Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is my First Life Episode 8 Part 2

2

[Sinopsis Because This Is my First Life Episode 8 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is my First Life Episode 8 Part 2

Won Seok menemui Se Hee untuk membahas masalah Bok Nam. Selain di aplikasi mereka, Bok Nam juga dilaporkan di aplikasi yang lain. Bahkan ada kasus pemerk***an di stasiun Namgung dengan pola kejahatan yang sama. Sayangnya, polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Won Seok menyarankan agar Se Hee memberitahukan Ji Ho tentang Bok Nam tapi Se Hee belum bisa. Walaupun harus memberitahukan Ji Ho, ia harus mengkonfirmasi faktanya terlebih dahulu.Β “Bagaimana kalau salah, pasti akan tidak menyenangkan… Ji Ho bisa kehilangan pekerjaan, pria itu juga bisa kehilangan pekerjaan…”.

Won Seok tidak terlalu ambil pusing karena cuma pekerjaan sambilan saja.

Tapi Se Hee bilang, sebuah pekerjaan sambilan bisa jadi sangat penting bagi seseorang… Jadi dia tidak boleh gegabah dan dia juga tidak mau bertanggung jawab jika nanti menghancurkan pekerjaan seseorang.

Se Hee lalu meminta Won Seok menanyakan lebih jauh tentang kasus Stasiun Namgang itu pada teman Won Seok. Ia juga perlu informasi tentang pelakunya.

Won Seok berjanji akan menanyakan pada temannya. Won Seok sempat menanyakan tentang perban di dahi Se Hee. Membuat Bo Mi harus menahan tawa.

Se Hee cuma bilang itu kecelakaan.

Credit : tvN

Ho Rang datang ke cafe tempat kerja Ji Ho dengan membawa banyak underwear yang baru saja dibeli. Ia membongkar belanjaannya begitu saja di atas meja.

Ho Rang pun ingin memberikan satu untuk Ji Ho tapi Ji Ho menolak karena pilihan Ho Rang sama sekali tidak sesuai dengannya.

Credit : tvN

Bok Nam yang datang membawakan pesanan tiba-tiba ikut menimpal. Menurutnya, pilihan Ho Rang itu lebih cocok untuk Ho Rang karena Ji Ho lebih cocok memakai yang putih.

Ji Ho langsung kaget. Menutup kotak underwear berwarna putih yang tepat ada di depannya.

Menurut Bok Nam lagi, Ji Ho itu sangat cocok pakai warna putih, terutama baju tanpa lengan. “Garis bahunya cantik…”

Ho Rang merasa Bok Nam bicara seolah pernah lihat Ji Ho pakai baju tanpa lengan.

Seketika, Ji Ho juga ingat ucapan Bok Nam saat mengikat rambutnya.

Bok Nam buru-buru memberi alasan. Tidak perlu melihat langsung karena Ji Ho memang cantik. Sebelum pergi, ia memberitahukan Ho Rang bahwa cake yang dibawanya gratis.

Ho Rang berharap bisa tinggal bersama Bok Nam tapi Ji Ho tahu ucapan Ho Rang itu cuma bercanda karena semua underwear yang Ho Rang beli demi Won Seok.

Ho Rang berencana memakai yang warna merah menyala di depan Won Seok tapi tidak membiarkan Won Seok menyentuhnya. Sama sekali tidak boleh.

Credit : tvN

Won Seok diantar sampai ke depan pintu kantor oleh Se Hee, Bo Mi dan tiga bawahan Sang Gu lainnya. Sebelum pergi, Won Seok memberikan kartu namanya dan memperkenalkan dirinya sebagai CEO salah satu perusahaan startup juga.

Won Seok pun lalu menjelaskan aplikasi yang sedang ia kembangkan yang diberinama ‘Get Up’, aplikasi untuk alarm membangunkan tidur. Pengguna bisa menyalakan alarm dan jika tidak terbangun, maka teman si pengguna akan medengar alarm lalu menelpon si pengguna untuk membangunkannya.

Se Hee dan rekan-rekannya tahu dan bahkan pernah memakainya. Hanya saja ia ingin tahu alasan Won Seok membuatnya. Se Hee berpikir lebih baik mengeset alarm dengan waktu yang berbeda.

Won Seok menjelaskan bahwa aplikasinya itu semacam social media alarm. Bisa dipakai untuk couple atau teman belajar, bisa mempererat hubungan,

Bo Mi menanyakan penghasilan per bulan dari aplikasi tersebut. Dan mereka mendesah kecewa karena ternyata aplikasi itu tidak mendatangkan uang.

Sinopsis Because This Is my First Life Episode 8 Part 2

Ho Rang sudah siap menggoda Won Seok begitu tahu Won Seok pulang. Tapi Won Seok malah menangis, terisak-isak.

Credit : tvN

Saat tahu apa yang terjadi, Ho Rang langsung mengomel panjang lebar terutama mengata-ngatai Se Hee yang konyol. Ia pun menyinggung tentang Se Hee yang rela membuat dirinya terluka hanya untuk menghindari motor yang diparkir.

Credit : tvN

Cafe sepertinya sudah tutup karena Ji Ho dan Bok Nam sedang berberes. Bok Nam menegur Ji Ho yang salah meletakkan gelas yang sudah dicuci. Ia juga menegur soal gelas yang pecah tadi siang.

Ji Ho beralasan pelanggan yang menjatuhkannya.

Tapi menurut Bok Nam, jika pelanggan yang menjatuhkan, sebagai pekerja part time, mereka harus menangkap gelas tersebut.

Ji Ho mengerti dan meminta Bok Nam merahasiakannya dari pemilik cafe.

Bok Nam setuju tapi itu artinya Ji Ho berhutang padanya. Bok Nam melihat ponsel Ji Ho bergetar dan mengambilnya. Terlihat di layar ponsel, ‘Pemilik rumah’.

Bok Nam pun memberikan ponsel Ji Ho pada Ji Ho yang kemudian buru-buru keluar untuk menerima telpon.

Credit : tvN

Se Hee menelpon untuk menanyakan kapan Ji Ho pulang.

Ji Ho bilang, seperti biasanya. Ji Ho ingin tahu kenapa Se Hee bertanya itu padanya.

Se Hee mencoba mencari alasan dan mengatakan, nanti malam ada pertandingan arsenal. “Aku hanya ingin memberitahukan itu…”.

Se Hee juga ingin memastikan Ji Ho akan pulang dengan bus. Dan Ji Ho bilang, sepertinya begitu. Lagi-lagi Ji Ho ingin tahu kenapa Se Hee bertanya dan bahkan sudah beberapa kali Se Hee ingin tahu apakah dia pulang dengan bus.

“Aku pikir lebih baik naik bus… Lebih efisien dan lebih aman… dan bus juga berhenti tepat di depan apartemen tanpa pergi ke tempat lain…”.

Se Hee merasa dia terdengar aneh dan Ji Ho membenarkan. Sempat terdiam sesaat sampai akhirnya Ji Ho menanyakan tentang Kitty. Apa Se Hee akan menjemput Kitty? Dengan taksi seperti tadi pagi?

Se Hee membenarkan karena terlalu banyak orang nanti di bus. Sebelum mengakhir telpon, Se Hee memastikan lagi kalau mereka akan bertemu sebelum pertandingan dimulai.

Setelah tahu Kitty akan pulang dengan taksi, Ji Ho mendadak kesal. Sementara Se Hee malah menyuruhnya naik bus. Apa-apaan itu, gerutunya.

Setelah menelpon Ji Ho, Se Hee mendapatkan sms dari dokter hewan yang memintanya menjemput Kitty jam 7 malam.

Credit : tvN

Sebelum pulang, Se Hee sempat dihentikan oleh tiga rekannya yang tidak berhasil menyelesaikan permainan rubik. Mereka memintanya menyelesaikan permainan itu.

Tanpa mengucap sepatah kata pun, Se Hee menatap rubik. Lama… Terlalu lama sampai-sampai ketiga rekannya itu memutuskan pergi saja. πŸ˜€

Credit : tvN

Ketika sedang menunggu bus di halte, Ji Ho disapa Bok Nam yang berhenti tepat di depannya. Bok Nam mengajak Ji Ho pulang bersamanya.

Ji Ho bilang, ia akan pulang dengan bus saja.

“Kenapa? Apa suamimu menyuruh pulang dengan bus?”.

“Apa?”.

“Aku mendengar semua tadi. Apa kau pikir aku tidak bisa mendengar semuanya dari jendela? Dasar bodoh…”.

Ji Ho mengerti tapi ia tetap ingin pulang dengan bus saja.

Bok Nam mengomentari Ji Ho yang patuh pada suami padahal suami Ji Ho juga tidak akan menjemput Ji Ho. Walaupun jarak kantor suami Ji Ho juga tidak terlalu jauh, hanya beda satu stasiun, tidak pernah sekalipun menjemput Ji Ho…

Ji Ho terlihat agak sedih mendengar ucapan Bok Nam itu. “Dia sibuk, tentu saja…”.

“Sibuk apa? Menjemput kucingnya? Jadi buat dia, kau itu prioritasnya lebih rendah daripada kucingnya…”.

Bok Nam kembali membujuk Ji Ho naik motornya, Mereka akan minum bir dulu karena tadi Ji Ho berhutang padanya.

AKhirnya Ji Ho pun setuju. Tapi tasnya sempat terjatuh sewaktu dia menaiki motor Bok Nam.

Sementara itu, Se Hee pulang dengan taksi untuk menjemput Kitty. Ia mengeluarkan rubiknya lagi dan menganalisanya.

Credit : tvN

Setelah mendengar tentang Se Hee yang rela membuat dirinya terluka hanya karena menghindari motor parkir, Ho Rang dan Won Seok pun membahas tentang Se Hee di teras atap sambil minum.

Won Seok ternyata tahu banyak tentang Se Hee dari Sang Gu, Kata Sang Gu, hanya dua hal yang dipedulikan Se Hee, kucing dan pinjamannya. Se Hee tidak pernah naik taksi karena demi menghemat tapi bersedia naik taksi dan membayar operasi malah untuk kucingnya itu.

Ho Rang merasa Se Hee itu benar-benar aneh.

Won Seok membenarkan. Semua orang di tempat kerjanya memang aneh tapi Se Hee adalah yang teraneh. Se Hee bahkan membuat record baru dalam permainan rubik.

Ho Rang tidak begitu terkesan. Baginya, permainan itu hanya permainan anak-anak yang juga dimainkan oleh anak yang tinggal di bawah mereka.

Won Seok tentu saja protes.

Sinopsis Because This Is my First Life Episode 8 Part 2

Konsentrasi Se Hee terpecah karena telpon dari Bo Mi yang mengabarkan perkembangan terbaru kasus Stasiun Namgang. Pamannya yang polisi mengatakan, pelakunya belum diketahui, satu-satunya bukti yang tertinggal di TKP adalah sebuah kunci inggris.

Credit : tvN

Karena Ho Rang menganggap remeh permainan rubik, Won Seok pun menjelaskan dengan detail kelebihan dari permainan rubik. Ada 4 juta kemungkinan cara untuk bisa menyelesaikannya. Pemainnya harus mengkalkulasi dengan tepat setiap gerakannya.

Won Seok bahkan sampai meminjam rubik milik anak yang tinggal dibawah dengan menukarnya dengan cumi kering.

Tapi, seberapa panjang pun penjelasan Won Seok tidak membuat Ho Rang tertarik. Ia lebih tertarik membahas Se Hee.Β Kesal karena Won Seok masih juga tidak memahaminya, Ho Rang pun masuk ke dalam. Berharap tidak pernah bertemu mahasiswa teknik lagi.

Se Hee mulai mengerjakan rubiknya, sembari kepala dipenuhi dengan Bok Nam. Mulai dari ucapan Bok Nam saat mereka bicara di depan apartemennya, di cafe, lalu kunci inggris yang ada di dalam tas Bok Nam dan beberapa ucapan Bok Nam yang mencurigakan.

‘Untuk memperbaiki hati wanita’, ‘Aku harus mendapatkan apa yang aku inginkan’.

Se Hee terus memikirkan Bok Nam sampai akhirnya rubiknya selesai!

Lalu, ia mengatakan sesuatu pada supir taksi tapi diperlihatkan pada kita.

Credit : tvN

Bok Nam membawa Ji Ho ke taman yang pernah mereka datangi sebelumnya. Ji Ho berkali-kali melihat jamnya karena teringat janjinya nonton arsenal bersama Se Hee.

Bok Nam menanyakan alasan Ji Ho menikahi Se Hee. Apa yang disukai Ji Ho dari Se Hee.

Ji Ho berusaha mencari alasan yang meyakinkan Bok Nam. Menurutnya, Se Hee itu orangnya hemat dan sangat baik mengatur hidupnya. “Kau lihat sendiri bagaimana dia dengan spion tadi…”.

“Hanya itu alasannya?”.

“Dia punya pekerjaan jelas… juga punya rumah…”.

Bok Nam menegrti. Itu alasannya kenapa Ji Ho menyimpan nomor suami Ji Ho dengan nama ‘Pemilik rumah’ di ponsel.

Ji Ho sangat kaget.

“Aku melihatnya tadi saat dia menelponmu…”, jelas Bok Nam.

Ji Ho beralasan, itu semacam nama panggilan.

“Maksudmu dia bukan pemilik rumah dalam arti sesungguhnya?”.

Ji Ho mengatakan Se Hee memang pemilik rumah. Dia membayar sewa, dia bekerja part time, memilah sampah dan kadang memasakkan sarapan untuk Se Hee, walaupun sangat jarang.

Bok Nam merasa alasan yang Ji Ho katakan itu membosankan karena ia pikir orang menikah karena alasan lain, seperti karena cinta atau takdir. Kalau seperti yang dikatakan Ji Ho tadi, pernikahan tidak ada bedanya dengan kerja part time. Perdagangan antara pekerja dan modal.

Ji Ho terdiam.

Won Seok mendekati Ho Rang yang masih kesal. Tapi bukan hanya karena masalah rubik tadi yang membuat Ho Rang kesal, tapi karena Won Seok ke kantor orang lain dan dihina.

“Mereka itu aneh. Kenapa peduli sekali dengan aplikasi buatan orang lain…”, gerutu Ho Rang.

Credit : tvN

Won Seok pun menanyakan alasan Ho Rang ingin menikah dengannya. Pekerjaannya tidak mendapat investor, dia sudah hidup seperti itu selama tiga tahun, tanpa uang, rumah dan mobil.

Dan jawaban Ho Rang benar-benar membuat Won Seok terharu. Ho Rang mau menikah karena dia adalah Won Seok. Tidak perlu alasan lain.

Credit : tvN
Credit : tvN

Se Hee ternyata pergi ke halte bus tempat Ji Ho menunggu bus tadi. Se Hee menelpon Ji Ho dan menemukan ponsel Ji Ho terjatuh di jalan.

Credit : tvN

Pada Bok Nam, Ji Ho mengakui bahwa ia menikahi Se Hee karena orang itu adalah Se Hee. Pekerjaan dan rumah bisa jadi alasannya tapi jika orang lain, walaupun dengan kondisi yang sama, ia tidak akan melakukannya.

Ji Ho meminta Bok Nam tidak berkata seperti itu. Ia tahu pernikahan bukan sesuatu yang hebat tapi bukan berarti orang asing bisa meremehkannya.

Bok Nam merasa kecewa karena ternyata bagi Ji Ho dia hanyalah orang asing. “Jadi, apakah kau pikir suamimu akan datang menyelamatkanmu kalau sesuatu terjadi padamu sekarang?”.

Karena Ji Ho tidak bisa menjawab, Bok Nam menebak Ji Ho tidak yakin suami Ji Ho akan datang menyelamatkan Ji Ho.

Ji Ho membenarkan. Dia memang tidak yakin. “Kau puas?”.

“Makanya.. kenapa kau menikahi suami palsu…”, sesal Bok Nam.

Ji Ho sangat terkejut. Tidak mengerti kenapa Bok Nam bisa tahu tentang itu.

Bok Nam yang sudah menghampiri motornya, mengejek Ji Ho yang tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Apa Ji Ho pikir dia tidak tahu tentang itu? “Ketertarikanku padamu lebih dari yang kau pikirkan… Aku bukan orang asing…”.

Credit : tvN
Credit : tvN

Bok Nam mengambil kunci inggris dari tas yang tersampir di motornya. Perlahan berjalan mendekati Ji Ho sambil menyeringai sementara Ji Ho hanya bisa mematung.

Tiba-tiba tangan Bok Nam ditahan seseorang dan orang itu adalah Se Hee.

Credit : tvN

Se Hee merampas kunci inggris dan membuangnya jauh-jauh. “Ayo nonton pertandingan bola…”, ucap Se Hee pada Ji Ho yang masih belum hilang keterkejutannya.

Bok Nam tentu saja marah. Apa Se Hee mau memukulnya sekarang?

“Tidak. Aku tidak memukul orang karena akan merugikanku”. setelah berjanji akan mencicilnya sekalian dengan hutang rumahnya sampai tahun 2048, Se Hee pun merusak motor Bok Nam. Menendangnya sampai terguling.

Credit : tvN

Se Hee mengulurkan tangannya pada Ji Ho yang terus menatapnya. “Ayo, cepat, kita pulang ke rumah kita…”.

Kita tidak bisa saling mengerti jika tidak mencobanya… Walaupun dunia seperti ini, cinta masih ada… – Ji Ho

Credit : tvN

Ji Ho menerima uluran tangan Se Hee dan Se Hee pun membawa Ji Ho pulang bersamanya…

Bersambung…

 

Komentar :

Walaupun sangat senang dengan perkembangan hubungan Se Hee dan Ji Ho yang saaaaangat menggemaskan, tapi ada beberapa hal yang menurut sy agak kurang ‘sreg’.

Sy ga suka ucapan Ho Rang pada Bo Mi waktu di dalam mobil, waktu Bo Mi ikut dengan mereka karena tidak ingin merasa canggung jika bergabung dengan Se Hee dan Ji Ho.

Sy merasa, mentang-mentang Bo Mi aneh menurut pendapat Ho Rang, Ho Rang meremehkan Bo Mi. Merasa Bo Mi cukup pantas mendapatkan seorang pacar. Beda dengan dirinya yang punya pacar. Untung aja, walaupun kesal, Bo Mi menanggapinya dengan tenang. Walaupun singkat, sindiran Bo Mi sukses membuat Ho Rang emosi. πŸ˜€

Lalu, tentang komentar dokter dan perawat saat tahu Se Hee terluka karena menghindari motor parkir. Sepertinya, kurang pantas kalau dokter atau perawat membuat lelucon atas pasiennya. Walaupun mungkin ini hanya joke supaya membuat drama ini lebih fresh, tapi kasian pasiennya kalau dijadikan ejekan. Apalagi selain Ji Ho, ada tiga teman Ji Ho di sana yang otomatis tidak ada hubungannya sama sekali dengan Se Hee. Apa mereka boleh masuk?

Ga make sense…

Lalu ada beberapa hal lainnya yang rasanya agak kurang nyambung. Misalkan, darimana Won Seok tahu tentang Ji Ho yang kerja bareng Bok Nam. Apa dari Ho Rang? Atau Sang Gu yang cerita? Apa sy yang lupa, ya?

Uhm…

Tentang Bok Nam. Di komentar episode 7 postingannya Lia, ada yang menyebutkan Bok Nam ada di bus waktu Se Hee dan Ji Ho mau berangkat ke tempat pernikahan. Sy sampe nyari dan ternyata memang ada!

Bok Nam duduk persis di depan mereka. Paket jaket jins biru.

Daebak! Orang yang tahu detail ini, hebat bgd!!! Jadi sejak kapan Bok Nam stalking Ji Ho? Apakah targetnya memang Ji Ho ataukah See Hee? Karena dia juga sempat mengomentari tanda tangan Se Hee yang katanya berubah…

Mudah-mudahan dikasi jawabannya minggu depan dan berharap hubungan Se Hee – Ji Ho bisa berkembang lebih cepat. Jangan terlalu lama diam-diaman. Bikin gereget aja nih tiap minggu… πŸ˜€

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 9 Part 1]

2 Comments
  1. nurhasanah says

    Wuah….hebat yh yg bisa sedetail itu nontonnya mbak….brrti mmg bok nam ini stalker donk……ngeri juga yh….
    Kan kan….se hee ini maniz bgt dh….apalagi liat prev ep 9,hahaha….itu alasannya saya ngisengin bak dian malem2….kayaknya ep 9 akan ada senyum se hee utk pertama kalinya…..jd gk sabar bgt…
    Kamsaeyo sist

    1. kdramastory says

      Makanya mb… aku jg taunya pas baca di kolom komentarnya Lia. Langsung deh ngecek dan memang iya… Daebak!!!

      Iya, pertama kalinya. Tepatnya pertama kalinya Se Hee senyum agak rileks di depan Ji Ho. πŸ˜€

Leave A Reply

Your email address will not be published.