Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 1

5

— All images credit dan content copyright : KBS2 —

[Sinopsis Hwarang Episode 5 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 1

Keesokan paginya, Soo Ho yang pertama terbangun, kaget melihat Ban Ryu tidur di dekatnya. Ia berteriak kencang, membuat Ban Ryu pun ikut terbangun.

Yeo Wool

Mereka lalu bertengkar lagi. Soo Ho marah karena Ban Ryu tidur di dekatnya. Bukannya melerai, Yeo Wool malah mengompori mereka. Mengatakan kalau mereka itu bukan hanya tidur tapi juga saling menyentuh sepanjang malam.

Ban Ryu sangat marah lalu langsung mengambil dua pedang. Satu untuk dirinya sendiri dan satu lagi untuk Soo Ho. Menantang Soo Ho berdiri. Lagi-lagi Yeo Wool bukannya melerai, dengan alasan suka menonton perkelahian dan kebakaran, Yeo Wool malah menjadi wasit untuk mereka.

Duel Ban Ryu dan Soo Ho berhenti karena tiba-tiba kepala mereka dilempari dengan dadu oleh seseorang. “Siapa itu?!”, teriak mereka.

Ji Dwi bangun dan menegur mereka karena sudah berisik dan membuatnya tidak bisa tidur. Ban Ryu yang tidak suka ditegur oleh Ji Dwi langsung menyerang Ji Dwi. Menyudutkannya ke dinding.

Sementara itu, para Hwarang yang lain hanya menguping dari luar kamar. Tidak berani masuk untuk melerai mereka. Menurut mereka, penghuni di dalam kamar itu benar-benar sangat kacau. Yang satu Soo Ho, putranya Kim Seub yang berada di pihak ratu, lalu Ban Ryu, putra angkatnya Young Shil yang menentang ratu, lalu Sun Woo yang setengah bangsawan putranya Tuan Ahn Ji, lalu Ji Dwi yang tidak tahu siapa orangtuanya, seorang asing dari Barat, dan satu lagi Yeon Wool, yang hanya menonton saja…

Mendengar informasi itu, Dae Se terlihat tertarik. Ia baru tahu ternyata isi dari kamar itu bukan dari peringkat tinggi…

Sementara itu, di dalam kamar, dengan lengannya, Ban Ryu menekan leher Ji Dwi. Mengatakan kalau ia membenci semua anjing Ratu yang ada di sana tapi lebih-lebih membenci Sun Woo dan Ji Dwi yang arogan.

Melihat Ji Dwi tidak bisa bernafas, Soo Ho sempat akan melerai mereka tapi Sun Woo lebih cepat. Ia langsung menonjok Ban Ryu hingga Ban Ryu terjatuh. Sun Woo mengambil kembali dadunya dan memberitahukan bahwa yang melempar dadu tadi adalah dirinya.

Ban Ryu sangat marah dan menyerang Sun Woo. Tapi Sun Woo lebih unggul dari Ban Ryu. Disudutkan oleh Sun Woo, membuat Ban Ryu semakin marah. “Kau pikir, orang setengah bangsawan seperti kau ini sama seperti kami? Walaupun kau dikirim oleh Ratu, kau tidak akan pernah menjadi bagian dari kami. Kau seperti minyak dalam air dan akan berakhir di saluran pembuangan!”.

Sun Woo sangat marah. Melayangkan tinjunya tapi berhenti tepat sebelum mengenai wajah Ban Ryu. Sun Woo mengatakan, yang air selokan itu Ban Ryu. Orang yang tidak pernah melakukan apa pun sendiri dan membusuk di dalam selokan .

Ban Ryu berhasil melepaskan dirinya dari Sun Woo dan mengambil pedang yang lain untuk menyerang Sun Woo tapi Soo Ho tiba-tiba maju. Menyuruhnya berhenti. Ujung-ujungnya, malah Ban Ryu dan Soo Hoo yang berkelahi lagi…

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Seorang pria garang masuk. Hanya dengan satu jurus saja, ia berhasil memiting tangan Ban Ryu dan Soo Ho. Ban Ryu dan Soo Ho berteriak kesakitan.

Lalu mereka berdua diseret melalui koridor. Teman-teman Soo Ho dan Ban Ryu tentu saja marah melihat bos mereka dibuat seperti itu. Lalu mereka, satu persatu menyerang pria itu. Dan lagi-lagi dengan mudah, pria itu menjatuhkan mereka satu persatu.

Akhirnya, mereka semua dikumpulkan di lapangan. Assiten Wi Hwa memberikan pengumuman bahwa mereka akan ditendang keluar dari Hwarang setelah mendapatkan tiga kali peringatan. Kesalahan-kesalahan yang mendapatkan peringatan adalah menyebabkan kerusuhan, keluar dari asrama Hwarang tanpa izin, dan merusak kepercayaan antara anggota Hwarang.

Asisten Wi Hwa juga mengatakan bahwa di Hwarang tidak dikenal sistem bangsawan dan mereka semua harus melakukan semuanya sendiri karena tidak akan memiliki pelayan.

Dan kemudian, semua anggota hwarang harus ke sungai untuk mencuci pakaian mereka sendiri. Kesal dan ingin marah tapi tidak bisa apa-apa karena tidak jauh dari mereka, si pria garang mengawasi.

Tidak hanya mencuci baju, hari itu Sun Woo dan Ji Dwi mendapatkan tugas membersihkan kandang kuda. Ji Dwi sampai merasa mual dan bergegas pergi. Sun Woo biasa aja sih, karena dia memang bukan dari keluarga bangsawan….

Tidak hanya itu, para Hwarang diharuskan bangun pagi-pagi. Sudah ada petugas yang bertugas membangunkan mereka semua…

Asisten Wi Hwa juga menjelaskan bahwa mereka diizinkan keluar dari asrama setiap 10 hari, tapi selain hari tersebut, mereka sama sekali dilarang. Dan yang terakhir, mereka harus makan, tidur, dan mandi bersama dengan teman sekamar yang sudah ditentukan.

Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 1

Ketika Ji Dwi mendapatkan tugas menjemur pakaian, Pa O datang membantu. Ji Dwi mengatakan pada Pa O, ia merasa mencuci adalah salah saru keahliannya. Tapi Pa Oh menyahut. Mengatakan kalau keahlian Ji Dwi yang lain adalah mengurangi panjang umurnya…:-P Duh dua orang ini ya… akrab-akrab gimanaaaa gitchu… 😀

Ji Dwi menatap kesal pada Pa O. Lalu ia menanyakan apakah Pa O sudah mencari gadis itu. Pa O heran kenapa Ji Dwi bisa memikirkan seorang gadis di saat seperti ini. Ji Dwi bilang gadis itu bukan sembarang gadis tapi obat baginya.

Ji Dwi baru sadar kenapa Pa O bisa ada di sana. Bagaimana jika ketahuan? Pa O merasa biasa saja. Menurutnya, paling buruk juga dia dikeluarkan dari sana.

Ji Dwi menatap Pa O putus asa. Ia baru mengerti mungkin karena itulah Pa O kehilangan jabatannya. Setelah memberikan kain yang sedang dipegangnya pada Pa O, Ji Dwi pun melenggang pergi.

Akhirnya, Pa O terpaksa menjemur kain itu… 😀

Karena sering melihat ayahnya mengobati pasien, ternyata A Ro pun bisa mengobati pasien meskipun sempat ada yang gagal. Kali ini ia berhasil melakukan tusuk akupuntur dengan baik dan leher si pasien jadi lebih baik. Biasanya A Ro melakukannya tanpa bayaran.

Setelah pasien A Ro pergi, Soo Yeon datang. Ia ingin tahu apakah A Ro mendapatkan kabar tentang kakak A Ro yang tampan dan baik itu. A Ro heran, kenapa Soo Yeon malah ingin tahu kabar tentang kakaknya bukan tentang kakak Soo Yeon sendiri.

Soo Yeon juga heran sendiri tapi ia tetap ingin tahu kabar kakak A Ro. A Ro pun dengan jujur mengatakan, ia belum mendapatkan kabar dari kakaknya.

Melihat A Ro yang terlihat gundah gulana dan sedih, Soo Yeon berpikir A Ro seperti mengirimkan suaminya bukan kakaknya. A Ro bilang, ia seperti itu karena ada sesuatu yang tidak bisa ia berikan pada kakaknya.

Joo Ki mencicipi semua makanan yang disiapkan di dapur asrama dan langsung melepehnya. Ia protes dengan semua rasa masakan di sana, membuat si chef marah. “Siapa kau?”, tanyanya.

Joo Ki cuma bilang kalau dia kebetulan adalah kenalan instruktur. Menurutnya, semua rasa masakan di sana terlalu asin…

Seperti yang sudah ditentukan, semua Hwarang yang sekamar harus makan semeja. Yang terakhir bergabung di meja kamar Ban Ryu adalah Sun Woo.

Ban Ryu sama sekali tidak senang melihat Sun Woo duduk semeja dengannya. Ia bahkan sengaja menuangkan kuah sayurnya seluruhnya ke dalam nasi Sun Woo. “Orang desa biasanya makan seperti itu, kan?”, katanya.

Sun Woo berusaha sabar dan tidak peduli. Tapi rasa marahnya muncul ketika Ban Ryu menyinggung tentang adiknya yang biasanya suka berdongeng di Okta ~ Kini, semua orang di ruang makan mendengarkan apa yang dikatakan Ban Ryu.

“Aku dengar, adikmu yang setengah bangsawan itu pandai bercerita ya?”. Sun Woo diam, sementara yang lainnya mulai tertawa kecil.

Di meja kamar yang lain, pemuda yang duduk di depan Han Sung pun tertawa. Sepertinya dia anak buahnya Ban Ryu. Ia menyindir Han Sung yang adiknya juga setengah bangsawan. Han Sung dan Dan Se terlihat marah.

Ban Ryu mengajak Sun Woo ke Okta bersama-sama untuk mendengarkan cerita dari adik Sun Woo. Dan lebih baik lagi, jika mereka bisa bermain dengan adik Sun Woo itu.

Ji Dwi berbisik pada Sun Woo. Mengatakan kalau Sun Woo tetap di sana, ia akan mencabik-cabik Sun Woo.

Ban Ryu merasa senang karena dengan mengungkit rahasia adik Sun Woo membuat Sun Woo terdiam. Sun Woo berdiri lalu membanting sendok makannya. Untungnya ia memilih pergi dari ruang makan.

Dari dapur, Joo Ki menyaksikan kejadian itu dengan cemas.

Joo Ki langsung melaporkan kejadian itu pada Wi Hwa yang saat itu sedang berada di ruang kantornya. Tapi Wi Hwa malah menanggapinya dengan santai. Ia bahkan menyuruh Joo Ki untuk menggaruk punggungnya karena ia tidak bisa mencapai tempat gatalnya dengan tongkat penggaruk.

Joo Ki sampai marah dan gemas sendiri melihat betapa keras kepalanya Wi Hwa itu. Wi Hwa jadi ikutan gemas juga tapi tetap menyuruh Joo Ki menggaruk punggungnya… 😀

Dan walaupun kesal, Joo Ki tetap mau menuruti keinginan Wi Hwa… 😀

Setelah dari ruang makan, para Hwarang harus masuk ke dalam kelas. lagi-lagi kericuhan terjadi. Ban Ryu kembali memancing emosi Sun Woo. Ban Ryu berjanji, dengan tangannya sendiri ia akan mengeluarkan Sun Woo dari Hwarang.

Sun Woo bertanya kenapa Ban Ryu memilih dirinya.

Ban Ryu memberikan tiga alasan. Pertama, ia benci karena Sun Woo adalah Hwarangnya ratu. Kedua, jika ia berkelahi dengan yang lain, maka akan menjadi rumit di antara keluarga. Ketiga, ia mendengar adik Sun Woo itu cukup cantik untuk menjadi selirnya.

Sun Woo dan Ji Dwi sama-sama marah. Ji Dwi lebih cepat menarik Ban Ryu tapi Sun Woo lebih cepat melayangkan tinjunya ke wajah Ban Ryu.

Ban Ryu merasa senang karena ia berhasil membuat Sun Woo memulai perkelahian. Soo Ho yang sedari tadi sangat kesal mendengar ocehan Ban Ryu, memukul Ban Ryu lebih dulu.

Lalu kekacauan tidak bisa terhindari lagi. Akhirnya semua orang saling berkelahi, tidak peduli pada sekitar mereka. Dan kelas belajar pun jadi hancur. Yang tidak berkelahi cuma Yeo Wool saja.

Perkelahian terdengar hingga ke dapur. Orang-orang yang terjatuh membuat lantai bergetar hingga ke dapur. Mereka baru berhenti setelah Wi Hwa datang dan berteriak. Menyuruh mereka semua berhenti.

Ban Ryu tersenyum senang. Rencananya berhasil. Wi Hwa datang tepat di saat kepalan tangan Sun Woo yang hendak meninjunya melayang di udara.

Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 1

Mereka lagi-lagi dibariskan di lapangan. Wi Hwa mengatakan, mereka semua sudah melanggar peraturan Hwarang. Membuat kerusuhan, merusak kepercayaan, dan menghancurkan kelas. Ia akan menghukum orang yang paling bertanggung jawab atas kejadian tadi.

Lalu Wi Hwa pun bertanya siapa yang memulai perkelahian tadi.

Semuanya diam. Soo Ho menoleh pada Ban Ryu. Sampai akhirnya Sun Woo yang bicara. Sun Woo mengaku kalau dia lah yang memulai perkelahian.

Dari balik tiang yang besar, Joo Ki juga ikut mendengarkan apa yang terjadi di lapangan. Ia terheran mendengar pengakuan Sun Woo.

A Ro masih bersama dengan Soo Yeon. Ia menatap obat salep yang tadinya ingin ia berikan pada Sun Woo.

A Ro bercerita, saat bersama Sun Woo membuatnya merasa aman dan bahagia, melihat Sun Woo membuatnya ingin menangis dan hatinya mereka sakit. Ia merasa hampa saat tidak bersama Sun Woo. “Ini arti sebuah keluarga, kan?”.

Tapi menurut Soo Yeon tidak seperti itu. Baginya, bersama keluarga membuatnya sakit kepala. Ia merasa sangat malu gara-gara kakaknya mengencani semua teman-temannya. Alasan A Ro adalah satu-satunya temannya karena A Ro adalah satu-satunya gadis yang tidak dikencani oleh kakaknya.

Menurut Soo Yeon, semua perasaan yang dirasakan oleh A Ro itu adalah cinta. Ia heran, A Ro yang selalu berdongeng tentang cinta, itu saja tidak tahu…

A Ro langsung membantah. Tidak mungkin mencintai kakaknya sendiri.

Pembicaraan A Ro dan Soo Yeon terhenti karena Joo Ki tiba-tiba datang dengan terengah-engah. Joo Ki mengajak A Ro segera ke asrama Hwarang.

A Ro tentu saja heran karena wanita tidak diperbolehkan datang ke sana. Joo Ki bilang, A Ro kesana bukan sebagai wanita tapi sebagai seorang dokter.

Begitu sampai di dalam asrama, A Ro sangat terkejut. Semua anggota Hwarang terlihat terluka. Ia tentu saja panik. Tidak tahu apa yang harus dilakukan karena selama ini ia hanya melihta ayahnya bekerja saja.

Namun Joo Ki tetap mendesak A Ro untuk mengobati mereka karena informasi insiden perkelahian itu tidak boleh terdengar keluar dari asrama. Kasus ini akan menjadi sensitif karena Hwarang baru saja dibentuk beberapa hari yang lalu.

Joo Ki meminta A Ro membersihkan atau menjahit luka saja. Melihat A Ro masih enggan, ia pun membujuk akan memotong setengah hutang A Ro padanya.

A Ro pun setuju.

Joo Ki tidak hanya meminta saja tapi juga membantu A Ro. A Ro bertanya pada Joo Ki, dimana kakaknya.

Joo Ki teringat, kakak yang dimaksud A Ro adalah pria yang bertopi jerami itu.

Teman-teman Ban Ryu yang sudah diobati berkumpul. Mereka yakin karena Sun Woo itu setengah bangsawan, Sun Woo pasti akan dikeluarkan. Berbeda dengan mereka dan Ban Ryu yang memang benar-benar bangsawan.

Salah seorang dari mereka tidak yakin karena di Hwarang sistem bangsawan tidak diberlakukan. Tapi yang lainnya yakin, ssistem itu tidak akan dengan mudah dihilangkan.

Dari agak jauh, Yeo Wool dan Han Sung mendengar pembicaraan teman Ban Ryu itu. Yeo Wool berpendapat, jika tidak ada sistem bangsawan, maka Silla tidak akan ada lagi. Mungkin agak sedikit mengganggu di awalnya. Ia ingin tahu pendapat Han Sung. Pihak maha yang Han Sung pilih. Si setengah bangsawan tau Ban Ryu?

“Tidak Ban Ryu… Aku tidak tahan dengannya…”, sahut Han Sung dengan cepat.

Yeo Wool tersenyum…

Soo Ho mencoba berbicara pada Ban Ryu. Tapi menurut Ban Ryu bukan dia yang menyerang lebih dulu tapi si setengah bangsawan itu. Soo Ho menyalahkan Ban Ryu karena bicara seperti itu tentang adik Sun Woo tadi.

Tapi Ban Ryu merasa tidak bersalah. Ia baru menyadari ternyata itu adalah cara terbaik untuk membuat Sun Woo marah. Memangnya kenapa?

Soo Ho mengatakan ia baru mengerti kenapa Sun Woo memanggil Ban Ryu air selokan. Ban Ryu tetap pada keyakinannya bahwa dunia tidak akan mudah berubah. Yang kuat akan menang dari yang lemah.

Soo Ho jadi menyadari kenapa Ban Ryu tiba-tiba bisa masuk ke Hwarang padahal sebelumnya Ban Ryu menolaknya mentah-mentah. “Apa ada sesuatu yang terjadi?”.

Sontak Ban Ryu teringat ayahnya yang dipukul semena-mena oleh Young Sil. Matanya sampai berkaca-kaca. Ia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.

Sebelum pergi, ia berpesan supaya Soo Ho memberitahukannya jika Soo Ho ingin berduel karena ia tidak tertarik mendengar ceramah dari Soo Ho.

Sekarang giliran Han Sung diobati lukanya. Menurut A Ro, luka Han Sung harus dijahit. Ia memberitahukan Han Sung bahwa akan sakit. Tapi dengan bergaya gentle, Han Sung mengatakan tidak masalah.

A Ro merasa Han Sung lebih muda darinya tapi Han Sung keukeuh, dia lebih tua dari A Ro. A Ro meminta Han Sung menggigit sesuatu untuk mengurangi rasa sakit. Han Sung sempat menolak dengan alasan bahwa ia seorang pria dan sanggup menahannya.

Tapi A Ro tetap membujuknya bahkan dengan memanggil Han Sung, ‘Orabeoni’. Han Sung yang senang dipanggil ‘Orabeoni’ oleh A Ro, tanpa membantah lagi, langsung mengunyah akar kering yang diberikan A Ro itu.

Han Sung menanyakan apakah A Ro putrinya Tuan Ahn Ji. A Ro bingung Han Sung mengenalnya. Han Sung bilang, A Ro adalah setngah bangsawan yang terkenal di asrama Hwarang. Han Sung mengatakannya sambil menunjuk pada teman-temannya yang memperhatikan A Ro sambil berbisik-bisik.

A Ro tentu saja heran…

Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 1

Wi Hwa menemui Sun Woo di gudang tempat Sun Woo dikurung. Wi Hwa pura-pura menanyakan apa yang bisa ia lakukan untuk Sun Woo tapi ujung-ujungnya ia malah bilang kalau ia tidak bisa membantu Sun Woo.

Sun Woo tidak peduli tentang itu. Tapi ia hanya ingin tahu, seandainya saja tadi ia cuek, menghindar, dan tidak melakukan apa pun, apakah ia juga tetap akan berakhir di dalam gudang itu?

Wi Hwa tertawa kecil. Bertanya apakah Sun Woo sekarang menyesal.

Sun Woo mengatakan ia tidak menyesal, ia hanya berpikir saja. Apakah menjadi seorang yang pemalu, ragu-ragu dan gagal adalah Hwarang yang diinginkan oleh Wi Hwa?

WI Hwa balik bertanya, jika memang seperti itu, apakah Sun Woo masih mau melakukannya?

Sun Woo bilang, ia bukan orang seperti itu. Ia percaya tidak ada dinding yang bisa menghentikannya. Mengatakan sesuatu yang benar atau salah, menghancurkan sesuatu yang seharusnya dihancurkan, jika ada yang sakit, lemah, atau cantik, ia akan melindungi mereka apa pun yang terjadi.

Wi Hwa hanya tertawa lalu keluar dari gudang…

Setelah seluruh anggota Hwarang selesai diobati, Sun Woo masih juga belum muncul. A Ro semakin merasa cemas.

Ketika Ji Dwi muncul, ia menanyakan keberadaan kakaknya pada Ji Dwi. A Ro memanggil Ji Dwi dengan sebuta Tuan Mesum.

Ji Dwi tidak mengatakan apa-apa. Karena menurutnya A Ro tidak aman di sana, maka ia pun membawa A Ro ke tempat yang lain.

Tinggal sendirian di gudang, membuat SUn Woo teringat pesan A Ro yang memintanya untuk tidak terluka. Tapi sekarang, kenyataannya, ia malah terluka…

Ji Dwi membawa A Ro ke tempat yang lebih sepi dari pandangan teman-temannya. Ia ingin bersandar pada A Ro supaya bisa tidur. A Ro tentu saja tidak mau.

Ji Dwi berjanji hanya sebentar saja. 30 menit saja. A Ro tetap menolak, apalgi Ji Dwi mengungkit soal insiden malam itu. Tapi Ji Dwi terus membujuk. Hanya minta 15 menit saja.

A Ro akhirnya terpaksa menuruti permintaan Ji Dwi. Ji Dwi mengatakan, baginya A Ro adalah obat tidur, ia tidak peduli apakah A Ro itu dokter sungguhan atau bukan.

A Ro sebenarnya agak kesal duduk diam seperti itu karena ia harus segera menemukan kakaknya. Tapi percuma saja ia bicara, karena ternyata Ji Dwi benar-benar sudah lelap.

Ratu Jiso datang ke asrama Hwarang ditemani oleh dua orang pengawal pribadinya.

Soo Ho yang mengenali Ratu sempat terkesima untuk beberapa saat. Pertanyaaan pengawal wanita Ratu menyadarkannya dari lamunan. Wanita itu bertanya dimana kantor Wi Hwa.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari Ratu, Soo Ho mengatakan, ia akan mengantarkan mereka.

Soo Ho mengantarkan hingga ke depan kantor Wi Hwa. Ketika Ratu melewatinya, ia tidak bisa mengedipkan matanya. Soo Ho merasa dirinya benar-benar berada dalam masalah.

Mendapati Ratu mengunjunginya ke asrama, W i Hwa merasa asistennya itu benar-benar sudah melakukan pekerjaannya dengan baik. Ratu mempertanyakan tentang insiden perkelahian itu.

Tapi sebagaimana sebelumnya, sikap Wi Hwa tetap sama. Menurutnya, semua itu masih dalam tahap wajar. Selama idak ada yang sampai pincang atau mati, ia merasa semuanya baik-baik saja.

Namun Wi Hwa ingin tahu kenapa Ratu bisa datang ke tempatnya. Apakah itu karena Hwarangnya Ratu atau karena Hwarang dirinya. Dan ternyata Ratu datang karena Hwarangnya Wi Hwa.

Wi Hwa menjelaskan bahwa nama Hwarangnya adalah Ji Dwi yang tinggal di barat. Wi Hwa mengaku kalau ia adalah paman jauh Ji dwi. Lalu Wi Hwa pun bertanya kenapa Ratu mejadikan anaknya Tuan Ahn Ji sebagai Hwarang.

Ratu mengaku kalau dulu ia pernah bertunangan dengan Tuan Ahn Ji jadi ia menganggap Sun Woo adalah putranya. Ia meminta Wi HWa menganggap Sun Woo seperti itu.

Wi Hwa hanya tersenyum. Lalu ia mempersilahkan Ratu melihat Sun Woo jika Ratu memang sangat ingin tahu…

Bersambung…

[Sinopsis Hwarang Episode 6 Part 2]

You might also like More from author

5 Comments

  1. Ypha says

    Ada yang bisa menjelaskan kenapa Sun woo anak yang tidak boleh keluar (scene tuan Ahn Ji ngobrol sama bpk”tua yg menyesalkan Ahn Ji membolehkan Sun Woo jd hwarang?)

    1. kdramastory says

      Belum dijelaskan kenapa g boleh keluar… Itu masih rahasia. Tunggu lanjutannya ya…

  2. Nurhasanah says

    Eh sampe lupa…pdhl saya mo ngomentarin permusuhan cantik sun woo(moo myung) sama ji dwi ( maek jung)…. Dn soo ho.

    1. kdramastory says

      Kayaknya sih mb konflik di drama ini agak beda sama di scarlet. IMHO, kl scarlet murni krn perebutan kekuasaan tapi kalo di sini kayaknya ttg konflik antara anggota hwarang. Kayaknya nanti akan ada dua kubu di dalam hwarang. Satu ingin ga ada peringkat kebangsawanan yang dipimpin oleh Moo Myung dan satunya lagi, yg masih tetap ingin ada peringkat kebangsawanan yang dipimpin Ban Ryu. Kalo So Hoo kayaknya lebih condong ke Moo Myung… Soalnya di sifatnya lebih terbuka dan g suka Ban Ryu… CMIIW… 😀

  3. Nurhasanah says

    Min ho imut,suka sama ekspresinya dia…riang bgt tuh(hehehe)
    Tp saya kok jadi keinget scarlet lagi.diawal awal..pangeran yg saling berseberangan….trus berusaha satu utk seorang hee so,cinta yg bersegi segi(hah bahasa apaan tuh), saling pilih kubu,akhirnya saling menghianati satu sama lain…..pertumpahan darah yg tak terelakkan….
    Kekuasaan…..
    Tp.. .terlalu awal yh membicarakan ending….
    Kamsaeyo bak dian…..

Leave A Reply

Your email address will not be published.