Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 1

6

— All images credit dan content copyright : tvN —

[Sinopsis Goblin Episode 11 Part 3]

Kdramastory – Sinopsis Goblin Episode 12 Part 1

Hantu Joong Won muncul di depan Eun Tak. Mengangkat tangannya yang kotor dan kaku, mengajak Eun Tak bersalaman. “Senang bertemu denganmu, pengantin goblin…”. Joong Won memainkan lidahnya yang mengerikan itu… 😱😱😱😱

Eun Tak terdiam. Merasa ketakutan. Kemudian ia hanya mengatakan, “Aku juga…”. Lalu tertawa canggung. Tidak ingin berlama-lama membiarkan para hantu itu terutama Joong Won ada di restoran, dengan alasan pelanggan akan datang, Eun Tak pun menyuruh mereka semua pergi. Dimulai dari hantu yang perempuan itu.

Hantu perempuan itu marah sekali tapi tidak punya pilihan lain selain menuruti Eun Tak. Diikuti 2 hantu lain dan terakhir Joong Won.

Setelah semua hantu pergi, Eun Tak masih merasa tidak nyaman. Berkali-kali ia menoleh ke belakang… 😱😱😱😱

Karena terus diliputi rasa takut, Eun Tak memasukkan korek api satu persatu di dalam saku setiap jaketnya. Eun Tak benar-benar merasa ketakutan, selama 20 tahun ia bisa melihat hantu, belum pernah sekali pun ia melihat hantu yang seperti itu.

Eun Tak cepat-cepat mengalihkannya dengan melakukan hal yang lain. Melihat jadwal kuliahnya yang lumayan padat dan kemudian tiba-tiba teringat surat cinta Kim Shin. Ia benar-benar kesal. Di saat ia harus bertahan hidup, Kim Shin malah menuliskan surat cinta.

Eun Tak menutup kembali buku notes-nya.

Sementara itu, Sunny benar-benar terpukul mengetahui kebenaran bahwa pria yang ia sukai adalah seorang malaikat pencabut nyawa. Untuk memutuskan apakah tetap akan menemui Wang Yeo atau tidak, Sunny memutuskan dengan cara menghitung berdasarkan jumlah gelas yang ia minum dari botol soju.

Gelas pertama, akan tetap menemui Wang Yeo. Gelas kedua, tidak akan menemui Wang Yeo lagi. Terus seperti itu sampai soju habis di gelas yang ketujuh. Dan itu artinya, ia tetap menemui Wang Yeo.

Ia sudah tahu satu botol soju itu akan habis dalam 7 gelas tapi entah kenapa ia tetap memulainya dengan menemui Wang Yeo. Seharusnya ia memulainya dengan tidak menemui Wang Yeo.

Tidak mau menerima keputusan itu, Sunny mencoba lagi menentukan keputusannya dengan cara lain, yaitu dengan menghitung dari setiap potongan acar lobak. Entah keputusan apa yang didapatnya…

Wang Yeo sedang menemani sunbaenim-nya memilih sepatu. Ia masih terlihat sedih dan tidak bersemangat. Wang Yeo menanyakan apakah sunbaenimnya itu pernah dipukul dengan ranting pohon persik.

Sunbaenim itu bilang pernah. Saat ia berada di rumah seorang shaman dan luka itu cukup lama tidak hilang. Tanpa melihat apa yang dipilih oleh sunbaenim-nya itu, Wang Yeo mengatakan, sepatu yang sebelumnya lebih baik. Sunbaenim itu setuju.

Lalu Wang Yeo menanyakan apakah sunbaenim-nya itu pernah ingin ingatannya kembali lagi.

Dan sunbaenim itu bilang tidak pernah. Ia menganggap ingatan yang sudah dilupakan itu memang tidak pernah ada, jadi kenapa harus diingat kembali.

Wang Yeo teringat pertemuan pertamanya dengan Sunny. Pertemuan yang membuatnya tanpa sadar menangis… Lalu pertemuan-pertemuannya selanjutnya dengan Sunny, Sunny tersenyum sangat cantik…

Dan Wang Yeo mengatakan, ia merindukan kenangan itu.

“Jangan begitu. Kita semua pendosa. Kita tidak tahu ingatan yang kita inginkan itu akan membawa kita kemana…”.

Duhh ekspresi sedihnya itu… Please don’t be too sad Mr. Grim Reaper… 🙁

“Aku tahu. Setiap aku merindukan kenangan itu, aku tidak tahu kemana kenangan itu akan membawaku dan membuatku takut, tapi aku tetap merindukannya…”, ucap Wang Yeo dengan sedih. 😭😭😭😭😭

Wang Yeo sedang bersama Kim Shin. Ia mendinginkan botol minuman dengan tangannya dan Kim Shin memasak telur dengan tangannya. Like old days before…

Kim Shin mengomentari Wang Yeo yang minum banyak hari itu. Memang di depan Wang Yeo sudah banyak botol minuman yang kosong. Wang Yeo mengatakan, Sunny sudah mengetahui ia adalah malaikat pencabut nyawa.

Kim Shin terkejut tapi ia berpendapat itu lebih baik. Tapi Wang Yeo menyalahkan seseorang yang membuat bunga persik bermekaran di musim dingin.

Kim Shin terdiam. Teringat saat ia tersenyum bahagia bersama Eun Tak malam itu. “Entahlah…”, jawabnya pura-pura tidak tahu. AHAHAHAHAHA…

Wang Yeo mengatakan ia tidak tahu harus bagaimana. Sekarang pasti Sunny sedang bingung.

Tanpa rasa bersalah, Kim Shin malah menyuruh Wang Yeo memegang tangan tangan Sunny untuk memastikan apakah Wang Yeo melihat ada wajahnya di masa lalu Sunny.

Wang Yeo langsung kesal. Merasa Kim Shin tidak mengerti masalahnya. “Aku bilang aku ketahuan…”.

“Jadi pegang saja tangannya dan lihat apakah aku ada di masa lalunya…”, desak Kim Shin tanpa perasaan. AHAHAHAHA… Duhhhh dasar goblin g peka!!! 😛

Wang Yeo makin kesal. Ia merasa sepertinya Kim Shin tidak tahu betapa beratnya melihat masa lalu orang lain. “Ingatan itu datang padamu seolah-olah seseorang mendorong ingatan itu di dalam dirimu…”, marah Wang Yeo. Wang Yeo merasa tiba-tiba wanita yang ada di lukisan itu menjadi hidup dan kecantikannya membuatnya gila.

Wang Yeo tidak berani meneruskan kata-katanya karena Kim Shin menatapnya marah. Kim Shin memperingatkan Wang Yeo, “Dia adikku…”.

Lalu wang Yeo pun mengaku kalau ia memang melihat satu wajah yang masih muda dan bodoh. Wajah raja muda itu…

Kim Shin merasa, adiknya yang bodoh itu pasti hanya memikirkan raja itu saja. Adiknya itu sama sekali tidak peduli padanya.

Tiba-tiba kedua orang ini merasa stres dan mengambil botol minuman dan meminumnya.

Tiba-tiba Eun Tak turun dari atas dan langsung menuju kamar Wang Yeo. Tanpa menoleh, Wang Yeo mengatakan, ia ada di ruang makan bukan di kamar.

Eun Tak terkejut karena tadi tidak melihat Wang Yeo di sana. Karena melihat Wang Yeo bersama Kim Shin, ia pun tidak jadi bicara pada Wang Yeo. “Lain kali saja…”, tolaknya sambil berbalik kembali ke kamarnya.

Kim Shin langsung curiga karena Eun Tak terkesan menghindar. Dengan kekuatannya, ia bisa mengambil buku notes Eun Tak dari jarak jauh. Eun Tak langsung berbalik lagi, mencegah Kim Shin membaca buku notes-nya.

Sayangnya, usahanya tidak berhasil. Kim Shin membuka bukunya dan melihat tulisan kuno yang ia tiru dari tulisan Kim Shin. Kim Shin tidak percaya Eun Tak tetap meniru tulisan di dokumennya.

Eun Tak sama sekali tidak merasa bersalah karena menurutnya seharusnya Kim Shin yang merasa bersalah karena sudah menuliskan surat cinta.

Mendengar Kim Shin menulis surat cinta, Wang Yeo pun tertarik ingin melihatnya. Eun Tak mengatakan, surat itu untuk cinta pertama Kim Shin. Ia ingin tahu bagaimana cinta itu berakhir dan melihat sespesial apa cinta itu. Oleh sebab itulah ia ingin meminta bantuan dari Wang Yeo.

Wang Yeo mengangguk-anggukkan kepalanya. Senang dengan keputusan Eun Tak itu…

Eun Tak sama sekali tidak percaya ketika Kim Shin bilang itu bukan surat cinta. Setahunya isinya, ‘Suatu hari setelah 100 tahun, ketika cuaca cukup baik…’.

Kim Shin bersikeras bukan itu isinya. Tapi Eun Tak tetap tidak percaya karena Duk Hwa sudah membaca semuanya untuknya.

Kim Shin bilang itu tidak mungkin karena Duk Hwa tidak bisa membaca tulisan itu. Wang Yeo yang ikut melihat tulisan itu juga mengatakan bukan itu isinya.

Mereka jadi tidak mengerti apa yang terjadi. Wang Yeo tiba-tiba teringat ketika Duk Hwa meminta bantuannya untuk menghilangkan ingatan orang-orang setelah Kim Shin membuat mobil-mobil rusak di parkiran. “Apakah kau memberitahunya aku bisa menghapus ingatan manusia?”.

Kim Shin bilang, tidak. Wang Yeo jadi tidak mengerti kenapa Duk Ha bisa langsung mengajaknya.

Lalu Eun Tak juga merasakan keanehan yang lain. Duk Hwa adalah orang yang menemukan daun maple yang pernah ia hilangkan dulu. Kim Shin juga kemudian menyadari ada kata-kata Duk Hwa yang persis sama dengan Eun Tak. Duk Hwa bahkan berani mengiklankan rumah seorang goblin… “Kenapa aku tidak menyadarinya lebih cepat?”, gumam Kim Shin.

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 1

Orang yang sedang dibicarakan oleh Kim Shin, wang Yeo, dan Eun Tak sedang duduk sendirian di sebuah klub. Duduk dengan penuh elegan.

Duk Hwa adalah orang yang menemukan Eun Tak di ski resort dan juga tahu tentang Sunny yang di kehidupan sebelumnya adalah adiknya Kim Shin.

=== Flashback ===

Duk Hwa juga orang yang pernah bertemu dengan wanita berbaju merah sang dewi kelahiran dan langsung mengajak dewi itu minum berdua. Saat itu, dewi itu pernah mengatakan kalau akhirnya goblin bertemu dengan pengantinnya.

Dan saat itu Duk Hwa menjawab, itu takdir.

“Bagaimana dengan Wang Yeo? Bagaimana bisa kau membuat mereka bertemu? Pria dengan pedang di dadanya dan pria yang melakukan itu padanya?”, tanya sang dewi lagi.

“Itu juga takdir…”, jawab Duk Hwa lagi. “Dia sedang mencari tempat tinggal…”.

Mendengar itu, sang dewi terlihat sangat marah. Ia tidak senang melihat Duk Hwa melakukan itu pada Kim Shin padahal Kim Shin sudah dihukum selama 900 tahun. Apa itu tidak cukup?

“Seperti itulah bagaimana pentingnya kehidupan seseorang…”.

Sang dewi mempertanyakan kenapa Duk Hwa tidak menciptakan dunia yang sempurna tanpa ada dosa. Dan Duk Hwa mengatakan, kalau begitu tidak ada orang yang akan mencari Yang Mahakuasa.

Sang dewi mengatakan, semua anak dilahirkan dengan cinta. Jadi ia meminta Duk Hwa menyingkirkan tangan-tangan yang menutupi matanya (nya di sini disebutkan ‘his’ tapi sy ga tahu ‘his’ ini me-refer ke siapa…). Ia meminta Duk Hwa membiarkan mereka saling mengenali satu sama lain. “Biarkan mereka membuat keputusan mereka sendiri…”.

“Sangat disayangkan. Aku menyukainya karena dia tampan…”, sahut Duk Hwa. (lagi-lagi sy ga tahu dia yang dimaksud, Kim Shin atau Wang Yeo…)

=== Flashback End ===

Kim Shin dan Wang Yeo tiba di klub. Bahkan sebelum Kim Shin dan Wang Yeo muncul, Duk Hwa sudah mengetahui kedatangan mereka.

Kim Shin tidak bisa mendekati Duk Hwa, seolah-olah ada tabir tak terlihat yang membatasi antara dirinya dan Dukl Hwa begitu Duk Hwa meletakkan gelas di atas meja. Orang-orang di sekeliling mereka pun membeku.

Kim Shin bisa merasakan Duk Hwa bukan Duk Hwa yang biasanya. “Siapa kau? Mari kita saling memperkenalkan diri…”, ucap Kim Shin.

“Jangan berdoa pada yang Mahakuasa. Dia tidak akan mendengarnya… Kau merengek”, ucap Duk Hwa pada Kim Shin. Kim Shin teringat itu adalah kata-katanya menjelang ajalnya ketika mendengar para pelayannya berdoa pada Yang Mahakuasa.

“Yang Mahakuasa pasti punya alasan sendiri menghapuskan ingatanku… Kau menebak-nebak keinginanku…”, ucap Duk Hwa pada Wang Yeo. Wang Yeo ingat, kata-kata itu adalah kata-katanya saat mengobrol dengan hobae-nya.

Duk Hwa mengatakan, ia mendengar semua permintaan. Ia mendengar Kim Shin memohon kematian, oleh sebab itulah ia mengabulkannya tapi kenapa Kim Shin masih hidup?

Duk Hwa juga mengatakan pada Wang Yeo bahwa ia tidak pernah menghapus ingatan Wang Yeo tapi Wang Yeo sendiri yang memilih menghapusnya tapi kenapa Wang Yeo masih berpikir bahwa itu adalah rencana atau kesalahan Yang Mahakuasa?

Duk Hwa mengatakan, Yang Mahakuasa hanya memiliki pertanyaan yang sederhana. Takdir adalah pertanyaan yang ia berikan dan mereka harus mencari jawabannya sendiri…

Sambil menunjukkan pada dirinya sendiri, Duk Hwa mengatakan, mereka bisa mengucapkan selamat tinggal juga pada anak itu.

Setelah mengatakan itu, Duk Hwa pun berpamitan. Kupu-kupu putih yang sangat banyak keluar dari tubuh Duk Hwa dan terbang ke atas. Duk Hwa jadi tidak sadarkan diri dan terjatuh ke lantai. Orang-orang di sekeliling mereka kembali seperti biasa.

Tak lama, Duk Hwa sadar. Ia heran melihat Kim Shin dan Wang Yeo bisa ada di sana. Ia juga tidak tahu kenapa ia ada di lantai. “Apa aku baru saja pingsan?”, tanyanya bingung. Duk Hwa benar-benar bingung, padahal seingatnya ia baru minum satu gelas saja.

“Siapapun dirimu, aku ingin memukulmu…”, ucap Kim Shin sambil mendekati Duk Hwa. Duk Hwa tentu saja takut. Untungnya Wang Yeo berhasil menjauhkan Kim Shin dari Duk Hwa, kalau tidak habislah Duk Hwa… 😀

Sunny dan Eun Tak mengobrol sambil makan ubi panggang. Ketika Sunny mengakui kalau ia sudah tahu Wang Yeo adalah malaikat pencabut nyawa, Eun Tak sampai tersedak. Ia menanyakan bagaimana Sunny bisa tahu.

Sunny tidak menjelaskan dengan detail. Ia hanya mengaku kalau ia menyaksikan hal yang aneh sesaat. Sunny ingin tahu bagaimana Eun Tak bisa tahu.

Eun Tak cuma bilang kalau ia beberapa kali berpapasan dengan Wang Yeo di dalam hidupnya. Ia meminta maaf karena tidak bisa mengatakan dengan jujur sebelumnya. Namun menurutnya, untuk seorang malaikat pencabut nyawa, Woo Bin termasuk orang yang baik.

Namun ternyata bukan itu yang ingin diketahui Sunny. Ia ingin tahu apakah Wang Yeo punya hantu mantan pacar yang terus mengikutinya. Hal itulah yang pertama kali muncul dalam pikirannya. Ia merasa, dirinya dan Wang Yeo itu benar-benar berasal dari dua dunia yang berbeda. Ia sampai berpikir, jika orang yang disukainya adalah seorang malaikat pencabut nyawa, maka orang yang mengaku kakaknya benar-benar hidup hampir 1000 tahun.

Sunny jadi ingat sesuatu. Ia ingin tahu apakah Eun Tak benar-benar istri goblin. Eun Tak membenarkan. Ia memang istri goblin tapi ia pencari nafkah.

Sunny kesal sendiri mendengar itu. Eun Tak lalu mengatakan walaupun Sunny berkeliaran di sekitar rumahnya, Sunny tidak akan bertemu dengan Woo Bin karena beberapa hari ini Woo Bin pulang larut malam. Eun Tak menyarankan supaya Sunny menelpon lebih dulu. Tapi Sunny tidak mau. Ia hanya ingin bermain dengan Eun Tak saja.

Eun Tak mengiyakan. Lalu Eun Tak ingin mengatakan sesuatu tapi ternyata Sunny sudah tahu lebih dulu. Ia tahu Eun Tak ingin mengganti jam kerja karena sudah mulai kuliah.

Eun Tak kagum melihat keahlian Sunny yang bisa menebak dengan tepat. Sampai-sampai sambil menunjuk ke kepala Sunny, Eun Tak bertanya apakah Sunny itu manusia biasa. Melihat Sunny diam saja, ia jadi tidak enak sendiri… 😀

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 1

Sekumpulan malaikat pencabut nyawa datang ke restoran Sunny. Mereka semua terpesona dengan kecantikan Sunny. Si subaenim sampai bialng kalau ia baru kali ini terkaget saat melihat manusia… 😀

Si hobae bilang kalau pemilik restoran itu adalah wanita yang tinggal di bawah flatnya, jadi ini semacam membantu tetangga gitu…

Sunny datang dengan membawa sekeranjang menu ayam yang lain. Mereka terkejut karena mereka tidak memesan menu itu. Sunny bilang itu traktiran darinya karena menu itu menu baru. Dan lagipula mereka itu mempunyai pekerjaan yang berat.

Mendengar Sunny bilang seperti itu, mereka semua terkejut. Kecuali satu orang yang kelihatannya bodoh dan telmi. Ia tidak menyadari situasi sekitarnya dan hanya asik makan saja… 😀


Malaikat pencabut nyawa yang perempuan dikejutkan dengan kehadiran hantu Joong Won yang tiba-tiba muncul di depannya. Si malaikat ini tidak tahu siapa Joong Won sebaliknya Joong Won tahu siapa malaikat itu.

Joong Won menantang si malaikat itu untuk mengetahui siapa dirinya sendiri karena menurutnya itulah yang paling penting saat ini. “Pergi dan jabat tangan wanita itu… Yang aku maksud adalah pemilik restoran yang baru saja kau tinggalkan tadi…”.

Joong Won mengatakan seseorang yang melakukan kejahatan besar akan menjadi malaikat pencabut nyawa. “Wanita itu akan menunjukkan apa yang sudah kau lakukan dan di bagian apa aku ini…”.

Tanpa menunggu jawaban si malaikat pencabut nyawa itu, Joong Won pun menghilang begitu saja.

Wang Yeo duduk sendirian sambil memikirkan ucapan Duk Hwa tentang memori yang sebenarnya ia sendiri yang minta dihapuskan. Tak lama, hobaenya datang dan menanyakan apa yang sedang dipikirkannya.

“Sesuatu yang tidak seharusnya aku pikirkan…”.

“Lalu kenapa kau memikirkannya?”, tanya hobaenya lagi.

“Karena kalau tidak, besok aku juga akan memikirkannya…”.

Hobae itu meminta Wang Yeo tidak seperti itu karena saat ini keadaan sedang tidak baik. Mereka semua mendapat peringatan gara-gara kasus Janghong-dong itu. Mereka semua mendapatkan teguran supaya mereka semua sadar kalau mereka itu adalah pendosa.

Hobae itu lalu memberikan satu koper yang berisikan kartu nama bulan ini pada Wang Yeo. Tapi Wang Yeo malah bertanya apakah ia diberikan jawaban atau pertanyaan.

“Aku memberikan kartu nama…”, sahut si hobae itu, bingung. Kasihan Wang Yeo. Banyak pikiran jadinya ga nyambung sama sekali… 😀

Ketika sudah kembali ke rumah, Wang Yeo menatap satu kartu nama sangat lama.

Dan ketika Eun Tak pulang ke rumah, ia mendengarkan pembicaraan antara Kim Shin dan Wang Yeo.

“Dia punya waktu 3 jam lagi. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Kau sebaiknya mengucapkan selamat tinggal…”.

Tapi Kim Shin tidak mau. Ia merasa sudah mengatakan semua yang ingin ia katakan selama Ketua Yu masih hidup. Ia meminta Wang Yeo mengantarkan Ketua Yu untuknya. “Katakan padanya untuk terlahir kembali. Dan katakan juga, di kehidupan selanjutnya, ia tidak boleh melayani siapa pun dan hidup dengan merdeka… Katakan padanya aku berterima kasih padanya… Sangat-sangat berterima kasih padanya…”.

Setelah itu, dengan lesu Kim Shin masuk ke kamarnya.

Setelah Kim Shin pergi, Eun Tak baru berani mendekati Wang Yeo, bertanya apa yang terjadi.

“Siapkan pakaian hitam. Kau akan mendengar kabar kematian Ketua Yu sebentar lagi. Dan periksa dia sesekali…”, pesan Wang Yeo sebelum kemudian pergi.

Eun Tak hanya berani duduk di ruang tengah. Dari sana, ia bisa mendengar suara tangis Kim Shin… 😭😭😭😭

Sementara itu, Duk Hwa masih bekerja seperti biasa. Mengomel seperti biasa. Mengutuk Manager Jang seperti biasa karena membuatnya bekerja keras. Hingga akhirnya Sek. Kim muncul.

Awalnya ia mengira kakek ingin memanggilnya, tapi ketika melihat ekspresi wajah Sek. Kim sangat serius dan bilang ia membawa baju ganti di mobil, Duk Hwa pun menyadari sesuatu…

Kim Shin menuliskan sendiri kata-kata yang akan dipahatkan di atas batu nisan Ketua Yu. Ia tidak bisa menahan air matanya yang akhirnya menetes di atas kertas…

Seorang pria yang setiap detiknya di dunia ini baik. Di sini ia beristirahat. Yu Shin Woo.

Ketika Eun Tak kembali dari upacara pemakaman, ia menemukan Kim Shin masih mengurung diri di kamarnya.

Eun Tak memeluk Kim Shin. Mengatakan bahwa seperti itulah rasanya menjadi abadi. Ketua Yu pasti terus menoleh ke belakang karena mencemaskan Kim Shin karena orang yang ditinggalkan yang akan menjalani hidup lebih berat.

“Kita mungkin akan menangis dari waktu ke waktu tapi kita juga sebaiknya banyak tersenyum dan bersemangat. Kau wajib melakukan itu untuk membalas cinta yang telah kau terima…”. 😭😭😭😭

Eun Tak lalu menanyakan apakah ada sesuatu yang diinginkan Kim Shin untuk menghangatkan Kim Shin. Kim Shin menggelengkan kepalanya. Mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Duk Hwa saat Duk Hwa kembali.

Kim Shin menemani Duk Hwa yang baru kembali ke rumah. Duk Hwa sangat sedih dan merasa bersalah pada kakeknya. Bagaimana bisa kakeknya meninggalkannya seorang diri seperti ini dan bagaimana ia meneruskan hidup dengan perasaan penyesalan dalam dirinya.

Kim Shin menepuk-nepuk punggung Duk Hwa. Mengatakan kalau Duk Hwa punya dirinya. Mereka akan terus bersama-sama. Jadi ia meminta Duk Hwa tidak khawatir.

Duk Hwa menangis di pundak Kim Shin…

Bersambung…

 

Komentar :

Akhirnya, Ketua Yu pergi… 😭😭😭😭😭

Sedih bgd liat Kim Shin yang menangis sampai segitunya. Duk Hwa juga sampai seperti itu. Walaupun bandel dan suka membantah, tapi Duk Hwa sangat menyayangi kakeknya. Kakek satu-satunya keluarganya yang tersisa.

Terharu dengan kata-kata Eun Tak. Kita memang menangis jika ada seseorang yang kita cintai meninggal. Tapi tersenyum adalah cara yang terbaik untuk membalas cinta yang sudah diberikan untuk kita… Duhhhh… Mana tisu… mana tisu…

Bisaan banged sihhh dapet quote seperti ini…. Waktu nontonnya sampe nangis, nulisnya pun sekarang masih bikin mewekkkk… 😭😭😭😭😭

Di part ini, kita sudah tahu ternyata Duk Hwa memang manusia biasa ya. Dia cuma dirasuki oleh Yang Mahakuasa. Jadinya fix ya, yang dimaksud oleh Kim Shin di rumahnya cuma ada 1 manusia adalah Eun Tak. Mereka tinggal bertiga…

Dan kupu-kupu putih itu memang perwujudan dari Yang Mahakuasa. Berarti suara laki-laki yang terdengar ketika Kim Shin dibangkitkan adalah suara Yang Mahakuasa. Berarti ada dua yang berperan dalam kehidupan manusia, setidaknya dalam cerita drama ini. Si dewi kelahiran yang berbaju merah dan Yang Mahakuasa. Sepertinya dari percakapan antara sang dewi dengan Yang Mahakuasa, terlihat kedudukan sang dewi lebih rendah daripada Yang Mahakuasa. Walaupun ia agak tidak sependapat dengan keputusan Yang Mahakuasa tapi ia tidak bisa berkata apa-apa.

Dan yang agak misterius, ucapan Yang Mahakuasa yang mengatakan bahwa ia memberi pertanyaan dalam bentuk takdir dan tugas manusia lah yang mencari jawabannya. Kira-kira jawaban seperti apa yang diinginkan oleh Yang Mahakuasa untuk takdir Kim Shin dan Wang Yeo?

Kita liat endingnya nanti… 😀

Oia, kehadiran hantu Joong Won super dramatis ya. Membuat bulu kuduk berdiri. Lebih-lebih waktu dia memainkan lidahnya. Beuhhhh… Serasa kayaknya dia siap memangsa kita… 😱😱😱😱 Syeremmmm… Cocok banged meranin peran evil… 😀 Kenapa ya dia tiba-tiba muncul? Selama 900 tahun kemana saja dia?

Baru nyadar, ternyata Sunny tinggalnya menyewa di gedung milik sang dewi juga ya. Soalnya kata hobaenya WangYeo, dia tinggal diatas flatnya Sunny… Sebuah kebetulan yang sulit dianggap sebuah kebetulan belaka…

[Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2]

6 Comments
  1. Nurhasanah says

    Oh iya mbak…..jadi yg dimaksud jong won pernah lari dari malaikat maut itu….dari wang yeo yah?????
    @pa kira reaksinya wang yeo yah saat ketemu arwah jahat kasim park.sampe dia bisa meloloskan dri gitu….jadi penasaran saya……

  2. Tina says

    Dramanya jd drama horor y gara2 Joong Won muncul neh😅 sedikit di skip gara2 munculnya hantu 1 ini..eh bukan hantu y blm mati kan dia?
    Mb Nur udh duluan😁
    Apa iya..kayae Kim Sun mati demi raja jg deh kan dia jg cinta sm sang raja..aku skip aja bagian yg bahas dewa2 cz g mudeng n g sesuai keyakinan.jd nikmati dramanya ajah

    1. kdramastory says

      Udah mati Joong Won. Cuma memang masih bergentayangan…

      Kim Sun mati demi kakaknya dan demi raja… Kalo g salah pernah dijelasin tapi lupa di ep berapa… 😀

    2. Nurhasanah says

      Iya tina…..duluan.cz lagi cemungudh berlebihan….buka blognya bak dian inih.,.hahaha……

  3. Nurhasanah says

    Hahaha….takdir mbak.dn rada susah mesti komen macam apa.yg dipake teologinya budha ?tao?ato apa yah.bingung,hahaha….cuma chakkanim yg tau,tingkatan dewa2 yg dia buat.na???molla?
    Jd inget oh my ghostess….kayaknya park jong won itu jadi tipe arwah jahat yah.dn dia gk bisa reinkarnasi selama lamanya….kerjanya yh makan jiwanmanusia.bisikin yg jahat 2.bisa musnah,kalo ada yg bunuh….(misalnya malaikat gitu…)
    Beda dg hantu2 yg nemenin eun tak…mereka itu ceritanya arwah penasaran.entar kalo ada urusan di dunianya yg udah diselesaikan…mereka akan kembali ke surga(ceritanya…dn dilahirkan krmbali)
    Episode 12 ,drama ini jadi melow yah mbak…..
    Dn kenapa saya malah berfikir….shin benar benar salah faham sama sun.dia kayaknya mengira,sun mati demi wang yo….padahal sepertinya….sun dengan beraninya memilih mati demi kakaknya” ,shin….

    1. kdramastory says

      Kl ttg dewa memang g bs dikomentar…. maksud sy, yg terlibat di cerita goblin ini. Krn kayaknya sih msh ada dewa2 yg lain…
      Bisa jd joong won memang g bs bereinkarnasi kyk mb nur bilang. Bisa jd jg ada hal yg dia inginkan belum terlaksana jd dia kabur dr malaikat maut. Dia kan prnah jg kabur dr wang yeo 20 thn yang lalu…
      Pasti ada tujuannya knp shin ditakdirkan seperti skrg. Krn yg mahakuasa jg bilang, mereka sendiri yg hrs mencari jawabannya…

Leave A Reply

Your email address will not be published.