Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 2 Part 1

0

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 1 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 2 Part 1

Gara-gara kejadian di halte bus itu, Se Hee ketinggalan bus terakhir dan terpaksa pulang dengan taksi. Wkwkwkwkw…

Keesokan paginya, setelah bangun tidur, Se Hee menemukan pintu kamar Ji Ho terbuka lebar. Masih berantakan dan ada buku yang terbuka di atas tempat tidur.

Se Hee menutupnya kembali setelah sekilas memperhatikan kamar Ji Ho.

Credit : tvN

Setelah itu, ia pun sarapan. Sambil menerima telpon dari Sang Gu yang membujuknya menemani Sang Gu kencan. Sang Gu bahkan bilang, teman kencannya itu membawa teman juga dan cantik lagi. Apa Se Hee tidak lihat foto yang dikirimnya?

“Belum”, sahut Se Hee singkat. Tidak peduli, no expression. 😀

Intinya, apa pun yang dikatakan Sang Gu, Se Hee tidak mau makan siang dengan Sang Gu. Makan siang bersama Sang Gu selama hari kerja saja sudah cukup membuatnya stres. Ditambah akhir minggu lagi?

Ga mau.

Se Hee benar-benar ogah makan siang dengan Sang Gu. Bahkan setelah Sang Gu minta maaf karena merasa salah bicara. Se Hee dengan dinginnya, memutuskan telpon begitu saja.

Se Hee melanjutkan makan dan begitu menikmati kesendiriannya bersama Kitty, kucing kesayangannya…

Credit : tvN

Sementara itu, Ji Ho yang sedang belanja di supermarket ditelpon oleh Soo Ji. Sepertinya, Ji Ho juga diajak menemani Soo Ji berkencan karena teman kencannya itu membawa teman juga. Soo Ji bahkan menyinggung soal Ji Ho yang penulis drama tapi belum pernah berkencan. Ji Ho juga belum pernah kissing.

Ji Ho tidak peduli. Menurutnya, kissing itu bukan hal penting.

Mendengar jawaban Ji Ho, Soo Ji jadi curiga. Bagaimana Ji Ho bisa bicara begitu? Apa Ji Ho sudah pernah melakukannya?

Ji Ho terkejut dengan jawabannya sendiri dan berusaha mengalihkan pembicaraan.

Sementara Soo Ji mengancam Ji Ho, sebaiknya jangan sampai Ji Ho berkencan tanpa memberitahunya.

Tidak ingin didesak terus, Ji Ho pun segera mengakhiri obrolan dengan alasan ada telpon yang masuk.

Pulang dari supermarket, Ji Ho melewati taman dan tidak sengaja melihat pasangan yang bermesraan. Mau tidak mau, pemandangaan itu mengingatkannya pada kejadian di halte bus semalam.

Ji Ho berusaha menghilangkan ingatan itu. Bukan sesuatu yang penting, toh dia melakukannya dengan orang asing.

Di depan gedung apartemen, Ji Ho berselisih jalan dengan Se Hee. Se Hee berjalan ke arah tempat pembuangan sampah, sedangkan Ji Ho jalan ke arah pintu masuk apartemen.

Ji Ho masuk lift lebih dulu dan disusul oleh Se Hee. Awalnya mereka tidak saling melihat.

Ketika akan menekan tombol lantai empat, yang sudah duluan ditekan oleh Ji Ho, Se Hee dan Ji Hoo jadi saling melihat.

Credit : tvN

Deng!!!

Sama-sama terkejut. Lalu memalingkan wajah. Tidak saling bicara. Ahahahaha…

Setelah tiba di lantai empat, Se Hee keluar lebih dulu.

Begitu Se Hee pergi, Ji Ho langsung menutup pintu lift kembali. Turun kembali ke lantai satu, sambil terus bicara pada diri sendiri. Sama sekali tidak menyangka bisa bertemu dengan Se Hee di sana. Apa dia juga tinggal di lantai empat?

Begitu tiba di lantai 1, seorang anak kecil masuk lift. Heran melihat Ji Ho yang bertingkah aneh. Manggut-manggut sendiri dan seperti berada di tempat lain.  Ji Ho sendiri berniat harus segera masuk rumah supaya aman.

Ahahahaha… Ga tahu dia… 😀

Begitu tiba di lantai empat, setelah memastikan keadaan aman, Ji Ho langsung lari ke pintu unit apartemennya. Terkejut saat pintu apartemen lain terbuka.

Dikira Se Hee yang keluar, ternyata orang lain. Bhuahahaha…

Setelah aman, Ji Ho cepat-cepat masuk ke dalam rumah. Merasa amat sangat lega. Dia bisa tenang sekarang.

Kemudian Ji Ho melihat sepatu lain dan tahu kalau pemilik rumah ada di rumah. Tapi perhatiannya teralihkan karena mendengar suara pengantar makanan yang mengetuk pintu apartemen yang lain.

Ji Ho benar-benar ketakutan. Bagaimana bisa mereka tinggal di lantai yang sama?

Ji Ho menepis dugaannya itu. Ga mungkin mereka tinggal di lantai yang sama. Seoul itu kan luas…

Ji Ho berpikir akan menanyakan pada pemilik rumah. Dia pasti kenal tetangganya.

Credit : tvN

Kemudian Ji Ho menyadari sepatu pemilik rumah cukup besar untuk ukuran kaki seorang wanita. 275mm? Apa dia itu pemain basket?

Ji Ho melihat kaki di depannya dan langsung menyapa si pemilik rumah dengan ceria tanpa melihat siapa yang disapanya. Dan ternyata…

Si pemilik rumah adalah pria yang di halte itu!

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 2 Part 1

=== Episode 2 : Because This Is My First Kiss ===

Keduanya sama-sama terkejut. Ji Ho yang berpikir mungkin salah masuk rumah, sempat minta maaf dan pergi.

Tapi Se Hee menelponnya dan mengatakan ‘Halo’. Disitulah Ji Ho sadar bahwa pemilik rumah sewanya memang pria di halte bus itu…

Kemesraan Ho Rang dan Won Seok terganggu gara-gara telpon. Ho Rang mendapat telpon dari Ji Ho sedangkan Won Seok mendapat telpon dari Sang Gu.

Dari sanalah mereka tahu tentang Ji Ho dan Se Hee.

Credit : tvN

Kemudian Won Seok pun harus bertemu Sang Gu. Sang Gu melihat PP Yoon Ji Ho adalah seorang pria. Sedangkan Won Seok juga melihat akun medsos atas nama Yoon Ji Ho dengan PP seorang wanita.

Jadi sebenarnya, Sang Gu yang salah lihat akun. Karena dia pikir Yoon Ji Ho adalah seorang pria. Sang Gu menyalahkan Won Seok yang bilang Yoon Ji Ho itu tampan dan sudah lama berhenti merokok.

Won Seok tidak merasa bersalah. Ji Ho itu memang tampan dan sudah lama berhenti merokok. Sebaliknya Won Seok menyalahkan Sang Gu karena Sang Gu bilang Se Hee itu orangnya pendiam, memelihara kucing dan lahir tahun 1980.

Won Seok memperlihatkan foto yang diberikan Sang Gu padanya. Sang Gu bilang Se Hee itu orang yang berdiri di samping Sang Gu.

Ahahahaha… Won Seok pikir yang dimaksud Sang Gu adalah Bo Mi.

Sang Gu tidak merasa bersalah. Orang yang tenang dan memelihara kucing itu adalah Se Hee, orang yang berdiri di di sampingnya.

Won Seok tidak pernah mengira kalau yang dimaksud Sang Gu itu seorang pria dan Sang Gu juga tidak pernah mengira yang dimaksud Won Seok itu seorang wanita.

Akhirnya, tidak ada yang bisa mereka lakukan. Tamatlah riwayat mereka… 😀

Ji Ho dan Se Hee duduk di sofa ruang tengah, berjauhan. Mereka saling bertukar ID untuk memastikan identitas masing-masing.

Credit : tvN

Kemudian, Ji Ho mendapat kabar dari Ho Rang dan memberitahukan Se Hee bahwa temannya akan mengurusnya.

Se Hee tidak yakin. Bagaimana teman Ji Ho yang mengurusnya karena masalah itu mereka yang mengalaminya.

Ji Ho mengatakan, dari nama Se Hee, dia pikir Se Hee itu seorang wanita.

Dan Se Hee juga sama. Dia malah punya teman seorang pria di militer dulu yang namanya persis sama seperti Ji Ho.

Pembicaraan harus terputus gara-gara perut Ji Ho berbunyi. Ji Ho yang merasa sangat malu, menyembuyikan suara perutnya dengan pura-pura batuk.

Sepertinya sih Se Hee dengar. Se Hee lalu pamit pergi dengan alasan ada kerjaan. Se Hee juga berpesan agar Ji Ho menghubunginya setelah tahu cara membereskan masalah mereka.

Credit : tvN

Ji Ho pergi makan ke tempat kerja Ho Rang. Di sana juga ada Soo Ji.

Ho Rang yang merasa bersalah, menawarkan steak tapi Ji Ho tidak mau. Ho Rang benar-benar tidak menyangka Se Hee itu laki-laki.

Setelah Ji Ho pergi untuk mengambil minum, Ji Ho berniat menceritakan tentang kejadian dihalte itu pada Soo Ji. Kebetulan di saat yang sama Ho Rang kembali.

Melihat reaksi heboh kedua sahabatnya, Ji Ho pun mengurungkan niatnya.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 2 Part 1

Credit : tvN

Se Hee sendiri pergi rumah Sang Gu. Dia duduk tegak di depan Sang Gu.

Sang Gu tidak tahu harus bagaimana. Kalau Se Hee marah, silahkan saja pukul dia. Kalau perlu tusuk nadinya dengan sumpit!

Se Hee benar-benar mengambil sumpit tapi hanya mengetoknya dengan keras di meja. Tapi itu cukup membuat telinga Sang Gu berdenging karena terkejut. 😀

Sang Gu tidak mengerti kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Ia menyalahkan Se Hee yang biasanya teliti tapi kenapa tidak memeriksanya dulu.

Se Hee membela diri. Dia sudah memeriksa facebook. Lagipula penyewanya itu rajin mendaur ulang dan merawat kucingnya. Jadi semuanya sempurna baginya.

Sang Gu jadi penasaran. Apa wanita itu cantik? Manis?

Karena Se Hee tidak menjawab, Sang Gu mengambil kesimpulan sendiri. Penyewa apartemen Se Hee itu cantik.

Entah memang karena mengakui Ji Ho cantik atau bukan, yang pasti Se Hee tidak menjawab. Perhatiannya teralih karena mendapat pesan dari Ji Ho yang mengabarkan bahwa Ji Ho akan menginap di rumah temannya, jadi Se Hee bisa pulang ke rumah dengan nyaman.

Malam itu, Ji Ho pulang bersama Soo Ji. Di jalan, Soo Ji mendapatkan telpon dari atasannya yang menginginkan Soo Ji memperbaiki pekerjaannya.

Sebenarnya Soo Ji bisa melakukannya besok tapi karena merasa tidak tenang, Soo Ji berniat kembali ke kantor malam itu juga.

Ji Ho jadi berpikir bahwa memang sudah seharusnya sesuatu yang harus dilakukan, diselesaikan hari hari itu juga.

Soo Ji membenarkan karena tidak ada juga orang lain yang akan membantu pekerjaan mereka.

Akhirnya, Ji Ho pun minta diturunkan di halte. Ji Ho mengurungkan niatnya menginap di rumah Soo Ji malam itu dan kembali ke rumah Se Hee.

Ketika sampai di rumah, Se Hee melihat Ji Ho masih ada di rumahnya.

Credit : tvN

Mereka pun akhirnya bicara. Duduk di sofa, bersebelahan walaupun berjauhan.

Ji Ho mengatakan, ia datang karena ingin minta maaf. Ji Ho meminta maaf atas kejadian di halte bis waktu itu.

Ternyata Se Hee menganggapnya offside. Ji Ho menyerangkan di saat dia tidak berdaya.

Ji Ho minta maaf lagi. Ia merasa Se Hee pasti kesal padanya.

Se Hee mengoreksi. Bukan kesal tapi jika diserang di saat tak berdaya, seseorang akan merasa bingung dan tidak nyaman.

Ji Ho terkejut. Dia tidak bermaksud seperti itu. Dia hanya terbawa suasana dan tidak bermaksud menyerang ataupun melecehkan Se Hee. “Beneran! Percaya, deh!”.

Ji Ho terdiam karena Se Hee meletakkan gelas dengan keras di atas meja.

Ji Ho akhirnya meminta pengertian Se Hee. Ia tahu harus pindah tapi dia tidak punya tempat lain. Saat ini ia sedang menunggu pekerjaan dan setelah mendapatkan pekerjaan itu, ia berjanji akan pindah.

Setelah membungkuk dalam-dalam pada Se Hee, Ji Ho pun cepat-cepat masuk kamar.

Di kamar, Ji Ho membuka laptopnya. Mengirimkan email pada Sutradara Park yang pernah berjanji akan menerima naskahnya. Jadi, Ji Ho menanyakan kabar dari Sutradara Park lagi dan meminta Sutradara Park menghubunginya.

Malam itu, Se Hee masuk kamar dan mengunci kamarnya dari dalam.

Ji Ho mendengar bunyi ‘klik’ saat Se Hee mengunci kamar. Ji Ho benar-benar merasa tidak nyaman.

Keesokan paginya, Ji Ho akhirnya mendapatkan kabar yang sangat ditunggunya dari Sutradara Park.

Di tempat janjian mereka, ternyata juga ada Yong Suk. Ji Ho sempat sedih saat melihat Yong Suk dari kejauhan, tapi mau bagaimana lagi.

Credit : tvN

Sutradara Park berencana akan menjadikan naskah Ji Ho untuk drama Jumat Sabtu. Ia meminta Ji Ho dan Yong Suk saling bekerja sama dengan baik karena drama itu adalah drama pertama yang akan disutradarainya.

Setelah bertemu dengan Sutradara Park, Ji Ho pulang bersama Yong Suk.

Yong Suk sempat menambahkan ide-ide untuk naskah yang sebelumnya memang sudah dituliskan Ji Ho. Yong Suk ingin menambahkan rahasia untuk masing-masing karakter dan untuk salah satu karakter pendukung, ia ingin seorang pelajar yang bercita-cita menjadi penulis.

Yong Suk tidak ingin seseorang lulusan Universitas Seoul yang bercita-cita menjadi penulis karena menurutnya itu tidak realistis. Menurutnya lagi, seseorang tidak pasti kapan bisa menjadi penulis. Ia bahkan mengumpamakan seperti berjalan dalam terowongan yang gelap.

Ji Ho tidak berkomentar banyak karena yang dikatakan Yong Suk itu mirip seperti dirinya. Ji Ho adalah seorang lulusan Universitas Seoul tapi bercita-cita menjadi penulis.

Karena ingin membuktikan dirinya, Ji Ho pun langsung bersemangat. Menyingkirkan buku Universitas Seoul-nya dan mulai bekerja.

Ji Ho terus bekerja berjam-jam, kadang diselingi dengan urusan bersih-bersih rumah, bersih-bersih kamar mandi. Sampai akhirnya pekerjaannya pun selesai.

Sementara itu, Se Hee yang ada di kantornya mendapatkan pesan sms dari bank pinjamannya yang memberitahukan cicilan yang harus ia bayar bulan depan.

Seketika itu juga, Se Hee membuat hitung-hitungan di papan tulis. Dari kejauhan, Sang Gu memperhatikannya.

Karena bulan depan tidak akan mendapatkan uang sewa, Se Hee terpaksa mengurangi beberapa pos pengeluaran.

Credit : tvN

Sang Gu yang penasaran akhirnya menanyakan apa yang dilakukan Se Hee. Ia tidak pernah berpikir, orang seperti Se Hee itu bisa hidup dengan orang lain.

Se Hee menjelaskan dengan rinci rencana keuangannya dan alasan memerlukan penyewa karena memang butuh uang sewa. Sayangnya karena kesalahan Sang Gu, bulan depan ia tidak akan mendapatkan uang sewa.

Credit : tvN

Pulang ke rumah, Se Hee mendapati pintu kamar Ji Ho terbuka lebar dan Ji Ho tidur dengan posisi mengerikan. 😀

Se Hee tidak berkata apa-apa. Ia hanya memalingkan wajahnya dan menutup pintu kamar Ji Ho.

Ketika menggosok gigi di kamar mandi, Se Hee mendapati lantai kamar mandi sudah dikerok bersih, tempat cuci piring dan kompor mengkilat, kaca jendela bersih, begitu juga dengan rak dan tv.

Ternyata sebelumnya Se Hee sudah membuat perbandingan penilaian Ji Ho dengan penyewa sebelumnya dan hasilnya, nilai Ji Ho memang yang terbaik.

=== Flashback ===

Sang Gu melihat nilai itu dan malah menyuruh Se Hee tinggal bersama Ji Ho saja. Dapat nilai sempurna dari orang gila seperti Se Hee lebih sulit daripada dapat nilai sempurna dalam UN. Bhuahahahah…

Tapi Se Hee tidak mau.

Kenapa? Ada banyak pria dan wanita tinggal serumah belakangan ini, bujuk Sang Gu. Sang Gu juga tahu kalau Se Hee tidak tertarik menjalin hubungan dengan siapa pun.

Se Hee tetap tidak mau. Terlalu beresiko.

Resiko? Resiko apa?. Sang Gu malah jadi penasaran.

Tapi Se Hee tidak mengatakan apa-apa.

=== Flashback End ===

Akhirnya kita tahu resiko yang dimaksud Se Hee. Teringat dengan kejadian di halet itu, Se Hee pun menuliskan alasannya tidak bisa tinggal dengan Ji Ho. ‘Karena dia seorang wanita’.

Keesokan paginya, ketika akan berangkat kerja, Se Hee melihat Ji Ho sedang mendaur ulang di tempat pembuangan sampah. Ia pun menghampiri Ji Ho, mengatakan kalau Ji Ho tidak perlu melakukannya lagi.

Tapi Ji Ho tetap melakukannya karena selama belum pindah, itu adalah tugasnya.

Se Hee akan pergi tapi balik lagi. Se Hee menanyakan apakah Ji Ho membersihkan ubin kamar mandi.

Ji Ho membenarkan. Apakah dia perlu izin dulu dari Se Hee?

Tidak perlu, sahut Se Hee. Lalu Se Hee juga menanyakan tentang jendela yang sudah bersih.

Ji Ho bilang, ia membersihkannya sambil menulis…

Lalu tiba-tiba Se Hee bertanya, kenapa Ji Ho menciumnya malam itu.

Credit : tvN

Ji Ho tentu saja terkejut. Apa dia gila?, batin Ji Ho.

Alasan Ji Ho terkejut dengan pertanyaan Se Hee karena Se Hee menanyakannya tanpa menyadari sekitarnya. Mereka berdiri di tempat pembuangan sampah dan sekeliling mereka banyak orang lain dan bahkan sudah tua.

Akhirnya Se Hee pun sadar dan mereka pindah bicara di tempat bermain anak-anak.

Bersambung…

[Sinopsis This Is My First Life Episode 2 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.