Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 1

0

— All images credit and content copyright : SBS —

[Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 18 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 1

So mendekati Soo yang masih duduk di tangga Istana Damiwon.

So mengajak Soo masuk ke dalam karena Soo masih kurang sehat. So bahkan mengulurkan tangannya. Ia sudah menunggu untuk bisa mengobrol dengan Soo sepanjang hari itu.

Tapi Soo malah mengatakan tidak bisa lagi kembali ke kamarnya.

So meminta Soo tidak seperti itu gara-gara Chae Ryung karena Chae Ryung sudah membohongi Soo. “Dia tidak pernah sekali pun tulus padamu…”.

Soo terdiam. Teringat bagaimana Chae Ryung menggenggam tangannya, menghiburnya. Soo mengatakan, “Chae Ryung tulus padaku, tidak peduli apa pun yang kaukatakan…”.

“Jadi, kau lebih mempercayainya daripada aku?”, tanya So, mulai tidak senang.

Soo mengatakan, ia ingin pergi dari istana. Ia sudah tidak sanggup lagi tinggal di sana.

“Lalu bagaimana dengan aku? Apakah aku akan membiarkanmu pergi?”. Dengan tegas So mengatakan, Soo tidak akan pernah bisa meninggalkannya.

So kemudian berbalik pergi, meninggalkan Soo seorang diri.

So kembali ke kamar. Menatap pakaian yang sudah ia siapkan untuk Soo.

Sementara itu, Yeon Hwa sedang berendam sambil memikirkan tawaran So itu padanya. Jika ia bersedia meninggalkan keluarganya dan bersedia menjadi Ratunya, maka So berjanji akan menjadinya putra mereka sebegai Putra Mahkota.

Dan Yeon Hwa pun memutuskan, “Goryeo akan menjadi milik putraku…”.

Soo memberikan benda milik Chae Ryung pada Ji Mong. Ia meminta Ji Mong memberikan benda tersebut pada keluarga Chae Ryung.

Ji Mong merasa Soo tidak harus melakukan itu. Ia juga khawatir, tindakan Soo itu akan membuat Raja marah.

Soo yakin Raja tidak akan marah karena Chae Ryung meminta bantuan padanya. Sampai akhir hayatnya, Chae Ryung terus memikirkan keluarganya.

Ji Mong pun mengalah. Bersedia melakukan permintaan Soo itu.

Ketika Ji Mong beranjak pergi, kebetulan Won masuk dengan beberapa pejabat istana. Won sempat berhenti sebentar untuk menyapa Ji Mong. Lalu ia berbicara dengan Soo.

Soo tidak menyukai sikap Won yang terlihat begitu tenang padahal Chae Ryung sudah mati. “Ini salahmu…”.

Won tidak senang karena Soo menyebut dirinya dengan tidak sopan.

Soo tidak peduli. Ia malah bersumpah, suatu hati nanti Won akan menyesalinya.

Won tersenyum sinis. “Kau pikir, mentang-mentang kau menjadi wanita simpanan Raja, kau boleh melakukan ini?!”.

Soo diam saja. Smeentara Ji Mong terlihat sedih…

So memanggil Soo untuk bertemu dengannya. “Aku dengar dari Ji Mong. Aku akan mengumumkanmu menjadi Selir Resmi Kerajaan…”.

Soo menolak. Ia merasa So tidak perlu melakukan itu.

Namun menurut So, itu lebih baik daripada Soo dipanggil sebagai wanita simpanan karena ia tidak menyukainya. “Kau akan diperlakukan sebagai istri kedua setelah Ratu… Setelah kau memiliki seorang anak, kau akan menjadi Ratu kedua…”.

Soo masih menolak. Alasan ia ingin pergi dari istana bukan karena panggilan-panggilan tersebut.

So tidak mau berdiskusi lagi. Ia meminta Soo bicara pada Ji Mong dan pilih sebutan apa pun yang Soo inginkan.

So menggenggam tangan Soo. Memohon dan membujuk supaya mereka tidak saling bertengkar lagi. Apakah Soo sudah lupa berapa lama mereka harus terpisah? So meminta mereka tidak menyia-nyiakan hubungan mereka karena sebuah pertengkaran kecil.

Soo menarik tangannya dari genggaman tangan So. Ia bahkan memalingkan wajahnya dari So… Duhhh…

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 1

Won melaporkan pada Wook bahwa So membaca buku tentang ‘Esensi Pemerintahan dalam Rezim zhenguan’. Wook bertanya-tanya sendiri, apa sebenarnya yang sedang direncanakan oleh So.

Wook pun kemudian memutuskan untuk memberikan So hadiah seekor elang. Ia pun menyuruh Won mencarikan seekor elang yang pintar berburu dan sangat tangkas dalam berburu.

Won menyarankan agar Wook memotong seluruh kaki dan tangan So. Maksud dari perkataan Won itu adalah Baek A. Baek A terus bersama dengan seorang gisaeng dari Gyobang. “Sangat mudah membuatnya jauh dari So…”.

Wook pun memikirkan saran Won itu…

Baek A sedang berjalan bersama Woo Hee. Baek A terus membujuk Woo Hee karena Woo Hee masih saja ragu padahal Woo Hee sudah didaftarkan di keluarga yang lain dan ibunya juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Woo Hee.

Baek A menduga Woo Hee ragu gara-gara masalah budak Baekje. Ia berjanji kejadian seperti itu tidak akan terulang kembali.

Lalu Woo Hee melihat beberapa orang yang sudah mati diikat ditiang. Mereka dibiarkan begitu saja menjadi tontonan. Orang-orang mengerumuni mayat-mayat itu. Ia melihat di leher mereka digantung papan yang bertuliskan, ‘Budak Yang Melarikan Diri’.

Lalu ada juga salah seorang dikerumunan berkomentar tidak senang karena budak dari Baekje tidak diwajibkan membayar pajak.

Woo Hee marah sekali…

Wook dan beberapa pejabat istana menemui So. Ji Mong melaporkan bahwa budak dari Baekje telah membakar lebih dari 10 rumah dan banyak keluarga bangsawan yang telah mati. Mereka tidak bisa lagi hanya diam saja.

Wook mengatakan, keluarga bangsawan itu ingin supaya So mengirimkan tentara.

Tapi So tidak setuju karena dengan mengirimkan tentara, masalah tidak hanya berakhir pada budak. Jika orang-orang asing ikut campur, maka seluruh negeri akan kacau.

Wook dan pejabat yang ikut bersamanya tetap mendesak So mengirimkan tentara. Alasan mereka karena keluarga yang memiliki kekuasaan itu adalah pondasi dari kerajaan.

So pun mengalah. Ia setuju mengirimkan tentara tapi dengan syarat, tentara harus memakai tombak tanpa pisau dan pedang kayu. Ia baru saja naik tahta dan ia ingin menghindari pertumpahan darah sebisa mungkin.

Dan Wook pun kemudian meminta agar So menjadikan Baek A sebagai pemimpin dari tentara itu.

So kaget. Ji Mong mempertanyakan alasan harus Baek A yang melakukan itu karena selama ini Baek A tidak pernah sekali pun memegang pedang.

Wook mengatakan, tersebar rumor bahwa Raja lebih mempedulikan Baek A dari Silla dan orang-orang dari Baekje daripada orang-orang dari Goryeo sendiri. Dan Baek A juga memiliki seorang dayang yang diadopsi oleh keluarga Goryeo dan akan menikahinya.

So mengatakan, ia sudah menyetujuinya.

Wook melihat dari sisi lain. Menurutnya, itu sama saja dengan Raja memiliki seseorang di sisinya yang sedang dimanipulasi oleh seseorang dari Baekje.

So marah sekali. Mengatakan bahwa Wook sembarangan menuduh.

Tapi Wook bilang, sebuah tuduhan bisa menjadi kebenaran jika dibicarakan terus menerus oleh semua orang.

 

Kebetulan, di saat itu Baek A datang. Ia mendengar apa yang dibicarakan Wook dan So.

Setelah Wook pergi, Baek A pun menyatakan bersedia menjadi pemimpin tentara. Ia tidak ingin Woo Hee dicurigai sebagai mata-mata dan ia juga tidak ingin membuat So dalam kesulitan.

So tidak mengizinkannya. Seumur hidup Baek A cuma memegang suling saja, bagaimana bisa Baek A memegang pedang. So berencana untuk mengatasi sendiri masalah itu.

Namun Ji Mong tidak sependapat. Jika So berdiri di tengah-tengah antara keluarga yang berkuasa dan para budak, maka akan terjadi masalah.

Baek A menyakinkan So bahwa ia tidak akan mati. Mereka tidak bisa membiarkan keluarga yang berkuasa mengontrol mereka dan tahta dalam bahaya. “Aku akan baik-baik saja…”, ucap Baek A lagi,

So menatap Baek A sekilas. Ia masih terlihat tidak tenang…

Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 1

Malamnya, Baek A membantu mengikatkan rambut Woo Hee. Mereka duduk di pinggir kolam di istana Damiwon.

Ia menanyakan apakah Woo Hee tidak akan menyesal. Ia hanya pura-pura kuat. Bagaimana kalau nanti terjadi sesuatu padanya?

Woo Hee tersenyum. Baek A akan memiliki seorang istri dan ia yakin Baek A akan bisa bertahan. Ia tidak ingin menjadi seorang janda.

Baek A mengajak Woo Hee menikah setelah ia kembali nanti.

Wo Hee tersenyum, menganggukkan kepalanya.

Baek A mengatakan, Woo Hee adalah pasangan sejatinya. Baek A pun mencium Woo Hee. Di dalam hatinya, Woo Hee berharap di saat seperti ini ia bukan putri dari seorang Baekje. Dengan sepenuh hatinya, ia adalah pasangan sejati Baek A…

Para budak dari Baekje telah berkumpul. Beramai-ramai, dengan membawa benda apa pun ditangan mereka, mereka menuju ke suatu tempat.

Di tengah perjalanan, mereka melihat pengumuman dari Raja. Raja mengumumkan janjinya kepada seluruh rakyat Baekje.

Budak tidak akan diserang. Untuk menyelesaikan masalah ini, aku akan melakukan tindakan yang benar dan akan menyelidikinya.

Untuk semua yang dipaksa menjadi budak karena peperangan, akan dibebaskan. Untuk semua orang asing yang dipaksa menjadi budak, status mereka akan dikembalikan. Ini akan benar-benar ditegakkan. Budak yang telah diambil akan dikembali ke kampung halamannya. Mereka akan dibebaskan dari pajak untuk jangka waktu yang akan ditetapkan nantinya. Mendapatkan perlakukan yang berbeda karena daerah asal akan dihapuskan. Kalian akan bisa bekerja di pemerintahan. Kalian akan menjadi warga negera Goryeo.

Mereka hampir saja percaya. Namun salah satu dari mereka sama sekali tidak percaya. Ia yakin semua itu hanya bohong saja, keadaan akan sama seperti dulu. Ia pun lalu memimpin teman-temannya untuk bergerak lagi.

Para tentara sudah siap, begitu juga dengan Baek A. Ketika diberikan pedang oleh anak buahnya, pedang itu malah terlepas dari tangan Baek A.

Jung datang, membantu mengambilkan pedang dan menyerahkannya pada Baek A. Baek A tersenyum melihat Jung. Kenapa Jung datang? Apa Jung tidak takut kepalanya akan dipenggal?

Jung tidak peduli lagi dengan kata-kata Raja. Ia sudah tidak takut lagi.

Seluruh tentara memberi hormat pada Jung.

Jung lalu memakaikan baju perang pada Baek A. Ia sama sekali tidak senang So mengirimkan Baek A. “Aku sudah bilang dia akan membuatmu mati. Seharusnya dia mengirimkan aku saja…”.

Jung meminta Baek A untuk tidak mati dan kembali dengan selamat. Ia sudah tidak sanggup lagi menyaksikan semuanya.

Baek A menundukkan kepalanya, terlihat sedih. Lalu ia pun menanyakan apakah Jung sudah menerima kiriman dari Soo.

Jung menganggukkan kepalanya. Namun ia tidak mengerti maksudnya.

“Dia juga menginginkanku mengatakan ini padamu. ‘Aku menginginkannya'”.

Jung kaget mendengarnya. Memastikan sekali lagi.

Baek A membenarkan, Soo memang mengatakan itu. Baek A kemudian berpesan pada Jung, jika sesuatu terjadi padanya, ia meminta Jung tetap berteman baik dengan Soo dan juga dengan So.

Jung tidak suka karena Baek A masih saja mencemaskan orang lain di saat seperti ini. Bahkan saat ini, tidak seorang pun mengantarkan Baek A. Jung lalu menanyakan Woo Hee.

Bae A mengatakan, ia meminta Woo Hee untuk tidak datang. Ia merasa itu lebih baik bagi Woo Hee.

Setelah berpesan agar Baek A menjaga dirinya baik-baik, Jung pun berbalik pergi.

Tiba-tiba para tentara ribut sambil menunjuk-nunjuk ke atas. Baek A pun menengadah. Ia melihat Woo Hee berdiri di pagar atas dan dibawahnya ada spanduk yang bertuliskan, ‘Penyatuan kembali tiga kerajaan, Goryeo, Baekje dan Silla’.

Para budak baru saja tiba. Mereka melihat putri mereka, Putri Woo Hee, berdiri di atas pagar. Mereka mulai panik.

Baek A langsung menemui Woo Hee. Ketika ia mencoba mendekati Woo Hee, Woo Hee malah memintanya untuk berhenti.

Baek A mulai menangis. Ia bisa melihat keseriusan di wajahnya Woo Hee. Ia memohon agar Woo Hee tidak melakukannya.

Woo Hee dengan tegas menyuruh Baek A berbalik. Baek A pun terpaksa menuruti. “Jika kau melihatnya, kau tidak akan bisa melupakannya…”, ucap Woo Hee.

Baek A mencoba berbalik lagi dan ternyata Woo Hee sudah menjatuhkan dirinya ke bawah. Baek A berlari, meneriakkan nama Woo Hee.

Aku pikir, aku bisa mengabaikan dan menjalani hidupku. Tadinya, aku akan menyangkal kedua orang tuaku tapi aku tidak bisa mengabaikan rakyatku yang menganggapku sebagai seorang ibu. Aku pikir, aku tidak bisa hidup seperti itu.

Goryeo dan Baekje, Gyeon Hwon dan Taejo Wang Geon, aku akan menanggung dosa-dosa mereka dengan hidupku. Mungkin karena itulah aku dilahirkan…

Baek A, aku mencintaimu. Kau adalah satu-satunya pasanganku… – Woo Hee

Baek A memeluk Woo Hee yang telah tiada. Ia menangis, berteriak.

Soo mendekati Baek A yang duduk seorang diri. Ia meminta Baek A untuk tidak menghancurkan dirinya hanya untuk melupakan Woo Hee.

Baek A bertanya-tanya sendiri, kenapa Woo Hee tidak pernah cerita padanya. Ia merasa dirinya sudah serakah, hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan apa yang dirasakan oleh Woo Hee.

Soo mengatakan, Woo Hee lah yang salah. Mereka sudah memberikan sepenuhnya hati mereka tapi pada akhirnya, Woo Hee tidak cukup egois.

Baek A memejamkan matanya. Air matanya menetes. Ia menebak, Raja pasti sudah tahu semuanya.

Soo hanya diam saja…

Paginya, Baek A pun langsung menemui So. Sisa menangis masih terlihat jelas di wajahnya. Ia merasa, dengan Woo Hee menunjukkan keyakinan itu, itu artinya So sudah membuat kesepakatan dengan Woo Hee. Yang dimaksud Baek A adalah tulisan di spanduk itu.

So mengatakan, ia tidak pernah menyangka Woo Hee akan memilih bunuh diri. “Dia hanya mengatakan bahwa aku bisa menyelamatkanmu jika aku menulis Keyakinan itu… Saat itulah aku tahu dia putri Baekje…”.

So mengatakan, ia hanya ingin menyelamatkan Baek A. Meskipun rasanya seperti berpegang pada tali yang hampir putus, ia tetap menuliskannya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi dan walaupun tahu, ia tetap melakukan hal yang sama.

So mengatakan lagi bahwa baginya yang terpenting adalah Baek A.

Baek A mengerti. Ia sangat tahu itu tapi betapa sulit menerimanya. Ia merasa terlalu berat berada di sisi So.

Melihat Baek A bersujud padanya, So sangat terkejut dan mengakui bahwa dia lah yang bersalah.

Baek A bilang, So tidak bersalah. Ia yang bersalah karena tidak cukup melindungi So. Setelah berpesan agar So berumur panjang dan tetap sehat, Baek A pun mundur. Keluar dari aula.

Tidak mempedulikan meskipun So berteriak memanggil namanya.

So mendatangi Yeon Hwa yang memang sudah menunggunya. Yeon Hwa tersenyum anggun.

So bertanya apakah Yeon Hwa sudah yakin pada keputusannya itu.

Yeon Hwa membenarkan.

Aula istana dipenuhi oleh para pejabat istana. Selain Ji Mong, Won pun ada di sana.

Wook datang dengan seorang kasimnya yang membawakan sebuah sangkar yang ditutupi dengan kain kuning. Wook memberitahukan So bahwa ia membawakan elang untuk berburu.

So menerimanya dengan senang hati. Kasimnya menerima sangkar dan meletakkannya di hadapan So.

Won memuji bahwa itu adalah bentuk kasih sayang antara adik kakak. Menurutnya, jika dalam keluarga harmonis maka dalam negera pun harmonis.

Won tertawa, begitu juga dengan So. So tertawa aneh.

Ketika kain diangkat, terlihatlah seekor elang. Tapi sayangnya elang itu sudah mati.

So terlihat sangat marah. Para pejabat istana juga kaget karena itu artinya Wook telah mengutuk Raja dan kejahatan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Wook sendiri kaget. Ia berusaha membela diri, mengatakan bahwa ada salah paham, mungkin sewaktu dibawa…

Won tiba-tiba menyela. “Kau sendiri yang membawanya, jadi siapa yang kau salahkan?”.

Wook sangat kaget. Menoleh pada Won. Tidak menyangka Won mengkhianatinya.

So menganggap itu adalah pengkhianatan. Si pejabat istana yang tadi bicara, membenarkan. Begitu juga dengan pejabat istana yang lainnya. Mereka semua sependapat dengan So.

Wook merasa nyawanya dalam bahaya. Refleks ia langsung bersujud. Menyatakan bahwa ia dijebak.

So hanya mengatakan, “Jika ini memang pengkhianatan, kau harus membayar dengan nyawamu…”.

Wook terdiam.

Ratu Hwangbo langsung menemui Yeon Hwa. Saat itu Yeon Hwa tengah didandani sebagai ratu oleh para dayang.

Ratu Hwangbo memohon agar Yeon Hwa menyelamatkan Wook. Wook mungkin saja bisa mati.

Tapi Yeon Hwa menolak. Ia mendengar Wook telah melakukan sebuah kejahatan yang tidak bisa diperbaiki. Ia tidak bisa terlibat dalam politik hanya untuk menutupi kejahatan kakaknya.

“Tetua Hwangju juga sudah fokus padaku. Jangan berharap terlalu banyak…”. Yeon Hwa mengatakan, sekarang ia telah menjadi ratu. Ia menghargai keluarganya dan juga tidak ingin kehilangan Wook, tapi mereka harus melihat pada gambaran yang lebih besar.

Yeon Hwa meminta ibunya untuk melepaskannya.

Ratu Hwangbo mengatup mulutnya rapat-rapat, menahan amarahnya.

Sampai malam hari, sampai aula sudah kosong, Wook masih bersimpuh di depan singgasana.

Sementara itu, Soo datang menemui So untuk meminta Soo mengampuni Wook. Soo bahkan bersedia berlutut demi Wook.

So langsung marah karena Soo tidak boleh menggunakan lututnya terlalu banyak. Soo bisa saja tidak bisa berjalan lagi. So meminta Soo berdiri.

“Kau bilang kau tidak akan menyakiti saudara-saudaramu…”.

So meminta Soo tidak seperti itu. Ia tidak suka Soo mendatanginya dan berlutut demi Wook.

Dengan sangat yakin, Soo mengatakan, yang membunuh elang itu adalah So sendiri. So sengaja melakukannya dan membuat hidup Wook dalam bahaya.

So menatap Soo dengan serius. Ia tersenyum sinis. “Kenapa? Apa itu tidak boleh? Wook membunuh kakak tertua kami dan Eun. Dia juga mengusir Baek A pergi… Dia mencoba membunuhku dan memisahkan kita berdua… Seperti itulah dia orangnya…”.

Soo mengingatkan So bahwa jika So harus membunuh lagi, maka itu kembali menjadi kesialan bagi So. Jika So menghukum semua orang, maka semua orang lama kelamaan akan menganggap So sebagai musuh. “Di masa depan, aku tidak ingin kau diingat sebagai raja yang kejam…”.

So akhirnya menuruti permintaan Soo. Ia tidak akan menghukum Wook mati, tapi ia akan membuat Wook terkurung di rumahnya sendiri. Wook tidak akan bisa melangkah selangkah pun dari rumahnya.

“Dia terlalu serakah terhadap Goryeo, rumah itu akan menjadi seluruh dunia baginya… Dia akan merasa tercekik dalam rumah itu…”, ucap So sambil menahan marahnya. So merasa hukuman itu lebih cocok untuk Wook daripada harus membunuh Wook dengan segera. So menyeringai senang.

Soo yang tadinya sempat senang karena berpikir So akan mengampuni Wook, menjadi sangat terkejut. Tidak menyangka So akan tetap menghukum Wook. Ia juga syok melihat perubahan pada So.

Wook berada di ruang perpustakaannya. Ia ingin keluar dari sana, tapi ternyata para penjaga sudah ada di depan pintu ruang perpustakaannya.

Para penjaga itu langsung menutup kembali pintu. Wook terpaksa tetap berdiam di dalam perpustakaannya…

Bersambung…

[Sinopsis Moon Lovers : Scarlet Heart Ryeo Episode 19 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.