Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 7 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1

Teringat pesan Jeong Hoon, Sim Chung langsung berteriak. Melarang Joon Jae mendekat. Joon Jae juga sangat kaget melihat Sim Chung berenang begitu saja di rumah yang dihuni oleh laki-laki.

Begitu sadar dengan apa yang terjadi, refleks ia berbalik. Mengatakan tidak melihat apa-apa. Joon Jae mencoba bicara tapi Sim Chung terus berteriak, melarang Joon Jae berbalik atau mendekat.

Joon Jae baru berbalik setelah Sim Chung bilang sudah selesai. Sim Chung muncul setelah mengenakan jubah mandi.

Joon Jae sebenarnya ingin menanyakan sesuatu pada Sim Chung tapi karena terlalu syok, ia lupa mau menanyakan apa. Ia malah memarahi Sim Chung yang bertindak sembarangan di rumah yang ditinggali laki-laki.

Sim Chung membela diri. Ia tidak menyangka Joon Jae akan kembali begitu cepat. Joon Jae beralasan itu adalah rumahnya, jadi yang seharusnya berhati-hati itu Sim Chung, bukan dirinya. Menurutnya, Sim Chung itu beruntung karena yang masuk dirinya, bukan Nam Doo atau Tae Oh.

Sim Chung menanyakan apa yang membuat ia beruntung karena Joon Jae yang masuk.

Karena tidak bisa menjelaskan, Joon Jae memarahi Sim Chung yang mengajaknya berdebat bukannya berpakaian, tapi Sim Chung bilang ia baru bisa berpakaian kalau Joon Jae pergi.

Joon Jae terpaksa cepat-cepat pergi dari rumahnya.

Joon Jae menghela nafasnya berkali-kali setelah keluar dari rumahnya. Nam Doo yang sudah lama menunggu, ingin tahu apa yang dikerjakan Joon Jae. Apa kau sudah membawa ponselmu?, tanyanya.

Joon Jae benar-benar lupa dengan ponselnya. Namun untuk kembali ke rumah, ia tidak mau lagi. Ia mengajak mereka langsung berangkat. Namun sebelum masuk ke dalam mobil, Joon Jae meminta kedua rekannya itu mendengar peraturan darinya. Mulai saat ini, siapa pun dari mereka yang ingin masuk ke dalam rumah, harus membunyikan bel terlebih dahulu, paling tidak satu kali saja sebelum masuk dan membuat keributan supaya orang yang di rumah tahu ada yang datang.

Nam Doo dan Tae Oh tentu bingung dengan peraturan yang tiba-tiba saja dibuat oleh Joon Jae. Namun Joon Jae tidak mau menjelaskan lebih jauh. Dengan alasan sebagai pemilik rumah, ia berhak membuat peraturan apa pun di rumahnya. Dan lagipula peraturan itu bukan berlaku hanya untuk mereka saja, tapi untuk dirinya juga.

Joon Jae mengeluhkan udara yang terasa panas, tapi Nam Doo bilang ia malah merasa membeku. Ia juga bilang, wajah Joon Jae terlihat memerah…

Joon Jae tidak bilang apa-apa…

Sim Chung menemui Jeong Hoon, menceritakan insiden yang hampir saja terjadi menimpanya. Jeong Hoon mengingatkan Sim Chung untuk berhati-hati. Ia yakin mulai saat ini Joon Jae akan merecoki Sim Chung dan ingin tahu rahasia Sim Chung.

Shim Chung bilang, Joon Jae memang sudah melakukannya. Joon Jae terus bertanya tentang Spanyol. Kenapa ia tidak bisa mengingatnya? Mengancam kalau ia tidak mau bicara, Joon Jae akan mengusirnya.

Jeong Hoon mengingatkan Sim Chung untuk tidak pernah mengatakan apa-apa. Tidak seperti di dunia mereka yang tidak ada kebohongan, bahkan suara hati mereka bisa terdengar sampai 1 km, di dunia manusia ada yang dinamakan kebohongan. Tapi kabar baiknya, paling tidak di dunia manusia, mereka bisa menyembunyikan perasaan mereka yang sebenarnya dengan kebohongan karena manusia tidak bisa mendengar suara hati mereka.

Sim Chung menanyakan apakah manusia benar-benar berbohong sebanyak itu.

Jeong Hoon bilang tidak terlalu banyak, tapi manusia berbohong setiap kali membuka mulut mereka. Jeong Hoon menunjukkan sebuah spanduk yang bertuliskan, ‘Ponsel 100% Gratis, si Bos Gila’.

“Apa kau pikir pernyataan itu benar? Si Bos-nya benar-benar gila?”, tanya Jeong Hoon. Jeong Hoon bilang, itu artinya mereka membutuhkan uang untuk menutupi kekurangan mereka jadi mereka mengajak pembeli menghabiskan uang di sana.

Jeong Jae memberi contoh yang lain. Misalkan, saat mencoba baju di departemen store, para karyawan akan mengatakan baju ini cocok untukmu. Sim Chung berpikir itu artinya ia cantik. Joon Jae bilang bukan. Tapi artinya setelah mereka memberikan pujian, pembeli harus membeli sesuatu.

Sim Chung baru mengerti.

Jeong Hoon bilang ada yang lebih penting lagi dari yang dikatakannya tadi. Di dunia manusia, kata-kata ‘cinta’ itu sangat umum jadi Shim Chung tidak boleh tertipu oleh kata-kata tersebut. Karena itu tidak berarti mereka benar-benar mencintai Sim Chung.

Jeong Hoon memberi contoh dengan menelpon 114. Begitu diangkat, orang yang diseberang telpon langsung bilang, ‘Aku mencintaimu, Pelanggan tersayang…’.

Sim Chung tiba-tiba merasa hidup di dunia manusia itu sulit. Ia ingin tahu bagaimana cara Jeong Hoon mengetahui kapan seseorang berbohong.

“Itu tidak mudah… tapi ada suatu cara…”, ucap Jeong Hoon. Orang-orang yang berbohong tidak bisa menatap mata lawan bicaranya, gugup, atau menyentuh telinga mereka, menyentuh bibir mereka atau menyilangkan tangan mereka untuk memngambil sikap defensif.

Selama dalam perjalanan, Joon Jae dan Nam Doo berdebat. Nam Doo bersikeras kalau Joon Jae sangat peduli pada Sim Chung, sementara Joon Jae bersikeras bahwa ia sama sekali tidak peduli pada Sim Chung.

Nam Doo memberikan buktinya. Baru pertama kali ia melihat Joon Jae peduli pada pakaian dipakai oleh seorang wanita.

Joon Jae lagi-lagi membantah. Menurutnya, ia juga peduli dengan apa yang dipakai Nam Doo, juga yang dipakai Tae Oh. Joon Jae langsung bicara pada Tae Oh, mengomentari Tae Oh yang pakai pakaian tipis. “Haruskah aku membelikanmu parka?”, tanyanya.

Tae Oh hanya mencibir sinis. Nam Doo juga sama sekali tidak percaya.

Tidak mau dipojokkan terus, Joon Jae minta diturunkan di depan museum. Nam Doo sebenarnya ingin mereka pergi bersama-sama tapi Joon Jae tidak mau. Alasannya, ada sesuatu yang ingin ia urus.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1

Ternyata Joon Jae pergi menemui Si Ah. Si Ah merasa senang kali ini Joon Jae yang tiba-tiba datang menemuinya lebih dulu. Namun, Joon Jae ternyata membicarakan tentang bangkai beberapa kapal karam yang berusia ratusan tahun yang ditemukan di laut Yangyang.

Si Ah sudah senang saja berpikir ternyata Joon Jae mendengar penjelasannya waktu itu. Tapi Joon Jae bilang, ia mendengar dari Nam Doo kemarin. Ia dengar ada Mok Gan yang ditemukan. (Mok Gan: panel kayu kecil yang merekam asal, asal kapal, dan tujuan perjalanan).

Si Ah membenarkan. Karena penemuan itu, kantor risetnya sekarang sangat sibuk.

Joon Jae ingin tahu siapa pemiliknya.

“Kim Dam Ryung…”, jawab Si Ah. Si Ah menjelaskan, Dam Ryung adalah kepala desa dari Heupgok.

Lalu Si Ah memperlihatkan guci yang memiliki lukisan seekor putri duyung dengan seorang pria. Ia menjelaskan, berdasarkan catatan di Mok Gan, guci itu berasal dari era pertengahan Joseon namun pria di lukisan itu memakai baju modern. Seolah menunjukkan bahwa lukisan itu digambar dengan ide masa depan. Si Ah merasa, lukisan putri duyung itu memberi kesan mistis.

Joon Jae sependapat dengan Si Ah. Ia melihat lukisan itu lebih dekat lagi. Tiba-tiba ingatannya tenggelam bersama seorang wanita di laut muncul…

Joo Jae menemui psikiater untuk berkonsultasi. Tidak hanya mimpi yang berulang terus, ia juga merasa pria yang ada di lukisan guci itu adalah dirinya. Ia juga bukannya tidak ingat apa pun, hanya saja ingatannya yang hilang hanya ingatan kejadian yang terjadi di Spayol.

Menurut Prof. Park ~ nama sang psikiater ~, itu tidak sepenuhnya mustahil. Ada amnesia yang dinamakan Sung Amnesia, amnesia terhadap kejadian atau seseorang tertentu saja.

Lalu Prof. Park menghipnotis Joon Jae. Memberi sugesti bahwa memori Joon Jae terhadap satu orang itu akan kembali.

Joon Jae tertidur. Di dalam tidurnya, ia melihat dirinya (atau mungkin Joon Jae belum tahu pria itu dirinya, hanya tahu kalau pria itu mirip dengan dirinya…) menunggang kuda dengan memakai gelang berwarna hijau di tangannya, melawan beberapa pria, seorang pria lain yang terluka, lalu seorang wanita yang mirip dengan Sim Chung.

Joon Jae sontak terbangun begitu melihat seorang wanita yang mirip dengan Sim Chung.

Prof. Park meminta Joon Jae menceritakan apa yang dilihat Joon Jae. Apa yang Joon Jae ingat.

Joon Jae bilang, ia ingat Prof. Park bilang hipnosis bisa membawa keluar alam bawah sadarnya atau mungkin bisa juga membawa keluar ilusi. Ia menyimpulkan yang baru saja ia lihat itu hanya ilusi.

Namun begitu teringat wanita yang mirip dengan Sim Chung, Joon Jae merasa tidak yakin dengan kesimpulannya sendiri.

 

Setelah melihat wanita yang mirip seperti Sim Chung di alam bawah sadarnya, melihat Sim Chung di dunia nyata membuat Joon Jae terdiam. Lama.

Beberapa saat kemudian ia baru sadar kalau Sim Chung terlihat rapi dan cantik. “Kau mau kemana?”, tanyanya. Tapi belum sempat Sim Chung mengatakan sesuatu, Joon Jae bilang ia tidak mau tahu. Ia mempersilahkan Sim Chun pergi kemana pun Sim Chung suka.

Tapi kemudian, Joon Jae malah mengumumkan peraturan baru. Ia akan memberlakukan jam malam. Pintu rumah akan dikunci jam 8 malam, dan siapa pun yang pulang lewat dari jam itu, tidak boleh masuk. Kebetulan di situ, tidak hanya ada Sim Chung, tapi juga ada Nam Doo dan Tae Oh. Karena kebetulan saat itu yang akan pergi itu Sim Chung, maka peraturan itu langsung berlaku pada Sim Chung.

Nam Doo bilang, tidak mungkin Sim Chung bisa pergi di Seoul pulang pergi dalam waktu setengah jam. Kalau begitu sama saja Joon Jae tidak mengizinkan Sim Chung pergi, protes Nam Doo.

 

“Siapa yang melarangnya pergi?”, sahut Joon Jae, tidak mau kalah. “Pergi saja. Aku tidak peduli dia bertemu dengan siapa. Siapa pun pria itu… Tunggu, aku bahkan tidak tahu dia bertemu dengan pria atau wanita. Siapa pun yang dia temui, dia harus kembali sebelum jam 8 malam. Jika dia tidak menyukai peraturan itu, dia boleh pergi dari sini selamanya…”.

Nam Doo tiba-tiba menemukan buku yang menarik perhatiannya di atas meja. Semacam buku pintar supaya bisa menjadi Pegawai Negeri Level 7. Nam Doo langsung menggoda Joon Jae.

Joon Jae yang malu, mencoba merebut buku itu dari tangan Nam Doo tapi gatot! Gagal total! 😀 Joon Jae beralasan kalau ia hanya membacanya untuk membantu pekerjaan mereka.

Bonus!!! Paling suka liat LMH dari samping… 😀

Setelah mendapatkan bukunya kembali, Joon Jae menanyakan apa Sim Chung tidak jadi pergi. Sim Chung bilang dia akan pergi besok saja. “Benarkah?”, Joon Jae diam-diam tersenyum dan cepat-cepat menyembunyikan senyumnya itu. Dengan ekspresi marah, ia pamit masuk ke kamarnya.

Nam Doo merasa Joon Jae benar-benar aneh akhir-akhir ini. Lalu ia menanyakan kemana Sim Chung akan pergi.

Sim Chung bilang, ia keluar untuk menghasilkan uang.

Nam Doo berpikir Sim Chung akan bekerja paruh waktu. Tapi ternyata Sim Chung mau menjual mutiara dan memberikan seluruh uang hasil penjualannya itu untuk Heo Joon Jae.

Karena Sim Chung hanya memegang sebuah kresek hitam yang berisi sesuatu yang kecil-kecil, Nam Doo tertawa sepele. Ia ingin tahu apa yang ingin dijual Sim Chung.

Betapa terkejutnya Nam Doo melihat kresek hitam itu isinya mutiara-mutiara yang berharga. Ia memperlihatkannya pada Tae Oh. “Dari mana kau dapatkan ini?”, tanyanya pada Sim Chung.

“Aku mendapatkannya dengan bekerja keras…”.

Ahahaha… Kerja keras yang bagaimana yang dimaksud Sim Chung. Ternyata Sim Chung sengaja menonton drama korea yang sedih-sedih supaya bisa menangis… 😀 *Sama kayak sy. Sengaja nonton drama korea yang sedih biar bisa nangis. Beda sama Sim Chung yang dapat mutiara, kl sy dapatnya cuma mata yang bengkak besok paginya… 😀 *

Nam Doo benar-benar penasaran, pekerjaan keras seperti apa yang dilakukan oleh Sim Chung hingga menghasilkan mutiara berharga seperti itu. Ia merasa Sim Chung itu semakin misterius. Ia menyarankan Sim Chung ikut program investigasi ‘Tell Me The Truth’. “Bisakah kau memberiku satu?”, pinta Nam Doo.

“Tidak boleh”, sahut Sim Chung singkat lalu langsung mengambil kembali kresek hitam itu.

Melihat Sim Chung mendadak marah, Nam Doo langsung mengalah. Membujuk dengan mengatakan kalau ia hanya melihat saja. Ia kembali melihat isi kresek itu. Saat perhatian Sim Chung teralih pada suara rice cooker yang memberitahukan kalau nasi sudah matang, diam-diam Nam Doo mengambil satu mutiara.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1

Sim Chung kembali bertemu dengan Jeong Hoon. Saat sedang berjalan bersama, Jeong Hoon tiba-tiba merasakan sakit di dadanya. Jeong Hoon memutuskan untuk istirahat sebentar.

“Apa kau sakit?”, tanya Sim Chung, khawatir. Jeong Hoon hanya diam sambil mengatur nafasnya.

Lalu Jeong Hoon memberitahukan Sim Chung alasan ia bekerja sebagai penyelamat dalam cuaca dingin seperti sekarang. Sim Chung berpikir karena Jeong Hoon tidak punya tempat tinggal.

Jeong Hoon bilang, ia menyewa apartemen dan punya tempat tidru yang besar. Alasan ia bekerja di sana karena jantungnya sudah hampir mencapai batasnya. “Aku harus berada di dalam air untuk beberapa jam dalam sehari supaya bisa bertahan hidup setiap harinya. Tentu saja aku tidak tahu kapan jantungku akan berhenti…”.

Sim Chung ingin tahu apakah ada cara untuk menghentikannya.

Jeong Hoon bilang ada, jika kekasihnya kembali lagi padanya tapi itu tidak mungkin karena kekasihnya itu sudah menikah dengan orang lain.

Sim Chung menyuruh Jeong Hoon secepatnya kembali ke laut. “Kenapa kau malah berada di sini!”.

“Lihat siapa yang bicara? Apa yang kau lakukan di sini? Jika kau harus menghapus memorinya saat kau ketahuan menyelamatkannya, seharusnya kau menganggap kenangan itu sebagai kenanagan indah dan kembali ke laut tempat kau seharusnya tinggal… Siapa yang menghargaimu karena mengingat janji yang dilupakan? Kenapa kau datang jauh-jauh ke sini? Untuk menanggung semua pertanyaan, penganiayaan sampai batasnya? Dan bertanya-tanya kapan dia akan mencintaimu?”.

Sim Chung terdiam mendengar semua ucapan Jeong Hoon itu. Jeong Hoon menyuruh Sim Chung kembali ke laut karena belum terlambat untuk Sim Chung.

Tapi Sim Chung bilang ia tidak bisa kembali karena akan merindukan Joon Jae.

Jeong Hoon mengatakan, karena alasan itulah ia memilih mati perlahan di sana daripada kembali ke laut tapi hidup seperti tidak bernyawa. Menurutnya, itu sama saja.

Sim Chung menangis mendengar kata-kata Jeong Hoon itu. Tapi, di saat sedih seperti itu, sempat-sempatnya Jeong Hoon menyuruh Sim Chung mengambil kresek hitam untuk menampung mutiaranya… 😀

Jeong Hoon ingin terlahir kembali sebagai manusia dalam kehidupan berikutnya dan mengencani semua perempuan dan menjadi mata keranjang. Sungguh berat rasanya memiliki hati hanya untuk satu satu orang saja…

Sim Chung ingin tahu berapa lama jantungnya akan bertahan. Jeong Hoon tidak tahu, tapi sudah dua bulan kekasihnya meninggalkannya. Jadi Sim Chung bisa mengira-ngiranya sendiri.

Melihat Sim Chung yang hanay menatapnya, Jeong Hoon melarang Sim Chung mengasihaninya karena yang dialaminya sekarang itu bisa menjadi masa depannya Sim Chung juga.

Sim Chung menangis lagi, menggenggam erat-erat kresek hitamnya. Lagi-lagi Jeong Hoon mengingatkan Sim Chung untuk menampung air matanya itu… 😀

Det. Hong dan rekannya sengaja mengawasi di sekitar lingkungan rumah Joon Jae, menunggu si pembunuh yang menurut Det. Hong akan kembali lagi.

Seseorang yang memakai jaket pekerja dan berhelm, lewat di dekat mobil mereka. Orang tersebut bahkan sempat menyenggol spion mobil Det. Hong. Tapi Det. Hong dan rekannya itu sama sekali tidak curiga.

Pria itu yang ternyata Dae Young, melenggang begitu saja dengan santai.

Bonus lagih!!! 😀

 

Sementara itu, ketika sedang menyeduh teh citrus, Joon Jae teringat Manager Nam yang saat muda sangat mirip dengan pria yang terluka yang dilihatnya saat dihipnotis.

Joon Jae menelpon Manager Nam tapi ponsel Manager Nam mati. Ia pun mengirimkan pesan, meminta Manager Nam menghubungi kembali.

 

Dae Young ternyata duduk di depan pagar rumah Joon Jae. Seorang pria yang mabuk lewat dan membuang puntung rokon begitu saja di depannya.

Dae Young menegur pria itu, menyuruhnya mengambil puntung rokok itu kembali.

Pria itu kesal ditegur seperti itu lalu mendekati Dae Young. Begitu melihat wajah Dae Young, ia langsung menelan ludahnya. Takut. Tanpa membantah, ia mengambil kembali puntung rokok itu dan cepat-cepat pergi.

Ponsel Manager Nam ternyata sudah dipegang oleh Dae Young. Dae Young membalas pesan Joon Jae.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 1

Setelah mendengar banyak dari Jeong Hoon, Sim Chung menjadi sangat gelisah. Ia sama sekali tidak bisa tidur.

Sementara itu, Joon Jae yang bersiap akan tidur, mendapatkan pesan balasan dari Manager Nam, padahal pesan itu dari Dae Young. Manager Nam meminta maaf karena baru kembali dari suatu tempat. Ia menanyakan apakah Joon Jae punya waktu karena ia akan membicarakan sesuatu tentang ayah Joon Jae.

Joon Jae membalasnya. Mengatakan ada waktu besok malam dan menanyakan keadaan Manager Nam.

Manager Nam membalas lagi. Mengatakan kalau ia baik-baik saja dan akan menghubungi Joon Jae kembali setelah memutuskan lokasi pertemuan mereka.

Mengetahui Manager Nam baik-baik saja, Joon Jae merasa sangat lega.

Sim Chung yang tidak bisa tidur, memutuskan bicara pada Joon Jae. Ia ingin tahu kapan Joon Jae akan menyukainya. Ia tahu saat ini Joon Jae tidak menyukainya tapi ia ingin tahu kapan Joon Jae berencana menyukainya.

Joon Jae jelas kaget ‘ditembak’ begitu saja oleh Sim Chung. Tanpa pikir panjang, Joon Jae langsung bilang, tidak dan tidak punya rencana menyukai Sim Chung.

Sim Chung menyuruh Joon Jae berpikir dulu sebelum menjawab. Joon Jae memang diam sebentar, lalu menatap Sim Chung yang mencoba memperlihatkan wajah manis penuh harap di depan Joon Jae.

Joon Jae terlihat hampirrrrr saja tersenyum tapi kemudian dengan cepat ia bilang tidak. Berkali-kali Sim Chung memastikan, jawaban Joon Jae tetap tidak.

Walaupun terlihat kecewa, Sim Chung bilang akan memberi Joon Jae waktu.

Tapi Joon Jae tetap pada keputusannya. Tidak. Baginya, menyukai seseorang itu bukan sebuah perkara yang mudah dan tidak bisa dilakukan dalam beberapa hari saja. “Menyukai seseorang adalah sesuatu yang tersulit yang ada di dunia ini…”.

“Kenapa?”.

Joon Jae mengatakan, hal termudah di dunia adalah dikecewakan oleh orang lain. Bahkan setelah menyukai penampilan luar seseorang, seseorang akan cepat merasa kecewa. Seperti itulah manusia. “Tidak ada yang mengalahkan kekecewaan. Jadi, mencintai seseorang adalah hal yang tersulit…”.

“Tidak…”, sahut Sim Chung. Menurut Sim Chung, baginya, mencintai seseorang adalah hal termudah dilakukan. Bahkan di saat ia mencoba begitu keras untuk tidak mencintai, ia tetap tidak bisa mencegah untuk mencintai. Seberapa besar pun ia ingin dikecewakan, ia tetap tidak bisa. “Bagiku, cinta mengatasi segalanya…”.

Joon Jae terdiam. Menatap Sim Chung. Kata-kata Sim Chung itu mempengaruhinya.

Sebelum kembali ke kamarnya di atas, Sim Chung meminta Joon Jae untuk memberitahukan saat Joon Jae sudah memiliki rencana menyukainya.

Malam itu, baik Sim Chung maupun Joon Jae tidak bisa tidur.

Jin Joo sengaja menelpon ibu mertuanya, memberitahukan bahwa ia sudah membeli talenan yang khusus dibuat dari kayu dari hutan topis amazon untuk ibu mertuanya itu.

Sepertinya ibu mertua Jin Joo sangat senang mendengarnya karena kemudian Jin Joo berjanji akan mengirimkannya minggu depan.

Setelah Jin Joo selesai bicara dengan ibu mertuanya, Si Ah mengomentari Jin Joo yang bersedia melakukan apa pun untuk menyenangi ibunya, padahal hal itu sulit dilakukan bahkan oleh dirinya sendirinya.

Jin Joo mengatakan yang dilakukannya tadi untuk memenangkan hati pria. Seorang pria tidak bisa melakukan apa pun pada wanita yang baik pada ibunya.

Si Ah tidak percaya dengan kata-kata Jin Joo itu.

Jin Joo memberikan bukti oppa Si Ah sendiri seperti itu. Setelah bermain-main, oppa Si Ah berakhir dengan menikah dengannya. Jin Joo memberi saran agar Si Ah memenangkan ibu pria yang dikirim makanan itu untuk bisa memenangkan hati pria itu.

Si Ah mengatakan, pria itu tidak banyak bercerita tentang keluarganya juga tentang ibunya.

Jin Joo ingin tahu dimana ibu pria itu tinggal. Apa di Gangnam? Kalau di Gangnam, ia bisa tahu ke sauna mana ibu pria itu pergi.

Si Ah berpikir untuk menanyai diam-diam. Tapi Jin Joo malah menyarankan untuk membuat pria itu mabuk baru kemudian menanyainya.

Yoo Ran datang dengan membawakan dua cangkir kopi. Begitu meminumnya, Si Ah langsung memuntahkannya kembali. Ia tidak mau minum kopi selain kopi yang biasa ia minum, kopi yang berasal dari perkebunan terbaik.

Yoo Ran memberitahukan bahwa kopi Si Ah habis. Karena SI Ah tetap menolak minum kopi yang dibuatnya, Yoo Ran pun mengambil kembali kopi itu. Namun ia berpesan supaya Si Ah bersikap lebih sopan pada orang yang tinggal serumah daripada mempedulikan petani kopi yang tinggal di negara yang jauh.

Si Ah sontak marah. Menegur Yoo Ran yang berani mengajarinya. Tapi Yoo Ran bilang, ia tidak bermaksud mengajari Si Ah tapi jika Si Ah belajar sesuatu, ia akan senang.

Si Ah kesal sekali dan mengadukannya pada Jin Joo. Tapi Jin Joo menyuruh Si Ah tidak perlu peduli pada Yoo Ran karena Yoo Ran memang seperti itu. Yang paling penting, mencari tahu ibu pria itu dan berteman dengannya. *Ahahaha… padahal yang dimarahinya tadi ibunya Joon Jae… Kesiaaaannn deh kalo nanti tau… 😀 *

Si Ah menemui Nam Doo untuk mencari tahu tentang ibu Joon Jae. Ia yakin, Nam Doo pasti tahu sesuatu.

Nam Doo agak enggan membicarakan tentang ibu Joon Jae karena Joon Jae nanti pasti akan marah. Namun karena Si Ah memaksa, i apun bersedia tapi dengan syarat Si Ah memberitahukan sesuatu padanya.

Ia ingin apa yang ingin Joon Jae cari tahu dan lihat saat menemui dengan Si Ah di museum.

Si Ah bilang, Joon Jae menanyakan tentang Mok Gan dan ia juga memperlihatkan sesuatu pada Joon Jae. Si Ah memperlihatkan foto guci bergambar putri duyung dan seorang pria pada Nam Doo.

Nam Doo sangat tertarik dengan lukisan itu. “Ini punya Dam Ryung, bukan?”.

Si Ah membenarkan.

Nam Doo teringat gelang hijau itu dan merasa benar-benar ada sesuatu yang menarik. “Ini tidak mungkin hanya kebetulan…”, ucapnya.

Karena sudah memberitahukan apa yang Nam Doo ingin ketahui, Si Ah kembali menanyakan tentang ibu Joon Jae.

Nam Doo bilang ia tidak tahu banyak. Yang ia tahu Joon Jae dan ibunya terpisah sejak Joon Jae berumur 10 tahun dan sampai sekarang Joon Jae masih mencari ibunya. Mereka juga sudah mencari kemana-mana tapi ibu Joon Jae seperti hilang tanpa jejak. “Aku bertanya-tanya apa mungkin dia sudah meninggal…”.

Si Ah jadi penasaran, ingin tahu dimana ibu Joon Jae. Ia yakin ia akan bisa memperlakukan ibu Joon Jae dengan baik.

Wanita yang sedang dibicarakan Si Ah sedang duduk di kamarnya. Teringat lagi pada Joon Jae dan kembali melihat foto keluarganya.

Di tempat lain, di ruang kerjanya, Tn. Heo juga memikirkan Joon Jae. Ia melihat foto yang sama dengan yang dilihat Yoo Ran. Tn. Heo lalu memutuskan menelpon Pengacara Lee. Mengajak Pengacara Lee bertemu malam nanti untuk membicarakan masalah surat wasiat.

“Aku ingin disahkan. Bahkan jika penerimanya tidak ada secara langsung, kita bisa melakukannya selama kita memiliki kartu identitasnya, bukan?”, tanya Tn. Heo.

Pengacara Lee mengatakan bisa dan berjanji akan datang malam nanti. Setelah berbicara dengan Tn. Heo, ia pun memberitahukan Seo Hee tentang Tn. Heo yang ingin mensahkan surat wasiatnya. Ia menduga sepertinya Tn. Heo akan mewariskan sebagian besar asetnya untuk Heo Joon Jae.

Seo Hee benar-benar kesal mendengarnya…

Bersambung…

 

Komentar :

 

Sy menunggu momen saat Si Ah tahu Yoo Ran ibunya Joon Jae. Puas banged rasanya. Ternyata ahjumma pembantu di rumahnya, yang selama ini diremehkan adalah ibu dari cowok yang dia kejar… WKWKWKWKW… Kesian deh lu!!! *Ketawa nenek sihir*

Smoga secepatnya Joon Jae ketemu lagi sama ibunya ya…

Terus terang, sy agak cemas sama Nam Doo. Khawatir Nam Doo akan menusuk Joon Jae dari belakang. Walaupun baik sama Joon Jae, kadang-kadang Nam Doo ini lebih mementingkan diri sendiri. Takutnya, dia bakal melakukan sesuatu sama Sim Chung. Soalnya dia penasaran banged sama Sim Chung… Belum bisa sepenuhnya percaya sama Nam Doo…

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 8 Part 2]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Wah….jadi horor tu.kalo ketawanya ala2x nenek sihir…
    Bak dian bisaaaaaaa aja ngasih pic yg unyu 2…..jadi tambah kesemsem deh para penggemarmya LMH,saya????????seneng ajah…..lumayan …..liat jung jae mesem2
    Utk ukuran cameo….jjs tampil lumayan panjang yah bk dian….durasinya cukup lah utk membuat kangen terobati (hehehe), dn penting jg scene2nya.
    Beneran….saya pengen deh bela belain nangis ,kalo jstohnya jadi mutiara seperti chung yi.
    Dn saya jg sependapat.kayaknya nam do,ada sesuatu deh.semoga entar dia nggak berhianat yah,cz kayaknya mmg yg spesialis nipu itu awalnya nam do.trus ketemu jung jae yg pinter ngipnotis sama taeO yg genius. ….

    1. kdramastory says

      Ahahaha.. Gpp mb dikasih pic LMH yg cakep… Biar bisa mengobati hati-hati yang hampa… 😀 Sy jg bukan penggemar berat LMH. Tapi ada angle angle LMH yg sayang banged dilewatkan. Apalagi dia akan wamil kan ya? Dua tahun ke depan LMH ga bakalan wara wiri… 🙁 Sedih ga?

      Scene JJS penting banged. JJS semacam guru lah buat Sim Chung… Dari JJS, Sim Chung jadi tahu apa yang akan terjadi jika harapan yang ia inginkan itu tidak terjadi…

Leave A Reply

Your email address will not be published.