Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Witch’s Court Episode 1 Part 1

0

Kdramastory – Sinopsis Witch’s Court Episode 1 Part 1

=== Cerita dimulai di tahun 1996. ===

Sekelompok polisi mendatangi sebuah sekolah dengan gaya yang keren. Masuk ruang kelas juga dengan gaya yang keren.

Taunya, mereka hanya sedang menampilkan pertunjukan bagaimana menangkap penjahat di depan anak-anak SD.

Semua anak terlihat antusias kecuali dua orang, Ma Yi Deum dan teman sebangkunya, Jang Yoo Mi. Yi Deum malah sampai menguap… 😛

Mereka menganggap aksi tersebut berlebihan. Apa benar detektif menangkap penjahat dengan cara seperti itu? Soalnya di tv tidak seperti itu. Apakah seorang detektif punya waktu memberi penampilan di SD?

Menurut Yi Deum, detektif yang sebenarnya terlalu sibuk untuk datang ke tempat lain.

Yoo Mi membenarkan. Ayah Se Na pasti tidak sibuk.

Se Na yang ayahnya adalah pimpinan dari detektif itu tentu saja kesal. Langsung berbalik ke belakang. Menurutnya Yi Deum dan Yoo Mi cuma iri padanya.

Yi Deum dan Yoo Mi menyangkal.

Tapi Se Na tidak percaya. Ia malah menantang mereka membawa ayah mereka juga ke sekolah. “Oiya. Kalian kan tidak punya ayah…”, ujarnya penuh kemenangan.

Yoo Mi langsung menelungkupkan kepalanya di atas meja sedangkan Yi Deum menjambak rambut Se Na.

Se Na berteriak, mengadu pada ayahnya.

Dan ayah Se Na pun menegur, “Tidak boleh berkelahi!”, lalu menodongkan jarinya seperti menodongkan pistol ke arah Yi Deum.

Sontak, Yi Deum langsung menelungkupkan wajahnya di atas meja.

Sepulang sekolah, Yoo Mi ikut belajar di kedai mi milik ibunya Yi Deum.

Yoo Mi ingin balas dendam. Caranya, Yi Deum bisa meminta ibu Yi Deum membuat Yi Deum punya ayah lagi. Seorang polisi seperti ayahnya Se Na.

Tapi, melihat penampilan ibunya, Yi Deum yakin tidak punya harapan. Menurutnya, untuk anak tidak punya ayah seperti mereka, opsi mereka hanya dua. Menjadi super pintar di sekolah atau menjadi Mis Korea yang super cantik.

Yoo Mi setuju dan berniat ingin jadi Miss Korea.

Yi Deum sepakat karena Yoo Mi punya potensi.

Ibu yang sedari tadi di dapur ternyata mendengar obrolan Yi Deum dan Yoo Mi. Ia menggetok kepala Yi Deum. Menasehati mereka untuk bersyukur atas apa yang mereka miliki. Masih bersyukur Yi Deum punya seorang ibu. Bagaimana kalau tidak punya?

Yoo Mi menyahut, ia tidak punya ibu.

Ibu tergagap. Maksudnya Yoo Mi punya seorang nenek yang saaaangat menyayangi Yoo Mi. Seharusnya mereka bersyukur atas apa yang dimiliki bukan mengeluh atas apa yang tidak dimiliki.

Tiba-tiba ibu terlihat terkejut saat televisi menyiarkan berita ‘Breaking news’.

Seorang kepala polisi bernama Cho Gap Soo dinyatakan tidak bersalah atas tuntutan melakukan penyiksaan sek***l. Tidak cukup bukti yang menyatakan bahwa Cho Gap Soo telah memenjarakan pekerja buruh wanita yang melakukan mogok ilegal tahun 1986 dan telah melakukan penyiksaan.

Saat reporter menanyakan perasaan Tn. Cho atas kebebasannya, Tn. Cho hanya mengatakan, anjing menggonggong, kafilah berlalu.

Di kantor kejaksaan, dalam konpresnya, Jaksa Min Ji Sook yang menangani kasus tersebut menyatakan penyesalannya atas sidang yang hanya mempercayai alasan penyerang tapi mengabaikan pernyataan korban yang tak bersalah.

Jaksa Min menyatakan bahwa ia tidak menyerah. Ia menunggu korban lain untuk membuat keputusan yang butuh keberanian.

Lalu diberitakan juga bahwa korban yang kalah dalam persidangan melompat dari atas gedung setelah meninggalkan surat yang mengeluhkan jalannya persidangan.

Dikatakan juga bahwa korban adalah pimpinan demo buruh pabrik Hyungjae di tahun 1986. Saat itu, korban ditangkap polisi karena melakukan demo.

Ibu Yi Deum yang tadinya sedang memotong daun bawang, benar-benar terguncang sampai-sampai tidak sengaja mengiris jarinya sendiri dengan pisau.

Sinopsis Witch’s Court Episode 1 Part 1

Korban yang terluka parah dibawa ke rs. Sudah banyak reporter yang menunggunya di sana.

Kebetulan Tn. Cho dirawat di rs yang sama. Ia bisa melihat banyaknya reporter di bawah saat korban datang dengan ambulance.

Pengacaranya mengatakan bahwa besok Tn. Cho baru bisa keluar dari rs.

Tn. Cho merasa benar-benar terganggu dengan kehebohan di rs. Saat pengacaranya menanyakan apakah Tn. Cho tetap akan menuntut korban, Tn. Cho terlihat tidak senang.

Biarpun seorang polisi, ia juga lulus ujian pengacara. Jika dia harus meninggalkan jabatannya, ia juga akan menjadi pengacara sama seperti pengacaranya itu. Apakah dia harus mengajarkan satu dua hal sebagai senior pengacaranya itu?

“JIKA DINYATAKAN TIDAK BERSALAH, ARTINYA TUDUHAN PALSU!!! INI ADALAH BASIC DALAM SEBUAH KASUS PEMERKOSAAN!!!”.

Pengacara Tn. Cho akhirnya mengerti. Berjanji akan tetap meneruskan tuntutan.

Setelah pengacaranya pergi, Tn. Cho menanyakan tentang wanita itu. Wanita yang sepuluh tahun lalu mereka temui dan bersedia menandatangani perjanjian tidak akan menuntutnya. Tn. Cho merasa tidak tenang karena melihat wanita itu memiliki sebuah kaset.

Sayangnya, Sang Ho, pengawal pribadi Tn. Cho, belum menemukan wanita itu. Menurutnya, jika Tn. Cho sudah dinyatakan tidak bersalah, Tn. Cho bisa kembali tenang. Kalau pun wanita itu punya kaset, kenapa dia tidak menuntut Tn. Cho?

Tn. Cho tidak yakin alasannya. Mungkin wanita itu punya motif tersebunyi.

Malamnya, setelah Yi Deum mengobati lukanya, ibu mengobrol dengan Yi Deum. Menanyakan apakah Yi Deum sangat ingin punya ayah. Apakah sebaiknya dia menikah dengan seorang pria tampan dan memberikan ayah tiri untuk Yi Deum?

Yi Deum tidak yakin ibunya bisa karena dunia tidak semudah itu.

Ibu tentu saja kesal. Menggetok kepala Yi Deum.

Yi Deum yang marah, tidak mau diajak ngobrol lagi. Memilih melanjutkan belajar.

Ibu pun mengajak Yi Deum bermain dengannya tapi Yi Deum tetap tidak mau diganggu. Ibu sampai bertanya, mau jadi apa Yi Deum nanti karena sangat rajin belajar.

Yi Deum bilang, dia ingin jadi dokter. Bukan dokter yang bertugas di desa tapi dokter yang menghasilkan banyak uang.

Ibu tidak percaya Yi Deum berpikir seperti itu. Jika orang mendengarnya, orang pasti akan berpikir mereka itu gelandangan.

Tapi Yi Deum bilang, ia melakukan itu bukan untuk dirinya tapi untuk ibu.

Ibu merasa sangat berterima kasih karena Yi Deum memikirkan dirinya dan memeluk Yi Deum. Bahkan dengan gemasnya menggigit Yi Deum.

Yi Deum jadi tambah kesal dan menggerutu. Yi Deum tidak memperhatikan ibu menatapnya sedih.

Setelah Yi Deum tidur, ibu menangis sendirian. Mengambil sebuah kotak yang di dalamnya ada sebuah kaset bertuliskan nama Cho Gap Soo.

Setelah mendengar ucapan Jaksa Min tadi siang, ibu memutuskan melakukan sesuatu dengan kaset tersebut.

Paginya, ibu datang ke upacara pemakaman temannya itu. Di dalam hati ibu meminta maaf karena datang begitu terlambat.

Setelah dari sana, ibu langsung menelpon Jaksa Min. Ibu mengatakan bahwa ia memiliki kaset yang berisikan pengakuan Cho Gap Soo atas kejahatannya 10 tahun yang lalu.

Saat itu juga, Jaksa Min bergegas ke rs. Di depan lift, ia sempat bertemu dengan Tn. Cho dan Sang Ho. Berbasa-basi sebentar.

Tn. Cho mengira bahwa dirinya telah bebas sepenuhnya dari masalah hukum.

Tetapi sebelum pintu lift ditutup, Jaksa Min mengatakan pada Tn. Cho bahwa persidangan belum berakhir.

Tn. Cho yang tadinya merasa menang, langsung kesal. Apa Jaksa Min sengaja datang ke rs untuk membuatnya kesal, hah?!

Sang Ho hanya diam dan menundukkan kepalanya saja.

Sementara itu, ibu naik dari basemen ke lantai 1 dengan lift. Belum sempat keluar, tiba-tiba sebuah ranjang didorong ke dalam lift dan ibu terjebak, tidak bisa keluar dari lift.

Perawat itu meminta pengertian ibu karena keadaan sedang darurat.

Ibu pun tidak bisa apa-apa.

Ibu kemudian dibawa ke lantai 3. Setelah pasien dengan ranjang keluar, ibu menutup pintu lift.

Tiba-tiba pintu ditahan. Dan masuklah Sang Ho. Lalu diikuti oleh Tn. Cho.

Ibu tentu saja terkejut. Tapi Tn. Cho biasa saja. Ia berdiri di depan ibu.

Ibu menggenggam erat-erat tasnya yang berisi kaset itu.

Dan mereka pun turun ke lantai 1.

Sinopsis Witch’s Court Episode 1 Part 1

Sementara itu, Jaksa Min mengirim pesan ke pager ibu, Mengatakan bahwa ia sudah ada di sana dan menunggu ibu.

Tepat di saat mereka sampai di lantai 1, pager ibu pun berbunyi.

Bunyi pager itu mengalihkan perhatian Tn. Cho dan kebetulan saat pintu lift terbuka, ia melihat Jaksa Min melintas, seperti sedang mencari seseorang.

Tn. Cho teringat kata-kata Jaksa Min sebelum mereka berpisah tadi. Tn. Cho pun menyadari sesuatu.

Tanpa perlu diperintah, Sang Ho pun mengetahui apa yang dipikirkan Tn. Cho.

Sang Ho menekan tombol penutup pintu lift dan begitu ibu hendak keluar, ia pun langsung menghadang ibu!

Woahhhhh… deg-degan banged!!! Sport jantung!!!

Yi Deum terbangun dengan memanggil ibu. Ibu tidak ada lagi di sampingnya.

Yi Deum melihat pesan ibu di meja. Ibu menuliskan bahwa ia ke pasar dan akan pulang jam 8. Ibu menyuruh Yi Deum makan di tempat nenek Yoo Mi.

Yi Deum melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 pagi.

Jaksa Min terus menunggu ibu. Sudah pukul 2 siang lewat 10 menit, tapi ibu tidak kunjung muncul.

Seorang petugas menghampirinya. Ia sudah mengecek CCTV tapi resolusinya sangat jelek. Menurutnya, mungkin saja telpon tadi hanya telpon main-main.

Malamnya, Yi Deum berlari ke rumah nenek Yoo Mi. Sambil menangis, Yi Deum melapor pada nenek bahwa ibunya belum pulang ke rumah.

Polisi kemudian melakukan pencarian terhadap ibu Yi Deum. Tapi tidak membuahkan hasil.

Yi Deum juga tidak tinggal diam. Ia membuat pengumuman hilangnya ibunya dan memberikan pada orang-orang yang melintas di jalan.

Tidak hanya itu, Yi Deum juga menempelkan pengumuman di dinding-dinding. Hasilnya tetap nihil.

Sampai akhirnya Yi Deum sudah SMP. Pengumuman yang ditempelkan Yi Deum masih ada di dinding-dinding dan sudah usang. Yi Deum tetap belum bisa menemukan ibunya.

Ibu datang dan melihat kedai mi-nya yang sudah terbengkalai dari kejauhan.

Yi Deum yang berseragam SMP, keluar dari kedai nenek Yoo Mi dan melihat ibu. Yi Deum berteriak memanggil ibu.

Tapi ibu seperti tidak mendengar. Ibu malah berbalik pergi.

Yi Deum mengejar ibu sambil memanggil-manggil ibu. Tapi ibu tetap tidak berhenti.

Yi Deum terbangun di dalam sebuah bilik toilet. Semua itu hanyalah mimpi.

=== Seoul.Tahun 2017. ===

Yi Deum kini sudah dewasa dan seorang jaksa.

Yi Deum baru sadar sedang berada di toilet pria setelah mendengar dua pria ke toilet dan mengobrol. Kedua pria itu adalah rekan kerjanya juga.

Mereka mengobrol tentang seorang dokter yang ia tangkap karena tuduhan menerima uang tapi setelah hampir dua hari, belum juga bisa mendapatkan bukti yang kuat.

Mereka memuji Yi Deum berbakat tapi yakin Yi Deum tidak akan berhasil karena dokter itu akan berangkat ke Macau 4 jam lagi untuk bulan madu.

Seketika itu, Yi Deum langsung keluar dari salah satu bilik, membuat kedua rekannya itu heran.

Setelah yakin bahwa dokter yang ditangkapnya itu berniat ke Macau, Yi Deum pun langsung kembali ke ruangannya. Memerintahkan asistennya, Nn. Son untuk memeriksa rekam perjalanan Lee Do Jin, dokter yang ditangkapnya itu.

Jaksa Oh, kepala unit kerja Yi Deum, mengomel karena mereka belum juga mendapatkan apa pun dari Lee Do Jin. Lee Do Jin tidak mau mengakui apa pun.

Yi Deum kemudian datang dengan percaya diri. Biar dia yang mengurusnya.

Yi Deum menginterogasi Lee Do Jin dengan menyinggung soal kesukaan Lee Do Jin ke Macau. Yi Deum bahkan memperlihatkan foto Lee Do Jin sedang berada di sebuah tempat judi.

Lee Do Jin tentu saja terkejut. Tapi beralasan hanya menonton permainan saja. Tapi kemudian ia memohon agar Yi Deum tidak menyentuh Mee Ji, tunangannya.

Yi Deum mengatakan, bukan tunangan Le Do Jin yang perlu dikhawatirkan saat ini. Apa Lee Do Jin tahu dimana ia bekerja sebelum di kejaksaan?

Yi Deum pun membual. Menyebutkan salah satu kantor polisi yang berurusan dengan perjudian. Ia kenal banyak orang seperti Lee Do Jin. Apa perlu ia cari tahu tempat judinya?

Yi Deum memberi Lee Do Jin pilihan, apakah akan dituntut atas perjudian ilegal dan juga praktek peralatan medis ilegal sehingga Lee Do Jin akan kehilangan ijin prakteknya? Apakah Lee Do Jin akan mengakui satu tuntutan dan memberikannya daftar atau Lee Do Jin akan menyangkal dan mendapatkan dua tuntutan?

Lee Do Jin pun menyerah. Seberapa baiknya Yi Deum jika dia bersedia memberikan daftar itu?

Jaksa Oh dan rekannya yang mengawasi dari balik ruang kaca satu arah, merasa sangat senang. Mereka berhasil mendapatkan Lee Do Jin.

Ketika Yi Deum datang, Jaksa Oh langsung memujinya. Ia memuji sambil meremas lengan Yi Deum, membuat Yi Deum tidak nyaman dan berusaha dengan halus melepaskan tangan Jaksa Oh dari lengannya.

Dalam konpres, kita baru tahu kasus apa yang sedang ditangani oleh Yi Deum.

Jadi, sebenarnya Lee Do Jin adalah seorang dokter yang memberikan operasi pada bahu pasien yang sehat. Pasien tersebut meminta dioperasi untuk menghindari kewajiban wamil. Untuk operasi tersebut, Lee Do Jin mendapatkan bayaran mencapai 300.000 dolar.

Namun, sayangnya bukan Yi Deum yang memberi penjelasan pada reporter tapi Jaksa Woo. Jaksa Oh memutuskan bahwa Jaksa Woo berhak memberi penjelasan karena lebih senior. Lagipula seorang wanita seperti Yi Deum tidak cukup pantas menjelaskan sesuatu yang berkaitan dengan militer.

Yi Deum tentu saja kesal. Kenapa di saat seperti ini Jaksa Oh menganggapnya seorang wanita?

Yi Deum tidak bisa apa-apa selain membiarkan Jaksa Woo memberi konpres pada reporter. Sampai akhirnya seorang reporter wanita bertanya siapa informan yang memberikan daftar tersebut. Ia juga ingin tahu bagaimana mereka mendapatkannya.

Jaksa Woo kebingungan karena penjelasan itu tidak ada dalam draf yang dibacanya. Akhirnya, Yi Deum pun diperbolehkan maju ke depan oleh Jaksa Oh.

Yi Deum tentu saja senang…

Bersambung…

[Sinopsis Witch’s Court Episode 1 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.