Rekap/Review Return Episode 33 & Episode 34 [End]

0

[Rekap/Review Return Episode 31 & Episode 32]

 

Rekap/Review Return Episode 33 & Episode 34 [End]

Kdramastory – Dua episode berikut adalah episode terakhir.

Episode 33 – Is This Your Version Of Revenge?

Yang pertama tiba di vila adalah Hak Beom. Lalu disusul Joon Hee. Sebelum masuk vila, Joon Hee menyambungkan telponnya ke Dokgo.

Dalam perjalanannya ke Taein, Dokgo mendengarkan pembicaraan Joon Hee dengan Hak Beom. Hak Beom menceritakan siapa yang membunuh Byung Gi, alasan mereka melakukannya dan dimana mereka mengubur Byung Gi.

Hak Beom juga menyebutkan kecurigaannya pada Ja Hye atas hilangnya mayat Byung Gi.

Lalu Tae Suk tiba.

Tae Suk dan Hak Beom bertengkar tentang siapa yang membunuh Byung Gi. Hak Beom ingin Tae Suk jujur tapi Tae Suk terus berkilah. Menuduh Hak Beom yang melakukannya.

Setelah Hak Beok menodongkan pistol padanya, Tae Suk baru mau mengaku. Dialah yang membunuh Byung Gi. Namun, Tae Suk menolak sudah berencana melemparkan kesalahan pada Hak Beom sejak awal karena ia berpikir mayat Byung Gi tidak pernah ditemukan.

Karena Hak Beom dan Tae Suk terus bertengkar, Joon Hee jadi emosi. Menyuruh mereka berhenti dan mengingatkan mereka dengan insiden 19 tahun yang lalu.

Hak Beom merasa Joon Hee itu sok suci karena sebenarnya Joon Hee itu juga sama dengan mereka. Hak Beom yang marah, malah menodongkan pistol ke wajah Joon Hee.

Karena Joon Hee dan Hak Beom bertengkar, Tae Suk melihat kesempatan untuk mendorong Hak Beom.

Tae Suk dan Hak Beom jatuh ke lantai. Terdengar suara tembakan.

Dan dari mobilnya, Dokgo juga mendengarkan. Dokgo mencoba memanggil Joon Hee.

 

Melihat Hak Beom terus memukul Tae Suk, ekspresi Joon Hee berubah. Tatapannya seperti kosong. Lalu Joon Hee pun mengambil sebuah piala pajangan dan memukul kepala Hak Beom.

Sebelum terjatuh, Hak Beom sempat menembak Tae Suk.

Dua kali Joon Hee memukul kepala Hak Beom.

Hak Beom mati sambil memeluk Tae Suk.

In Ho yang masuk setelah mendengar suara tembakan, sangat terkejut melihat darah yang sudah ada di mana-mana.

Dokgo dan polisi yang lainnya tiba di lokasi.

Di dalam hati, Dokgo bertanya-tanya. Seperti inikah balas dendam yang diinginkan Choi Ja Hye?

Joon Hee ditangkap, Hak Beom mati, Tae Suk terluka meskipun begitu tetap seperti biasa. Diam-diam tersenyum, berterima kasih karena Joon Hee sudah membunuh Hak Beom. Dan In Ho dikeluarkan dari perusahaan keluarganya.

Sebelum benar-benar pergi, In Ho sengaja menunggu Na Ra dan Dal Rae pulang di depan rumah mereka untuk berpamitan. In Ho memberitahukan Na Ra bahwa ia setuju dengan apa pun yang diinginkan Na Ra. Tentang perceraian mereka, hak asuk anak, apa pun itu…

Sebulan kemudian, Tae Suk masih harus menghadapi pemeriksaan kasus Byung Gi yang tentunya didampingi oleh pengacara dan tetap dianakemaskan oleh polisi.

Sementara itu, Ja Hye tidak terdengar kabarnya sama sekali. Dokgo sampai menemui Na Ra. Sayangnya, Na Ra juga tidak tahu. Hanya saja, Na Ra mengaku, dulu, sebelum sidang selesai, Ja Hye pernah berjanji akan membayar atas apa yang sudah ia lakukan.

Mendengar itu, Dokgo semakin gelisah. Ia tahu, Ja Hye tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak serius.

Tepat di saat itu, Dokgo mendapat kabar dari atasannya bahwa saat itu Ja Hye sedang jadi trending topik di internet.

Episode 34 – The Last Victim

Di suatu tempat, Ja Hye mempersiapkan sendiri siarannya.

Di awal siarannya, Ja Hye langsung membuat pengakuan. “Saya adalah seorang pembunuh…”.

Sebelum menjelaskan alasannya membunuh Yum Mi Jung, Ahn Hak Soo dan Ko Suk Soon, Ja Hye menceritakan kasus tabrak lari terhadap anak perempuan berusia 9 tahun yang terjadi 19 tahun lalu.

Ja Hye menceritakan bagaimana tubuh korban tidak ditemukan di TKP, melainkan 1.5 km dari TKP oleh nelayan. Ja Hye juga menyebutkan pelakunya, yaitu 4 remaja 13 tahun dan seorang remaja 14 tahun.

Kejadian yang mendadak membuat anak-anak remaja itu takut dan membuat keputusan yang salah. Mereka berpikir kesalahan tidak pernah terungkap tapi setelah mayat ditemukan, polisi merekayasa penyelidikan.

Ja Hye menceritakan salah seorang remaja dari keluarga tidak berada dan harus menerima hukuman seorang diri atas kejahatan yang mereka lakukan.

Ja Hye mengkritisi hukum atas anak dibawah umur yang membebaskan pelaku karena seharusnya mereka itu direhabilitasi sehingga menyadari kesalahannya.

Ja Hye lalu memperlihatkan apa jadinya keempat pelaku yang seharusnya dulu direhabilitasi.

Sementara itu, Dokgo melihat satu botol rocuronium ada di dekat Ja Hye. Ia juga mendengar suara burung camar di latar belakang siaran Ja Hye dan menduga Ja Hye ada di Taein. Ia meminta rekannya melacak IP address siaran Ja Hye.

Setelah menjelaskan kejahatan yang pernah dilakukan keempat orang tersebut di tahun 2008, Ja Hye baru menjelaskan apa yang mereka lakukan terhadap korban pertama, kedua, dan ketiga. Sama seperti 19 tahun lalu, mereka membuang mayat korban pertama, membuat teman mereka sendiri dituduh membunuh dan mencoba membunuh teman mereka sendiri.

Ja Hye memperlihatkan rekaman saat Tae Suk, Joon Hee dan Hak Beom mengubur Mi Jung. Rekaman saat Tae Suk dan Hak Beom mendorong mobil Joon Hee, dan ketika Tae Suk menembak Byung Gi di terowongan.

Ja Hye mengatakan, kejahatan mereka itu terus meningkat. Melakukan kejahatan untuk menutupi kejahatan yang sebelumnya sampai akhirnya membunuh teman mereka sendiri.

Tae Suk yang ikut nonton siaran Ja Hye di ruang interogasi, membanting tab-nya dengan penuh amarah.

Tidak hanya Tae Suk yang menyaksikan siaran Ja Hye, In Ho juga melakukan hal sama di kantornya di Filipina.

Dalam siarannya, Ja Hye menyatakan bahwa ia hanya menginginkan hukum itu sama untuk semua orang. Siapa pun tanpa peduli kaya atau tidak.

Tae Suk sepertinya mulai merasa keadaannya terdesak. Ia mencoba menelpon Jin Joo. Jin Joo yang sedang di bandara, mengabaikan telpon dari Tae Suk.

Oiya, sebelumnya Jin Joo sudah memutuskan bercerai dari Tae Suk setelah kejadian di villa yang membuat Hak Beom tewas.

Dan memang benar. Jaksa yang tadinya mau bekerja sama dengannya, kembali dengan perintah langsung dari atasannya untuk memeriksa Tae Suk sampai tuntas…

Sementara itu, Dokgo mendapatkan lokasi dimana Ja Hye melakukan siaran dari IP Address. Di lokasi itu hanya ada satu kontainer dan sekarang kontainer itu kosong. Dan botol rocuronium juga tidak ada lagi…

Dokgo pergi ke sebuah tebing, tempat dimana mayat So Mi ditemukan oleh nelayan. Dokgo tahu tempat itu setelah menelpon Dong Bae.

Sayangnya, sesampainya Dokgo di sana, Ja Hye tidak ada. Yang ada hanya sepasang sepatu dan botol rocuronium yang isinya sudah terpakai…

Dan gelang milik Ja Hye yang sudah putus…

Sebelumnya Dokgo tiba di tebing, kita mendapatkan gambaran kejadian yang sesungguhnya di hari itu. Hari dimana Ja Hye atau In Ae kehilangan putrinya…

Sore itu, restoran sushi tempat In Ae bekerja sedang ramai-ramainya pelanggan tapi So Mi terus menelpon ke restoran. Karena pemilik restoran marah-marah So Mi menelpon terus, In Ae pun keluar untuk menelpon So Mi di telpon umum.

Di situlah, In Ae tidak sengaja melihat Min Young mencuri sekerat minuman keras atas suruhan In Ho dan kawan-kawannya.

Ketika akhirnya telpon tersambung, In Ae langsung memarahi So Mi yang menurutnya bertingkah seperti bayi, padahal sudah 9 tahun.

So Mi terdengar sedih. Ia mengaku menelpon karena ingin tahu kapan ibunya pulang. Dia ingin makan malam dengan ibunya.

Sayangnya, In Ae bilang dia tidak bisa. Dia sibuk dan tidak tahu kapan pulang ke rumah. In Ae menyuruh So Mi makan sendiri dan tidur duluan.

Meskipun berjanji pada ibunya akan melakukan seperti perintah ibunya, nyatanya So Mi malah menyiapkan makan malam dengan mencampur nasi panas dengan mentega dan kecap asin, lalu bermain di halaman sambil menunggu ibunya pulang.

Halaman rumah So Mi tepat ada di seberang restoran tempat ibu So Mi bekerja. Dari halaman rumahnya, So Mi bisa melihat ibunya pulang dari restoran.

Sampai malam hari So Mi baru melihat ibunya keluar dari restoran. Tidak sabar, So Mi pergi menyusul ibunya. Tapi karena jaraknya cukup jauh dan terhalang oleh pantai, So Mi harus jalan memutar.

Sementara itu, In Ae tidak tahu kalau So Mi menyusulnya. Pulang dari restoran, In Ae malah dipaksa ke karaoke oleh pemilik restoran karena salah satu pelanggannya sangat ingin ditemani In Ae di karaoke.

Dan insiden tabrak lari itu terjadi saat In Ae berada di karaoke.

Kembali ke masa kini.

Ja Hye menangis. Di dadanya sudah tertulis tulisan angka romawi XIX.

Ja Hye menutup matanya dan terjun ke dalam laut… Untuk menemui So Mi….

Sebenarnya, setelah meninggalnya So Mi, In Ae sudah berniat bunuh diri. Tapi di saat akan keluar rumah, tidak sengaja ia melihat rice cookernya menyala.

Setelah dibuka, ternyata ada nasi yang sudah kering dan menguning.

Nasi yang disiapkan oleh So Mi untuk makan malam bersama malam itu…

In Ae memakan nasi itu dan menangis…

Sekarang di dalam laut, Ja Hye bertemu kembali dengan So Mi…

Mereka berpelukan…

+++ TAMAT +++

 

Komentar :

Setelah sekian lama, akhirnya beres juga ya…

Mohon maaf ga terlalu lengkap rekapnya. Hanya yang penting-pentingnya saja. 🙂

In the end, menurut saya sepertinya sebenarnya Ja Hye lebih menyalahkan diri sendiri daripada orang lain. Alasan Ja Hye membalas dendam pada In Ho dan kawan-kawannya karena mereka tidak mendapat hukuman dan terlebih tidak menyadari kesalahan mereka dan terus melakukan kejahatan. Kebetulan kesempatan itu ada saat ia bertemu Min Young dan tahu Min Young berencana balas dendam…

Ja Hye lebih menyalahkan diri sendiri karena So Mi mengalami kecelakaan di saat ia sedang di tempat karaoke bersama pria-pria mabuk. Mungkin dalam pikiran Ja Hye, andaikan malam itu ia langsung pulang… andaikan dia tidak ke tempat karaoke… mungkin So Mi masih ada.

Ja Hye pasti merasa sangat bersalah karena bicara terakhir mereka juga tidak baik. Ja Hye malah memarahi So Mi karena terus menelponnya…. Karena kalau tidak, di ending Ja Hye tidak mungkin bunuh diri…

Menyesal memang selalu datang terlambat ya…

Oke, sampai di sini dulu. Smoga memberi sedikit gambaran cerita buat yang belum nonton…

Sampai ketemu di rekap-rekap yang lain…. 🙂

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.