Rekap/Review Return Episode 19 : Another Guest

0

[Rekap/Review Return Episode 18]

 

Rekap/Review Return Episode 19

Kdramastory – Cerita mundur ke sebelum Hak Beom tiba-tiba didatangi In Ho…

Hak Beom memberi kuliah tentang pembunuhan pertama yang disebutkan dalam Injil, yaitu Cain dan Abel.

Uhmm… mungkin kisahnya mirip dengan kisah anak Adam yang membunuh saudara kembarnya sendiri karena cemburu. Pembunuhan itu adalah pembunuhan pertama yang terjadi dalam sejarah manusia…

Credit : SBS

Hak Beom mendapat sms dari Byung Gi yang mengajak bertemu.

Kita bisa melihat Ja Hye duduk di barisan paling belakang kelas Hak Beom.

Video ilustrasi kisah Cain dan Abel diputar di dalam kelas. Namun yang mengejutkan semua orang adalah rekaman suara yang terdengar setelah video selesai. Terdengar suara seseorang memanggil Byung Gi (suara Hak Beom) dan ditutup dengan suara letusan senapan.

Hak Beom yang panik berusaha mematikan laptop tapi tidak berhasil. Melihat Ja Hye yang keluar dari kelasnya, Hak Beom pun segera mengejarnya.

Credit : SBS

Hak Beom menuntut penjelasan alasan Ja Hye ada di kelasnya. Dia tidak percaya saat Ja Hye mengatakan datang karena diundang untuk memberi kuliah.

Namun, Hak Beom tidak bisa berkata apa-apa ketika seorang dosen mendekati Ja Hye dan berterima kasih karena Ja Hye sudah menerima undangan darinya.

Sebelum pergi, Ja Hye sengaja menanyakan apakah Hak Beom sudah berhasil menghubungi Byung Gi. Ja Hye merasa, Hak Beom dan Byung Gi seperti terus saling mencari satu sama lain.

Begitu Ja Hye pergi, Hak Beom langsung menelpon ponsel Byung Gi. Dan memang terdengar ringtone yang sama seperti yang didengar Tae Suk di wahana bermain Sea Horse Land.

Hak Beom berlari ke sumber suara tapi tidak ada seorang pun di sana. Hak Beom berteriak frustasi.

Karena sms itulah Hak Beom kembali ke rumah peristirahatannya dan memang sejak dia keluar dari penthouse, In Ho sudah membuntutinya…

Credit : SBS

Ternyata, sebelumnya In Ho bertemu Ja Hye. Ja Hye memberinya foto-foto yang memperlihatkan Tae Suk dan Hak Beom mendorong mobil Joon Hee.

Dari angle pengambilannya, foto sepertinya diambil dari jarak yang tidak begitu jauh namun bisa memperlihatkan mobil Hak Beom beserta Tae Suk dan Joon Hee yang mendorong mobil Joon Hee.

Credit : SBS

Sekarang, In Ho melemparkan foto-foto itu di depan Hak Beom. Hak Beom langsung berlutut, mengaku salah. Hak Beom bahkan merangkak, memeluk kaki In Ho. Menangis sambil memohon In Ho memaafkannya karena mereka berteman.

In Ho mengakui mereka memang berteman tapi sampai sebelum mereka mendorong mobil yang berisi Joon Hee ke dalam jurang. In Ho tidak bisa memaafkan Hak Beom dan Tae Suk. Dia bersumpah akan menghancurkan mereka.

Karena In Ho bersedia memberinya kesempatan, Hak Beom langsung berjanji akan melakukan apa pun. Tapi ternyata yang diminta In Ho tidak sanggup dilakukan Hak Beom.

In Ho meminta Hak Beom menghantam kepalanya dengan sekop. Hak Beom menangis, mempertanyakan kenapa In Ho menyuruhnya melakukan hal itu. Kenapa In Ho memandangnya rendah. In Ho bahkan tidak bertanya kenapa dia melakukan itu.

Hak Beom juga sempat mengaku bahwa Tae Suk yang menyuruhnya mendorong mobil Joon Hee. Dia sama sekali tidak tahu Joon Hee masih hidup.

In Ho diam saja. Wajahnya terlihat marah.

Credit : SBS
Credit : SBS

Melihat Tae Suk dibebaskan walaupun tertangkap di TKP, tak ayal membuat Dong Bae berkomentar. Namun berbeda dengan Dong Bae, Dokgo yakin bukan Tae Suk pelakunya. Menurut Dokgo, apa yang terjadi pada Tae Suk mirip seperti yang terjadi pada In Ho. Pertanyaannya, apa tujuan si pelaku melakukan itu.

Credit : SBS

Dokgo dan Dong Bae mengunjungi bar milik Tn. Ahn.

Dari karyawan Tn. Ahn, mereka tahu bahwa sebelum kematiannya, Tn. Ahn bertemu dengan Tae Suk. Yang membuat si karyawan heran karena Tae Suk menemui Tn. Ahn sendirian padahal biasanya Tae Suk selalu datang bersama temannya.

Teman yang dimaksud si karyawan adalah In Ho, Joon Hee dan Hak Beom. Menurutnya, mereka selalu datang sekali dalam dua bulan. Ketika mereka datang, Tn. Ahn pasti akan menutup bar. Setiap Tn. Ahn mengumumkan mereka menutup bar, itu artinya Tae Suk dan temannya datang.

Credit : SBS

Dalam flashback terlihat Tn. Ahn menyediakan berbagai makanan dan minuman mahal untuk tamu VIP nya itu. Ia juga bersikap akrab dengan mereka dan memanggil mereka ‘dongsaeng’.

Yang menarik, Tn. Ahn menyebutkan bahwa mereka itu memang suka ke tempat seperti itu sejak remaja.

Dalam subtitle ditulis ‘young’. Mudah-mudahan ga salah kalau sy mengartikannya dengan ‘remaja’.

Walaupun Tn. Ahn bersikap ramah dengan mereka, tetapi tidak satu pun dari mereka menyukai keramahan Tn. Ahn atau pun mau bersikap akrab dengan Tn. Ahn, ataupun suka datang ke bar Tn. Ahn.

Credit : SBS

Yang menarik lagi, ketika pelayan akan memberikan bill, diam-diam Tn. Ahn memanipulasi jumlahnya. Harga makanan dan minuman yang seharusnya hanya 450.000 menjadi 30.450.000.

Dari cerita karyawan Tn. Ahn, Dong Bae merasa sepertinya Tn. Ahn sudah mengenal keempatnya sejak kecil.

Dokgo masih tidak tahu soal itu.

Credit : SBS
Credit : SBS

Di saat yang sama, Dokgo mendapat telpon dari Dr. Ko yang menagih janji Dokgo mencari tahu tentang Mi Jung dan In Ho.

Sayangnya Dokgo lupa.

Setelah menyuruh Dong Bae mencari tahu bagaimana keempat orang itu mulai pergi secara berkala ke bar milik Tn. Ahn, Dokgo pun pergi ke tempat sushi, restoran tempat Tn. Ahn ditemukan.

Credit : SBS

Dokgo menemukan garam di lantai restoran. Ia menduga garam itu berasal dari air laut yang tumpah dari bak kaca. Melihat ukurannya yang cukup besar, kuat dugaan kemungkinan Tn. Ahn ditenggelamkan di dalam bak tersebut.

Bak tersebut berada di lantai dasar sedangkan freezer tempat disimpannya mayat Tn. Ahn ada di lantai 2.

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Ada jejak pegangan di rak baja dekat freezer. Setelah menggeser rak tersebut, terlihat sebuah pintu yang ternyata mengarah ke luar restoran. Tepat di depan tangga, terdapat semen yang mulai mengering. Terlihat jejak kaki yang tertinggal di sana.

Melihat jejak yang ternyata mengarah ke dermaga, tempat Dokgo melihat Ja Hye malam itu, membuat Dokgo semakin yakin orang yang dilihat malam itu benar-benar Ja Hye.

Rekap/Review Return Episode 19

Dokgo mulai menganalisa bukti-bukti dari TKP.

Credit : SBS

Ada jejak tangan tanpa sidik jari. Kira-kira apa yang dipakai pelaku. Lalu jejak kaki. Bagian luar terlihat lebih aus, ada emblem huruf H di tapak sepatu dan ukurannya seitar 235 cm.

Setelah salah satu anak buahnya, si maknae, berjanji akan mencari merek sepatu H, Dokgo menemui Ja Hye.

Awalnya Dokgo menanyakan soal kapan Mi Jung mengenal keempat temannya itu. Karena Ja Hye tidak tahu dan ia pun tidak bisa menanyakan langsung pada Na Ra, Dokgo meminta Ja Hye menanyakannya pada Na Ra.

Dokgo juga selintas menanyakan ukuran sepatu Ja Hye dan Ja Hye mengaku ukuran sepatunya 235 cm.

Karena tidak ada lagi yang ditanyakan Dokgo, Ja Hye pun pamit pergi.

Credit : SBS

Sekarang, Dokgo jadi memperhatikan cara berjalan Ja Hye. Dan tanpa Dokgo tahu, Ja Hye diam-diam tersenyum.

 

Na Ra ternyata masih bekerja di firma hukum milik Ja Hye. Sekembalinya dari bertemu Dokgo, Ja Hye langsung menanyakannya pada Na Ra.

Karena Ja Hye beralasan pelakunya belum ditemukan, Na Ra pun berjanji akan mengirimkan fotonya.

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Malamnya, Na Ra baru mengirimkan foto yang ia maksud. Ja Hye langsung marah begitu melihat foto dengan keterangan foto 1999, 11, 4, ‘Happy Times’. Tangannya sampai gemetar.

Di kantornya, Dokgo mendapatkan kiriman foto itu dari Ja Hye dan meneruskannya pada Dr. Ko.

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Saat itu, sebenarnya Dr. Ko baru saja menuliskan tanggal 4-11-1999 di buku catatannya dan seperti memikirkan sesuatu ketika akhirnya foto itu masuk ke kotak pesannya.

Foto itu sepertinya semakin memperkuat dugaan Dr. Ko. Sayangnya, saat Dokgo menelpon dan meminta Dr. Ko cerita, Dr. Ko masih enggan bercerita. Dr. Ko ragu karena khawtir dugaannya itu akan mengacaukan penyelidikan yang dilakukan Dokgo.

Dr. Ko hanya menyebutkan bahwa mungkin kasus yang sedang Dokgo selidiki tidak berkaitan dengan kasus Kim Soo Hyun.

Credit : SBS

Dokgo yang sibuk memperhatikan foto yang baru ia dapat, dikejutkan dengan kemunculan Dong Bae yang tiba-tiba. Dong Bae penasaran dengan foto yang sedang dilihat Dokgo.

Tanpa perlu dijelaskan, Dong Bae bisa menebak siapa saja yang ada di dalam foto itu. Yang menjadi pertanyaan, siapa orang yang mengambil foto tersebut.

Pagi-pagi, In Ho menemui Na Ra yang sedang siap-siap bekerja. In Ho berencana mengundang teman-temannya makan malam dan ingin Na Ra langsung pulang ke rumah setelah bekerja nanti.

Na Ra tentu saja kesal karena In Ho masih saja berhubungan dengan teman-temannya itu. Namun Na Ra tidak mengungkapkan ketidaksukaannya pada teman-teman In Ho itu.

Dan pagi itu Tae Suk mendapat telpon dari Jin Joo, mengabarkan undangan makan dari In Ho nanti malam.

Hubungan Tae Suk dan Jin Joo masih sama seperti biasa. Tidak dekat. Tae Suk sama sekali tidak menceritakan apa yang terjadi padanya saat Jin Joo menanyakan kemana Tae Suk 2 hari tidak pulang ke rumah.

Selesai bicara dengan Jin Joo, Hak Beom datang. Saat itulah, Tae Suk bisa cerita lebih banyak tentang apa yang terjadi padanya. Tentang kecurigaannya terhadap Ja Hye. Tae Suk merasa tujuan Ja Hye adalah supaya dia bicara tentang Byung Gi pada polisi.

Hak Beom juga cerita apa yang terjadi padanya di universitas, saat Ja Hye tiba-tiba ada di ruang kelasnya, tentang pesan Byung Gi dan video kuliahnya yang tiba-tiba ada rekaman suara.

Credit : SBS
Credit : SBS

Tae Suk tidak ingin membiarkan Ja Hye begitu saja. Ia ingin melakukan sesuatu terhadap Ja Hye tapi dengan mimik serius Hak Beom bilang, mereka punya masalah yang lebih besar.

Entah apa yang dikatakan Hak Beom karena scene sudah berpindah ke tempat lain. Sepertinya masalah yang dimaksud Hak Beom adalah In Ho yang tahu mereka mendorong mobil Joon Hee ke jurang.

Makan malam pun tiba. Tae Suk dan Jin Joo yang lebih dulu datang, disusul Hak Beom.

Tidak seperti biasanya, kali ini Hak Beom membunyikan bel. Padahal kalau kita ingat di makan malam dulu, Hak Beom buka kunci rumah In Ho sendiri dan langsung nyelonong masuk.

In Ho mengomentari Hak Beom yang tidak biasanya membunyikan bel. Kayaknya sih sengaja.

Setelah mereka berkumpul, In Ho mengumumkan ada satu lagi tamu yang ia tunggu.

Kebetulan bel rumah berbunyi dan In Ho pun pergi membukakan pintu, Tae Suk sempat menanyakan pada Na Ra siapa tamu In Ho, sayangnya Na Ra tidak tahu.

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Kecuali In Ho, semuanya terkejut karena yang datang adalah Ja Hye….

Bersambung…

 

Komentar : 

Jadi, tanggal di foto itu sama dengan tanggal kematian Jung So Mi, makam yang dikunjungi Ja Hye di episode 17. Siapa Jung So Mi?

Belum dijelaskan. Banyak yang menduga, Jung So Mi adalah adik Ja Hye. Masalah beda nama keluarga, mungkin Ja Hye ganti nama.

Dari reaksi Dr. Ko, sepertinya Dr. Ko tahu sesuatu tentang tanggal 4-11-1999. Apakah Dr. Ko ada hubungannya dengan kasus tersebut? Apakah Dr. Ko juga dokter forensik yang mengotopsi mayat Jung So Mi?

Ternyata Tn. Ahn sudah mengenal keempatnya jauh sebelum kasus Kim Soo Hyun. Jadi, gimana akhirnya Hak Beom bisa diperiksa di kantor polisi tempat Tn. Ahn bekerja, ya? Kalau sudah kenal sejak remaja, bisa jadi Tn. Ahn juga tahu kasus 19 tahun lalu dan ada hubungannya juga. Kalau tidak, ga mungkin Tn. Ahn jadi sasaran…

[Rekap/Review Return Episode 20]

Leave A Reply

Your email address will not be published.