Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

[Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

Sehari semalam, An Ji menjahit dan merawat luka Moo Myung. Keesokan harinya, ia juga menyuapi obat sendiri untuk Moo Myung yang masih tidak sadarkan diri. Ia berdoa dalam hati supaya Moo Myung tetap hidup.

Setelah lima hari pingsan, Moo Myung pun akhirnya sadar. Ia mencoba bangun walaupun lukanya masih terasa perih.

Di luar, ia melihat An Ji.

An Ji lega melihat Moo Myung akhirnya sadar. Ia meminta Moo Myung tidak khawatir karena Moo Myung ada di rumahnya.

Yang ditanyakan pertama kali oleh Moo Myung adalah dimana Mak Moon. Dengan jujur, An Ji mengakui kalau ia sudah mengubur Sun Woo. Sun Woo adalah nama Mak Moon.

Moo Myung mencengkeram baju An Ji. Air matanya menetes. Ia menyalahkan An Ji karena tidak menyelamatkan Mak Moon. Seandainya saja An Ji tidak meninggalkan Mak Moon, Mak Moon pasti masih hidup. Ia juga menuduh An Ji sudah membunuh Mak Moon.

Dengan lembut, An Ji hanya meminta supaya Moo Myung tidak menyalahkan dirinya sendiri.

“Dia sangat merindukanmu… Dia mencarimu kemana-mana…”, ucap Moo Myung lagi sambil menangis.

An Ji mengakui kalau ia juga sudah mencari Mak Moon. mengelilingi Silla berkali-kali. “Ini semua salahku… Aku tidak melakukan apa-apa setelah dipisahkan dari anakku. Ini karena aku yang tidak buruk dan tidak berdaya…”. An JI berusaha keras menahan kesedihannya.

Mendengar itu, Moo Myung sekarang benar-benar menangis.

An Ji menemui Moo Myung yang duduk sendirian di ruang pasien. Ia mengomentari cara hidup Moo Myung yang seperti itu dan yakin Moo Myung pasti sering sekali pingsan.

Moo Myung yang masih marah pada An Ji, menyuruh An Ji tidak mengurusi hidupnya. Ia hidup atau mati bukan urusan An Ji.

An Ji memberikan pada Moo Myung, pakaian dan izin masuk yang rencananya akan diberikan pada Mak Moon setelah ia menemukan Mak Moon. Ia menyuruh Moo Myung memakai izin itu karena dengan begitu Moo Myung akan bisa keluar masuk kota dengan mudah.

Moo Myung merasa marah karena perlakukan tidak adil yang ia rasakan di ibukota. Di ibukota, bukan suatu kejahatan jika membunuh orang desa. Orang desa dibunuh begitu saja seperti binatang. “Apakah melewati gerbang ibukota benar-benar kejahatan yang keji? Apa kami begitu tidak berguna?”.

Dengan marah, An Ji mengatakan, begitulah hukum Silla yang menyedihkan itu. Dan hukuman itu juga tidak terjadi dengan begitu mudah.

Moo Myung tidak percaya karena ia sudah melihat sendiri orang yang membunuh Mak Moon dan ia akan membalasnya.

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

Malam itu, Moo Myung sama sekali tidak tidur. Ia hanya duduk merenung hingga pagi hari.

Karena melihat Moo Myung sama sekali tidak mengambil makanan yang sudah diantarkan ke depan pintu ruangan, A Ro pun berinisiatif mengantarkan makanan itu ke dalam. Sebelum masuk, ia sempat meminta izin dan memperkenalkan dirinya sebagai putrinya An Ji.

Mendengar itu, gadis itu adalah putrinya An Ji yang artinya adalah adiknya Mak Moon, Moo Myung sempat beraksi tapi ia tetap diam dan bahkan tidak menoleh sama sekali.

A Ro meminta Moo Myung makan supaya Moo Myung lekas sembuh.

Moo Myung jadi teringat Mak Moon yang menceritakan adiknya yang cantikn, baik hati, dan mirip seperti dirinya, Mak Moon sendiri ingin menikah dengan adiknya itu. Lalu Mak Moon mengatakan, jika mereka sampai di ibukota nanti, ia akan mengizinkan Moo Myung menikah dengan adiknya itu. Saat itu ia menolak karena Mak Moon bilang adiknya itu mirip dengannya. Dan itu membuat Mak Moon marah karena kat-kata Moo Myung itu sama saja artinya dengan mengatainya jelek. AKhirnya, ia dan Mak Moon jadi bertengkar…

Mengingat itu, Moo Myung mau tidak mau jadi tersenyum. Ia lalu mendengar A Ro memintanya minum teh supaya sakit kepalanya sembuh dan panasnya turun dan mengatakan akan meletakkan makanan di sana.

“Kau benar. Dia memang baik hati…”, ucap Moo Myung seperti pada dirinya sendiri. A Ro yang belum keluar dari ruangan itu mendengar Moo Myung bicara tapi tidak jelas. Ia bertanya apa yang Moo Myung katakan. Moo Myung hanya mengucapkan terima kasih.

Sebelum benar-benar keluar, A Ro mengingatkan sekali lagi supaya Moo Myung makan karena Moo Myung harus segera sehat kembali.

A Ro merasa sudah melakukan tugasnya dan masalah Moo Myung mau makan atau tidak, itu terserah Moo Myung. Ia bertanya-tanya sendiri kenapa punggung seorang pria bisa terlihat begitu sedih.

Sementara itu, Moo Myung menatap makanan yang diantarkan A Ro tadi. Ia juga bertanya-tanya apakah ia harus hidup setelah kejadian itu.

Moo Myung mengunjungi makam Mak Moon. Di sana ia meminta Mak Moon menunggu. Ia bersumpah akan menghukum orang-orang yang sudah melakukan semua itu pada Mak Moon.

Dua pria yang pernah kalah berjudi dengan Moo Myung melaporkan kecurigaan mereka terhadap Komandan Pengawal Istana yang diam-diam mencari petani yang memasuki ibukota diam-diam. Mereka bersedia menerima perintah karena mereka juga mengenali kedua orang petani itu.

Young Sil kaget mendengar berita itu. Ia merasa aneh kenapa Komandan Pengawal Istana sampai turun sendiri mencari bukannya melindungi Ratu di istana. Ia mencium sesuatu dan memerintahkan kedua orang itu untuk membawa kedua petani itu ke hadapannya.

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

Woo Reuk sedang bekerja mendulang emas di sungai bersama rekan-rekannya. Rekannya itu menanyakan kabar tentang Moo Myung dan Mak Moon.

Karena sudah lama tidak mendengar kabar dari mereka, Woo Reuk pun menganggap bahwa keduanya sudah mati. Bahkan sejak mereka berdua meninggalkannya, ia sudah menganggap mereka mati.

Di saat ia sedang serius bekerja, Moo Myung tiba-tiba sudah ada di depannya.

Moo Myung mengabarkan tentang Mak Moon yang sudah meninggal dan mengakui kalau itu adalah salahnya. Namun Woo Reuk mengatakan, itu bukan salah Moo Myung karena hidup dan mati seseorang sudah ditentukan. Ketika Mak Moon memutuskan melewati gerbang ibukota, dibunuh adalah resiko yang harus ditanggung.

Moo Myung bertekad harus mengetahui alasan kenapa Mak Moon dibunuh dan akan membalasnya. Ia tetap pada keputusannya meskipun Woo Reuk mengatakan bahwa takdirnya adalah tinggal di desa itu.

Woo Reuk terpaksa membiarkan Moo Myung pergi. Ia mengantarkan Moo Myung hingga ke pinggir desa walaupun hanya melihat dari kejauhan saja.

Moo Myung berteriak dari kejauhan, menyuruh Woo Reuk kembali dan berpesan supaya Woo Reuk makan yang teratur. Sebelum benar-benar pergi, Moo Myung berjanji, jika ia masih hidup, ia akan kembali ke desa.

Setelah itu, ia pun melambaikan tangannya pada Woo Reuk dan bergegas pergi. Melihat Moo Myung begitu teguh dengan keputusannya, Woo Reuk pun merasa sepertinya Moo Myung tidak bisa menghindari takdirnya.

Wi Hwa menemui Ratu Jiso untuk membahas tugas yang Ratu Jiso berikan padanya. Wi Hwa mencemaskan pejabat istana yang akan menentang perintah Ratu itu. Tapi Ratu mengatakan, jika ia takut dengan penolakan pejabat istana, ia tidak akan pernah memulainya.

Wi Hwa meminta diberikan kekuasaaan penuh dan ternyata Ratu Jiso mengaku kalau sejak ia menemui Wi Hwa di penjara, ia sudah memberikan itu pada Wi Hwa. Dan saat Wi Hwa bertanya kapan Ratu akan memberitahukan dunia, Ratu pun mengatakan akan segera memberitahukan niatnya itu.

Dayang menyiapkan kertas dan alat tulis untuk Wi Hwa. Lalu ia pun menuliskan nama ‘Hwarang’, sebuah kelompok baru untuk Silla.

Ratu mengatakan, Hwarang adalah pria yang seindah bunga . Dan Wi Hwa menjelaskan bahwa kelompok itu akan terdiri dari orang yang terlepas dari silsilah, pasukan setia yang akan menyerahkan nyawa mereka bagi bangsa dan rakyatnya. Pasukan yang bijaksana dan baik hati yang akan memastikan masa depan Silla, yang akan menerima pujian dan penghormatan rakyat. yang akan menjadi indah dan spesial.

Ratu Jiso bertekad, dengan Hwarang, ia akan membuat Silla menjadi kuat.

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

Pengumuman perekrutan Hwarang pun dipasang. Teman Soo Ho membaca pengumuman itu dan merasa Hwarang terdengar cukup menarik.

Tapi Ban Ryu yang baru bergabung, berkomentar, bahwa perekrutan itu hanya untuk mencari anjing untuk Ratu. Teman Ban Ryu juga sependapat dengan Ban Ryu.

Soo Ho menyindir Ban Ryu. Ia juga tidak percaya Ban Ryu akan tertarik dengan hal semacam itu. Ban Ryu menyuruh Soo Ho saja yang pergi mengibaskan ekornya.

Soo Ho terlihat agak marah. Lalu ia pun balik mengatakan kalau mengibaskan ekor itu keahliannya Ban Ryu karena itulah yang selalu Ban Ryu lakukan pada ayah tirinya itu.

Ban Ryu tersulut emosinya, menantang Soo Ho melakukan itu dan Soo Ho pun menyambut tantangan itu..

Sementara itu, para pejabat istana merasa kebakaran jenggot gara-gara pengumuman Ratu itu. Mereka mengadukannya pada Young Sil.

Mereka merasa gara-gara pengumuman itu, ibukota menjadi kacau. Mereka juga berpendapat bahwa Ratu akan menyandera anak-anak mereka dan menjadikan mereka sebagai pengawalnya Raja. Ratu hanya ingin menyimpan kekuasaan dibawah kakinya sendiri.

Kim Seub merasa jika Ratu ingin melatih tubuh dan pikiran anak-anak mereka untuk masa depan Silla, kenapa juga mereka keberatan.

Karena Young Sil sedari tadi hanya diam saja, mereka pun mendesak Young Sil untuk mengatakan sesuatu.

Young Sil berpendapat, mereka tidak punya alasan untuk mengirimkan anak mereka. Tapi jika memang terpaksa, mereka tidak boleh melakukannya dengan sukarela.

Lalu Young Sil pun menemui Ratu Jiso. Ia ingin Ratu mendapatkan izin terlebih dahulu dari Raja Jinheung untuk membentuk kelompok Hwarang. Dengan begitu, Ratu telah dengan menunjukan pada mereka bahwa mereka bisa mempercayai Ratu. Menurutnya, masa depan Silla milik Raja Jinheung maka sudah seharusnya Raja sendiri yang menyetujui pemilihan orang-orang untuknya. Dengan begitu, para orang tua akan merasa aman telah mengirimkan anak-anak mereka.

Ratu Jiso terdiam. Di dalam hati, ia mengatai Young Sil orang tua yang licik karena melakukan segala cara untuk membuat Maek Jong keluar.

Young Sil meminta Ratu Jiso memahami perasaan mereka karena walaupun mereka pejabat istana, mereka juga orang tua.

Maek Jong juga melihat pengumuman itu. Ia yakin Hwarang itu dibuat juga untuk ibunya.

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2

Dengan uang yang didapatkan waktu itu, A Ro membayarkan hutangnya pada Joo Ki. Joo Ki sangat senang sampai-sampai keceplosan tentang tugas bagus yang baru ia dapatkan.

A Ro langsung merasa tertarik dan mendesak Joo Ki memberitahunya. Walaupun agak keberatan, Joo Ki pun mau berbagi. Ia mengatakan pekerjaan itu adalah pekerjaan rahasia yang membutuhkan keahlian observasi yang baik dan kelincahan. Dan untuk melakukannya, A Ro perlu bersembunyi dan berlari sepanjang waktu.

Dengan sangat yakin, A Ro mengatakan itu adalah keahliannya. Ia menanyakan apa yang harus ia lakukan.

Wi Hwa menemui Joo Ki untuk menanyakan perkembangan pekerjaan yang ia berikan pada Joo Ki. Joo Ki meminta Wi Hwa tidak khawatir karena ia sudah mengirimkan seseorang yang kompeten.

Wi Hwa langsung merasa tidak yakin karena Joo Ki hanya mengirimkan satu orang saja. Joo Ki sangat yakin dengan keputusannya itu. Ia balik bertanya apakah Wi Hwa ingin ia menyebarkan berita itu di seluruh kota?

Tanpa menunggu jawaban Wi Hwa, Joo Ki pergi. Wi Hwa jadi heran. Bertanya-tanya sendiri siapa yang disuruh oleh Joo Ki sehingga membuat Joo Ki bisa percaya diri seperti itu.

A Ro berkeliling kota untuk mencari pria-pria tampan yang menurutnya kompeten. Ia melihat seorang pria yang ahli memanah dan mencatatnya di dalam buku catatannya.

Lalu, ia pergi melihat pria-pria yang bermain bola dan mencatatnya. Karena keasikan mencatat, ia tidak melihat ada bola yang mengarah padanya dan mengenai kepalanya.

Soo Ho melihat itu dan mengedipkan matanya pada A Ro. Meminta A Ro melemparkan bola itu padanya…

Setelah lelah berkeliling, A Ro pun beristirahat sejenak. Entah kenapa, ia malah teringat pria yang tidak sengaja melemparkan sepatu dan mengenai dahinya itu.

A Ro tersenyum. Ia terkejut sendiri saat menyadari ia malah menggambar topi alang-alang pria itu.

Sementara itu, Moo Myung menemui Joo Ki. Joo Ki mengenali Moo Myung sebagai pemuda yang pernah membawakan kalung waktu itu. Ia mengaku sudah memberitahukan Tuan An Ji dan mengatakan bukan bermaksud untuk membual.

Karena Moo Myung diam saja, Joo Ki berpikir, ia sudah salah bicara. Jadi ia minta Moo Myung melupakan saja yang ia katakan tadi. Tapi ia sangat terkejut, karena ternyata Moo Myung datang untuk membeli pedang.

Kembali lagi pada A Ro. Ia mengecek di peta yang sudah ia gambarkan, kira-kira tempat mana lagi yang sering didatangi tuan muda. Ia mempertimbangkan akan ke Okta tapi terlalu takut kesana gara-gara pertemuannya dengan Maek Jong beberapa hari yang lalu.

Lalu ia pun memutuskan pergi ke tukang kayu untuk menemukan pemuda yang menyukai panah.

Di saat A Ro sedang sibuk menuliskan sesuatu di bukunya, Moo Myung lewat dan A Ro sama sekali tidak menyadarinya.

Pa O kembali menemui Maek Jong yang sedang menunggunya di Okta. Pa O mengatakan, ia belum pernah sekali pun mengikuti seseorang yang sangat cepat dan pergi ke begitu banyak tempat dalam satu hari.

Maek Jong tertawa. Aduuhhh manisnya Park Hyung Sik di sini… Aseli!!!

Lalu ia pun menanyakan dimana A Ro sekarang.

Tanpa sadar, Moo Myung tiba di depan Okta. Ia menatap tempat itu dengan sedih.

Pada saat yang bersamaan, Maek Jong keluar dari Okta. Ketika ia melewati Moo Myung, Moo Myung tidak sengaja melihat gelang di tangan Maek Jong.

Moo Myung langsung mengenalinya. Lalu, ia pun bergegas membuntuti Maek Jong.

Maek Jong sendiri ternyata mencari A Ro. Setelah melihat A Ro, ia pun menyadari kenapa Pa Oh mengeluh lelah. Ternyata A Ro memang benar-benar cepat.

Maek Jong tersenyum senang dan membuntuti A Ro.

Beberapa saat kemudian, Maek Jong menyadari ada seseorang yang membuntutinya. Lalu, ia pun menutupi wajahnya dengan kain.

Maek Jong melihat A Ro masuk ke tempat tukang kayu. Ia lalu masuk melalui pintu belakang…

A Ro mendapati tempat itu sangat sepi. Ia membuka pintu ruangan lain dan mendapati ruangan itu penuh dengan pintu-pintu lain yang bisa membuat tersesat.

Ia masuk ke ruangan itu dan tiba-tiba ada orang yang menarik dan membekap mulutnya. Orang tersebut memintanya diam karena kalau tidak, seseorang yang membuntutinya mungkin juga akan membunuhnya.

Tak lama, Moo Myung memang masuk ke ruangan itu. “Keluar…”, perintahnya.

Dari balik pintu yang entah dimana, Maek Jong bertanya siapa Moo Myung. Kenapa Moo Myung mengikutinya?

Moo Myung menyindir Maek Jong yang selalu saja bersembunyi. Ia menyuruh Maek Jong memperlihatkan wajahnya.

Maek Jong mendengar Moo Myung melangkah dari suara derit lantai kayu. Tahu posisinya terjepit, Maek Jong menyuruh A Ro pergi dan melarang A Ro menoleh ke belakang. Ia berjanji akan bertemu dengan A Ro di lain waktu.

Setelah itu Maek Jong pun pergi, meninggalkan A Ro yang ketakutan. A Ro memberanikan diri melangkah, membuka pintu satu persatu walaupun tidak tahu dimana sebenarnya jalan keluarnya.

Maek Jong kembali bertanya siapa Moo Myung. Dan Moo Myung mengatakan, ia adalah orang yang dihutangi oleh Maek Jong dan Maek Jong harus membayarnya.

Maek Jong tidak yakin. Ia merasa tidak pernah berhutang pada siapa pun.

“Temanku mati karena pedangmu. Apakah itu membuatmu ingat?”.

Maek Jong teringat kejadian malam itu. Saat ia menghentikan si pengawal membunuh Mak Moon. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Moo Myung yang waktu itu masih bernafas, benar-benar masih hidup.

Moo Myung tidak sanggup bersabar lagi. Berteriak menyuruh Maek Jong keluar. Ia bahkan menerobos pintu-pintu itu untuk mencari Maek Jong.

Maek Jong segera berpindah dari tempat ia berdiri tadi.

Moo Myung masih tidak menemukan Maek Jong. Sanking marahnya, ia menendang satu pintu yang berada di posisi paling depan sehingga pintu itu merobohkan pintu-pintu lain yang ada di belakangnya.

Maek Jong terkejut dan berpindah lagi. Lalu ia mengatakan, ada pintu-pintu yang orang seperti Moo Myung tidak pernah boleh membukanya. Dan ia berpikir saat ini Moo Myung sedang berdiri di depan pintu itu sekarang.

Moo Myung bertanya, apakah menurut Maek Jong, Maek Jong boleh memiliki jalan yang tidak boleh dilewati oleh orang lain. Memiliki pintu yang tidak boleh dibuka oleh orang lain?! Moo Myung merasa itu tidak boleh. Ia merasa semua itu adalah sampah. Ia lalu berteriak, memerintahkan Maek Jong untuk keluar.

Maek Jong menarik pedangnya dan menghunuskannya ke depan. “Jika kau pergi sekarang, aku akan mengampuni nyawamu…”.

Moo Myung juga menarik pedangnya. “Tidak perlu. Karena aku juga berencana membunuhmu…”.

Maek Jong berlari sambil menghunuskan pedangnya ke depan. Ia sangat terkejut saat mendapati ia hanya menghunus ke udara kosong.

Di sisi lain, Moo Myung juga berlari sambil menghunuskan pedangnya ke depan. Betapa terkejutnya ia ternyata orang yang berada di depannya adalah seorang wanita.

Bersambung…

 

Komentar :

Uhmmm… apa ya? 😀

Sy masih merasa sedikit hambar dengan drama ini, nih. Belum ada sesuatu yang bikin gregetnya… Merasa agak beda dengan sageuk lainnya. Atau mungkin memang sengaja dibuat seperti itu ya?

Walaupun ada actionnya sedikit tapi sy merasa masih ada yang kurang. Misalkan ya… Salah satu contohnya, waktu Moo Myung menyadari pria yang lewat di depannya adalah orang yang ia sangka sudah membunuh Mak Moon, Moo Myung sempat menggenggam erat-erat pedangnya itu. Tapi sy merasa genggamannya itu masih terlihat lemah. Pedangnya masih terlihat goyah. Genggamannya itu ga mencerminkan tekadnya yang kuat untuk membalaskan dendam kematian Mak Moon.

Trus waktu Maek Jong membekap mulut A Ro. Sy merasa, Maek Jong tidak membekap tapi hanya meletakkan tangannya saja di mulut A Ro. Sama sekali tidak terlihat tekanan di mulut A Ro…

Ga cuma itu, sih. Di episode 1, waktu ada pembunuh bayaran yang menyusup ke penginapan Maek Jong, perlawanan Maek Jong pun terlihat… ya… begitulah… Kurang greget…

Ibarat makanan, kayak kurang garamnya…

Apa ada yang merasa seperti sy, ya?

Tapi lumayanlah, banyak cogan di sini. Terlebih Park Hyun Sik. Dia cocok lah jadi Raja yang manis…

Aku ga tahu, kayaknya sih Maek Jong ga membunuh Mak Moon, ya? Dia bicara gitu karena secara tidak langsung merasa orang-orang mati hanya karena mereka melihat wajahnya atau mengenali dirinya.

Sepertinya, dia juga tidak ingin Mak Moon terbunuh. Oleh sebab itulah, dia menyuruh Pa O untuk segera menemukan Mak Moon sebelum pengawal ibunya. Karena ia yakin, kalau pengawal ibunya yang menemukan lebih dulu, Mak Moon tidak akan selamat.

Sayangnya, Moo Myung salah paham. Dan sepertinya, salah paham ini akan berlanjut dan hubungan mereka ga akan baik, terlebih karena nantinya ada A Ro di antara mereka.

Maek Jong sudah terlihat tertarik pada A Ro. Entah bagaimana dengan Moo Myung. Bisa dibilang, ia sudah mengenal A Ro melalui cerita-cerita Mak Moon.

Tapi, sebenarnya siapa ya Mak Moon? Kok sy agak curiga waktu Woo Reuk bilang, Moo Myung tetap tidak bisa menghindari takdirnya. Takdir seperti apakah? Apa Moo Myung sama seperti Mak Moon yang sengaja dipisahkan dari orang tuanya karena alasan tertentu? Kayaknya sih, Woo Reuk ini hanya orang yang mengasuh Moo Myung sejak kecil…

Lalu tentang Maek Jong. Melihat hubungan Maek Jong dengan ibunya, kok sy jadi ingat Wang So dan Ratu Yo, ya? 😛

Walapun agak berbeda, tapi perlakuan Ratu Jiso pada Maek Jong sama kejamnya seperti perlakuan Ratu Yo pada Wang So. Sy penasaran, apa Ratu Jiso benar-benar berniat membuat Hwarang untuk melindungi Maek Jong ataukah sebenarnya untuk dirinya sendiri. Penasaran sama motivasi dia yang sebenarnya…

Drama ini punya banyak bgd pemainnya… Sy belum hafal, ni. Terutama teman-temannya Ban Ryu, teman-temannya Soo Ho, dan beberapa pejabat istana yang terlihat mirip… 😛

Yang sy sudah tahu cuma Park Seo Joon, Park Hyung Sik, Minho, sama Do Ji Han. Yang lain masih g ngenalin sedikit pun… 😛 Kalau yang tua-tua, sy tahu Kim Seub yang main di The K2 jadi direkturnya JSS, lalu Pa O yang jadi ayah Dong Hwi di Reply1988, trus yang pastinya Appa Sung Dong Il… 😀

Ahhh… Appa di sini main juga ya… Kayaknya akhir-akhir ini sering bgd liat Appa main drama. Walaupun tidak terlalu banyak muncul, penampilannya selalu saja menarik. Kayak yang di penjara itu, di episode 1. Lagi serius, tiba-tiba dia nepokin nyamuk…. AHAHAHAHa… Appa yang satu ini memang selalu kece. Ga bosan walaupun sering muncul… 😀

Sy membuat sinopsis ini dengan mb Dyah ya. Next, episode ganjil di mb Dyah…

[Sinopsis Hwarang Episode 3 Part 1]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Wah ….ternyata bukan bak dian saja….makanya waktu kita ngobrol tuh saya bilang saya lihat review bak dian dulu deh….hehehe.msksud saya ya…mirip “hambar” nya bak dian.kok nggak bisa yah saya bilang bagusssss aja tuh,krn saya suka pake banget seo jeon….tp…tapi tapi.mau gimana lagi lah kenyataannya mmg beneran drama ini mmg kurang gregetnya…..semoga itu hanya terjadi di episode1,2 saja.okelah para pemain msh adaptasi….cz gk semua aktor bisa main saeguk.dn pandai akting laga.jgn bandingkan dg jun ki,yg rata2 langganan saeguk.ato jang hyuk…
    Semoga sutradaranya bisa lbh ngeksplor lg talent talentnya. Dn seo jun dkk bisa meningkatkan aktingnya lagi…..
    Terutama lagi, semoogaaa bak diyah dan bak dian suabar…..menyelesaikan sinopnya sampai akhir…..kamsaeyo!himneseyo!!!!?

    1. kdramastory says

      Hehehehe… mungkin krn secara g sadar langsung membandingkan dengan junki… Yah semoga ke depan makin bagus dan ceritanya juga semakin menarik… Yg paling penting sy bisa hafal dulu wajah2 pemain baru di drama ini… 😛

      Amin. Smoga sabar dan memang selama ini kalo udh mulai, kita tetap selesaiin sampe akhir, kecuali kalau memang sy sendirian negrekapnya… kl ada temen jadinya ada yg nyemangatin… 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.