Sinopsis My Love Eun Dong Episode 15 Part 2

2

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 15 Part 1]

 

Sinopsis My Love Eun Dong Episode 15 Part 2

Jung Eun dan Eun Ho berbicara di meja makan. Jung Eun memberitahukan Eun Ho bahwa ia akan mengatakan pada Ra Il bahwa Eun Ho adalah ayah kandung Ra Il. Tapi Eun Ho tidak sependapat dengan Jung Eun. Saat ini bukan waktu yang tepat, ia meminta Jung Eun untuk menunggu sampai Jae Ho sadar. Jika mereka mengatakannya sekarang, itu sama saja dengan mengkhianati Jae Ho.

Jung Eun mengerti. Lalu Jung Eun berkata ia akan pergi ke rumah sakit. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan, tidak ada gunanya ia diam seperti ini, karena masalah tidak akan terselesaikan.

Eun Ho menganggukkan kepalanya dan menggenggam tangan Jung Eun. Ia minta maaf karena membuat Jung Eun dalam kesulitan.

“Kenapa oppa minta maaf?”. Lalu Jung Eun juga menggenggam tangan Eun Ho. Jika ia merasa ini sulit, maka akan lebih sulit lagi bagi Eun Ho. Jung Eun tersenyum pada Eun Ho. Ia mengajak Eun Ho untuk bersama-sama mengatasi kesulitan ini. Eun Ho tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Sementara itu, di dalam kamar, tanpa sepengetahuan Jung Eun, Ra Il kembali mencoba menghubungi ponsel ayahnya. Tapi masih belum ada juga yang menjawab telponnya. Lalu Ra Il mengirimkan pesan pada ayahnya :

Ayah, aku merindukanmu. Ayah, dimana ayah?

Jae Ho terlihat masih belum sadar juga. Dokter yang menangani Jae Ho menemui Hyun Ah untuk menjelaskan kondisi Jae Ho. Menurut pendapatnya, secara medis, kondisi Jae Ho sudah stabil, tetapi alasan sampai saat ini Jae Ho belum juga sadar mungkin karena faktor psikis, contohnya seperti mungkin dirinya sendiri yang menolak untuk sadar.

Hyun Ah menghela nafasnya, ia bertanya apa yang harus mereka lakukan.

Dokter itu mengatakan ada sebuah metode namun metode itu belum terbukti secara klinis, ada kejadian seorang pria yang dibawa ke IGD karena mencoba bunuh diri. Setelah dirawat, pria itu stabil secara medis namun setelah tiga hari belum juga sadarkan diri. Saat itu putrinya datang dan terus berbicara dengan pria itu, meminta ayahnya untuk segera sadar, dan akhirnya pria itu benar-benar terbangun. Dokter itu mengambil kesimpulan bahwa kondisi kesadaran seseorang dikontrol juga oleh ketidaksadaran.

Hyun Ah terlihat memikirkan ucapan rekan dokternya tadi.

Ibu berkata pada pada ayah, ia merasa mereka harus pergi menemui Eun Dong, mereka harus mendengarkan secara langsung dari Eun Dong. Tapi ayah tidak mau, ia merasa mereka tidak berhak melakukan hal itu, saat ini suami Eun Dong dalam kondisi antara hidup dan mati. Ibu sedikit memaksa ayah, ia meminta ayah untuk memikirkan perasaan Hyun Soo saja. Hyun Soo harus menyerahkan putranya dibesarkan oleh orang lain selama sepuluh tahun…

“Lalu kenapa kau tidak mempertimbangkan perasaan pria itu yang harus membesarkan putra orang lain?”, ayah balik bertanya pada ibu. Ayah merasa Jae Ho benar-benar mencintai Ra Il dan membesarkan Ra Il dengan tulus tanpa pamrih.

Jung Eun kembali menunggui Jae Ho di rumah sakit. Tidak lama kemudian, ibu Jae Ho datang. Ia melihat Jung Eun sekilas, namun tidak mengatakan apa pun. Ibu Jae Ho masuk ke dalam kamar dan duduk di samping Jae Ho. Tanpa memandang ke arah Jung Eun yang berdiri tidak jauh darinya, ibu Jae Ho bercerita. Dulu Jae Ho pernah mengatakan padanya bahwa ia tulus mencintai seorang wanita secara sepihak. “Apakah wanita itu kau?”, tanya ibu Jae Ho.

Jung Eun hanya diam saja. Lalu ibu bertanya, masih tidak memandang ke arah Jung Eun, “Apakah ia tahu? Ra Il bukan putra kandungnya?”. Jung Eun menahan tangisnya dan menjawab ‘ya’. “Dia mengatakan padaku bahwa kau mengandung bayinya”, ucap ibu sambil memejamkan matanya, air mata menetes di pipinya.

“Apakah kau mengetahui kenyataan ini setelah ingatanmu kembali? Siapa sebenarnya ayah kandung dari putramu?”, tanya ibu lagi.

“Ya…”, jawab Jung Eun lemah.

Lalu ibu bertanya apa yang akan dilakukan oleh Jung Eun sekarang. Jung Eun terlihat ragu menjawab pertanyaan ibu Jae Ho. “Pergilah…”, ucap ibu Jae Ho. Ibu meminta Jung Eun untuk pergi tanpa perlu berlama-lama lagi berada di sekitar Jae Ho. Biar ia yang membantu Jae Ho untuk menghilangkan rasa sayangnya pada Ra Il. Setelah mengatakan itu, ibu Jae Ho menangis sampai terisak-isak. Ibu Jae Ho sepertinya juga menyayangi Ra Il, mungkin selama ini ia tidak menyangka Ra Il bukanlah cucu kandungnya.

Jung Eun mencoba memohon pada ibu Jae Ho agar diizinkan untuk menunggui Jae Ho sampai Jae Ho sadar. Setelah Jae Ho sadar nanti, ia akan melakukan apa yang diinginkan oleh ibu Jae Ho. Ibu tidak mengatakan apa pun, ia hanya menangis sesunggukan.

Eun Ho berbicara dengan Dong Kyu di telpon. Dong Kyu mengabarkan tentang Hyun Bal yang kemungkinan akan dipenjara dan foto Jung Eun yang sudah berhasil ditarik dari publikasi, namun sayangnya artikel itu tidak bisa ditarik lagi, berita tentang Jung Eun dan Eun Ho sudah menyebar luas di internet.

Eun Ho menghela nafasnya, ia berkata ia akan mendiskusikan tentang itu dengan tim pengacara. Lalu kemudian Eun Ho bertanya permainan apa yang harus ia mainkan dengan anak yang berumur sepuluh tahun.

Dong Kyu tertawa kecil, ia berkata Eun Ho hanya perlu bermain sesuai dengan levelnya saja, itu pasti tidak begitu sulit bagi Eun Ho (mungkin maksud Dong Kyu, Eun Ho juga seperti anak kecil yang berumur sepuluh tahun… 🙂 ).

“Aish… Kau ini! Aku serius…”. Tiba-tiba Ra Il membuka pintu kamar Eun Ho. Eun Ho terkejut dan cepat-cepat memutuskan pembicaraan dengan Dong Kyu. Dengan gugup Eun Ho bertanya kenapa Ra Il belum tidur.

Ra Il tidak menjawab, ia malah bertanya dimana ibunya. Eun Ho tergagap, tidak tau bagaimana menjelaskannya pada Ra Il. Eun Ho mengajak Ra Il masuk ke kamarnya dan mendudukkan Ra Il di sampingnya. Ia mencoba mengalihkan rasa sedih Ra Il dengan menawarkan mengajak Mi Na menginap di rumahnya. Namun sayangnya Ra Il tidak mau, ia menggelengkan kepalanya.

Lalu Eun Ho mencoba mengajak Ra Il untuk bermain, tapi Ra Il tetap menggelengkan kepalanya dan mulai menangis. Eun Ho bertanya apa yang diinginkan oleh Ra Il. “Ayah biasanya membacakan buku cerita untukku”, jawab Ra Il lemah.

Sesaat kemudian Eun Ho membacakan buku cerita untuk Ra Il. Tapi sayangnya, Ra Il terlihat bosan, mungkin cara Eun Ho membacakan buku cerita tidak sama dengan cara Jae Ho, apalagi bukunya bukan buku yang terakhir dibaca oleh Jae Ho. Ra Il berkata ia akan tidur saja dan kemudian membalikkan badannya, memunggungi Eun Ho. Eun Ho mencoba bertanya apakah Ra Il tidak penasaran dengan lanjutan ceritanya. “Tidak”, jawab Ra Il singkat.

Eun Ho hanya bisa menghela nafasnya, tidak tau apa yang harus ia lakukan lagi. Ia tersenyum melihat Ra Il yang sudah tidur.

Malam itu Eun Ho menemani Ra Il tidur. Ia tertidur pulas, tidak sadar bahwa Ra Il terbangun dan menelpon Jae Ho lagi. Masih tidak ada jawaban dari Jae Ho, lalu sambil menahan tangis Ra Il merekam pesan suara untuk ayahnya :

Ayah, kenapa ayah tidak menjawab telponku? Aku tidak di rumah. Apakah ayah pingsan seperti waktu itu? Ayah… aku merindukan ayah. Jika ayah mendengar pesan ini, tolong telpon aku, ya? Mengerti?

Beberapa saat kemudian, Eun Ho menggeliat, ia baru menyadari Ra Il sudah tidak ada lagi di sampingnya. Eun Ho mencari ke seluruh ruangan yang ada di apartemennya, tapi Ra Il tidak ada.

Tiba-tiba ponsel Eun Ho berbunyi, Hyun Ah menelponnya. Hyun Ah memberitahukan bahwa Ra Il pulang ke rumahnya untuk mencari ayahnya. Karena ibu dan ayahnya tidak menjawab telponnya, maka Ra Il menelponnya. Hyun Ah meminta Eun Ho untuk pergi mencari Ra Il.

Eun Ho tiba di apartemen Jung Eun dan menemukan Ra Il tidur meringkuk di lantai sambil memeluk pot bunga lavendernya.

Dengan lembut Eun Ho membangunkan Ra Il, mengajaknya pergi ke tempat ayahnya.

Jung Eun yang malam itu menunggui Jae Ho, terkejut melihat Ra Il datang ke rumah sakit. Ra Il mendekati ayahnya, menangis sambil mengguncang-guncangkan badan Jae Ho, memohon agar ayahnya bangun. Jung Eun tidak sanggup manahan tangisnya melihat Ra Il yang menangis sambil terus memanggil ayahnya.

Ra Il berpaling pada ibunya, bertanya kenapa ayahnya tidak bangun-bangun. Jung Eun memeluk Ra Il, mencoba menenangkan Ra Il, ia berkata saat ini ayah Ra Il sedang tertidur, semuanya akan baik-baik saja. “Tidak! Tidak! Ayah!”, tangis Ra Il.

Sementara Ra Il dan Jung Eun menunggui Jae Ho, Eun Ho hanya bisa termenung di dalam mobilnya.

Jung Eun pergi ke toilet untuk mengambil air. Di sana ia bertemu dengan seorang ahjumma yang sedang mencuci sesuatu. Dengan suara yang keras ahjumma itu membicarakan Jung Eun yang memiliki affair dengan seorang selebriti dan meninggalkan suaminya yang cacat, ia merasa Jung Eun terlalu dingin sehingga sanggup menunggui suaminya di rumah sakit. Seharusnya Jung Eun merasa malu pada anaknya. “Dunia sudah hampir berakhir..”, teriaknya. Lalu tanpa ba bi bu ia menyiramkan sebaskom air ke arah Jung Eun.

Sambil melewati Jung Eun, dengan cuek ia meminta maaf karena sudah menyiram air ke arah Jung Eun. Jung Eun tidak marah ataupun menanggapi ucapan dan perlakukan ahjumma itu padanya, ia hanya bisa terdiam saja.


 

Ternyata malam itu Eun Ho tertidur di dalam mobilnya. Suara sirine ambulance membangunkannya. Ia baru sadar hari sudah pagi dan pergi dari rumah sakit.

Di kantor, wartawan kembali berkumpul. Kali ini Dong Kyu yang menemui para wartawan. Ia memberitahukan mereka bahwa perusahaan akan menuntut perusahaan dan media yang sudah memfitnah Eun Ho. Kemudian ia menyuruh para wartawan itu untuk pergi, namun para wartawan tetap bertahan, mereka terus ribut menanyakan berbagai pertanyaan.

Tidak lama kemudian, lift yang ada di belakang wartawan terbuka. Eun Ho ada di dalamnya. Para wartawan mengerubungi Eun Ho tapi Eun Ho sama sekali tidak menggubris mereka dan langsung masuk ke dalam kantor, bersama dengan Dong Kyu.

Eun Ho bertanya pada Dong Kyu tentang keadaan Hyun Bal, apakah Hyun Bal masih diperiksa? “Ya”, jawab Dong Kyu singkat. Eun Ho menghela nafasnya, ia memberitahukan Dong Kyu bahwa ia akan melikuidasi perusahaan. Dong Kyu tidak membantah keputusan Eun Ho. Ia mengerti Eun Ho harus mengalami kesulitan seperti ini karena ia adalah selebriti tapi ia mengkhawatirkan Jung Eun dan Ra Il. Ia juga tidak tau bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini.

Eun Ho merasa ia malah membuat keadaan menjadi semakin sulit bagi Jung Eun dan Ra il. Ia merasa semua ini adalah kesalahannya. Dong Kyu kembali menyemangati Eun Ho, ia meminta Eun Ho untuk tidak berpikir seperti itu. Eun Ho kembali menghela nafasnya, ia benar-benar merasa bersalah dan tidak tau apa yang harus ia lakukan.

Ibu Jae Ho menemukan Ra Il tidur di atas tempat tidur Jae Ho sambil memeluk Jae Ho. Ia melihat banyak pot bunga lavender di sekeliling tempat tidur Jae Ho. Ibu mendekati Ra Il dan membangunkan Ra Il. Ia menyuruh Ra Il sarapan bersama ibunya. Tapi Ra Il menggelengkan kepalanya, ia tidak mau makan, ia hanya mau makan kalau ayahnya sudah bangun.

“Tidak boleh. Kau pergi bersama ibumu”, kali ini nada bicara ibu Jae Ho berubah. Ia menjadi marah pada Ra Il. Untungnya, Jung Eun datang. “Apa yang kau lakukan? Mulai saat ini, kau tidak boleh lagi datang ke sini. Bawa Ra Il bersamamu”, perintah ibu pada Jung Eun.

Jung Eun terlihat mulai akan menangis lagi, tapi ia menahan sekuat tenaganya. Dengan suara gemetar, ia mengajak Ra Il pergi. “Aku tidak mau. Ayah, cepat bangun. Ayah janji akan main baseball bersama-sama. Ayah janji akan membacakan buku ‘Little Prince’ untukku”, ucap Ra Il sambil menangis. Ibu Jae Ho yang tadinya marah sekarang mulai menangis, sedih mendengar ucapan Ra Il.

Di tempat yang lain, ayah Hyun Soo juga terlihat menahan tangisnya juga. Ternyata pot-pot bunga lavender itu dibawakan oleh ayah Hyun Soo. Ra Il yang menelponnya, meminta agar kakek membawakan banyak bunga lavender untuknya karena ayahnya membutuhkan keberuntungan yang banyak untuk tetap hidup. Ketika ayah Hyun Soo mengantarkan pot bunga itu ke rumah sakit, ia melihat Ra Il tidur sambil memeluk Jae Ho. Ayah Hyun Soo menangis mengingat apa yang dilihatnya tadi di rumah sakit.

Dokter terpaksa datang untuk membujuk Ra Il agar Ra Il mau turun dari tempat tidur. Awalnya Ra Il masih belum mau, tapi setelah dokter mengatakan jika Ra Il tidur seperti itu dapat menutupi selang pernafasan ayahnya, dan itu akan membahayakan nyawa ayahnya, Ra Il dengan segera turun dari tempat tidur.

Begitu ayah tiba di rumah, ibu Hyun Soo langsung menanyakan pada ayah apakah Ra Il masih berada di rumah sakit. Ayah membenarkan. Ayah merasa Jae Ho sudah membesarkan Ra Il dengan sangat baik, mereka tidak bisa membuat Ra Il dan ayahnya terpisah. Mendengar ucapan ayah, ibu kembali merasa kesal.

Ibu Jae Ho pergi keluar dari kamar rumah sakit, tidak lama kemudian pelupuk mata Jae Ho terlihat bergerak-gerak tapi belum terbuka.

Sementara itu, Eun Ho sudah pulang ke apartemennya. Ia msih terus memikirkan permasalahannya ketika tiba-tiba mendapatkan telpon dari ayahnya. Ayah mengajak Eun Ho memancing bersama dengannya.

Eun Ho dan ayahnya memancing di sebuah danau. Ayah memanfaatkan kesempatan itu untuk berbicara berdua dengan Eun Ho.

Ayah bertanya apakah Hyun Soo ingat, mereka pernah memancing bersama-sama, bertiga dengan ayah Mi Na tanpa sepengetahuan ibu Hyun Soo. Hyun Soo menganggukkan kepalanya. Ayah berkata sudah lama sekali ia tidak pergi memancing, terakhir kalinya ketika pergi bersama ayah Mi Na. Ia teringat saat itu tangan ayah Mi Na terlihat begitu pucat, sejak saat itu ia tidak pernah memancing lagi. Hyun Soo menganggukkan kepalanya, ia juga merasakan hal yang sama dengan ayahnya.

“Hyun Soo, hidup itu seperti memancing. Seperti menunggu, dan terus menunggu. Seperti saat memberi makan, pemilihan waktu sebuah momen sangatlah penting. Jika kau menarik pancing sebelum ikan menggigit umpannya, maka kau akan kecewa. Tapi ketika ikan menggigit umpanmu, kau akan merasakannya melalui tanganmu. Dan kau merasa gembira akan hal itu. Sehingga kau memiliki bayangan bahwa hidup itu adalah indah”, ucap ayah. Hyun Soo menganggukkan kepalanya. “Sangat sulit, bukan?”

“Ya”, jawab Hyun Soo. Hyun Soo merasa selama sepuluh tahun, ia tidak bisa melihat bagaimana Ra Il tumbuh. Itulah sebabnya, untuk kedepan, ia ingin membesarkan Ra Il sendiri. Hyun Soo meminta maaf pada ayahnya karena memutuskan semuanya sendiri tanpa pernah mendiskusikan terlebih dahulu dengan ayahnya. Ia memiliki rencana mereka bertiga akan hidup jauh dari Korea.

Ayah bertanya apakah Hyun Soo yakin keputusannya itu akan membuat Jae Ho dan Ra Il bahagia. Ayah merasa Jae Ho sudah membesarkan Ra Il dengan baik. Ia sudah melihat ketulusan Jae Ho pada Ra Il melalui mata Jae Ho.

“Tapi Ra Il adalah putraku, ayah”, potong Eun Ho.

“Bukankah kau harus memikirkan Ra Il?”. Hyun Soo terdiam memandang ayahnya. Pembicaraan terhenti karena tiba-tiba ikan menggigit umpan pancingan ayah Hyun Soo. Hyun Soo membantu ayahnya menarik ikan dari danau. Setelah melepaskan kail dari mulut ikan, ayah melemparkan kembali ikan itu ke dalam danau.

Pembicaraan kembali berlanjut. “Biarkan dia pergi ke Jae Ho”, ucap ayah lagi.

“Aku tidak bisa melakukannya, ayah”. Eun Ho menoleh ke arah ayah, ia bertanya kenapa ayah seperti ini. Ayah berkata karena ia adalah seorang ayah. Ia mengerti apa yang dirasakan oleh Hyun Soo.

“Tapi Ra Il putraku”, ucap Hyun So lagi, ia terlihat mulai putus asa.

“Karena aku ayahmu, makanya aku mengatakan ini padamu. Seperti itulah seorang ayah. Jika kau merasa sakit, maka putramu merasakan sakit yang lebih besar. Sampai akhirnya, kau akan melindunginya dengan seluruh tubuhmu. Memisahkan Ra Il dari ayahnya adalah keserakahanmu dan keinginanmu semata. Berikan kesempatan pada orang itu. Biarkan Ra Il pergi. Itu untuk kebahagiaan Ra Il”.

Eun Ho masih berkeras. Ia berkata ia akan membesarkan Ra Il, ia akan melakukan lebih baik daripada Jae Ho. Ra Il adalah putranya tapi ia hidup tanpa Ra Il selama sepuluh tahun. “Kalau begitu aku ini apa, ayah?”.

Ayah berkata itulah alasannya kenapa Hyun Soo belum bisa menjadi seorang ayah, karena sikap Hyun Soo yang seperti ini. Jika suatu saat nanti Hyun Soo sudah menjadi seorang ayah, maka Hyun Soo akan mengerti perkataannya tadi.

Hyun Soo terdiam dan menahan tangisnya, begitu juga dengan ayah…

Bersambung….

Satu episode lagi, kita akan tau apa akhir dari hubungan Eun Ho dan Jung Eun, apakah mereka bersama-sama ataukah mereka memilih untuk tidak bersama-sama. Lalu bagaimana ya dengan Ra Il?

Episode 15 adalah tulisan sy yang terakhir untuk drama korea My Love Eun Dong. Terima kasih ya sudah membaca sinopsis dari saya dan juga meluangkan waktu memberikan komentar. Mohon maaf juga jika ada kekurangan di sana-sini, mohon koreksinya juga biar ke depan lebih baik lagi. Akhirnya, terima kasih buat Lia yang udah mau bareng ngerjain sinopsis drama ini dan mohon maaf kalo sering lambat… Senang bisa saling sharing… Mudah-mudahan ke depannya ada drama yang sama-sama bisa kerjakan bareng lagi ya… 🙂

[Sinopsis My Love Eun Dong Episode 16 Part 1]

2 Comments
  1. cha says

    mksh sinopsissnya….sukaaa banget

    1. kdramastory says

      Sama-sama… Terima kasih juga sudah berkunjung… 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.