Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 8 Part 1

3

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 7 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 8 Part 1

Setelah membaca pengaduan tentang Bok Nam, begitu Ji Ho keluar dari kamar, secara tidak langsung Se Hee mencoba meminta Ji Ho tidak pergi kerja. Tapi, karena Ji Ho bilang dia akan dipecat jika tidak masuk kerja, Se Hee pun meminta Ji Ho membawakan Kitty ke dokter hewan besok.

Ji Ho berencana membawa sore tapi Se Hee ingin pagi hari. Harus pagi hari.

Melihat ekspresi serius Se Hee, Ji Ho pun mengiyakan.

Meskipun begitu, ketika di kamar mandi, Ji Ho merasa bingung dengan permintaan Se Hee tadi. Soalnya waktu dia menawarkan diri, Se Hee menolak. Tapi sekarang, Se Hee malah menyuruhnya. Ji Ho tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran Se Hee.

Ji Ho pun mengirimkan sms pada Bok Nam, menanyakan apakah mungkin mereka tukaran shift besok pagi.

Sementara itu, Se Hee menelpon Bok Mi, menanyakan detail pengaduan stalking untuk Yeon Bok Nam. Kapan dan darimana pengaduan itu datang.

Credit : tvN

Keesokan paginya, sebelum berangkat kerja, Se Hee menjelaskan beberapa hal pada Ji Ho. Ia akan mengirimkan alamat dokter hewan langganannya Kitty jadi Ji Ho tidak perlu khawatir Kitty tidak merasa nyaman.

Se Hee juga ingin Kitty menjalani beberapa tes. Apa pun yang disarankan dokter. Semuanya. Tidak peduli walaupun menurut Ji Ho, dia pernah mendengar kadang dokter hewan sering memanfaatkan kesempatan seperti itu untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak.

Se Hee juga tidak ingin Ji Ho pergi dengan bus karena Kitty merasa tidak nyaman dengan keramaian. Ia ingin Ji Ho naik taksi.

Se Hee memberikan kartunya untuk membayar biaya dokter dan biaya transportasi Ji Ho.

Credit : tvN

Sebelum benar-benar pergi, Se Hee mengelus-ngelus Kitty terlebih dulu. Se Hee terlihat sangat menyayangi Kitty.

Credit : tvN

Gara-gara ucapan Soo Ji semalam sebelum mereka berpisah, pagi Sang Gu terasa begitu berbeda. Ia lebih bahagia daripada pagi-pagi sebelumnya, merasa dirinya mirip Zo In Sung, dan langkahnya pun terasa sangat ringan.

Sang Gu sampai tidak sadar berjalan sambil menari. Merasa, orang-orang disekitarnya juga ikut menari bersamanya. Sampai akhirnya Bo Mi datang dan membawanya kembali pada kenyataan. LOL

Sang Gu sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi sampai-sampai Bo Mi memaksanya buru-buru ke kantor.

Credit : tvN

 

Se Hee tiba di kantor dan langsung bergabung dengan Sang Gu dan Bo Mi yang sudah lebih dulu meeting.

Se Hee menanyakan apakah Bo Mi sudah menghubungi orang yang melaporkan Bok Nam.

Bo Mi mengiyakan. Wanita itu mengatakan ia dan Bok Nam chat melalui chat room mereka, lalu saling tukar nomor ponsel dan menjadi dekat. Tapi, ketika wanita itu berhenti menelpon, Bok Nam mulai menelpon seperti orang gila. Bok Nam bahkan menelponnya.

Sang Gu merasa, jika memang apa yang dikatakan wanita itu benar, maka masalah ini masalah serius. Khawatirnya, ada orang yang membuat laporan palsu.

Se Hee berjanji akan mengecek ulang. Ia juga berpikir akan menggunakan aplikasi blacklist dari developer lain.

Sang Gu berjanji akan bertanya pada Won Seok.

Se Hee pun lalu mengajak Bo Mi menemaninya ke suatu tempat.

Credit : tvN

Ji Ho membawa Kitty ke dokter hewan. Ternyata, pemilik tempat itu adalah sepasang suami istri dan mereka sangat mengenal Se Hee. Mereka tahu bahwa Ji Ho adalah istrinya Se Hee.

Menurut mereka Se Hee adalah seorang pria yang dapat diandalkan. Seorang pria yang keras.

Ji Ho tentu saja heran. Menurutnya, Se Hee tidak seperti itu.

Tapi mereka tidak percaya. Pria keras adalah julukan yang diberikan suster di sana karena kejadian saat pertama kali Se Hee membawa Kitty ke sana.

Dokter hewan bercerita, waktu itu, Se Hee membawa Kitty dalam kondisi sangat buruk sehingga ia meminta Se Hee menyiapkan diri untuk kemungkinan yang terburuk. Mendengar itu, Se Hee langsung emosi dan menggebrak meja dengan tinjunya. “Dia bilang aku tidak bertanggung jawab. Berapapun biayanya, dia ingin aku menyelamatkan Kitty. Padahal Kitty bukan miliknya…”.

Istri si dokter hewan ingat, kalau Kitty adalah kucing yang dibuang. Kitty nyaris mati di jalan saat Se Hee membawa lari ke klinik tengah-tengah malam.

“Kau menikah dengan pria baik. Tidak ada pria jahat yang suka hewan… Benar ‘kan?”, tanya dokter hewan pada istrinya.

Sang istri membenarkan. Masalahnya pria seperti itu hanya peduli pada hewan.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 8 Part 1

Credit : tvN

Se Hee dan Bok Mi ternyata ke cafe tempat Bok Nam bekerja. Bo Mi masuk lebih dulu sementara Se Hee sempat memperhatikan motor Bok Nam yang diparkir di depan cafe.

Credit : tvN

Bok Nam menyapa Bo Mi dengan sangat ramah. menawarkan mencicipi menu mereka yang baru.

Kemudian ia melihat Se Hee. Mengatakan kalau Ji Ho akan telat hari itu.

“Ya. Aku tahu”, sahut Se Hee singkat.

Bok Mi mencicipi dessert sambil memperhatikan Bok Nam. Menyukai rasanya, Bok Mi pun membeli lima buah.

Credit : tvN

Se Hee yang berdiri di depan kasir, melihat tas Bok Nam yang terbuka. Ia mengomentari tas Bok Nam yang terlihat berat karena memang isinya banyak perkakas dari besi, seperti tang. kunci inggris, dll.

Bok Nam beralasan, perkakas itu penting bagi orang yang mengendarai motor. Untuk memperbaiki motor dan juga hati wanita, jelas Bok Nam lagi.

Se Hee membayar dengan kartu kreditnya.

Ketika Se Hee membubuhkan tanda tangan, Bok Nam mengomentari tanda tangan Se Hee yang berubah.

“Ini pertama kalinya aku tanda tangan di sini… Kemarin, aku bayar tunai”, ucap Se Hee, waspada.

“Ah… benarkah? Aku salah orang berarti…”, ujar Bok Nam, santai.

Setelah dari klinik hewan, Ji Ho masih belum percaya Se Hee seperti yang mereka ceritakan. Seorang pria keras? Lari dengan membawa Kitty?

“Rasanya mustahil…”, gumam Ji Ho.

Credit : tvN

Ji Ho tidak sengaja bertemu Soo Ji dan Ho Rang yang ternyata mau ke cafe tempat kerjanya. Mereka mendapatkan banyak kupon dari Bok Nam.

Karena Soo Ji mendapatkan tugas di luar kantor hari itu, ia bisa bebas sampai sore nanti. Mereka pun punya waktu untuk hangout bersama sebentar.

Ji Ho sangat senang.

Credit : tvN

Setelah melihat Bok Nam, Bo Mi merasa laporan keluhan yang mereka terima mungkin laporan palsu. Bok Nam terlihat sangat baik.

“Kau juga terlihat lumayan normal dari jauh…”, sahut Se He, to the point. Se Hee cepat-cepat melihat ke arah lain karena tahu Bo Mi menatapnya menahan kesal.

Bo Mi pun lalu membahas soal motor Bok Nam. Ia sudah tahu harga motor itu dan sangat sangat mahal. “Apa kau penasaran?”.

“Tidak. Tidak sama sekali. Untuk apa penasaran untuk hal-hal seperti itu…”.

“Benar juga. Kau tidak akan tertarik dengan hal-hal seperti itu…”. Bo Mi pun beranjak pergi tapi langsung dihentikan Se Hee.

“Kalau kau sudah tahu, aku akan membiarkanmu memberitahuku…”.

Credit : tvN

Kebetulan, di saat itu Ji Ho dan kedua sahabatnya sampai di dekat cafe. Mereka melihat Bo Mi dan Se Hee di depan cafe. Mereka melihat Bo Mi membisiki Se Hee sesuatu.

Mereka tidak mengenal Bo Mi tapi tidak membahas terlalu jauh. Mereka lebih penasaran dengan sepeda motor yang diparkir di depan cafe.

“Motor itu milik Bok Nam…”, jelas Ji Ho.

“Benarkah? Motor itu sangat mahal. Bisa sama harganya dengan mobil…”, ujar Soo Ji.

“Benarkah?”. Ji Ho sangat terkejut.

Sementara itu, Se Hee sudah tahu harga motor Bok Nam. Ia sangat terkejut tapi ngakunya tidak semahal yang diperkirakannya. Walaupun ngomongnya gitu, tapi Se Hee tanpa sadar mundur selangkah, menjauhi motor Bok Nam. LOL

Se Hee mengajak Bo Mi kembali ke kantor karena merka sudah terlalu lama keluar.

Tapi tidak sengaja, kakinya malah kesandung kaki Bo Mi. Se Hee terjatuh.

Dalam gerakan lambat, tangan Se Hee hampir saja mengenai spion motor Bok Nam. Dengan usaha sangat keras, Se Hee memutar badannya dan berhasil menghindari spion motor Bok Nam.

“Se Hee-nim, tolong berhanti-hati… Harga spion itu sama dengan bayaran lembur seminggu…”, tegur Bo Mi.

“Bisa jadi lebih…”, sahut Bok Nam yang tiba-tiba muncul. Ia juga menyuruh Se Hee hati-hati karena kalau tidak Se Hee akan harus membayar ganti rugi padanya sampai tahun 2048 bersamaan dengan bayar hutang hipotek Se Hee.

Se Hee mengatakan Bok Nam itu berlebihan. Bagaimana bisa sebuah rumah bisa disamakan dengan sebuah spion?

Tapi tiba-tiba sebuah motor hampir menabrak Se Hee. Lagi-lagi karena menghindari motor tersebut, Se Hee hampir mengenai motor Bok Nam.

Bok Nam langsung panik. “Sepeda motorku!!!”.

Credit : tvN

Sekali lagi, dengan usaha begitu keras, memutar badannya berkali-kali di udara sampai akhirnya terjatuh dengan keras di lantai parkiran.

Credit : tvN

“Ji Ho, apa yang harus dilakukan dengan suamimu…”, tanya Ho Rang pada Ji Ho yang kaget luar biasa.

=== Episode 8 : Because This Is My First Husband ===

Credit : tvN

Sang Gu datang ke kantor Won Seok yang ternyata hanya menyewa sewa kamar ukuran kecil. Ruangan itu bau sekali karena jarang dibersihkan dan juga ventilasinya jelek.

Tidak ada yang tahu saat Sang Gu masuk karena Won Seok dan seorang temannya sedang sibuk di laptop sambil mendengarkan musik dengan headset. Mereka juga duduk membelakangi pintu masuk.

Sang Gu diam-diam duduk di sofa dan langsung terlonjak kaget karena tidak sengaja menduduki teman Won Seok yang lain yang sedang tidur.

Teman Sang Gu itu berteriak kaget. Membuat Won Seok juga kaget. Di situlah Won Seok mengetahui kedatangan Sang Gu.

Sang Gu datang dengan membawa satu pot tanaman. Katanya untuk membantu penghawaan ruangan. Tapi sayangnya, pot sebgitu kecil, ga tau mau disimpan dimana. 😀

Won Seok pun mengajak Sang Gu bicara di luar saja.

Credit : tvN

Setelah di luar, Sang Gu baru menanyakan suasana kantor Won Seok yang tidak terlihat begitu baik.

Won Seok pun bercerita tentang Sang Hoon, teman yang tidur di sofa itu, akan putus dari pacarnya karena desakan orang tua pacar Sang Hoon. Mereka tidak mengizinkan putrinya menikah dengan seorang pengembang program yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sama seperti Sang Hoon, Won Seok mengakui kondisinya juga sama. Masalah pekerjaan, juga masalah percintaan. Untuk saat ini, ia terpaksa hidup membujang.

Won Seok pun lalu cerita tentang Ho Rang yang tidak mau berhubungan dengannya karena merasa tidak tenang karena ia tidak mau menikah.

Sang Gu ikut prihatin dan meyakinkan Won Seok bahwa tawarannya kemarin masih berlaku. “Jadi hubungi aku kalau mau bergabung, oke?”.

Won Seok sangat berterima kasih atas tawaran Sang Gu.

Lalu Sang Gu memperlihatkan foto Bok Nam. Ia ingin Won Seok mencari tahu apakah Bok Nam masuk blacklist di aplikasi dating lain.

Won Seok ingin tahu apa yang akan dilakukan Sang Gu karena ia dengar Bok Nam adalah rekan kerja Ji Ho.

Sang Gu juga belum tahu. Ia tidak bisa bertindak gegabah karena Bok Nam kerja dengan Ji Ho.

Namun Won Seok merasa agak tenang karena ada Se Hee. Se Hee bisa diandalkan dalam bidang pekerjaan mereka.

Sang Gu setuju. Ia yakin, Se Hee tidak akan berdarah meskipun terluka.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 8 Part 1

Credit : tvN

Nyatanya, karena terjatuh, kening Se Hee sobek dan mendapatkan beberapa jahitan. Dokter mengingatkan Se Hee agar lukanya tidak terkena air dan kembali ke rs seminggu lagi.

Dokter ingin tahu kenapa Se Hee bisa terluka. Karena Se Hee diam saja, ia pun menanyakan siapa wali Se Hee.

Ho Rang, Soo Ji dan Bo Mi langsung menatap Ji Ho.

Ji Ho ragu-ragu mengangkat tangannya. “Karena sepeda motor….”.

Dokter mengira Se Hee mengendarai motor. Pantas saja mata Se Hee terlihat tajam. Dokter pun berniat melakukan X-ray.

Ji Ho meralat. Bukan naik sepeda motor tapi saat menghindar…

“Sepeda motor yang kencang?”, tebak si perawat. Dia menyarankan pada dokter untuk melakukan CT scan.

Keadaan semakin memalukan. Akhirnya Se Hee pun bicara kalau dia terluka karena menghindari sepeda motor yang parkir.

Dokter dan perawat sampai kaget. Menghindari sepeda motor yang parkir? Tidak ingin menggores sepeda motor? Apa karena sepeda motornya sangat mahal?

Menurut dokter, tidak mungkin ada orang gila yang rela membuat dirinya terluka hanya gara-gara menghindari motor parkir. Tidak akan mungkin terjadi meskipun sepeda motor itu sangat mahal.

Se Hee yang terlanjur malu, tidak ingin berlama-lama di sana. Ia pun pamit setelah berjanji akan kembali minggu depan.

Credit : tvN

 

Di mobil, Ho Rang mengomentari Se Hee yang ternyata atletis juga. Sedangkan Soo Ji malah menduga Se Hee itu penyelam.

Tapi, Bo Mi yang ikut dengan mereka karena tidak ingin bergabung dengan Se Hee dan Ji Ho, merasa mereka seharusnya mengkhawatirkan Ji Ho yang pasti merasa malu.

Ho Rang dan Soo Ji tidak merasa begitu. Kejadian tadi ga begitu memalukan, kok.

Tapi Bo Mi sangat yakin Ji Ho malu. Se Hee menghindari spion yang harganya tidak seberapa di depan teman-temannya. “Kalau aku jadi dia, aku sangat malu…”.

Bo Mi kemudian menanyakan tentang Bok Nam. Apa mereka tahu tentang Bok Nam?

Soo Ji bilang, mereka baru kenal. “Apa kau tertarik padanya?”.

Ho Rang tidak percaya. Bo Mi kerja di perusahaan aplikasi dating, Bo Mi pasti tahu level Bo Mi itu dimana. (Maksudnya, seharusnya Bo Mi sadar diri.)

Bo Mi tidak peduli disindir begitu. Menurutnya, levelnya mungkin saja lebih tinggi dari Ho Rang atau Soo Ji. Ia yakin mereka pasti belum pernah mengikuti tes evaluasi levelnya.

Ho Rang tidak peduli karena dia tidak butuh. Dia sudah punya pacar. Ia percaya, hanya orang-orang yang punya rasa percaya diri rendah yang melakukan hal semcama itu.

“O… Jadi kau punya pacar dan harga diri, tapi kurang sopan santun…”, sindir Bo Mi dengan santai.

Ho Rang langsung marah.

Credit : tvN

Ji Ho menemani Se Hee ke apotik. Ia sempat menanyakan alasan Se Hee menghindari motor sampai membuat dirinya terluka.

Jawaban Se Hee benar-benar membuatnya tidak percaya. Se Hee menganggap, keputusannya melakukan itu sudah benar karena pada akhirnya lebih murah biaya perawatan dirinya daripada biaya perbaikan motor.

Se Hee sama sekali tidak sesuai dengan penilaian dokter hewan dan istrinya tadi.

Ji Ho kemudian memberitahukan tentang kucing Se Hee yang masih di klinik. Kitty terpaksa harus ditinggal dulu karena perlu pemeriksaan lebih lanjut dan bisa dijemput nanti malam.

Se Hee berterima kasih pada Ji Ho. Saat tahu Ji Ho akan ke cafe, ia pun bertanya apakah Ji Ho harus ke sana. Sampai kapan Ji Ho akan kerja di sana.

Ji Ho tidak tahu sampai kapan. Mungkin sampai dia dipecat.

Melihat ekspresi Se Hee, Ji Ho jadi bingung. Apa ada yang ingin Se Hee katakan? Kenapa Se Hee menanyakan itu?

Se Hee mengatakan, ia hanya berpikir haruskah Ji Ho bekerja di cafe itu. Di sekitar tempat tinggal mereka ada banyak cafe. Kalau Ji Ho bekerja di cafe dekat rumah, Ji Ho tidak harus pergi jauh.

Ji Ho merasa Se Hee khawatir karena rekan kerja Se Hee akan sering ke cafe tempat kerjanya. “Jangan khawatir. Seperti yang kamu minta, sebisa mungkin aku akan menghindari situasi yang membuat mereka harus berakting pasangan suami istri…”.

Ji Ho juga menambahkan bahwa ia sudah mencari kerja part time di sekitar rumah tapi tidak ada yang mau menerimanya. Sulit mendapatkan pekerjaan part time dengan kondisinya saat ini. Pekerjaan kali ini pun bisa didapatkan berkat bantuan Bok Nam. “Kumohon, jangan sembarangan bicara seperti itu…”.

Se Hee pun tidak membahas lagi soal pekerjaan Ji Ho. Mereka kemudian berpisah di depan apotik. Dan Se Hee sempat menatap punggung Ji Ho, dua kali. Seolah ada sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.

Soo Ji kembali ke kantor. Melihat boneka pemberian Sang Gu, membuatnya kembali teringat Sang Gu.

Credit : tvN

 

Ketika keluar dari lift, Soo Ji bertemu dengan Asisten Park dan dua rekan Asisten Park.

Asisten Park sempat menyapa Soo Ji tapi perhatiannya tiba-tiba fokus di dada Soo Ji.

Soo Ji yang merasa tidak nyaman, langsung menutup dadanya dengan map dan pamit pergi.

“Kau lihat itu?”, tanya Asisten Park sambil memegang dada rekannya.

“Tidak mungkin…”.

“Benar. Ini bukan pertama kali aku melihatnya…”, ujar Asisten Park lagi.

Credit : tvN
Credit : tvN

Soo Ji ke toilet untuk memakai bra-nya kembali. Tidak sengaja, ia mendengar beberapa rekan kerja wanita-nya yang menggosipkannya.

Ternyata, kejadian di restoran ketika membahas investasi untuk Sang Gu sudah tersebar di kantor. Mereka juga membicarakan tentang Sang Gu yang membantunya dan yakin pasti ada alasan lain kenapa Sang Gu melakukan itu.

Salah seorang dari mereka menduga penyebab CEO Ma menyukai Soo Ji karena Soo Ji tidak memakai bra saat bekerja di luar. Karena ia mendengar rumor Soo Ji begitu saat bekerja di luar kantor.

Seorang rekan yang lainnya tidak percaya Soo Ji seperti itu. Itu membuatnya sangat kecewa.

Setelah rekan-rekannya pergi, Soo Ji baru keluar dari bilik toilet. Dan kebetulan Sang Gu mengiriminya pesan. Mengajak makan malam bersama.

Won Seok ke kantor Sang Gu dan bertemu Bo Mi di lobby. Won Seok sempat menanyakan Sang Gu dimana tapi kata Bo Mi, Sang Gu sedang keluar untuk bertemu tamu VIP.

Credit : tvN

Ternyata, tamu VIP yang dimaksud Sang Gu adalah Soo Ji. Tidak mau menunggu sampai jam makan malam, Soo Ji langsung menemui Sang Gu di sebuah cafe dekat kantornya.

Soo Ji merasa tidak nyaman, terutama setelah melihat Asisten Park melintas di depan cafe. Terlebih lagi, Sang Gu membawa satu tangkai bunga karena menganggap hari itu adalah hari pertama mereka berkencan.

Tidak mau ketahuan siapa pun, Soo Ji membawa Sang Gu ke tempat yang lebih sepi untuk bicara.

Credit : tvN

Soo Ji mempertanyakan alasan Sang Gu melakukan semua ini. Mengajaknya makan malam bersama, datang ke sana tanpa memberitahunya.

Sang Gu berpikir Soo Ji bercanda. Ia pikir Soo Ji tipe wanita yang dingin saat berkencan tapi betapa terkejutnya Sang Gu ketika mendengar ucapan Soo Ji selanjutnya.

“Semalam aku bilang aku ingin tidur denganmu tapi bukan berarti aku mau berkencan denganmu. CEO Ma, kau berumur 20 tahun atau apa?”.

Soo Ji merasa Sang Gu sudah salah memahami situasi. Dia hanya bermain-main saja. “Aku pikir kita sama tapi nyatanya kau jauh lebih polos dari yang aku pikirkan. Ini memalukan…”.

Sang Gu benar-benar sangat terpukul. “Kau itu benar-benar jahat..”.

“Ya. Aku memang jahat… Karena itulah aku bisa bertahan bekerja di bidang ini. Jadi, jangan halangi jalanku, CEO Ma…”.

Sang Gu sangat marah. Menurutnya Soo Ji berlebihan. Dia tidak meminta apa pun selain hanya makan malam bersama. Saling mengenal satu sama lain.

Tapi menurut Soo Ji, sebuah hubungan tidak semudah itu karena jika berakhir, yang disalahkan adalah pihak wanita. Pihak wanita yang harus meninggalkan komunitasnya.

Menurut Soo Ji, dunia masih sama seperti dulu. Jika memang Sang Gu mau berkencan dengannya, maka Sang Gu harus berhenti dari pekerjaannya itu…

Bersambung…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 8 Part 2]

3 Comments
  1. Rumiasih says

    Suatu saat se hee kayannya potong rambut dg gaya baru deh, cos terlalu tua menurutku.. tryta bner eps selanjutnya,,, dtunggu sinop nya. Gumawo 😁

    1. kdramastory says

      He eh… iya… dia ganti style rambutnya tu… nutupin dahinya… tp sy sih suka yg biasa… cocok kok, secara dia ceritanya udh umur 38 tahun… atau selera sy cowok belah tengah ya #Eh 😀

  2. nurhasanah says

    Se hee nim….mmg sesuatu dh…..
    Kamsaeyo sist…..himne!!!!!

Leave A Reply

Your email address will not be published.