Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 24 Part 1 [End]

4

[Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 23 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 24 Part 1 [End]

Karena malam itu Hwa Shin tidak pulang, Chi Yeol terpaksa hanya bisa menunggu di luar rumah. Meringkuk kedinginan sampai pagi.

Chi Yeol langsung mendekati Hwa Shin begitu Hwa Shin keluar dari rumah. Nafasnya memburu karena menahan marah sejak semalam. Di dalam, Na Ri masih tertidur…

Melihat Chi Yeol seperti itu, Hwa Shin hanya menyapa, “Kau sudah pulang, adik ipar…”. 😀

Chi Yeol langsung melayangkan bogem mentah sebagai jawaban… 😀 Ia mencengkeram jaket Hwa Shin, menuntut penjelasan kenapa Hwa Shin baru keluar pagi hari. Apa yang Hwa Shin lakukan sehingga Hwa Shin harus bersembunyi?!

Hwa Shin menepuk tangan Chi Yeol, minta dilepaskan. Chi Yeol pun melepaskan Hwa Shin walaupun masih marah. Hwa Shin menegur Chi Yeol yang memperlakukan orang lebih tua seperti itu.

Tapi Chi Yeol tidak peduli. Ia membenci Hwa Shin sejak Na Ri naksir Hwa Shin tanpa mendapatkan balasan selama 3 tahun. “Kau pikir kau begitu hebat sehingga menolak dia dan membuat dia kesepian dan menderita… Aku sudah sangat sangat marah padamu!”.

Chi Yeol mengatakan jika Hwa Shin mempermainkan perasaan kakaknya, ia tidak akan memaafkan Hwa Shin. “Jika kau menyakitinya, aku akan membunuhmu!” ~ Hwa Shin mengelap wajahnya karena ludah Chi Yeol sampai muncrat di muka Hwa Shin. 😀

Chi Yeol mengancam akan menutup mulut Hwa Shin selamanya sehingga Hwa Shin tidak akan pernah bisa bicara lagi.

“YA!!!”, teriak Hwa Shin marah.

“Kenapa?”, tantang Chi Yeol.

“Berapa umurmu?”.

“19”.

Hwa Shin baru sadar kalau begitu Chi Yeol masih anak-anak. Ia memarahi Chi Yeol yang berani bicara seperti itu pada orang dewasa yang berumur 36 tahun seperti dirinya dan bahkan mencengkeram bajunya. “Apa begini kakakmu membesarkanmu?!”. *Sigh! Look who’s talking!*

Chi Yeol bilang, kakaknya lebih peduli dan sayang padanya dibandingkan siapa pun di dunia ini. Hwa Shin langsung membantah. Menurutnya, dia adalah orang yang paling disayangi dan dipedulikan dibandingkan dengan siapa pun yang ada di dunia ini. Dan ia akan menjadi pria yang tidak akan akan dilupakan sedetikpun bagi Na Ri.

“Aku membencimu!”, ucap Chi Yeol, merasa kalah.

“Aku juga membencimu…”, sahut Hwa Shin lalu berbalik pergi sambil mengeluhkan rahangnya yang sakit karena ditonjok Chi Yeol tadi.

Hwa Shin tertawa saat melihat Chi Yeol masih mengikutinya dengan sinis. Ia menyuruh Chi Yeol masuk ke rumah.

Diperlakukan seperti itu oleh Hwa Shin, Chi Yeol merasa geram sekali… Hampir saja ia menendang pintu rumah… 😛

Saat mengambil baju di lemari, Hwa Shin menemukan satu anting di dasar lemarinya. Ia meletakkannya di atas meja dapur.

Saat hendak berangkat kerja, ia teringat Na Ri yang sudah membelikan rice cooker, setrika, dan selimut untuk berdua. Hwa Shin pun memutuskan pergi ke tempat penyewaan ruangan.

Karena terlalu mendadak, ternyata ruangan sudah penuh terpesan hingga akhir tahun, yang tersisa hanyalah di malam natal saja. Itu pun karena ada pembatalan.

Tanpa pikir panjang, Hwa Shin setuju mengambil tanggal itu.

Saat tiba di depan gedung sbc, Hwa Shin kaget melihat posternya yang segede gaban sudah tidak ada lagi.

Kabar buruk akhirnya ia dengar dari Dir. Oh. Dir. Oh meminta Hwa Shin hanya bisa mendengarkan saja karena itu adalah keputusan presiden. Presiden memutuskan Hwa Shin tidak perlu lagi melapor ke ruang berita tapi melapor pada tim managemen taman kanak-kanak (TK).

Hwa Shin sangat kaget mendengarnya. Ia tidak melaporkan sebuah kebohongan tapi kenapa ia ditendang karena melaporkan kebenaran.

Tapi baik Dir. Oh, Gil Hae dan Sung Sook tidak membela Hwa Shin. Bahkan Gil Hae dan Sung Sook menyalahkan Hwa Shin sendiri. Kenapa Hwa Shin terus berkomentar pedas seperti itu.

Hwa Shin sangat marah dan mengambil selembar kertas dari tumpukan kertas yang ada di depan Dir. Oh. Setelah menuliskan sesuatu, ia memberikan kertas tersebut pada Dir. Oh.

Isinya hanya singkat. ‘Aku berhenti’.

Dir. Oh langsung merobek-robek kertas itu. “Kau tidak bisa berhenti. Aku tidak akan mengizinkan!”, marah Dir. Oh.

Hwa Shin tidak percaya melihat tidak satu pun dari mereka membelanya. Bagaimana bisa mereka berkeliaran dengan mengatakan mereka adalah reporter yang memiliki kesadaran.

Gil Hae sontak kesal mendengar sindiran Hwa Shin itu. Tapi Hwa Shin mana peduli. Ia keluar dari ruangan Dir. Oh begitu saja…

Hwa Shin kembali ke mejanya, melihat undangan pernikahannya lagi.

Sementara itu, Na Ri juga mendapatkan kabar tidak baik dari Ja Young. Berita jam 9 malam akan kembali dibawakan oleh Sung Sook dan Gil Hae dan juga berita pagi yang biasa dibawakan oleh Na Ri akan dibawakan oleh Nona Uhm. Lalu perusahaan juga hanya akan mempekerjaan anchor part time saja.

Ja Young meminta Na Ri bertahan dan bersabar sampai ditempatkan di program yang lain. Ia juga meminta Na Ri memikirkan program apa yang benar-benar ingin Na Ri lakukan dan akan menikmatinya.

Na Ri mengerti dan menerima keputusan perusahaan itu.

Sebelum pergi, Ja Young juga menanyakan apakah Na Ri sudah mendengar keputusan perusahaan terhadap Hwa Shin. Ia dengar Hwa Shin akan dipindahkan ke perusahaan managemen TK. Ia rasa Hwa Shin tidak akan bisa lagi kembali ke ruang berita.

Na Ri sangat terkejut mendengar kabar itu. Ia pergi ke toilet dan menangis di sana.

Kebetulan, saat keluar dari toilet, ia malah berpapasan dengan Hwa Shin. Begitu melihat wajah Na Ri yang sembab, Hwa Shin langsung menghentikan Na Ri. “Apa kau menangis?”, tanyanya.

“Tidak”. Na Ri mengelak.

“Kau menangis… Apa karena aku?”.

Na Ri menggelengkan kepalanya.

“Itu jelas sekali…”, ucap Hwa Shin sambil tertawa.

Na Ri pun akhirnya mengeluarkan uneg-unegnya. Ia khawatir apa yang akan Hwa Shin lakukan di TK nanti. Bagaimana bisa perusahaan menyuruh seorang reporter mengawasi anak-anak?

Hwa Shin tertawa dan mengajak Na Ri makan siang.

Tapi Na Ri masih sedih. Ia ingin tahu kenapa Hwa Shin tidak marah. Sambil mengelus rambut Na Ri dengan sayang, Hwa Shin bilang, Na Ri sudah nangis dan marah untuknya.

Hwa Shin memberi isyarat mengajak pergi. Na Ri pun akhirnya bisa tersenyum kembali dan mengikuti Hwa Shin.

Ternyata Hwa Shin membawa Na Ri ke aula yang sudah ia sewa untuk pernikahan mereka. Ia meminta Na Ri mencicipi dan memilih makanan yang akan mereka putuskan menjadi menu di hari pernikahan mereka nanti. Ia meminta Na Ri memilih antara sup atau buffet.

Tapi Na Ri tidak begitu setuju. Merasa terlalu mendadak dan belum waktunya juga. Ia tidak mengerti kenapa Hwa Shin begitu terburu-buru. Ia juga merasa tidak sopan mengundang tamu datang ke pernikahan mereka di malam natal. Ia bersikeras untuk menundanya dan membatalkannya.

Hwa Shin langsung menarik Na Ri yang sudah hendak pergi. Ia sudah mahal-mahal membayar sewa ruangan dan tidak mau membatalkannya.

Na Ri menyalahkan Hwa Shin yang membuat keputusan sendiri bahkan tanpa meminta izin etrlebih dulu pada ibu Hwa Shin.

Hwa Shin membela diri, mengatakan kalau ini adalah pertama kalinya untuknya.

“Ini pertama kalunya juga untukku. Tapi paling tidak aku tahu urutan yang sebenarnya…”.

“Sup atau buffet…”, tanya Hwa Shin kembali sambil marah.

“Ayo”. Na Ri sudah mau pergi lagi.

“Duduk! Aku bilang duduk!”.

Na Ri akhirnya duduk kembali. Lalu Hwa Shin menanyakan siapa yang akan mereka minta menjadi memimpin pernikahan mereka.

Na Ri berpikir sebentar lalu menyebut, Dir. Oh.

Lalu Hwa Shin dan Na Ri sama-sama membayangkan, apa yang akan dikatakan Dir Oh saat memberi sambutan nanti.

Dir. Oh akan membicarakan tentang Hwa Shin yang sudah tidak menjadi reporter lagi dan harus menjaga anak-anak untuk seumur hidupnya.

Membayangkan itu, baik Hwa Shin maupun Na Ri, sama-sama tidak ingin Dir. Oh membawakan sambutan.

Lalu mereka membayangkan Dr. Geum yang memberikan sambutan.

Dalam bayangan mereka, Dr. Geum akan mengatakan bahwa mereka ditakdirkan bersama-sama. Mereka sudah saling kentut di depan mereka masing-masing, saling membantu mengganti pakaian dalam. Lalu Dr. Geum juga akan bicara tentang kanker payudara dan ketidakmampuan Hwa Shin memiliki anak di depan semua orang.

Setelah selesai memberikan sambutan, Dr. Geum baru sadar kalau ia baru saja mengatakan rahasia di depan semua orang. Opss, Dr. Geum menutup mulutnya.

Na Ri tersenyum geli. Baik Hwa Shin dan Na Ri, sama-sama tidak mau Dr. Geum mengatakan itu di depan semua orang.

Lalu mereka membayangkan kira-kira akan seperti apa sambutan yang akan diberikan Sung Sook. Sung Sook pasti akan membicarakan tentang perceraian dan bahkan menyuruh mereka putus sebelum menikah dan bercerai nantinya.

Menurut Sung Sook, mereka hanya hidup sekali jadi kenapa harus berusaha keras untuk menikah. Ia juga akan menyarankan untuk mengundangnya untuk memberi sambutan di pernikahan mereka yang kedua jika mereka nantinya bercerai dan menikah lagi dengan orang lain. *Parah!!!*

Na Ri dan Hwa Shin tidak setuju meminta Sung Sook memberikan sambutan.

Lalu Hwa Shin menanyakan siapa yang akan menjadi MC mereka nanti. Dong Gi?, usul Hwa Shin.

Lagi-lagi mereka membayangkan Dong Gi yang akan menjadi MC. Di dalam bayangan mereka, Dong Gi akan mengata-ngatai Hwa Shin egois dan arogan. Dong Gi akan mengatakan tidak percaya orang brengsek seperti Hwa Shin bisa menikah dan memintanya menjadi MC. Setelah itu Dong Gi akan marah-marah karena Hwa Shin sudah membuatnya menghabiskan uang untuk membeli jas baru dan sepatu baru. Ia akan meminta Hwa Shin mengganti kembali uangnya itu.

Na Ri menggelengkan kepalanya, tidak setuju. Lalu Hwa Shin mengusulkan teman barunya.

Di dalam bayangan mereka, Jung Won akan bilang, “Bukankah ini keterlaluan?! Bagaimana kau bisa memintaku menjadi MC di pernikahanmu!!! Hah! Hwa Shin! Bukankah aku satu-satunya temanmu?! Hah!”.

Na Ri yakin Jung Won tidak akan mau melakukannya. Kalau pun mau, itu akan terasa aneh.

“Hei, aku pikir kau bilang Jung Won itu baik hati dan miliki hati yang luas…”.

Na Ri membenarkan. Tapi tetap ia merasa mereka tidak boleh meminta Jung Won menjadi MC di pernikahan mereka.

Lalu Hwa Shin dan Na Ri membayangkan siapa yang akan bernyanyi di pernikahan mereka. Pilihan pertama, Joo Hee dan rekan kerja Na Ri *masih ga tahu namanya…*

Membayangkan lagu jadul yang akan mereka bawakan, Hwa Shin langsung pengen marah… 😀 Na Ri tertawa geli. Hwa Shin baru menyadari ternyata merencanakan pernikahan itu tidak mudah.

Tiba-tiba Na Ri menanyakan tentang pekerjaan Hwa Shin. Hwa Shin tidak berhenti dari pekerjaan, kan?, tanyanya.

Tapi Hwa Shin hanya diam saja. Tidak mengatakan sepatah kata pun.

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 24 Part 1 [End]

Dan ternyata, Hwa Shin kembali menemui Dir. Oh untuk memberikan surat pengunduran dirinya. Seperti yang sudah-sudah, Dir. Oh mencabik-cabik surat itu. Menolak pengunduran diri Hwa Shin.

Hwa Shin jadi kesal sendiri. Dir. Oh tidak mengizinkannya berhenti tapi kenapa ia harus bekerja di TK. Ia memohon agar tetap di ruang berita, menjadi tukang sapu-sapu juga boleh.

Menurutnya, ada banyak cara menghukumnya. Tapi kalau ia harus mengganti popok bayi, ia tidak mau. “Aku menolak melakukannya… Terima saja surat pengunduran diriku…”.

“Keluar!”, usir Dir. Oh.

Hwa Shin lalu mengeluarkan surat lain dan memberikannya pada Dir. Oh.

Dir. Oh hampir saja menyobek-nyobeknya lagi tapi sesaat kemudian ia sadar, surat itu berbeda. Apa ini, tanyanya.

Ia membuka amplop dan ternyata surat itu adalah surat undangan pernikahan. Tertulis di sana, Lee Hwa Shin dan Pyo Na Ri.

“Apa anda pernah memimpin pernikahan?”.

Dir. Oh melihat Hwa Shin, bingung.

Saat ibunya datang untuk membawakan lauk, Hwa Shin minta dipinjamkan uang untuk pernikahan dari ibunya.

Ny. Lee ingin tahu dengan siapa Hwa Shin akan menikah. Tapi Hwa Shin tidak menjawab. Ia hanya berjanji akan mengembalikan setelah menjual sahamnya di Cina.

Ny. Lee tidak begitu setuju karena Hwa Shin juga belum memperkenalkan calonnya itu padanya.

“Cukup datang saja ke pernikahanku…”, bujuk Hwa Shin.

“Apa aku hanya tamu lain?”, tanya Ny. Lee marah.

Lalu Hwa Shin memberikan anting yang ia temukan pada ibunya. Tapi Ny. Lee bilang, itu bukan miliknya, tapi milik Ja Young.

Hwa Shin langsung heran. Dan saat ibunya meminta meletakkan wadah plastik di rak atas, ia menemukan sebuah tas yang tidak pernah dilihatnya.

Dan ternyata di dalamnya ada amplop yang penuh dengan uang. Ibu mengomeli Hwa Shin yang ingin meminjam uang padahal Hwa Shin menyimpan uang banyak di rak dapurnya. “Pakai uang ini biaya pernikahan…”.

Lalu Hwa Shin menemukan sebuah surat di dalamnya. ‘Bukan kesalahanmu kalau kau tertipu karena voice phishing. Aku minta maaf.’, begitu isinya.

Dan Hwa Shin pun langsung menyidangkan Sung Sook dan Ja Young. Begitu ia meletakkan amplop itu di depan mereka, mereka langsung terdiam.

Tak lama, terlihat Ppal Gang berlutut di depan Hwa Shin.

Hwa Shin menyuruh Ppal Gang berdiri, membuat Sung Sook dan Ja Young cemas. Menunggu-nunggu apa yang akan dilakukan oleh Hwa Shin.

Ternyata Hwa Shin memeluk Ppal Gang. Ppal Gang langsung meminta maaf sambil menangis.

“Aku yang seharusnya meminta maaf… Maafkan paman…”, ucap Hwa Shin menepuk-nepuk punggung Ppal Gang. Sung Sook dan Ja Young baru bisa lega.

Ppal Gang melepaskan pelukan dan menanyakan kondisi dada Hwa Shin. Hwa Shin bilang, ia baik-baik saja.

Lalu Ja Young pun menyuruh Ppal Gang kembali ke kamarnya.

Sung Sook menjelaskan kalau Ppal Gang menelpon mereka bertiga tapi Hwa Shin saja yang tertipu. Apa kau bodoh?, ucap Sung Sook.

“Kau memang bodoh…”, ucap Ja Young juga.

Hwa Shin hanya tersenyum lalu bertanya apa mereka pernah memimpin pernikahan. Mereka menatap Hwa Shin, bingung.

Na Ri tidak bisa tidur karena memikirkan Ja Young yang menyuruhnya memikirkan program apa yang benar-benar ingin dan suka ia bawakan.

Lalu terdengar pintu diketuk dan Hwa Shin pun masuk. Hwa Shin menanyakan apakah Chi Yeol ada di rumah.

“Apa? Kau takut pada Chi Yeol?”, tanya Na Ri heran.

Lalu Hwa Shin memberikan amplop uang itu dan menyuruh Na Ri memakainya untuk biaya pernikahan.

Lalu Hwa Shin masuk dan tidur begitu saja di tempat tidur Na Ri.

Melihat uang itu, Na Ri semakin kaget melihat Hwa Shin benar-benar serius dengan rencana pernikahan mereka. Ia masih merasa Hwa Shin terlalu terburu-buru.

Tapi Hwa Shin bilang, ia hanya ingin tinggal bersama Na Ri secepat mungkin.

Na Ri menanyakan apakah Hwa Shin berhenti dari pekerjaannya. Hwa Shin malah balik bertanya apa Na Ri tidak mau menikah dengan pengangguran.

Na Ri membujuk Hwa Shin tidak keluar dari pekerjaan. Ia khawatir jika Hwa Shin berhenti siapa yang akan membiayai mereka nanti. Na Ri meminta Hwa Shin berpikir ulang tentang pernikahan karena dengan kondisi sekarang mereka tidak bisa mensupport diri mereka sendiri.

Na Ri ingin tahu apakah Hwa Shin dapat tawaran dari tempat lain.

“Tidak”, jawab Hwa Shin.

“Kau benar-benar tidak mau bekerja di TK?”.

Hwa Shin menatap Na Ri marah dan mengomel tanpa suara.

Na Ri mengerti dan tidak memaksa lagi.

Hwa Shin memberikan lagi surat pengunduran dirinya pada Dir. Oh tapi lagi-lagi Dir. Oh merobek-robek sampai menjadi serpihan kecil dan melemparnya ke udara. Masih tidak terima Hwa Shin berhenti.

Hwa Shin tidak memaksa tapi ia memberikan sebuah dokumen. Sebuah proposal program baru. Di dalam program baru itu, Hwa Shin berencana hanya akan menyiarkan suara saja. Mereka akan mengumpulkan informasi korupsi dan masalah di masyarakat dari orang-orang dan akan menamakan acara mereka itu dengan nama ‘Whistler Blower’.

Dir. Oh lagi-lagi tidak setuju. Ia juga merobek-robek proposal Hwa Shin itu. Ia menyuruh Hwa Shin mencoba pekerjaan yang diberikan oleh presiden setelah tiga rekan kerja Hwa Shin yang Hwa Shin pikir bukan reporter dan remehkan, memohon terus menerus pada presiden.

Hwa Shin pun lalu bertanya apa pekerjaan itu.

Dan ternyata pekerjaan yang ditawarkan oleh Dir. Oh adalah penyiar radio. Dengan perasaaan enggan dan malu, Hwa Shin terpaksa melakukan pekerjaan itu.

Dong Gi, yang juga produser acara di radio, puas menertawakan Hwa Shin. Ia mempersilahkan Hwa Shin mengatakan apa pun yang ingin Hwa Shin katakan karena di sana tidak ada seorang pun yang akan melarang Hwa Shin.

Kenapa Dong Gi bilang begitu? Ternyata Hwa Shin hanya membawakan acara tentang kesehatan. *Ya iyalah… :-P*

Hwa Shin membawakan acara kesehatan yang berjudul ‘Jurnal Kesehatan Lee Hwa Shin, Bincang-bincang Tentang Tubuhmu. Dan hari itu Hwa Shin membawakan tentang penyakit yang hanya dialami oleh wanita, uterine myoma. Hwa Shin terpaksa menjelaskan segala hal tentang penyakit itu, mulai dari gejala hingga treatment penyembuhannya.

Sebelum iklan diputar, Hwa Shin menutup sesi dengan meminta pendengar berbagi cerita dan pengalama tentang penyakit uterine myoma.

Dong Gi merasa sangat puas karena respon di media sosial sangat baik. Banyak yang mendengarkan siaran Hwa Shin.

Hwa Shin tidak berkomentar apa-apa. Ia hanya minta diambilkan minum. Tapi Dong Gi bilang tidak ada yang akan mengambilkan minum untuk Hwa Shin. Sekarang Hwa Shin harus mengambilnya sendiri.

Hwa Shin dan Na Ri duduk di depan minimarket ibu tiri Na Ri. Bum juga ada di sana. Tapi kali ini, bukan Bum yang duduk di tengah-tengah tapi Hwa Shin.

Na Ri meminta pendapat Hwa Shin. Menurut Hwa Shin, ia bagus dalam hal apa.

Hwa Shin bilang, menurutnya ramalan cuaca yang dibawakan Na Ri selalu bagus dan sangat mudah dinikmati, entah kalau dengan orang lain.

Na Ri tertawa. Menurutnya, penilaian Hwa Shin itu subjektif. Lalu Na Ri pun gantian memuji Hwa Shin. “Kau juga seorang DJ yang bagus…”.

“Kau dengar juga? Jangan dengar. Aku akan segera berhenti”, ucap Hwa Shin.

Na Ri tersenyum. “Kau bagus dalam segalanya…”.

Hwa Shin langsung terdiam. Tidak percaya tapi geer mendengar pujian Na Ri itu. Apalagi Na Ri mengatakannya sambil menyenggol-nyenggol Hwa Shin dengan bahunya.

Hwa Shin semakin geer. Tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum… 😀 *Uhuk!*

Hwa Shin dan Na Ri terus mengobrol dengan mesra. Tidak tahu kalau Ny. Lee datang dan melihat kemesraan mereka dengan marah.

Ny. Lee berdiri di depan mereka. Membuat Na Ri langsung berdiri dan menunduk.

Tanpa menunggu penjelasan Hwa Shin, Ny. Lee langsung memarahi Hwa Shin karena sudah mengencani pacar Jung Won. Menurutnya, Hwa Shin sudah merebut pacar orang lain. Ny. Lee bahkan memukul Hwa Shin.

“Kau lebih baik hidup saja sendiri, brengsek! Bagaimana aku biisa berhadapan dengan ibunya? Jung Won teman yang baik!”, marah Ny. Lee.

Tidak tahan lagi, Na Ri mencoba melerai. Tapi Ny. Lee juga memarahi Na Ri. Menurutnya Na Ri adalah gadis yang tangguh dan pintar memasak. Ia menyukai Na Ri tapi Na Ri mempermainkan dua pria dan memisahkan 2 sahabat.

“Kalau memang dia menggodamu, kau seharusnya tetap bersama pacarmu! Sungguh memalukan!”.

Hwa Shin juga tidak ingin ibunya terus memarahi Na Ri. Ia lalu bilang kalau ia akan menikahi Na Ri dan Na Ri juga sudah berpisah dengan Jung Won.

Ibu langsung menggepalkan tinjunya. Ingin menonjok Hwa Shin lagi. Ibu tidak percaya karena ia baru saja melihat dengan mata kepalanya sendiri Na Ri makan dengan Jung Won dan ibu Jung Won.

“Dia mengencani kami berdua…”. Ucapan Hwa Shin terhenti karena Na Ri diam-diam mencubit Hwa Shin. “Dia lebih meyukaiku! Aku menang!”. Hwa Shin tidak peduli dengan cubitan Na Ri. 😀

Ny. Lee langsung terdiam. Menatap Na Ri heran. Na Ri hanya membungkukkan badannya, meminta maaf berkali-kali.

Dengan santainya, Hwa Shin meminta ibunya mendengarkan penjelasannya.

Setelah ibu tiri Na Ri membawa Bum masuk, Ny. Lee pun duduk di antara Hwa Shin dan Na Ri.

Ny. Lee masih merasa tidak percaya. Apa hebatnya Na Ri sehingga membuat dua pria memperebutkannya. Lagi-lagi dengan cuek, Hwa Shin mempersilahkan ibunya tidak datang ke pernikahannya jika memang ibunya tidak suka.

“Jangan begitu pada ibumu…”, Na Ri menegur Hwa Shin.

“Dia terlalu baik untukku… Ibu tidak tahu apa-apa. Apa ibu tahu betapa unappealing putra ibu ini? Aku seseorang yang mencoba berhenti bekerja setiap hari, aku mungkin akan menjadi pengangguran. Aku juga punya kanker payudara dan…”.

Na Ri langsung memegang lengan Hwa Shin. Mencegah Hwa Shin bicara lebih jauh. Na Ri kembali meminta maaf dan berjanji akan berpikir kembali tentang pernikahan.

Hwa Shin bilang, ia tidak cukup baik untuk bisa membahagiakan Na Ri. Jika ibu tidak suka sup, sebaiknya ibu tidak datang ke pernikahan.

“Apa? Aku tidak suka! Tidak suka! Tidak suka!”, teriak Ny. Lee sambil memukul Hwa Shin lagi. Hwa Shin sampai terpaksa menahan ibunya supaya berhenti memukulnya.

Setelah selesai membacakan berita jam 9, Gil Hae mengajak Sung Sook makan malam, Tapi Sung Sook tidak mau. Ia lebih suka minum saja.

Gil Hae langsung setuju dan mereka lalu minum di depan meja anchor.

Sung Sook mengaku kalau ia akan mencoba tertarik pada Gil Hae sedikiiiiiiit saja dan ia ingin tahu harta yang dimiliki Gil Hae.

Gil Hae langsung tertarik, bergeser lebih dekat pada Sung Sook. Ia mengaku memiliki mobil rumah dan tanah.

Tapi Sung Sook tidak percaya, bukankah harta Gil Hae sudah habis karena perceraian.

Gil Hae terkejut, tapi akhrinya ia mengaku kalau ia memang menyewa apartemen yang kecil tapi ia masih sanggup mencicil mobil dan ia tidak bisa menjual tanah. Lagipula gajinya cukup tinggi.

“Gajimu sama denganku…”, sahut Sung Sook. Lalu Sung Sook menanyakan penyakit yang diderita Gil Hae. Ternyata Gil Hae punya cukup banyak penyakit.

Sung Sook menyayangkan Gil Hae yang tidak punya uang tapi punya banyak penyakit. Lalu Sung Sook mengkritik gaya rambut Gil Hae, berat badan Gil Hae, keriput di leher Gil Hae. Ia menyuruh Gil Hae menemui dermatologist.

Lalu Sung Sook juga mengkritik tangan Gil Hae yang kasar, padahal ia menyukai pria dengan tangan yang lembut. Ia tidak peduli dengan bagian yang tidak terlihat tapi ia memohon Gil Hae memperbaiki hal-hal yang tampak seperti baju, mislanya.

Lama kelamaan karena dikritik terus, Gil Hae jadi emosi. “Bilang saja kalau kau tidak suka padaku!”, marahnya. 😛

Sung Sook heran melihat Gil Hae yang tidak berubah menjadi lebih gentle seperti pria-pria Inggris setelah tinggal 3 tahun di Inggris. Tapi justru malah semakin terlihat tua.

Gil Hae akhirnya tertawa. Ia merasa menemukan sedikit harapan dibalik semua keluhan Sung Sook itu karena itu artinya Sung Sook perhatian padanya.

Sung Sook hanya mencibir saja…

Ny. Ko sengaja bertemu dengan Ja Young untuk melarang Ja Young berkencan dengan Kim Rak. Ia bahkan mengancam akan membunuh Ja Young.

Ja Young tidak percaya mendengar ucapan Ny. Ko itu. Memangnya apa yang salah dengannya.

Lalu Ny. Ko menyodorkan sebuah amplop dan Ja Young mengintip isinya. “Ini terlalu sedikit”, ucapnya.

No Ko ingin tahu berapa yang diinginkan Ja Young. Ja Young tertawa masam, tidak percaya di usianya yang sekarang, ia masih mendapat bayaran.

Ny. Ko mengatakan Ja Young punya kelemahan terhadap uang. Ia tahu Ja Young suka dengan uang.

Ja Young tersinggung mendengar ucapan Ny. Ko itu. Lalu ia pun menerima uang itu….

Bersambung…

[Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 24 Part 2 [End]]

4 Comments
  1. Zoey Rahman says

    Suka bgt sama drama ini,. awal nya nont ini pengen tau peran nya jo jung suk si cwo macho itu gmn,. tp pas nont sumpah ngakak bgt,. bisa2 nya pas lagi galau/sedih tp di selingi dg komedi,. ini drama yg bikin w rela begada sampe jam 2 pagi padahal besok nya w masuk kerja pagi.. keren dah…

    1. kdramastory says

      Makasih atas komentarnya… Drama ini memang campur aduk. Ada lucunya, ada sedihnya, ada juga yang bikin terharu… Komplit lah… Seperti biasanya, Joo Sung Suk aktingnya memang bagus… 🙂

  2. Nurhasanah says

    Wuah…..sepanjang episode terakhir ini saya nontonnya sambil senyum terus….uh lengkap lah drama ini yah…sedihnya….tentu sja karena rabu depan gak akan sama lagi dg rabu2 dimana biasanyagalau nunggu drama ini…..tapi…..
    Jeongmal kamsaishimnida buat bak dian dan bak diyah yg setia nulis sampai akhir.shughoshipsimnida……
    Semangat untuk next project yah….

    1. kdramastory says

      Sama-sama mb nur…

      Yg paling sy suka di episode ini waktu Hwa Shin bujuk Na Ri ga usah makan di rumah Na Ri… Sukaaa banged…

Leave A Reply

Your email address will not be published.