Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Witch’s Court Episode 11 Part 1

2

[Sinopsis Witch’s Court Episode 10 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Witch’s Court Episode 11 Part 1

Yi Deum terpaksa datang ke kantor kejaksaan karena dituntut telah melakukan penyerangan sek***l terhadap sopir pengganti. Dan kebetulan, jaksa yang menangani kasusnya adalah Jin Wook.

Jin Wook tentu saja kaget, tidak percaya membaca laporan yang dibawa oleh Nn. Son. Jin Wook menanyakan alasan Yi Deum melakukan itu.

=== Flasback ===

Yi Deum yang tidak punya pekerjaan lagi, sangat membutuhkan uang. Ia memutuskan melamar pekerjaan di Firma Hukum Seungso. Dengan penuh percaya diri, dia memberikan resumenya dan juga permintaan gaji. Dia bahkan minta 50.000 dolar di depan.

Credit : KBS2

Sayangnya, usahanya itu gagal. Tidak peduli meskipun Yi Deum pernah bekerja sebagai jaksa, firma hukum mereka tidak bisa menerima seseorang yang sering mendapatkan kritik sosial.

Yi Deum yang sedang di kedai makan, dihampiri oleh seorang pria yang membagikan kartu nama yang disatukan dengan tisu. Dan kartu nama itu memberi Yi Deum sebuah ide.

Yi Deum mengambil foto di depan kantor kejaksaan tempat ia bekerja dulu. Setelah itu, ia membagi-bagikan kartu nama mirip seperti yang dilakukan pria di kedai makan tadi.

Credit : KBS2

Awalnya berjalan lancar sampai akhirnya muncul Pak Koo dan Nn. Son. Mereka sangat senang dan langsung menyapa Yi Deum. Tapi, Yi Deum malah kabur. “Salah orang”, katanya.

Pak Koo dan Nn. Son mengejar Yi Deum dan Yi Deum pun terpaksa mengobrol dengan mereka. Yi Deum kemudian menyadari perut Nn. Son yang agak besar. Ternyata Nn. Son sudah hamil 3 bulan.

Yi Deum tentu saja kaget. Berarti sewaktu dia masih di CAGU (Crime Against Girls Unit). Yi Deum penasaran siapa ayah bayi Nn. Son.

Pak Koo langsung mengangkat tangannya. “Aku…”.

Yi Deum lebih kaget lagi.

Nn. Son bercerita kejadiannya terjadi sewaktu Jaksa Min dan Yi Deum mengundurkan diri. Mereka sedih dan pergi minum. Begitulah kejadiannya. Cuma sekali saja.

Yi Deum ikut senang mendengar kabar itu. Tapi menurutnya perut Nn. Son agak terlalu besar untuk hamil 3 bulan.

Nn. Son tertawa. Perutnya memang sudah agak besar tapi bayinya masih kecil.

Yi Deum menanyakan keadaan unit mereka dan Nn. Son pun bercerita bahwa unit sekarang dipimpin oleh Jaksa Jang. Jaksa Jang bersikap seolah-olah kerasukan Jaksa Min. Sifat dan kata-kata Jaksa Jang jadi sama persis dengan Jaksa Min.

Jaksa Yoon Jae Ryong sudah kembali dari pelatihan tiga bulannya. Nn. Seo masih sama seperti biasa. Jaksa Yeo (maksudnya Jin Wook) masih merasa Yi Deum bekerja di meja sebelahnya padahal Yi Deum sudah diganti oleh Jaksa Park. Jaksa Park kesal karena Jin Wook selalu memanggilnya Yi Deum. Jaksa Park juga sering menggganggu Jin Wook dengan mengajaknya ke sauna atau ke bar.

Nn. Son menanyakan kabar Yi Deum. Setelah keluar, Yi Deum mengubah nomor ponselnya dan Jaksa Yeo sangat mengkhawatirkan Yi Deum.

Yi Deum mengaku kalau dirinya super baik-baik saja. Dia juga memamerkan mobil barunya. Dia mengaku belum bekerja di firma hukum tapi menerima banyak telpon. Jadi dia masih dalam proses mempertimbangkan.

Tiba-tiba seseorang tidak sengaja menendang tas yang berisi kartu nama Yi Deum sampai terjatuh. Pak Koo dan Nn. Son tentu saja segera membantu.

Tidak ingin ditanya lebih jauh lagi oleh Pak Koo dan Nn. Son, Yi Deum langsung membereskan kartu namanya sebisa mungkin lalu buru-buru pergi.

Sanking malunya, Yi Deum sampai hampir melupakan mobilnya dan salah bicara. Dia berpesan supaya Pak Koo dan Nn. Son tidak lupa mengirimkan pernikahan untuk undangan mereka.

Pak Koo dan Nn. Son sampai bingung… Mengirimkan pernikahan untuk undangan?

Credit : KBS2

Malamnya, Yi Deum minum sampai mabuk. Tapi itu bisa menghilangkan rasa malunya. Yi Deum sampai harus menyewa supir pengganti untuk bisa pulang ke rumah. Dan di mata Yi Deum yang mabuk, sopir penggantinya terlihat saaaangat tampan, mirip Ahn Woo Yeon. AHahahahaha…

Merasa tertarik, Yi Deum pun memberikan gurita kering miliknya untuk sopir penggantinya yang sangat tampan itu… Lol…

=== Flashback End ===

Jin Wook masih belum bisa percaya dengan laporan yang dibuat oleh polisi tapi sayangnya, Yi Deum tidak bisa menjelaskan karena tidak mengingat kejadian malam itu dan blackbox pun tidak ada. Jadi, sulit bagi Jin Wook untuk membantu Yi Deum.

Yi Deum pun menginginkan dilakukan pemeriksaan silang.

Credit : KBS2

Dan sopir pengganti pun dipanggil menghadap Jin Wook.

Jin Wook sangat kaget begitu melihat tampang sopir pengganti. Dia tidak menyangka level tampan di mata Yi Deum seperti itu. “Yah… selera orang kan beda-beda…”, begitu komentar Jin Wook. Bhuahahaha…

Yi Deum sampai malu.

Sopir pengganti pun memberi keterangan kejadian malam itu. Ada satu hal yang menarik perhatian Yi Deum. Kata sopir pengganti itu, kursi mobilnya berbunyi, “Zeeeenggggg…”.

Yi Deum pun membawa sopir pengganti dan Jin Wook untuk melihat sendiri kursi mobilnya. Kursi mobilnya tidak bisa diset otomatis, melainkan harus diset secara manual dan tidak mengeluarkan suara apa pun.

Di sinilah ketahuan bahwa sopir pengganti itu bohong. Kemudian terbongkar bahwa sopir pengganti itu sengaja menuntut Yi Deum untuk menutupi kejahatannya sendiri.

Awalnya sopir tersebut hendak mencuri dan kepergok oleh Yi Deum. Dilihat dari rekam kejahatannya, sopir tersebut memang sering mencuri dari pelanggan yang mabuk sebelumnya.

Credit : KBS2

Setelah terbukti tidak bersalah, Jin Wook memberikan NPA seperti yang diminta Yi Deum sebelumnya.

Ketika Yi Deum akan pergi, Jin Wook baru menanyakan kabar Yi Deum. “Selama ini, aku mengkhawatirkanmu…”. Ecieeee…

“Aku baik-baik saja… Tidak perlu mengkhawatirkanku…”, jawab Yi Deum lalu berbalik pergi.

Tapi, Jin Wook mengajaknya bicara lagi. Jin Wook mengatakan, dia belum berubah. Dia sedang menyiapkan banding kasus Soo Ah dan juga berniat membantu mengungkapkan kasus ibunya Yi Deum sebagai jaksa. Jadi ia ingin mereka bertemu.

Yi Deum menanyakan bagaimana dengan ibunya Jin Wook. Sama seperti Jin Wook, dia juga tidak berubah dan dia akan mengurus masalahnya sendiri. “Biarkan aku memberimu satu nasehat. Jangan terlibat dalam masalah yang tidak sanggup kau tangani karena nanti kau akan menyalahkanku…”.

Yi Deum pun lalu berbalik pergi…

Credit : KBS2

Di luar kantor kejaksaan, tidak sengaja Yi Deum mendengar seorang pria bicara di telpon. Pria itu sedang mencari seorang pengacara. Yi Deum ingat pernah melihat pria itu di kantor polisi.

Secara spesifik, pada temannya, pria itu meminta dicarikan pengacara yang dulunya pernah sebagai jaksa. Dia ingin yang khusus menangani kasus penyerangan se****l.

Yi Deum pun kemudian memberikan kartu namanya pada pria tersebut…

Sinopsis Witch’s Court Episode 11 Part 1

Credit : KBS2

=== Flashback kasus ===

Seorang pria sedang difoto oleh seorang fotografer wanita. Pakaian yang dikenakan wanita itu memperlihatkan bahunya yang mulus. Pria itu sempat memperhatikan bahu wanita itu lalu cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan agak menjauh.

Credit : KBS2
Credit : KBS2

Lalu mereka terlihat bertemu di sebuah bar. Dan terlihat pria itu membawa wanita itu ke sebuah apartemen.

Credit : KBS2
Credit : KBS2

Lalu dua orang polisi menemukan wanita itu duduk di tangga darurat dalam kondisi lemah…

=== Flashback End ===

Credit : KBS2

Rapat kini dipimpin oleh Jaksa Jang, membahas kasus terbaru, kasus quasi-pemerk****n dengan terdakwa bernama Lee Sang Hyun, seorang koki kue di sebuah cafe dessert ternama dan pernah tampil di televisi dalam acara 679. Mian… ga tau maksud quasi itu apa…

Korban bernama Yang Yoo Jin, seorang fotografer majalah masakan.

Awal kejadian terlihat hubungan seperti atas persetujuan kedua belah pihak, korban yang mengajak bertemu lebih dulu dan pergi ke apartemen terdakwa. Polisi menyimpulkan kasus tersebut sebagai kasus quasi-pemerk****n atas telpon dari korban.

Telpon pertama dilakukan korban dengan memakai ponsel Tn. Lee lalu terputus. Ketika polisi menelpon balik, Tn. Lee yang menerima telpon dan mengatakan telpon yang sebelumnya cuma telpon iseng.

Polisi kemudian mendatangi apartemen terdakwa dan menemukan korban di sana. Polisi lalu menggeladah apartemen terdakwa.

Jaksa Park menilai kasus itu akan jalan di tempat. Korban mengaku pingsan dan tidak sadar tapi bisa membuat laporan. Itu artinya korban sadar dan sebagian terdakwa akan divonis bebas.

Jaksa park langsung dimarahi Jaksa Jang karena berpikir begitu. Jin Wook akhirnya memberi kesimpulan rapat hari itu. Mereka harus mencari tahu lebih dulu bagaimana terdakwa dan korban setuju melakukan hubungan.

Jaksa Park pun menyuruh Jaksa Jang menunjuk Jin Wook untuk menangani kasus tersebut karena Jin Wook adalah jaksa handal di unit mereka.

Sementara itu, Yi Deum mendatangi cafe tempat Tn. Lee bekerja untuk bicara. Ia berpikir lebih baik berbicara di tempat yang familiar bagi Tn. Lee.

Credit : KBS2

Sebelum memulai pembicaraan, Yi Deum mengeluarkan ponsel untuk merekam perjanjian mereka. Hanya satu yang diminta Yi Deum, Tn. Lee tidak boleh berbohong padanya karena dia tidak tahu apa yang dimiliki kejaksaan sebagai bukti, sedangkan yang ia miliki hanyalah keterangan Tn. Lee saja. Jika Tn. Lee ketahuan berbohong maka perjanjian mereka batal.

Tn. Lee setuju. Saat ditanya bagaimana hubungannya dengan Yoo Jin, Tn. Lee bercerita bahwa mereka bertemu setahun lalu saat sama-sama mengerjakan sebuah artikel. Mereka cocok dan punya minat yang sama, jadi mereka mulai dekat dan saling tertarik.

Tn. Lee mengaku mereka tidak pernah menyatakan perasaan tapi secara singkat, mereka memang berkencan. Jika bertemu hanya untuk pekerjaan, kenapa Yoo Jin membelikannya minuman terus menerus?

Dalam flashback Tn. Lee, terlihat Yoo Jin terus menyentuh Tn. Lee.

Tn. Lee mengaku, Yoo Jin yang ingin lanjut minum di tempatnya dan dia tidak punya alasan untuk menolak. “Aku pikir, kami tertarik satu sama lain…”.

Masih dalam flashbacknya Tn. Lee, terlihat Yoo Jin sempoyongan saat meninggalkan bar. Mereka sempat singgah di sebuah minimarket dan Yoo Jin yang membayar belanjaan.

Credit : KBS2

Sementara itu, Yoo Jin yang menjadi korban, mulai diinterogasi oleh Jin Wook dan Nn. Son. Saat ditanya hubungan mereka, Yoo Jin mengatakan dia tidak tertarik sama sekali dengan Tn. Lee. “Dia bukan tipeku…”.

“Tapi kau yang mengajaknya bertemu lebih dulu…”.

Yoo Jin mengaku dia memang suka bertemu orang baru tapi itu hanya untuk pekerjaan saja. Dia juga mengaku suka membayar belanjaan orang lain. Itu memang sudah kebiasaannya dan wanita tidak selalu membiarkan orang lain membayar belanjaannya.

Jin Wook jadi bingung. Yoo Jin mengaku tidak ingat apa pun setelah dari bar tapi ingat membayar di minimarket.

Yoo Jin mengaku, itu memang sudah kebiasaannya saat mabuk. Seperti, refleks melakukannya.

Jin Wook lalu menanyakan berapa banyak Yoo Jin bisa minum.

Yoo Jin mengaku 4 botol soju atau 20 gelas bir soju.

Jin Wook membaca di laporan bahwa Yoo Jin tidak sadar setelah minum dua gelas wine dan tiga koktail.

Yoo Jin menduga mungkin karena malam itu dia merasa tidak begitu sehat. “Aneh jika aku bisa sampai pingsan…”.

Credit : KBS2

Yi Deum mendatangi minimarket untuk meminta rekaman CCTV tapi ternyata sudah lebih dulu diambil oleh kejaksaan.

Yi Deum sampai membeli sebuah minuman dan menawarkan bantuannya untuk membujuk kasir minimarket. Dan pada akhirnya, dia memang berhasil mendapatkannya.

Setelah itu, dia langsung menelpon Tn. Lee, mengabarkan menerima kasus itu dengan syarat memberi uang jaminan 1.000 dolar dan 40.000 dolar jika menang.

Credit : KBS2

Jin Wook melihat foto-foto TKP dan menemukan adanya ketidaksinkronan antara foto dengan laporan. Dia pun memanggil polisi yang menggeladah apartemen Tn. Lee malam itu.

Polisi itu minta maaf karena dia masih baru jadi tidak tahu cara mengambil foto TKP. Ia mengaku menemukan alat kontrasepsi dalam laci nakas.

Credit : KBS2
Credit : KBS2

Setelah itu, Jin Wook pun memanggil Tn. Lee. Sangat mengejutkan karena Tn. Lee datang didampingi Yi Deum sebagai pengacaranya.

Jin Wook dan Yi Deum pun bicara, sepertinya lebih tepat Jin Wook yang mengajak Yi Deum bicara. Tapi Yi Deum tidak memberi kesempatan Jin Wook bicara karena menurutnya jika Jin Wook bersikap amatir, itu akan menyakitkan.

Mereka sama-sama bekerja di bidang hukum. Jin Wook jaksa sedangkan dia pengacara. “Mari kita sama-sama mengerjakan pekerjaan kita masing-masing…”, ucap Yi Deum lalu kembali masuk ruang interogasi.

Di ruang interogasi, Jin Wook mulai mengajukan pertanyaan tapi Yi Deum selalu memiliki cara tersendiri supaya kliennya bisa menghindar memberi jawaban yang jelas.

Yi Deum sama sekali tidak peduli meskipun Jin Wook menatapnya marah. Dia bahkan tidak membiarkan Tn. Lee berlama-lama di sana.

Sebelum pergi, Yi Deum sempat mengingatkan Jin Woo bahwa alat kontrasepsi yang ditemukan itu tidak bisa dipakai di persidangan. “Jadi, batalkan saja tuntutannya. Jangan buang waktumu…”.

“Kami masih punya bukti lain. Aku akan menuntutnya. Jadi, sampai bertemu di pengadilan nanti…”, sahut Jin Wook tenang.

Bersambung…

[Sinopsis Witch’s Court Episode 11 Part 2]

2 Comments
  1. Ulfa says

    G ada gambarnya ya

    1. kdramastory says

      Iya kmrn error websitenya. Sy coba upload setelah beres posting BTIMFL ya…

Reply To Ulfa
Cancel Reply

Your email address will not be published.