipijat setelah membuat kimjang kemarin. Sementara Won Seok beralasan mampir sebentar sebelum nanti pergi berkencan.

Won Seok yang akan pergi, tiba-tiba kembali untuk memastikan satu hal pada Se Hee. “Se Hee-nim… Kau sangat mencintai Ji Ho, kan?”.

Melihat ekspresi bingung Se Hee, Won Seok buru-buru pamit. Merasa tidak seharusnya bertanya itu pada Se Hee.

Seperti memahami Won Seok, Se Hee pun mengajak Won Seok minum kopi dengannya.

Credit : tvN

Mereka bicara sambil minum kopi di atap gedung kantor.

Se Hee menerka rencana pernikahan Won Seok tidak berjalan lancar.

Namun ternyata Won Seok sendiri tidak tahu masalah yang sebenarnya. Selama tujuh tahun mereka sering bertengkar hebat tapi sekarang mereka malah sama sekali tidak bertengkar meskipun sama-sama sadar jalan pikiran mereka sangat berbeda.

Se Hee bisa menerka, jika sekarang Won Seok dan Ho Rang bertengkar hebat, mungkin mereka tidak bisa kembali seperti semula.

Won Seok tertegun sesaat. Membenarkan kata-kata Se Hee itu.

Se Hee pun kemudian dengan jujur mengatakan kalau ia dan Ji Ho menikah bukan karena cinta, tapi karena sama-sama memiliki kepentingan dan sama-sama merasa nyaman satu sama lain.

Se Hee mengakui seiring dengan berjalannya waktu, dia mulai memiliki perasaan pada Ji Ho. Se Hee menyadari, mungkin ada ruang di hatinya disaat ia merasa damai.

Mendengar kata-kata Se Hee itu, Won Seok kembali yakin dengan kesimpulannya waktu itu. Cinta dan pernikahan adalah hal yang berbeda.

Namun bukan itu maksud Se Hee. Se Hee hanya menyarankan agar Won Seok dan Ho Rang saling jujur. Pada dasarnya manusia itu egois dan pernikahan adalah sebuah sistem yang memperlihatkan keinginan egois itu dengan jelas.

Won Seok kaget. Dia tidak punya keinginan seperti itu pada Ho Rang. Dia hanya suka melihat Ho Rang tersenyum, ingin membuat Ho Rang bahagia dan yang paling penting, dia tidak bisa hidup tanpa Ho Rang.

Se Hee menyadari, Won Seok memulai semua keinginannya dengan Won Seok sebagai subjek. Kalimat Won Seok tidak dimulai dengan orang lain.

Won Seok terdiam. Seperti menyadari sesuatu.

Se Hee pun pamit dan berpesan agar Won Seok bersenang-senang dengan kencannya nanti. Tapi sebelum pergi, Se Hee sempat menanyakan apa yang dilakukan orang-orang sekarang saat berkencan.

Ji Ho yang sedang mengelap meja, masih belum bisa melupakan kejadian di pantai kemarin. Percuma saja berusaha menyibukkan diri, tapi tidak juga berhasil.

Ingatan itu terus berulang di kepalanya sampai-sampai merasa pikirannya itu sangat kotor. Semakin kuat ingatan itu kembali, semakin cepat dan kuat Ji Ho mengelap meja.

Soo Ji yang mampir ke cafe sampai heran melihat tingkah Ji Ho yang aneh. Ji Ho beralasan mejanya sangat kotor.

Ji Ho menanyakan Soo Ji darimana.

“Dari toko pakaian dalam sesuai permintaan…”.

Ji Ho jadi berpikir pergi ke toko itu juga tapi sepertinya mahal.

Soo Ji membenarkan. Benar-benar mahal.

Soo Ji pun minta izin mengukur lingkar dada Ji Ho.

Ji Ho berpikir Soo Ji akan memulai bisnisnya sendiri tapi ternyata Soo Ji hanya melakukannya untuk bersenang-senang. Dia hanya mencari bahan sendiri lalu menyerahkan pada desainer. Jika ada cara mengetahui bentuk dan ukuran payudara, mungkin pakaian dalam sesuai permintaan bisa populer.

Soo Ji tidak berpikir memulai bisnis sendiri karena sudah punya pekerjaan dan gajinya juga sudah baik. Soo Ji sama sekali tidak berpikir meninggalkan pekerjaannya yang sekarang.

Sebaliknya, Ji Ho malah menyarankan Soo Ji melakukannya sendiri karena sejak dulu Soo Ji memang ingin memiliki usaha sendiri.

Soo Ji tetap tidak bisa karena Ji Ho tahu sendiri hidupnya tidak sepenuhnya miliknya. Hidupnya tidak sama seperti hidup Ji Ho.

Ji Ho minta maaf karena dia pikir ide Soo Ji itu sebuah kesempatan yang bagus karena saat menceritakannya, mata Soo Ji terlihat berbinar-binar.

“Mirip seperti saat kau membicarakan pemilik rumahmu itu?”, Soo Ji malah meledek Ji Ho.

Ji Ho langsung mengeluh. Tidak ada hubungannya dengan itu.

Soo Ji jadi penasaran. Apa Ji Ho tidak ingin melakukan ‘itu’? Ji Ho menyukai Se Hee dan Se Hee ada di depan kamar Ji Ho…

Ji Ho langsung membantahnya.

Soo Ji agak heran tapi tidak bertanya lebih jauh. Dia menerka mungkin karena Ji Ho belum pernah berkencan atau mungkin Ji Ho tidak tahu apa-apa.

Ji Ho cuma diam saja.

Credit : tvN

Ketika duduk di halte bus, Ji Ho teringat nasehat Soo Ji tadi. Soo Ji memintanya berhati-hati untuk tidak pernah skinship jika memang tidak ingin memiliki hubungan lebih jauh dengan Se Hee. Karena keinginan pertama itu biasanya paling besar. Mirip seperti membuka kotak Pandora.

Soo Ji memberi contoh pacar pertamanya dulu dan Ji Ho tahu cerita itu.

Ji Ho jadi menyadari kalau ada hal yang tidak ia pertimbangkan saat memutuskan melakukan pernikahan kontrak. Seumur hidup dia tidak pernah berkencan dan sekarang ia tinggal dengan pria yang disukainya. “Dialah yang membuka kotak Pandoraku…”.

Perasaan Ji Ho semakin memburuk gara-gara tiga orang pelajar di dekatnya heboh membicarakan temannya yang baru pertama kali mencoba tapi sudah berhasil. Kata mereka, pemula biasanya memang tidak kenal takut karena tidak tahu apa-apa.

Merasa kata-kata mereka itu benar, Ji Ho langsung memaki dirinya sendiri yang sepanjang hari terus memikirkan ciuman itu. “Dasar bodoh!!!”.

Ketiga pelajar itu sampai pergi karena takut, mungkin mengira Ji Ho itu sudah gila.

Ji Ho sangat kaget melihat Se Hee tiba-tiba sudah duduk di sampingnya. Se Hee bilang, dia mampir di kantornya lalu pergi ke sana untuk melihat Ji Ho ada atau tidak karena ia berpikir mungkin Ji Ho sudah selesai bekerja.

Ji Ho berusaha menahan senyum senangnya.

Se Hee menanyakan apa yang ingin Ji Ho lakukan di weekend ini.

Ji Ho langsung membayangkan hal yang lain… Fokus pada bibir Se Hee. Ahahahahaha…

Begitu tersadar, Ji Ho langsung bilang tidak ada, Tidak ada yang ingin ia lakukan.

Mendengar Ji Ho tidak berencana melakukan apa pun, Se Hee pun menanyakan apakah Ji Ho mau melakukan apa yang ia inginkan.

Credit : tvN
Credit : tvN
Credit : tvN

Se Hee mengulurkan tangannya. Ji Ho langsung tersenyum dan menyambut uluran tangan Se Hee.

Credit : tvN
Credit : tvN

Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, Se Hee yang menggenggam tangan Ji Ho. Entah berapa kali Ji Ho menatap Se Hee sementara Se Hee hanya melihat lurus ke depan.

Melihat ada yang bernyanyi dikelilingi orang ramai, Se Hee mengajak Ji Ho menonton. Se Hee membawa Ji Ho berdiri di depan.

Credit : tvN
Credit : tvN

Di saat orang-orang bertepuk tangan, Se Hee melepaskan tangan Ji Ho untuk bertepuk tangan. Sejenak Ji Ho terlihat kecewa tapi kemudian kembali tersenyum menatap Se Hee yang berdiri di sampingnya…

Bersambung…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 12 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.