Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 2

2

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 2

Credit : tvN

Pulang ke rumah, Se Hee masih marah gara-gara kejadian di rumah Ji Ho tadi. Karena Ji Ho memberinya air, dia jadi teringat ucapannya tadi. Apalagi Ji Ho menanyakan kondisi lututnya.

Se Hee merasa apa yang dikatakannya tadi benar-benar aneh. Apa ada orang lain yang mengatakan itu? Menurut Se Hee, opsi tadi benar-benar terburuk.

Ji Ho mencoba membela diri. Ia tidak punya pilihan lain. Kalau ayahnya sudah membalikkan meja, maka tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Se Hee yang masih marah, langsung masuk kamar.

Sebelum tidur, Ji Ho membaca kembali pesan Ho Rang dan merasa apa yang dikatakan Se Hee ada benarnya. Memang poin yang aneh.

Ho Rang kebetulan mengiriminya pesan. Menanyakan jalannya meeting tadi.

Ji Ho bilang, berkat Ho Rang, meetingnya berjalan lancar.

Ho Rang lalu curhat soal pertengkarannya dengan Won Seok. Ia sudah lelah dan ingin mengakhiri semuanya.

Ji Ho tidak mengomentari soal itu tapi mengajak Ho Rang bertemu besok sambil makan bersama.

Ho Rang pura-pura tidur saat mendengar Won Seok pulang. Won Seok mendekati Ho Rang, minta maaf, mengaku belum menjadi pacar yang baik. Seharusnya ia lebih bisa memahami Ho Rang.

Ho Rang pun akhirnya mau bicara. Apa maksud Won Seok?

“Maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama. Aku tahu apa kau inginkan dan aku akan membuatnya menjadi kenyataan”.

Ho Rang yang masih agak marah, memukul Won Seok. Menyuruh Won Seok pergi karena temannya sudah membeli sofa terakhir.

Won Seok terus memperlakukan Ho Rang dengan manis sampai akhirnya Ho Rang luluh dan memaafkan Won Seok.

Credit : tvN

Keesokan paginya, Se Hee sudah siap berangkat kerja sedangkan Ji Ho baru saja bangun.

Se Hee memberikan amplop yang berisi catatan besar pengeluaran untuk hadiah kemarin. Ia mengajak Ji Ho membagi dua pembayarannya.

Tapi Ji Ho menolak. Ia bersedia membayar semuanya karena kemarin Se Hee sudah bekerja sangat keras. Ji Ho kembali menanyakan soal lutut Se Hee.

Tidak seperti semalam, kini Se Hee bisa menerima dan mengakui bahwa keputusan Ji Ho kemarin cukup bijak. Mendapat restu orang tua adalah tahap terpenting dalam pernikahan mereka jadi sepadan dengan apa yang harus ia lakukan.

Ji Ho pun lega karena Se Hee berpikir begitu.

Se Hee pun lalu mengajak Ji Ho bertemu orang tuanya. Sama seperti keluarga Ji Ho, keluarganya juga menganut sistem patriakis yang kuat.

Seperti memiliki dua bos yang salah satunya adalah asisten. Karena ibunya adalah asisten, jadi ia berniat memberitahukan ibunya lebih dulu.

Se Hee pun lalu mengajak Ji Ho foto bersama. Foto itu nantinya akan dikirimkan pada ibunya.

Credit : tvN

Dengan canggung, Ji Ho berdiri di sampaing Se Hee. Dan dengan canggung juga, Se Hee mengambil foto mereka berdua… Dan Se Hee tetap pasang muka serius…wkwkwkw…

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 2

Saat break makan siang, Se Hee baru mengirimkan foto tersebut pada ibunya, dengan caption, ‘Aku akan menikahi wanita ini’.

Credit : tvN

Bo Mi mengajak Se Hee makan siang tapi Se Hee bilang, setelah ia menerima telpon.

Bo Mi melihat ponsel Se Hee. “Ga ada yang nelpon…”, ucapnya heran.

“Sebentar lagi akan ada…”.

Dan benar saja. Baru saja Se Hee bicara begitu, ibu Se Hee menelpon. LOL

Credit : tvN

Karena nasehat Sang Gu berhasil, Won Seok pun berniat mentraktir Sang Gu dan ajakan itu diterima dengan senang hati oleh Sang Gu.

Won Seok memuji Sang Gu yang benar-benar hebat dalam urusan wanita.

Sang Gu lalu memperlihatkan pesan yang ia kirimkan untuk seseorang yang diber inama ‘Cigarrete Light’. Isinya, ‘Ini unit 303. Kapan kamu datang?’.

Sang Gu menjelaskan bahwa gadis itu adalah gadis yang meminjam pemantik darinya. Mereka langsung ke motel dan saat bertemu beberapa hari lalu, gadis itu tidak mengingatnya.

Sang Gu yakin ia sudah memberi umpan secara profesional. Ia yakin gadis itu akan segera membalas pesannya. Dan isinya nanti pasti, ‘Unit 303? Apa yang kamu bicarakan?’.

Won Seokjadi  ingin tahu apa yang akan Sang Gu balas nantinya.

‘Ini bukan nomor Eun Ji? Maafkan aku. Kupikir ini Ji Eun karena kusimpan sebagai Unit 303’. Sang Gu bilang dia akan balas seperti itu.

Won Seok tertawa. Ia yakin gadis itu pasti marah besar.

Sang Gu juga yakin seperti itu. “Kemarahannya akan setinggi ini dan dia akan membalas pesanku setelah benar-benar hilang kendali…”.

Won Seok mengatakan, ia belajar satu tip lagi dari Sang Gu.

Credit : tvN

Tapi tidak seperti yang diperkirakan Sang Gu, Soo Ji memang membaca pesan Sang Gu tapi menganggap Sang Gu itu bodoh. Soo Ji pun mengabaikan pesan itu.

Di depan lift, Soo Ji bertemu dengan bos dan rekannya lain. Mereka akan minum dengan Tn. Lee, klien penting mereka.

Karena Soo Ji baru tahu, ia tidak bisa ikut. Ia pun sudah punya janji yang lain.

Bosnya Soo Ji langsung mengamati So Ji dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia menebak Soo Ji pasti akan bertemu pacar sampai-sampai Soo Ji berdandan cantik dan berpakaian rapi.

Soo Ji mencoba tersenyum, tidak mengomentari soal itu. Ia hanya berjanji akan ikut lain kali.

Setelah bos dan rekan-rekannya pergi, ekpresi Soo Ji langsung berubah kesal.

Soo Ji bertemu Won Seok karena Won Seok memintanya menemui Won Seok. Soo Ji sempat kesal karena harus melewati macet untuk bisa sampai di sana.Kenapa tidak panggil saja pacar Won Seok yang juga kerja di situ.

Won Seok tidak mau karena ia harus membelinya diam-diam.

Soo Ji pun pergi menemani Won Seok.

Credit : tvN
Credit : tvN

Tidak sengaja, Ho Rang melihat Won Seok keluar dari sebuah toko perhiasan. Disusul Soo Ji di belakangnya.

Ho Rang pun menelpon Won Seok, menanyakan Won Seok dimana.

Won Seok mengaku dia sedang di kantor.

Ho Rang langsung penasaran dan yakin Won Seok sedang merencanakan sesuatu untuknya.

Ho Rang mengirimi Soo Ji sms. ‘Aku lihat kalian… Katakan sejujurnya, Won Seok pasti membeli sesuatu untukku, kan?”.

Tidak bisa berkelit, Soo Ji cuma minta Ho Rang pura-pura tidak tahu karena Won Seok sudah bekerja keras menyiapkan kejutan untuk Ho Rang. Ho Rang akan lihat setelah pulang ke rumah nanti.

Ho Rang sangat senang. Berjanji pada Soo Ji akan pulang lebih cepat.

Soo Ji membantu Won Seok hingga ke rumah Won Seok. Di situ ia tahu bahwa Won Seok harus mengambil cicilan 12 bulan untuk membayar barang yang dibelinya tadi.

Credit : tvN

Soo Ji kembali mendapatkan pesan dari seseorang yang diberi nama ‘Idiot’.

Saat Won Seok bertanya siapa, Soo Ji cuma bilang ‘Hanya seorang pria’. Soo Ji pun memblokir nomor Sang Gu.

Credit : tvN

Sementara itu, Sang Gu gelisah, terus menggigit kukunya sambil menatap pesannya yang belum dibaca Soo Ji. Selain pesan tadi, Sang Gu juga mengirim pesan-pesan yang lain lagi.

Sang Gu bertanya-tanya sendiri kenapa pesannya tidak dibaca.

Credit : tvN

Se Hee lalu datang mengabarkan ada email dari HK yang mengirim laporan akhir hari demo.

Sang Gu langsung berpikir bahwa Nn. Woo (maksudnya Soo Ji) yang mengirim email tapi ternyata bukan. Tn. Park Jin Ho yang mengirimnya.

Sang Gu langsung kecewa.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 2

Credit : tvN

Ho Rang pulang kerja bersama rekan-rekannya. Mereka lewat toko furnitur dan melihat sofa merah jambu itu sudah tidak ada lagi di display. Sudah diganti dengan sofa berwarna krem.

Penjaga toko memberitahukan ada orang yang bersikeras membeli meskipun sofa itu untuk display. Ia menyayangkan Ho Rang yang tidak bisa mendapatkan lagi di tempat lain.

Tapi Ho Rang tidak peduli. Toh, nanti saat pindah ia perlu yang lebih besar.

Rekan-rekannya langsung kepo. Kenapa Ho Rang pindah? Bukankah kontraknya belum selesai?

Mereka menebak Ho Rang akan menikah dan Ho Rang tidak membantah. Masih belum diputuskan tapi mungkin dalam waktu dekat, sesumbar Ho Rang.

Seul Gi langsung meminta Ho Rang menangkap buketnya nanti.

Ho Rang langsung mengiyakan walaupun setengah hati.

Credit : tvN

Di depan rumah, Ho Rang bertemu dengan Ji Ho yang datang dengan membawa cake. Saat tahu Won Seok yang menyuruh Ji Ho membawanya, Ho Rang makin senang.

Ho Rang pun membisiki Ji Ho dan Ji Ho sangat senang tahu Ho Rang akan dilamar. Ho Rang sampai mempraktekkan ekspresi terkejutnya supaya tidak terkesan pura-pura.

Ji Ho sampai tertawa.

Ji Ho tidak bisa masuk bersama Ho Rang karena tiba-tiba mendapatkan telpon dari Se Hee. Ho Rang pun masuk lebih dulu.

Credit : tvN

Ho Rang sudah membersihkan jari manisnya, siap menerima cincin dari Won Seok. Tapi betapa terkejut saat tahu kejutan yang disiapkan Won Seok benar-benar diluar dugaannya.

Won Seok membeli sofa merah jambu dan membuat kamar mereka benar-benar sempit. Tidak ada ruang gerak sama sekali!

Credit : tvN

Sementara itu, Ji Ho bicara dengan Se Hee. Ia sangat lega mendengar ibu Se Hee percaya. Ia juga berniat menceritakan pada teman-temannya malam ini. Tadinya ia sempat ragu karena berpikir seorang temannya akan menikah sebelum dirinya. Tapi sepertinya tidak.

Karena Ji Ho ragu temannya akan percaya, Se Hee pun menyarankan Ji Ho memakai foto selfie mereka.

Setelah mendapatkan foto dari Se Hee, Ji Ho bingung. Mau diapakan foto itu…

Begitu sampai di atap, Ji Ho langsung mendengar teriakan Ji Ho.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ho Rang dan Won Seok jadi bertengkar di depan Soo Ji dan Ji Ho. Mereka saling mengatai satu sama lain. Ho Rang menyalahkan Won Seok yang tidak paham maksudnya dan Won Seok menyalahkan Ho Rang yang tidak bicara terus terang. Bagaimana dia bisa mengerti?!

Ketika Won Seok akan pergi, Ji Ho sempat mengancam. Jika Won Seok berani pergi, mereka benar-benar berakhir.

Won Seok tidak peduli. Ia tetap pergi.

Credit : tvN

Ho Rang minum ditemani Soo Ji dan Ji Ho. Soo Ji mencoba menasehati Ho Rang yang seharusnya tidak seperti itu di depan mereka. Ho Rang sendiri yang minta sofa dan Won Seok sampai harus kredit untuk bisa membeli sofa itu.

Ho Rang menanyakan alasan Soo Ji ke toko perhiasan tadi.

Soo Ji bilang, ia pergi untuk memperbaiki tali jam tangannya. Bahkan Won Seok yang membayarnya karena berterima kasih atas bantuannya.

Soo Ji mengatakan, Won Seok itu pria yang baik. Apa Ho Rang tahu berapa banyak toko yang mereka pergi tadi?

Tapi yang diinginkan Ho Rang sebenarnya adalah lamaran. Dia pikir Won Seok akan melamarnya. Ho Rang khawatir karena umurnya sudah 30. Rahimnya juga sudah mulai tua… Ho Rang mulai histeris.

Soo Ji jadi kesal. Menyuruh Ho Rang berhenti menangis karena menikah itu bukan apa-apa.

Ho Rang semakin marah. Memang untuk orang sukses seperti Soo Ji, pernikahan itu bukan apa-apa. Tapi bagi gadis miskin sepertinya, pernikahan adalah segalanya!

Ho Rang dan Soo Ji benar-benar bertengkar. Saling mengumpat dan  mengatai satu sama lain sampai akhirnya Soo Ji kesal dan memutuskan pulang.

Credit : tvN

Ji Ho segera menyusul Soo Ji. Meminta Soo Ji memaafkan Ho Rang. Berhenti marah dan bicara pada Ho Rang.

Tapi Soo Ji sudah terlanjur kesal. Ia sengaja pulang lebih cepat tidak seperti hari biasanya tapi malah diseret Won Seok berkeliling untuk membeli sofa. Ia bahkan membereskan kamar untuk Ho Rang.

Ji Ho hanya khawatir jika Soo Ji juga pergi, Ho Rang akan merasa kesepian.

Tapi Soo Ji hanya kecewa pada Ho Rang karena histeris pada teman yang bahkan tidak punya waktu tidur yang cukup.

Soo Ji kemudian pamit karena mendapatkan telpon dari Tn. Lee yang mencarinya. Soo Ji berusaha ramah dan terpaksa pergi ke acara kumpul-kumpul karena Tn. Lee menginginkannya datang.

Di dalam hati Ji Ho teringat, impian Soo Ji adalah menjadi seorang CEO di bidang apa pun yang dipilihnya. Tapi sekarang, Soo Ji hanya seorang bawahan yang harus menuruti bosnya. Lalu impian Ho Rang hanya satu, menikah, Ho Rang sudah berkencan dengan pria yang sama selama 5 tahun dan tinggal bersama pria itu selama 2 tahun. Sedangkan sekarang, ia memutuskan menikah dengan pemilik rumah demi bisa tinggal di Seoul.

Credit : tvN

Sesampai di rumah, Ji Ho mendapati Se Hee sedang nonton. Mereka pun nonton bola bersama.

Se Hee menanyakan hasil dari pembicaraan Ji Ho dengan teman-temannya tadi. Apa mereka percaya?

Ji Ho mengatakan, ia belum bisa cerita karena sesuatu terjadi.

Se Hee mengerti.

Ji Ho tiba-tiba menanyakan bagaimana teman Se Hee. Apa pekerjaan mereka, bagaimana mereka?

Se Hee mengatakan, temannya ada yang bekerja, ada yang menikah, ada juga yang menjalankan bisnis. “Mereka normal seperti yang lainnya…”.

Ji Ho mengatakan, ia hanya sedang berpikir dimana posisi mereka saat ini. Semua orang sepertinya bekerja keras mencapai impiannya tapi tidak ada yang tahu mereka sudah mendekati impiannya itu atau belum.

Ia hanya ingin tahu bagaimana rasanya bisa meraih impian dan bagaimana caranya. Itu sebabnya ia menanyakan teman-teman Se Hee.

Se Hee merasa seharusnya Ji Ho tidak bertanya seperti itu karena sekarang banyak yang berbeda. Seperti yang Ji Ho tahu, saat ini ini pasar menurun dan dunia tidak akan membaik dengan keadaan seperti itu. Oleh sebab itu, perlu ada standar baru untuk generasi baru. “Misalkan…”.

“Pernikahan?”, tebak Ji Ho.

Se Hee membenarkan.

Setelah berbicara dengan Se Hee, Ji Ho merenungi kata-kata Se Hee itu. Jika dunia tidak membaik, begitu juga dengan hidupnya. Dia tidak seharusnya mengharapkan masa depan yang baik. Seharusnya dia hidup dengan menghindari hal terburuk yang mungkin terjadi esok.

Credit : tvN

Ji Ho bertemu Se Hee di depan kamar mandi. Ji Ho mengutarakan tentang pernikahan mereka yang sebaiknya mempertimbangkan masalah efisiensi dan situasi keuangan.

Ji Ho ingin Se Hee mempertimbangkan masalah upacara pernikahan dan Se Hee memang berniat melewatkan tahap itu.

Ji Ho lega sekali.

Sekarang Ji Ho memutuskan untuk tidak lagi bermimpi menikahi seseorang karena cinta karena saat ini, itu hanya untuk orang-orang kaya.

Se Hee dan Ji Ho berlari mengejar bus. Se Hee memakai jas dan Ji Ho memakai baju pengantin.

Credit : tvN

Mereka duduk di bangku paling belakang bus.

“Bukankah kita setuju tidak akan melakukan apa-apa?”, tanya Ji Ho.

“Kurasa begitu…”.

“Kami hanya ingin hidup normal. Untuk mendapatkan itu… kami harus melakukan sesuatu…”, batin Ji Ho.

Bersambung…

 

Komentar :

Ji Ho dan Se Hee sudah memutuskan tidak melakukan tahapan-tahapan pernikahan pada umumnya, tapi sepertinya sulit, ya. Di saat kedua orang tua sudah tahu, apalagi kalau keluarga masih konvensional, pernikahan menjadi sangat penting.

Kalau kita lihat ending episode 4 ini, mereka memakai baju pengantin. Sepertinya orang tua mereka menginginkan sebuah upacara pernikahan seperti pada umumnya, ya? Atau bahkan mereka ingin Ji Ho dan Se Hee pergi bulan madu juga?

Wuahhhh… ga kebayang reaksi si wajah datar Se Hee… Bayanginnya aja udah lucu… 😀

Di awal episode ini, saat di kereta api, sepertinya Ji Ho agak senang ya waktu Se Hee mempersilahkan dia duduk. Sepertinya di dalam hati, Ji Ho sedikit berharap Se Hee akan sedikit perhatian seperti pria yang perhatian pada kekasihnya itu. Lalu Ji Ho juga terpana saat melihat Se Hee menghampirinya dengan setelan jas yang rapi. Sepertinya Ji Ho mulai memperhatikan Se Hee. Berharap lebih tapi kenyataannya tidak mungkin.

Makanya di akhir episode ini, Ji Ho memutuskan tidak berharap cinta ataupun pernikahan atas nama cinta. Toh dia menikah hanya demi bisa tinggal di Seoul.

Tapi sebenarnya, tanpa sadar Se Hee juga merasa nyaman dengan Ji Ho. Tanpa sadar Se Hee mulai membuka diri terhadap Ji Ho. Buktinya, dia bersedia berdiskusi dengan Ji Ho. Se Hee juga sering menuruti permintaan Ji Ho. Karena biasanya kalau sudah menetapkan sesuatu, sangat sulit mengubah keputusan Se Hee. Se Hee itu kan kaku banged.

Sy bener-bener kaget waktu Se Hee tanpa sadar menyodorkan gelas minumnya untuk Ji Ho yang tersedak gara-gara Ji Seok menuduhnya hamil. Kayaknya, kalau dilihat sifat Se Hee yang sebenarnya, ga mungkin deh Se Hee seperhatian itu. Se Hee juga bukan tipe mau berbagi gelas yang diminumnya dengan orang lain.

Ow… mulai curiga ni sama Se Hee. Jangan-jangan dia nyusul Ji Ho itu juga modus. Tapi engga, ya. Se Hee yang polos ga mungkin mikir sejauh itu. 😀

Btw, sy juga suka waktu Se Hee marah sama Ji Ho gara-gara dipaksa berlutut di depan ayah. Sy suka Se Hee memperlihatkan emosinya di depan Ji Ho. Lagi-lagi, tanpa sadar Se Hee semakin membuka dirinya pada Ji Ho.

Ga sabar liat perkembangan Se Hee dan Ji Ho… 😀

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 5 Part 1]

2 Comments
  1. Dahliia says

    “Ga sabar liat perkembangan Se Hee dan Ji Ho…”

    – Me too !!!!!!
    Btw, kita pernah lihat Se-hee ketawa belom sih??? AKu lupa, tapi kalo belum… jadi kepo, gimana jadinya ketika untuk pertama kalinya, Se-hee tertawa lepas ketika bersama dengan Ji-ho.

    Yang adegan ditendang di depan calon mertua tuh, jadi adegam paling dabest. Pas nontonya, lgsg ketawa ngakak nyampe sakit perut. Terus adegan foto selfie yang kakuuuuuu banget juga beneran bikin geli. Kebayang kalo jadi mommy-nya Se-hee yang dikirimin foto kek gitu, apakah bakalan dengan mudah percaya kalau mereka itu ‘calon pengantin’ yang mau nikah (?) wkwk

    1. kdramastory says

      Belum pernah kayaknya… Paling dia cuma senyum sendiri gitu… 😀

      Mommy-nya Se Hee percaya kok. Se Hee sendiri bilang gitu ke Ji Ho… 😀 Lagian kayaknya mommy Se Hee itu ga peduli. Yg penting Se Hee nikah. Titik. LOL

      Kalo ga, dia bakal diceraiin sama papi-nya Se Hee 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.