Rekap/Review Return Episode 17 : It Doesn’t Make Sense

2

[Rekap/Review Return Episode 16]

 

Rekap/Review Return Episode 17

Kdramastory – Rasanya udah lama banged ga melongok blog :-D… Sebelumnya mohon maaf buat yang nunggu rekap minggu lalu karena benar-benar terlambat. Soalnya episode 17 dan 18 agak mengecewakan, sih. Benar-benar terasa beda dengan episode-episode sebelumnya.

Ada beberapa hal.. eh, satu deng… yang membuat sy bingung, merasa seperti kehilangan arah. Bukan hanya karena lead female yang diganti tapi memang karena ceritanya yang membingungkan… Sempat mikir, apa ada yang terlewat… Entahlah…

Syukurnya, minggu ini (episode 19 & 20) lebih baik dari minggu lalu. Jalan ceritanya hampir kembali pada track semula. Dan inilah yang membuat sy kembali punya mood bikin rekap. Mudah-mudahan ke depan makin baik, ya.

Oke. Langsung aja ya lanjut episode minggu lalu ya. Episode 17…

Cerita dimulai dengan flashback 2 minggu sebelumnya. Ja Hye menyuruh dua orang menggali kuburan Byung Gi. Dari situlah ia mendapatkan ponsel Byung Gi dan mulai mengganggu Hak Beom dan Tae Suk. Seperti yang kita tahu, Ja Hye mulai mengganggu Hak Beom sejak bertemu di toko penjualan mobi. Waktu itu, Ja Hye mengaku membuat janji dengan Byung Gi.

Credit : SBS

Dengan alasan ada sesuatu yang harus ia serahkan secara langsung pada Tae Suk, Ja Hye pun menemui Tae Suk di ruang kantornya.

Ja Hye menyerahkan sebuah dokumen yang disimpan di dalam amplop tertutup, bersegel firma hukumnya. Dokumen tersebut jelas menunjukkan bahwa Byung Gi telah menunjuk Ja Hye sebagai kuasa hukumnya.

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Di dalam dokumen tersebut tertulis bahwa di tanggal 24 Januari, Oh Tae Suk berjanji bertemu Byung Gi karena ada sesuatu yang harus dipenuhi.

Tae Suk yang syok langsung menelpon Hak Beom setelah Ja Hye pergi. Hak Beom sendiri sama syok dan bingungnya dengan Tae Suk.

Credit : SBS
Credit : SBS

In Ho yang sangat terpukul setelah melihat rekaman blackbox yang memperlihatkan Joon Hee, Tae Suk dan Hak Beom membawa koper miliknya, menemui Joon Hee di rs. Di situlah In Ho tahu Joon Hee mulai sadar.

In Ho buru-buru pergi begitu teringat alasan Joon Hee mendatangi kantor polisi adalah untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.

Credit : SBS

Dokgo yang kembali memeriksa rumah Jung Soo menemukan sebuah buku yang di dalamnya ada gambar aneh. Menurut Dong Bae, gambar itu adalah gambar ilusi optik.

Yang menarik perhatian Dokgo adalah Jung Soo meninggalkan begitu banyak bukti seolah merujuk pada dirinya. Dokgo yakin, salah satu bukti yang ada pasti bukti yang asli, termasuk mungkin gambar memperlihatkan susunan dadu dengan titik 9, 9, 1, 1, dan 4.

Dokgo menyuruh Dong Bae mencari tahu hubungan gambar itu dengan Jung Soo.

Credit : SBS
Credit : SBS

Dengan membawa semangkuk sup, Dokgo menemui Jung Soo di ruang interogasi. Selain menyinggung tentang angka 99, 1, 1, 4 yang membuat ekspresi Jung Soo berubah kaget, Dokgo juga meminta maaf atas kejadian yang menimpa adik Jung Soo.

Dokgo mengakui saat itu dia masih muda dan belum berpengalaman sehingga tidak mampu melindungi adik Jung Soo. Dokgo juga sempat menanyakan apakah dirinya termasuk dalam rencana Jung Soo karena Jung Soo punya 4 botol rocuronium.

Jung Soo mengaku tidak. Ia tidak punya masalah dengan Dokgo. Namun, ekspresi Jung Soo perlahan berubah marah gara-gara Dokgo menasehatinya tentang hukum dan tidak melakukan balas dendam.

Btw, ada satu hal yang membuat sy bingung, merasa seperti ada yang terlewat. Dokgo membicarakan tentang transfer sewa sebuah tempat dengan salah satu anak buahnya dan sewa tersebut ada kaitannya dengan Jung Soo.

Seingat sy, sebelumnya belum pernah disinggung tentang sewa tersebut. Atau ada yang ingat? Tolong kasi sy pencerahan ya…

Credit : SBS
Credit : SBS
Credit : SBS

Sementara itu, Ja Hye berada di sebuah tempat pemakaman. Ia berdiri di depan sebuah makam (?) atas nama Jung So Mi.

Awalnya sy ga begitu perhatian dengan tanggal yang ditulis di makam tersebut. Tapi, karena sy sudah nonton episode 20, sy baru ngeh kalau tanggal kematian Jung So Mi adalah tanggal 4 bulan 11 tahun 1999.

Air mata Ja Hye menetes. Saat itu, dia juga mendapat notif melalui ponselnya yang menyebutkan bahwa persiapan telah selesai.

Credit : SBS

Ketika hendak meninggalkan tempat pemakaman, Ja Hye bertemu dengan seorang wanita yang mengenalinya sebagai Choi Ja Hye. Awalnya Ja Hye menjawab dengan ramah tapi begitu wanita itu menanyakan apakah dia benar Ja Hye dari SMP Ilsung, Ja Hye langsung waspada.

Terlebih lagi wanita itu bersikap akrab, mengatakan bahwa semua orang bilang Ja Hye adalah orang yang sama. “Ini aku, Sung Geum. Kau ingat? Kita dulu berteman dekat… Kau banyak berubah…”.

Sung Geum menanyakan kemana Ja Hye selama ini. Banyak rumor yang tersebar sejak Ja Hye tiba-tiba menghilang.

Sayangnya, kita tidak mendapat jawaban dari Ja Hye karena Ja Hye buru-buru pamit dengan alasan sibuk. Ia bahkan tidak mau bertukar nomor telpon dengan Sung Geum.

Dengan menggunakan ponsel Byung Gi, Ja Hye kembali mengirimkan sms pada Tae Suk. Meminta Tae Suk datang ke sebuah cafetaria di Sea Horse Land di Incheon dengan membawa uang 2 juta won. Yang membuat Tae Suk marah, Ja Hye mengingatkannya supaya tidak membawa senapan seperti waktu itu.

Credit : SBS

Sementara itu, dari Dong Bae, Dokgo mengetahui bahwa angka 99114 adalah nomor sebuah pemberhentian bus yang bernama Sea Horse Land.

Dan dari Woo (kalau ga salah ya namanya… :-D), Dokgo tahu nama pemberhentian bus itu sama dengan tempat sewa yang sedang mereka cari. Menurut pemilik tempat, restoran itu sudah tutup tapi penyewa masih tetap membayarkan uang sewa.

Rekap/Review Return Episode 17

Credit : SBS

Tae Suk benar-benar mendatangi Sea Horse Land, yang ternyata sebuah tempat wahana bermain. Aura horor di sini mulai keliatan karena suasana gelap, banyak patung-patung, ditambah Ja Hye yang terus memancing Tae Suk sampai-sampai Tae Suk emosi.

Tae Suk mendapatkan telpon dari ponsel Kim Byung Gi tapi begitu diterima, panggilan langsung diputus. Ketika mencoba menelpon kembali, Tae Suk mendengar suara ringtone tak jauh darinya.

Credit : SBS

Tae Suk melihat seseorang berdiri di lantai 2. Tae Suk mengejar ke lantai 2 tapi tidak ada siapa pun di sana. Tae Suk berteriak memanggil Ja Hye. Dia sangat yakin orang tersebut adalah Ja Hye.

Ja Hye terus menuntun Tae Suk ke suatu tempat, ke arah cafetaria melalui suara dering ringtone ponsel Byung Gi. Sampai akhirnya Tae Suk memasuki sebuah restoran yang tentu saja suasananya gelap.

Sementara itu, Dokgo dan Dong Bae juga tiba di sana. Mereka berpencar untuk mencari restoran ‘Sea Horse Land’.

Tae Suk yang mendengar dering ringtone di lantai 2 restoran, naik ke lantai atas. Suara dering ringtone yang berasal dari dalam freezer, membuatnya mendekati freezer dan membukanya.

Credit : SBS

Sesosok tubuh kaku jatuh menimpanya. Membuat suara berdebum yang cukup suara keras sampai terdengar oleh Dokgo. Seperti yang kita duga sebelumnya, korbannya adalah Tn. Ahn, seniornya Dokgo dulu.

Credit : SBS

Dokgo langsung berlari ke sumber suara dan menemukan Tae Suk ada di sana. Setelah yakin korban telah tewas, Dokgo langsung menangkap Tae Suk. Dari rekaman panggilan ponsel Tae Suk, Dokgo menemukan orang terakhir yang ditelpon Tae Suk adalah Byung Gi. Bahkan sampai 10 kali.

Tae Suk tidak mau menjelaskan dan minta dibawakan pengacara.

Credit : SBS
Credit : SBS

Ketika hendak pergi, Dokgo sempat melihat sosok yang ia kenal melalui spion mobilnya. Orang tersebut adalah Ja Hye.

Credit : SBS

Sayangnya, begitu Dokgo menoleh ke belakang, Ja Hye langsung sembunyi… Sehingga Dokgo menjadi tidak yakin dengan penglihatannya.

Dan karena itulah akhirnya Dokgo pun pergi tanpa memastikan apakah yang dilihatnya benar-benar Ja Hye…

Bersambung…

 

Komentar :

Ternyata memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh Ja Hye. Ja Hye pergi ke sebuah makam yang bertanggal 4-11-1999. Sewaktu nonton episode ini, sy tidak memperhatikan tanggalnya. Sy hanya memperhatikan namanya saja. Sy baru memperhatikan tanggal itu sewaktu membuat rekap ini.

Ternyata, ada bagusnya juga ya bikin rekap. Kitanya jadi memperhatikan detail.

Cafetaria Sea Horse Land itu sebenarnya juga disiapkan oleh Ja Hye. Setelah dari tempat pemakaman, Ja Hye melihat foto-foto cafetaria tersebut. Yang belum jelas, siapa pembunuh Tn. Ahn. Ja Hye melakukannya sendiri, ataukah menyuruh orang lain?

Menarik ketika Ja Hye bertemu Sung Geum, orang yang mengaku teman smp Ja Hye. Ja Hye langsung waspada dan ingin buru-buru pergi. Yang menarik juga, Sung Geum bilang Ja Hye sempat menghilang dan sekarang banyak berubah.

Apakah Ja Hye yang kita kenal sekarang adalah orang yang sama dengan yang dikenal Sung Geum? Bisa jadi kan orangnya beda dan Ja Hye yang sekarang menggunakan identitas orang lain…

[Rekap/Review Return Episode 18]

2 Comments
  1. Tya says

    Mf mbak cm mw bilang klo sewa tempat tu dokgo pernh nyuruh nyari transaksi rekeningnya jungso, trus sea horse land tu jg taunya dr angka 1999.11.4 klo gk salah tu nomor halte daerah sea horse land tu
    Hehe mf panjang…
    Semangat mbak..

    1. kdramastory says

      O ga ingat dokgo pernah nyuruh ngecek transaksi jung soo. makasih ya diingatin… gpp kok. sy malah senang kl reader ikut ngingatin sy atau ralat kalo ada yg salah… 🙂 makasih tya… 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.