Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because It’s The First Time Episode 8 Part 2 [End]

21

[Sinopsis Because It’s The First Time Episode 8Β Part 1]

 

Sinopsis Because It’s The First Time Episode 8 Part 2 End

Tae Oh menemani Hoon memilih-milih baju di toko. Sepertinya Tae Oh menanyakan tentang Ji Ahn dimana malam saat ia dan Song Yi pergi ke Goonsan, karena Hoon mengatakan malam itu Ji Ahn makan daging babi panggang bersamanya dan Ga In di tempat Ga In.

Melihat Tae Oh terdiam, Hoon menduga sepertinya Tae Oh merisaukan Ji Ahn. Namun Tae Oh menjawab tidak, tapi Ji Ahn mungkin yang risau.

Tapi Hoon berkata Ji Ahn baik-baik saja, bahkan malam itu mereka bersenang-senang. Menurutnya, jika Tae Oh berpikir seperti itu, maka ia dan Song Yi pun tidak bisa berteman lagi.

Ternyata Hoon mengajak Tae Oh ke toko baju karena ia ingin dibelikan baju untuk audisinya nanti sore. Mendengar Hoon akan audisi, dengan baik hati Tae Oh membelikan baju yang diinginkan Hoon, dan bahkan menyuruh Hoon memilih baju yang lebih banyak.

Hoon mengikuti audisinya dan saat audisi selesai, ia menemui pengaudisi untuk menanyakan hasilnya. Pengaudisi mengatakan hasilnya akan keluar bulan depan. Namun Hoon langsung bisa menduga ia tidak lolos dan memohon supaya mereka bisa memberinya pekerjaan yang lain. Ia bisa menempel poster dengan baik dan juga bisa bersih-bersih. Awalnya mereka mengatakan mereka tidak bisa membayar Hoon tapi akhirnya mereka setuju mempekerjakan Hoon.

Ga In sudah tiba di depan shopping mall saat Hoon menelponnya. Hoon agak kaget karena Ga In benar-benar datang ke shopping mall, Hoon ingin menemani Ga In, kahwatir jika mereka hanya penipu dan akan memanfaatkan Ga In saja.

Tapi Ga In berkata ia ingin melakukan hal lain selain salon dan melihat dunia yang lain dan ia ingin melakukannya sendiri, tidak ingin bergantung pada Hoon.

Saat menemui wanita yang menawarkan pekerjaan model padanya, Ga In kaget karena ternyata ia harus memakai bantalan di perutnya. Wanita itu mengatakan mereka akan melaunching sebuah website fashion untuk wanita hamil, hanya saja wanita yang benar hamil tidak bisa melakukannya karena merasa tidak nyaman. Wanita itu menilai Ga In yang terlihat polos dan fresh sangat cocok dengan image wanita muda hamil yang mereka cari. Jika Ga In tidak ingin melakukannya, ada orang lain yang mau.

Wanita itu mempersilahkan Ga In untuk berpikir terlebih dahulu, namun Ga In dengan yakin mau melakukannya.

Tae Oh pergi ke toko ponsel dan membelikan ponsel untuk Song Yi. Di rumah, ia jadi bingung sendiri, merasa serba salah, memikirkan bagaimana cara memberikannya pada Song Yi. Ia merasa lebih mudah saat ia belum menyadari perasaannya pada Song Yi.

Tae Oh datang ke salon Ga In, meminta Ga In memotong rambutnya. Ga In memastikan apa Tae Oh yakin karena saat ini Tae Oh terlihat keren dengan gaya rambutnya itu. Tapi Tae Oh sudah yakin dan tetap meminta Ga In memotong rambutnya.

Ga In tetap tidak mau dan membujuk Tae Oh untuk dikeramas saja. Ia tau dari Song Yi bahwa Tae Oh baru putus dari Miranda Kerr jadi kalau Tae Oh memotong rambutnya karena putus maka Tae Oh pasti akan segera menyesal nantinya.

Saat sedang dikeramas, Ga In bertanya apa Tae Oh benar-benar menyukai gadis itu.

Tae Oh tidak menjawab, ia malah menanyakan pendapat Ga In, menurut Ga In jika Ga In menyukai seseorang, apakah itu menjadi akhirnya? Apakah Ga In pernah merasa serakah, ingin lebih daripada itu? Seperti ingin berkencan dengannya atau ingin bersamanya.

Ga In sempat terdiam tapi kemudian ia menjawab, “Entahlah. Aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu. Aku menyukaimu dan itu sudah cukup bagiku”.

“Tapi aku ingin lebih dari itu. Itu sebabnya aku dalam masalah”, ucap Tae Oh. Ga In melarang Tae Oh membicarakan gadis lain lebih banyalk di depannya karena ia menyukai Tae Oh juga.

Saat makan bersama di kantin, Song Yi mengatakan pada Ji Ahn ia mengkhawatirkan Tae Oh yang tidak pernah terlihat baik setelah putus dari Se Hyun dan Tae Oh juga tidak makan dengan baik.

Ji Ahn kaget mendengar Tae Oh sudah putus. Song Yi berkata ia tidak tau ceritanya karena tidak bisa bertanya lebih banyak pada Tae Oh. Song Yi yakin Tae Oh pasti sangat menyukai gadis itu karena malam saat mereka putus, Tae Oh banyak minum dan berteriak-teriak sendirian.

Kebetulan saat itu Se Hyun masuk ke kantin bersama dengan temannya. Se Hyun melihat Song Yi, begitu juga dengan Song Yi, mereka saling menganggukkan kepala. Song Yi berpikir sejenak lalu memutuskan ingin berbicara dengan Se Hyun, ia berpikir masalahnya ada pada Se Hyun.

Tapi Ji Ahn melarang Song Yi mencampuri urusan Tae Oh dan Se Hyun. Menurut Ji Ahn, itu bukan kesalahan Se Hyun tapi kesalahan Tae Oh.

“Kau tau?”, tanya Song Yi bingung.

“Lalu bagaimana bisa kau tidak tau”, sahut Ji Ahn, Ji Ahn jadi kesal sendiri. Song Yi jadi bertambah bingung melihat reaksi Ji Ahn.

Melihat SOng Yi jadi tidak bersemangat, Ji Ahn berjanji akan menanyakan pada Tae Oh saat mereka bermain basket nanti malam.

Song Yi pulang ke rumah dan menemukan ponsel yang dibelikan Tae Oh untuknya. Song Yi teringat saat Tae Oh membelikannya baju dan peralatan make up untuk kencan pertamanya dengan Ji Ahn. Tiba-tiba Song Yi teringat pertanyaan Ji Ahn, “Kenapa kau berpikir itu hanya sebuah pemberian?”

Song Yi mulai berpikir. Ia merasa semua ini bukan hanya sekedar pemberian. Tae Oh terus… Song Yi teringat bagaimana baiknya Tae Oh padanya sejak mereka di smu.

Tae Oh selalu baik padaku. Aku selalu memanfaatkannya. – Song Yi

Song Yi teringat pembicaraanya dengan Ji Ahn tadi di kantin, Song Yi tidak percaya, mungkinkan Tae Oh putus karena dirinya? Song Yi teringat Tae Oh marah padanya setelah pulang dari bertemu dengan Se Hyun.

Tae Oh masuk ke dalam apartemen untuk mengambil minuman di kulkas, dengan agak ragu, Song Yi menanyakan Tae Oh darimana karena ia tidak melihat Tae Oh di kampus. “Bukan urusanmu”, sahut Tae Oh dengan nada ketus.

Song Yi menanyakan tentang ponsel, Tae Oh mengatakan ia hanya sekedar membelinya saja.

Tae Oh berjalan keluar dari apartemen, tapi ia berhenti karena Song Yi ingin menanyakan sesuatu padanya. “Kau… mungkinkah… apa mungkin…”.

Tae Oh berbalik, mendekati Song Yi dengan ekpresi marah, balik bertanya, “Apa?”.

Song Yi masih belum bisa menanyakan apa yang ingin ia tanyakan. Ia hanya minta Tae Oh mengatakan padanya yang sejujurnya dan jangan menghindar. “Apakah kau… apakah kau…”, Song Yi masih tidak bisa menanyakannya.

Tae Oh jadi marah, setengah akan menangis, “Kau juga tidak bisa bertanya padaku. Kau tidak bisa bertanya karena kau takut. Jadi bagaimana aku bisa menjawabmu? Bagaimana aku bisa menjawab sementara kau tidak bisa bertanya. Saat ini hatiku sedang bingung.Kau ingin aku bagaimana?”.

Namun Song Yi tetap meminta Tae Oh mengatakan padanya.

Tae Oh teringat Song Yi pernah meminta Tae Oh untuk tidak menutup matanya lagi karena seburuk apa pun itu atau semenakutkan apa pun itu, ia ingin tau. “Kalau kau tau, apa yang akan kau lakukan? Kau ingin aku mengatakan padamu? Saat ini aku sedang susah karena aku tidak tau apa yang sebaiknya aku lakukan denganmu. Kau tidak akan bisa mengatakan apa pun kalaupun aku memintamu. Dan sekarang… kau menangis… hatiku sakit. Jika aku memikirkan Ji Ahn… aku merasa diriku brengsek. Jadi apa yang bisa aku katakan padamu?”, teriak Tae Oh.

Song Yi terdiam. Tae Oh meminta Song Yi bertanya padamu karena jika Song Yi bertanya ia akan mengatakannya pada Song Yi. Tapi Song Yi masih tidak bisa bertanya. Tae Oh menebak Song Yi juga pasti memikirkan Ji Ahn, oleh sebab itu Song Yi juga tidak bisa bertanya. “Hatimu sakit karena memikirkan Ji Ahn. Oleh sebab itu jika aku tidak bisa mengatakannya padamu, biarkan saja”, pinta Tae Oh.

Tae Oh mengambil ponsel dari tangan Song Yi dan melemparnya, “Jangan tanya”. Dan Tae Oh pun keluar dari apartemen meninggalkan Song Yi yang menangis.

Di luar, ternyata Ji Ahn sudah ada di sana. Mereka saling menatap dan kemudian Ji Ahn mengajak Tae Oh main basket. Dan permainan basket antara Tae Oh dan Ji Ahn berubah menjadi perkelahian.

=== Bab 22 – Aku Ingin Tau Apa Yang Akan terjadi Setelah Usia 20 Tahun! ===

Saat Hoon tiba, kebetulan Ji Ahn akan pergi. Hoon kaget melihat wajah Ji Ahn, mengira permainan basket kali ini benar-benar kasar. Ji Ahn menyuruh Hoon berbicara pada Tae Oh saja.

Hoon mendekati Tae Oh yang tiduran di lapangan. Hoon lebih kaget lagi dan bertanya ada apa, apa mereka berkelahi, apa ayah Tae Oh menaikkan uang sewa lagi. Tapi Tae Oh tidak mau menjawab. Hoon sempat memikirkan sesuatu tapi tidak jadi menanyakannya dan bertanya apa Tae Oh baik-baik saja.

“Aku baik-baik saja…”, jawab Tae Oh.

Ji Ahn dan Song Yi… Aku takut kehilangan mereka. Selain itu, semuanya baik-baik saja. – Tae Oh

Perhatian Hoon teralihkan saat Ga In mengirimkan foto shootnya di grup. Ga In meminta teman-temannya memberinya selamat karena ia hamil.

Hoon langsung kesal, mencengkeram kerah baju Tae Oh, menuduh Tae Oh yang melakukannya, tidak heran kenapa Ji Ahn marah pada Tae Oh. Tae Oh bertambah kesal, melihat pesan di ponsel Hoon. Tae Oh kaget dan mengatakan bukan dia yang melakukannya.

“Lalu siapa lagi??”, marah Hoon.

Tae Oh memukul kepala Hoon, menyuruh Hoon berpikir, bagaimana bisa dalam satu hari perut Ga In jadi seperti itu. πŸ˜›

Hoon baru sadar dan baru melepaskan Tae Oh.

Song Yi menunggu Ji Ahn pulang di depan toko ayam goreng Ji Ahn. Ji Ahn melihat Song Yi yang menatapnya khawatir dan tersenyum.

“Song Yi, aku tidak menyalahkanmu karena kau tidak tau. Sudah cukup lama, aku juga tidak tau. Dan Tae Oh sendiri juga tidak tau…”, ucap Ji Ahn saat Song Yi mengoleskan salep di lukanya.

Song Yi menundukkan kepalanya. Ji Ahn bertanya bisakah Song Yi putus darinya. Song Yi menggelengkan kepalanya. Ji Ahn berkata Tae Oh tidak mengatakan apa pun pada Song Yi atau pun padanya, mereka hanya berkelahi saat bermain basket dan tidak akan terjadi lagi di masa akan datang.

Ga In mengirimkan pesan di grup : Cepat selesaikan main basket dan ayi berkumpul di tempat Tae Oh. Aku yang akan traktir hari ini.

Ji Ahn memperlihatkan pesan Ga In pada Song Yi dan mengajak Song Yi pergi ke tempat Tae Oh.

Tae Oh mengatakan pada Hoon, ia tidak akan pergi. Tapi Hoon tidak peduli, karena ia ingin pergi dan meninggalkan Tae Oh begitu saja.

Ga In bertanya kenapa Tae Oh berkelahi dengan Ji Ahn. Tapi Tae Oh yang menjahit mulutnya dengan jari tangannya dan tersenyum. Ga In berkata ia akan memerahi Ji Ahn karena sudah merusak wajah tampan Tae Oh.

Hoon menyuruh Ga In melihat wajah Ji Ahn juga nanti karena wajah Ji Ahn juga tidak ada bedanya dengan wajah Tae Oh.

“Aku benar-benar menghancurkannya…”, sahut Tae Oh.

Ji Ahn dan Song Yi datang. “Hanya orang yang kalah yang bicara banyak setelah berkelahi”, sahut Ji Ahn, sudah seperti biasa lagi seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Ga In akan menanyakan alasan mereka berkelahi, tapi Ji Ahn memotong pertanyaan Ga In dengan memberinya sekotak ayam goreng. Lalu Ji Ahn bertanya apa Tae Oh baik-baik saja.

Tae Oh jadi sewot lagi dan kemudian ia sadar dan melirik Song Yi, lalu terdiam. Song Yi memberikan obat pada Tae Oh. Tae Oh menerimanya dengan kasar dan pergi ke tempat yang lain. Ga In mengikuti Tae Oh.

Ga In menawarkan bantuannya untuk mengoleskan salep di luka Tae Oh. “Jangan berkelahi. Walau bagaimanapu kau tidak mampu mengalahkan Ji Ahn karena kau tidak punya keinginan untuk mengalahkannya”, ucap Ga In.

Tae Oh hanya diam. Lalu Ga In berkata lagi, “Walaupun kau berhasil mengalahkannya, kau tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. Karena kau akan merasa tidak nyaman. Aku menyukaimu karena kau adalah orang bodoh yang seperti itu”. Ga In tersenyum pada Tae Oh dan mengajak Tae Oh bergabung bersama teman yang lain saat Hoon memanggil mereka untuk bersulang.

Hoon mengajak teman-temannya bersulang untuk merayakan umur 20 tahun. Tapi teman-temannya tidak ada yang mau. Lalu Hoon mengajak mereka bersulang untuk alasan-alasan yang baik. Ia sudah melakukan pekerjaan yang mirip dengan impiannya, Ga In sudah menemukan pekerjaan di dunia yang sama sekali berbeda, Tae Oh sudah menemukan hal yang ia sukai, dan Ji Ahn dan Song Yi sedang jatuh cinta.

Saat Hoon mengatakan itu, Tae Oh melirik pada Ji Ahn dan Song Yi dengan sedih. Hoon merasa umur 20 tahun itu benar-benar sempurna. Ga In dan Song Yi tidak setuju, menurut Song Yi ia masih merasa belum dewasa, Ji Ahn juga merasa ia belum mengetahui apa yang ia inginkan.

Hoon meminta teman-temannya melupakan semuanya dan penasaran apa yang akan terjadi saat mereka semuanya berusia 21 tahun. Kali ini Tae Oh setuju dengan Hoon. Sementara Song Yi, ia penasaran apa yang akan terjadi pada mereka saat mereka semua berusia 30 tahun

“Apa kalian berpikir saat itu kita masih berteman?”, tanya Ga In.

“Mungkin saja. Selamanya”, sahut Ji Ahn. Ji Ahn melihat pada Tae Oh dan tersenyum pada Tae Oh. Tae Oh tersenyum juga dan mereka berbaikan kembali.

Song Yi membantu Tae Oh mencuci piring. Mereka saling lirik tapi tidak berbicara apa pun. Suasana menjadi canggung.

Song Yi pamit pergi tidur setelah beres mencuci piring.

Tae Oh memanggil Song Yi dan kemudian membalikkan Song Yi supaya menghadap ke arahnya. Tae Oh menutup mata Song Yi dan menyuruh Song Yi menutup matanya dan hanya mendengarkan saja karena apa yang akan ia ucapkan ini mungkin akan membuat Song Yi bad mood.

“Aku tidak bisa menjawabmu tadi. Han Song Yi… aku tidak menyukaimu. Aku bukan tipeku. Aku benci rambut pendekmu. Aku benci mata kecilmu. Aku tidak suka karena kau tidak punya lipatan mata. Aku benci karena kau pendek. Aku tidak suka suaramu terutama cara tertawamu. Aku… tidak pernah sekali pun menyukaimu sebagai seorang gadis”.

Cinta yang aku tau saat usiaku 20 tahun… berakhir di sini. – Tae Oh

Setelah itu Tae Oh pergi keluar dari apartemennya.

Malam itu Song Yi tidak bisa tidur. Ia memperhatikan Tae Oh yang sedang sibuk di depan laptopnya.

Tae Oh meninggalkan kami 10 hari kemudian. – Song Yi

Tae Oh berdiri di depan apartemennya.

Aku tidak bisa mengatakan padanya aku menyukainya. Ini adalah akhir dari cinta pertamaku. – Tae Oh

Tae Oh membuat tanda dengan jarinya, seperti memotret.

Selamat tinggal, Han Song Yi.. – Tae Oh

Lalu berdiri di depan rumah Ga In, membuat tanda yang sama.

Selamat tinggal, Choi Hoon dan Oh Ga In.. – Tae Oh

Dan terakhir berdiri di depan rumah Ji Ahn, membuat tanda yang sama.

Selamat tinggal, Seo Ji Ahn.. – Tae Oh

Tae Oh tiba di terminal bus dan melihat Ji Ahn. Mereka saling tersenyum dan Tae Oh bertanya apa yang membuat Ji Ahn datang. Ji Ahn berkata ia mendengar dari ayahnya semalam.

Tae Oh tertawa, jika memang Ji Ahn tau seharusnya Ji Ahn membuat pesta surprise untuknya. Namun Ji Ahn merasa itu tidak perlu karena Tae Oh sendiri yang melarikan diri.

Tae Oh membantah, cepat atau lambat ia tetap harus mengikuti wamil, jadi tidak ada bedanya ikut sekarang atau nanti. Ji Ahn bertanya apa benar Tae Oh akan pergi ke luar negeri setelah selesai wamil.

Tae Oh berkata ia belum tau, ia akan tau saat nanti umurnya 23 tahun.

Ji Ahn ingin mengatakan sesuatu tentang Song Yi tapi Tae Oh memotong ucapan Ji Ahn, menyuruh Ji Ahn mengatakan pada Song Yi supaya tidak lupa mematikan lampu sebelum tidur dan tidak lupa mengunci pintu dan jika ibu tirinya datang dan mengusir Song Yi, Song Yi tidak perlu pindah karena gedung itu milik ibu kandung Tae Oh.

“Katakan juga jangan lupa bayar tagihan dan juga…”, Tae Oh tidak tau mau bilang apa lagi.

“Haruskah aku bilang kalau kau mencintanya?”, goda Ji Ahn.

“Apa kau sudah gila, brengsek?”, sahut Tae Oh.

Ji Ahn tertawa dan lalu berpesan agar Tae Oh menjaga dirinya sendiri dan ia akan menunggu Tae Oh pulang. Tae Oh tertawa, tidak ingin Ji Ahn menunggunya. Lalu Tae Oh meminta Ji Ahn mengatakan satu hal lagi pada Song Yi. “Aku senang orang yang disukai Song Yi adalah kau…”.

Ji Ahn tertawa kecil dan kemudian Tae Oh pamit dan naik ke dalam bus.

Di dalam bus, Tae Oh memperlihatkan sebuah foto pada Ji Ahn, ia membawa foto mereka semua bersama. Ji Ahn tertawa.

Bus mundur ke belakang untuk keluar dari parkir.

=== Flashback ===

Saat Tae Oh diam-diam berpamitan pada teman-temannya, Song Yi keluar dan mengucapkan selamat tinggal juga pada Tae Oh yang sudah pergi. Begitu juga dengan Ga In, Hoon, dan Ji Ahn.

Berusia 20 tahun tidak ada bedanya dengan 19 tahun. Seperti biasanya, selalu berat dan tidak ada apa-apa. Tapi ada satu keajaiban yaitu kebersamaan kami. Keajaiban dari sebuah persahabatan. – Tae Oh

=== Flashback End ===

Saat bus berbalik kembali, Tae Oh melihat teman-temannya yang lain juga datang. Tae Oh kaget melihat semua teman-temannya datang.

Kami mungkin akan selalu merindukan Tae Oh. – Song Yi

Ji Ahn membersihkan gedung sendirian dan teringat saat ia bersama Tae Oh sama-sama membersihkan gedung.

Saat kami membersihkan gedung. – Song Yi

Hoon bekerja menempelkan poster-poster.

Saat kami bekerja. – Song Yi

Ji Ahn dan Hoon bermain basket, tapi tanpa semangat. Terlebih lagi Song Yi dan Ga In, mereka hanya duduk saja, tidak bersorak seperti biasanya.

“Tidak seru tidak ada Tae Oh…”, gumam Ga In.

Kami akan selalu merasa tempat kosong Tae Oh setiap hari. – Song Yi

Song Yi berdiri di depan mesin minuman dan merogoh-rogoh dompetnya. Tiba-tiba ia teringat Tae Oh pernah mentraktir minuman untuknya di sana. Song Yi melamun beberapa lama dan baru sadar setelah seseorang di belakangnya menegurnya karena akan membeli minuman juga.

Saat waktu itu datang, aku mungkin akan menuliskan sebuah surat untuk Yoon Tae Oh. – Song Yi

Song Yi menulis surat sambil melihat foto mereka berlima.

Isi surat Song Yi : Terima kasih sudah menjadi cinta pertamaku.

Mungkin aku tidak akan pernah bisa mengirimkan surat itu padanya. HNamun, kenyataannya bahwa aku memiliki seorang teman yang hebat dan bisa diandalkan di usiaku 20 tahun benar-benar sebuah anugerah yang besar. Itu yang akan aku tulis. – Song Yi

Kembali saat Tae Oh berangkat. Tae Oh turun dari bus dan berteriak, mengajak teman-temannya bertemu lagi saat usia mereka 23 tahun.

“Baik. 23 tahun ya!!!”, teriak teman-temannya dan melambaikan tangan mereka pada Tae Oh.

TAMAT

 

Komentar :

Hmm…Β sy senang endingnya tidak dipaksakan. Awalnya sy pikir karena Tae Oh itu LM, endingnya Song Yi akan bersama Tae Oh. Tapi sy senang karena Tae Oh adalah teman yang sangat baik, ia tidak akan menyakiti Ji Ahn karena Ji Ahn benar-benar serius dengan Song Yi dan Ji Ahn adalah orang yang baik. Tae Oh lebih mementingkan persahabatan mereka.

Walaupun sedih, dengan berjalannya waktu Tae Oh pasti bisa mengatasinya. Sayang ya… it’s too late for Tae Oh. Mungkin saja kalau saat smu Tae Oh sadar akan perasaannya sendiri, pasti Song Yi sudah menerima Tae Oh… πŸ™

Terima kasih sudah membaca sinopsis di Kdramastory. Ketemu lagi di project selanjutnya ya…

21 Comments
  1. Rina says

    Aaarhhg endingnya kurang Bagus… Kurang menarik… Iihss
    Seharusnya ada dmna Ji Ahn membelikan cincin untuk song yi dan memakaikan nya… Adegan romantis nya Ji Ahn dan Song Yi sedikit… Hmm 😏

    Endingnya Berbeda dengan yg diharapkan.. πŸ˜”

    1. kdramastory says

      Iya… Mungkin drama ini lebih ke persahabatan antara “lima sekawan” ini… Jadi sisi romantisnya ga terlalu banyak… πŸ™‚

  2. Alan says

    I love this drama so muuucch..😘:-*
    Kayak.nya disini banyak yg tae-song shipper, tapi gpplah meskipun disini saya ji-song shipper sendiri.. Heehehe #kebiasaan kalo liat drama korea lebih mantepnya ke second male.nya dri pada first male.nya.. πŸ˜€ makanya pas tau endingnya ji anh sama song yi girang bangeett.. Meskipun endingnya ji-song gg ada adegan romantisnya, tapi senenglah mereka bisa tetep bersama. Mereka tetep bersama itu saja udah cukup puaas saya.. Yeyeye.. πŸ˜› #hiduup little song joong ki ( kim min jae / ji anh) :-* :-*

    Makasih buat author.nya yg udah sempetin nulis sinopnya..
    Sebenernya udah lama tau judul drama ini.. Tapi sekilas doang..
    N baru baca sinop.nya baru” ini, ini ajjah gara” saya penasaran sama kim min jae..
    Udah lama suka sama niih anak tapi baru tau nama.nya n searching dia udah pnah main drama apa ajjah.. Trus tau dia jadi pemeran utama ke2 di drama inni, akhirnya baca deh sinopnya.. #mian curhat eon.. Hehehe..:-P

    Sekali gomawo gomawo gomawo eonnie.. :-*

    – kim min jae – πŸ’œπŸ’œπŸ’œ <3

    1. kdramastory says

      Drama ini juga salah satu drama yang paling sy suka. Ceritanya asik banged. Kl sy sih, krn drama ini jadi suka sama Park So Dam, yang LF-nya. Lucu anaknya. Imut.

      Memang lebih banyak yg suka Tae-Song, tapi sy senang akhirnya song yi tetap dengan Ji Ahn. Senang karena penulisnya ga ngorbanin Ji Ahn. Kalao iya, kayaknya bakal lebih sedih. Toh, masih ada cewe lain yang mungkin lebih baik dari Song Yo. Who knows…

      Sama-sama. Terima kasih juga sudah baca sinopsis dari sy ya… Jgn bosan berkunjung di sini ya… Salam kenal ya dan terima kasih sudah meluangkan waktu menuliskan komentarnya. Bikin sy semangat. Gomawo.

  3. Debora says

    Kira2 ada seri keduanya ga ya? berharap bgt sih ada biar Song Yi sma Tae Oh dipersatukan.. Haha fanatik bgt gue ya.. Abis cocok sihh..

    1. kdramastory says

      Ga tahu juga… belum sempat nyari-nyri infonya… Mereka memang cocok. Tadinya sy sih berharap mereka berakhir bersama-sama. Tapi… di sisi lain, kasihan juga Ji Ahn… Tapi salut sama penulisnya, dia tetap memutuskan Song Yo sama Ji Ahn. Walaupun sepertinya banyak orang yang berharap Song Yi sama Tae Oh. Kalau seandainya endingnya seperti itu, ga adil juga ya buat Ji Ahn… Bingung… πŸ™

  4. Ani. M says

    endingnya kurang bagus, , gak sesuai harapan masa!. . Btw ada season 2 nya gk?

    1. kdramastory says

      Ga ada season 2 nya kayaknya…

  5. LuhanClaudia says

    Endingnya ku kira tae oh ma song yi..
    20 thn itu mrtku usia yg membingungkan,
    Masih bingung apa yg sebenarnya di inginkan..
    πŸ™

    1. kdramastory says

      Iya bener… usia di saat kita mencari jati diri… sy juga merasa usia 20 tahun itu adalah usia di saat kita membuat keputusan-keputusan besar di dalam hidup kita. Entah itu dalam hal memilih jurusan kuliah, entah itu dalam hal menikah, entah itu juga dalam hal bekerja… So much happened in our 20s, right?

  6. yenny says

    Hiks hiks cerita endinnya gak seperti bayangan…. pengenya song yi ama tae ho

    1. kdramastory says

      Samma.. pengennya juga gitu. Tapi dari sisi lain, kl Song Yi ninggalin Ji Ahn, itu juga akan menyakiti Ji Ahn… πŸ™

  7. Anzar says

    Saya suka drama ini , but saya kesal karena tae oh tidak bersama song yi

  8. sisca amelriyah says

    kyaaa, endingnya agak aneh dn bikin sedih
    yang bikin sedihnya dari cerita ini adalah “KISAHNYA NYARIS SAMA DENGAN KISAH GUE!! :V”
    :v , hampir sih , bedanya kalo gua saling cinta sama si itu,tapi karena gua munafik , dia udah capek merjuangin dan malah ama org lain ,sedangkan perasaan gua masih sama kayak dulu dama si itu *jadi curhat -_- :3 :v *maaf yak :v

    bagus tulisannya , gambarnya juga , makasih author!!
    tp masih bingung , kyanya song yi sbnrnya pernah juga suka deh sama tae oh , sempet ambigu saama pas ciumanny te oh sama se hyun :v . gua kasian sama hoon sumpah :v . gua pikir yoona bkl agak lama ,tapi sebentar bnaget -_- . merea terlibat cint,tpi kok tetep kaya biasA ya?gak canggung gtu?ah sudahlah namany juga drama :v

    1. kdramastory says

      Hehe.. namanya juga drama… Gpp, boleh kok curhat. Terima kasih sudah koment ya… Memang Song Yi pernah suka sm Tae Oh, tapi mungkin waktu itu Tae Oh nya ga mulai duluan, jadinya Song Yi mungkin ga berani maju duluan. Mungkin juga Song Yi sudah terlalu nyaman dengan Tae Oh, jadi Song Yi tidak bisa ngebedain antara sayang dengan sahabat atau sayang dengan orang yang disukai…

  9. christina says

    Saya bingung dengan akhir ceritanya. Kira-kira apa maksud surat yang ditulis Song Yi ya?
    But overall i like this drama so much

    1. kdramastory says

      Mungkin song yi pengen nulis surat yg isinya tae oh itu cinta pertamanya jg, hanya saja surat itu ga mungkin dia kirim lagi krn dia udh pacaran sm Ji Ahn. Mungkin kalaupun dia tulis sebuah surat, isinya dia merasa sangat bahagia krn Tae Oh menjadi teman yg bisa dia andalkan di usianya 20 thn…

  10. dian says

    20 thn i like it

    1. kdramastory says

      Me too. Sy selalu merasa segala sesuatu yg besar di dlm hidup seseorang itu terjadi di usia 20 thn… menikah… pnya anak… bekerja… iya kan?

  11. ulfah taftanzany says

    the same can not move on this Korean drama but sometimes hate is not appropriate that I expect..

    1. kdramastory says

      Let’s wish for Tae Oh new love and happiness…

Leave A Reply

Your email address will not be published.