Rekap/Review Return Episode 29 & 30

0

[Rekap/Review Return Episode 27 & 28]

 

Rekap/Review Return Episode 29 & 30

— Episode 29 : I Know Your Plots —

Kdramastory – In Ho mendapat kunjungan dari Tae Suk. Karena Tae Suk kenal dengan kepala kantor polisinya, mereka bisa bicara di ruangan kepala kantor polisi. Bahkan Tae Suk bisa menyuruh kepala polisi itu keluar dari ruangannya sendiri!

Setelah kepala polisi pergi, In Ho dan Tae Suk langsung bertengkar. Saling menyalahkan.

In Ho menyalahkan Tae Suk karena gara-gara saran Tae Suk pisau itu tidak jadi dibuang. Sebaliknya Tae Suk menyalahkan In Ho karena tidak menyembunyikannya dengan baik. Tae Suk juga menyalahkan In Ho yang waktu itu mengendarai mobil dan yang menyarankan membuang anak perempuan itu ke laut.

Sebaliknya lagi, In Ho menyalahkan ayah Tae Suk yang membakar rumah Ja Hye. In Ho tahu ayah Tae Suk menyuruh Tn. Yum, ayahnya Mi Jung. In Ho yakin bukan hanya karena insiden kecelakaan itu saja Ja Hye sampai melakukan sejauh ini.

Tae Suk langsung marah begitu In Ho mengungkit nama ayahnya. Ia juga marah sewaktu In Ho bilang itu alasannya kenapa ayah In Ho memberi Mi Jung sebuah bar dan membayar sewanya setiap bulan.

Credit : SBS

Selesai bertemu In Ho, Tae Suk sempat berpapasan dengan Min Young yang dibawa polisi. Min Young jelas mengenal Tae Suk, sedangkan Tae Suk tidak.

Credit : SBS

Na Ra mengetahui kabar tentang In Ho dari Joon Hee. Joon Hee menyesal, merasa seharusnya ia berusaha lebih baik lagi.

Malamnya, Na Ra juga tahu soal penangkapan Ja Hye atas tuduhan pembunuhan berantai dari berita televisi.

Atas permintaan kepolisian regional, Dokgo bergabung dalam penyelidikan kasus yang melibatkan Ja Hye. Saat diinterogasi, awalnya Ja Hye terlihat mau bekerja sama tapi ternyata pada akhirnya, ia pun tidak banyak bicara.

Credit : SBS

Ketika Na Ra datang berkunjung dan menawarkan bantuannya, Ja Hye pun menolak karena merasa pasti akan sulit bagi Na Ra. Na Ra mencoba sedikit mendesak tapi sepertinya Ja Hye belum memberi keputusan.

Sementara itu, penangkapan In Ho membuat Hak Beom salah paham. Ia menduga Tae Suk ingin menyingkirkan In Ho dan pada akhirnya, mungkin dia pun akan jadi target Tae Suk. Hak Beom bertekad, sebelum itu terjadi, dia akan menyingkirkan Tae Suk terlebih dahulu.

Credit : SBS

Hak Beom menemui In Ho. Seperti kunjungan Tae Suk, mereka juga bertemu di ruang kepala dan bisa bicara dengan leluasa berdua.

Dari cerita In Ho, Hak Beom tahu bahwa In Ho merasa ada keanehan dalam kejadian yang menimpanya. In Ho tidak tahu bagaimana pisau itu ada pada Tae Suk dan kemudian berita tentang pelaku dirilis dan ia tertangkap.

Mendengar cerita In Ho, Hak Beom seperti menyadari sesuatu.

Dokgo mendatangi apartemen Ja Hye yang sekarang sudah rapi kembali. Ia menemukan ruang rahasia dari cahaya matahari yang masuk lewat jendela.

Credit : SBS

Seluruh foto yang tadinya ada di dinding, kini sudah tidak ada lagi. Dinding sudah bersih. Dokgo menemukan sumber suara dari dalam boneka beruang berwarna pink. Ada sebuah ponsel burner di dalamnya.

Walaupun Dokgo punya asumsi dan ponsel itu ditemukan, Dokgo masih belum bisa menemukan barang bukti langsung keterlibatan Ja Hye. Alibi Ja Hye saat terbunuhnya Mi Jung dan Det. Ahn pun solid.

Pada akhirnya, Ja Hye pun bisa bebas.

Credit : SBS

Hak Beom bertemu Tae Suk di penthouse. Ia yang meminta Tae Suk datang untuk mengingatkan Tae Suk supaya tidak mengkhianatinya. Hak Beom menduga Tae Suk berencana membunuh Ja Hye dan menjadikan Tn. Kim sebagai pelakunya, atau mungkin Tae Suk mau menjadikan In Ho pelakunya.

Hak Beom sengaja memberitahukan soal penemuan mayat yang memiliki luka tembak di kepala di Danau Shiwha. Kalau Byung Gi sudah dilaporkan sebagai orang hilang, tidak butuh waktu lama untuk memastikannya. Hak Beom kembali mengingatkan Tae Suk untuk saling mempercayai satu sama lain.

Sebelum pergi, Hak Beom sengaja meminta Tae Suk untuk menjaga Jin Joo baik-baik karena Jin Joo itu tidak bersalah dan baik.

Sepertinya, Tae Suk mengerti maksud Hak Beom karena setelah itu ia langsung mengecek tempat penyimpanan rahasianya.

Credit : SBS

Sebelumnya, Hak Beom memang menemukan tempat penyimpanan rahasia Tae Suk dengan merayu Jin Joo.
Ga tahu apakah ada yang hilang. Sepertinya masih isi tempat penyimpanan masih sama.

Tae Suk tertawa menahan marah karena merasa dikerjai Hak Beom.

Credit : SBS

Sementara itu, Joon Hee mencoba bunuh diri. Tapi gagal. Sepertinya, Joon Hee tidak bisa membuang rasa bersalahnya karena tidak bisa menyerahkan diri ke polisi.

Credit : SBS

Dokgo menganalisis percakapan pesan yang diperoleh dari ponsel burner milik Ja Hye. Dari pola tulisan, ia bisa menduga, ada 4 orang yang memakai ponsel tersebut.

Kali ini, Dokgo kembali membawa Ja Hye ke kantor polisi untuk diinterogasi. Namun, ternyata Ja Hye sama sekali tidak menunjukkan keterkejutannya saat Dokgo memperlihatkan ponsel tersebut.

Dokgo bisa menduga, Ja Hye sengaja membuka jendela di ruang rahasia supaya ia bisa menemukan ponsel tersebut. Sama seperti yang dilakukan Jung Soo. Yang ditakutkan Dokgo, duduknya Ja Hye di hadapannya di kantor polisi pun adalah bagian dari rencana Ja Hye.

Ja Hye tidak mengomentari dugaan Dokgo. Ia hanya memohon supaya Dokgo membuatnya menjalani sidang…

Rekap/Review Return Episode 29 & 30

 

— Episode 30 : You Are Not Choi Ja Hye–

Credit : SBS

Min Young akhirnya berkesempatan berpapasan dengan In Ho. Ia langsung mengalungkan borgol tangannya ke leher In Ho. Mencekik In Ho sampai hampir kehabisan nafas.

Tapi usahanya gagal karena beberapa polisi kemudian datang untuk memisahkannya dari In Ho.

Credit : SBS

Ja Hye memutuskan menerima tawaran Na Ra untuk menjadi pengacaranya. Na Ramulai mempelajari berkas Ja Hye.

Dugaan sy, Ja Hye sengaja memilih Na Ra yang kurang berpengalaman atau tidak karena sepertinya Ja Hye bisa menghindari pertanyaan tertentu dari Na Ra.

Misalkan, Na Ra menanyakan tentang telpon dari Dong Bae untuk Ja Hye. Tapi Ja Hye bisa menghindar menjawab pertanyaan itu dengan menceritakan awalnya ia kenal dengan Dong Bae. Ja Hye mengaku ia bertemu Dong Bae dan ibunya saat melakukan kegiatan relawan. Dong Bae dan ibunya juga relawan di sana.

Ja Hye mempersilahkan Na Ra mengecek rumah sakit santa maria.

Saat ditanya apakah Ja Hye menolak tuduhan yang dituduhkan polisi, Ja Hye mengaku iya karena ia tidak punya alasan untuk membunuh mereka.

Credit : SBS

Hasil analisa percakapan ponsel burner yang dilakukannya, Dokgo perlihatkan pada Ja Hye, Jung Soo dan Min Young secara terpisah.

Ketiga tidak mengaku. Tidak merasa bahwa pola tulisan tersebut menunjukkan bahwa mereka pelaku pembunuhan.

Pada Min Young, Dokgo bahkan menceritakan tentang ayah Min Young yang menerima uang sebagai balasan karena Min Young sudah dipenjara. Min Young sama sekali tidak bergeming. Tidak mengakui apa pun.

Credit : SBS

Persidangan Ja Hye dimulai. Di kursi terdakwa duduk Ja Hye, Jung Soo dan Min Young.

Sebagai pengacara Ja Hye, Na Ra mengungkapkan tentang polisi yang menuduhkan tuduhan pembunuhan berantai pada kliennya tanpa bukti. Na Ra juga mengatakan bahwa kliennya hanya dua kesempatan saja bertemu Jung Soo. Saat kasus 9 tahun yang lalu dan kasus Mi Jung.

Kemudian di luar ruang sidang, Na Ra menanyakan tentang ponsel burner yang ditemukan di apartemen Ja Hye.
Ja Hye mengaku ponsel itu hanya untuk menelpon kliennya dari pengusaha dan politik dalam kasus penghindaran pajak dan warisan ilegal. Ja Hye meminta Na Ra memeriksa di call history ponselnya.

Gara-gara call history ponsel Ja Hye, muncullah daftar orang-orang yang diberi nama Choi Ja Hye’s List. Daftar tersebut memberi efek dalam dunia politik.

Dalam sidang lanjutan, Na Ra membantah soal percakapan yang diklaim jaksa dilakukan oleh Ja Hye dengan tiga orang komplotannya. Sepertinya, kesimpulan akhir Na Ra sesuai harapan Ja Hye karena diam-diam Ja Hye terlihat tersenyum.

Sidang pertama Ja Hye berjalan dengan baik. Ja Hye mengingatkan Na Ra tentang persidangan kedua nanti yang mungkin jaksa akan mengklaim bahwa dirinya adalah Jung In Ae.

Dengan polosnya Na Ra percaya. Merasa tidak mungkin jaksa bisa berpikir seperti itu.

Ja Hye cerita kronologis bagaimana ia dan Jung In Ae bisa dianggap orang yang sama. Ja Hye mengatakan ia mengalami luka bakar di sebuah penampungan wanita.

Setelah dikonfirmasikan ke tempat penampungan tersebut, memang pernah terjadi kebakaran. Sayangnya, karena kejadian tersebut mereka kehilangan data wanita yang tinggal di sana. Dan kalau pun ada, biasanya bukan nama asli karena wanita yang tinggal di sana biasanya orang yang tidak ingin ditemukan.

Credit : SBS

Sementara itu, polisi mendatangi rumah Tae Suk untuk menanyakan tentang Byung Gi. Polisi menceritakan tentang kerangka yang ditemukan di Danau Shiwha.

Sepertinya Tae Suk bisa menjawab dengan lancar tanpa memberi kesan curiga. Ia juga memasang mimik sedikit sedih mengetahui Byung Gi sudah meninggal.

Sidang kedua Ja Hye, membahas identitas Ja Hye.

Dua saksi, dari tempat penampungan wanita dan teman masa kecil Ja Hye, tidak bisa memastikan identitas Ja Hye. Tes DNA juga tidak bisa dilakukan karena satu-satunya keluarga Ja Hye, yaitu ibu Ja Hye, sudah meninggal dan abunya disebarkan ke udara seperti permintaan ibu Ja Hye sendiri.

Di akhir sidang, Na Ra mengatakan, tidak mungkin seorang ibu memberikan nama putrinya untuk orang lain.

Credit : SBS

Mendengar itu, Ja Hye tersenyum tipis.

Di tengah persidangan yang hasilnya nyaris tidak seperti yang diharapkan, Dokgo mendapat kabar bagus. Dong Bae sudah sadar.

Dokgo buru-buru ke rumah sakit.

Sementara itu, Na Ra tidak sengaja bertemu Tae Suk. Tae Suk yang sengaja menunggunya.

Credit : SBS

Tae Seuk mencoba memberitahukan Na Ra tentang siapa Ja Hye yang sebenarnya tapi Na Ra tidak percaya lagi pada ucapan Tae Suk.

Tae Suk mempersilahkan Na Ra tidak percaya padanya tapi Na Ra harus memeriksanya sendiri karena ia mendengar Ja Hye berkeliling bertanya tentang wanita seusianya di penampungan.

Dari situ, Na Ra pergi menemui seorang yang sudah tua yang bekerja sebagai tukang potong rambut.

Setelah itu, ia pun ke tempat pemakaman untuk mengunjungi makam Jung So Mi. Meminta maaf atas nama In Ho.

Credit : SBS
Credit : SBS

Tidak sengaja ia melihat foto boneka beruang yang terkena darah. Na Ra teringat foto boneka beruang yang ada dalam berkas dokumen Ja Hye.

Na Ra pun menyadari sesuatu.

Credit : SBS

Na Ra kembali menemui Ja Hye. Menceritakan tentang Jung In Ae dan bagaimana ia paham dengan keputusan yang diambil Jung In Ae. “Hanya saja, saya tidak bisa lagi mewakili anda, Jung In Ae”.

Credit : SBS
Credit : SBS

Ja Hye sadar Na Ra sudah mengetahui siapa dirinya. Ia masih menahan Na Ra yang sudah tidak ingin lagi menjadi pengacaranya. Apa Na Ra tidak ingin tahu kenapa dia menunggu 19 tahun untuk menjalankan rencananya? Apa Na Ra tidak ingin tahu kenapa dia tidak membunuh Kang In Ho, Oh Tae Suk, Kim Hak Beom dan Seo Joon Hee dengan tangannya sendiri?

Bersambung…

 

Komentar :

Ga ada kebohongan yang sempurna, ya. Drama ini menunjukkan pada kita bahwa serapi-rapinya menyusun sebuah rencana, pasti ada celahnya. Ja Hye hampir saja bisa menutup identitas aslinya dengan sempurna kalau saja dia membuang boneka itu.

Belum tau Na Ra sudah melakukan tes DNA membandingkan darah di boneka dengan DNA Ja Hye, ataukah Na Ra hanya membuat kesimpulan dari kesamaan boneka di foto di makam So Mi dengan foto di dalam berkas laporan. Hanya saja, kalau belum dilakukan tes DNA, berarti Ja Hye teledor. Langsung ngaku tanpa konfirmasi dulu.

Sy penasaran dengan ayah Tae Suk. Setiap kali ada yang nyinggung ayahnya, Tae Suk langsung emosi. Dulu waktu Mi Jung ngancam dia tentang rekaman video ayahnya, Tae Suk juga marah. Sekarang juga sama.

Sayang ya, orang tua mereka sama sekali ga ditampilin. Kecuali Joon Hee, ya. Ayah Joon Hee sempat muncul waktu Joon Hee ditemukan tewas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.