Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

[End] Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2

10

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2 [End]

Ji Ho pun masuk ke dalam. Hanya ‘Woori’ yang masih terjaga, sedangkan Se Hee sudah tidur sambil memeluk bantal siput miliknya.

Ji Ho menyapa Woori dan Woori masih mengenali Ji Ho.

Ji Ho pun lalu berbaring di samping Se Hee, mengelus rambut Se Hee, membuat Se Hee membuka matanya. Melihat Ji Ho di depannya, membuat Se Hee berpikir bermimpi.

Walaupun tanpa sadar mengobrol, Se Hee masih menganggap Ji Ho hadir dalam mimpinya. Ia menanyakan tentang perjalanan Ji Ho ke Mongolia. Apa Ji Ho bersenang-senang pergi tanpa dirinya?

Ji Ho tersenyum tipis. Perjalanannya tidak menyenangkan karena dia sangat merindukan Se Hee setiap harinya.

Se Hee tertawa, menganggap Ji Ho bercanda.

Ji Ho mengelus wajah Se Hee, mengatakan dia sangat mencintai Se Hee.

Se Hee menangis. Mengatai Ji Ho jahat. Ji Ho bilang mencintainya tapi besok Ji Ho tidak ada bersamanya.

Ji Ho meminta maaf. Berjanji tidak akan meninggalkan Se Hee lagi.

Se Hee memejamkan matanya. Merasa mimpinya itu sangat buruk tapi walaupun begitu menyenangkan rasanya bisa melihat Ji Ho walaupun hanya dalam mimpi.

Keesokan paginya, begitu bangun, Se Hee langsung mengambil botol minum yang sudah ada di samping tempat tidurnya.

Credit : tvN

Ia lalu sadar kamarnya sudah rapi. Tidak ada lagi kaleng minuman sisa semalam. Semuanya sudah bersih. Ia juga menyadari, minuman yang baru ia minum adalah teh yuzu.

Lucunya, Se Hee malah bertanya pada Woori, apa Woori yang membuatnya?

Woori mengeong.

Akhirnya, Se Hee menyimpulkan bahwa ia mengalami dementia gara-gara terlalu banyak alkohol.

Se Hee keluar dari kamar sambil meneguk bir lagi. Seseorang tiba-tiba menyapanya. Dan orang tersebut adalah Ji Ho.

Credit : tvN

Se Hee sangat kaget melihat Ji Ho ada di depannya.

Ji Ho menegur Se Hee yang pagi-pagi sudah minum. Apa perut Se Hee tidak sakit?

Sambil berjalan masuk ke rumah, Ji Ho mengajak Se Hee sarapan. Ia juga menyuruh Se Hee mandi dulu karena Se Hee bau.

Masih tidak bisa berkata-kata, Se Hee berjalan masuk ke rumah sambil menutup hidungnya sendiri. πŸ˜€

Credit : tvN

Saat sarapan, Ji Ho makan dengan lahap. Sementara Se Hee hanya diam, menatap Ji Ho.

Se Hee akhirnya mulai bicara. Ia tidak mengerti situasi yang sedang terjadi. Mereka bercerai dan Ji Ho pergi ke Mongolia. Tapi sekarang kenapa Ji Ho ada di depannya sambil makan kepiting pedas lagi?

Ji Ho yang pura-pura bingung menanyakan, kalau begitu apa dia seharusnya pergi saja?

Karena Se Hee hanya diam, Ji Ho pun memutuskan pergi saja.

Se Hee menahan Ji Ho yang sudah hendak pergi. “Bukan itu maksudku. Kemana kau pergi? Dimana kau selama ini?”. Sekarang nada bicara Se Hee jadi lebih lembut.

“Insa-dong…”.

Se Hee kaget. Menghela nafas dan berbalik, berusaha mengatasi emosinya. Tapi Ji Ho malah mendekat, menanyakan apakah Se Hee marah padanya.

Awalnya Se Hee membantah tapi karena Ji Ho bertanya terus, perlahan emosinya pun meledak.

Credit : tvN
Credit : tvN

Se Hee marah karena Ji Ho tidak pernah sekali pun mengabarinya padahal Ji Ho cuma di Insa-dong. Ji Ho ada begitu dekat tapi bagaimana Ji Ho bisa tidak pernah sekali pun mengunjunginya? Apa Ji Ho tidak tahu betapa dia merindukan Ji Ho?

Melihat Ji Ho malah senyum, Se Hee semakin marah. Kenapa Ji Ho malah senyum? Ji Ho sudah membuatnya menjual apartemen dan sekarang Ji Ho malah senyum?

Ji Ho mengakui ia tersenyum karena baru pertama kalinya melihat melihat Se Hee seperti ini. Baru pertama kalinya Se Hee mengatakan apa yang dirasakan.

Ji Ho berterima kasih karena Se Hee membuka Kamar 19 itu padanya. Ji Ho juga minta maaf karena sudah membuat Se Hee sedih.

Ji Ho menawarkan pelukan tapi Se Hee menolak. Ji Ho terus membujuk sambil mendekati Se Hee. Dan dia malah terjatuh di tempat tidur karena tidak sengaja terdorong tangan Se Hee.

Se Hee menngingatkan Ji Ho bahwa dia sudah menyuruh Ji Ho pergi. Sekarang apakah Ji Ho masih mau sarapan?

“Tidak…”, jawab Ji Ho. Dan mereka pun berciuman.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2 [End]

Credit : tvN

Semenatara itu, Won Seok yang sudah ada di kantor, menatap hasil analisis kecocokan antara dirinya dengan Bo Mi. Hasil analisis itu ia dapatkan dari Bo Mi. Menurut Bo Mi, belum pernah ada hasil dengan nilai setinggi itu.

Karena kemarin Bo Mi mengatakan menunggu jawaban darinya, Won Seok pun menemui Bo Mi di sebuah taman.

Credit : tvN

Won Seok yang sudah membuat keputusan, mengatakan pada Bo Mi bahwa baginya Bo Mi itu seperti OS Mac, yang baru, menarik dan intuitif. Ia merasa sangat nyaman berada di dekat Bo Mi.

Tapi, meskipun sulit dan rumit, dia masih merindukan Windows. Won Seok mengakui secara rasional, Mac sangat cocok baginya tapi tubuh dan pikirannya masih mengingat bagaimana Wondows itu.

“Maafkan aku, Bo Mi-nim…”, ucap Won Seok lagi.

Bo Mi mengerti. Mengatakan penolakan Won Seok itu adalah penolakan paling romantis dalam hidupnya.

Bo Mi lalu menanyakan berapa lama Won Seok akan bertahan dengan sistem operasi yang kuno itu. Bukankah Won Seok harus meng-update Windowsnya itu?

Bo Mi memeberitahukan kalau besok akuntan mereka akan melamar Ho Rang. Jadi Won Seok mungkin harus segera meng-update dirinya sendiri sebelum diformat.

Ji Ho membangunkan Se Hee yang tidur sampai malam. Ia mengajak Se Hee makan malam dulu tapi Se Hee masih ingin melanjutkan tidurnya.

Karena Ji Ho tetap membujuk untuk makan malam lebih dulu, Se Hee pun menawarkan diri membuatkan nasi omelet.

Senyum Ji Ho langsung menghilang. Mengajak order ayam goreng saja.

Credit : tvN

Lalu mereka pun minum dan makan ayam goreng di teras atap.

Se Hee yang mengetahui Ji Ho tidak jadi tanda tangan kontrak dari Jung Min, mengungkapkan rasa bersalahnya. Ia merasa Ji Ho melepas impiannya itu karena dirinya.

Ji Ho tidak mengerti kenapa semua orang berpikir seperti itu. Ji Ho mengakui kesempatan itu adalah kesempatan yang sangat baik tapi di sisi lain, cinta juga sebuah kesempatan. Oleh sebab itulah, ia memilih cinta.

“Jatuh cinta bukanlah sesuatu yang mudah dialami dalam hidup sepertiku… Sangat sulit terjadi meskipun hanya sekali…”, ucap Ji Ho.

Ji Ho merasa, seandainya pernikahan mereka akan menyakiti cinta mereka, ia pun tidak mau melakukannya. Ji Ho lalu menanyakan pendapat Se Hee.

Se Hee mengaku tidak ingin jauh dari Ji Ho. Dan ia ingin menjadi wali Ji Ho yang sah sehingga bisa tetap berada di sisi Ji Ho apa pun yang terjadi.

Namun, Se Hee juga merasa pernikahan bisa mengubah cinta mereka. Ia tidak ingin perasaan cinta mereka terlukai karena tradisi-tradisi keluarga yang tidak penting dan peraturan-peraturan yang dibuat orang tua mereka.

“Untuk saat ini, mari kita menemukan cara bagaimana kita mengatasinya bersama-sama…”, ucap Se Hee lagi.

Ji Ho tersenyum, menganggukkan kepalanya. Sangat setuju dengan ucapan Se Hee. Lalu ia menyadari Se Hee menemui Jung Min sendirian. Kapan? Dimana?

Se Hee langsung mengalihkan pandangannya. Mengaku kalau Jung Min yang menelponnya lebih dulu.

Ji Ho makin marah. Bagaimana Jung Min bisa menelpon pria milik orang lain?

Se Hee buru-buru setuju. Bertanya apa perlu dia mengganti nomor telponnya?

“Lupakan saja…”, sahut Ji Ho marah.

Ji Ho dan Ho Rang bicara di telpon. Ho Rang mengabarkan bahwa di akan ke kantor wilayah untuk melaporkan sofanya yang akan dibuang. Ho Rang mengatakan, pemilik rumah mengeluh padanya.

Credit : tvN

Ji Ho yang kebetulan duduk di teras langsung melihat kondisi sofa Ho Rang dan memang bagian bawahnya sudah mulai berlumut. Ada goresan juga dimana-mana.

Credit : tvN

Setelah bicara dengan Ho Rang, Ji Ho mendapat sms dari Jung Min. Jung Min mengucapkan selamat atas perkembangan kasus Ji Ho. Ia mendengarnya dari pengacara.

Jung Min juga mengabarkan tentang rumah produksi lain yang akan menghubungi Ji Ho. Ia mengaku sengaja mempromosikan tulisan Ji Ho sebagai fans Ji Ho. Ia berharap, Ji Ho tetap bisa menulis sesuai keinginan Ji Ho sendiri.

Ji Ho tersenyum senang. Lalu mencari nomor kontak Se Hee yang kini ditulisnya, ‘Kekasihku’.

Credit : tvN

Semua orang di kantor kaget melihat Se Hee tiba-tiba saja masuk kantor. Sang Gu bahkan berpikir Se Hee sudah berhenti bekerja sanking lamanya tidak masuk kantor.

Se Hee beralasan dia kangen dengan lelucon Sang Gu yang lemah itu.

Sang Gu melihat Se Hee mendapat telpon dari seseorang yang ditulis Se Hee, ‘Milikku’. “Ponselmu mungkin tertukar…”, begitu komentar Sang Gu.

Dengan santai Se Hee menjawab telpon dari Ji Ho di bawah tatapan bingung rekan-rekannya termasuk Sang Gu. Ga tau suaranya di-speaker-in atau engga ya…

Ji Ho menelpon sebenarnya hanya menanyakan pertanyaan remeh. Apa Se Hee sudah sampai di kantor? Apa Se Hee akan pulang terlambat? Dan yang paling penting, Ji Ho ingin Se Hee cepat pulang karena nanti sore Ho Rang akan memindahkan sofa. Mereka tidak akan sanggup memindahkan berdua saja.

Se Hee berjanji akan pulang cepat. Dia juga meminta Ji Ho menyerahkan urusan sofa padanya.

Yang paling mengejutkan, di depan semua rekannya dan Sang Gu, Se Hee mengakhiri telponnya dengan memberi sebuah kecupan. LOL

Credit : tvN
Credit : tvN

Sementara itu, Ho Rang dan Young Hyo bertemu lagi di sebuah restoran. Setelah kemarin mengajak Ho Rang bulan madu ke Bali, hari itu Young Hyo memperlihatkan rencana dalam pernikahan mereka. Salah satunya ia berencana membeli apartemen di tahun keempat pernikahan mereka.

Young Hyo merasa pernikahan sebenarnya adalah sebuah proyek terbesar dalam hidup. Oleh sebab itulah ia membuat mempersiapkan semuanya setahap demi tahap.

Tapi, jawaban Ho Rang membuatnya sedih. Ho Rang minta maaf karena belum bisa menerima hati Young Hyo.

Meskipun sedih, Young Hyo sebenarnya sudah tahu Ho Rang akan berkata seperti itu. Ia ingin tahu alasan yang sebenarnya supaya bisa melupakannya.

Ho Rang mengeluarkan cincin dari saku jaketnya. Memberitahukan Young Hyo bahwa cincin itu diberikan mantan pacarnya saat melamarnya dulu. Ia membawa cincin itu di sakunya setiap hari.

Ho Rang mengaku sudah berusaha keras membuat Young Hyo masuk ke dalam hatinya. Tapi ia menyadari tidak bisa menggerakkan hatinya hanya karena berusaha, melainkan terjadi begitu saja.

Young Hyo mengerti dan tersenyum. Merasa kata-kata Ho Rang itu sangat indah dan ia sependapat dengan Ho Rang.

Se Hee bertemu dengan Won Seok di dapur. Sebelumnya, Won Seok sedang menimbang-nimbang akan menghubungi Ho Rang.

Won Seok menanyakan perasaan Se Hee tinggal di rumahnya dan ternyata Se Hee sangat menyukainya. Se Hee tidak pernah menyangka rumah sekecil itu menjadi sebuah tempat tinggal ideal baginya.

Won Seok lalu menanyakan tentang Ho Rang. Dia tidak datang ‘kan ke sana?

Se Hee kaget. Bagaimana Won Seok tahu? Se Hee meberitahukan bahwa Ho Rang akan ke sana setelah dari kantor wilayah untuk membereskan barang-barang yang tersisa.

Won Seok langsung pamit mendengar Ho Rang akan ke kantor wilayah. Dia pikir Ho Rang akan memasukkan aplikasi pendaftaran pernikahan.

Dan Se Hee menjawab mungkin. Menurutnya, untuk wanita di umur 30-an, mungkin urusannya hanya itu. Pendaftaran pernikahan.

Se Hee bisa melihat Won Seok makin panik.

Se Hee juga memberitahukan kalau tadi ia melihat Ho Rang bersama seorang pria di cafe dekat kantor.

Won Seok buru-buru mengambil jaketnya dan pmit pulang lebih cepat.

Se Hee hanya mengangguk dan tersenyum. Menggepalkan tangannya, rencananya berhasil.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2 [End]

Won Seok sedikit terlambat sampai di cafe. Ketika hampir tiba di sana, Ho Rang sudah masuk ke mobil Young Hyo dan pergi.

Credit : tvN

Won Seok mengejar Ho Rang sampai ke kantor wilayah. Merebut pulpen yang dipakai Ho Rang tanpa melihat dulu apa yang sedang ditulis Ho Rang.

Ho Rang tentu saja kaget. Bagaimana Won Seok bisa datang ke sana?

Won Seok mengambil kertas yang ditulis Ho Rang dan langsung meremasnya. “Aku tidak bisa menyerah…”.

Ho Rang yang mengira Won Seok bicara soal sofa, mengatakan tidak ada gunanya karena sudah lama. Ada banyak goresan jadi tidak bisa diperbaiki.

“Tidak, karena sudah tua dan banyak goresan, kita harus menghargainya…”.

Ho Rang bingung. Tidak mengerti maksud Won Seok.

Won Seok meraih tangan Ho Rang. Mengakui kalau ia sudah bersalah. “Aku berjanji akan berusaha lebih keras mulai sekarang… Aku akan membuat semuanya seperti semula…”

Ho Rang makin bingung, terlebih karena Won Seok mulai menangis.

Won Seok memohon Ho Rang memberinya kesempatan sekali lagi.

“Baiklah. Ambillah kalau kau sangat menginginkannya…”, sahut Ho Rang.

Won Seok baru mengambil kertas yang tadi ditulis Ho Rang. Ternyata bukan aplikasi pendaftaran pernikahan tapi aplikasi laporan pembuangan.

Credit : tvN

Mereka pun lalu bicara di sebuah cafe. Won Seok yang tertunduk malu, mengaku sama sekali tidak tahu .

Ho Rang sendiri tidak mengerti kenapa Won Seok berpikir dia menerima cincin dari orang lain. Bagaimana dia bisa membuang cincin pemberian Won Seok dan menerima dari orang lain?

Ho Rang kini memakai cincin pemberian Won Seok. “Cincin ini sudah cukup untuk seumur hidup…”.

Ho Rang pun pindah duduk di samping Won Seok. Menanyakan apakah Won Seok mau menikah dengannya.

Won Seok menangis. “Aku mau bilang itu duluan…”.

Mereka sama-sama menangis lalu berpelukan. Won Seok sekarang bingung dimana mereka akan tinggal setelah menikah.

Ho Rang tidak masalah tinggal bersama orang tua Won Seok tapi Won Seok keberatan karena ia tidak suka melihat Ho Rang nantinya disuruh-suruh melakukan pekerjaan rumah.

Ho Rang memukul Won Seok. “Sadarlah! Kita seharusnya berterima kasih karena mereka sudah melahirkan kita…”. Ho Rang mengaku sudah bicara dengan ibu Won Seok jadi Won Seok tidak boleh mengubah apa pun.

Seperti yang dilakukan Young Hyo tadi, Ho Rang memperlihatkan rencana 5 tahun pernikahan yang sudah ia siapkan pada Won Seok.

Menurut sosiolog Gary Becker, orang-orang menikah kalau mendapatkan keuntungan dibandingkan hidup sendirian… – Ji Ho

Sementara itu, Soo Ji sudah mulai menjalankan bisnisnya. Ia bicara dengan seseorang melalui telpon dengan bahasa inggris. Cita-citanya sebagai CEO sepertinya hampir terwujud.

Sang Gu yang sudah menunggu Soo Ji di mobil, langsung menjalankan mobilnya begitu Soo Ji datang.

Sang Gu ternyata sudah berencana menemani Soo Ji melakukan perjalanan bisnisnya ke Hongkong. Sang Gu bahkan sudah membeli tiket pesawat yang sama di jam yang sama.

Sang Gu mengajak Soo Ji menukar tempat duduk mereka sehingga bisa duduk bersebelahan. Tapi kemudian ia menyadari Soo Ji duduk di kelas bisnis sedangkan dia tidak. Dia duduk di dekat sayap.

Sang Gu mengaku suka duduk di dekat sayap. Bahkan saat makan ayam pun dia lebih suka sayapnya.

Soo Ji dan Sang Gu sama-sama tertawa canggung.

Credit : tvN
Credit : tvN

Turun dari mobil, Soo Ji mengajak Sang Gu berbagi ‘milliage’ yang dimilikinya. Sang Gu bisa juga memakai ‘milliage’nya untuk meng-upgrade tempat duduknya.

Sang Gu setuju-setuju saja tapi bukannya ‘milliage’ hanya bisa dibagi untuk anggota keluarga saja?

“Begitu ya… kalau begitu kita menikah saja…”, usul Soo Ji dengan santai.

Sang Gu tentu saja kaget karena Soo Ji sebelumnya menentang pernikahan. Dan sekarang mengajak menikah hanya karena ‘milliage’.

Soo Ji langsung kesal. ‘Milliage’nya itu sangat berharga karena ia sudah berkorban dengan menginap di bandan untuk menghemat biaya penginapan selama bertahun-tahun.

“Memangnya mudah memutuskan berbagi dengan oppa? Aku memutuskan seperti itu karena aku sangat mencintai oppa…”, ucap Soo Ji kesal.

Soo Ji menarik kembali ajakan menikahnya tadi. Berbagi ‘milliage’ dengan Sang Gu membuatnya rugi. Dia bahkan membawa serta putra mereka hari itu…

Credit : tvN

Setelah Soo Ji pergi, Sang Gu langsung memeriksa kursi belakang mobilnya dan sekarang ada boneka baru yang sepasang dengan boneka yang dibelikannya untuk Soo Ji.

Sang Gu tersenyum. Mengejar Soo Ji dan memangggilnya, ‘Yeobo’.

Namun di sisi lain, penulis Goethe, mengatakan tidak ada sesuatu yang paling mendasari kebahagian kecuali pernikahan. Dia juga berkata, Pernikahan adalah awal dari suatu hubungan. – Ji Ho.

Ji Ho dan Se Hee kini tidak tinggal lagi di rumah Won Seok. Mereka pindah ke apartemen lain yang ukurannya lebih kecil dari ukuran apartemen Se Hee yang dulu.

Ji Ho tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai penulis.

Secara resmi kami mendaftarkan pernikahan kami tiga tahun yang lalu. Dengan mendaftarkan pernikahan, kami menulis kontrak lagi… – Ji Ho.

Credit : tvN

Se Hee dan Ji Ho membahas kontrak baru mereka. Karena mereka membagi dua uang sewa, maka kepemilikan apartemen berdua. “Apa kau keberatan?”, tanya Se Hee pada Ji Ho.

Ji Ho sependapat. Untuk poin hari libur mereka akan mengunjungi keluarga secara terpisah dan menghabiskan waktu secara terpisah, Ji Ho merasa tidak begitu menyukainya.

Ji Ho merasa poin tersebut agak sulit dilakukan karena alasan budaya mereka. Ia berpikir orang tua mereka tidak bisa menerimanya.

Se Hee mengingatkan bagaimana menderitanya Ji Ho tahun lalu. Dan mereka menghabiskan waktu seminggu merasa sama-sama bersalah. Se Hee tidak ingin melalui keadaan seperti itu lagi.Β Dan Se Hee tidak peduli seperti apa di Korea karena perasaan mereka jauh lebih penting.

Ji Ho akhirnya setuju dengan Se Hee.

Kami merevisi kontrak kami setiap tahun tapi pertimbangan utama tidak pernah berubah. Cinta kami adalah prioritas pertama… – Ji Ho

Credit : tvN

Se Hee menghampiri Ji Ho yang sedang nonton tv bersama Woori sambil membawakan minuman. Se Hee duduk di samping Ji Ho dan mereka bersulang.

Setelah minum, Se Hee merebahkan kepalanya di pangkuan Ji Ho.

Tentu saja bukan hal yang umum terjadi. Saat hari libur pertama kami yang terpisah, ibu mertuaku menelponku dan sampai menangis di telpon. Ayah juga sampai membalikkan meja. Tapi begitulah… Tidak ada sesuatu yang lebih parah terjadi. Orang-orang hanya mengira kami agak aneh… Untungnya, itu membuat kami lebih fokus pada kehidupan kami. – Ji Ho

Ji Ho mengelus rambut Se Hee.

Menikah atau tidak, mendaftarkan pernikahan atau tidak, apa pun keputusan yang dipilih, tidak ada yang berjalan seburuk itu… – Ji Ho.

Se Hee tiba-tiba duduk, mengatakan pertandingannya akan segera dimulai. Dan tiba-tiba juga, Se Hee mengatakan, “Ji Ho-ya, saranghe…”.

Yang terpenting, menghabiskan waktu dengan orang di sampingku, tepat di saat ini, apa pun yang terjadi – Ji Ho

Ji Ho menatap Se Hee dan tersenyum. “Nado…”, jawab Ji Ho.

Se Hee tersenyum. Dan Ji Ho pun mencium Se Hee.

Oleh sebab itulah, bahkan sampai hari ini pun kami fokus saling mencintai satu sama lain… – Ji Ho

Sebuah bus berhenti di halte.

Paling depan, Ji Ho dan Se Hee berpegangan tangan mengejar bus. Di belakang mereka ada Soo Ji dan Sang Gu yang juga berlari sambil berpegangan tangan.Β Di belakang mereka lagi, ada Won Seok dan Ho Rang. Wait, Won Seok menggendong bayinya.

Credit : tvN

Di dalam bus, mereka duduk di bangku barisan paling belakang. Tertawa bahagia bersama…

Dan… Untuk semua yang hidup saat ini, dengan segala ketulusan hatiku, aku mendoakan keberhasilanmu. Karena hidup ini adalah hidup yang pertama kali bagi semua orang… – Ji Ho.

=== TAMAT ===

Komentar :

Akhirnya selesai juga drama ini. Sempat mandeg bgd karena mood menghilang entah Β kemana… πŸ˜€ Maaf ya sangat terlambat, terutama sama partnerku, Lia… Mianhe…

Di akhir drama, sy menyadari Ji Ho dan kedua sahabatnya berhasil mendapatkan impian mereka. Soo Ji berhasil menjadi seorang CEO, Ho Rang berhasil menjadi seorang istri yang tinggal di rumah mengurus keluarga dan merawat anak Won Seok, sedangkan Ji Ho berhasil mendapatkan cinta sejati.

Ga salah kalau Ji Ho lebih memilih cinta daripada pekerjaan. Karena benar kata Ji Ho, menemukan cinta sejati memang sulit. Mungkin hanya sekali seumur hidup. Setuju bgd sama Ji Ho. Dan pada akhirnya, Ji Ho tetap bisa mendapatkan job meskipun bukan dari Jung Min.

So far, drama ini cukup bagus. Teutama akting Lee Min Ki yang cocok banged jadi Se Hee. Ekspresinya itu lho… Priceless. πŸ˜€

Buat yang males nonton drama dengan cerita cinta segitiga, drama ini bisa jadi pilihan. Ga perlu merasa tercabik karena second lead, cukup nikmati kisah cinta masing-masing karakter. Masing-masing punya kisah hidup sendiri dan saling support karena begitulah seorang sahabat…

Walaupun agak aneh dengan gaya pernikahan Se Hee yang sangat membatasi diri dengan orang tua, tapi sy bisa mengerti memang ada pasangan suami istri yang memilih menjauh dari keluarga karena berbagai alasan. Untungnya Ji Ho punya sahabat yang selalu bersamanya. Dan sekarang keluarga sahabatnya, juga menjadi keluarganya.Β Happy for you Ji Ho..

10 Comments
  1. Tsun Tsun says

    Mbak Diiian, gomawo, selanjutnya bikin sinopsis apa nih? Aq paling suka sama komentarnya mbak Di, manteb banget. Jujur aja mbak, meski aq nontonnya bolak balik tp gk bisa nyimpulin sedetail itu. Kudo’akan agar mbak Di selalu sehat, banyak rezeki, banyak waktu luang, biar bisa bikin sinop terus….

    1. kdramastory says

      Sama-sama ya Tsun Tsun… Makasih juga udh nyempetin baca di sini walaupun udah nonton… πŸ™‚

      Aminnn… Makasih atas doanya… Nah klo waktu luang itu rada susah tu… Gimana ya sehari ga cuma 24 jam? Nambah 3 jam gitu? Ahahahaha… #gabisa ya?

      Next, paling sy bikin review-review-an dulu lah. Pengen nonton yang baru2 sama yang ketinggalan dulu. Kalo ada drama yang barengan diikuti, sy tunggu komentarnya ya… Makasih…

  2. Dahliia says

    Mikroekspresi-nya Lee Min Ki tuh, keren banget.. dari matanya aja, orang bisa ngeuh, dia marah sampe dia bahagia. Saya mah baru nonton dia di drama ini, jadi gak tahu kalau ternyata aktingnya sebagusss ini!!!

    Setelah nonton drama ini, saya yang masih single jadi pengen married ya (?) hahahahahahahahah—-
    Kayaknya,, meskipun banyak rintangan, tapi Ji-ho selalu bahagia ketika deket-deket Se-hee. Dan pada akhirnya, kita hidup memang buat nyari kebahagiaan ‘kan πŸ™‚

    Tapi, kalo realistisnya saya sih ngira saya mah gak akan cepet2 nikah. Ekstrimnya, mau kerja dulu kayak si Soo-ji aja. Sekarang mah mikirnya gitu, gatau kalo udah lulus kuliah mau gimana,

    Dan Mbak diiii, makasih banyak karena jadi partner nulis yang paling asyik. wkwkwk.. kita mah sama-sama sering ngaret, tapi santai ajasii. Makasih juga, para readers yang setia banget, nunggu sinopsis kita yang memang seringnya ngaret. Hayuuu, next project mau apa (?) wkwk

    1. kdramastory says

      Iya, mikroekspresi ya namanya… Yg paling suka itu kalo Se Hee lagi plangak plogok atau ketahuan neglakuin sesuatu. Dia langsung pura-pura liat ke arah lain… πŸ˜€

      Ayoooo, cepetan nikah… πŸ˜€ Mau jadi kayak Soo Ji, Ho Rang, atau pun Ji Ho, yang pasti jodoh itu selalu datang di waktu yang tepat. Nanti kalo waktunya sudah tiba, yakin sendiri kok dalam hati… #tsahhh πŸ˜› Quote dari seorang ahjumma.. πŸ˜›

      Sama-sama ya Lia… makasih juga udh ngajak sayah… Next, kl ngesinopsis belum tahu. Mau istirahat dulu, nonton yang ketinggalan… πŸ˜€ Nanti kl ada yang samaan dramanya, kita duet lagi…

      1. Dahliia says

        Lahhh, entar aja masih lama. Kuliah aja masih setengah jalan. wkwkwkwkwk~~

        Padahal sebelum ini Lee Min-ki ‘kan kena skandal pelecehan sampe naik persidangan (yaa meskipun pada akhirnya dinyatakan tidak bersalah cenah), jadi serasa aneh karena k-netz gak bully dia. Beda banget sama perlakuan mereka ke aktor lain yang kena skandal sejenis. Beruntung juga dia dapet karakter Se-hee yang love-able banget. Skandalnya serasa lansgung terlupakan..

        1. kdramastory says

          Wkwkwkwk… kuliah dulu ya… dibarengin juga gpp… #piss

          Iya nih, baru tau Lee Min Ki ada skandalnya juga. Pernah baca setelah BTIMYFL mulai tayang tapi memang ga ada komentar apa2 ya terkait kasusnya. Berarti kayak Yoochun ya? Eh. lupa deng apa Yoochun juga sampai sidang ato engga.

          1. Dahliia says

            Yuchun juga sampe sidang, dia kan dibenci banget ama kor-net sekarang. Seriusan, berasa aneh aja.. pas lihat Lee Min-ki kayak yang adem-adem gini, padahal tahu sendiri ‘kan. Kalau kor-net itu jahat-jahat.

          2. kdramastory says

            Iya… klo kritik itu suka sadissss… Mungkin krn Yoochun itu imagenya cowo baik-baik. Coba liat drama-drama dia, mana ada yang jd cowok jahat sama cewek. Sy juga sukaaaa bgd sama Yoochun dulu. Pertama liat di Miss Ripley dan langsung suka. Perasaan liatnya cowok baik-baik, gitu lho. Tapiiii… Ya begitulah, kecewa noona… πŸ˜€

  3. Tina says

    Ayo semangat mb..yang baca semangat meski telat tetep nunggu..biar nnti semangat jg klo mw review2..
    Klo aku lgi g mood nntn yg baru2 mb..entahlah monoton genrenya..
    Tp ada baiknya cz anak2 lgi UAS ..
    Eh komen ending BTIMFL dulu..
    Mpe akhir tetep aja Ji Ho yang ngungkapin perasaan duluan..emg cocok mereka coba klo Ji Ho nya tipe pasif g bakal jadi itu..emg y jodoh itu saling melengkapi😍😍.wkwk..
    Aslinya aku g suka tipe cow ky Se Hee ini loh..g ekspresif sukanya dipendam ky cew bgt. Masa Ji Ho pergi lama dia milih terpuruk sendiri g nyoba nyari tw Ji Ho dimana, g nyoba pahami isi surat Ji Ho sbnrnya wkwk..lempeng aja mikirnya
    Tp mpe akhir emg Lee Min Ki jjang meranin Se Hee..
    Akhirnya hapy ending untuk semua..

    1. kdramastory says

      Sama tina, anak2 lagi pada UAS. Tapi tinggal minggu ini aja… Udh bisa mulai nonton drama yang ketinggalan dan yg baru. Go Back Couple aja baru sampe episode 5… Hehehehe…

      Sama tina. Kayaknya krn Lee Min Ki yang jadi Se Hee makanya kesannya lucu. Klo aslinya dapat model begini, wuah bisa2 salah paham terus… Tapi karena Se Hee kayak gitu makanya dapatnya kayak Ji Ho. πŸ˜€ Jodoh memang saling melengkapi ya… πŸ™‚

Reply To kdramastory
Cancel Reply

Your email address will not be published.