Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

[End] Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 1

0

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 15 Part 3]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 1 [End]

Ji Ho yang sedang di kamar Se Hee, mendapatkan telpon dari ibunya.

Ternyata Eun Sol sudah waktunya melahirkan. Ji Ho buru-buru ke rs. Sesampainya di sana, Eun Sol sudah masuk ke ruang bersalin.

Credit : tvN

Tak lama, perawat keluar dengan membawa bayi Eun Sol. Ji Ho, ibu dan ayah merasa sangat bahagia dan terharu menyambut anggota keluarga baru mereka.

Setelah perawat membawa kembali bayi Eun Sol ke dalam, ayah bahkan sampai mengusap-ngusap matanya yang tiba-tiba saja berair. Tapi ketika ditanya, ayah buru-buru membantah walaupun air mata sepertinya benar-benar semakin hampir keluar. LOL

Credit : tvN

Tiba-tiba saja terdengar suara pria menangis di belakang mereka. Ternyata yang menangis dengan keras itu adalah Ji Suk.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ji Ho dan ibu ke ruang bayi untuk melihat bayi Eun Sol melalui jendela kaca. Ji Ho menyadari, kini ibunya seorang nenek. Sungguh membahagiakan memiliki anggota baru dalam keluarga.

Ibu membenarkan. Memiliki anggota keluarga baru dalam sebuah keluarga adalah hadiah terbesar dalam hidup.

Tapi, kebahagaiaan ibu menguap begitu saja ketika Ji Ho tiba-tiba mengatakan kalau ia akan bercerai karena merasa sudah menganggap terlalu remeh hadiah tersebut.

Credit : tvN

Ibu dan Ji Ho pun kemudian bicara. Ibu yang syok, sempat terdiam lama. Tahu apa pun yang harus dikatakan karena apa pun yang dikatakannya tidak akan mengubah keputusan Ji Ho.

Ji Ho menanyakan kenapa ibu tidak jadi bercerai dengan ayah saat ia berusia 10 tahun dulu. Saat itu, ibu sampai membawanya dan Ji Suk ke rumah nenek.

Ketika ibu akhirnya bercerita, Ji Ho pertama kali tahu bahwa dulu ibu dan ayah menikah tanpa persetujuan orang tua mereka, cinta mereka begitu menggebu seperti Romeo dan Juliet. Awalnya mereka berpikir tidak bisa hidup jika berpisah. Tapi setelah berjalannya waktu, mereka bahkan memutuskan berpisah.

Tapi keputusan ibu itu berubah ketika melihat ayah sedang tidur. Entah kegapa mengingatkannya pada kenangan saat masih berkencan dulu. “Seandainya kami putus dulu, ibu pasti akan merindukan ayah seumur hidup ibu… Ayah pasti akan tetap ada di hati ibu dan ibu akan sangat merindukannya…”.

Karena itulah, ia memutuskan untuk hidup saja dengan ayah. Menurut ibu, hidupnya dan hidup Ji Ho itu sama, tidak banyak bedanya. “Tapi, sangat penting menjaga saku bintangmu…”.

“Saku bintang?”, tanya Ji Ho bingung.

Menurut ibu, walaupun hidup itu sama, tapi ada saat-saat bintang bersinar terang. Dan jika itu terjadi, jangan dilepaskan, simpan erat-erat dalam saku bintang. “Dengan begitu, di saat semuanya terasa berat atau kau merasa lelah, kau bisa mengambil sebuah bintang dan menemukan kekuatan melaluinya…”.

Ji Ho mengerti maksud ibu. Ia tahu alasannya bercerai adalah supaya tidak kehilangan bintang-bintang itu. Ia ingin mengisi saku bintangnya dengan bintang-bintang yang bersinar terang.

Ji Ho tersenyum pada ibu, begitu pun dengan ibu. Tapi ibu tiba-tiba mengatai Ji Ho sudah bicara omong kosong.

Ji Ho sampai kaget.

Ibu mengancam Ji Ho tidak memberitahukan ayah soal perceraiannya itu kalau tidak mau kepalanya dicukur ayah dan dilempar kembali ke ruang bayi.

“Jadi kapan aku bisa memberitahu ayah?”. Ji Ho jadi bingung.

“Mana ibu tahu!”, sahut ibu marah. Ibu tidak mau peduli. Ia tidak bisa menerima keputusan Ji Ho begitu saja.

Credit : tvN

Sebelum pulang, Ji Ho sempat melihat Eun Sol dari pintu kamar. Di sana, Ji Sok dengan setia menunggu Eun Sol yang tidur. Ji Sok terlihat mencium kening Eun Sol.

Ji Ho tersenyum melihatnya.

Ji Ho merasa, kata-kata indah ibu tentang keluarga adalah hadiah, telah menyakiti hatinya. Entah kenapa ia merasa seolah ibu memarahinya.

Sementara itu, ibu mengajak ayah yang sudah setengah tidur di ruang tunggu, untuk tidur di mobil saja.

Tapi bukannya beranjak pergi, ayah malah merebahkan kepalanya di pangkuan ibu. Ibu pun tidak jadi membangunkan ayah…

Dalam perjalanan pulangnya dengan bus, Ji Ho lagi-lagi menyadari sesuatu.

Pernikahan adalah sesuatu yang membuat seseorang mengingat kembali kenangan meskipun membencinya. Ji Ho merasa, ia dan Se Hee terlalu menganggap remeh sebuah pernikahan.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 1 [End]

Keesokan paginya, saat mengemasi pakaiannya ke dalam tas, Ji Ho melihat kembali kontrak pernikahannya dengan Se Hee. Untuk pertama kali, ia merasa malu dengan apa yang sudah ia lakukan.

Ia sempat tertegun ketika tiba-tiba Se Hee sudah berdiri di depan pintu kamarnya yang terbuka.

Akhirnya, waktunya Ji Ho pergi pun tiba. Se Hee mengantarnya sampai di pintu rumah.

Ji Ho mengajak Se Hee bersalaman, mengucapkan semoga berhasil untuk mereka berdua, karena ini adalah perceraian pertama mereka.

Se Hee menerima jabat tangan Ji Ho. Mengucapkan semoga berhasil juga untuk Ji Ho.

Credit : tvN

Ji Ho kini sudah ada di dalam bus menuju ke suatu tempat. Menatap foto pernikahannya yang diberikan oleh Bok Nam beberapa waktu yang lalu.

Ji Ho merasa, karena hubungannya dengan Se Hee dimulai dengan jabat tangan, maka diakhiri juga dengan jabat tangan. Jika babak pertama dalam hubungan mereka adalah pernikahan, ia berharap di babak kedua nanti adalah percintaan.

Credit : tvN

Ji Ho tersenyum…

=== Final Episode – Because This Is My First Life ===

Credit : tvN

Sang Gu sedang di perusahaan tempat kerja Soo Ji. Ketika di depan lift, ia tidak sengaja bertemu Asisten Park.

Mereka saling sapa dan Sang Gu sempat menanyakan tentang hidung Asisten Park yang diplester.

Asisten Park mengaku terjatuh waktu pulang ke rumah sehabis minum-minum.

Sang Gu tersenyum simpul karena sangat tahu apa yang terjadi.

Karena lift sudah sampai, mereka pun masuk lift bersama.

Asisten Park yang tahu Sang Gu mendapatkan dana, memberikan ucapan selamat.

Sang Gu berterima kasih dan pura-pura bertanya dimana Soo Ji.

“Anda tidak tahu? Dia sudah resign…”.

Sang Gu hanya ber-o saja, pura-pura tidak tahu.

Asisten Park lalu mengungkapkan kebenciannya bekerja dengan wanita. Karena mereka itu hanya bekerja sampai menikah saja. “Mereka tidak tahu tanggung jawab terhadap keluarga…”.

Sang Gu hanya mengangguk kecil. Tidak berkomentar karena lift sudah sampai di lantai dasar.

Sesampainya di luar gedung, Sang Gu mengajak Asisten Park mengobrol sambil merokok karena sudah lama mereka tidak bertemu.

Asisten Park pun menyuruh anak buahnya pergi lebih dulu.

Asisten Park menawarkan rokok tapi Sang Gu menolak. Mengaku sudah berhenti merokok bahkan sejak awal memang tidak suka merokok.

Asisten Park menyayangkan karena dengan begitu akan tidak menguntungkan Sang Gu. Sang Gu tidak akan dilibatkan dalam percakapan dan yang lainnya.

Sang Gu bertanya, apa maksud tidak menguntungkan itu dan seperti apakah percakapan itu. Apakah percakapan yang menggelikan di waktu merokok Asisten Park?

Sang Gu sangat mengerti kenapa Asisten Park sering melontarkan joke-joke yang menyerempet ke arah sek***l karena dengan begitu Asisten Park merasa lebih hebat. Tapi bukankah joke seperti itu seharusnya sudah dihentikan sejak SMP?

Sang Gu pun merasa anak-anak SMP sekarang tidak lagi seperti itu karena mereka sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

Asisten Park tidak mengerti maksud Sang Gu.

Credit : tvN

Tiba-tiba sebuah motor besar mendekat. Sang Gu menyapa pengendaranya dan memperkenalkan sebagai pacarnya pada Asisten Park.

Helm pun dibuka dan ternyata pengendaranya adalah seorang wanita, yang tak lain adalah Soo Ji.

Asisten Park jelas kaget.

Sang Gu memberitahukan Soo Ji bahwa dia baru saja bicara hal yang penting dengan Ji Ho.

Soo Ji menyapa Asisten Park. “Lama tidak bertemu, Jin Ho”. Soo Ji tidak lagi memanggilnya Asisten Park. Soo Ji juga mengomentari Asisten Park yang terlihat lebih gemuk.

Sebelum pamit pergi, Sang Gu memberitahukan Asisten Park bahwa dia lebih tua tiga tahun dari Asisten Park. “Jadi, jaga dirimu dan sampai jumpa lagi…”.

Sang Gu pun pergi dengan dibonceng Soo Ji…

Sang Gu menemani Soo Ji belanja bra untuk riset persiapan bisnisnya. Sepertinya mereka sudah singgah di banyak toko karena Sang Gu terlihat membawa banyak tas belanjaan.

Merasa agak bosan, Sang Gu sempat menyapa dan mengajak bicara manekin yang memakai bra. LOL

Credit : tvN

Setelah itu, Sang Gu mengantarkan Soo Ji hingga di depan lift apartemen Soo Ji. Ia sempat ragu dan tidak percaya saat Soo Ji mengajaknya makan ramyun. Ia tidak mau ditipu.

Tapi, melihat seriusnya ekspresi Soo Ji dan anggukan Soo Ji, Sang Gu pun percaya dan langsung bersorak kegirangan.

Tanpa perlu diajak dua kali, Sang Gu langsung masuk lift.

Credit : tvN

Won Seok akhirnya pindah dari rumah yang selama 5 tahun ia tinggali bersama Ho Rang.

Ahjumma yang tinggal di bawah, datang untuk memberitahukan bahwa belum ada yang menanyakan rumah Won Seok. Ia berjanji akan menelpon Won Seok kalau ada yang bertanya.

Ahjumma juga mengomentari Won Seok yang terlihat buruk beberapa bulan ini. Ia menyuruh Won Seok pulang ke rumah dan makan masakan ibunya. Setelah sehat nanti, Won Seok bisa kembali.

Won Seok hanya tersenyum saja. Setelah ahjumma itu pergi, wajahnya kembali dirundung sedih.

Sebelum benar-benar pergi, Won Seok duduk sebentar di sofa merah jambu yang dibelinya untuk Ho Rang. Ia mengucapkan selamat tinggal pada sofa itu.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 1 [End]

Credit : tvN

 

Tidak hanya Won Seok yang berniat menyewakan rumahnya, begitu juga dengan Se Hee. Se Hee bahkan memutuskan menjual apartemennya itu.

Hari itu, sepasang suami istri datang untuk melihat-lihat dengan seorang agen properti.

Mereka menyukai rumah Se Hee, terutama kamar yang dulunya ditempati Ji Ho. Kamar itu memiliki ventilasi dan cahaya matahari yang bagus.

Sang istri kebetulan melihat sesuatu yang terselip di bawah kasur dan mengambilnya. Ternyata sebuah amplop. Karena keburu dipanggil, ia pun menyimpan amplop begitu saja di atas kasur.

Credit : tvN

Setelah tamunya pergi, Se Hee kembali merasa sendirian. Menatap rumahnya yang sepi.

Menatap ruang makan, mengingatkannya pada Ji Ho yang makan bimbimbap di sana.

Menatap ruang tengah, mengingatkannya pada Ji Ho yang nonton TV sambil sesekali bicara pada Kitty.

Menatap balkon tempat biasa memisahkan sampah, mengingatkannya pada Ji Ho yang bisa memilah sampah.

Menatap tempat makan Kitty, mengingatkannya pada Ji Ho yang selalu menyiapkan makan untuk Kitty.

Menatap kamar mandi, mengingatkannya pada Ji Ho yang keluar terburu-buru dari kamar mandi lalu masuk kamar.

Credit : tvN

Dan menatap kamar Ji Ho, benar-benar mengingatkannya pada Ji Ho. Ji Ho yang duduk dengan serius di depan laptop lalu ketika lelah merenggangkan badannya di tempat tidur. Ji Ho yang tersenyum sambil memainkan ponsel dan Ji Ho yang tidur sambil mendengkur.

Credit : tvN

Se Hee kemudian melihat amplop di atas tempat tidur dan membukanya. Ternyata isinya adalah sebuah surat yang ditulis Ji Ho untuknya.

Ji Ho memulai suratnya dengan menanyakan apakah Se Hee menonton bola hari itu? Lalu bagaimana kabar Kitty? ~ Kitty tiba-tiba mengeong…

Selanjutnya, Ji Ho bertanya-tanya berapa lama Se Hee menemukan suratnya. Se Hee pasti menemukannya ketika masuk ke kamarnya setelah dia pergi.

Ji Ho mengaku pernah ke kamar Se Hee sekali. Saat itu ia menemukan buku puisi yang disukai Se Hee itu. Ia tahu, Jung Min adalah pemilik buku itu. Ji Ho minta maaf.

Ji Ho lalu menceritakan tentang kebiasaan orang Mongolia yang tidak mengubur atau mengkremasi orang yang sudah meninggal. Mereka membawanya dengan gerobak ke suatu tempat yang tidak mereka ketahui dan meninggalkannya di sana.

Kemudian, suatu waktu mereka kembali ke tempat tersebut untuk memeriksa jenazahnya. Jika jenazahnya masih ada, mereka akan berkabung. Namun jika tulang putih yang tersisa, mereka akan kembali dengan kebahagiaan.

Ji Ho menutup suratnya dengan sebuah pertanyaan yang membuatnya ingin tahu. Apa yang tersisa di dalam hatinya jika kembali ke kamar itu setelah pergi?

Se Hee menghela nafas setelah membaca surat Ji Ho itu.

Credit : tvN

Se Hee dan Won Seok makan siang bersama. Won Seok merasa agak heran karena biasanya Se Hee tidak pernah mengajaknya makan bersama.

Se Hee beralasan, karena hari itu yang mengambil cuti hanya dirinya dan Won Seok.

Won Seok mengerti, tapi ia dengar Se Hee tidak pernah makan di luar.

Se Hee beralasan tidak mau makan sendirian di rumah.

Mendengar jawaban Se Hee, Won Seok pun menuangkan soju untuk Se Hee. Belum sempat bersulang, Se Hee sudah meneguknya sampai habis.

Won Seok lalu membicarakan tentang rumah Se Hee yang akan dijual. Ia menanyakan dimana Se Hee akan tinggal. Apa Se Hee sudah mencari rumah untuk tempat tinggal?

Se Hee tidak begitu peduli. Pasti ada beberapa rumah di luar sana. Tidak peduli lokasinya dimana, baginya yang paling penting bukan rumah ‘itu’.

Won Seok terdiam. Ia sempat mengingatkan Se Hee yang akan makan daging belum matang.

Se Hee lagi-lagi tidak peduli. Yang penting bisa mengisi perutnya.

Won Seok menatap Se Hee. Menanyakan kemana Ji Ho pergi liburan. Apakah ke tempat yang sangat jauh?

Se Hee sempat terdiam, teringat jawaban Ji Ho sewaktu dia bertanya Ji Ho akan pergi kemana. Waktu itu, Ji Ho bilang mungkin akan pergi ke tempat yang jauh.

Se Hee pun mengiyakan. Ia berpikir Ji Ho ada di Mongolia.

Won Seok tentu saja kaget. Ji Ho itu benar-benar berani.

Se Hee tidak berkomentar. Ia terus meneguk minumannya.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 1 [End]

Credit : tvN

Sementara itu, sebenarnya Ji Ho tidak kemana-mana. Selama ini, ia tinggal di sebuah guest house bersama beberapa orang lain yang berasal dari berbagai negara. Tanpa perlu keluar dari Korea, Ji Ho sudah merasa berada di luar Korea.

Dan hari itu, ia hanya menghabiskan waktu dengan bersenang-senang dan mengobrol dengan Ho Rang di sauna.

Karena tahu Won Seok sudah pindah dari rumah mereka, Ho Rang pun menawarkan Ji Ho tinggal di sana sampai Ji Ho menemukan tempat tinggal baru.

Ji Ho menerima tawaran Ho Rang dengan senang hati.

Karena baru pertama kali ke apartemen Soo Ji, Sang Gu melihat sekeliling kamar dan tidak lupa mencium bantal yang dipakai Soo Ji. Begitu Soo Ji memanggilnya untuk makan ramyun, Sang Gu pun buru-buru ke dapur.

Sang Gu mengungkapkan rasa syukurnya bisa mencicipi ramyun masakan Soo. Rasanya, seperti semua keinginannya sudah terpenuhi.

Credit : tvN

Tapi ternyata, hasilnya jauh dari harapan. Bukan rasanya yang tidak enak, tapi mi-nya yang masih belum matang, masih menggumpal ga jelas. LOL. Kesian bgd Sang Gu. Tau kan gimana rasanya makan mi instan yang matangnya ga rata? LOL

Sang Gu terpaksa memakannya walaupun ada beberapa bagian yang masih keras. Walaupun begitu, Sang Gu tetap memuji masakan Soo Ji enak.

Soo Ji lalu menanyakan kemana Se Hee pindah karena ia dengar Se Hee menjual apartemennya.

Sang Gu mengaku tidak tahu. Se Hee mengambil seluruh cutinya dan sudah tidak bekerja selama 20 hari. Sang Gu mengeluhkan timnya yang kesulitan gara-gara Se Hee cuti begitu lama.

Credit : tvN

Se Hee sendiri masih ada di apartemennya. Menonton pertandingan bola sambil tiduran di sofa. Ia juga terlihat tidak begitu baik. Sepertinya Se Hee terlalu banyak minum. Ia bahkan minum bir dari kaleng dengan sedotan. LOL

Sementara itu, Ji Ho juga sedang nonton pertandingan bola melalui ponselnya di tempat ia menginap.

Seorang teman bule bernama Nancy keluar dari kamar dan mengajaknya ngobrol. Awalnya mereka bicara dengan bahasa Inggris tapi pada akhirnya, Ji Ho tetap memakai bahasa Korea.

Awalnya Nancy mengomentari tentang nonton bola yang menurutnya membosankan.

Credit : tvN

Sambil menerawang, Ji Ho menjelaskan, nonton bola itu tidak membosankan, yang menjadi persoalan adalah dengan siapa menontonnya.

Nancy tidak mengerti penjelasan Ji Ho karena Ji Ho memakai bahasa Korea. Dan akhirnya ia menanyakan apa yang akan Ji Ho lakukan besok.

Ji Ho mengatakan, dia akan membuat kue dan akan memberikannya untuk mantan suaminya.

Nancy tidak mengerti maksud Ji Ho dan Ji Ho yang tidak berniat menjelaskan, pamit masuk kamar.

Credit : tvN

Keesokan harinya, Ji Ho dan beberapa peserta lainnya belajar membuat kue. Mentor sempat memuji kue hasil karya Ji Ho. Ia menyukai karakter rakun yang dipasang Ji Ho di atas kuenya itu.

Ji Ho yang tadinya tersenyum lebar saat kuenya dibilang cantik, langsung marah. Dia menatap menatap mentornya itu dengan tajam.

Credit : tvN

Se Hee tiba-tiba datang ke kantor. Saat itu, rekan-rekan kerjanya berkumpul untuk menyemangati Won Seok dan seorang rekan lainnya bermain game balapan. Mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran Se Hee.

Saat pertandingan berlangsung, rekan yang satunya mendapatkan dukungan dari semuanya sedangkan Won Seok, hanya Bo Mi saja yang setia berdiri di sampingnya.

Setelah pertandingan usai dengan kekalahan Won Seok, mereka pun menyadari kehadiran Se Hee.

Ternyata Se Hee datang hanya untuk meminta kunci rumah Won Seok. Won Seok sempat mengingatkan kalau rumahnya itu sempit, mungkin tidak akan nyaman untuk Se Hee.

Se Hee tidak peduli. Dia hanya butuh tempat untuk makan dan tidur. Lagipula rumah tidak dibawa mati.

Won Seok dan Sang Gu langsung melongo.

Sang Gu khawatir Se Hee akan berhenti bekerja kalau keadaannya terus seperti itu.

Tapi, untungnya tidak. Se Hee hanya mengambil cuti saja.

Se Hee lalu pergi dengan membawa kunci rumah Won Seok.

Credit : tvN

Ji Ho datang ke rumah Ho Rang dan mendapati sudah ada beberapa barang dan sebuah tempat tidur di sana. Ia merasa barang-barang itu seperti familiar, terutama ketika merebahkan badan di tempat tidur. Sangat nyaman, seperti tempat tidur sendiri.

Ji Ho pun mengirimi Ho Rang sms. Mengabarkan bahwa ia sudah di rumah Ho Rang dan berterima kasih atas bantuan Ho Rang.

Credit : tvN

Ho Rang sendiri saat itu sedang di restoran bersama Young Hyo (di episode 14 itu di sub-nya disebutkan Young Pyo).

Young Hyo mengutarakan maksudnya untuk mengajak Ho Rang bulan madu di Bali tahun depan. Apakah Ho Rang bersedia pergi bersamanya?

Ho Rang tentu saja terkejut.

Sementara itu, Won Seok yang masih di kantor, juga mendapatkan sms dari Se Hee yang berterima kasih dan berjanji akan menggunakan rumah Won Seok dengan baik.

Credit : tvN

Bo Mi tiba-tiba menghampiri dan duduk di sampingnya. Awalnya Bo Mi membahas tentang game tadi. Ia memberikan sedikit saran untuk Won Seok.

Won Seok benar-benar berterima kasih pada Bo Mi.

Tapi Bo Mi tiba-tiba mengajukan sebuah pertanyaan sangat mengejutkan. “Kalau kau punya waktu, maukah kau menjadi pacarku?”.

Won Seok tentu saja terkejut.

Malamnya, Se Hee kembali ke rumah Won Seok dengan membawa Kitty.

Credit : tvN

Sementara itu, Ji Ho yang ke apartemen Se Hee dengan membawa kue buatannya, sangat terkejut mendapati apartemen Se Hee sudah dihuni oleh orang lain.

Ia baru tahu Se Hee sudah menjual apartemennya itu. Dan Ji Ho merasa sangat heran karena benar-benar tidak seperti Se Hee.

Ji Ho bertanya-tanya dimana Se Hee sekarang.

Ji Ho yang baru turun di halte bis rumah Ho Rang, mencoba menelpon Se Hee tapi tidak diangkat. Terlihat ponsel Se Hee ada di dalam rumah sementara Se Hee sendiri terlihat baru pulang dari suatu tempat. Mungkin baru dari minimarket karena ia membawa belanjaan.

Tiba di teras atap, Ji Ho tidak langsung masuk ke dalam rumah melainkan duduk dulu di dipan yang ada di teras atap.

Credit : tvN
Credit : tvN

Dengan sedih, Ji Ho mengeluarkan kue buatannya yang tadinya akan diberikan kepada Se Hee sebagai ungkapan perasaannya yang ingin memulai kembali dengan Se Hee. Ia ingin melamar Se Hee.

Ji Ho yang merasa sedih karena tidak punya kesempatan lagi. Se Hee tidak menjawab telpon darinya dan ia tidak tahu dimana Se Hee sekarang.

Ji Ho yang dulu bertanya-tanya apakah ada bintang-bintang antara dirinya dan Se Hee, kini menyadari kantung bintangnya telah penuh. Setelah meninggalkan Se Hee, yang tersisa di hatinya bukanlah rasa benci ataupun rasa sakit, tapi rasa rindu. Sayangnya, dia tidak tahu dimana Se Hee berada.

Soo Ji menelpon, menanyakan apakah Ji Ho ke rumah atap Ho Rang. Apa Ji Ho sudah bertemu dengan ‘nya’?

Ji Ho tertegun. Tidak menyangka Se Hee berada begitu dekat dengannya…

Bersambung…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 16 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.