Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Vampire Detective Episode 3 Part 1

0

[Sinopsis Vampire Detective Episode 2 Part 2]

 

Sinopsis Vampire Detective Episode 3 Part 1

[Case 3 – The Dragon Sleeps]

San pergi menemui Ji Woong di penjara. Saat melihat San, Ji Woong mengamati sekitar leher dan telinga San. San bertanya, apa Ji Woong takut padanya. “Siapa kau?’, tanya Ji Woong, waspada.

San menyuruh Ji Woong menganggapnya seseorang yang mengendus ke semua tempat. Ji Woong mengatakan tidak ingin bermain dengan seekor anjing. Ji Woong ingin tahu apa yang ingin San endus. San mengatakan terserah padanya mau menggigit atau menggonggong di sana. “Jadi apa hari ini?”, tanya Ji Woong.

San menunjukkan foto wanita yang memakai kalung matahari pada Ji Woong. Foto itu sepertinya hasil dari screenshot rekaman video milik Kyung Soo. Wajah Ji Woong berubah serius. Ia mendekatkan wajahnya pada San, menanyakan sekali lagi, siapa San.

San mengatakan saat ini ia adalah seekor anjing, tapi ia bisa berubah tergantung jawaban Ji Woong. “Dengarkan. Aku memberimu peringatan. Jika memang ada iblis di dunia ini, maka dia lah orangnya… Kau tidak akan bisa mengatasinya…”, ucap Ji Woong, berbisik.

“Jung Yoo Jin…”. Ji Woong yang sudah akan pergi, berhenti dan tersenyum tipis pada San. “Jung Yoo Jin. Benar dia kan orangnya?”, tanya San lagi. Ji Woong tersenyum menyeringai dan pergi dari sana, tidak menjawab pertanyaan San.

Choi Sun Young datang ke rumah sakit untuk mengunjungi ayahnya. Tapi para pengawal yang menjaga pintu kamar, tidak mengizinkan Sun Young masuk. Sun Young menunjukkan kartu polisinya, tapi para penjaga tetap tidak mengizinkannya masuk.

Lalu Pengacara Kang keluar dari kamar dan menyapa Sun Young. Sun Young melirik ke dalam kamar melalui pintu yang terbuka dan wajahnya terlihat sedih. Pengacara Kang menyuruh Sun Young masuk karena kakak-kakaknya sudah menunggu Sun Young. Sun Young menanyakan keadaan ayahnya. “Dia baru saja menghembuskan nafas terakhir…”, ucap Pengacara Kang.

“Kalau begitu, aku tidak perlu masuk lagi…”, ucap Sun Young dan berbalik pergi. Pengacara Kang mencegah Sun Young pergi karena ada sesuatu yang ditinggalkan ayah Sun Young untuk Sun Young.

Goo Hyung asik mengelap penghargaan yang ia dapat karena telah membantu polisi dalam kasus penjualan organ manusia ilegal. Gyeo Wool menggerutu karena menilai trofi itu tidak berguna, lebih baik mereka diberikan uang saja. Gyeo Wool juga kesal kenapa hanya ada nama Goo Hyung saja yang tertulis di trofi itu, padahal mereka mengungkapkan kasus itu bersama-sama. “Itu karena aku yang pemimpinnya…”, sahut Goo Hyung.

Goo Hyung melihat San baru saja pulang dan bertanya kemana saja San pagi-pagi sudah keluar. San mengatakan ia hanya mencari tahu sesuatu. Gyeo Wool ingin tahu apakah San mencari informasi terkait dengan kakaknya karena kalau begitu iaberhak tahu perkembangannya. “Kau tahu aku klien pertama kalian…”, Gyeo Wool mengingatkan.

“Tentu saja…”, sahut San. Lalu San mendapatkan telpon dari nomor yang tidak ia kenal. San berpikir sejenak dan memutuskan menerima telpon itu. Ternyata, telpon itu dari Choi Sun Young, salah seorang rekannya saat dulu masih bekerja di kepolisian.

San bersama Goo Hyung dan Gyeo Wool tiba di depan rumah Choi Tae Sik, ayah Sun Young. Melihat banyaknya deretan mobil hitam yang parkir di sisi jalan dan adanya beberapa pria mengenakan jas berwarna hitam dan berjaga-jaga di depan rumah, Goo Hyung berkomentar, merasa suasananya mirip-mirip di film saat upacara pemakaman bos gangster.

“Memang iya. Choi Tae Shik, bos gangster baru saja meninggal…”, beritahu San. Goo Hyung tertawa kecil, tidak percaya bagaimana seorang ayah yang gangster lalu putrinya adalah seorang polisi. “Seperti Korea Utara dan Korea Selatan…”, ucap Goo Hyung lagi. Gyeo Wool mengejek Goo Hyung yang aneh menggunakan perumpamaan. Biasanya orang mengumpamakan seperti air dan minyak, bukan seperti Korea Utara dan Korea Selatan.

Beberapa penjaga keluar dan menegur San yang memarkirkan mobilnya di spot yang salah. Karena seharusnya spot itu untuk seorang bos gangster yang lain. Karena sikap yang kurang sopan para penjaga, terjadi sedikit pertengkaran dan hampir saja terjadi perkelahian. Untungnya Sun Young keluar dan menghentikan mereka. Menyuruh mereka tidak bersikap kasar karena San dan teman-temannya adalah tamunya. Si penjaga itu meminta maaf karena ia tidak tahu.

Sun Young mengajak San masuk. Sambil berjalan, Sun Young menanyakan tentang pekerjaan baru San. San mengatakan pekerjaan barunya tidak berbeda dengan seorang polisi, bedanya ia tidak memiliki asuransi. Sun Young tertawa, mengatakan banyak hal lain yang lebih penting daripada asuransi. Lalu San ingin tahu, apa yang Sun Young ingin mereka lakukan. Sun Young agak bingung menjelaskan tapi kemudian ia bilang sebuah teka teki. Ia ingin San menyelesaikan sebuah teka teki yang ditinggalkan ayahnya.

Di dalam, mereka saling memperkenalkan diri. Sun Young memperkenalkan kedua saudara kandungnya, Choi Cheol Yong, kakak tertua dan Choi Cheol Woo, kakak kedua. San juga memperkenalkan diri sebagai teman Sun Young dan ia datang bersama rekan kerjanya. Cheol Yong sempat meremehkan pekerjaan detektif swasta karena ia tidak pernah mendengar jenis pekerjaan itu sebelumnya.

Cheol Woo mengejek kakaknya yang tidak tahu apa-apa. Padahal pekerjaan detektif swasta itu sudah ada sejak jaman Joseon. “Kau tidak lihat film ‘Detektive-K’. Film itu berdasarkan sejarah…”, ucap Cheol Woo. Cheol Woo meminta dukungan dari Pengacara Kang. Lalu Pengacara Kang juga memperkenalkan dirinya sebagai pengacara Choi Tae Shik dan menceritakan kasus yang ingin San dan teman-temannya tangani.

Pengacara Kang mengatakan, Tae Shik meninggalkan surat wasiat dan di simpan di dalam brangkas. Tae Shik ingin brangkas itu baru dibuka setelah Tae Shik meninggal. Pengacara Kang memberikan sebuah amplop berwarna merah pada San.

San membukanya dan di dalamnya terdapat secarik kertas yang bergambar empat ekor naga. Cheol Yong menganggap gambar itu menunjukkan dirinya sebagai anak tertua, jadi ia berhak mendapatkan warisan dan mengurus semua bisnis ayahnya. Cheol Woo tidak terima, menurutnya, yang dimaksud oleh ayahnya dalah dirinya karena ia memiliki tato naga. Cheol Woo ingin menunjukkan tatonya pada San tapi San menolak melihatnya dan mengatakan kalau ia akan menyelidikinya lebih dulu.

Cheol Yong kesal karena San sepertinya tidak percaya padanya. Entah bagaimana, ujung-ujungnya, Cheol Yong dan Cheol Woo malah bertengkar satu sama lain. Membuat Sun Young merasa malu sendiri.

Goo Hyung menganggumi tiga lukisan naga yang ditempel di dinding. Sun Young menceritakan ayahnya tidak belajar melukis secara khusus, namun bisa melukis dengan baik. Ayahnya selalu menggambar satu naga setiap kali anaknya lahir. San menanyakan pendapat Sun Young tentang lukisan empat naga itu. Sun Young merasa, salah satu naga yang lebih besar adalah ayahnya dan ia berpikir lukisan itu ada kaitannya dengan password.

Sun Young memperlihatkan sebuah brangkas yang tersembunyi di balik dinding lukisan. Sun Young yakin, hidup ayahnya tersimpan di dalam brangkas itu dan gambar itu adalah clue-nya. San tidak mengerti kenapa ayah Sun Young harus menyembunyikan kehidupannya. Sun Young yakin, begitulah hidup seorang gangster, harus menyembunyikan segalanya untuk bertahan hidup.

Sun Young juga menceritakan ia memutuskan hubungan dengan ayahnya setelah mengetahui siapa ayahnya. Dan alasan ia menjadi polisi juga untuk menentang ayahnya. Sun Young merasa ada sesuatu yang ingin dikatakan oleh ayahnya pada mereka dan tujuan ayahnya menyembunyikannya adalah untuk melindungi orang-orang yang dicintainya. “Point in one direction, dan run to the opposite way’, begitulah moto hidup ayahku”, ucap Seun Young lagi.

Gyeo Wool mencoba membuka brangkas dengan menggunakan bantuan sebuah alat. Beberapa saat kemudian ia menyerah, karena ternyata membuka brangkas itu tidak mudah. Tae Shik memasang perangkap di dalamnya. Sun Young membenarkan, jika brangkas itu dibuka paksa atau password yang dimasukkan salah hingga 10 kali, maka brangkas itu akan meledak.

San mengatakan, tidak apa, karena mereka masih punya kesempatan 10 kali. Sun Young menyela, “Tidak, sebenarnya hanya tinggal tiga kali lagi. Kami sudah mencobanya sebanyak tujuh kali…”.

Goo Hyung dan Gyeo Wool sudah berada di dalam mobil. Mereka melihat San jalan berdua dengan Sun Young. Goo Hyung berpendapat, akhir-akhir ini polisi wanita terlihat cantik. “Kau tidak pernah berubah ya?”, komentar Gyeo Wool. Lalu Gyeo Wool bertanya kenapa San berhenti dari kepolisian. Apa karena masalah wanita?

“Entahlah. Mungkin ya, mungkin tidak…”, jawab Goo Hyung.

San memperhatikan lagi lukisan empat naga itu. Sun Young berterima kasih karena San mau menerima permintaannya yang aneh. San mengatakan semua permintaan yang datang padanya memang aneh-aneh. San ingin tahu kenapa Sun Young tidak meminta bantuan polisi. Sun Young beralasan, tidak ingin latar belakangnya diketahui oleh polisi. San meminta izin untuk membawa surat itu dulu dan Sun Young mengizinkannya. Ia berharap, teka teki itu bisa terjawab sebelum masa berkabung selesai. Karena kedua kakaknya tidak begitu menyukai orang asing ikut campur tangan dalam urusan keluarga.

San mengerti. Lalu Sun Young menyinggung tentang Yoo Jin dan Tae Woo. Ia merasa sepertinya San belum bisa melupakan mereka. Semua orang terkejut dengan apa yang terjadi tapi tidak ada yang berani membicarakannya. Namun mereka semua berharap, San baik-baik saja dan bisa melewati rasa sakitnya. Sun Young meminta maaf karena ia tidak bisa berbuat apa pun untuk San.

San terlihat akan menangis tapi ia mengatakan ia baik-baik saja. Lalu tiba-tiba dimata San, Sun Young berubah menjadi Yoo Jin. Yoo Jin meminta maaf sambil menahan tangisnya. San menatap Sun Young yang dalam bayangannya adalah Yoo Jin.

Setelah San pulang, Sun Young menatap tiga lukisan naga. Pengacara Kang meminta maaf karena ia tidak yakin sudah melakukan hal yang benar atau tidak. Pengacara Kang ingin memastikan apakah Yoon San adalah teman Sun Young dan merupakan orang yang dapat dipercaya. Sun Young membenarkan, ia sangat mempercayai San, San adalah orang yang bisa membuat sesuatu yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Pengacara Kang mengungkapkan rasa irinya karena Sun Young memiliki seorang teman seperti itu. Sebaliknya, Sun Young merasa kasihan pada ayahnya, karena selama hidupnya, tidak memiliki seorang pun yang dapat dipercaya. “Tapi dia memiliki seorang putri sepertimu. Aku tidak berpikir dia tidak seberuntung itu…”, sahut Pengacara Kang.

Gyeo Wool mencari kemungkinan password yang dipakai melalui program di komputer, namun belum berhasil. Ia menanyakan tujuh password yang sudah digunakan. San mengambil catatan, dan menyebutkan, tanggal ulang tahun Tae Shik, tiga tanggal ulang tahun anak-anaknya, dua nomor telpon Tae Shik dan tanggal bon erdirinya Black Dragon Gang.

Gyeo Wool mengeluhkan betapa sempitnya pikiran mereka hingga menebak sesederhana itu. GYeo Wool bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika mereka salah memberikan password dan membuat brangkas hangus terbakar. Apa mereka akan membiarkan mereka begitu saja?

Goo Hyung juga jadi memikirkan hal yang sama. Berpikir untuk meminta bayaran lebih tinggi. San menanyakan dimana Tae Shik dibesarkan. “Chinatown di Incheon..”, jawab Gyeo Wool.

Dan sekarang mereka sudah ada di area pecinan di Incheon. Mereka berdiri di depan sebuah restoran yang diberinama Black Dragon. Gyeo Wool dan Goo Hyung tidak percaya san bisa menganggap restoran itu ada kaitannya dengan Tae Shik. “Ternyata kau juga orang yang berpikiran sederhana ya…”, komentar Gyeo Wool. San memebela diri, mengatakan ia mendengar dari supir Tae Shik, dulu Tae Shik pernah bekerja di restoran Black Dragon itu.

“Jangan bilang kalau Tae Shik menamai gengnya dari nama restoran ini…”, ucap Goo Hyung.

“Mungkin saja, kalau ternyata Tae Shik juga orang yang berpikiran sederhana…”, sahut San.

Mereka masuk ke dalam restoran. San langsung bisa menebak, kalau mereka datang ke tempat yang benar dari sebuah lukisan naga yang ditempel di dinding. Mereka mengagumi lukisan itu, tidak menyadari sesorang pria tua datang. Pria itu lalu bertanya, apa mereka datang ke sana untuk makan. Goo Hyung dan San, serempak mengiyakan.

Sementara itu, Ji Woong mendapatkan kunjungan seorang pengacara. Ji Woong merasa terharu karena ‘mereka’ bahkan mengirimkan pengacara untuknya. “Jadi kalian akan menolongku atau apa?”, tanya Ji Woong.

“Bosku mempertimbangkan beberapa opsi, begitu juga denganku…”, ucap pengacara itu. Ji Woong menyuruh pengacara itu dan bosnya segera mengeluarkannya dari sana, karena ia tidak tahu berapa lama lagi ia dapat menutup mulutnya. ‘Seseorang bahkan sudah mengunjungi lebih dulu…”.

Pengcara berjanji akan segera mengeluarkan Ji Woong. Ji Woong tersenyum, menyeringai merasa berada di atas angin.

Setelah kakek pemilik restoran menyajikan makanan, San menyodorkan amplop merah dan meminta kakek melihat isinya. Begitu melihat gambar naga, kakek langsung mengenali itu adalah lukisan Tae Shik. Menurut kakek, Tae Shik adalah orang yang sangat populer di daerah pecinan itu dan dulu cukup lama bekerja di restorannya. Banyak orang yang meminta bantuan pada Tae Shik dan agak sedikit tabu menyebutkan nama Tae Shik di sekitar pecinan.

Saat kakek sedang menjelaskan, tidak sengaja San melihat pekerja dapur yang sepertinya sedikit mencurigakan. Dan kakek juga sama, setelah selesai menjelaskan, kakek menyuruh mereka langsung pergi jika mereka sudah selesai makan.

Setelah keluar dari restoran, Gyeo Wool merasa ia seperti diusir keluar. San memakluminya karena pasti ada alasanya. Ia yakin ada sesuatu di dalam sana dan ia yakin kakek itu mengetahui sesuatu. Dan ia merasa lukisan di restoran itu juga menunjukkan suatu arti. Goo Hyung merasa sangat kedinginan dan mengajak mereka pergi.

Goo Hyung dan GYeo Wool berjalan lebih dulu. Di saat akan pergi, San melihat ke dalam restoran dan lagi-lagi ia melihat pekerja dapur seperti mengawasinya. Karena ketahuan, si pekerja dapur itu cepat-cepat masuk lagi ke dalam.

San akhirnya pergi dari sana. Tapi baru beberapa langkah ia berjalan, sebuah motor mendekatinya dan seseorang memukul tengkuknya dengan kayu. San langsung terjatuh, tidak sadarkan diri. Si pria itu turun dari motor dan mendekati San. Ia merogoh-rogoh saku jaket San, mungkin mencari amplop itu. San tiba-tiba mulai membuka matanya dan pria itu langsung mengambil pisau dan menyerang San.

San berhasil memukul dan menikung lengannya. Pria lain yang menunggu di motor, segera menancap gas. San bertanya siapa pria itu – tidak sengaja San melihat tato pisau di pergelangan tangan pria itu. Awalnya pria itu tidak mau menjawab, San kembali menekan lengan pria itu, membuatnya semakin kesakitan. Pria itu mengoceh dalam bahasa Cina, mengatakan kalau ia tidak tahu apa-apa.

Tak lama terdengar suara mobil polisi yang mendekat.

San dibawa ke kantor polisi karena tertangkap menganiaya. Untungnya, Det, Park mau datang ke kantor polisi itu dan menjelaskan siapa San sebenarnya. Goo Hyung dan San mengucapkan terima kasih atas bantuan Det. Park. Det. Park tidak mau hanya menerima ucapan terima kasih saja, ia ingin ditraktir makanan. Ada restoran tahu yang enak di sekitar sana. San setuju.

Det. Park makan dengan lahap. Sementara yang lain hanya melihat saja. Goo Hyung menanyakan tentang orang-orang tadi. Det. Park mengatakan mereka hanya imingran dari Cina. Gyeo Wool penasaran, kenapa para imigran Cina itu bisa muncul di sekitar surat wasiat Tae Shik. Goo Hyung menduga, mungkin Tae Shik punya masalah dengan geng yang ada di Incheon.

San juga memikirkan kemungkinan itu. Ia sempat melihat tato pisau dan berpikir itu dari suatu geng. Det. Park membantah, mengatakan tato itu dibuat di atas kapal saat menyeberangi lautan.

San kembali menemui pegawai dapur tadi, menyapanya dalam bahasa Cina. San menunjukkan amplop merah yang diinginkan oleh pria itu dan lalu bertanya siapa dia. Pria itu tidak menjawab, melainkan mengayunkan pisau daging yang sedang dipegangnya ke arah San. San mengelak dan melayangkan tendangan ke arah pria itu hingga terjatuh, mengenai mangkuk-mangkuk yang ada di atas meja.

San menanyakan bagaimana pria itu mengenal Choi Tae Shik. Tiba-tiba kakek pemilik restoran muncul dan mengatakan ia yang akan menjawab pertanyaan itu.

Mereka akhirnya berbicara. Kakek baru mengetahui kalau Tae Shik sudah meninggal dan lukisan itu adalah surat wasiat Tae Shik. Kakek menceritakan, Tae Shik ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sejak kecil. Tae Shik tumbuh di restoran itu dan melakukan pekerjaan serabutan dan mengantarkan makanan. Tae Shik memiliki keahlian dalam hal melukis, banyak orang yang meminta dibuatkan lukisan olehnya.

Hingga suatu saat, keahlian Tae Shik diperlukan untuk membuat identitas palsu untuk para imigran. Identitas palsu yang dibuat oleh Tae Shik benar-benar seperti aslinya dan karena menjadi perbincangan, akhirnya sebuah organisasi di Seoul menawarkan kesepakatan pada Tae Shik. Tanpa pikir panjang, Tae Shik pindah ke Seoul dan menetap di sana hingga akhirnya Tae Shik membuat sebuah geng yang dinamakan Black Dragon. “Itu yang aku dengar…”, tutup kakek.

Kakek menambahkan, banyak imigran yang merasa Tae Shik telah berjasa bagi mereka, membuat mereka bisa memulai kehidupan yang baru. Oleh sebab itu, mereka tidak senang melihat San mencari informasi tentang Tae Shik.

San menanyakan, menurut kakek apa arti dari lukisan empat naga itu. “Aku pikir lebih baik kau berpikir apa yang ingin ditunjukkan oleh lukisan itu, bukan artinya. Mungkin lukisan itu menunjuk pada seseorang…”, ucap kakek.

San terus memikirkan ucapan kakek sambil memandangi bagan tentang Tae Shik. Tampang San sembrawut, sepertinya ia tidak tidur semalaman. Pada Goo Hyung dan Gyeo Wool, San mengatakan, sepertinya mereka sudah salah. Sebuah surat warisan ditujukan untuk orang yang masih hidup, bukan orang yang telah meninggal. San berpikir, mencari informasi tentang Tae Shik tidak akan membuat mereka semakin dekat dengan password.

San berpikir, Tae Shik adalah seseorang yang tidak pernah mempercayai siapa pun, termasuk dengan anak-anaknya. San memikirkan kemungkinan ada seseorang selain keluarga Tae Shik yang mungkin dipercaya oleh Tae Shik.

Bersambung…

[Sinopsis Vampire Detective Episode 3 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.