[Lee Joon Gi Special] The King and The Clown (2005)

A story about uncommon relationship between the king and his clown

5

Lee Joon Gi Special : The King and The Clown (2005)

Setelah dibuat baper abis sama Lee Joon Gi di Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo, jadilah sy mulai mengumpulkan drama-drama dan film lamanya dia. Salah satunya adalah film The King and The Clown. Film ini dirilis tanggal 29 Desember 2005, berarti saat Lee Joon Gi masih berusia uhmmm… 23 tahun. Masih muda bgd… 🙂

Film ini bisa dikatakan sangat penting dalam karir Lee Joon Gi karena setelah bermain di film ini, karir Lee Joon Gi mulai melesat. Benar seperti dugaannya. Di dalam wawancaranya, Lee Joon Gi pernah mengatakan bahwa ia sengaja mengambil film ini karena merasa bahwa film ini akan membantu karirnya sebagai aktor padahal di saat itu, teman-temannya malah menyarankan tidak menerima film itu.

Awalnya, sy juga sempat ragu karena tahu film ini bergenre gay. Terlebih lagi setelah tahu ada kiss scene antara The King dan The Clown-nya itu. Dari sejak Moon Lovers tayang, sy terus menimbang-nimbang, nonton film ini atau engga.

Rasanya ga rela bgd, deh. Masak oppa saranghe dibuat seperti itu… 😭😭😭

Tapi setelah liat bts kiss scene tersebut di youtube, sy bisa memahami apa yang terjadi saat itu. Sy malah kasian waktu liat ekspresi Lee Joon Ki setelah pengambilan scene itu. Dia sampai menyembunyikan wajahnya dan juga merokok. Jijay bgd kayaknya dia… 😀 Beda bgd kalo dapet kiss scene sama pemeran cewek. Malah jejingkrakan dia… 😛

Btw, Setelah googling, ternyata udah banyak bgd, ya yang bahas film ini. Ya eya lah, secara udah lama bgd. Sy aja yg ketinggalan kereta… 😀 Tapi gpp ya, pengen aja cerita tentang film ini. Cekidot ya gaisss…

CAST UTAMA :

  • Lee Joon Gi sebagai Gong Gil
  • Kam Woo Sung sebagai Jang Sang
  • Jung Jin Young sebagai Raja Yeonsan
  • Kang Sung Yeon sebagai Jang Nok Su
  • Yu Hae Jin sebagai Yuk Gab
  • Jung Suk Yong sebagai Chil Duk
  • Lee Seung Hoon sebagai Pal Bok

PLOT CERITA

Bersetting di masa Joseon, cerita dimulai saat Gong Gil dan Jang Sang menghibur seorang bangsawan. Di tengah pertunjukan, Jang Sang tiba-tiba berhenti karena melihat pemimpin kelompok pertunjukannya berbisik-bisik dengan bangsawan tersebut.

Malamnya, si pemimpin kelompok itu menyuruh Gong Gil pergi menemui bangsawan tersebut. Jang Sang sekuat tenaga mencegah Gong Gil pergi, tidak peduli meskipun ia dipukuli sampai berdarah-darah. Usahanya itu baru berhenti setelah kepalanya dipukuli panci keras sampai pingsan.

Begitu tersadar kembali, Jang Sang langsung pergi menyusul Gong Gil. Ia datang tepat waktu. Mereka pun kemudian melarikan diri. Sayangnya, dalam usaha melarikan diri itu, tidak sengaja Gong Gil membunuh si pemimpin kelompok mereka.

Bertekad menjadi pemain petunjukan yang sukse, Jang Sang pun mengajak Gong Gil pergi ke Hanyang.

Lee Joon Gi Special : The King and The Clown (2005)

Begitu tiba di Hanyang, mereka ikut bergabung dengan kerumunan orang yang sedang menyaksikan pertunjukan. Setelah pertunjukan selesai, Jang Sang menantang akan memberikan pertunjukan yang lebih bagus lagi dari pertunjukan yang tadi.

Pemain di kelompok itu tentu saja tidak bisa mencegah karena para penonton yang mengizinkan Jang Sang dan Gong Gil tampil. Dan benar, saja. Penonton sangat menyukai pertunjukan mereka dan memberikan banyak uang.

Malamnya, walaupun tidak senang, Yuk Gab, salah seorang dari pemain tadi mendekati Jang Sang dan Gong Gil. Ia memperkenalkan dirinya dan kedua temannya, Chil Duk dan Pal Bok. Mereka akhirnya berteman.

Saat Jang Sang bertanya dimana tempat pertunjukan yang bagus di Hanyang, Yuk Gab pun membawa Jang Sang dan Gong Gil ke tempat judi. Dan malam itu, berkat permainan Yuk Gab, mereka mendapatkan kemenangan besar.

Jang Sang meminta bagiannya, tapi Yuk Gab malah mengajak Jang Sang mencari lebih banyak uang lagi. Jang Sang memberi tawaran. Jika dia membantu Yuk Gab mendapatkan uang yang banyak, apa Yuk Gab mau disuruh-suruh?

Yuk Gab awalnya tidak senang tapi kemudian ingin tahu apa rencana Jang Sang. Dan Jang Sang pun mengatakan, ia akan mengolok-olok raja. Dari cerita yang ia dengar saat bermain judi tadi, ia mendapat ide untuk mendapatkan uang banyak dengan cara mengolok-olok raja.

Seperti dugaan Jang Sang, pertunjukan mereka memang sukses besar. Tapi baru dua hari mereka tampil, mereka sudah ditangkap dihukum. Dipukul bokong mereka sampai mati. Kebetulan di hari pertama mereka tampil, kasim yang bernama Cheon Sun, tidak sengaja melihat mereka.

Jang Sang tidak terima dihukum hanya gara-gara mengolok-olok raja. Ia pun menantang untuk melakukan pertunjukan itu di depan raja. Jika Raja tertawa, maka mereka tidak bersalah.

Cheon Sun pun setuju memberikan kesempatan itu tapi kalau Jang Sang gagal, maka Jang Sang akan dipenggal.

Ternyata tidak mudah melakukan pertunjukan di depan raja. Bukan apa-apa, Yuk Gab, Chil Duk, dan Pal Bok tidak mampu melakukan tugas mereka dengan baik. Mereka gemetar ketakutan.

Untungnya, Jang Sang dan Gong Gil berhasil melakukan pertunjukan dengan baik dan Raja pun tertawa.

Raja sangat senang, terutama pada Gong Gil. Ia juga mengizinkan mereka tinggal di istana dan memberi mereka makanan mewah.

Keputusan Raja itu tentu membuat para menteri tidak senang. Mereka berkumpul, mengajukan permohonan agak Raja mengusir Jang Sang dan kelompoknya pergi dari istana.

Walaupun tidak senang, Jang Sang terpaksa menerima keputusan itu. Ternyata, Raja yang diolok-oloknya itu tidak punya kekuasaan.

Ketika Jang Sang akan pergi, Cheon Sun menantang Jang Sang untuk bisa membuat pertunjukan yang menyindir para menteri itu.

Jang Sang pun menerima tantangan itu. Ia bahkan meminta tambahan pemain musik.

Pertunjukan memang berjalan lancar. Raja dan Nok Su, istrinya tertawa terbahak-bahak. Tetapi para menteri hanya duduk diam, tegang. Terutama menteri yang terkena sindiran secara langsung.

Gara-gara pertunjukan itu, menteri tersebut dicopot dari jabatannya dan dihukum dipotong semua jarinya.

Di akhir pertunjukan, Raja mendekati Gong Gil, menanyakan nama Gong Gil.

Malamnya, para pemain membicarakan tentang pertunjukan mereka tadi yang berakhir dengan darah. Yuk Gab khawatir suatu saat nanti mereka bisa saja mati.

Jang Sang tidak ikut mengobrol dengan yang lainnya. Ia mencemaskan Gong Gil yang dipanggil oleh Raja.

Yuk Gab dan kedua temannya itu penasaran dengan apa yang dilakukan Raja pada Gong Gil. Begitu Gong Gil datang, mereka langsung menyerbu dengan berbagai pertanyaan.

Gong Gil mengatakan, ia hanya bermain boneka dan dituangkan arak oleh raja. Dari agak jauh, Jang Sang mendengar jawaban Gong Gil itu, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Lee Joon Gi Special : The King and The Clown (2005)

Jang Sang ditemui oleh Cheo Sun. Cheo Sun memberikan sebuah buku bergambar dan meminta Jang Sang menampilkan cerita itu.

Saat Jang Sang bertanya kenapa Raja terlalu sering memanggil Gong Gil, Cheon Sun hanya mengatakan bahwa Raja berhak memanggil siapa pun yang Raja sukai.

Jang Sang diam, menahan marah.

Ketika Gong Gil pulang dari kamar Raja, Jang Sang memperlihatkan buku itu. Ia mengajak Gong Gil pergi karena tidak mau menjadi boneka raja lagi. Jang Sang menyesal, seharusnya mereka pergi lebih cepat.

Gong Gil melihat-lihat isi buku itu. Ia setuju pergi dari istana tapi setelah melakukan pertunjukan itu. Karena tidak ada tempat lain yang bisa mereka tampilkan pertunjukan itu.

Ternyata, pertunjukan yang dimaksud adalah kisah tentang konspirasi Ibu Suri dan istri-istri Raja terdahulu untuk membunuh ibu kandung Raja Yeonsan, raja yang sekarang.

Dan pertunjukan berakhir dengan Raja yang membunuh dua istri ayahnya dulu. Melihat kematian dua menantunya, Ibu Suri terkena serangan jantung sampai meninggal di tempat.

Jang Sang dan kelompoknya juga syok melihat kejadian itu. Jang Sang memutuskan untuk segera pergi dari istana karena Cheo Sun sudah mengizinkannya.

Gong Gil yang dipanggil oleh Raja juga memohon supaya dilepaskan tapi Raja malah memberikan jubah pejabat istana untuk Gong Gil. Tidak peduli dengan protes Nok Su dan para pejabat istana yang lain, Raja memutuskan akan membuat perayaan pengangkatan Gong Gil.

Jang Sang yang melihat Gong Gil pulang dengan memakai baju kerajaan jadi salah paham. Ia menuduh Gong Gil sejak awal memang tidak ingin meninggalkan istana.

Dengan marah, Gong Gil meminta Jang Sang tidak bicara seperti itu padanya. Jang Sang tidak peduli. Ia melihat Gong Gil dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan muak lalu bergegas pergi.

Pejabat istana yang menolak mengatakan perayaan, menyarankan agar Raja berburu saja. Dan ternyata, perburuan itu hanya kamuflase saja padahal tujuan mereka sebenarnya adalah membunuh Gong Gil.

Gong Gil nyaris saja mati kalau Raja tidak muncul tepat waktu. Tanpa ampun, Raja membunuh pejabat istana tersebut.

Gong Gil memang selamat, tapi sayangnya salah seorang teman mereka, Yuk Gab tewas terkena panah.

Malamnya, Raja memanggil Gong Gil lagi. Entah dalam keadaan mabuk ataukah memang sudah gila, Raja malah menjadikan insiden perburuan tadi sebagai pertunjukan seolah hanya permainan belaka.

Sementara itu, Nok Su yang tidak senang dengan kedekatan Raja dan Gong Gil membuat rencana untuk menjebak Gong Gil.

Jang Sang dan yang lainnya pergi tepat saat Gong Gil baru kembali dari kamar Raja. Gong Gil berusaha menahan Jang Sang dengan menghunuskan pedang pada Jang Sang.

Dengan menahan marah, Jang Sang merampas pedang itu lalu menghancurkan seluruh properti pertunjukan mereka. Gong Gil menangis, berusaha mencegah Jang Sang.

Di saat itulah, Raja, Nok Su, dan para penjaga istana datang.

Di hadapan anggota pertunjukan lainnya, Gong Gil diinterogasi oleh Nok Su. Gong Gil dituduh telah membuat selebaran yang isinya mengkritik Raja. Dan setelah dicocokkan, tulisan Gong Gil memang mirip dengan tulisan yang ada di selebaran itu.

Untuk menyelamatkan Gong Gil yang ditangkap, Jang Sang pun mengakui bahwa dirinya yang membuat selebaran itu, Gong Gil hanya meniru tulisannya saja.

Nok Su mencoba mempengaruhi Raja, mengatakan bahwa Jang Sang berbohong. Raja langsung memutuskan, besok pagi Jang Sang akan dipenggal.

Cheon Sun mencoba membujuk Raja namun karena merasa dikritik, Raja pun mengusir Cheon Sun pergi.

Malam itu, Gong Gil bersujud di depan Raja yang pingsan karena mabuk. Ia memohon agar Raja mengampuni Jang Sang.

Pagi-pagi buta, Cheon Sun membebaskan Jang Sang, menyuruh Jang Sang melupakan Gong Gil. Jang Sang pun tahu bahwa pembebasannya itu bukan perintah dari Raja.

Jang Sang pun kemudian melakukan pertunjukan seorang diri. Lagi-lagi menyindir Raja. Raja yang marah, mengambil panah dan memanah Jang Sang.

Jang Sang jatuh dari tali dan akhirnya ditangkap. Saat Raja akan membunuh Jang Sang, Gong Gil mencegahnya. Karena Jang Sang menantang Raja untuk menyerangnya, Raja pun memerintahkan supaya mata Jang Sang dibakar.

Di depan Gong Gil yang histeris, mata Jang Sang dibakar besi panas.

Malam itu, para pejabat istana yang tidak menyukai Raja, membujuk Cheon Sun untuk mengganti Raja.

Setelah melihat keadaan Jang Sang yang menyedihkan di dalam penjara, diam-diam Gong Gil menyayat nadinya di tengah pertunjukan boneka di depan Raja. Raja sama sekali tidak tahu. Tiba-tiba saja, Gong Gil jatuh bersimbah darah.

Raja berteriak marah.

Untungnya nyawa Gong Gil masih bisa diselamatkan.

Raja akhirnya menemui kembali Nok Su. Nok Su tersenyum senang.

Raja kemudian memanggil Cheon Sun, memerintahkan dibuat perayaan. Tidak ada yang menyahut panggilan Raja karena Choen Sun sudah mati. Bunuh diri.

Jang Sang kembali dibawa ke lapangan untuk melakukan pertunjukan meskipun matanya sudah buta. Gong Gil bergabung dengannya.

Raja dan Nok Su asik menonton, tidak tahu kalau para menteri bersama banyak pasukan bergerak menuju istana.

Di akhir pertunjukan, Gong Gil sempat bertanya, akan menjadi apa jika Jang Sang terlahir kembali nanti.

Jang Sang mengatakan, ia akan menjadi seorang pemain pertunjukan lagi.

Mendengar jawaban Jang Sang itu, Gong Gil pun memiliki harapan yang sama.

Di saat mereka melompat ke udara, para menteri dan pasukannya pun tiba di dalam istana…

=== TAMAT ===

Komentar :

Setelah nonton film ini sampai selesai, sy menyimpulkan film ini bukan selera sy… AHAhhaha… Mianheyo oppa. 😭😭😭

Bukan apa-apa. Sy ilfil karena dalam pertunjukan yang dilakukan oleh Jang Sang dan Gong Gil, bisa dikatakan penuh dengan kata-kata kotor dan jorok… Sy g ngerti kenapa orang bisa menertawakan lelucon seperti itu. Tapi sepertinya memang begitulah konsep pertunjukan yang ditampilkan oleh Jang Sang dan orang-orang yang menontonnya, entah kenapa tertawa senang.

Sy menonton film ini murni karena film ini disebutkan penting dalam karir Lee Joon Ki dan hanya ingin tahu, seperti apa film The King and The Clown ini. Kiss scene yang sy cemaskan juga tidak seperti yang sy bayangkan. Hanya berdurasi beberapa detik saja padahal sewaktu take-nya memakan waktu lumayan lama.

Kasihan oppa sudah mengorbankan dirinya tapi yang dipake cuma dikit… 😭😭😭

Satu hal yang sy kagumi dari Lee Joon Gi dalam film ini, dia sangat cantikkkk… Ga mirip cowok dan badannya itu lho, terutama saat menari-nari, melenggak-lenggok sana-sini, luuuwes bgd. Kalah cewek tulen, mah…

Apa pun pendapat sy tentang film ini, kenyataannya film ini mendapat sambutan baik dan mendapatkan banyak penghargaan. Pada saat itu, bisa dikatakan hampir separuh dari penduduk Seoul menonton film ini dan jika dihitung, total 12 juta orang di seluruh Korea telah menonton film ini.

Bisa jadi pemahaman sy yang cetek ini membuat sy ga ngerti film ini. Termasuk endingnya yang menurut sy menggantung. Apakah Jang Sang dan Gong Gil selamat dari serangan para menteri itu? Ataukah mereka mati? Entahlah… Paling kesel nonton film yang endingnya gantung… 😡😡😡 Penulisnya ga mikirin orang yang pikirannya cetek macam sy… 😀

Nah, kalau masih penasaran dengan film ini, boleh langsung nyari dan nonton. Agak susah dapetin film ini, karena film lama. Sy nemunya di Dramacool dan kualitas gambarnya juga tidak begitu jernih. Tapi boleh, lah… 🙂

You might also like More from author

5 Comments

  1. Anonymous says

    Dari sini juga sih saya kenal sutradara lee joon ik mbak…sutradara yg dilirik banget karya karyanya sejak film ini sukses. Ambil contoh sado aka the throne yg dimainin song kang ho dan yoo ah in trus dongju dari park jung min dan kang ha neul. Dua duanya dapet apresiasi tersendiri di ajang penghargaan film. Makanya kalau sampe sutradara ini kemudian nunjuk lee je hoon buat main filmnya yg berikutnya wah… haha kayaknya sutaradara punya sense sendiri ya. Semuanya berbakat^^
    Jujur film ini jg bkn selera saya mbak meski segitu terkenalnya

  2. Tina says

    Haha..segitu keponya dan sakitnya gara2 Scarlet Heart😅😅😅demi LJG.. pdhl dulu emg LJG cantik bgt..aku prtama liat akting dia di My Girl 2005 juga..dia pake anting pula tambah cantik aja..haha..

    1. kdramastory says

      Iya Tina. Mikirnya panjang bgd sblm mutusin nonton film ini. Takut nantinya jd berubah g suka. Syukur stlh liat bts-nya, sy jd ngerti kl LJG juga g suka dgn scene itu… 🙁

    2. Nurhasanah says

      Sama….tina….aku jg pertama liat di my girl….oppa satu ini mmg cantik(kekeke)….dn ngeliat perubahan manly nya dia stlh keluar wamil…..tambah suka dah….
      Tumben si empunya blog (nugushimika????) kumat yah ngereview film lamanya oppa saranghae…..kekeeeke….kemarin kemarin sibuk sama PHS kah??????
      (Usil mode on)….

Leave A Reply

Your email address will not be published.