Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1

[Sinopsis Goblin Episode 3 Part 3]

Kdramastory – Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1

Eun Tak mengaku bahwa ia sudah melihat pedang itu sejak pertama kali mereka bertemu. “Lalu sekarang aku apa? Aku masih bukan pengantin Goblin?”.

Melihat Kim Shin hanya diam saja, Eun Tak bertanya lagi. Kali ini Kim Shin bilang, ia pikir Eun Tak memang pengantinnya.

Eun Tak tersenyum senang. Apa itu artinya dia bisa menikah dengan Kim Shin sekarang? Apa itu artinya Kim Shin tidak akan pergi sekarang?

Kim Shin bilang itu artinya ia harus pergi ke tempat yang lebih jauh lagi. *Maksud Kim Shin itu artinya ia akan mati…*

Eun Tak tidak mengerti maksud Kim Shin. Kim Shin bilang itu artinya Eun Tak adalah pengantin Goblin. Eun Tak tidak percaya itu yang dimaksud oleh Kim Shin.

Kim Shin ingin tahu jika Eun Tak sudah melihatnya dari awal, kenapa Eun Tak berpura-pura tidak melihatnya?

Eun Tak bilang ia merasa tidak sopan bicara tentang itu di saat pertama kalinya mereka bertemu setelah itu ia jadi takut sesuatu akan terjadi jika membicarakan tentang itu. Oleh sebab itulah ia diam saja. Ia takut Kim Shin akan segera ingin menikah dengannya. Kalau begitu bagaimana dengan rencana kuliahnya? Ia juga khawatir akan menjadi Goblin. Eun Tak bilang ia perlu yakin dulu apakah Kim Shin stabil dalam keuangan atau tidak.

Eun Tak lalu menanyakan apa yang harus ia lakukan sebagai pengantin Goblin.

Kim Shin menatap Eun Tak lama. Kayaknya Kim Shin lagi mikir deh… “Hal pertama yang harus kau lakukan sebagai penganti goblin adalah…” Kim Shin menghela nafasnya. “…cukup tunggu di sini sebentar”.

Kim Shin secepatnya menemui Wang Yeo. Wang Yeo yang sedang merapikan tempat tidurnya sampai kaget sekali. 😀 Kim Shin selalu muncul saat dia sedang merapikan tempat tidurnya… LOL

Kim Shin yang tadi tenang, sekarang panik sekali. Memberitahukan Wang Yeo bahwa Eun Tak bisa melihat dan menunjukkan dengan tepat letak pedang itu di dadanya. Eun Tak memang benar pengantinnya dan itu artinya ia bisa mati sekarang.

“Jadi kenapa? Bukankah itu berita yang bagus? Bukankah kau sudah mencari pengantinmu supaya kau bisa mati? Pengantinmu bisa membantumu beristirahat dengan tenang…”. Wang Yeo bicara tanpa perasaan… 😀

Kim Shin baru sadar setelah Wang Yeo bilang seperti itu. Ia memang sudah mencari pengantinnya seumur hidupnya.

Wang Yeo tidak mengerti apa masalahnya sekarang. “Apa dia bilang dia akan membunuhmu?”. Wang Yeo lagi-lagi tidak berperasaan, 😀 Temannya lagi stres juga… 😀

“Aku tidak bercanda tahu!”, marah Kim Shin.

Wang Yeo menanyakan perasaan Kim Shin yang sebenarnya. Apa sekarang Kim Shin senang atau malah takut setelah tahu Eun Tak bisa melihat pedang itu.

Kim Shin bilang ia tidak tahu. Ia merasa senang karena rasa lelah dan malam-malam yang membuatnya tidak bisa tidur akhirnya berakhir. Tapi di sisi lain, ada sebagian dari dirinya yang ingin hidup sedikit lebih lama lagi.

Wang Yeo menyuruh Kim Shin bilang padanya kalau Kim Shin sudah ingin diantarkan karena seharusnya ia sudah mengantarkan Kim Shin sejak dulu. Dengan begitu ia tidak perlu lagi bekerja lembur mengisi dokumen-dokumen.

“Apa itu yang kau tangkap maksud dari perkataanku?”, tanya Kim Shin mulai kesal.

“Yeah…”. Wang Yeo tetap tidak peduli.

Kim Shin marah dan akan menyerang Wang Yeo tapi Wang Yeo segera menghindar. *Uhhmmm… Apa Wang Yeo ga bisa bersentuhan dengan orang lain ya? Karena waktu Sunny ngajak salaman, ia juga tidak mau… *

Kim Shin berpikir selama ini mereka sudah bersahabat tapi nyatanya…

Perdebatan Kim Shin dan Wang Yeo terhenti karena bel rumah berbunyi lagi. Mendengar suara bel, Kim Shin merasa suara itu seperti suara yang memanggil kematiannya. 😀 Kim Shin tiba-tiba jadi parno…

Wang Yeo menyuruh Kim Shin tenang. Menyuruh Kim Shin menganggap suara bel itu membuat kematian Kim Shin semakin penuh kasih sayang. Ia menanyakan apakah Kim Shin pernah mengatakan kat-kata kasar pada Eun Tak.

Kim Shin langsung ingat saat di perpustakaan dulu, ia memang pernah berkata kasar pada Eun Tak. Kim Shin langsung putus asa. Merasa dirinya akan benar-benar mati sekarang juga. 😀

“Baiklah. Ayo kita lakukan…”. Wang Yeo mengikuti Kim Shin keluar.

Sampai di luar, Kim Shin memarahi Eun Tak karena tidak sabar menunggu.

Wang Yeo yang juga ada di sana, bicara dengan Kim Shin melalui pikirannya. Menyuruh Kim Shin bicara lebih sopan karena Kim Shin juga akan mati sekali. Kim Shin menatapnya marah… 😀

Eun Tak meminta maaf karena tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Selama ini ia terus menunggu Kim Shin sejak tahu bahwa ia pengantinnya Goblin. Eun Tak bilang ia tidak punya tempat tinggal. Bibinya meninggalkan rumah dengan membawa deposit sewa rumah. Jadi ia ingin tahu apakah mungkin Kim Shin tidak jadi pergi…

Wang Yeo menyela. Bertanya pada Kim Shin apakah Kim Shin tidak jadi pergi.

Kim Shin langsung menyuruh Wang Yeo diam karena ia sedang bicara dengan Eun Tak.. 😀

Eun Tak memohon diizinkan tinggal di sana. Ia tidak keberatan jika Kim Shin mengadopsinya. Ia berjanji akan tumbuh menjadi seperti kaktus, menjadi orang yang baik tanpa perlu Kim Shin menjaganya.

Wang Yeo langsung setuju.

Eun Tak menceritakan tentang hidupnya yang menyedihkan. Wang Yeo tiba-tiba sudah ada di samping Kim Shin, mengatakan pada Kim Shin bahwa ia sudah tahu cerita itu, mirip seperti dalam drama.

Eun Tak melanjutkan cerita hidupnya yang menyedihkan itu dan Wang Yeo bilang, ia berharap Eun Tak akan mendapatkan happy ending untuk kisah hidupnya itu.

Eun Tak bilang, karena hidupnya yang seperti itu, ia tidak percaya pada Tuhan. Tapi kemudian ia bertemu dengan Kim Shin. Seperti sebuah takdir. “Oleh sebab itu, kumohon, tolonglah aku…”.

Kim Shin meminta Eun Tak melihat dengan jelas siapa yang tinggal di rumahnya. Kim Shin bilangnya sambil menunjuk pada Wang Yeo. Wang Yeo mengedikkan bahunya. Menegaskan bahwa yang dimaksud Kim Shin itu adalah dirinya, sang pencabut nyawa.

Eun Tak tidak peduli. Karena jika dia tinggal di luar sana ia akan tetap mati kelaparan. Apa pun yang ia lakukan, ia akan mati. Oleh karena itu, ia lebih memilih mati di rumah Kim Shin. “Ada yang bilang tempat di bawah berdirinya lampu adalah yang tergelap…”.

Eun Tak meminta Kim Shin menjadi lampu berdirinya supaya Wang Yeo tidak bisa membawanya pergi.

Wang Yeo meminta maaf. Mengatakan kalau ia dan Kim Shin…

Kim Shin langsung berdiri di depan Wang Yeo, mencegah Wang Yeo bicara lebih jauh. Ia menyuruh Eun Tak masuk dulu dan tunggu di ruang tamu.

Eun Tak sangat senang dan tanpa perlu disuruh dua kali, ia pun langsung berlari masuk ke dalam rumah.

Setelah Eun Tak tidak ada lagi, Kim Shin mengajak Wang Yeo bicara.

Eun Tak sangat takjub melihat betapa luas dan mewahnya rumah Kim Shin. Ia langsung lupa dengan perintah Kim Shin yang menyuruhnya diam di ruang tamu. Ia malah naik ke lantai atas… 😀 Duhhhh…

Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1

Duhhh akrabnya… 😛

Kim Shin dan Wang Yeo bicara di kamar Wang Yeo. Ia memarahi Wang Yeo yang tidak bisa menjaga ucapannya. Seharusnya Wang Yeo tidak mengatakan itu pada Eun Tak.

Wang Yeo bilang ia tidak tahu kalau permintaan Kim Shin untuk mengantarkan Kim Shin itu adalah rahasia.

Kim Shin menuduh Wang Yeo sengaja melakukannya. Memanfaatkan Eun Tak yang bernasib malang.

Wang Yeo malah menyindir Kim Shin yang sudah membiarkan Eun Tak menunggu di luar rumah di cuaca yang beku padahal sudah tahu keadaan Eun Tak.

Kim Shin melarang Wang Yeo keluar kamar. Ia punya rencana untuk mengatasinya walaupun akan terlihat sedikit materialistis.

Kim Shin dan Eun Tak bicara di ruang tamu. Kim Shin bilang, ia memilih opsi nomor dua dan menyerahkan amplop yang berisi uang 5 juta won. 5 juta won = 5000 dolar *WOWWWW… *

Eun Tak menatap Kim Shin lama, membuat Kim Shin merasa canggung. Eun Tak menolak uang itu. Setelah melihat rumah Kim Shin, ia menarik kembali ucapannya tadi.

Kim Shin sama sekali tidak mengerti maksud Eun Tak.

“Rumah ini sangat sempurna untuk membesarkan anak…”, ucap Eun Tak, ceria. *Apa?!?! *

Eun Tak ingin tahu tipe istri seperti apa yang diinginkan Kim Shin. Istri yang baik? Istri yang bijaksana? Istri yang seksi? Ahahaha… Eun Tak bahkan menyibak rambutnya ke belakang telinganya. Istri yang profesional? Apa Kim Shin ingin ia berganti tipe setiap hari?

Kim Shin heran, karena setahunya Eun Tak tidak menyukainya. Eun Tak berkilah. Mengatakan kalau ia sudah bicara yang tidak-tidak dan menarik kembali kata-katanya itu.

Eun Tak kemudian menatap Kim Shin serius. Ia berusaha berkomunikasi dengan Kim Shin melalui pikirannya. “Ahjussi, kau sangat tampan! Kau sangat keren! Aku tidak pernah ingin melihat bintang setelah bertemu denganmu… Dan kenapa aku perlu melakukan itu saat aku bisa menatap ke dalam matamu?”. *Asssikkkk…. 😀 *

Kim Shin heran melihat Eun Tak menatapnya sambil senyum-senyum. Dengan malu-malu, Eun Tak bilang Kim Shin mendengar pikirannya. “Aku minta maaf. Aku terus berpikir terlalu keras, ya?”.

Tapi sayangnya, Kim Shin bilang itu bohong. Ia tidak bisa mendengar pikiran Eun Tak.

Eun Tak langsung kecewa. Ia ingin tahu bagaimana Kim Shin bisa datang dan menyelamatkannya saat diculik dulu.

“Aku hanya merasakannya saja…”. Kim Shin menduga itu ada kaitannya dengan tanda lahir di leher Eun Tak.

Mendengar itu Eun Tak jadi emosi. Selama ini ia selalu berusaha menjaga pikirannya sepelan mungkin supaya Kim Shin tidak mendengarnya dan langsung menghancurkan pikirannya itu sampai berkeping-keping. “Kadang-kadang aku harus bernyanyi supaya tidak memikirkanmu! Bahkan saat aku menatap daun maple, aku berusaha berpikir bahwa aku memikirkan daun bukan ahjussi! Aku bahkan berhati-hati saat memikirkan diriku sendiri!”.

Kim Shin terdiam. Ia tidak menyangka selama ini Eun Tak memikirkan dirinya. Ia jadi bingung sendiri.

“Apanya yang bingung? Aku sudah bilang aku pengantinmu!”, marah Eun Tak. Kim Shin menatap Eun Tak sangat lama.

Karena Kim Shin tidak juga bicara, Eun Tak akhirnya bertanya apakah ia boleh membongkar barang-barangnya.

Kim Shin tidak mengizinkannya. Ia juga tidak mengizinkan Eun Tak membawa uang itu.

Eun Tak ingin tahu apakah ada opsi ke-4. Melihat Kim Shin hanya diam saja, ia menganggap opsi itu paling baik dari yang tiga opsi sebelumnya.

Duk Hwa datang ke sebuah unit apartemen, sepertinya kakek yang menyuruhnya datang. Ia kaget saat melihat Eun Tak ada di sana. Eun Tak juga kaget melihat Duk Hwa.

Kakek meperkenalkan Duk Hwa sebagai cucunya yang akan tinggal di lantai di bawah Eun Tak. Ia mempersilahkan Eun Tak menyuruh Duk Hwa aaaaapa saja.

Duk Hwa keberatan. Kakeknya juga punya banyak sekretaris kenapa juga harus dirinya.

“Apa kau tidak mau kartu kredit?!”, bentak kakek.

Duk Hwa langsung berubah 180 derajat begitu kakek menyebut tentang kartu kredit. Dengan sangat sopan ia berjanji akan menjaga Eun Tak karena ia yang paling mampu melakukan itu… 😀 Lalu Duk Hwa pun menyebutkan namanya.

Kakek memberikan kartu namanya pada Eun Tak. Ia sangat paham Duk Hwa kadang-kadang bisa tidak dipercaya. Ia meminta Eun Tak menghubunginya jika sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi.

Eun Tak membawa kartu nama kakek. Ketua Yoo Shin Woo. *Ahahaha kartu namanya iloom, iklaaannnn…*

Eun Tak kaget saat mengetahui ternyata kakek adalah seorang pemilik perusahaan besar. Duk Hwa tidak mau ketinggalan, memperkenalkan dirinya sebagai cucu kakek, pria kaya generasi ketiga. Sambil tebar pesona sedikit… 😀

Kakek mempersilahkan Eun Tak istirahat dan mengatakan akan membawa Duk Hwa bersamanya. Duk Hwa langsung protes, tidak mau pergi karena masih ingin bicara dengan Eun Tak.

Kakek menarik Duk Hwa pergi sambil menjewer kupingnya… 😀 Kasian Duk Hwa. Ga tau dia siapa Eun Tak.

Setelah kakek pergi, Eun Tak baru kembali pada dirinya sendiri. Ia sangat senang. Berlari ke sana sini. Memeriksa semua ruangan yang ada di apartemen. Mencoba semua yang bisa ia coba…

Sampai akhirnya ia merebahkan diri di tempat tidur. Entah kenapa, perasaannya yang ceria tadi tiba-tiba hilang. Di kamar yang mewah dan luas, ia merasa kesepian.

Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1

Duk Hwa ingin tahu siapa Eun Tak. Tapi kakek mengatakan itu bukan sesuatu yang perlu Duk Hwa ketahui. Yang perlu Duk Hwa lakukan cukup memastikan Eun Tak memiliki semua yang Eun Tak butuhkan karena ada sesuatu yang sangat penting ada di tangan Eun Tak.

Duk Hwa kaget. Ingin tahu apa itu.

“Masa depan kartu kreditmu…”, sahut kakek lalu masuk ke mobilnya.

Duk Hwa merasa sedikit kesal. Ia yang ortang kaya tapi kenapa kartu kreditnya malah ada ditangan gadis sma yang bahkan tidak ia kenal.

Duk Hwa datang ke rumah Kim Shin, menemui Kim Shin untuk mengadukan kakeknya yang membawa seorang gadis. Tapi ia sangat terkejut melihat Kim Shin duduk lesu sambil menatap tiga butir obat di tangannya.

Kim Shin bilang, satu butir untuk mengatasi kecemasan, satu untuk gangguan bipolar dan satu lagi untuk insomnia.

Duk Hwa tidak mengerti kenapa Kim Shin memerlukan semua obat itu. Kim Shin bilang saat ini ia merasa sangat gelisah, merasa senang kemudian sedih, kesepian kemudian sangat bahagia. “Aku tidak bisa tidur…”, keluhnya.

Duk Hwa tidak mengerti kenapa Kim Shin bisa merasa kesepian lalu bahagia. Kim Shin hanya bilang ia merasa berat badannya turun… :-D. Duhhh kesiaannn banged ya yang lagi galau…

Kim Shin menelan tiga butir sekaligus. Ia langsung pergi padahal belum minum air putih sama sekali.

Lalu Wang Yeo datang. Ia juga mengambil satu butir dari setiap botol obat yang ada. Ia memberitahukan Duk Hwa bahwa ia juga mengalami gejala yang sama. Jika ia meneteskan air mata saat pertama kali bertemu dengan seorang wanita yang sama sekali belum pernah ditemuinya, apa artinya itu?

Wang Yeo memasukkan ketiga butir obat itu sekaligus ke dalam mulutnya. Kalau Kim Shin menelan langsung, ia malah mengunyahnya… 😀 😀 Aduhhh… dua mahkluk gaib ganteng ini sama-sama lagi galauuuu…

Eun Tak sedang berada di restoran Sunny. Seperti biasa, tidak seorang pelanggan pun tampak batang hidungnya. Saat Eun Tak sibuk bekerja, di televisi, acara bincang tentang kesehatan ditayangkan. Acara itu membahas tentang kesehatan jiwa dan nara sumbernya adalah…. wanita misterius itu. Dan seperti biasanya, ia memakai baju berwarna merah…

Eun Tak tidak memperhatikan acara tersebut. Ia malah teringat dengan tanda lahirnya. Ia menyentuh tanda lahirnya itu…

Wanita itu membicarakan tentang gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan insomnia yang menghantui masyarakat modern. Termasuk pembelian secara impulsif. Ia mengingatkan jika ada orang di sekitar pemirsa yang membeli barang terlalu banyak, itu tandanya…

Kim Shin dan Duk Hwa sedang menonton televisi. Sepertinya acara yang sama. Dan ternyata di belakang mereka, sudah ada banyak tumpukan kardus yang sepertinya hasil belanjaan Kim Shin…

Duk Hwa hanya bisa geleng-geleng kepala…

Terdengar lagi suara wanita itu yang memberitahukan ciri yang lain yaitu tiba-tiba menjadi overconfident.

Kim Shin keluar dari kamarnya dan entah apa yang merasukinya, ia menantang Wang Yeo dan Duk Hwa berkelahi. Karena Wang Yeo dan Duk Hwa hanya menatapnya heran, Kim Shin bilang, lupakan kalau mereka tidak yakin dengan kemampuan mereka… *Cari gara-gara ni si goblin!!! 😀 *

Duk Hwa merasa Kim Shin sudah kelewatan. Ia mengajak Wang Yeo untuk mengikat Kim Shin. Tapi Wang Yeo menolak. Ia malah memilih menerima tantangan Kim Shin. *Ga ngerti kenapa dua orang ini dan juga Duk Hwa mengangkat kedua tangan mereka di belakang kepala mereka.. Kenapa ya? Apa maksudnya?

Lalu Wang Yeo pun menyusul Kim Shin, meninggalkan Duk Hwa yang masih tidak mengerti kenapa kedua makhluk gaib itu bersikap super galau…

Lalu terdengar lagi suara wanita misterius itu, menyebutkan gejala yang lain, yaitu orang tersebut tiba-tiba jadi begitu mencemaskan kesehatannya.

Kim Shin mendekati Wang Yeo sambil memegangi perutnya. Ia mengeluhkan perutnya yang terasa kram. Ia berpikir ia sakit maag. Ia minta minuman yang baru saja Wang Yeo ambil dari kulkas.

Wang Yeo langsung menghabiskan minumannya. Lalu bilang kalau Kim Shin tidak akan mati meskipun ga ada perut… 😀 Wang Yeo tahu Kim Shin sakit perut hanya karena tidak bisa makan. Kim Shin hanya akan mati setelah pengantinnya mencabut pedang itu.

Kim Shin mendadak salah paham dengan kata-kata Wang Yeo itu. Ia menuduh Wang Yeo menyuruhnya mati saja.

“Aku tidak pernah bilang begitu! Kenapa kau sangat sensi?”.

Kim Shin jadi marah dikatai sensi sama Wang Yeo. “Wuahhh… Jadi aku yang aneh di sini? Aku orang yang tidak penting di sini? Orang seperti aku ini harus mati? Tidak punya hak untuk hidup? Hah?! Kenapa tidak kau pergi dan katakan saja padanya?! Suruh dia bunuh aku! Katakan padanya aku pantas dibunuh!”. *Wuahhh… Kim Shin bener-bener sensi!!!! 😀 😀 *

Dengan tenang, Wang Yeo cuma mengomentari Kim Shin yang hampir menangis. Kim Shin langsung sadar dan bilang kalau ia sudah berusaha keras menahannya…

Kim Shin lalu pergi dengan bahu yang membungkuk. Wang Yeo benar-benar stres menghadapi Kim Shin yang seperti sedang PMS. Ia bahkan sampai berpikir akan lebih baik jika pindah saja dari rumah Kim Shin.

Sinopsis Goblin Episode 4 Part 1

Eun Tak akan pergi ke sekolah. Tapi langit tiba-tiba mendung dan hujan. Mau tidak mau Eun Tak jadi memikirkan Kim Shin. Ia bertanya-tanya sendiri apakah Kim Shin sedang merasa sedih.

Dan ternyata firasat Eun Tak itu benar. Di rumahnya, Kim Shin memang sedang sedih. Menatap daun maple hadiah dari Eun Tak.

Eun Tak marah-marah karena Kim Shin yang sedih membuatnya sakit hati. Jika memang Kim Shin tidak menyukainya, seharusnya Kim Shin bilang langsung. “Kenapa kau membuat hujan dan menyebabkan masalah pada semua orang?!”, teriak Eun Tak pada langit. Membuat orang-orang heran melihatnya.

Duk Hwa datang menjemputnya. Dengan sopan, Duk Hwa mengatakan ia akan mengantar Eun Tak ke sekolah.

Eun Tak melarang Duk Hwa bicara formal padanya tapi Duk Hwa tidak mau. Ia tidak mau nanti Eun Tak akan mengadu pada kakeknya. Walaupun Eun Tak tidak mengadu, tapi orang lain pasti akan melakukannya.

Eun Tak melihat ke samping. Agak jauh dari mereka memang ada mobil lain. Sepertinya pria itu salah seorang anak buah kakek Duk Hwa.

Duk Hwa mengantarkan Eun Tak sampai tepat di depan drop off sekolah. Duk Hwa bahkan sengaja membuka penutup atas mobil sport-nya. Sepanjang jalan sepertinya Eun Tak merasa malu sekali. Sampai-sampai ia terus menyembunyikan kepalanya supaya tidak terlihat. Ia tidak tahu kalau Duk Hwa mengantarkannya sampai ke dalam lingkungan sekolah padahal tadi ia sudah berpesan agar Duk Hwa menurunkannya di simpang jalan saja.

Tapi Duk Hwa tidak peduli. Menurutnya, jika memang kaya, mereka harus memamerkannya hingga ke depan sekolah. Duk Hwa turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Eun Tak.

Eun Tak sebenarnya tidak ingin turun tapi Duk Hwa mengancam akan melakukannya lagi besok kalau Eun Tak tidak turun. Eun Tak tidak percaya. Namun Duk Hwa mengatakan akan melakukannya walaupun tidak akan semenyenangkan hari itu. Karena sekarang Eun Tak sudah mendapat banyak perhatian.

Memang siswi-siswi yang lain berkumpul di sekita mobil Duk Hwa. Mereka ingin tahu siapa yang datang ke sekolah dengan mobil mewah. Salah satu dari mereka adalah siswa yang tidak menyukai Eun Tak. “Bukankah itu Ji Eun Tak?”, katanya.

Dari situlah Duk Hwa baru tahu siapa nama Eun Tak. Dari semalam ia belum sempat menanyakan nama Eun Tak. Duk Hwa baru tahu ternyata Eun Tak adalah gadis yang banyak menangis itu, gadis yang membaca buku tentang Goblin. Duk Hwa baru mengerti ternyata Eun Tak mengenal pamannya. Maksudnya Kim Shin.

Duk Hwa merasa ia mulai bisa menyusun teka-tekinya. Ia lalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bibi Eun Tak. Hukuman… maksudnya emas… maksudnya hukuman yang didapat oleh bibi Eun Tak. Duk Hwa sampai bingung sendiri menyebutkannya.

Eun Tak sama sekali tidak mengerti maksud Duk Hwa. Suk Hwa juag tidak mau repot menjelaskannya. Ia hanya bertanya-tanya hukuman seperti apa yang pamannya berikan untuk bibi Eun Tak.

Bibi Eun Tak sudah menemukan anak perempuannya itu. Dengan berpakaian bak orang kaya, mereka mendatangi sebuah toko emas. Mereka menjual kedua batang emas itu.

Pemilik toko sedikit curiga dengan asal emas batangan itu karena emas itu kualitasnya super. Ia tidak percaya saat bibi Eun Tak bilang emas itu dibelinya. Lalu bibi Eun Tak pun mengaku kalau ia mendapatkan emas itu dari warisan.

Penjual itu masih curiga. Ia menanyakan apa yang terjadi pada wajah anak perempuan bibi Eun Tak. Dengan jujur, ia mengatakan ibunya memukulnya.

Bibi Eun Tak sangat marah pada anak perempuannya itu. Anak bibi yang laki-laki juga kesal. Merasa ibunya kurang keras memukul adaiknya. Sepertinya adiknya itu perlu dipukul sekali lagi. Keadaan jadi kacau, mereka hampir saja saling bertengkar sendiri.

Penjual itu merasa tidak nyaman. Ia meminta mereka menunggu sebentar karena ia harus mengambil alat untuk mengecek emas itu.

Bibi Eun Tak dan anak-anaknya hanya mangut-manggut saja. Si penjual itu lalu masuk ke dalam.

Setelah ditinggal, bibi Eun Tak memukul kedua anaknya itu. I amenyuruh mereka berdua tunggu di mobil saja. Anak yang laki-laki tidak mau disalahkan. Menurutnya yang salah itu adiknya karena adiknya itu membawa lari emas itu… *Kacau dehhhh ini keluarga… *

Ternyata sepertinya si penjual menelpon polisi. Karena kemudian bibi Eun Tak dan kedua anaknya harus menjelaskan pada polisi. Polisi menuduh bibi Eun Tak mencuri emas itu.

Dengan tegas bibi Eun Tak membantah. Ia tidak mencurinya. Emas itu ada di laci keponakannya dan ia mengambilnya.

“Ibu, itu sama saja dengan mencuri…”, ucap anaknya yang cowok dengan polos.

“Diam kau, brengsek!”, umpat bibi Eun Tak sambil memukul kepala anak cowoknya itu. Ia memberitahukan pak polisi bahwa anak cowoknya itu juga komplotannya.

Polisi kembali menanyakan asal usul emas itu karena tadi pada penjual, bibi Eun Tak bilang emas itu dari warisan. Bibi Eun Tak bilang ia tidak bohong, keponakannya yang mendapatkan warisan dari ibunya yang mana bilamana adalah kakaknya… Nah lho? WKWKWKWK…

Pak polisi percaya kata-kata bibi Eun Tak tapi ia ingin tahu siapa nama dan tanggal lahir keponakan bibi Eun Tak itu.

Bibi Eun Tak tahu Eun Tak siswi smu, tapi tiba-tiba ia tidak ingat nama Eun Tak. Ia bertanya pada kedua anaknya.

“Eun Ji?”, ucap anak yang cewek.

“Eun Yi?”, ucap anak yang cowok.

Pak polisi jadi tidak sabar dan membentak mereka. Ia menyimpulkan bahwa emas buatan Bank Korea yang seharusnya disimpan di Bank Federal New York itu dicuri oleh keponakan bibi Eun Tak lalu dicuri oleh bibi Eun Tak.

*Apa??? Dengan kekuatan magisnya Kim Shin ternyata bisa mencuri dari jarak jauh???? Daebak!!! Keren hukuman Kim Shin ini… Makin suka sama goblin guantengg ini… 😛 *

Bibi Eun Tak kembali membantah. Ia bahkan menyuruh pak polisi mengecek sendiri ke rumahnya untuk bertanya langsung pada keponakannya itu. Tapi saat ditanya dimana alamat rumahnya, bibi Eun Tak tidak bisa menjawabnya. Ia hanya tahu rumahnya itu di Seoul, Sungbuk-gu… Bibi Eun Tak tidak bisa mengingat nomor rumahnya sendiri.

Bibi Eun Tak bertanya alamat rumah mereka pada kedua anaknya. Tapi sia-sia saja, kedua anaknya pun mendadak tidak ingat pernah punya rumah…. 😀

Mereka bertiga tiba-tiba merasa sangat bingung. Nge-blank. Pak polisi kesal sekali. Menganggap mereka bertiga itu orang gila… WKWKWKWK…

Duk Hwa akhirnya tahu siapa Eun Tak dari Wang Yeo. Ia baru mengerti kenapa selama ini pamannya terlihat depresi. Ie menduga Eun Tak pasti bukan tipe pamannya. LOL

Orang yang diajak bicara terlihat tidak begitu mendengarkan. Ia tenggelam dengan pikirannya sendiri sampai-sampai membekukan piring kuno yang sengaja dibeli Kim Shin di jaman pemerintahan Raja Louis ke-14.

Wang Yeo hanya diam, menatap Duk Hwa serius.

Duk Hwa melarang Wang Yeo menatapnya serius karena itu membuatnya takut. Melihat Wang Yeo yang sedih, Duk Hwa menebak pasti karena wanita yang membuat Wang Yeo menangis saat pertama kali melihatnya.

Duk Hwa menyuruh Wang Yeo berpikir lebih keras karena bisa jadi itu bukan pertama kalinya Wang Yeo melihat wanita itu. Kalau memang Wang Yeo lupa, mungkin wanita itu mengingat sesuatu.

Sambil mengingat kembali pertemuannya dengan Sunny. Wang Yeo menceritakannya pada Duk Hwa. Menurut pendapatnya, wanita itu memiliki kepribadian yang cemerlang, membalik rambutnya.. Wang Yeo memperagakannya pada Duk Hwa, dan bibirnya… Wang Yeo mengerucutkan bibirnya.

“Aku benar-benar belum pernah melihatnya sebelumnya…”.

Duk Hwa kecewa. Berharap lanjutan ceritanya bukan seperti itu. Ia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan wanita itu dengan bibirnya itu. Ia sampai-sampai berteriak pada Wang Yeo.

Wang Yeo menatap Duk Hwa marah, membuat piring kuno itu semakin membeku.

Duk Hwa cepat-cepat bilang tidak akan bertanya lagi. Ia pun cepat-cepat pamit pergi. Takut pada Wang Yeo.

 

Hari itu Wang Yeo pergi ke jembatan penyeberangan tempat pertama kali oa bertemu dengan Sunny. Ia menunggu mungkin saja Sunny akan lewat di sana.

Seorang pria tua yang sakit keras ditunggui oleh istrinya yang bukan orang orang Korea. Tak lama, pria tersebut meninggal dunia.

Kim Shin memakai kemeja putih dengan jas hitamnya. Ia terlihat sedih. Kebetulan saat ia keluar dari kamar, Wang Yeo pun baru pulang. Wang Yeo mengomentari pakaian Kim Shin yang sangat rapi.

“Apa kau akan ke pernikahan atau ke pemakaman?”, tanya Wang Yeo. Wang Yeo jadi berpikir, karena pakaian ke pernikahan dan pemakaman sama, orang-orang banyak menganggap pernikahan sama saja dengan pemakaman.

Kim Shin tidak mau bercanda karena suasana hatinya tidak baik. Ia menanyakan apakah Wang Yeo juga bisa bekerja di luar negeri. Kim SHin tidak begitu yakin karena sepertinya bahasa inggris Wang Yeo cetek.

“What? Pardon?”, Wang Yeo sok memamerkan kemampuan bahasa inggrisnya. 😀

Kim Shin mengatakan ia butuh bantuan Wang Yeo. Wang Yeo menebak Kim Shin akan mati di luar negeri. Kim Shin diam saja.

Pulang sekolah, Eun Tak mendapati apartemennya terasa lebih sunyi dan sepi dari malam sebelumnya. Ia merasa benar-benar sedih.

Saat sedang belajar pun ia tidak bisa berkonsentrasi karena memikirkan Kim Shin yang tidak juga datang menemuinya. Ia bertanya-tanya sendiri mengapa Kim Shin menghilang. Kenapa Kim Shin tidak menghubunginya?

Tidak tahan lagi, Eun Tak pun mendatangi rumah Kim Shin. Menggedor-gedor pintu rumah Kim Shin. Berteriak-teriak seperti orang gila, menyuruh Kim Shin keluar dan mengancam akan menyalakan lilin yang super panjang dan super besar lalu meniupnya di tempat yang membuat Kim Shin takut dan malu.

Tapi percuma, Kim Shin tidak keluar. Eun Tak mulai menangis. “Apa aku harus menunggu di sini? Aku sudah menunggu terlalu lama…”.

Malam itu, Eun Tak memutuskan menunggu Kim Shin di depan pintu rumah Kim Shin.

Kakek yang meninggal itu membuka pintu ruangan tempat Wang Yeo biasanya mengirimkan arwah ke alam lain. Ketika pintu terbuka, ia berubah menjadi remaja. Remaja yang bertemu dengan Kim Shin di tahun…. uhmmm lupa. Pokoknya yang di episode awal itu…

Di ruangan itu, Kim Shin sudah menunggunya.

OMG!!!! Bonusss…

Kim Shin teringat anak itu tetap menuliskan 2 padahal ia sudah memberitahukan jawaban nomor 17 itu adalah 4. Alasan anak itu, seberapa keras pun ia mencoba, jawabannya tetap 2. Ia tidak bisa menuliskan jawaban yang Kim Shin berikan itu karena ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu.

Kim Shin mengatakan anak itu berhasil menjawabnya. “Hidupmu adalah jawaban benarmu sendiri atas masalah yang datang dalam kehidupanmu…”.

Anak itu baru mengerti maksud Kim Shin. *Tapi sy g ngerti maksud Kim Shin… 😀 *

Kim Shin mengomentari anak itu yang menjadi pengacara dan menolong banyak orang. Anak itu mengatakan ia hanya ingin membayar atas sandwich yang diberikan Kim Shin padanya. Ia tidak punya pilihan lain karena ia tahu Kim Shin ada di sana. “Orang tidak akan bisa melupakan keajaiban yang terjadi dalam hidupnya…”.

Bonus lagi!!!!
Lagi… Sukkkaaaa….

“Aku tahu…”, jawab Kim Shin sambil tersenyum. Kim Shin mengatakan, ia sudah memberikan sandwich pada ribuan orang tapi tidak banyak orang yang seperti anak itu. Kebanyakan orang terjebak dalam keajaiban dan meminta bantuan lagi dan lagi. Mengatakan kalau mereka tahu ia ada di sana, di suatu tempat. Seolah-olah ia berhutang keajaiban pada mereka. “Tapi kau mengubah hidupmu dengan kekuatanmu sendiri. Oleh karena itulah aku selalu mendukungmu…”.

Anak itu tersenyum senang, Ia tahu Kim Shin selalu mendukungnya. Ia bertanya kemana ia harus pergi selanjutnya.

Kim Shin mengatakan anak itu keluar melalui pintu masuk tadi karena alam baka itu seperti sebuah titik balik.

Anak itu pun pergi dari ruangan itu. Saat ia memegang handle pintu, ia berubah menjadi tua kembali. Perlahan ia menaiki tangga yang menjulang tinggi ke langit. Tangga yang tidak terlihat ujungnya dimana…

Setelah anak itu pergi, Wang Yeo baru keluar. Wang Yeo yakin anak itu akan pergi ke tempat yang bagus.

Kim Shin juga sependapat. Ia berterima kasih atas bantuan Wang Yeo.

Wang Yeo ingin tahu kenapa Kim Shin mau mengantarkan anak itu. Itu bukan pekerjaan Kim Shin dan Kim Shin juga bukannya ingin membantunya.

Kim Shin membenarkan. Tapi ia merasa ia tidak akan keren jika tidak melakukannya…

Wang Yeo langsung kesal. Mengusir Kim Shin pergi walaupun Kim Shin sudah lebih dulu pergi tanpa perlu diusir… 😀

Bersambung…

 

Komentar :

Ternyata Eun Tak memang tidak bohong. Dia benar-benar bisa melihat pedang di dada Kim Shin. Make sense, sih. Kalau kita bertemu si goblin pertama kali lalu langsung nanya, “Eh, di dadamu itu ada apa sih?” atau “Eh, kenapa pedang itu bisa menancap di dadamu?”. Ga sopan, kan?

Jadi ngerti kenapa Eun Tak ga pernah bicara tentang pedang itu. Eun Tak pasti merasa ada suatu kejadian besar yang membuat pedang itu ada di dada Kim Shin.

Tapi lucu liat Kim Shin yang sok tenang di depan Eun Tak. Tapi begitu di depan Wang Yeo, dia langsung berubah 180 derajat. Dia panik. Itu artinya hidupnya akan berakhir! Padahal dia baru saja akan menikmati berwarnanya hidup setelah bertemu dengan Eun Tak.

Merasa agak kesal juga waktu Eun Tak marah-marah karena ga sabar nunggu. Dia baru nunggu 19 tahun, padahal Kim Shin udah nunggu hampir 1000 tahun… Sy merasa di sini Eun Tak hanya memikirkan dirinya sendiri…

Tapi lucu juga Eun Tak ini. Dia langsung berpikir punya anak. Apa dia berpikir punya anak setengah manusia setengah goblin gitu?!?! Nanti dibilang berdarah campuran donggg… 😀 Apa Eun Tak berpikir akan menjalani pernikahan seperti manusia biasa?

Tapi seperti apa ya sebenarnya pengantin yang dimaksud oleh Kim Shin? Apa hanya untuk mencabut pedangnya saja atau memang harus menjalani kehidupan penikahan seperti biasanya? Uhmmm…

 

Sejak awal udah nunggu-nunggu gimana nasib bibi Eun Tak. Tadinya sy pikir emas itu hanya akan bertahan mungkin beberapa hari saja lalu menghilang dengan sendirinya. Dan bibi Eun Tak jadi miskin lagi.

Tapi nyatanya? Hukuman Kim Shin keren. Kim Shin sengaja mencuri emas asli yang dibuat oleh Bank Korea dan disimpan di New York. Jadi saat bibi Eun Tak akan menjualnya, penjual akan curiga dan langsung melaporkan ke polisi.

Jangan-jangan bingungnya bibi Eun Tak dan anak-anaknya itu juga kerjaannya Kim Shin ya? Masak mereka lupa nama Eun Tak. Trus lupa juga sama alamat rumah… Kacau deh. Nge-blank gitu… 😀 Daebak… Apa mereka ditangkap atau dimasukkan ke rumah sakit jiwa ya? Syukur lah kalo gitu… Mereka memang butuh konsultasi supaya jiwa mereka kembali bersih… 😀

[Sinopsis Goblin Episode 4 Part 2]

You might also like More from author

8 Comments

  1. silmi says

    ditunggu part 2 nya kaka
    kamsahamnida

  2. Nurhasanah says

    Saya jadi bahagia….si empunya blog,klepek2 [email protected] gong yo,wkwkwk……berarti saya ada temennya donk.jadi inget waktu nonton coffee prince dulu,yg saya tunggu yah scenenya gong yo galau….
    Asyik bgt dia aktingnya…..banyak orang bilang dia akting dengan matanya….jadi rindu han kyeol….
    Dn bsk dian keliatan banget nulis ini ssmbil bersuka cita….karena yg baca juga kebawa aura exitednya bak dian….plus pic baguzzz sama komen lucu.jadilah sinosis ini juauh lebih berwarna…..
    Sayangnya kayaknya durasi episode 4 sudah mulai normal yah mbak.sdh nggak 90 menitan kayak ep 1-3.
    Kende….gwencanshimnida….masih bnyak episode buat ngeliat gong yo sama LDW…..heehehe.saya justru lebih suka nonton bromancenya 2 orang inih.lucu aja…..
    Masak iya kim shin nyuri yh mabk.saya kira emas itu punya dia.secara dia kn hidupnya lama bgt.plus kaya raya.jd ngukum orang pake emas…..hahahha.
    Btw…sebenarnya eun tak belum tau.kalo sebenarnya posisinya sbg pengantin=pencabut nyawa buat si goblin….eun tak taunya yg indah aja….gimana gk galau coba kim shin.
    …nyawanya ada di tangan pengantinnya itu.
    Kamsaeyo bak dian…..himneseyo!

    1. kdramastory says

      Klepek-klepek berat mb… Dia sedih, sy ikut sedih, dia galau, sy ikut galau, dia hepi, sy ikut hepi. Setiap beres nonton drama ini biasanya ga bisa langsung nulis… Harus nenangin diri dulu soalnya baperer abis, mb…

      Tadi donlot coffie prince dannnnnn di situ gong yoo mudaaaa bgd ya… Belum nonton sih baru skip skip dikit aja. Sy sih lebih suka gong yoo di sini. Dari segi penampilannya ya. Krn sy suka yang matang-matang… AHAHAHAHA.. emangnya buah…

      Suka juga bromance Kim Shin sama Wang Yeo. Apalagi ditambah Duk Hwa yang seringnya ga ngerti apa-apa… Terasa lebih berwarna…

      Maksud sy, Kim Shin bukan nyuri emas buat dirinya sendiri tapi sengaja nyuri supaya bibi Eun Tak ini ditangkap polisi… Bisa jadi dia punya kemampuan buat ngilangin barang-barang tanpa harus benda itu ada di depan dia… Entahlah… 😛

      Iya… Eun Tak belum tau arti dari pengantin Goblin. Kalo dia tahu, gimana ya perasaannya dia? Tega ga ya nyabut pedang itu?

  3. imas siti says

    daebak….. Terimakasih untuk sinopsisnya

  4. senie says

    Wah suka sama drama nya, kocak, saya suka saya suka, semangat buat yang nulis sinopsisnya, sehat terus yaa

Leave A Reply

Your email address will not be published.