Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 2

2

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 1][

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 2

Di ruangannya, Sang Gu memikirkan kejadian kemarin. Soo Ji mengajukan surat perjanjian sebagai syarat mereka berkencan.

Credit : tvN

=== Flash back ===

Sang Gu terkejut disodorkan selembar surat kesepakatan. Menurutnya, hanya orang kaya atau artis yang punya banyak waktu luang melakukan hal seperti itu. Soo Ji terlalu banyak nonton drama. Mereka cuma orang biasa. Mereka bukan menghasilkan uang tapi hanya berkencan.

Soo Ji tidak sependapat. Justru karena mereka orang biasa dan tidak punya banyak waktu luang, mereka perlu perjanjian seperti itu. Pertama, mereka hanya boleh bertemu di luar, baik di hari kerja atau pun hari libur.

Sang Gu setuju. Dia suka sinar matahari karena mengandung vitamin D.

Kedua, tidak saling menanyakan hal-hal yang menyangkut kehidupan pribadi.

Sang Gu langsung protes. Justru berkencan adalah bagian dari kehidupan pribadi.

Soo Ji tidak mau. Berbagi hal-hal detail itu terdengar seperti pelanggaran baginya.

Sang Gu menolak. Bilang saja kalau Soo Ji tidak mau pacaran dengannya. Tapi, Soo Ji langsung melancarkan jurus ampuhnya pada Sang Gu. Mencoba menggoda Sang Gu.

Pada akhirnya, Sang Gu setuju dengan apa pun persyaratan yang diinginkan Soo Ji.

=== Flashback End ===

Sang Gu merasa dia sudah terpengaruh dengan Soo Ji. Soo Ji itu benar-benar jahat. “Ma Sang Gu, ingat yang diajakani ibumu. Jangan bertemu gadis nakal…”, ucap Sang Gu pada dirinya sendiri.

Sang Gu berniat menghapus nomor kontak Soo Ji tapi otak kanannya tidak mampu membuatnya berpikir rasional.

Credit : tvN
Credit : tvN

Sang Gu benar-benar stres. Menampar wajahnya sendiri berkali-kali supaya sadar, supaya ingat nasehat ibunya.

Sang Gu tidak menyadari seluruh karyawannya memperhatikannya dari luar ruangannya.

Won Seok yang datang belakangan juga bergabung untuk melihat apa yang terjadi. Se Hee sampai memastikan apakah Won Seok mau bekerja di tempat seperti itu.

Credit : tvN
Credit : tvN

Kemudian, Se Hee mengantarkan Won Seok berkeliling dan menunjukkan meja Won Seok. Dia juga memberitahukan bahwa Bo Mi akan menjadi atasan langsung Won Seok.

Bo Mi tersenyum pada Won Seok.

Credit : tvN

Setelah menyiapkan semua keperluan Won Seok bekerja, Bo Mi mengajukan beberapa pertanyaan. Awalnya dia bertanya apa Won Seok punya ponsel untuk dipakai pengujian. Lalu, apa Won Seok punya keyboard mekanik? lalu, apa Won Seok punya pacar?

Won Seok sempat kaget dan mengatakan punya pacar.

Bo Mi lalu menanyakan sejak kapan Won Seok memakai Slack?

“Sejak dirilis. 4 tahun yang lalu…”.

“Lalu berapa lama kamu sudah berhubungan dengan pacarmu?”.

Jujur Won Seok mengaku sudah tujuh tahun. Won Seok yang heran menanyakan kenapa Bo Mi bertanya seperti itu.

Bo Mi beralasan untuk pekerjaan. Bo Mi lalu pamit ke mejanya sendiri yang ada persis di belakang Won Seok.

Credit : tvN

Tanpa Won Seok tahu, Bo Mi sempat menoleh, menatapnya sambil menyeringai aneh.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 2

Sampai siang, Sang Gu masih berusaha memaksa dirinya menghapus nomor kontak Soo Ji tapi tidak berhasil.

Credit : tvN

Melihat Won Seok, ia pun memanggilnya mendekat. Menanyakan tentang teman pacar Won Seok itu itu, yang namanya Woo Soo Ji, Woo Soo Soo… Sang Gu pura-pura ga begitu ingat. :-d

Won Seok bercerita dia mengenal Ho Rang berkat Soo Ji dan Ji Ho. Soo Ji adalah teman kuliahnya dan waktu itu Ho Rang lebih sering main ke kampusnya daripada kampus Ho Rang sendiri.

Sang Gu menanyakan bagaimana Soo Ji waktu itu. Apa dia populer waktu itu?

Won Seok membenarkan. Cukup banyak pria yang mendekati Soo Ji.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau tidak mendekati Soo Ji?”.

“Tidak mungkin….”. Won Seok bilang, dia tidak mungkin mendekati gadis mengerikan seperti Soo Ji. Soo Ji bukan tipe yang bisa menghadapi kebodohannya. Dan Soo Ji juga di luar jangkauannya.

“Lalu bagaimana dengan aku? Menurutmu aku pantas dengannya?”, tanya Sang Gu.

Won Seok membandingkan dengan perangkat komputer yang terkena virus. Kalau itu terjadi, dia yakin Sang Gu tidak akan bisa sembuh dan hidup Sang Gu akan hancur.

Sang Gu sangat terpukul.

Ketika bekerja, Ho Rang sempat-sempatnya menatap cincin di jari manisnya. Ketika ada pelanggan yang mengeluh, ia pun kurang bijak dalam menanggapinya sehingga ditegur atasannya.

Credit : tvN

Bukannya menyesali kesalahannya tadi, Ho Rang malah bersikap arogan di depan bosnya. Ho Rang kesal karena selalu saja bosnya itu menuduh rahimnya yang berbuat salah. Menuduhnya sedang haid…

Bosnya Ho Rang tentu kesal karena Ho Rang berani membantah. “Apa kau mabuk?”.

“Tidak. Aku tidak mabuk dan haidku juga sudah selesai…”. Dengan alasan jam istirahat mau selesai, Ho Rang pun pamit pergi.

Bosnya Ho Rang itu sangat kesal.

Rekan-rekan Ho Rang sempat bertanya kenapa Ho Rang bersikap seperti itu pada bos mereka. Apa tidak takut dipecat?

Ho Rang mengatakan, dia akan keluar sebelum bos sempat memecatnya. Karena rekan-rekannya ingin tahu dia akan pindah kemana, Ho Rang pun bilang dia akan pindah menjadi istri yang baik.

Rekan-rekan Ho Rang berpikir itu adalah konsep restoran yang baru. Ho Rang hanya tertawa saja.

Credit : tvN

Ketika sampai di rumah, Won Seok melihat Ho Rang sibuk melihat berbagai brosur yang didapatnya dari pameran pernikahan. Ho Rang sengaja izin kerja setengah hari untuk bisa ke pameran pernikahan.

Ternyata Ho Rang sudah mulai sibuk menyiapkan pernikahan mereka. Karena pernikahan membutuhkan banyak biaya, ia menyarankan mereka ikut promo pernikahan tapi dengan syarat mereka harus sudah memiliki tempat pernikahan.

Sayangnya, seluruh tempat pernikahan sudah penuh tahun ini. Ho Rang berpikir mereka lebih baik menyewa untuk tahun depan.

Won Seok kaget. Tahun depan?

“Ya kalau tidak tahun depan, dua tahun lagi. Lebih baik disiapkan secepatnya…”.

“Ho Rang, apa maksudmu? Bagaimana kita bisa menikah dua tahun lagi…”.

Ho Rang menatap Won Seok bingung…

Credit : tvN

Sang Gu datang ke suatu tempat, ke kamar nomor 304. Di sana Soo Ji sudah menunggunya.

Melihat ekspresi Sang Gu yang aneh, Soo Ji sempat menanyakan ada apa. Apa Sang Gu menolaknya?

Sang Gu memberikan sebuah ponsel baru untuk Soo Ji. Dia ingin Soo Ji menggunakan ponsel itu hanya untuk bicara dengannya. Hanya itu syarat darinya. Jika Soo Ji setuju, dia bersedia menerima semua persyaratan dari Soo Ji dan mereka bisa mulai berkencan.

Soo Ji setuju, memuji Sang Gu yang pintar bernegosiasi. Dia menanyakan nomor Sang Gu tapi ternyata sudah disimpan sendiri oleh Sang Gu. Sang Gu menyimpan nomornya dengan nama, ‘Sang Gu Oppa’.

Lalu Sang Gu memperlihatkan nomor Soo Ji yang disimpan di ponselnya. ‘Uri Aegi’ (Sayangku).

Soo Ji langsung ngakak. Dan mereka pun resmi berkencan malam itu.

Credit : tvN

Ketika sedang bekerja, diam-diam Ji Ho melihat ponselnya, seperti menunggu pesan atau telpon dari seseorang dan Bok Nam memergokinya.

Bok Nam berkomentar, cinta sepihak itu sulit, ya? Mencintai suami secara sepihak setelah menikah pasti tidak mudah.

Awalnya Ji Ho membantah tapi kemudian bertanya, apa terlihat jelas?

Bok Nam sampai tertawa. Dia bisa melihat cara Ji Ho menatap Se Hee berbeda dengan cara Se Hee menatap Ji Ho.

Menurut Bok Nam, cara Ji Ho menatap Se Hee seolah-olah mengatakan, ‘Aku rela melakukan apa saja untukmu’. Sedangkan cara Se Hee menatap Ji Ho, biasa saja.

Bok Nam menasehati Ji Ho supaya tidak terlalu menyukai Se Hee karena nanti Ji Ho akan merasa lelah dan sedih. Cinta itu seharusnya timbal balik, tidak bisa hanya memberi saja.

Ji Ho memikirkan nasehat Bok Nam itu.

Credit : tvN

Karena ibu Se Hee menelponnya, Ji Ho pun datang ke rumah orang tua Se Hee. Ibu beralasan dia terpaksa menelpon Ji Ho karena berpikir akan terlihat buruk jika Ji Ho dan Se Hee sama-sama tidak datang, terlebih karena ritual itu ritual pertama setelah mereka menikah.

Ji Ho sama sekali tidak keberatan, meskipun cukup terkejut melihat begitu banyaknya pekerjaan yang dilakukan ibu mertuanya itu seorang diri.

Ibu memberikan Ji Ho celemek. Sudah impiannya sejak lama bisa memakai celemek pasangan dengan putrinya. Ibu mengatakan, Ji Ho itu sudah seperti putrinya sendiri.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 10 Part 2

Credit : tvN
Credit : tvN

Se Hee yang pulang dengan bis, melihat Ji Ho tidak ada di halte bis tempat biasa Ji Ho menunggu bis. Se Hee turun di sana. Mengirimi Ji Ho sms, bertanya apakah Ji Ho masih bekerja.

Tak lama ada balasan dari Ji Ho. Mengabarkan bahwa ia ada di rumah orang tua Se Hee.

Se Hee sangat terkejut.

Credit : tvN

Sementara ibu dan Ji Ho sibuk di dapur, keluarga ayah sama sekali tidak mengerjakan apa pun. Bibinya Se Hee sangat senang dengan adanya Ji Ho karena sekarang dia tidak perlu lagi membantu ibu.

Ibu juga senang mendapat menantu perempuan seperti Ji Ho. Dia sudah menganggap Ji Ho seperti putrinya sendiri.

Credit : tvN

Tak lama Se Hee datang. Bibi sampai kaget karena sudah lama sekali tidak melihat Se Hee.

Dari dapur, Ji Ho menganggukkan kepalanya pada Se Hee. Tapi, Se Hee hanya diam saja.

Se Hee, ayah dan keluarga ayah memberi penghormatan pada leluhur mereka. Bibi Se Hee memberitahukan ayahnya yang di alam sana, makanan hari itu lebih enak karena disiapkan oleh istri cucu ayahnya.

Lalu, ayah mempersilahkan ibu dan Ji Ho memberi penghormatan juga.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ji Ho sempat melirik Se Hee tapi Se Hee hanya diam saja, sama sekali tidak melihat padanya.

Credit : tvN

Setelah semua ritual selesai, tugas Ji Ho mencuci piring dan semua peralatan masak. Se Hee menawarkan bantuannya dan Ji Ho tersenyum senang mendengarnya.

Tapi karena ibu dan bibi melarang Se Hee membantu Ji Ho di dapur, Ji Ho pun terpaksa mempersilahkan Se Hee pergi.

Credit : tvN

Se Hee kemudian pergi keluar. Sempat hendak mendekati kucing liar yang mengeong di dekat pagar rumah tapi karena ada ayah di sana, ia langsung berbalik pergi.

Ayah mengajak Se Hee bicara. Mengatakan kalau ia akan melunasi sisa hutang pembelian rumah Se Hee seperti yang sudah dijanjikannya kalau Se Hee menikah. Ayah juga tidak ingin melihat Ji Ho bekerja part time karena merasa tidak enak pada orang tua Ji Ho.

Se Hee menolak. Rumah itu adalah miliknya, kenapa ayah yang membayarnya. Se Hee menolak menyebutkan hubungan mereka sebagai ayah dan anak karena hubungan mereka hanya pemilik rumah dan penyewa. 12 tahun yang lalu, ayah mengusirnya dari rumah.

Ayah beralasan, ia melakukannya karena Se Hee adalah putranya. Di saat Se Hee menjadi seorang ayah, kelak Se Hee akan mengerti bagaimana perasaannya.

Se Hee tetap tidak bisa menganggap ayah adalah ayahnya lagi. Jika ayah bersikap seperti pemilik rumah, maka seperti itulah dia memperlakukan ayah.

Pembicaraan ayah dan Se Hee terhenti karena ibu mengantar keluarga bibi dan Ji Ho yang sudah mau pulang.

Ji Ho sepertinya sempat merasakan ketegangan antara Se Hee dan ayah.

Credit : tvN

Dalam perjalanan pulang dengan bis, Se Hee mempertanyakan kenapa Ji Ho datang ke rumah orang tuanya.

Ji Ho beralasan ibu menelponnya.

“Kalau begitu kau bisa menelponku lebih dulu…”.

“Ibu bilang setidaknya aku harus datang karena kau sibuk… Bagaimana bisa aku menghubungimu…”.

Se Hee tetap merasa Ji Ho bisa menolak datang. Ji Ho bisa membuat berbagai alasan sehingga ibunya berpikir Ji Ho tidak bisa datang. “Aku pikir kau pintar mempertahankan diri…”.

Ji Ho tidak bisa berkata-kata. Di dalam benaknya, dia berpikir dia tidak mengalami sindrom menantu perempuan yang baik, tapi kenapa dia melakukannya?

Credit : tvN

Tiba di rumah, Ji Ho memberitahukan Se Hee tentang sindrom menantu perempuan yang baik. Wanita yang sudah menikah biasanya cenderung merasa harus bersikap baik dan patuh kepada mertua mereka.

Se Hee menganggap sindrom itu seperti sebuah keinginan untuk diakui. Jika sudah memenuhi keinginan dasar, maka seseorang akan menginginkan lebih banyak lagi. Misalkan seperti Ji Ho yang keinginannya untuk memiliki sudah terpenuhi dengan menikah, sekarang Ji Ho ingin pengakuan dari mertua. Itu naluriah sebagai manusia.

Ji Ho tidak terima dikatakan seperti itu oleh Se Hee. Mungkin memang naluri alami manusia tapi bisa jadi itu sebuah kepedulian. “Mereka keluarga orang yang kusukai, jadi aku ingin bersikap baik… Aku ingin membuat orang yang kusukai merasa bahagia dan nyaman. Itu yang kupedulikan… Tidakkah kau berpikir seperti itu?”.

Ji Ho yang marah, meminta mandi duluan malam itu.

Sebelum Ji Ho masuk kamarnya, Se Hee memberikan sebuah amplop berisi sejumlah uang sebagai kompensasi atas kerja keras yang harus dilakukan Ji Ho meskipun tidak ada di dalam kontrak mereka.

Se Hee meminta maaf karena Ji Ho terpaksa melakukannya.

Ji Ho menerima amplop itu.

Credit : tvN

Di kamarnya, Ji Ho kembali menyadari bahwa bagi Se Hee, dirinya hanya penyewa yang menjamin biaya sewa tersedia setiap bulannya. Dia bukan apa-apa bagi Se Hee. Dia hanya seorang bek sempurna, yang membantu Se Hee menjalani kehidupan tanpa pernikahan.

Credit : tvN

Ji Ho yang merasa marah, memutuskan tidak lagi hanya bertahan. Ji Ho menelpon Se Hee, membicarakan masalah kompensasi.

Se Hee berpikir uang yang diberikannya tadi kurang. Berapa yang Ji Ho mau?

Ji Ho tidak mau dibayar dengan uang, tapi dengan yang lain. “Bayar aku dengan tenagamu… Kau harus bekerja untuk keluargaku. Kami akan membuat kimchi untuk musim dingin minggu ini…”.

Credit : tvN

Ji Ho dan Se Hee sama-sama keluar dari kamar mereka masing-masing. Berdiri berhadapan.

Tidak ada lagi pertahanan dalam hidupku. Aku akan menyerang untuk melindungi hatiku… – Ji Ho.

Bersambung…

 

Komentar :

Pertama-tama, sy tidak bisa men-judge apa yang dilakukan Ho Rang dan Soo Ji dalam berpacaran adalah benar karena keyakinan yang mereka pahami berbeda dengan keyakinan sy. Tapi, sepertinya mereka melakukan sesuatu yang membuat pasangan mereka terpaksa mengikuti keinginan mereka.

Misalkan Soo Ji. Soo Ji memaksa Sang Gu setuju dengan persyaratan yang diajukannya karena kalau tidak dia tidak akan mau berkencan dengan Sang Gu. Masalah Sang Gu kemudian memberikan persyaratan juga, sepertinya itu cuma iklan aja. 😀

Sy belum bisa melihat relevansi antara keinginannya Soo Ji dengan keinginannya Sang Gu… 😀

Lalu Ho Rang. Ho Rang menolak (dalam tanda kutip) Won Seok karena Won Seok tidak mau menikah. Dari suatu sisi sy pikir itu wajar, sih, walaupun keliatan kejam. Tapi pada akhirnya, Won Seok setuju menikah dan meninggalkan kerja keras yang sudah bertahun-tahun ia bangun bersama teman-temannya.

Sepertinya, teman Won Seok masih belum bisa terima keputusan Won Seok itu dan Won Seok tidak cerita pada Ho Rang.

Tapi sepertinya Ho Rang ini ga bisa melihat kenyataan. Mereka mungkin saja akan menikah tapi memutuskan bersikap tidak peduli di pekerjaanya, sy pikir itu keputusan yang gegabah. Won Seok baru bekerja di tempat baru, lalu bagaimana kalau dia dipecat. Cari kerja itu tidak gampang. Terlalu ceroboh, kata sy mah.

Kenapa ya Bo Mi nanya pertanyaan seperti itu ke Won Seok? Kayaknya dia menargetkan Won Seok jadi pacarnya ya? Tidak banyak kehidupan Bo Mi yang kita tahu selain di tempat kerjanya. Padahal waktu itu, sempat diperlihatkan pulang dari kantor, Bo Mi memoles bibirnya dengan lipstik yang lebih merah. Kemana Bo Mi pergi?

Belum ada lanjutan ceritanya…

Di ending episode ini, hubungan Se Hee dan Ji Ho kembali tegang. Mirip seperti waktu Se Hee membuat batasan mana milik Ji Ho dan mana miliknya. Meminta Ji Ho tidak terlalu terlibat dengan kehidupannya. Serem ya kalo Se Hee udah begini. Tapi bukan Ji Ho kalau cuma diam dan tidak menyerang balik.

Tapi, di episode ini Ji Ho dengan jelas bilang kalau dia menyukai Se Hee, kan? Se Hee pasti sadar dan paham dengan apa yang dikatakan Ji Ho, kan?

Penasaran gimana lucunya Se Hee harus kerja keras bikin kimchi yang banyak… Previewnya bikin penasaran bgd… Penasaran juga kenapa ayah ngusir Se Hee 12 tahun yang lalu…

Eh, apa ada kaitannya dengan surat pendaftaran pernikahan Se Hee itu, ya? Kejadiannya kan 12 tahun yang lalu juga… Mungkinkah ayah ga setuju Se Hee menikah dengan wanita yang bernama Jung Min itu?

DI preview selanjutnya, sepertinya Ji Ho menemukan buku puisi yang sy tebak pemberian dari Jung Min. Kalau Ji Ho membaca buku itu, Ji Ho jadi tahu bagaimana masa lalu Se Hee…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 11 Part 1]

2 Comments
  1. nurhasanah says

    Ahaha….ternyata bak dian juga penasaran yh……kekeke
    Bener tuh…se hee mmg serem klo udahnarik garis….tapi jiho mah bukan bek…yg cuma bisa bertahan….ji ho bersiap jadi penyerang, demi perasaan dia yh….
    Iya mbak….previewnya bikin sueger….saya suka tuh liat susahnha se hee balas budi( kekeke) dn kyaknya akan ada kisseu:-)…..(berharap mode on)….
    Sy jg sependapat dg bak dian perihal soo ji dn ho rang,….yh…tp namanya hubungan mh tergantung sama yg ngejalanin yh….mungkin ada beberapa hubungan yg pengorbanan salah satunya lebih besar drpd yg laen….dikasus ho rng sma soo ji kyaknya pihak perempuan yh,yg terkesn maksain meski caranya berbeda…..yg bisa nilai?tentu aja yg nonton,hahaha….
    Pokoknya kamsahamnida lah mbak…..from madura with lope,cup cup

    1. kdramastory says

      Sy khawatir nantinya Won Seok bermasalah dengan rekan kerjanya dulu karena ninggalin proyek gagal gitu aja… Smoga aja rekannya Won Seok itu ngerti klo Won Seok harus membuat keputusan demi Ho Rang… 7 tahun pacaran tanpa kejelasan nikah, yang cewek pasti mikir dua tiga kali ya… apalagi kayak Ho Rang yang memang cita2nya jadi ibu rumah tangga…

      previewnya g cuma bikin sueger tapi bikin deg-degan… smoga aja bukan mimpi-nya ji ho atau se hee… 😀

      Ahahahaha… kl gitu from bandung with lope juga dah buat mb nur… 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.