Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Madame Antoine Episode 12 Part 1

0

[Sinopsis Madame Antoine Episode 11 Part 2]

 

Sinopsis Madame Antoine Episode 12 Part 1

“Letakkan bunga di rambutmu dan akui perasaanmu padaku… seperti seorang wanita yang gila…”, tuntut Hye Rim.

Soo Hyun gelagapan, ingin tahu dari mana Hye Rim mendapatkan ide gila itu. Hye Rim mengatakan ia mendapatkan ide itu setelah nonton film ‘Welcome to Dongmakgol’. Ia merasa pasti akan menyenangkan kalau Soo Hyun melakukan seperti yang karakter Kang Hye Jung lakukan di film itu.

“Aku minta maaf. Tapi aku pikir aku tidak bisa melakukannya. Aku punya reputasi yan harus aku jaga…”, tolak Soo Hyun.

Hye Rim mengatakan ia tidak meminta Soo Hyun memutuskannya sekarang, ia hanya ingin melihat sisi lain dari Soo Hyun.

“Bukannya aku sekarang sudah cukup terlihat keren?”.

Hye Rim mengakui Soo Hyun memang keren tapi ia hanya merasa bosan dan ingin melakukan hal lain. Ia juga ingin melihat sisi imut dari Soo Hyun.

“Tapi aku…”, Soo Hyun masih keberatan melakukannya.

“Baiklah”, Hye Rim akhirnya menerima keputusan Soo Hyun. Lalu ia mengajak Soo Hyun berkencan di perpustakaan sambil belajar sepanjang hari di hari Jumat nanti. Soo Hyun langsung setuju, mengatakan kalau itu adalah tipe kencan favoritnya.

“Baiklah”, ucap Hye Rim. Hye Rim keluar dari ruang kerja Soo Hyun dan menutup pintu.

Belum sempat Soo Hyun bernafas lega, tiba-tiba Hye Rim membuka pintu lagi. Dengan hanya menjulurkan kepalanya melalui pintu, Hye Rim mengancam akan membatalkan kencan itu kalau Soo Hyun tidak mau melakukan yang ia minta tadi.

Ji Ho melihat Yoo Rim masuk ke dalam kafe dengan memakai baju pengantin dan membawa sebuket bunga. Ji Ho heran dan bertanya kenapa Yoo Rim memakai baju itu.

Yoo Rim mengatakan kalau ia akan menikah dengan pria yang sedang ia filmkan.

Ji Ho protes, keberatan dengan keputusan Yoo Rim, tapi Yoo Rim tetap pada keputusannya. Ji Ho mencoba menghalangi keputusan Yoo Rim itu, namun Hye Rim muncul dan menahan Ji Ho dengan merentangkan kedua tangannya. Mengatakan kalau Ji Ho menyukai dirinya, Hye Rim tertawa-tawa ‘evil’, sementara Yoo Rim menggandeng lengan calon suaminya dengan bahagia.

Ji Ho tersentak, terbangun dari tidurnya, dan menyebut nama Yoo Rim.

Esoknya Ji Ho menemui Hye Rim, menyalahkan Hye Rim yang menghalanginya mencegah Yoo Rim menikah. Tentu saja Hye Rim kesal, “Bagaimana aku tahu! Itu mimpimu, bukan mimpiku!”. 😛

Ji Ho meminta Hye Rim meramalkan keberuntungannya, karena gara-gara mimpinya itu, ia merasa tidak nyaman.

Hye Rim bertanya, apa yang ada di pikiran Ji Ho saat melihat melihat Yoo Rim. Ji Ho mengatakan hatinya menjadi aneh. “Sebelumnya, sewaktu aku melihatmu, jantungku seperti berpacu. Tapi sebaliknya, hatiku terasa sakit saat melihat Yoo Rim… Aku ingin menculiknya. Aku ingin dia hanya melihat padaku saja”.

Ji Ho ingin tahu apa yang dikatakan oleh Marie Antoineette.

Hye Rim mengatakan tidak perlu meramal hanya untuk mengetahui masalah itu. “Kamu menyukai Yoo Rim…”.

“Benarkah? Tapi aku menyukaimu belum lama ini…”.

Hye Rim ingin tahu kenapa Ji Ho menyukainya. Ji Ho keceplosan, mengatakan kalau ia pernah sekali melihat Hye Rim ganti baju.

Hye Rim kaget mengatai Ji Ho anak yang cukup nakal juga. Tapi Hye Rim tidak marah. Ia mengatakan kalau Ji Ho menyukainya dalam waktu cepat dan itu selintasan saja. Berbeda dengan Yoo Rim, kehadiran Yoo Rim tumbuh dalam kehidupan Ji Ho dan tiba-tiba  membuat Ji Ho kewalahan.

Ji tidak mengerti dan menanyakan apakah keadaan seperti itu bisa juga disebut dengan cinta. Hye Rim membenarkan. Menurutnya keadaan seperti itu adalah sebuah bentuk cinta yang lebih bertahan lama dibandingkan dengan cinta pada pandangan pertama.

Hye Rim menyarankan agar Ji Ho mengakui perasaannya pada Yoo Rim, ia meminta Ji Ho melakukannya dengan setulus-tulusnya dan bukan hanya kata-kata yang keluar begitu saja dari mulut Ji Ho.

Setelah mendapatkan saran dari Hye Rim, Ji Ho mencoba mempraktekkan bagaimana cara mengungkapkan perasaannya pada Yoo Rim. Tak lama Yoo Rim tiba di kafe dan Ji Ho menghadang Yoo Rim saat Yoo Rim akan masuk ke dalam.

“Aku… aku…”. Ji Ho ingin mengatakan kalau ia menyukai Yoo Rim. Tapi mungkin karena Yoo Rim sudah jutek duluan, Ji Ho tidak bisa menyelesaikan kata-katanya.

Ji Ho menepuk-nepuk dadanya, berpikir kalau ia mengalami gangguan pencernaan. Yoo Rim menyuruh Ji Ho minum obat dan kemudian masuk ke dalam kafe, tidak mempedulikan Ji Ho lagi.

“Aneh… Ada apa ya denganku…”, tanya Ji Ho pada dirinya sendiri.

Kemudian, Ji Ho mendapatkan pesan dari Soo Hyun. Soo Hyun menyuruhnya ke kantornya sekarang juga.

Soo Hyun teringat beberapa keanehan pada Hye Rim yang sepertinya mengetahui tentang eksperimennya itu. “Haha… Tidak mungkin…”, bantah Soo Hyun, berbicara pada dirinya sendiri.

Ji Ho datang dan duduk di depan Soo Hyun. Soo Hyun menyuruh Ji Ho duduk dengan meletakkan tangannya di atas lututnya dengan telapak tangan menghadap ke atas.

“Kenapa?”, tanya Ji Ho. Soo Hyun hanya menyuruh Ji Ho melakukan seperti yang ia minta.

“Dengan membuat telapak tangan menghadap ke atas, artinya seseorang akan mengungkapkan bagian terdalam dari dirinya. Jika aku membuatnya melakukan ini, kemungkinan ia berbohong akan menurun…”, ucap Soo Hyun dalam hatinya.

“Nona Go Hye Rim tahu tentang eksperimen itu, kan?”, tanya Soo Hyun, langsung.

Ji Ho menelan ludahnya dan menjawab, tidak.

“Dia kelihatan susah menelan ludahnya. Kemungkinan besar dia berbohong…”, ucap Soo Hyun dalam hati.

“Apa kau orang yang memberitahunya tentang eksperimen?”.

“Tidak”.

“Ekspresinya tidak berubah sama sekali, sepertinya dia tidak berbohong…”, guman Soo Hyun dalam hati lagi. Uhmm… memang bukan sih, Seung Chan yang bilang sama Hye Rim.

Soo Hyun mengulang lagi pertanyaannya, “Jadi, apa kau yang memberitahukan Go Hye Rim tentang eksperimen?”.

Ji Ho menggaruk telingannya dan menjawab, tidak. Soo Hyun menyuruh Ji Ho menurunkan tangannya dan kemudian bertanya, apakah Hye Rim tahu tentang eksperimen fase kedua.

“Aku tidak tahu…”. Ji Ho melirik kiri dan kanan, dan juga menggoyangkan kakinya dengan cepat.

“Sepertinya dia ingin melarikan diri sekarang…”, gumam Soo Hyun lagi. Lalu Ji Ho menoleh ke belakang dan Soo Hyun bertanya kenapa Ji Ho melihat ke arah CCTV.

Ji Ho tidak bisa menjelaskan.

Setelah Ji Ho pergi, Soo Hyun memeriksa CCTV ruang kerjanya. Ia melihat sebagian besar hasil rekaman CCTV tertutup balon. Tapi sesaat ia melihat sesuatu dan mem-zoom in gambar untuk melihat lebih jelas.

Dan ternyata… Itu Hye Rim.

Soo Hyun sangat kaget.

Hye Rim datang ke ruangan Soo Hyun karena Soo Hyun menyuruhnya ke sana. Mereka berbicara di ruangan yang biasa dipakai untuk konseling. Hye Rim ingin tahu kenapa Soo Hyun mencarinya.

Soo Hyun mengatakan ada sesuatu yang ingin ia diskusikan dengan Hye Rim. “Aku pikir, subjek eksperimenku mengetahui tentang eksperimenku…”. Soo Hyun menanyakan pendapat Hye Rim, apa yang harus ia lakukan.

Hye Rim mengatakan sekarang belum terlambat dan menyuruh Soo Hyun mengatakan yang sebenarnya dan meminta permohonan maaf, seperti yang pernah Soo Hyun lakukan padanya waktu itu.

“Haruskah?”, tanya Soo Hyun dengan ekspresi tidak yakin.

“Ya. Cepatlah…”.

Namun, Soo Hyun mengatakan ada satu satu masalah yang membuatnya harus berpikir ulang. “Aku pikir wanita itu memeriksa kantor ini…”.

Hye Rim spontan kaget dan mengatakan kalau itu adalah tindakan yang berlebihan. “Tapi bagaimana kau mengetahuinya?”, tanya Hye Rim.

“Aku melihatnya di rekaman CCTV…”, beritahu Soo Hyun.

“Tapi aku menutup… Maksudku, bukannya seharusnya dia menutup CCTV jika dia ingin memeriksa kantor ini?”. Hye Rim pura-pura bertanya.

“Dia melakukannya, tapi kebetulan ia terlihat saat melakukannya…”. Hye Rim bertambah kaget plus panik. Soo Hyun menanyakan pendapat Hye Rim, apakah ia harus melapor pada polisi.

Hye Rim cepat-cepat mencegah, mengatakan kalau Soo Hyun tidak perlu melakukan terlalu jauh. Ia malah balik bertanya, menurut Soo Hyun kenapa wanita itu sampai harus melakukan itu.

Tapi Soo Hyun tidak menjawab. Ia malah bertanya, “Apakah itu mengapa kau juga memeriksa kantorku, Hye Rim-ssi?”.

Hye Rim terpaksa mengaku. Ia mengaku masuk ke ruangan Soo Hyun tapi ia masuk hanya untuk menyiapkan surprise party untuk Soo Hyun. Ia berpikir, mungkin karena itu balon-balonnya menutupi CCTV.

Hye Rim mengatakan ia membatalkan rencananya itu karena Soo Hyun berjanji makan malam dengannya tapi kemudian Soo Hyun membatalkannya. Hye Rim berpura-pura kesal karena gara-gara itu Soo Hyun mencurigainya. “Kenapa juga aku melakukannya, bukankah eksperimennya sudah berakhir? Kalaupun aku harus memeriksa, aku akan memeriksa kamarmu, bukan kantormu… Tapi, Soo Hyun-ssi, apa kamu menyembunyikan sesuatu yang penting di sini?”.

Soo Hyun mengatakan iya dan Hye Rim mendesak ingin tahu apa dan dimana yang disembunyi Soo Hyun. Ia minta Soo Hyun mengatakan padanya. Tapi Soo Hyun menolak, ia berjanji akan mengatakannya suatu saat nanti.

Hye Rim tidak mendesak lagi. Sebelum keluar dari ruangan Soo Hyun, ia mengingatkan Soo Hyun agar mengatakan padanya jika eksperimennya sudah berakhir. Ia juga mengingatkan Soo Hyun untuk segera mengungkapkan perasaannya dengan bunga yang disematkan di rambut.

Hye Rim cepat-cepat keluar dari ruangan Soo Hyun dan saat diluar, ia baru merasa lega.

Soo Hyun menjejerkan bunga dengan berbagai jenis dan warna dan mencobanya satu persatu. Tidak satu pun yang ia sukai dan akhirnya Soo Hyun membuang semua bunga itu ke tempat sampah.

Soo Hyun mendapatkan telpon dari seseorang. Begitu Soo Hyun mengangkat telponnya, wanita yang menelponnya itu langsung terlihat akrab dan mengatakan kelegaannya karena akhirnya ia bisa menghubungi Soo Hyun. Ia mengatakan ia dari Mirae Forum dan ingin membicarakan tentang Talk Concert yang sudah Soo Hyun berjanji akan melakukannya.

Soo Hyun tidak mengerti maksud wanita itu. Wanita itu mengira mungkin Soo Hyun memiliki dua nomor ponsel karena saat ia menghubungi ponsel yang satunya lagi, tidak ada yang menjawab.

Soo Hyun memastikan apakah Choi Soo Hyun yang dicari oleh wanita itu adalah Choi Soo Hyun yang psikolog. Wanita itu merasa kejadian ini aneh dan bertanya apakah yang ia hubungi bukan CHoi Soo Hyun.

Soo Hyun terdiam, teringat Ji Ho pernah menanyakan padanya tentang rilis buku yang akan dilakukan olehnya dan ada seseorang yang mengirim pesan dari Koryo Times yang menanyakan kapan ia akan menulis artikel untuk mereka.

Akhirnya Soo Hyun berpura-pura lupa dan menanyakan kapan dan dimana ia akan memberikan ceramah pada wanita itu.

Soo Hyun dan Ji Ho pergi ke tempat Talk Concert yang akan diadakan. Saat masuk mereka melihat spanduk yang sepertinya ada kaitannya dengan psikologi. Ji Ho merasa Soo Hyun dan orang itu tidak hanya memiliki kesamaan nama, tapi juga kesamaan pekerjaan.

Ji Ho mendekati panitia penerima tamu dan menanyakan dimana Dr. Choi Soo Hyun.

Sementara itu¸Soo Hyun yang palsu, Tae Hwan, sedang diwawancara. Ia berbicara seolah-olah seperti seorang psikolog yang sangat menguasai bidangnya. Dua orang wanita lain memandang Tae Hwan dengan kagum dan meminta izin untuk mengambil foto bersama.

Tae Hwan agak keberatan dan memberi alasan kalau ia tidak pernah mempublish foto dirinya di mana pun. Tapi salah seorang dari wanita itu berjanji hanya untuk pribadinya saja.

Tae Hwa pun setuju dan memberi izin mereka mengambil foto bersamanya.

Panitia yang tadi ditemui Soo Hyun, datang dan memberitahukan kalau ada orang yang ingin bertemu dengan Tae Hwan. Wanita yang mewawancarai Tae Hwan bertanya siapa.

“Cuma seseorang yang mengenal Anda dan ia hanya ingin bertemu dengan Anda sebentar…”, ucap si panitia pada Tae Hwan.

Tae Hwan menolak bertemu dengan alasan waktu untuk ia memberi ceramah tinggal sebentar lagi. Dan panitia itu pun keluar kembali untuk memberitahukan pada Soo Hyun kalau sepertinya tidak mungkin bertemu sebelum ceramah.

Soo Hyun ingin tahu bagaimana mereka bisa mengkonfirmasi kalau Choi Soo Hyun yang itu adalah Choi Soo Hyun yang sebenarnya. Si panitia itu kaget dan bingung. Soo Hyun ingin tahu bagaimana mereka menghubungi Soo Hyun yang itu.

Si panitia itu mengatakan kalau Soo Hyun itu lebih dulu yang menghubungi mereka, mengatakan kalau ia ingin memberi ceramah dan meminta support dari mereka.

Soo Hyun bertanya kenapa panitia itu tidak memeriksa melalui foto terlebih dahulu. Si panitia itu mengatakan mereka tidak menemukan foto Soo Hyun yang itu di internet dan mereka yakin karena Soo Hyun itu memiliki ijazah diploma dari Standford.

Soo Hyun menyuruh si panitia itu mengecek cover majalah science yang terbit edisi terakhir tahun lalu, sekarang juga.

Setelah mengeccek, panitia itu baru kaget karena Dr. Choi Soo Hyun yang sebenarnya adalah orang yang berdiri di depannya. Soo Hyun tersenyum pada panitia itu dan bertanya, “Jadi sekarang aku bisa menemui kembaran palsuku?”.

Si panitia itu menelpon wanita yang mewawancari Tae Hwan. Wanita itu kaget dan Tae Hwan menyadarinya. Wanita itu menutup telponnya dan memberitahukan Tae Hwan kalau ruangan untuk ceramah belum selesai dipersiapkan dan meminta Tae Hwan menunggu sebentar.

Tae Hwan mengerti dan mengatakan akan mengambil kopi. Si wanita itu menahan Tae Hwan, mengatakan kalau ia yang akan mengambil kopi untuk Tae Hwan.

Tae Hwan terlihat mencurigai gerak-gerik wanita itu. Apalagi saat wanita itu membuatkan kopi, ia menelpon seseorang sambil melirik beberapa kali pada Tae Hwan.

Tae Hwan mendapatkan telpon dari istrinya yang menanyakan keberadaannya. Tae Hwan mengatakan ia ada di aula ceramah dan belum makan. Tae Hwan berjalan cepat, keluar dari ruang rias sambil terus berbicara di telpon. Ia tidak menggubris panggilan wanita itu.

Tepat saat Tae Hwan keluar dari ruangan itu, Soo Hyun dan Ji Ho juga hampir sampai di sana. Mereka melihat seorang pria keluar dan berbelok ke koridor yang lain. Soo Hyun dan Ji Ho mengejarnya, tapi mereka kehilangan jejak.

Soo Hyun kembali ke ruang rias dan berbicara dengan panitia, menanyakan bagaimana rupa si Soo Hyun palsu itu. Wanita yang mewawancarai Tae Hwa mengatakan kalau Soo Hyun yang itu lebih pendek dari pada Soo Hyun yang asli.

Waniat yang tadi meminta foto dengan Tae Hwa kebetulan masih ada di sana dan menunjukkan foto mereka pada Soo Hyun.

Soo Hyun menghubungi temannya yang satu lagi, menanyakan tentang Tae Hwa. Tapi sepertinya temannya itu juga tidak bisa menghubungi Tae Hwan. Soo Hyun meminta temannya itu untuk menguhubunginya jika ia mendapat kabar tentang Tae Hwa.

Lalu seseorang menghubungi Soo Hyun, mengatakan kalau ia dari radio TVC dan ingin meminta Soo Hyun tampil di program acara mereka. Soo Hyun menanyakan apakah benar mereka menghubungi Choi Soo Hyun yang sebenarnya.

Wanita itu mengatakan ia mendapatkan nomor Soo Hyun dari Asosiasi Psikolog. Soo Hyun mengatakan kalau ia tidak pernah tampil di acara dan meminta maaf karena tidak bisa memenuhi keingian wanita itu.

Soo Hyun mencoba menghubungi Tae Hwa dan lagi-lagi masih belum berhasil. Soo Hyun meninggalkan pesan suara untuk Tae Hwa. Mengatakan kalau ia yakin saat ini Tae Hwan pasti merasa seperti tersudutkan, tapi sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, yang perlu dilakukan Tae Hwa adalah kembali ke tempat Tae Hwa yang sesungguhnya dan satu-satunya yang harus dilakukan Tae Hwa adalah membuat keputusan untuk melakukannya.

Soo Hyun menatap bunga yang tadi siang ia buang, teringat kata-katanya tadi pada Tae Hwan, ‘Satu-satunya yang harus dilakukan adalah membuat keputusan untuk melakukannya’.

Ji Ho menelpon Hye Rim, memberitahukan kalau saat itu Soo Hyun sedang mengisi program acara radio TVC dan meminta Hye Rim mendengarkannya. Hye Rim langsung menyalakan radionya dan mendengarkan siaran Soo Hyun.

Soo Hyun menjelaskan bahwa Elaine Hatfield mengklasifikasikan cinta menjadi dua kategori. Pertama, passionate love yang tidak bertahan terlalu seperti contohnya cinta pada pandangan pertama dan yang kedua, compassionate love.

Seung Chan juga mendengarkan siaran Soo Hyun di ruang tamu klinik. Begitu juga dengan pelanggan yang kebetulan ada di kafe Hye Rim.

Si penyiar ingin tahu bagaimana cinta seperti passionate love bisa bertahan lama. Soo Hyun mengatakan, orang tersebut harus mengubahnya menjadi compassionate love. Pasangan harus mampu mengatasi perbedaan dan pertengkaran diantara mereka berkali-kali dan membangun hubungan saling melengkapi yang datang dari hati yang terdalam. Pasangan tersebut juga harus membawa hubungan mereka menjadi lebih matang sehingga bisa disebut sebagai cinta sejati.

Si penyiar mengucapkan terima kasih karena akhirnya Soo Hyun mau mengisi acara mereka setelah berkali-kali memohon pada Soo Hyun. Si penyiar ingin tahu alasan kenapa akhirnya Soo Hyun setuju melakukan siaran.

Soo Hyun mengatakan karena temanya tentang ‘Cinta’. Soo Hyun mengakui kalau akhir-akhir ini ia mengalami passionate love sehingga karena ia mengalaminya sendiri, ia ingin berbagi pengalamannya itu dengan orang lain.

Si penyiar meminta Soo Hyun mengatakan sesuatu untuk orang yang Soo Hyun suka.

“Sebentar ya…”, ucap Soo Hyun. Soo Hyun mengambil bunga dan menyematkannya di rambutnya.

“Kenapa memakai bunga?”, tanya si penyiar itu.

Soo Hyun mengatakan kalau ia berjanji pada seseorang. “Go Hye Rim-ssi, pemilik kafe Madame Antoine…”. Hye Rim sangat kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Pelanggan yang ada di kafe, menunjuk ke arahnya. “Aku mencintaimu…”, sambung Soo Hyun lagi.

Semua pelanggan Hye Rim bertepuk tangan untuk Hye Rim. Hye Rim tersenyum malu dan memberikan tanda peace dengan kedua tangannya. Seung Chan yang mendengarkan juga ikut tersenyum, tidak percaya dengan apa yang dilakukan Soo Hyun.

Tak lama, Ji Ho mengirimkan pesan gambar Soo Hyun dengan bunga yang tersematkan di rambutnya. Hye Rim tersenyum senang.

Saat Soo Hyun kembali ke klinik, Hye Rim langsung keluar dari kafe untuk menyambut dan memeluk Soo Hyun. “Aku juga mencintaimu, Soo Hyun-ssi…”.

Soo Hyun tersenyum dan membalas pelukan Hye Rim.

Dari atas Seung Chan melihat kejadian itu. Entah apa arti ekspresi Seung Chan, tapi Seung Chan sempat tersenyum.

Seung Chan menelpon Hye Rim, meminta Hye Rim datang ke suatu tempat.

Saat Hye Rim tiba di tempat yang Seung Chan maksud, Seung Chan sudah datang ke sana lebih dulu dan menunggu Hye Rim.

Hye Rim bingung karena Seung Chan mengajak ke tempat yang tidak biasa. Dan ternyata, Seung Chan ingin mengajak Hye Rim main board game. Hye Rim protes karena Seung Chan mengajaknya main padahal ia sedang sibuk. Hye Rim menyuruh Seung Chan memanggil Ji Ho saja.

Tapi saat Seung Chan berjanji jika Hye Rim menang, ia akan bekerja di kafe Hye Rim sepanjang hari tanpa bayaran, Hye Rim langsung mau.

Mereka bermain monopoli hingga kartu-kartuan. Kemudian mereka berganti bermain susun-susun balok (ga tahu namanya…). Hye Rim kesulitan menarik balok dan meminta Seung Chan melewati gilirannya kali ini.

Seung Chan setuju tapi dengan syarat Hye Rim harus memecahkan permasalahan yang ia berikan. “Aku punya 10 milyar won dan kakakku orang miskin, dan kau punya hutan yang sangat banyak. Siapa yang akan kamu pilih dalam situasi seperti itu? Jika kamu memilih aku, aku akan membiarkanmu melewati giliranmu”.

Hye Rim tidak menjawab dan memilih memindahkan balok ke atas.

Lalu giliran Seung Chan yang main dan kemudian Hye Rim lagi. Hye Rim meminta Seung Chan melewatinya lagi dan Seung Chan lagi-lagi memberikan masalah yang harus Hye Rim pecahkan. “Kakakku adalah kepala keluarga dan harus mengadakan tujuh upacara peringatan kematian dan memiliki lima saudara ipar perempuan. Sementara aku yatim piatu tapi jutawan. Siapa yang kamu pilih?”.

Hye Rim kembali tidak menjawab dan memilih untuk melakukan gilirannya. Dan itu membuat Seung Chan murung dan sedih. Sehingga saat gilirannya main, Seung Chan malah menjatuhkan susunan baloknya. Hye Rim berteriak senang karena menang.

“Semuanya hancur… Hatiku sudah sepenuhnya hancur. Kamu pasti hanya memilih kakakku tidak peduli apa pun itu, huh?”, keluh Seung Chan dengan sedih. Hye Rim hanya minta maaf. “Baiklah. Aku akan berhenti disini. Aku tidak akan mengganggumu dengan perasaan sukaku ini”, ucap Seung Chan.

“Tidak mengganggu. Malah aku merasa berterima kasih”, ujar Hye Rim.

Seung Chan kembali tersenyum dan kemudian menjulurkan kedua tangannya, meminta uang dari Hye Rim. Hye Rim tertawa dan mengajak Seung Chan bermain permainan yang lain. Seung Chan tersenyum tapi sesaat kemudian wajahnya kembali sedih.

Sementara di kamarnya, Soo Hyun menatap data Hye Rim dan terlihat seperti banyak pikiran. Soo Hyun berkali-kali mendesah.

Ketua Kim menelpon Hye Rim, mengabarkan kalau Soo Hyun mengatakan padanya akan menghentikan eskperimen. Dan Hye Rim kaget mendengarnya.

Kabar tentang penghentian eksperimen juga diketahui oleh Prof. Bae. Soo Hyun sendiri yang menyampaikannya. Ia merasa bersalah karena terus menerus membohongi Hye Rim.

Prof. Bae menilai itu bagus, tapi ia khawatir dengan Soo Hyun, karena Soo Hyun sudah berjanji akan menuliskan eksperimennya di jurnal JPSP. Walaupun ia sedikit keberatan dengan eksperimen Soo Hyun, tapi ia merasa pasti akan ada konsekuensi jika Soo Hyun tiba-tiba menghentikan eksperimennya.

Soo Hyun memahami apa yang mungkin dihadapinya, kemungkinan akan sulit baginya untuk mendapatkan sponsor di proyek-proyek selanjutnya. Prof. Bae berharap Soo Hyun sudah siap dengan konsekuensi yang akan dihadapi Soo Hyun nantinya.

Soo Hyun berdiri di depan jendela kantornya sambil berpikir,

Aku masih percaya pada hipotesisku bahwa tidak ada yang namanya cinta sejati di dunia ini. Tapi, aku terbawa arus dari dopamine yang diproduksi oleh Hye Rim dan obat alami ini rasanya sungguh manis. Jika aku mabuk dengan rasa manisnya itu, maka aku akan membuktikan sendiri bahwa hipotesisku salah. Jika aku tetap menikmati hormon ini, maka aku akan menemukan kebenaran tentang cinta yang belum ditemukan oleh seorang pun sebelumnya. Apa yang harus kulakukan? Apakah aku akan membuang kerja kerasku selama tiga tahun karena hormonku atau aku akan menemukan penemuan yang menakjubkan?

Soo Hyun kembali ke depan komputernya dan meneruskan tulisannya di dalam catatan eksperimennya. “Tidak banyak waktu yang tersisa hingga akhir eksperimen tahap kedua. Ayo, kita lakukan!”, tulisnya.

Saat keluar dari ruangannya, Soo Hyun bertemu dengan Ji Ho di koridor. Ji Ho memberikan sebuah surat yang kata Ji Ho, surat itu dari Hye Rim.

Soo Hyun membacanya. Isinya, Hye Rim mengundang Soo Hyun untuk datang ke tempat tinggalnya jam 7 malam nanti.

Bersambung…

[Sinopsis Madame Antoine Episode 12 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.