Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Vampire Detective Episode 2 Part 2

0

[Sinopsis Vampire Detective Episode 2 Part 1]

 

Sinopsis Vampire Detective Episode 2 Part 2

San dan Goo Hyung bertemu dengan Det. Park di sebuah tempat makan. Det. Park memberikan dokumen yang diinginkan oleh San tentang laporan kasus bunuh diri Kyung Soo. Det. Park mengatakan, beberapa jari sebelum ditemukan, adik Kyung Soo sempat melapor pada polisi. San ingin tahu apakah ada keanehan di TKP. Tidak ada yang aneh, tidak ada pesan bunuh diri ataupun kamera CCTV, tempat itu cukup terisolir, ungkap Det. Park.

San menanyakan tentang kasus tunawisma yang hilang. Det. Park mengatakan, rumor itu memang ada, tapi tidak seperti seorang ibu yang sibuk saat anaknya hilang, polisi tidak akan bersusah payah untuk menyelidiki kasus itu. Menurut Det. Park lagi, saat ini orang-orang jahat itu semakin pintar. Jika mereka datang seperti biasa, orang-orang akan menyadarinya, tapi mereka datang dengan menyamar, berpakaian dokter dan dengan ambulance swasta dengan menawarkan perawatan di rehabilitasi lalu tidak akan ada yang tahu orang-orang mulai menghilang…

Det. Park menyuruh mereka memancing keadaan dan kemudian menangkap ikan mereka. Tapi ia meminta mereka untuk tidak lupa membagikan tangkapan mereka padanya.

San dan Goo Hyung pergi ke gereja, tempat Kyung Soo ditemukan tewas. Gereja itu seperti sudah lama tidak terpakai lagi dan di dalamnya, bangku-bangku sudah berantakan dan banyak sampah di sana.

San melihat ada noda darah yang mengering di dekat beberapa bangku yang masih berdiri. Insting San mulai muncul lagi dan San dapat melihat garis besar kejadiannya. San melihat Kyung Soo duduk di bangku itu sambil membakar sesuatu, mungkin sebuah foto (?), lalu San berdiri, meminum pil dan dari mulutnya keluar darah.

Nafas San jadi terengah-engah, tidak menyadari sekelilingnya. Goo Hyung memanggil-manggil San beberapa kali karena ponsel San berbunyi. San tersadar dan mengangkat telponnya.

Gyeo Wool mengabarkan bahwa ia mengetahui apa yang disembunyikan Seung Hee dari mereka.

Seung Hee terkejut saat San menunjukkan foto yang menunjukkan kedekatannya dengan Kyung Soo. Mau tidak mau, Seung Hee terpaksa mengakui ia memang jatuh cinta dan memiliki hubungan dekat dengan Kyung Soo. Lalu San menunjukkan bukti barang-barang yang dibeli oleh Kyung Soo. Di faktur itu, terlihat Kyung Soo membeli cukup banyak kamera CCTV.

Seung Hee menganggap itu tidak aneh. Kyung Soo sering membelinya untuk keperluan penyelidikannya. San mengungkapkan kemungkinan Kyung Soo merekam sesuatu yang pribadi. Tapi dengan yakin dan tegas, Seung Hee mengatakan bahwa itu tidak ada. Kyung Soo bukan orang yang seperti itu. San merasa tidak enak dan meminta maaf pada Seung Hee, ia hanya bertanya-tanya kemungkinan barang yang disebut di dalam pesan tersebut.

Seung Hee yang memang terlihat agak marah memakluminya. Menurutnya, detektif memang biasa seperti itu, menusukkan jarum lalu kemudian meminta maaf. Seung Hee meminta San menemukan apa yang sebenarnya diinginkan oleh ‘mereka’.

Gyeo Wool menelpon Goo Hyung. Ia kesal karena mereka tidak mengajaknya ikut. Goo Hyung beralasan kalau tugas utama detektif adalah menjaga rumah. Gyeo Wool menggerutu, kesal karena mereka memperlakukannya seperti anjing. “Bekerja seperti anjing membuatmu menjadi seorang detektif…”, sahut Goo Hyung.

Goo Hyung bertanya pada San yang duduk di mobil di sampingnya, apakah San jadi bertemu dengan Seung Hee. San membenarkan, hanya saja ia masih merasa yakin Seung Hee menyembunyikan sesuatu darinya. GYeo Wool yang masih mendengar, mvideo enyahut, mengatakan kalau ia yakin pasti ada video dan Seung Hee pasti ada di dalam video itu. Goo Hyung membantah, ia yakin jika Seung Hee ada di dalam video, itu hanya karena Seung Hee sangat cantik.

Gyeo Wool kesal mendengar Goo Hyung yang seperti tidak percaya padanya. Goo Hyung menanyakan apakah San yakin akan melakukan ‘ini’. San yakin akan memperoleh sesuatu dan ia juga yakin Ji Woong menjadi pusat dari semua kejadian itu. Goo Hyung kembali membahas tentang video dan Gyeo Wool masih yakin Seung Hee ada di dalam video itu. Goo Hyung kesal dan memutuskan telpon.

San turun dari mobil dan berjalan ke arah tunawisma yang sedang istirahat di sebuah terowongan. San memberikan uang pada sekelompok tunawisma dan menyuruh mereka pergi membeli makanan dan minuman. Setelah mereka semua pergi, San duduk menunggu di salah satu spot milik tuna wisma.

Tak lama, sebuah ambulance datang. Goo Hyung merasa excited dan langsung menghubungi San, memberitahukan bahwa ‘mereka’ sudah tiba. San cepat-cepat menyimpan earsetnya, mengacak-acak rambutnya, berkumur-kumur dengan soju dan membuangnya di dekat tempat tidur, mengelap soju ke wajah dan seluruh pakaiannya dan kemudian berpura-pura tidak sadar.

Dua orang pria turun dan mengecek keadaan San. Setelah yakin keadaan aman, mereka mengangkat San ke dalam ambulance.

Saat ambulance pergi, Goo Hyung langsung mengikuti mereka dari belakang. Ambulance terus melaju di lalu lintas yang cukup ramai dan Goo Hyung masih berada di belakangnya. San membuka sedikit matanya, memperhatikan ke seluruh ruang dalam ambulance dan melihat, seorang pria yang menemaninya, sedang terkantuk-kantuk.

Mobil ambulance terus melaju, lalu membelok ke jalan yang lebih sepi. Semakin lama, jalanan yang dilewati semakin sepi hingga akhirnya ambulance tiba di sebuah kompleks bangunan yang gelap dan terlihat kosong. Goo Hyung berhenti tidak jauh dari mereka.

Gyeo Wool kembali menelpon Goo Hyung. Goo Hyung kesal dan menegur Gyeo Wool yang seharusnya tahu tidak boleh menelpon saat ia sedang menjalan.kan operasi. Gyeo Wool menanyakan keadaan San, apa San sudah masuk. Goo Hyung membenarkan. Gyeol Wool memuji San yang sangat pemberani. “Kau tahu orang yang paling garang di muka bumi ini. Yaitu orang yang merasa ‘nothing to lose’. Dan orang itu adalah San…”, ucap Goo Hyung.

San diseret ke dalam dan ditidurkan di atas sebuah meja dari stainless steel. Seorang dari mereka menyiapkan suntikan dan siap menyuntikkan ke lengan San. San langsung memukul pria itu dan mengancam, ia akan membunuhnya jika berteriak. “Siapa kau?”, tanya pria itu. San kesal dan memukul pria itu hingga pingsan.

Lalu San keluar dari ruang tersebut dan tiba-tiba perutnya terasa mual. San menutup mulutnya kuat-kuat dan matanya mulai berubah berwarnn kuning. Setelah berhasil mengendalikan dirinya, walaupun matanya masih berwarna kuning, San berjalan melewati banyak tempat tidur yang diatasnya terbaring beberapa orang, entah masih hidup atau tidak. Mungkin sebagian masih hidup dan sebagian lagi sudah mati. Di beberapa bagian dari tubuh mereka, dipasangkan pengikat supaya mereka tidak bisa melarikan diri.

tempat-tempat tidur itu dipisahkan dengan tirai plastik yang mengisolasi satu sama lain. San melihat salah seorang yang terbaring di sana adalah Bo Eun. Tiba-tiba, San melihat seseorang lewat dengan cepat. Sepertinya dari corak jaket, orang tersebut adalah Manchi. San mengejar Manchi dan saat membuka pintu, San mendapati dirinya sudah berada di luar bangunan lagi.

Di depan San, ada sebuah mobil. Lampu mobil tiba-tiba menyala. Tidak hanya itu, ternyata ada sebuah mobil lain di belakang San. Kedua mobil itu bergerak secara bersamaan ke arah San dengan keccepatan tinggi. San berlari menuju salah satu mobil, lalu ia berbalik, berlari ke arah mobil yang lain, hingga sampai satu titik, San melompat ke atas dan kedua mobil itu saling bertabrakan.

san jatuh, mendarat tepat di atas salah satu atap mobil. Beberapa orang pria muncul. Dibelakang mereka, ada Manchi dan juga Ji Woong. Ji Woong memerintahkan anak buahnya untuk menyerang San.

Semua anak buah Ji Woong menyerang San dan San beberapa kali terkena pukulan kayu. San bisa mengatasi semuanya, lalu Manchi datang dan langsung menusukkan pisaunya ke pinggang San. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. San sangat marah dan melempar Manchi ke dinding. Manchi pingsan seketika.

Lalu Ji Woong maju, menyabetkan pisaunya ke punggung San. Ji Woong memiliki sedikit keahlian dan bisa menyabetkan pisaunya beberapa kali pada San. San semakin marah, mencekik Ji Woong sambil mendorong dan menyudutkan Ji Woong ke mobil. Ji Woong berusaha melepaskan cekikan San. Untungnya Goo Hyung datang, melarang San membunuh Ji Woong.

San melepaskan cekikannya dan nafasnya terus memburu. Goo Hyung mendekati San dan sepertinya melihat perubahan yang terjadi pada San walau hanya sedetik. Setelah itu, perlahan mata San mulai hitam lagi dan San jatuh pingsan.

Goo Hyung membawa San ke klinik. Sepanjang jalan, Goo Hyung terus menerus memanggil San. Saat tiba di klinik, antara sadar dan tidak sadar, San seperti melihat Dr. Hwang memeriksa matanya, lalu berbicara dengan Goo Hyung dan menyemprotkan sesuatu yang berwarna merah ke arahnya.

Hingga keesokan harinya, Goo Hyung masih terus menunggui San. Goo Hyung terbangun saat tangan San yang ia genggam, bergerak. San menanyakan apa yang terjadi. San mengecek pinggangnya, bajunya terlihat sobek-sobek dan ada noda darah, tapi pinggangnya telah sembuh total. San semakin bingung, bertanya apa yang terjadi. Goo Hyung tidak bisa menjawab, hanya menyuruh San istirahat dan bersyukur, San masih hidup.

Setelah San berbaring kembali, diam-diam Goo Hyung melirik semprotan yang semalam dipakai Dr. Hwang untuk San. Semprotan itu mirip dengan semprotan yang dipakai oleh penderita asma. Bedanya, hanya isinya adalah cairan berwarna merah, mungkin saja itu darah.

Seung Hee membacakan berita tentang ditangkapnya organisasi yang melakukan penjualan organ ilegal. Terlihat Manchi dibawa masuk ke dalam kantor polisi. Det. Park juga terlihat menjelaskan kasus tersebut pada para wartawan. Reporter melaporkan bahwa mayat Park Bo Eun juga ditemukan di sana dan saat ini polisi sedang menyelidiki hubungan Bo Eun dengan organisasi itu.

Setelah selesai siaran, Seung Hee mendapatkan telpon dari San. San meminta Seung Hee menemuinya di gereja tempat mayat Kyung Soo ditemukan.

Seung Hee tiba lebih dulu di gereja itu. San datang belakangan. San bersyukur karena siaran Seung Hee bisa berjalan tanpa halangan. Seung Hee mngucapkan terima kasih pada San. San menilai Seung Hee sepertinya cepat sekali menemukan gereja itu, padahal gereja itu berada di tempat yang cukup terisolasi. San menanyakan, kira-kira kenapa Kyung Soo memilih tempat itu.

“Kyung Soo dan aku biasanya dulu sering bertemu di sini…”, cerita Seung Hee.

=== Flashback ===

Seung Hee dan Kyung Soo duduk di bangku barisan paling depan. Seung Hee duduk di bangku sebelah kanan gang dan Kyung Soo duduk di bangku sebelah kiri gang. Saat Seung Hee khusyu membaca doa, Kyung Soo malah melihat ke arah Seung Hee sambil tersenyum. Pada saat doa selesai dibacakan, Seung Hee mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Kyung Soo.

Kyung Soo tersenyum manis pada Seung Hee, sementara Seung Hee, tersenyum sedikit, agak rau-ragu.

Kyung Soo terus menerus memotret Seung Hee yang sedang bermain piano. Kyung Soo memanggil Seung Hee, menyuruh Seung Hee melihat ke kamera. Seung Hee menoleh, dan tersenyum ke kamera.

=== Flashback End ===

“Kami bertemu lagi setelah 10 tahun berpisah sebagai rekan kerja. Aku bisa langsung mengenalinya dan hubungan kami sangat baik…”, cerita Seung Hee. Hingga suatu ketika, Kyung Soo memperlihatkan beberapa kaset padanya, dan mengatakan ia akan membuat kesepakatan dan ia akan memiliki banyak uang untuk membahagiakan Seung Hee. Tapi Seung menolak, khawatir akan keselamatan Kyung Soo. Lagipula Kyung Soo akan berbuat yang orang kriminal lakukan dan itu adalah perbuatan yang sangat tidak mereka sukai.

Saat itu juga Seung Hee mngungkapkan rasa kecewanya pada Kyung Soo dan memutuskan hubungannya dengan Kyung Soo. Dan sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan Kyung Soo. Bukan tidak pernah, tapi tidak bisa lagi…”, cerita Seung Hee.

San menebak, saat itu Seung Hee sudah bertunangan dengan pria yang lain, yaitu suami Seung Hee yang sekarang. Seung Hee membenarkan. Seung Hee mengatakan ia tidak memiliki keberanian untuk meninggalkan semua dan menemui Kyung Soo, oleh sebab itulah ia menganggap Kyung Soo sudah melakukan kesepakatan itu. “Aku membaut diriku percaya bahwa ia sudah melakukan kesepakatan itu dan membencinya karena itu…”.

“Dia tidak pernah melakukan kesepakatan itu…”, sahut San. San mengatakan ia mengecek kamar Kyung Soo dan menemukan kaset itu.

=== Flashback ===

San kembali ke kamar Kyung Soo dan mengecek laci meja kerja Kyung Soo. San membuka laci-laci sambil berpikir, dimana kira-kira Kyung Soo menyembunyikannya. Lalu San melihat noda hitam di ujung laci. Insting San muncul dan matanya berubah berwarna kuning. Dengan matanya itu, San bisa melihat noda hitam itu adalah noda darah.

San menduga, darah itu ada karena Kyung Soo tidak sengaja melukai pergelangan tangannya saat akan menyembunyikan kaset-kaset itu. San merogoh kembali ke dalam laci dan memeriksa bagian atas laci. Ia menemukan empat kaset yang disatukan dengan plaster dan tertempel dengan baik di bagian atas laci.

=== Flashback End ===

San menceritakan, tepat di saat kaset itu akan disiarkan, Kyung Soo bertemu dengan orang-orang itu (salah satunya Ji Woong) dan mereka mengancam Kyung Soo dengan beberapa foto. Ji Woong memperlihatkan foto-foto Kyung Soo sedang bertemu dengan Seung Hee di dalam mobil. “Kau memiliki tunangan yang sangat kaya dan kau adalah seorang publik figur, jadi skandal apa pun akan merusak reputasimu. Jadi dia membuat keputusan…”.

=== Flashback ===

Kyung Soo bertemu dengan Ji Woong dan anak buahnya di gereja. Ji Woong memberikan foto Seung Hee dan satu tas uang untuk ditukarkan dengan kaset yang dimiliki Kyung Soo.

Kyung Soo membakar foto Seung Hee, sementara Ji Woong memeriksa isi kaset. Ia marah karena ternyata isi kaset itu tidak seperti yang diharapkan. Dan dengan santainya, Kyung Soo mengatakan ia tidak memiliki kasetnya.

Ji Woong sangat marah karena Kyung Soo bercanda dengannya. “Apa aku terlihat bercanda denganmu?”, teriak Kyung Soo juga. Lalu Kyung Soo mengambil botol kecil dari jaketnya dan meminum semua isinya.

Tak lama, Kyung Soo menjadi aneh dan lama kelamaan tidak bisa berdiri. Ji Woong ketakutan dan menyuruh anak buahnya mengambil kembali tas yang berisi uang. Ji Woong pergi bersama anak buahnya, meninggalkan Kyung Soo yang lama kelamaan tidak bergerak lagi.

=== Flashback End ===

San mengatakan setelah Kyung Soo meninggal, Ji Woong menggunakan Bo Eun untuk mendapatkan kaset itu dari Seung Hee. “Kau mengetahui isi kaset itu tapi sampai akhir kau tidak pernah mengatakannya pada kami…”. San mengerti, Seung Hee melakukannya karena Seung Hee tidak ingin membuat Kyung Soo kehilangan kehormatannya.

Seung Hee membenarkan dan mengatakan bahwa yang ia lakukan itu ternyata sia-sia saja. Karena akhirnya ia tahu apa yang mereka inginkan. San meminta Seung Hee melihat salah satu kaset. Tapi Seung Hee menolak dan hendak pergi.

Langkahnya terhenti saat terdengar suara Kyung Soo dari kaset yang diputarkan oleh San. Isi dari kaset itu adalah pesan terakhir Kyung Soo untuk Seung Hee. Kyung Soo mengatakan saat ia merekam kaset itu adalah hari kesepuluh dari hari terakhir mereka bertemu. Ia selalu melihat Seung Hee di acara berita tapi enatah kenapa ia tetap sangat merindukan Seung Hee. “Kau tau kenapa aku memutuskan menjadi kameramen? Keputusan itu datang sejak kau muncul pertama kalinya di dalam lensa kameraku. Hari iru, aku berjanji akan selalu mengarahkan kameraku padamu. Kau membuatku melihat dunia melalui kamera dan kamera telah membuat kita bersama lagi… Benar-benar terima kasih…”.

Seung Hee mulai menangis.

“Kau ingat dengan janji kita? Apa pun yang terjadi, jangan pernah berhenti siaran. Kau sangat cantik saat ada di depan kamera… Seung Hee-ya, berbahagialah… Aku mencintaimu…”, tutup Kyung Soo.

Seung Hee menangis tapi kemudian ia bisa mengendalikan emosinya dan mengatakan kalau ia tidak bisa membawa kaset itu dan menyuruh San mengurusnya saja. San berpikir Seung Hee tidak bisa merasakan cinta Kyung Soo yang tulus untuk Seung Hee. Seung Hee mangatakan ia sudah memutuskan menguburkan semua kenangannya di dalam kegelapan.

San kesal, bertanya apakah Seung Hee yakin Seung Hee bisa melakukannya. “Jadi apa yang kau harapkan dariku?”, tanya Seung Hee, lebih marah lagi daripada San. Sesaat San melihat sosok Yoo Jin dari Seung Hee. Seung Hee tidak menunggu jawaban San dan langsung pergi dari sana.

What people mostly remember is the sad memories. Pleasure is simply a feeling. It doesn’t teach you anything. – San

Keesokan harinya, San, Goo Hyung, dan Gyeo Wool menonton siaran Seung Hee. Setelah menutup siarannya, Seung Hee mengatakan bahwa siaran hari itu membuatnya memikirkan seseorang. Dan hari itu akhirnya ia bisa mengatakan sesuatu untuk orang tersebut. “Aku tidak akan pernah berhenti walau sesuatu terjadi membuat semangatnya menurun dan aku tidak akan pernah menyerah…”.

We realise it only after… paying a great price. We learn the genuine lesson through pain. Likewise, we realise the true love… only after we end it. – San

Gyeo Wool merasa Seung Hee tidak seburuk yang ia pikirkan. Gyeo Wool mematikan televisi dan pergi dari ruang tengah.

Setelah tinggal berdua, San bertanya pada Goo Hyung, tidakkah Goo Hyung berpikir ada suatu alasan dibalik ia menjadi seperti itu. “Mungkin saja. Tapi aku berharap kau melupakan semuanya…”, ucap Goo Hyung dan kemudian pergi dari ruang tengah.

San terlihat sedih dan menggenggam erat-erat alat semprot yang diberikan oleh Dr. Hwang. Lalu San melihat kembali rekaman kaset yang sepertinya milik Kyung Soo. Di dalam video itu, terlihat beberapa orang dibawa pergi dengan paksa memasuki suatu tempat. Dan di dalam video itu, terlihat juga sosok seorang wanita dengan kalung berbandul matahari.

Walaupun terlihat gelap, tapi dari sosoknya, terlihat mirip seperti Yoo Jin…

Bersambung…

 

Komentar :

Ada satu hal yang membuat sy menyukai drama ini. Yaitu narasi San. Sengaja ga sy translate karena sy merasa jika dalam bahasa inggris ‘feel’nya dapet.

Dari narasi San itu, kita dapat merasakan bagaimana sedih, bingung, dan galaunya San dengan perubahan yang terjadi pada dirinya, ditambah lagi perngkhianatan Yoo Jin yang menjadi tanda tanya besar dalam dirinya. Kenapa Yoo Jin menembaknya dengan ekspesi sedih seperti itu? Apa sebenarnya alasan yang membuat Yoo Jin melakukan itu? Bukankah mereka saling mencintai? Dan apakah Yoo Jin masih hidup?

Sepertinya, pertanyaan-pertanyaan itu selalu ada di dalam pikiran San…

Satu hal yang dapat kita ambil pelajaran dari episode ini. Jangan mudah percaya rumor yang beredar tentang seseorang. Di saat sebuah sangkaan menjadi pembicaraan banyak orang, sangkaan itu bisa berubah menjadi sesuatu hal yang dipercaya. Padahal bisa jadi sangkaan itu tidak benar.

Salah satu contohnya, adalah rumor  yang diceritakan oleh rekan kerja Seung Hee tentang Seung Hee. Pada akhirnya, setelah semuanya terungkap, kejadian sebenarnya bukan seperti yang diceritakan oleh rekan kerjanya itu…

[Sinopsis Vampire Detective Episode 3 Part 1]

Leave A Reply

Your email address will not be published.