Rekap/Review Return Episode 31 & Episode 32

2

[Rekap/Review Return Episode 29 & Episode 30]

 

Rekap/Review Return Episode 31 & Episode 32

Kdramastory – Menyambung kembali rekap drama Return yang sudah lama terbengkalai… 😀

Episode 31 – We Are All The Same

Episode 30 yang lalu berakhir ketika Na Ra mengetahui siapa Ja Hye yang sebenarnya.

Na Ra ingin berhenti menjadi pengacara Ja Hye, tapi Ja Hye menantang Na Ra untuk mengetahui kebenarannya. Namun Ja Hye mengajukan satu syarat, Na Ra harus membuatnya tidak bersalah. Ja Hye berjanji, ia akan membayar kejahatannya nanti.

Lalu, dari brangkas rahasia yang ada di ruang kerja Ja Hye, Na Ra mendapatkan dokumen-dokumen kasus-kasus yang melibatkan Tae Suk dan Hak Beom. Ja Hye memintanya melihat kasus-kasus tersebut sebagai seorang pengacara.

Dari reaksinya, sepertinya selama ini Na Ra tidak pernah tahu kelakuan teman-teman suaminya seperti itu.

Sementara itu Hak Beom mendapat kunjungan dari Kepolisian Suwon terkait dengan Kim Byung Gi. Hak Beom langsung kesal begitu tahu Tae Suk memberitahukan polisi Byung Gi mengancamnya. Padahal bukan dia saja yang diancam, Tae Suk juga…

In Ho dibebaskan dari penjara setelah sebelumnya dihukum 3 tahun penjara tapi kemudian mendapat keringanan menjadi hukuman percobaan selama 5 tahun.

Orang pertama yang ditemui In Ho adalah Na Ra. In Ho keberatan Na Ra masih menjadi pengacara Ja Hye dan masih menyalahkan Ja Hye atas apa yang dilaluinya.

Na Ra tentu saja marah karena In Ho masih menyalahkan orang lain. Na Ra mengingatkan In Ho apa yang terjadi 19 tahun yang lalu dan sampai sekarang pun In Ho dan teman-temannya itu masih tidak menyesal.

Na Ra memberitahukan keputusannya soal Dal Rae dan bayi yang sedang dikandungnya.Ia akan merawat sendiri anak-anaknya dan tidak takut jika In Ho dan keluarga In Ho akan menuntutnya di pengadilan nanti.

Di saat sedang kalut karena Na Ra memutuskan berpisah, In Ho mendapat telpon dari Hak Beom yang memaksanya datang ke penthouse, saat itu juga. Kata Hak Beom, ada sesuatu yang sangat penting yang harus dia katakan.

In Ho pergi ke sana. Tapi sesuatu yang penting seperti apa yang dimaksud Hak Beom?

Hak Beom ternyata mengadakan pesta merayakan kebebasan In Ho dengan mengundang para beberapa wanita. Tidak hanya Hak Beom, Tae Suk juga ada di sana…

In Ho tentu saja kesal. Sebenarnya ia sudah berbalik pergi tapi Tae Suk memaksanya. Kalau tidak mau berpesta, In Ho cukup duduk dan minum saja bersamanya.

In Ho pun terpaksa bergabung tapi terlihat enggan bicara. Sementara Hak Beom dan Tae Suk sibuk saling menyindir. Hak Beom terus menyinggung soal Tae Suk yang mengkhianati teman-temannya. Namun Hak Beom tidak pernah sekali pun menyebut nama Byung Gi.

Tae Suk sepertinya tahu maksud Hak Beom tapi tidak peduli.

In Ho yang tidak tahu masalah apa antara Tae Suk dan Hak Beom pun sama sekali tidak ingin tahu.

Dokgo baru mengetahui informasi penemuan kerangka Byung Gi karena polisi dari Suwon datang menemuinya. Polisi tersebut mendapat kabar bahwa pacar Byung Gi pernah menemui Dokgo 3 bulan lalu. Polisi tersebut menginformasikan tentang adanya luka tembak di kepala Byung Gi.

Dokgo yang lega mendapatkan titik terang kasus Byung Gi, langsung berjanji memberikan seluruh berkas penyelidikan kepada polisi tersebut.

Joon Hee menemui In Ho di rumahnya.

In Ho sedikit kecewa karena hanya Joon Hee yang tidak menjenguknya di penjara.

Joon Hee sempat menanyakan apakah ada yang ingin disampaikan In Ho padanya. Sayangnya, lagi-lagi In Ho tidak merasa bersalah. Ia malah menyalahkan Joon Hee yang membuang mayat Mi Jung bersama Tae Suk dan Hak Beom dan pada akhirnya masa lalu yang sudah ia lupakan, terungkap lagi.

Joon Hee tentu saja tidak terima karena In Ho masuk penjara bukan salahnya tapi karena pilihan In Ho sendiri. In Ho sendiri yang memutuskan berhubungan kembali dengan Mi Jung setelah menikah dan mendatangi rumah sakit untuk membunuh detektif itu. Dan In Ho juga menghancurkan kesempatannya menembus kesalahannya di masa lalu.

In Ho berteriak marah mendengar kata-kata Joon Hee.

Episode 32 – Let’s Put An End To This

Berdasarkan penyelidikan Dokgo, polisi Suwon memanggil Tae Suk untuk mendapatkan keterangan. Namun, ternyata Tae Suk malah melemparkan kesalahan pada Hak Beom.

Dan Hak Beom pun dipanggil sebagai saksi. Dari hasil CCTV jalan raya, taksi yang membawa Hak Beom memang melewati jalan yang sama dengan jalan yang dilewati Byung Gi di hari yang sama juga. Dan terlebih lagi, polisi mengaku mendapat penyataan bahwa Hak Beom meminjam senapan milik Tae Suk.

Hak Beom tentu saja menahan kesal. Tapi ia meminta polisi bicara dengan pengacaranya.

Dokgo tidak sengaja mengetahui arti Dementer dari obrolan rekannya di kantor. Ia baru tahu, dalam mitos Yunani, Dementar adalah nama seorang dewi yang balas dendam atas penculikan putrinya.

Berdasarkan pengetahuan tersebut, Dokgo ke kantor Ja Hye untuk memeriksa semua foto Dementer. Dan ternyata, di dalam patung Dementer yang ada di atas meja Ja Hye, ia menemukan satu botol rocuronium lagi.

Dan kemudian, rocuronium itulah yang dijadikan barang bukti untuk menunjukkan bahwa Ja Hye punya kaitan dengan kematian tiga korban sebelumnya.

Tetapi, sebagai pengacara Ja Hye, Na Ra memberi argumen bahwa Ja Hye menderita suatu penyakit yang memerlukan rocuronium. Karena rocuronium itu hanya bisa didapat di rumah sakit sementara Ja Hye tidak bisa sering-sering ke rumah sakit, maka Ja Hye membelinya secara ilegal.

Dan Na Ra menguatkan pernyataannya dengan menghadirkan seorang saksi. Yaitu, seorang perawat.

Perawat yang dulu pernah diperlihatkan mendapatkan sejumlah uang dari Ja Hye secara diam-diam.

Dan proses persidangan berakhir sesuai dengan rencana Ja Hye. Hanya Jung Soo yang dinyatakan bersalah dan mendapatkan hukuman penjara 5 tahun. Sedangkan Ja Hye, Min Young, dan Dong Bae dinyatakan tidak bersalah.

Keluar dari gedung persidangan, Ja Hye sudah ditunggu banyak wartawan. Wartawan ingin tahu komentar Ja Hye mengenai kasus pembunuhan yang dihadapinya.

Ja Hye mengatakan bahwa dengan dibebaskan dirinya, artinya pelaku yang sebenarnya belum terungkap. Ja Hye berjanji dalam acara ‘Return’ yang berikutnya, ia akan mengungkapkan siapa pelakunya.

Saat ditanya dimana akan ditayangkan karena stasiun tv sudah mencari pengganti Ja Hye, Ja Hye mengatakan dia sendiri yang akan memutuskan channel yang mana.

Hak Beom mulai mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Tapi niatnya untuk kabur gagal total karena surat larangan bepergian ke luar negeri sudah keluar dari pengadilan.

Merasa kesal, ia pun menemui In Ho untuk menghasut In Ho. Menceritakan tentang siapa yang sebenarnya sudah membuat In Ho seperti itu.

Hak Beom cerita tentang seorang pria yang disuruh ke apartemen Ja Hye untuk membunuh Ja Hye di hari In Ho berkelahi dengan detektif di apartemen Ja Hye. Orang yang menyuruh pria itu adalah Tae Suk.

In Ho baru menyadari bagaimana pisau itu bisa ada di tangan Tae Suk.

Hak Beom juga mengingatkan In Ho bahwa Tae Suk yang menyuruh In Ho tidak membuang pisau itu. Menurut Hak Beom, Tae Suk selalu seperti itu. Tae Suk selalu membuat seolah mereka yang melakukannya.

Hak Beom menceritakan tentang Byung Gi, sales mobil itu. Tae Suk yang membunuhnya. Dan yang menyuruh mendorong Joon Hee dari tebing, juga Tae Suk. Tae Suk yang bilang Joon Hee sudah mati.

“Bukankah kau pikir dia itu iblis?”, tanya Hak Beom lagi.

Sayangnya, In Ho tidak termakan dengan hasutan Hak Beom. Ia terlalu malas terlibat dengan mereka berdua.

Hak Beom yang putus asa, mengeluarkan pistol. Pistol yang diambilnya dari brangkas Tae Suk. Dengan serius mengatakan bahwa ia akan membunuh Tae Suk.

Sebelum menemui Jung Soo, Ja Hye menemui hakim yang memimpin sidangnya. Hakim tersebut adalah hakim yang sama saat sidang 19 tahun yang lalu.

Ja Hye menginginkan ada revisi dalam undang-undang karena merasa ada yang tidak benar. Namun hakim menolak bicara lebih lama dengan Ja Hye dengan alasan sibuk. Ia merasa tidak ada yang salah dalam putusannya, begitu dengan putusannya 19 tahun yang lalu.

Lalu, pada Jung Soo, Ja Hye memeberitahukan bahwa ia sudah menyiapkan sebuah apartemen dan toko atas nama Soo Hyun. Sayangnya, Ja Hye tidak mengatakan apa pun ketika Jung Soo menanyakan rencana Ja Hye dengan rocuronium keempat.

Hak Beom menelpon Joon Hee untuk memberitahukan rencananya membunuh Tae Suk.

Joon Hee menyambut rencana Hak Beom. Ia bahkan mengajak mereka berempat bertemu di vila, tempat insiden 19 tahun lalu bermula.

Hak Beom sepakat bertemu di sana. Menurutnya, Joon Hee tidak ada bedanya dengan mereka.

Setelah berbicara dengan Hak Beom, Joon Hee menelpon Tae Suk. Mengatakan dengan sengaja bahwa Hak Beom punya bukti bahwa Tae Suk sudah membunuh seseorang.

Joon Hee berjanji akan membujuk Hak Beom yang sedang ada di villa di Taein. Namun menurutnya karena masalah tersebut antara Tae Suk dan Hak Beom, sebaiknya Tae Suk mendengar sendiri dari Hak Beom.

Tae Suk pun sepakat ke vila.

Setelah berbicara dengan Tae Suk, Joon Hee pun menelpon Dokgo. Mengatakan akan mengirimkan alamat villa di Taein pada Dokgo. Joon Hee berjanji akan merekam pengakuan dari teman-temannya bahwa mereka sudah membunuh So Mi 19 tahun yang lalu.

Tekad Joon Hee sudah bulat. Dia tidak peduli Dokgo melarangnya karena bahaya.

In Ho sepertinya sudah tahu rencana Joon Hee karena Joon Hee memberitahunya melalui telpon. Sepertinya, awalnya In Ho tidak ingin terlibat tapi karena khawatir pada Joon Hee, ia pun menyusul ke vila….

Bersambung…

PS : Mohon maaf pic-nya kecik-kecik sangat… Ga tau salahnya dimana. Kalo ada waktu, nanti dibenerin lagi. Btw, sekarang juga kayaknya ga bisa upload banyak gambar. Takut kena pasal pelanggaran hak cipta… Hehehe…

[Rekap/Review Return Episode 33 & Episode 34]

2 Comments
  1. Maya says

    Kak akhirnya di lanjut lagi… Udh lama tak tungguin…

    1. kdramastory says

      Hehehe… Iya… Maaf ya lama…

Leave A Reply

Your email address will not be published.