Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because It’s The First Time Episode 7 Part 2

0

[Sinopsis Because It’s The First Time Episode 7 Part 1]

 

Sinopsis Because It’s The First Time Episode 7 Part 2

=== Bab 19 – Kau Tidak Tahu Isi Hatiku… ===

Song Yi keluar dan membuka tendanya, melihat semua barangnya ada di sana dan menghela nafasnya.

Sementara di dalam, Se Hyun membereskan semua barangnya dengan marah. Tae Oh sudah memakai bajunya lagi, tapi kancingnya salah pasang. 😛

Se Hyun meminta Tae Oh mengatakan sesuatu, apa Song Yi tinggal bersama Tae Oh?

“Uhm. Benar..”, Tae Oh menjawab dengan lunglai.

“Seperti yang aku bilang tadi, aku tidak mengerti. Kau bilang dia teman di lingkungan ini, seharusnya dia punya rumah di lingkungan sini. Kenapa kalian tinggal bersama?”, marah Se Hyun.

Tae Oh terdiam.

Keluarga Song Yi bangkrut dan ibunya kabur. Dia tidak punya tujuan. – Tae Oh

“Kau bilang dia punya pacar…”, tanya Se Hyun lagi.

Tae Oh masih diam.

Hanya ada satu ruang di dalam restoran ayam Ji Ahn. – Tae Oh

“Kau bahkan punya teman yang punya salon itu. Tapi kenapa harus tempatmu?”, tanya Se Hyun lagi.

Tae Oh masih diam.

Ga In belum bisa menerima kenyataan ayahnya telah meninggal. Dan Song Yi merasa tidak sanggup menghadapi itu. – Tae Oh

“Kau tidak mau mengatakan apa pun padaku?”, tuntut Se Hyun lagi. Tae Oh hanya minta maaf karena ia tidak bisa membicarakan situasi teman-temannya di belakang teman-temannya.

Se Hyun merasa sangat kecewa, tadinya ia merasa sangat senang bisa mengenal teman-teman Tae Oh, ia berpikir teman-teman Tae Oh sama baiknya dan sama manisnya dengan Tae Oh, ia berharap hubungan mereka berdua bisa berjalan baik-baik saja tapi ternyata ia salah.

Se Hyun cepat-cepat keluar dari apartemen Tae Oh dan sambil berjalan, ia membuka kembali ikatan rambutnya. Song Yi yang masih berada di depan tendanya, menyuruh Tae Oh mengejar Se Hyun, tapi Tae Oh hanya diam saja.

Sampai di bawah, Se Hyun merasa lebih kecewa, Tae Oh bahkan tidak mengejarnya.

Tae Oh dan Song Yi kembali ke dalam apartemen, Tae Oh membawa kembali sleeping bag Song Yi ke dalam. Sepertinya Tae Oh menjelaskan apa yang terjadi karena kemudian Song Yi memarahi Tae Oh yang tidak mengatakan sebenarnya alasan ia tinggal bersama Tae Oh.

Ternyata Tae Oh merasa lebih bersalah pada Song Yi dibandingkan pada Se Hyun, itu sebabnya mengapa ia tidak mengejar Se Hyun, ia merasa bersalah karena mengeluarkan semua barang-barang Song Yi padahal rumahnya itu juga rumah bagi Song Yi, dan bertanya apa Song Yi tidak marah padanya. Song Yi berkata ia baik-baik saja, ia hanya menumpang pada Tae Oh.

Tae Oh meminta maaf karena sudah mengeluarkan semua barang Song Yi dan membuat Song Yi tidak nyaman, ia berjanji lain kali akan membicarakan dengan Song Yi terlebih dahulu jika ingin mengundang seseorang ke rumahnya. Song Yi kembali mengatakan ia tidak apa-apa, lebih baik Tae Oh mengkhawatirkan pacarnya sendiri.

“Kau juga urus masalahmu sendiri, Ji Ahn merasa tidak nyaman kau tinggal bersamaku…”, beritahu Tae Oh.

“Ji Ahn? Apa yang membuat dia tidak nyaman?”, tanya Song Yi.

Tae Oh teringat pembicaraannya dengan Ji Ahn saat mereka jongkok di belakang mobil dulu, dan mengatakan Ji Ahn khawatir karena Song Yi tinggal bersama seorang pemuda yang tampan dan sehat.

Song Yi kesal, ujung-ujungnya Tae Oh memuji dirinya sendiri. Song Yi tiba-tiba tengingat dan bertanya kenapa tadi Tae Oh membuka bajunya. Tae Oh kaget dan refleks menutup dadanya. Song Yi memukul tangan Tae Oh, menyuruh Tae Oh diam, Song Yi membuka dan membenarkan kembali kancing kemeja Tae Oh. Tae Oh terlihat sangat gugup.

Setelah selesai, Song Yi menunjuk dada Tae Oh dengan jarinya, “Yoon Tae Oh, kau…”, Song Yi menepuk dada Tae Oh, “Seorang pria juga ternyata…”. Lalu Song Yi pun pergi meninggalkan Tae Oh yang merasa dadanya tiba-tiba sesak… 😛

Malam itu, Tae Oh tidak bisa tidur, teringat saat bermesraan dengan Se Hyun dan saat Song Yi menunjuk ke dadanya, Tae Oh buru-buru bangun dan meliihat ke arah Song Yi yang ternyata sedang tidur dengan posisi yang sangat jelek, bahkan tanpa malu Song Yi mendengkur. Tae Oh memegang dadanya, ia menganggap, hatinya luluh pada Song Yi karena hatinya memang sangat sensitif dan rapuh.

Tae Oh kembali merebahkan badannya dan tersenyum senang.

Se Hyun mencuri hatiku! Dua wanita masuk kedalam hatiku hari ini… – Tae Oh

Tiba-tiba Tae Oh teringat kemrahan Se Hyun padanya. Senyum di wajah Tae Oh menghilang.

Hoon diam-diam berada di ruang audisi, ia duduk agak jauh di belakang pengaudisi. Saat peserta audisi selesai, Hoon bertepuk tangan, membuat para pengaudisi menyadari kehadiran Hoon. Mereka menanyakan siapa Hoon.

Dengan semangat, Hoon memperkenalkan dirinya sebagai peserta audisi nomor 15. Pengaudisi bingung kenapa Hoon bisa hadir di sana karena hari itu mereka hanya akan mengaudisi sampai peserta nomor 10 saja. Hoon beralasan hanya ingin melihat saja dan pintunya juga terbuka, jadi ia masuk saja.

Para pengaudisi tertawa dan bertanya apa Hoon menikmati performce dari peserta audisi. Hoon mengiyakan dan mengatakan bahwa ia yakin ia akan lebih baik dari peserta lainnya. Pengaudisi menanyakan identitas Hoon lagi dan dengan semangat Hoon mengatakan namanya dan nomor pesertanya. Tapi senyum Hoon langsung menghilang saat pengaudisi menyuruhnya keluar.

Hoon berbalik dengan langkah gontai. Tapi saat pengaudisi mengatakan sampai bertemu di audisi berikutnya, Hoon kembali tersenyum dan bersemangat.

Di luar Hoon menunggu Ga In yang sedang pergi membeli sesuatu. Ketika Ga In kembali, Hoon menanyakan pendapat Ga In, apa mungkin menurut Ga In ia jelek. Ga In tertawa, tidak mengerti maksud kata ‘apa mungkin’, Ga In merasa Hoon memiliki kepedean yang berlebih, tapi ia berjanji akan selalu mendukung kepedean berlebihnya Hoon itu.

Hoon terlihat sedih mendengar ucapan Ga In tapi kemudian Ga In berkata ia hanya bercanda. Ga In juga menanyakan hasil dari teater tadi. Dengan lemas Hoon berkata para peserta audisi sangat bagus-bagus, biasanya orang yang tampan tidak bisa bernyanyi, dan orang yang bisa bernyanyi tidak akan bisa berakting. Tapi Hoon merasa kecewa karena para peserta audisi benar-benar bagus dalam segala hal. Ga In menyemangati Hoon, ia yakin Hoon pasti juga akan bagus.

Lalu tiba-tiba Ga In bersembunyi di belakang Hoon, mengatakan pada Hoon ada seorang wanita yang terus mengikutinya dari kereta bawah tanah. Hoon melihat seorang wanita berlari ke arah mereka, saat wanita itu menawarkan kesempatan menjadi model, Hoon sempat berpikir itu dirinya, tapi ternyata yang dimaksud wanita itu adalah Ga In. Hoon terlihat kecewa.

Pesan masuk di grup saat Tae Oh masuk ke kelasnya.

Ga In : Kyaaa! Aku casting di jalan! Mereka mengajakku jadi model.

Awalnya Tae Oh akan membalas : Ga In, ini salah satu impianmu ‘kan?. Tapi kemudian Tae Oh menghapusnya dan mengganti : Bagus untukmu, Ga In. Aku percaya kau bagus dalam segala hal.

Song Yi : Fighting!

Ji Ahn : Kau tidak selamanya harus tinggi untuk menjadi model. Coba saja, Ga In.

Ga In dan Hoon sedang di sebuah restoran. “Lihat kan? Mereka semua menyemangatiku…”, ucap Ga In pada Hoon.

“Apa kau pikir mereka itu tulus?”, jawab Hoon yang jealous. Ga In hanya mendengus.

Di kampus, Se Hyun membeli sebotol kopi instan dan menempelkan origami berbentuk hati di botolnya. Se Hyun menertawakan diri sendiri karena melakukan hal yang ga penting seperti itu.

Se Hyun berdiri di depan kelas Tae Oh dan melihat Tae Oh ada di dalam kelas. Saat Ji Ahn akan masuk, Se Hyun menitipkan kopi itu pada Ji Ahn untuk diberikan pada Tae Oh.

Ji Ahn meletakkan botol itu di depan Tae Oh. Tae Oh akan mengucapkan terima kasih tapi kemudian ia kaget melihat ada tempelan origami hati di botolnya, ia memdang bingung pada Ji Ahn.

“Aku mencintaimu”, ucap Ji Ahn, bercanda.

“Aku tau… aku juga mencintaimu…”, sahut Tae Oh sambil menempelkan origami hati di dahi Ji Ahn. Ji Ahn mengembalikan origami hati dan memberitahukan bahwa itu dari si Miranda Kerr.

Tae Oh menunggu Se Hyun dengan senang di depan gedung kuliah Se Hyun.

Saat Tae Oh mendekat dan menyapanya, Se Hyun berlalu, pura-pura cuek. Tae Oh bingung dan mengejar Se Hyun. “Kau tidak ada yang mau kau katakan padaku?”, tanya Se Hyun.

“Nanti malam seminar”, jawab Tae Oh, takut-takut.

“Jadi, kau tau?”

Tae Oh hanya tertawa. Lalu Se Hyun menanyakan tentang botol kopi, Tae Oh memperlihatkan tempelan origami hati di botol kopi dan Se Hyun mengatakan itu bukan dia, karena dia tidak pernah melakukan hal semacam itu.

“Baiklah, anggap saja bukan darimu”, sahut Tae Oh.

“Jika kau mau minta maaf, aku akan bilang itu dariku…”. Tapi Tae Oh tetap tidak bisa mengatakan apa pun.

=== Flashback ===

Song Yi menunggu Se Hyun di luar pagar rumah Se Hyun. Saat Se Hyun keluar, ia memanggil Se Hyun dan menjelaskan kejadian kemarin.

Song Yi mengatakan ia hanya tinggal sementara di tempat Tae Oh karena ia sama sekali tidak punya tempat tujuan yang lain. Song Yi juga mengatakan situasi keluarga yang sulit sehingga ibunya, ia dan adiknya harus tinggal terpisah, teman-temannya yang lain juga punya masalah, sehingga ia tidak bisa tinggal dengan mereka dan sejujurnya, ia merasa lebih nyaman dengan Tae Oh.

Song Yi memohon agar Se Hyun tidak salah paham.

Se Hyun bertanya kenapa Tae Oh tidak bisa mengatakannya sendiri padanya. Menurut Song Yi, Tae Oh mungkin merasa bukan tempatnya untuk membicarakan masalah pribadi teman-temannya karena Tae Oh merasa buruk, dirinya lebih beruntung daripada teman-temannya yang lain.

=== Flashback End===

Melihat Tae Oh hanya diam, Se Hyun menyuruh Tae Oh melupakannya, karena ia tau Tae Oh sudah berusaha tapi ternyata memang sulit. Saat Se Hyun akan pergi, Tae Oh menawarkan diri membawa tas Se Hyun dan kamera Se Hyun.

Se Hyun menyuruh Tae Oh membawa semua barangnya, termasuk buku yang dipegangnya, sebagai hukuman untuk Tae Oh. Tae Oh sangat senang, karena Se Hyun tidak marah lagi padanya.

Saat sedang bekerja di perpustakaan, Tae Oh mengirimkan pesan pada Song Yi, memberitahukan bahwa ia dan Se Hyun sudah baikan dan memuji Se Hyun yang pengertian.

Song Yi membalas : Aku tau. Miranda Kerr memang cool.

Tae Oh membalas : Aku ada seminar malam ini. Aku akan pulang terlambat.

Saat sedang berbicara dengan dosennya, Song Yi melihat dosennya itu memakai cincin baru. Dosen wanita itu mengiyakan dan mengatakan cincin itu dari pacarnya. “Ini cincin pasangan. Cantikkan?”.

Song Yi menyentuh cincin itu dan memuji cincin itu cantik. Ji Ahn yang ada di sana, menatap Song Yi.

Dosen wanita itu menyuruh Song Yi berkencan dengan pria yang baik dan meminta pacarnya itu membelikan barang seperti itu untuk Song Yi. Song Yi hanya tersenyum saja. Dosen wanita itu mengatakan pada Ji Ahn bahwa para gadis suka benda semacam itu. Ji Ahn hanya tesenyum, menatap Song Yi.

Saat sedang mengembalikan buku ke rak, Ji Ahn bertanya apa Song Yi iri pada dosen wanita itu. Song Yi menjawab tidak, jepit rambut sudah cukup baginya.

“Kau bahkan tidak memakainya…”. Song Yi terdiam. “Kenapa? Apa kau menghilangkannya?”.

“Tidak…”, Song Yi berbohong.

“Aku memungutnya di halte…” ucap Ji Ahn sambil mengembalikan jepit rambut itu ke tangan Song Yi. Song Yi kaget, ia mencari jepit itu sepanjang hari, hari itu. “Kau benar-benar mencarinya?”, tanya Ji Ahn.

“Benar… Aku sampai kehujanan…”. Song Yi tidak melanjutkan ucapannya, karena ia sudah ketahuan berbohong lagi.

Ji Ahn kaget, “Kau bilang kau di rumah…”.

“Aku tidak mau kau khawtir…”.

“Aku hanya perlu minta izin keluar sebentar pada managerku, kenapa kau tidak mengatakan hal seperti itu padaku? Kau menelpon Tae Oh?”.

“Ya…”.

“Kau merasa lebih nyaman dengan Tae Oh, ‘kan?”

Song Yi mengatakan Tae Oh juga tidak datang, Tae Oh sedang sibuk memegang payung untuk Miranda Kerr.

“Kau basah kuyup?”.

Song menggelengkan kepalanya. “Sedikit…”.

Tiba-tiba Song Yi mendapat telpon dari Song Ah dan menjauh dari Ji Ahn saat menjawab telpon dari Song Ah.

Tidak lama, Song Yi kembali dan mengatakan pada Ji Ahn bahwa ia harus pergi. Song Yi tidak menjelaskan masalahnya ketika Ji Ahn bertanya apa yang terjadi, ia hanya minta Ji Ahn mengatakan baik-baik pada dosen mereka. Dan kemudian berlari pergi.

Sementara itu, Tae Oh dan Se Hyun sedang di ruang peminjaman proyektor. Saat akan menandatangi peminjaman, Tae Oh mendapat pesan dari Song Yi : Song Ah tidak sengaja mengetahui keberadaan ibuku dari bibiku. Aku tidak akan pulang malam ini. Ibuku ada di Goonsan. Aku akan menginap semalam di tempat ibuku.

Tae Oh teringat ucapan ibu tirinya, yang mengatakan bahwa ibu Song Yi memiliki affair dan kabur meninggalkan anak-anaknya demi bersama dengan pria itu. Tae Oh menjadi sangat khawatir.

Tae Oh tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya saat Se Hyun bertanya apa yang terjadi. Tae Oh hanya minta maaf karena sepertinya Se Hyun harus melakukan seminarnya seorang diri.

“Dia lagi ‘kan?”, tebak Se Hyun. Tae Oh terpaksa mengaku, ia tau Se Hyun tidak akan mengerti tapi sesuatu terjadi dengan keluarga Song Yi. “Jangan pergi… Jangan hari ini. Kau sendiri yang bilang untuk menahanmu pergi”, ucap Se Hyun.

Tapi lagi-lagi Tae Oh minta maaf, ia merasa ia harus pergi hari ini dan berjanji akan menjelaskan ketika kembali nanti. Se Hyun menahan tangan Tae Oh yang sudah akan pergi, “Kau tidak akan bisa menjelaskan lagi setelah kau kembali, karena kau tidak tau kenapa kau bersikap seperti ini… Tapi aku tau…”.

“Aku minta maaf, tapi ayo bicara setelah aku kembali nanti. Aku minta maaf…”. Tae Oh melepaskan tangan Se Hyun dari tangannya dan berlari. Se Hyun menatap kepergian Tae Oh.

Yoon Tae Oh… menyukai Han Song Yi. – Se Hyun

Bersambung…

[Sinopsis Because It’s The First Time Episode 8]

Leave A Reply

Your email address will not be published.