Rekap/Review Return Episode 25 : Think Long And Hard

2

[Rekap/Review Return Episode 24]

 

Rekap/Review Return Episode 23

Kdramastory – Makin ke sini, misteri semakin terungkap. Kita mendapatkan lebih banyak lagi informasi tentang kejadian 19 tahun yang lalu. Begitu pun dengan Dokgo.

Dokgo mulai bisa menyusun puzzle kasus yang sedang diselidikinya. Ia bisa menebak Jung Soo dan Ja Hye punya kesamaan tapi bagaimana dengan Dong Bae. Bagaimana hubungan mereka Dong Bae?

Sayangnya, ketika Dokgo menanyakan pada Jung Soo, sepertinya Jung Soo tetap bungkam.

Sementara itu, meskipun Dal Rae menolak memberikan gelangnya pada ayahnya, sepertinya In Ho bisa mengambilnya dengan paksa. Entah bagaimana caranya. In Ho semakin percaya kalau Ja Hye mulai mengincar keluarganya, persis seperti yang dikatakan Tae Suk.

Buktinya, begitu melihat Ja Hye menjemput Na Ra di rumah sakit, dia langsung mengusir Ja Hye. Ia juga melarang Na Ra kembali ke Dementer atau bertemu Ja Hye untuk selamanya.

Ja Hye menanggapinya reaksi In Ho hanya dengan senyuman. Na Ra sampai merasa tidak enak pada Ja Hye. Meskipun In Ho melarangnya menyusul Ja Hye, Na Ra tetp pergi menyusul Ja Hye.

Akhirnya, Joon Hee bicara jujur pada Tae Suk dan Hak Beom.

Malam itu, Joon Hee mengumpulkan mereka, termasuk In Ho di penthouse. Dari kejadian yang menimpanya, Joon Hee mengaku menyadari bahwa selama ini ia sangat tergantung pada teman-temannya, entah itu berkaitan dengan sesuatu yang baik atau buruk.

Joon Hee mengaku menyadari kalau mereka sudah melakukan banyak hal buruk, bahkan dimulai sejak insiden 19 tahun yang lalu.

Sayangnya, hanya Hak Beom yang berkomentar ketika Joon Hee mengajak mereka menyerahkan diri ke polisi. Hak Beom sependapat dengan ajakan Joon Hee. Ia merasa keputusan itu adalah keputusan yang benar.

Hanya saja, ucapan itu cuma lip service Hak Beom di depan Joon Hee. Begitu Joon Hee dan In Ho pulang, ia dan Tae Suk langsung merencanakan sesuatu. Tae Suk mempercayakan pekerjaan membereskan Joon Hee pada Hak Beom.

Meskipun selama ini In Ho dan Hak Beom hampir selalu sependapat, sayangnya kali ini ia pun tidak begitu setuju dengan keputusan Joon Hee. Walaupun masih belum sepenuhnya percaya, ia curiga pada Ja Hye.

Joon Hee sangat terkejut begitu In Ho cerita tentang Ja Hye yang ternyata adalah ibu dari anak perempuan yang mereka tabrak dulu. Joon Hee terlihat tidak tenang.

Di rumahnya, Dokgo mengingat kembali kejadian di awal penyelidikan kasus Mi Jung. Saat itu, Chan Young memberitakan dengan cukup jelas kasus yang menimpa In Ho.

Dari Chan Young, Dokgo mengetahui bagaimana berita itu bisa diketahui Chan Young yaitu lewat email. Dan dari IP address si pengirim email, Dokgo menemukan alamatnya. Dan lokasinya tak lain adalah rumah Tae Min Young.

Sayangnya, hari itu Min Young tidak masuk kantor, ia juga tidak ada di rumahnya. Karena pintu rumah tidak dikunci, Dokgo pun melihat ke dalam. Dan ia menemukan sebuah foto yang menarik.

Foto yang sama dengan foto yang ada di kamar Dong Bae!

Di saat yang bersama, Min Young tiba di depan rumahnya. Melihat Dokgo, Min Young pun langsung lari. Min Young berhasil meloloskan diri dengan menaiki sebuah kapal motor yang sepertinya kebetulan hendak berangkat.

Hari itu, Ja Hye menemui seorang perawat. Setelah diam-diam memberinya sejumlah uang, Ja Hye mendapat sebuah kotak dan membawanya pulang ke rumah. Membukanya di ruang rahasia.

Sayangnya tidak diperlihatkan pada kita apa isi kotak tersebut.

Ketika Ja Hye berada di kantornya, Joon Hee datang menemuinya dengan membawa tanaman, hycinth berwarna ungu. Secara simbolis, tanaman tersebut bermakna permintaan maaf.

Joon Hee meminta maaf pada Ja Hye. Sayangnya dia tidak sanggup mengatakan dengan jujur permintaan maafnya itu untuk apa.

Di lobby kantor Ja Hye, Joon Hee bertemu Na Ra. Mereka pun bicara sebentar.

Joon Hee memberitahukan Na Ra mengenai keputusannya tentang USB itu. Dia akan menyerahkan diri. Joon Hee berterima kasih karena Na Ra sudah memberinya kepercayaan membuat keputusan sendiri.

Na Ra pun kemudian menanyakan maksud dari ucapan Hak Beom, sepertinya tentang In Ho yang katanya pernah membunuh.

Dan sepertinya Joon Hee cerita dengan jujur karena begitu pulang ke rumah, Na Ra langsung menjauhkan Dal Rae dari In Ho. Meminta Dal Rae ke kamar untuk mengemasi barangnya.

Setelah tinggal berdua dengan In Ho, Na Ra mengembalikan cincin pernikahan mereka. Ia tidak menjelaskan saat In Ho menanyakan alasannya.

Berbeda dengan Joon Hee yang mulai menyadari kesalahannya, Tae Suk malah mulai menjalankan rencananya. Hari itu, ia pergi ke sebuah toko, sepertinya toko barang bekas untuk membeli dua jaket berwarna hitam…

Malamnya, saat makan malam pun tingkah Tae Suk aneh. Ia mengiris daging steak dengan tangan kiri meskipun jelas kerepotan karena ia lebih terbiasa dengan tangan kanan. Kerepotan itu membuat Jin Joo kesal.

Ujung-ujungnya mereka bertengkar dan Jin Joo memilih pergi keluar rumah. Ia sengaja menegaskan kalau ia tidak akan pulang ke rumah.

Tae Suk tidak peduli. Ia tetap sibuk dengan pisau di tangan kirinya…

Di episode ini, kita mendapat dua flashback kejadian 19 tahun yang lalu dan apa yang terjadi di persidangan.

Pertama adalah ingatan Min Young.

Di hari keempat sekawan itu berkumpul di villa milik keluarga Hak Beom, sorenya mereka bermain di halaman. Tidak sengaja, salah satu dari mereka, sepertinya Hak Beom, melihat foto Mi Jung yang ada di dalam dompet Min Young.

Min Young pun diinterogasi. Diintimidasi, lebih tepatnya. Min Young disuruh berdiri di depan target, hanya dengan memakai celana.

Mereka tidak suka mengetahui bahwa Min Young juga menyukai Mi Jung. Min Young boleh menyukai siapa pun, kecuali Mi Jung.

Tae Suk sampai menembakkan paint ball-nya ke belakang kepala Min Young. Min Young berteriak ketakutan. Ia buru-buru minta maaf, berjanji tidak akan menyukai Mi Jung lagi.

Keempatnya dengan cepat memaafkan Min Young tapi dengan syarat Min Young harus mencuri sekerat minuman keras untuk mereka.

Tidak punya pilihan lain, Min Young terpaksa melakukannya sedangkan keempat sekawan itu mengawasi dari jauh. Kebetulan di dekat tumpukan minuman keras, ada ibu So Mi yang sedang menelpon di telpon umum. Dia hanya melihat dengan bingung.

Dengan minuman keras hasil curian itulah, malamnya mereka minum-minum sampai mabuk lalu menyebabkan kecelakaan.

Setelah kembali dengan keadaan kacau ke villa, Mi Jung datang. Ia menyuruh mereka berhenti menangis dan menyuruh Min Young keluar dari ruangan.

Setelah Min Young pergi dan pintu ditutup, ia menanyakan siapa yang bawa mobil.

Ketiganya serempat menunjuk In Ho.

Mengetahui hal itu, Mi Jung langsung memutuskan bahwa mulai saat itu, yang mengendarai mobil adalah Min Young. Mereka berempat hanya dipaksa masuk ke dalam mobil.

Setelah itu, Mi Jung membakar baju mereka, sementara empat sekawan berusaha bersikap baik pada Min Young. Tae Suk bahkan memberikan Min Young minuman dan menyuapinya.

Begitu di kantor polisi, keadaan berbalik. Det. Ahn yang saat itu memeriksa mereka, bersikap baik pada empat sekawan yang masing-masing didampingi pengacara. Ia bahkan menasehati mereka supaya berhati-hati memilih teman.

Dan untuk Min Young yang katanya sudah lewat umur 14 tahun, dibawa ke ruang interogasi. Percuma saja Min Young memeberitahukan In Ho yang membawa mobil, Det. Ahn tidak peduli.

Lalu, flashback kedua. Flashback ini muncul di saat Joon Hee bicara dengan ketiga sahabatnya. Kejadiannya pada saat sidang putusan.

Hakim saat itu memutuskan In Ho, Tae Suk, Joon Hee dan Hak Beom wajib melakukan pelayanan publik selama 50 jam untuk masing-masing dari mereka, sedangkan 2 tahun penjara anak untuk Min Young.

Bersambung…

 

Komentar :

Masih berusaha menyelesaikan rekap drama ini walaupun mood udah entah kemana. Terus terang, sy pun belum tamat nontonnya.

Ada satu hal yang membingungkan. Nama Lee Jung Ae dan Jung Ae In. Lee Jung Ae adalah nama pemilik rumah yang ditinggali Dong Bae. Dokgo tau nama itu dari agen properti sewaktu menanyakan tentang ibunya So Mi.

Cuman, sy lupa gimana nama Jung Ae In bisa muncul.

Apa Lee Jung Ae nama ibunya Dong Bae?

Kalau memang iya, kebetulan bgd nama Jung Ae In dan Lee Jung Ae mirip-mirip…

Entah kenapa di sini mulai timbul rasa simpatik pada Joon Hee. Pertama karena dia menyadari kesalahannya, bukan hanya karena kejadian dia didorong ke jurang tapi memang niat itu sudah ada sejak sebelumnya… Dan ternyata, setelah tahu Ja Hye ibunya anak yang mereka tabrak, niatnya itu tidak goyah. Dia bahkan berani menemui Ja Hye untuk minta maaf walaupun belum berani mengatakan alasannya.

Berbeda dengan ketiga temannya. Jika Tae Suk dan Hak Beom masih merasa tidak bersalah, In Ho masih dalam tahap denial. Masih dalam tahap antara percaya dan tidak. Terlebih karena Tae Suk sengaja bilang kalau Ja Hye juga ngincar Dal Rae dan Na Ra. In Ho makin ga tenang. Harusnya, kalau tahu siapa Ja Hye, dia minta maaf bukannya ngusir Ja Hye…

[Rekap/Review Return Episode 26]

2 Comments
  1. dhee says

    Drama ini juga masih di awang2. Saya stuck di episode 30. Gag ada niat buat lanjutin. Mood saya hilang sejak choi ja hye berubah karakter. Tapi akan saya sempat2in nyelesain walau tanpa semangat. Eonni fighting

    1. kdramastory says

      Sedikit lagi padahal ya… makin ke ending makin ga menyenangkan… Fiuh… ngumpulin semangat lagi dulu. Makasih dhee… 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.