Sinopsis Vampire Detective Episode 10 Part 2

0

Sinopsis Vampire Detective Episode 10 Part 1

 

Sinopsis Vampire Detective Episode 10 Part 2

=== Flashback ===

Tae Woo dan Yu Jin akhirnya berkencan seperti yang diminta oleh Goo Hyung. Mereka jalan-jalan ke mall dan supaya terlihat lebih nyata, Tae Woo mengambil tangan Yu Jin dan meletakkannya di lengannya. Yu Jin tidak bisa menolak dan terpaksa mengikuti Tae Woo.


Ternyata, Tae Woo membawa Yu Jin ke sebuah bioskop yang tidak biasa. Yu Jin cukup terkejut, melihat ia harus berbaring di samping Tae Woo sambil menonton film. Tapi lagi-lagi, mau tidak mau Yu Jin terpaksa menuruti kemauan Tae Woo.

Saat Tae Woo menyuapinya, Yu Jin terpaksa menggigitnya sedikit dan membuang sisa makanannya.

Sementara itu, San terus menerus mengecek ponselnya, menunggu telpon dari Yu Jin. Saat Goo Hyung terus menerus mengomentarinya yang terlihat terganggu karena Tae Woo membawa Yu Jin, San menolak untuk membicarakannya.

Setelah menonton, Tae Woo mengajak Yu Jin duduk di sebuah taman. Tae Woo mengomentari cuaca yang cocok untuk berkencan. Yu Jin setuju dengan Tae Woo dan mengatakan nanti ia akan datang bersama San.

Tae Woo langsung terdiam, Yu Jin merasa tidak enak sendiri. Lalu Tae Woo mengatakan, mereka bertiga bisa datang bertiga lain kali. Yu Jin mengiyakan ucapan Tae Woo itu.

Lalu Yu Jin menanyakan tentang Tae Woo dan San yang terlihat tidak akur satu sama lain. Tae Woo mengatakan, orang yang berbeda kepribadian dan selera tidak akan begitu, ia merasa mungkin itu karena ia dan San memiliki kepribadian dan selera yang sama, terutama dalam hal memilih wanita.

Yu Jin semakin merasa tidak nyaman. Tae Woo tertawa, mengatakan kalau ia bercanda. Lalu Tae Woo menanyakan apakah Yu Jin ingin mengetahui sesuatu tentangnya, karena walau bagaimanapun hari itu adalah kencan pertama mereka. Yu Jin hanya tersenyum, tidak mengatakan apa-apa.

San terus menunggu Yu Jin pulang. Ponsel sama sekali tidak lepas dari tangannya.

Setelah sekian lama menunggu, Yu Jin pun pulang. Tae Woo masuk di belakangnya. Yu Jin menanyakan kenapa San ada di sana. San beralasan ia sedang bekerja. Yu Jin tidak percaya, ia tahu San menunggunya pulang.

Akhirnya San mengakui, ia memang menunggu Yu Jin, menunggu sangat lama. San memeluk Yu Jin.

Saat rapat, Hyun Tak menyemangati orang-orang dibawahnya, termasuk Tae Woo dan Yu Jin karena bulan itu, penjualan mereka lebih rendah dari tahun sebelumnya. Semua orang bertepuk tangan sambil meneriakkan yel-yel ‘Challenger’.

Tae Woo tidak melihat ke arah Hyun Tak atau yang lainnya, Tae Woo hanya menatap Yu Jin lama. Dan karena Tae Woo memakai kacamata berkamera, San mengetahui hal itu.

Saat pulang ke rumah, Yu Jin dan Tae Woo berbicara akrab dan tertawa-tawa. Tapi begitu San muncul, Yu Jin langsung mendekati San dan San menggandeng tangan Yu Jin. Tae Woo hanya bisa melihat kemesraan mereka berdua.

Penjualan Tae Woo dan Yu Jin terus meningkat. Pada sebuah pertemuan, mereka berdua dipromosikan peningkatan level mereka dari sapphire menjadi ruby. Semuanya bertepuk tangan untuk Tae Woo dan Yu Jin. Su Jin bertepuk tangan sambil menganggukkan kepalanya pada Hyun Tak.

Tak lama kemudian, Hyun Tak keluar dari ruangan.

Pencapaian Tae Woo dan Yu Jin terus meningkat. Mereka menduduki posisi pertama dan kedua untuk penjualan dalam suatu rentang waktu. Untuk merayakan keberhasilan mereka, Hyun Tak, dan yang lainnya minum-minum di sebuah kedai.

Yu Jin yang tidak kuat minum, terus dipaksa minum. Tae Woo tidak mengatakan apa-apa, ia hanya menepuk-nepuk punggung Yu Jin.

Saat pulang, Yu Jin sudah setengah sadar. Tae Woo dengan susah payah membawa Yu Jin ke mobil. Saat dalam perjalanan pulang, Yu Jin tertidur pulang, sementara Tae Woo yang menyetir, baik-baik saja.

Tae Woo menatap Yu Jin, dan itu tentunya diketahui oleh San dan Goo Hyung. Tae Woo menatap Yu Jin sangaaaat lama hingga tiba-tiba Tae Woo melepas kacamata dan sinyal yang diterima oleh alat Goo Hyun menghilang.


San tentu saja sangat sangat panik. Goo Hyung berusaha menenangkan San dan mencoba menghubungi Tae Woo. Tapi sia-sia, Tae Woo tidak meresponsnya.

Sementara itu, Tae Woo menatap Yu Jin dan bertanya, apakah ia tidak cukup baik untuk Yu Jin…

San dan Goo Hyung mondar-mandir menunggu Tae Woo dan Yu Jin pulang. Hingga akhirnya Tae Woo pulang sambil menggendong Yu Jin yang tidak sadarkan diri di punggungnya. Goo Hyung memarahi Tae Woo yang mematikan radio begitu saja.

San memohon pada Goo Hyung untuk membicarakannya besok saja. Goo Hyung sangat kesal dan pergi. Lalu San menggendong Yu Jin dan membawanya ke kamar, San sama sekali tidak menanyakan apa pun pada Tae Woo.

Tae Woo hanya berdiri mematung di sana.

Tae Woo duduk sendirian di tangga. Ia memikirkan Yu Jin yang memilih San dan juga memikirkan San yang menganggapnya teman dan memohon untuk melindungi Yu Jin. Lalu ia juga memikirkan perasaannya pada Yu Jin.

Goo Hyun tiba-tiba menghubunginya, menanyakan apakah ia bersama Yu Jin. Goo Hyung mengatakan ponsel Yu Jin dimatikan dan ia tidak bisa mengetahui lokasi Yu Jin. Tae Woo mengatakan Yu Jin pergi bersama Bang Su Jin. Tae Woo berpikir mungkin Yu Jin tidak bisa dihubungi karena sedang pelatihan.

Lalu Tae Woo mengatakan, ia akan pergi mencari Yu Jin. Tae Woo memakai kembali kacamatanya.

Tae Woo keluar dari ruang tangga darurat dan tidak sengaja ia melihat Su Jin keluar dari sebuah ruang. San dan Goo Hyung juga melihat itu. Goo Hyung menanyakan kenapa Su Jin sendirian dan dimana Yu Jin.

Tae Woo tidak menjawab. Ia berjalan mendekati ruangan itu, tidak mempedulikan Goo Hyun dan San yang mengingatkannya untuk tidak beritndak gegabah. Tae Woo kesal saat San menegurnya dan mengatakan ia tidak menerima perintah dari San. “Aku yang berada di lapangan dan aku yang akan memutuskan apa yang aku lakukan…”, ucap Tae Woo marah.

Sanking kesalnya, Tae Woo membuka kacamatanya. Seketika itu juga, Goo Hyung dan San kehilangan kontak dengan Tae Woo.

Tae Woo memasuki ruangan itu. Ruangan itu gelap sekali.

Tae Woo menyalakan lampu dan melihat di sana banyak kotak yang bertuliskan ‘Challenger’ dan ada satu set sofa juga di sana. Tae Woo membuka kotak styrofoam yang berada di atas meja. Di dalamnya, Tae Woo menemukan kantong-kantong yang berisi darah.

Lalu Tae Woo melihat kotak lain yang berada di lantai. Ia menemukan botol yang mirip botol minuman keras dan di labelnya tertulis, ‘Glory and Jonas’.

Tiba-tiba seseorang memukul tengkuk Tae Woo dan Tae Woo jatuh pingsan.

San dan Goo Hyung terus menunggu kontak dari Tae Woo. Tapi sia-sia saja. Layar radio masih menunjukkan tanda ‘No Signal’. San dan Goo Hyung sangat sangat khawatir.

Sementara itu, Tae Woo yang pingsan perlahan mulai sadar. Tae Woo berusaha mengenali sekelilingnya, ruangan itu adalah ruangan yang tadi tetapi sekarang keadaannya lebih gelap dari tadi.

Tae Woo kaget saat seseorang berbicara padanya. Orang itu adalah Yo Na. Yo Na menemukan kamera di kacamata Tae Woo dan mematahkan kacamata itu. Tae Woo mengatakan, ia masuk ke ruangan yang salah dan meminta maaf.

Saat Tae Woo berjalan ke arah pintu, Tae Woo terhenti karena kaget melihat Hyun Tak yang sudah tidak bernyawa di dalam sebuah kantong mayat. Yo Na memuji Tae Woo yang cukup pemberani dan cukup baik berakting.

Ternyata Yo Na sudah mengetahui Hyun Tak adalah pengkhianat dan sering membawa masuk orang-orang dari kepolisian. Yo Na menilai Tae Woo berbeda dengan orang-orang sebelumnya. Lalu Yo Na memperlihatkan ponsel Yu Jin sambil menanyakan bagaimana keadaan Yu Jin saat ini.

Tae Woo langsung tersulut emosinya. “Siapa kau? Apa yang kau lakukan?”, tanyanya.

“Kau… Kau sudah memandang rendah kami!”, ucap Yo Na. Tae Woo menyuruh Yi Na melepaskan Yu Jin. Yo Na berjanji akan melepaskan Yu Jin tapi dengan satu syarat. Ia ingin Tae Woo membawa Cho Myung Geun padanya.

Tae Woo mengatakan Myung Geun sudah mati. Yo Na tidak percaya. Ia dan Tae Woo sama-sama tahu Myung Geun masih hidup. Yo Na mengatakan ia akan memberitahukan dimana Myung Geun dan ia ingin Tae Woo membawa Myung Geun padanya dalam waktu dua jam. Jika Tae Woo gagal, maka pacar Tae Woo akan mati, ancam Yo Na.

“Jika kau tahu dimana dia, kenapa tidak kau yang mencarinya?”, tanya Tae Woo. Yo Na tidak mengatakan apa-apa. Ia menyuruh Tae Woo cepat pergi karena waktu Tae Woo semakin sedikit.

Mau tidak mau Tae Woo terpaksa menuruti keinginan Yo Na.

Tae Woo pergi ke sebuah tempat pemancingan yang sepi dan gelap. Di sana Tae Woo melihat sebuah tempat yang ditutupi dengan tirai. Saat Tae Woo menyentuh tirai itu, lampu yang sangat terang langsung menyala dan menyinari Tae Woo.

Tae Woo tidak memikirkan tentang lampu itu dan tetap membuka tirai itu. Tiba-tiba Tae Woo perlahan mundur. Terlihat sebuah pistol ditodongkan padanya. Myung Geun bertanya siapa Tae Woo.

“Aku polisi…”, ucap Tae Woo. Myung Geun terlihat tidak begitu percaya, lalu perhatiannya teralih pada pin yang disematkan di jas Tae Woo.

Di saat Myung Geun tidak berkonsentrasi padanya, Tae Woo merampas pistol dari tangan Myung Geun. Dan sekarang Tae Woo balik menodongkan pistol pada Myung Geun.

Myung Geun akhirnya mau berbicara. Ia menebak Tae Woo pasti berasal dari ‘Challenger’ namun ia yakin Tae Woo itu tidak tahu apa-apa. Tae Woo menanyakan maksud Myung Geun memakai lampu.

Myung Geun mengatakan lampu itu adalah lampu ultraviolet dan karena lampu itu tidak memberi pengaruh apa pun pada Tae Woo, ia yakin Tae Woo itu masih manusia. Tae Woo tidak mengerti maksud Myung Geun.

“Apa dia menjanjikan akan mengubahmu menjadi vampir jika kau membawakan aku padanya?”, tanya Myung Geun. Tae Woo masih tidak mengerti maksud Myung Geun.

Myung Geun menceritakan bahwa ‘Challenger’ itu bukan perusahaan MLM biasa. Mereka mengurusi hal lain, yaitu nyawa manusia. “Mereka mendekati keluarga yang memiliki anggota keluarga yang sakit. Lalu pertama-tama, mereka membujuk keluarga untuk membeli suplemen kesehatan dan setelah mempelajari latar belakang keluarga itu, mereka baru memperlihatkan tujuan mereka sebenarnya. Dengan sebuah suntikan yang hanya seharga 6000 dolar, pasien akan memperoleh kehidupan mereka lagi…”.

“Dengan cara seperti itulah mereka mendapatkan anggota mereka yang baru…”, ucap Myung Geun. Suntikan yang dimaksud oleh Myung Geun adalah cairan darah vampir yang membuat pasien sehat kembali dan menjadi vampir.

Myung Geun menceritakan, di saat itulah bisnis ‘Challenger’ yang sebenarnya dimulai. “Mereka memaksa keluarga untuk menandatangani perjanjian untuk menyerahkan darah mereka sementara ‘Challenger tetap memberikan darah untuk anggota keluarga yang sudah menjadi vampir… Itu seperti sistem yang berputar. Dan setelah itu, mereka akan diberi identitas yang baru dan mereka akan hidup sebagai orang yang baru…”.

“Tapi semua itu dengan satu syarat. Mereka harus menjadi helper. Siapa pun yang bergabung menjadi helper, mereka sama sekali dilarang menceritakan rahasia perusahaan dan mereka juga dilarang pergi keluar… Saat mereka melanggar aturan itu, saat itu juga mereka akan mati…”.

Tae Woo menebak Myung Geun juga salah satu helpernya. Myung Geun mengakuinya dan mengatakan ia terpaksa melakukannya karena putrinya. Ia harus menyelamatkan putrinya.

Lalu Tae Woo menanyakan kemana detektif-detektif yang dulu pernah ditugaskan sebelumnya. Myung Geun tidak tahu, mungkin mereka juga sudah mati. Tae Woo sangat marah dan menodongkan pistolnya pada Myung Geun.

Myung Geun tertawa, berpikir kalau Myung Geun pasti sudah bertemu dengan Yo Na. “Walaupun kau membawaku, dia tetap akan membunuh…”, ucap Myung Geun lagi.

“Membunuh siapa?”, tanya Tae Woo.

“Kau dan siapa pun yang terlibat bersamamu…”. Myung Geun tertawa lagi. Lalu tiba-tiba ia menangis, menarik pistol yang dipegang Tae Woo, memohon agar Tae Woo membunuhnya.

Tae Woo jadi panik sendiri dan berusaha menarik pistol dari tangan Myung Geun. Terjadi tarik-menarik pistol dan kemudian terdengar suara tembakan.

Tae Woo kembali menemui Yo Na, tanpa membawa Myung Geun bersamanya. Yo Na menanyakan bagaimana perkembangan misi Tae Woo. Tae Woo pura-pura tidak mengerti maksud Yo Na dan kemudian menembak Yo Na.

Tembakan itu menggores pipi Yo Na dan dengan segera luka itu sembuh kembali. “Yang dia bilang ternyata benar…’, ucap Tae Woo. Yo Na hanya tertawa, dan menyindir Tae Woo yang terkejut dengan kenyataan itu. Yo Na mengatakan Tae Woo terlalu cepat terkejut karena Tae Woo tidak akan tahu apa yang akan Tae Woo lewati nantinya.

Yo Na mendekati Tae Woo dan mencekik leher Tae Woo. Yo Na bersumpah akan menghisap setiap tetes darah Tae Woo. Dengan yakin dan berani, Tae Woo tahu Yo Na tidak akan melakukannya karena jika ia mati, Yo Na tidak akan tahu dimana Myung Geun karena ia sudah menyembunyikan Myung Geun.

Yo Na terpaksa melepaskan Tae Woo. Tapi kemudian Tae Woo tiba-tiba meminta Yo Na menggigitnya dan menjadikannya vampir. “Apa kau mengerti arti dari semua itu?”, tanya Yo Na, tidak mempercayai permintaan Tae Woo.

Tae Woo mengatakan ia membutuhkan kekuatan seperti yang dimiliki Yo Na. “Untuk memiliki apa yang aku inginkan, aku harus memiliki kekuatan itu…”, ucap Tae Woo sambil menangis.

Yo Na tertawa. Ia merasa sejak awal melihat Tae Woo, Tae Woo memang berbeda dengan yang lainnya. Tae Woo memiliki keinginan yang kuat. “Tapi apakah kau tahu keinginan itu bisa membahayakan?”, tanya Yo Na dan berbalik menjauhi Tae Woo. Yo Na menolak melakukan permintaan Tae Woo.

“Kalu begitu, kita akhiri saja di sini. Kau, aku dan Myung Geun sama-sama akan kalah…’, ucap Tae Woo sambil menodongkan pistol ke kepalanya. Yo Na tidak percaya Tae Woo akan berani menarik pelatuk pistol itu.

“Entahlah… Kita lihat sama-sama…”, ucap Tae Woo.

Yo Na tersenyum saat melihat Tae woo seperti berjuang mengalahkan ketakutannya. Yo Na yakin Tae Woo pasti tidak akan berani melakukannya. Tapi sesaat kemudian terdengar suara tembakan dan Tae Woo roboh di lantai.

Yo No sangat terkejut melihat keberanian Tae Woo itu. Yo Na memutuskan untuk mengabulkan permintaan Tae Woo. Ia menggores telapak tangannya dengan kukunya dan meminumkan darahnya pada Tae Woo.

Sesaat kemudian, mata Tae Woo terbuka dan bola matanya berubah berwarna merah. Tae Woo menjerit kesakitan. Saat itu kenangan menyakitkan tentang Yu Jin dan San berkelabat di dalam ingatannya…

“Sekarang, sudah terlalu terlambat untuk kembali…”, ucap Yo Na…

Bersambung…

[Sinopsis Vampire Detective Episode 11 Part 1]

Leave A Reply

Your email address will not be published.