[Lee Joon Gi Special] Virgin Snow (2007)

A simple yet beautiful teen love story

4

Lee Joon Gi Special : Virgin Snow (2007)

Setelah membahas tentang film yang paling penting dalam karir Lee Joon Gi di postingan terdahulu, kali ini sy ingin membahas filmnya yang lain, yaitu Virgin Snow.

Film yang dirilis tanggal 12 Mei 2007 di Jepang ini, adalah film yang diproduksi kerjasama antara Korea Selatan dan Jepang. Namun, meskipun kerjasama antara dua negara ini, mostly, hampir keseluruhan film mengambil tempat di Jepang, tepatnya di Kyoto.

Tentunya, kita semua tahu, paling tidak pernah membaca seperti apa kota Kyoto itu. Kota Kyoto adalah ibukota Jepang di masa lampau sebelum kemudian dipindahkan ke Tokyo. Jadi di sepanjang film ini, kita akan disuguhi indahnya arsitektur tradisional Jepang. Berhubung sy juga sebenarnya suka bgd dengan budaya Jepang, jadi sy sangat menikmati nonton film ini.

Yuk, lanjut untuk tahu lebih jauh tentang film ini…

CAST UTAMA :

  • Lee Joon Gi sebagai Min Kim
  • Aoi Miyazaki sebagai Nanae Sasaki
  • Shun Shioya sebagai Koji Kojima
  • Ayaka Morita sebagai Kaori
  • Miyu Yagyu sebagai Yuri Sasaki (adik Nanae)
  • Otoha sebagai Fukuyama
  • Kimiko Yo sebagai Mayumi Sasaki (ibu Nanae)

PLOT CERITA :

Kim Min (diperankan oleh Lee Joon Gi) yang sepanjang hidupnya tinggal di Seoul, pindah ke Jepang untuk mengikuti ayahnya yang bekerja sebagai potter, pembuat keramik yang juga seorang profesor. Ia tidak bisa berbahasa Jepang sama sekali, tapi itu tidak masalah baginya karena dengan begitu, ada alasan baginya untuk tidak bersekolah. Walaupun memiliki keterbatasan dalam bahasa, Kim Min menyongsong hari-harinya di Jepang dengan gembira dan penuh optimis.

Hari itu, Min, sebut saja begitu, bersepeda di sekitar kota. Ketika menghindari sebuah kereta yang lewat, tidak sengaja ia menabrak seorang biksu. Min terjatuh dari sepedanya hingga sikunya terluka sedangkan si biksu itu, kabur.

Min kemudian pergi ke sebuah kuil untuk mencuci lukanya. Di saat itulah, ia melihat seorang gadis jepang yang berpakaian tradisional Jepang. Gadis itu adalah Nanae (diperankan oleh Aoi Miyazaki). Min langsung terpana melihat Nanae.

Nanae melihat siku Min berdarah dan membantu membersihkannya. Mereka berbicara tapi dalam bahasa yang berbeda. Min dalam bahasa Korea dan Nanae dalam bahasa Jepang.

Min tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Nanae. Ia mengikuti kemana pun Nanae pergi. Nanae sepertinya bekerja di kuil itu.

Min melihat barang yang dijual di kuil. Nanae bilang, itu adalah omikuji, ramalan nasib.

Min membeli satu kertas dan Nanae bilang, Min mendapatkan Daikichi, ramalan yang sangat bagus. Sangat beruntung, katanya.

Min menatap Nanae sambil tersenyum dan menyimpulkan ramalan itu benar-benar menjadi kenyataan.

Min akan mengikatkan omikuji-nya di pohon seperti yang lainnya tapi Nanae melarangnya karena omikuji yang diikat di pohon itu hanya ramalan yang buruk saja. Nanae menyuruh Min menyimpan daikichi-nya itu.

Hari itu, Min terpaksa berpisah dengan Nanae karena Nanae dipanggil ke dalam oleh seseorang.

Lee Joon Gi Special : Virgin Snow (2007)

Hari pertama ke sekolah, Min bertemu dengan biksu yang pernah menabraknya itu. Min mengenal biksu itu dan mereka pun akhirnya balap-balapan sepeda sampai ke sekolah Min.

Hari pertama di sekolah, Min berkenalan dengan Aoki, gadis yang duduk di sebelahnya.

Ketika pulang sekolah, terjadi kesalahpahaman. Karena tidak mengenal Min, Koji dan dua temannya mengira Min adalah pencuri sepeda. Min juga tidak mengerti apa yang ditanyakan dan dikatakan Koji karena ia sama sekali tidak bisa berbahasa Jepang.

Masalah akhirnya selesai dengan berkelahi. Min yang bersabuk hitam taekwondo, dengan mudah menghajar Koji dan kedua temannya itu.

Hari kedua ke sekolah, Min balapan dengan biksu itu lagi. Hari itu Min terlambat. Min mendapati kelasnya kosong. Untungnya Kaori datang, mengajak Min ke aula karena hari itu pelajaran olah raga.

Koji yang berlatik kendo melihat Min. Ia pun kemudian mengerjai Min.

Koji mengatakan pada sensei-nya bahwa Min adalah juara Kendo di Korea dan ingin bertarung dengan Min.

Sensei pun memanggil Min dan berbicara pada Min. Min tidak tahu apa-apa. Saat teman-temannya bertepuk tangan, ia mengira mereka menyambut kedatangannya.

Min kebingungan saat dipakaikan penutup kepala dan juga diberikan pedang kayu. Saat bersiap akan bertarung, tidak sengaja Min melihat Nanae.

Konsentrasinya pecah dan saat sensei memberi aba-aba, ia tidak siap. Habislah Min dipukul oleh Koji dan pada akhirnya Min jatuh pingsan.

Min terbangun di ruang uks. Di sana ada Kaori dan juga Koji. Koji meminta maaf atas kesalahpahamannya kemarin.

Melihat murid-murid mulai pulang, Min tiba-tiba teringat Nanae dan bergegas pergi.

Min mencari-cari Nanae, sedangkan Kaori dan Koji mengikuti Min karena tidak mengerti apa yang dicari oleh Min.

Min akhirnya melihat Nanae sedang berjalan di jembatan. Ia pun mengayuh sepedanya lebih cepat.

Min membuat Nanae terkejut sampai-sampai kotak catnya jatuh ke dalam sungai. Min merasa sangat bersalah dan langsung melompat ke dalam sungai tanpa tahu sungai itu sangat dangkal airnya. Cuma sebatas mata kaki saja.

Alhasil, pinggang Min pun sakit. Tapi, Min tidak menyerah. Ia mengejar dan berhasil menyelamatkan kotak cat Nanae. Sayangnya, ketika diangkat, kotak itu malah terbuka dan seluruh isinya jatuh ke dalam sungai… Ahahaha… Min… Min… ckckck…

Min pulang dengan lesu. Kebetulan, ia melihat kotak yang sama persis dengan milik Nanae. Sayangnya, harganya terlalu mahal untuk Min.

Min pun kemudian menemui Koji untuk menanyakan pekerjaan. Lalu Min mendapatkan pekerjaan membagi-bagikan flyer dengan memakai pakaian badut.

Ketika tidak sengaja melihat Nanae, Min pun cepat-cepat bersembunyi. Malu pada Nanae.

Setelah mendapatkan uang yang cukup, Min pun segera ke toko untuk membeli kotak cat itu. Hari itu juga, Min ke kuil untuk mencari Nanae.

Ternyata, hari itu Nanae tidak bekerja di kuil tapi hanya ke kuil untuk melukis.

Dengan bahasa yang sangat terbatas, Min berusaha menjelaskan keinginannya untuk mengganti cat Nanae yang ia jatuhkan. Dan dengan bahasa yang terbatas juga, Nanae mengatakan, miliknya masih bisa dipakai.

Hujan tiba-tiba turun dan mereka pun berteduh. Nanae berusaha menjelaskan bahwa ia melihat Min bekerja menjadi badut. Min merasa malu sekali.

Nanae kemudian berdiri di dekat air hujan yang jatuh. Mengulurkan tangannya dan mengatakan, “Ame”.

Awalnya Min bingung dengan maksud Nanae tapi kemudian ia mengerti dalam bahasa Jepang, ‘Ame’ artinya hujan.

Min juga mengulurkan tangannya, mengatakan, ‘Bi’. Nanae pun kemudian mengerti, dalam bahasa Korea, hujan disebut dengan ‘Bi’.

Nanae melihat kotak cat yang dibawa oleh Min dan mengucapkan, ‘Ookini’. Min pun tersenyum senang.

Begitulah cara pertama mereka saling mengerti satu sama lain…

Nanae menerima pemberian Min. Di dalam kotak itu, Nanae menemukan sebuah kartu ucapan dari Min…

Keesokan harinya, Nanae sengaja menunggu Min. Ia memberikan lukisannya sebagai balasan atas pemberian Min tersebut.

Di rumah, dengan bahagia Min menatap lukisan pemberian Nanae tersebut. Ternyata dibaliknya ada pesan dari Nanae.

Min yang sama sekali tidak mengerti pesannya, menanyakan pada ayahnya. Dan Min sangat senang setelah mengetahui isi pesan Nanae itu…

Esoknya, Min pun mulai pedekate pada Nanae.

Koji langsung protes melihat cara Min mendekati Nanae. Katanya, gadis Jepang, khususnya gadis Kyoto tidak sama dengan gadis Korea. “Jangan terburu-buru. Pelan-pelan saja…”.

Koji menyarankan Min membeli ponsel.

Setelah mendapatkan ponsel dan mengirimkan pesan pada Nanae yang sedang belajar di dalam kelas, mereka pun mulai berkencan.

Hari itu, mereka mengelilingi kota Kyoto. Salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah toko keramik.

Min bercerita, ayahnya adalah seorang pembuat keramik. Lalu, mereka pun saling berjanji, suatu saat nanti, Min akan menjadi seorang pembuat keramik dan Nanae yang akan menghiasnya…

Begitu sampai di rumah, Min langsung minta diajarkan membuat keramik. Ayah Min tentu heran karena sebelum-sebelumnya jangankan niat belajar, menyentuh tanah liatnya saja Min tidak mau. Katanya, mirip seperti kotoran. 😀

Di sisi lain, Nanae mulai belajar bahasa Korea demi bisa berbicara dengan Min… OOwwwww… So sweet…

Lee Joon Gi Special : Virgin Snow (2007)

Suatu hari, Min dan Nanae berkencan ke taman bermain. Mereka sangat bahagia tapi di tengah kencan, Nanae mendapatkan telpon dari adiknya. Nanae pun segera pamit pulang, meninggalkan Min yang kebingungan.

Nanae memang punya masalah dalam keluarganya tapi Nanae tidak pernah menceritakannya pada Min.

Setelah itu, Min merasakan bahwa Nanae punya masalah tapi tidak pernah berani bertanya secara langsung. Ia hanya merasa ada kesendirian dibalik keceriaan senyum Nanae.

Min mengajak Nanae naik perahu. Nanae mengatakan, ada legenda yang menyebutkan bahwa jika pasangan menaiki perahu maka mereka akan berpisah.

Min bilang, di Seoul juga ada cerita semacam itu. Nama tempatnya Jalan Doldam di Istana Deoksu. “Jika pasangan berjalan di Jalan Deoldam, mereka akan putus…”.

Lalu Min bercerita lagi kisah yang lain. Ada yang bilang, jika berkencan di salju pertama, maka pasangan itu akan bahagia selamanya.

Min kemudian mengajak Nanae berkencan di Jalan Doldam saat salju pertama turun nanti. Nanae setuju dan mereka pun saling berjanji, mengaitkan jari kelingking.

Hari itu, Nanae mengajak Min ke tempat yang paling ia sukai di Kyoto. Ternyata di sana ada biksu yang suka balapan sepeda dengan Min. Di sana, Min dan Nanae masing-masing diberikan sebuah buku untuk menuliskan keinginan-keinginan mereka.

Sambil memandang pepohonan, Nanae menyandarkan kepalanya di pundak Min. Ia berharap waktu berhenti saat itu. Lalu Min juga merebahkan kepalanya di atas kepala Nanae….

Masalah keluarga Nanae semakin genting. Yuri yang tidak sanggup melihat ibunya dipukuli oleh pacar ibunya yang pemabuk, mengambil pisau dapur. Untungnya, tidak terjadi apa-apa karena Nanae pulang di waktu yang tepat.

Nanae merasa keadaannya benar-benar sulit dan memutuskan menuliskan sesuatu untuk Min.

Min dan Nanae bertemu, kebetulan hari itu ke-100 mereka. Min memberikan keramik kecil hasil buatannya sebagai hadiah dan Nanae memberikan jimat yang ia buat sendiri untuk Min. Min ingin membukanya tapi Nanae melarangnya.

Kebetulan juga, malam itu ada perayaan dan ramai sekali orang-orang di jalan. Min dan Nanae berjalan sambil bergandengan tangan tapi karena terdesak oleh kerumunan orang, Min dan Nanae terpisah. Nanae mengucapkan sesuatu tapi karena terlalu jauh dan orang yang ramai, Min tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Nanae.

Min berusaha menembus arus sesak manusia untuk mendekati Nanae. Nanae menatap Min. Matanya berkaca-kaca. Ia mengucapkan selamat tinggal pada Min.

Begitu Min ada di depannya, Nanae memeluk Min sambil meneteskan air mata…

Min harus kembali ke Korea karena neneknya sakit. Saat neneknya menanyakan oleh-oleh, Min yang tidak membawakan apa-apa, memberikan jimat Nanae untuk neneknya.

Begitu Min kembali ke Jepang, Min tidak menemukan Nanae lagi dimana pun. Bahkan Kaori dan Koji pun tidak tahu Nanae pergi kemana. Rumah Nanae sudah dipasang tanda ‘Dijual’.

Min benar-benar sedih…

=== Dua tahun kemudian ===

Koiri yang sekarang sudah kuliah di Universitas Kobe, tidak sengaja melihat Nanae yang sedang melukis. Kaori sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Nanae.

Nanae menceritakan apa yang terjadi padanya dan dari Kaori, Nanae tahu bahwa Min sudah kembali ke Korea sebelum semester kedua perkuliahan dimulai.

Nanae merasa sangat sedih mendengar cerita dari Koiri itu…

Min ditelpon oleh temannya yang akan tampil bermain musik di Istana Deoksu. Ia ingin Min datang menonton.

Sementara itu, di tempat yang sama, Nanae sedang mengadakan pameran lukisannya. Saat ditanya wartawan tentang tempat yang dilukisnya itu, Nanae bilang, Kyoto, tempat yang sangat disukainya.

Saat menonton musik, tidak sengaja Nanae mendengar seseorang memanggil nama Min. Nanae menoleh, dan ternyata orang tersebut adalah Min, seseorang yang sangat ia kenal.

Min juga melihat Nanae. Matanya terpaku.

Mereka kemudian berbicara. Min berpikir, Nanae datang untuk menemuinya tapi Nanae bilang, ia datang karena ada pameran lukisan.

Min sangat kecewa pada Nanae. Sembari pulang, daikichi yang masih ia simpan, ia ikatkan di ranting pohon. Sekarang, baginya, omikuji itu bukan lagi sebuah keberuntungan tapi kesialan.

Malam itu, Min pulang dalam keadaan marah, menghancurkan seluruh keramik buatannya yang hanya tinggal diwarnai saja. Min sengaja tidak pernah mewarnainya karena menunggu Nanae. Min juga merobek-robek lukisan pemberian Nanae.

Keesokan paginya, Min menemukan lukisan itu sudah direkatkan kembali. Dengan marah, Min menemui ayahnya, bertanya siapa yang melakukannya. Saat itulah nenek datang, mengaku kalau ia yang merekatkannya kembali. Nenek juga mengembalikan jimat pemberian Min waktu itu. Nenek bilang, jimat itu sepertinya bukan untuk dirinya tapi untuk Min.

Saat itulah Min baru tahu di dalam jimat itu ada surat Nanae untuk dirinya. Di dalam surat itulah, Nanae menjelaskan semuanya…

Min kemudian datang ke pameran lukisan. Saat itulah Min melihat apa yang dilukis oleh Nanae…

Min segera ke Jepang untuk menyusul Nanae, tapi tidak menemukan Nanae di mana pun. Ia ke kuil tempat Nanae pernah bekerja dulu. Di sana, ia bertemu dengan biksu yang tersenyum padanya.

Min teringat sesuatu dan mengikuti biksu itu. Biksu memberikan buku milik Nanae pada Min. Di situlah Min tahu di tahun 2004, Nanae datang ke Korea hanya untuk ke jalan Doldam saat salju pertama turun demi menunggu dirinya.

Min langsung kembali ke Korea. Saat itu, kebetulan salju pertama turun. Min pun teringat pada Nanae dan langsung pergi ke jalan Doldam. Sepanjang jalan ia bertanya-tanya, apakah Nanae masih menunggunya?

Lee Joon Gi Special : Virgin Snow (2007)

Min berlari di sepanjang jalan Doldam. Saat melewati pohon yang ia ikatkan daikichi, Min mengambil kembali daikichinya itu. Tapi ternyata, kertas itu bukan daikichinya, tapi hanya kertas yang bertuliskan tulisan tangan Nanae….

Min menoleh dan di sana sudah ada Nanae…

Akhirnya kesalahpahaman mereka selesai dan janji mereka sudah ditepati.

“Maafkan aku…”, ucap Min.

“Terima kasih…”, ucap Nanae.

Lalu Min dan Nanae pun berpelukan…

=== TAMAT ===

Komentar :

Sy sukkaaaa sekali dengan film ini. Dibandingkan dengan The King and The Clown yang bisa dikatakan kontroversial tapi mendapatkan banyak penghargaan, film ini terasa begitu sederhana tapi sangat manis… Ceritanya sama sekali tidak rumit dan sangat biasa tapi terasa sangat indah. Ditambah dengan latar belakang budaya Jepang plus salju, wuiihh… keren…

Walaupun love at first sight itu kadang terjadi kadang tidak, tapi pada kenyataannya memang terjadi di sekitar kita. Apalagi kisah cinta ini terjadi saat remaja. Pastinya semua kita pernah merasakan bagaimana manisnya masa remaja itu… So sweet bgd…

Ada sebagian yang berpendapat film ini, istilahnya ‘receh’ banged deh, tapi ada sebagian lagi berpendapat film ini sederhana tapi manis. Kalau sy setuju dengan pendapat yang kedua… Yah, pada akhirnya, lagi-lagi itu soal selera tontonan.

Yang unik dari film ini adalah perbedaan karakter antara Min dan Nanae. Min yang berasal dari Korea dan saat itu hanya bisa berbahasa korea, memiliki sifat yang sangat terbuka dan ceria. Kebalikannya, Nanae yang berasal dari Jepang, lebih tepatnya Kyoto, memiliki sifat pemalu dan tidak biasa mengungkapkan perasaannya secara langsung. Nanae merasa, setelah bertemu Min, Min memberinya keberanian.

Gara-gara surat yang disimpan di dalam jimat dan Nanae bilang juga tidak boleh dibuka, Min jadi salah paham. Padahal, kalau dipikir apa salahnya bicara langsung, jelaskan bahwa ia harus pergi sementara waktu dan meminta Min menunggu sebentar. Jadi tidak perlu, kan tidak bertemu selama 2 tahun?

Ada-ada aja…

Sifat orang memang berbeda, ya. Banyak pengaruhnya, bisa dari dalam dirinya sendiri sudah seperti itu, atau karena keluarga yang seperti itu, atau bisa juga karena kebudayaan seseorang…

Syukurnya, Min dan Nanae bisa menyelesaikan salah paham mereka dengan baik dan mereka bersama-sama lagi. Happy for them…

Nah, buat yang ngefans sama Lee Joon Gi dan tertarik dengan film ini tapi masih ragu buat nonton, langsung deh nonton terus… 😀 Film ini boleh banged dicoba. Film ini tayang dua tahun setelah The King and The Clown. Jadi usia Lee Joon Gi saat itu, 25 tahun. Tapi, tetep cocok kok jadi anak smu… 😀

You might also like More from author

4 Comments

  1. Tina says

    Move on..move on..lagi2 Lee Jun Ki nanti bikin tambah susah move on loh..ini jd ngefans berat ato gmn neh😅😆😄
    Baik lah..tp semua tetep aku baca..lgi mls nntn2 yg laen gara2 sindrom Do Bong Son yg tiap minggu hrs nunggu weekend..
    Wah aku pernah tuh susah move on gara2 Song Seung Heon mpe g aku tonton mpe hbs drama nya gara2 itu jg aku g prnh mau nntn dramanya Shin Se Kyung..akhirnya mlh nntn My Princess berkali2..trs nntn film2 dia..
    Tp skrg blm ada..mwnya sih yg brondong2 tp gmn y seleraku adalah semacam Ahjussi keren SSH, SJS, Gong Yoo jg😅😄

    1. kdramastory says

      Ahahahaha… Lee Joon Gi memang bias aku Tina. Kalo move on dari moon lovers, udah sejak ada Goblin… Hehehe… Cuma walaupun suka LJG, drama dia yang sy nonton cuma arang sama moon lovers. Biasa, kendala kuota bbrp tahun lalu syusyah pisannnn…. Untungnya skrg kuota udh lumayan banyak… jdi bisa ngumpulin drama-drama dia… Btw, udh hampir lengkap koleksi drama LJG, yg belum ada cuma My Girl (krn LJG cuma second di sana, tapi mungkin nanti juga bakal di donlot, secara ada LDW juga di situ…) sama She Was Pretty (krn LJG di situ cuma cameo….)… Tapi, yg baru ditonton cuma dua film itu aja… 😀

  2. Anonymous says

    Ahahahaha masih ttg jun ki. Jun ki emang mirip min kayaknya. Spesial ini sengaja dibikin urut ga mbak? Kalo ga, boleh request the time between dog and wolf sama film barunya yg kerjasama ma hongkong atau taiwan itu ga mbak? Sedih banget kayaknya dan pingin aja mbak yg ngereview lol kalo drama kayaknya kurang mungkin sih kalo blm liat :p
    Aoi miyazaki…dr dulu udah terkenal emang si oppa ini wkwk

    1. kdramastory says

      Pengennya urut, tapi krn filmnya baru punya dua itu, ya itu dulu dikerjain… Hehehe…

      Pengen nulis juga drama-drama Joongi, tapi lumayan yah, butuh waktu. Udah niat sebenarnya dan udh ngumpulin juga drama-dramanya sejak beres Moon Lovers kmrn. Udh diluangin waktu tetap aja g sempat dikerjain… Ahahah… Udh punya Time Between dog and wolf. Ntarh yah kl agak senggang ditonton dulu… Klo film cuma 2 jam jadi bentar aja udh beres. Blm punya film barunya itu, yg Never say good bye… Ntar didonlot dulu yah… Tq…

Leave A Reply

Your email address will not be published.