Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 1

4

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 9 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 1

Credit : tvN

=== Flashback Masa SMU Ji Ho, Ho Rang dan Soo Ji ===

Sepertinya awal tahun ajaran baru. Ho Rang langsung duduk di samping Ji Ho, memperkenalkan namanya dan memberitahukan mereka dulu satu SMP.

“Aku tahu”, jawab Ji Ho, singkat.

Ho Rang ingin duduk sebangku dengan Ji Ho karena Ji Ho adalah anak paling pintar di sekolah. Jadi dia ingin Ji Ho membantunya masuk Universitas Seoul.

Ho Rang mengambil tempat pensilnya dan ternyata isinya bukan alat tulis melainkan alat make up. LOL

Ji Ho menanyakan kenapa Ho Rang bicara dengan logat Seoul.

“Kau tahu aku pindah dari sana…”.

“Tapi kau pindah waktu TK…”, sahut Ji Ho bingung.

Ho Rang terdiam. Lalu karena guru sudah datang, semua siswi pun masuk dan duduk di tempat masing-masing.

Pak guru datang dengan seorang siswi baru. Namanya Woo Soo Ji, pindahan dari Jinju.

Ketika disuruh memperkenalkan diri, Soo Ji hanya menganggukkan kepalanya dengan angkuh, tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Pak guru menyuruh Soo Ji duduk di kursi kosong di barisan paling belakang.

Soo Ji berjalan ke kursinya tidak peduli meskipun diiringi tatapan penuh selidik dari seluruh siswi.

“Apa itu? Apa dia pemain voli?”, gumam Ho Rang tidak begitu suka.

Sangat mengejutkan. Ketika pembagian rapor, Ji Ho yang selalu rangking satu di angkatan tiba-tiba turun jadi rangking dua. Dan ternyata, posisinya digantikan oleh siswi baru, Soo Ji.

Anak-anak sekelas langsung mengerubungi Soo Ji, minta diajari. Tapi Soo Ji hanya diam tidak peduli. Setelah menyimpan nilainya, dia memasang earset di telinganya.

Ho Rang lagi-lagi menatap Soo Ji tidak suka tapi Soo Ji tidak peduli.

Credit : tvN

Pulang sekolah, Ho Rang membicarakan tentang Soo Ji yang bisa jadi juara padahal terlihat seperti atlit.

Sebaliknya Ji Ho merasa sepertinya Soo Ji sudah menjadi juara sejak di Jinju.

Ho Rang pun menceritakan alasan Soo Ji pindah ke Namhae. Katanya, ibunya Soo Ji punya rumah bordil, seorang pria beristri…

Entah apa lanjutannya karena Ho Rang membisiki Ji Ho.

Ho Rang bilang, itu sebabnya tidak tahu siapa ayah Soo Ji.

Ji Ho mengingatkan Ho Rang supaya tidak mengatakan hal itu pada orang lain.

Ho Rang bilang tidak. Buat apa?

 

Ketika Ji Ho pulang dari membeli minuman, ia melihat Soo Ji duduk sendirian di pinggir pantai. Soo Ji bicara sendiri. Dia merasa bosan tinggal di pedesaan.

Keesokan harinya, Soo Ji langsung mendatangi Ho Rang yang sedang bersama Ji Ho. Saat ditanya, Ho Rang mengaku mendengar dari orang lain.

Tidak terima ibunya juga digosipkan berselingkuh dengan pria beristri, Soo Ji pun menjambak rambut Ho Rang.

Credit : tvN

Ji Ho berusaha memisahkan Ho Rang dari Soo Ji dan ujung-ujungnya, mereka bertiga dihukum berlutut sambil mengangkat kedua tangan di koridor.

Guru wali kelas kesal karena tidak ada gunanya punya siswi ranking satu dan dua di kelasnya tapi membuat keributan. Namun, lebih banyak lagi guru yang kesal pada Ho Rang. Sudah bodoh, berkelahi lagi. Kepala Ho Rang entah berapa kali ditoyor.

Malamnya, setelah hukuman selesai, Ho Rang kesal sendiri. Kenapa cuma dia yang dipukul guru? Kenapa cuma dia? Memangnya gadis bodoh bukan manusia?

“Memangnya kalian lebih baik dariku? Kalian seperti pangsit! Kalian jelek!!!”, teriak Ho Rang lalu menangis tersedu-sedu.

Soo Ji yang juga tidak suka pada Ho Rang, mengejek Ho Rang yang ternyata juga bisa logat Namhae. Dia menyuruh Ho Rang belajar kalau mau mau pintar.

Ho Rang bilang, dia bukannya tidak mau belajar. Dia tidak bisa.

Soo Ji lalu pergi, mengatai Ho Rang gila.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 1

Credit : tvN

Keesokan paginya, Soo Ji mendekati Ho Rang yang sedang duduk bersama Ji Ho.

Semalam ternyata Ho Rang datang ke rumah Soo Ji dengan membawa apel. Dalam bahasa korea kalau tidak salah apel dan permintaan maaf sama kosa katanya.

Soo Ji bilang, dia menerima permintaan maaf Ho Rang. Dia juga memberikan buku yang sudah ditandai soal-soal yang akan keluar dalam ujian. “Pelajari itu”.

Sebelum pergi, Soo Ji berpesan agar Ho Rang tidak bicara logat Seoul lagi di depannya karena dia membencinya.

Ji Ho tersenyum. “Begitulah kami jadi berteman…”, narasi Ji Ho.

Ho Rang sangat senang. Hasil ujiannya 70. Dia cuma salah 3. Ho Rang langsung memperlihatkan hasil ujiannya pada Soo Ji.

Soo Ji tersenyum manis.

Sejak itulah mereka selalu bersama. Bermain di pantai, membolos sekolah, memancing ikan, bermain kembang api. Mereka selalu bersama….

Credit : tvN

Ji Ho, Ho Rang, dan Soo Ji membicarakan tentang impian mereka masing-masing.

Soo Ji ingin jadi pemilik perusahaan. Dia tidak mau bergantung pada gajinya, tidak mau seumur hidup berada di bawah orang lain dan ingin menghasilkan uang sendiri.

Ho Rang sependapat. Dengan sifat Soo Ji seperti itu, Soo Ji tidak akan bisa menjadi bawahan,

Ho Rang sendiri ingin menikahi pria sukses yang bekerja keras dan menjadi ibu rumah tangga. Dia tidak mau menikahi pria kaya karena uang yang didapat dari orang tua. Karena kalau begitu dia akan harus tinggal dengan mertua.

Ho Rang tidak mau seperti itu. Dan dengan spesifik, Ho Rang menginginkan pria lulusan teknik. Seorang pebisnis lulusan teknik. Itulah tipe pria sukses yang diimpikannya.

Meskipun ingin menjadi penulis, menjadi penulis bukanlah impian Ji Ho. Impiannya adalah cinta. Memiliki cinta sejati, bertemu dengan seseorang seperti sebuah takdir.

=== Flashback End ===

Credit : tvN

Dan malam itu, melalui aplikasih chat, Ji Ho memberitahukan sahabatnya bahwa ada seseorang yang disukainya, yaitu suaminya.

Credit : tvN

Ji Ho menyentuh wajah Se Hee di foto pernikahan mereka.

Kata-kata Se Hee semalam terus berulang di dalam hatinya. Memiliki satu cinta, lebih dari cukup.

Credit : tvN
Credit : tvN

Bahkan hanya melihat bagian belakang kepala Se Hee yang rambutnya kusut karena baru bangun, terlihat begitu mempesona. Ecieeeee… 😀

Credit : tvN
Credit : tvN

Saat berbicara dengan Se Hee, Ji Ho terus memperhatikan wajah Se Hee.

Se Hee sampai bingung. Apa ada sesuatu di wajahnya?

Ji Ho tidak menjawab. Dalam hati mengakui Se Hee tampan. Untuk mngalihkan perhatian, Ji Ho pun mengomentari jendela yang kotor. Apa dia harus membersihkannya?

Credit : tvN

Di saat Ji Ho memperhatikan jendela, Se Hee buru-buru berkaca di layar tv. Merapikan poni rambutnya.

Credit : tvN

Ji Ho kembali menatap Se Hee sambil tersenyum. Di dalam hati, merasa sangat bahagia karena bisa melihat orang yang disukai setiap hari. “Pernikahan… benar-benar menyenangkan…”, batinnya.

Se Hee masih bingung melihat Ji Ho seperti itu sampai terdengar pintu dibuka dari luar.

Ibu Se Hee tiba-tiba masuk begitu saja…

=== Episode 10 – Because This Is My First Time Having In Laws ===

Credit : tvN

Ibu datang membawakan banyak lauk. Saat Se Hee ingin membantu memasukkannya ke dalam kulkas, ibu langsung melarang karena hanya orang ahli seperti dirinya dan Ji Ho yang biasa di dapur.

Se Hee sempat menegur ibu yang datang tanpa memberitahu.

Ibu beralasan, karena hari itu weekend jadi dia menduga mereka ada di rumah.

Credit : tvN

Lalu, ibu membawa apel dan duduk di sofa, diantara Ji Ho dan Se Hee. Ibu membicarakan tentang apel yang pada intinya ia ingin Ji Ho yang mengupas apel.

Tapi Se Hee meminta dia yang mengupas.

Ibu terpaksa membiarkan Se Hee melakukannya. Ibu lalu mengomentari tentang Ji Ho yang bekerja sambilan. Ji Ho pasti ingin membantu suaminya. Ibu memuji Ji Ho baik hati. Dimana Se Hee menemukan orang sebaik Ji Ho…

Ibu lalu memberitahukan pada Se Hee tentang ritual peringatan besok malam. Ibu berharap Se Hee bisa pulang lebih cepat.

Tapi Se Hee langsung menyela, mengatakan tidak akan pulang cepat. “Ibu tahu sendiri aku tidak pernah ikut acara seperti itu…”.

Ibu mengerti, dia hanya meminta Se Hee datang kalau ada waktu.

Ibu yang tidak sabar melihat cara Se Hee mengupas apel, mengambil apel dan secara tidak langsung menginginkan Ji Ho yang mengupasnya.

Ji Ho pun terpaksa mengambil apel dan pisau. Tetapi, sahabatnya terus mengiriminya sms, menanyakan kapan akan datang karena mereka sudah menunggu.

Untungnya, tanpa diberitahu, Se Hee mengerti dan ingat kalau Ji Ho punya janji dengan teman-temannya. Se Hee pun mempersilahkan Ji Ho pergi.

Dengan agak sungkan, setelah pamitan pada ibu, Ji Ho pun pergi.

Credit : tvN

Di cafe, Ho Rang dan Soo Ji sudah menunggu. Tidak sabar lagi, Ho Rang berusaha memperlihatkan cincin di jari manisnya.

Begitu tahu Won Seok melamar Ho Rang, dia dan Ho Rang langsung berteriak kegirangan. Percuma saja Soo Ji berusaha menyuruh mereka memelankan suara. Mereka tidak peduli.

Credit : tvN

Sementara itu, Se Hee mengantarkan ibu yang akan pulang.

Ibu kembali berharap Se Hee dan Ji Ho datang ke rumah tapi Se Hee tetap enggan. Ibu sampai mengatakan bahwa ayah berniat membayar rumah Se Hee tapi Se Hee menolak. Ibu menanyakan sampai kapan Se Hee akan seperti itu. Ayah juga merasa bersalah dan sekarang ayah semakin tua.

Se Hee tidak membahas soal itu lagi. Ia memberikan uang taksi untuk ibu dan berpesan agar lain kali sebelum datang ibu harus memberitahu terlebih dahulu. Dia tidak ingin membuat orang yang tinggal bersamanya merasa tidak nyaman.

Ibu sampai heran. Kenapa Se Hee bilang seperti itu seorang-olah istri Se Hee itu seperti penyewa…

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 1

Credit : tvN

Ji Ho cs pindah ke tempat makan lain. Ho Rang menceritakan bagaimana Won Seok akhirnya melamarnya.

Ji Ho dan Soo Ji merasa cara Won Seok melamar Ho Rang itu cukup bagus. Ho Rang merasa tidak sia-sia melatih Won Seok.

Ji Ho masih ingat, tujuh tahun yang lalu saat Ho Rang bilang takut berjalan dalam gelap, Won Seok membelikan Ho Rang senter.

Setelah sukses menjadikan Won Seok pacar yang ideal, kini Ho Rang bertekad ingin menjadikan Won Seok sesukses Mark Jukebox.

Soo Ji ingin meralat ucapan Ho Rang, Bukan Mark Jukebox tapi Mark…

Ji Ho buru-buru menyuruh Soo Ji diam.

Topik kemudian berubah menjadi membicarakan ibu mertua Ji Ho yang tiba-tiba datang. Dan seperti yang diduga, ibu mertua Ji Ho itu tahu passcode rumah dan masuk begitu saja.

Soo Ji mengatakan kehidupan Ji Ho bersama mertua dimulai.

Namun Ho Rang merasa itu wajar karena ibu Se Hee berpikir rumah itu rumah anaknya. Jadi bebas-bebas saja dia masuk.

Soo Ji tidak sependapat. Di saat sudah dewasa, mereka harus hidup mandiri dengan keluarganya sendiri. Satu-satunya orang yang berhak adalah istri yang dipilih oleh putranya sendiri.

Ho Rang setuju tapi kondisi itu hanya terjadi di barat, bukan di Korea. Ibu Se Hee tidak akan berpikir Ji Ho memiliki hak atas rumah itu karena Se Hee membeli pakai uangnya sendiri. “Bukan juga Ji Ho membayar sewa di sana…”.

“Benar. Dia tidak akan bilang apa-apa jika istrinya membayar sewa…”, sahut Soo Ji.

Ji Ho sampai tersedak. Tertawa canggung.

Menurut Ji Ho, ibu Se Hee tidak semenakutkan itu. Ibu Se Hee baik padanya dan dia juga ingin baik pada ibu Se Hee. “Aku ingin dia menyukaiku…”.

Soo Ji dan Ho Rang mengomentari Ji Ho yang mulai terkena sindrom menantu perempuan yang baik.

Credit : tvN

Se Hee pergi ke salon untuk merapikan rambutnya. Ia masih berpikir kenapa Ji Ho menatap wajahnya dan menduga mungkin karena luka di dahinya.

Se Hee sempat bertanya pada wanita yang memotong rambutnya, apa ada yang aneh pada dirinya?

Wanita itu bilang tidak ada. Se Hee sama seperti biasanya.

Sebelum rambutnya dipotong, Se Hee memastikan kupon diskon masih berlaku atau tidak. Dan syukurnya, masih.

Credit : tvN

Sepulang dari bertemu Soo Ji dan Ho Rang, Ji Ho masih memikirkan tentang sindrom menantu perempuan yang baik.

Ji Ho juga membaca postingan-postingan di internet yang mengeluh mereka terkena sindrom menantu perempuan yang baik.

Ji Ho sempat tidak percaya. Tidak mungkin dia juga mengalami gejala yang sama. Dia hanya…

Credit : tvN
Credit : tvN

Perhatian Ji Ho langsung beralih pada Se Hee yang berjalan di depannya. Ia terpana menatap Se Hee yang kini memiliki style rambut berbeda. “Aku hanya tidak bisa menolak pria itu…”, batin Ji Ho.

Mereka lalu bicara. Ji Ho mengomentari Se Hee yang mengubah model rambutnya.

Se Hee mengaku ia melakukannya karena merasa sedikit terganggu. “Apa jelek?”.

“Tidak… Aku menyukainya…”, jawab Ji Ho tanpa sadar. LOL

Se Hee jelas kaget.

“Maksudku model rambutmu… Aku suka model rambut barumu…”, ralat Ji Ho.

Credit : tvN

Setelah itu, mereka pun masuk ke gedung apartemen bersama. Se Hee sempat meminta maaf atas kedatangan ibunya yang tiba-tiba dan membuat Ji Ho tidak nyaman. Dia sudah memperingatkan ibunya.

“Tidak apa. Ibu hanya ingin mengunjungi rumah putranya… Kalau kau mencemaskan aku, aku tidak apa-apa…”.

“Tidak… Aku yang keberatan…”, sahut Se Hee.

Lalu Se Hee pun mengubah passcode rumah melalui aplikasi di ponselnya.

Seketika Ji Ho teringat cerita Bok Nam kemarin. Kata Bok Nam, Se Hee mengaku menikahinya karena uang sewa. Dan satu alasan lagi, Se Hee mengaku menghormatinya sebagai seorang bek.

Ketika nonton bola, Ji Ho memikirkan maksud ucapan Se Hee itu. “Menghormatiku sebagai bek? Apa maksudnya?”.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ketika Se Hee ke dapur untuk mengambil minum, tanpa sadar Ji Ho menatap Se Hee. Melihat jakun Se Hee yang naik turun, Ji Ho menelan ludahnya. LOL

Begitu Se Hee melihat ke arahnya, buru-buru Ji Ho kembali menatap layar TV. LOL

Credit : tvN

Se Hee lalu mengomentari Ji Ho yang sedang nonton tayangan ulang.

Ji Ho membenarkan lalu mengatakan bahwa Arsenal beruntung karena punya bek yang handal.

Se Hee membenarkan.

Ketika Se Hee mengatakan hendak ke supermarket, Ji Ho pun ingin ikut karena perlu belanja juga.

Se Hee tidak keberatan Ji Ho ikut bersamanya.

Credit : tvN

Ketika di supermarket, Ji Ho menanyakan tentang Se Hee yang kata Bok Nam menghormatinya sebagai bek. Ji Ho menanyakan maksudnya.

Se Hee mengatakan, maksudnya persis seperti yang dikatakan. Ji Ho adalah penyewa yang paling ia hormati dalam hidupnya. Ji Ho tidak pernah lupa daur ulang, tidak perlu diingatkan memberi makan Kitty, dan dari semua itu, Ji Ho tahu bagaimana mempertahankan diri sendiri dengan cara yang tepat dalam situasi apa pun. Contohnya kejadian tadi pagi.

Se Hee berterima kasih atas banyak hal yang dilakukan Ji Ho. Ia sungguh menghargainya.

Ji Ho menatap Se Hee, agak kecewa. Mereka lalu berpisah karena Se Hee mau membeli makanan kucing sementara Ji Ho harus membeli beras.

Ji Ho jadi teringat cerita Ho Rang. Di tempat kerjanya, Se Hee mendapat julukan, Hutang di kiri dan kucing di kanan. Otak kiri Se Hee hanya memikirkan hutang dan otak kanan Se Hee hanya memikirkan kucing.

Saat itu, Ho Rang sempat bertanya dimanakah Ji Ho jika kiri untuk hutang dan kanan untuk kucing.

Ji Ho tidak bisa menjawab sampai akhirnya Ho Rang bilang, Ji Ho ada di hati Se Hee.

Saat itu, Ji Ho hanya tersenyum canggung.

Credit : tvN
Credit : tvN

Sekarang Ji Ho sadar meskipun tahu dia tidak boleh seperti itu. “Aku tahu bukan aku yang ada di hatinya… Aku hanya seseorang yang menjamin pendapatan sewanya. Aku hanya penyewanya… Aku di sini agar dia tetap yakin dengan kehidupan tanpa pernikahan… Aku bek yang handal untuknya”, batin Ji Ho sambil menatap Se Hee dari jauh.

Credit : tvN

Karena penasaran dengan apa yang ada di benak Se Hee, Ji Ho pun menanyakan apa tujuan yang ingin dicapai Se Hee dalam hidupnya.

Se Hee hanya menginginkan tidak ada yang terjadi dalam hidupnya. Ia ingin setiap hari sama seperti hari ini. Pergi kerja seperti biasa, pulang ke rumah untuk nonton bola dan minum bir. Ia ingin meninggal di rumah sendiri.

Mendengar itu, Ji Ho jadi bertanya-tanya dalam hati, apakah ada cara supaya dirinya bisa ada dalam benak Se Hee?

Credit : tvN

Hari pertama Won Seok bekerja, Ho Rang memaksa Won Seok memakai jas dan juga dasi meskipun Won Seok ingin pakai pakaian casual saja. Karena hari itu hari pertama Won Seok bekerja, Ho Rang ingin Won Seok tampil lebih rapi.

Ho Rang lalu cerita tentang Sang Hoon (salah satu rekan kerja Won Seok yang membuat aplikasi ‘Get Up’ bersama-sama) meng-unfriend-nya di facebook. Ho Rang berpikir Won Seok belum menyelesaikan masalahnya mundur dari pekerjaan dengan teman-temannya.

Won Seok berbohong. Mengatakan semuanya senang dia mendapatkan pekerjaan baru. Baginya yang penting Ho Rang bahagia.

“Tentu saja aku bahagia…”, sahut Ho Rang lalu memamerkan cincinnya pada Won Seok…

Bersambung…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 2]

4 Comments
  1. ima says

    Ayo kak eps 12 aq tunggu… fighting

    1. kdramastory says

      Iyahhh…. hari ini yaaa… maaf agak lama… 🙂

  2. nurhasanah says

    Aduh…..dimata ji ho mh semuanya jadi indah pd diri suaminya:-), udah kejangkit virus yh dia…..
    Tapi….jung min diakhir ep 9 jauh….lebih bikin penasaran…..ottoke????

    1. kdramastory says

      Iya… siapa jung min? First love-nya Se Hee?

Reply To nurhasanah
Cancel Reply

Your email address will not be published.