Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is my First Life Episode 6 Part 1

0

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 5 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 1

Credit : tvN

Setelah Se Hee dan Ji Ho hadir di aula, upacara pernikahan pun dimulai. Se Hee meraih tangan Ji Ho lalu meletakkan di lengannya sendiri dan berjalan memasuki aula diiringi tepuk tangan para undangan.

Di dalam hati, Ji Ho menyadari bahwa ia memutuskan menikah karena alasan tempat tinggal.

Selesai upacara pernikahan, pasangan pengantin mengambil foto dengan kedua orang tua dan juga teman-teman mereka. Di sinilah Ho Rang menyadari kehadiran Won Seok, begitu pula sebaliknya. Dan Soo Ji juga tahu kehadiran Sang Gu, begitu juga sebaliknya.

Credit : tvN

Awalnya mereka berdiri terpisah, Won Seok dan Sang Gu berdiri di sisi Se Hee, sedangkan Ho Rang dan Soo Ji berdiri di sisi Ji Ho. Tapi karena tidak seimbang, Bo Mi yang sebagai fotografer meminta Sang Gu dan Won Seok pindah ke sisi Ji Ho.

Sang Gu yang sangat bersemangat, menarik Won Seok pindah dan berdiri di belakang Ho Rang dan Soo Ji.

Lagi-lagi Bo Mi menukar posisi karena Won Seok tertutup oleh Soo Ji yang tinggi.

Credit : tvN

AKhirnya, Ho Rang dan Won Seok berdiri berdampingan, begitu juga dengan Sang Gu dan Soo Ji.

Selesai berfoto, Sang Gu dan Won Seok pergi ke tempat mengambil makanan. Won Seok mengingatkan Sang Gu untuk tidak berbicara dengan Ho Rang karena mereka masih bertengkar.

Sang Gu mengiyakan setengah tidak peduli karena ia lebih penasaran dengan Soo Ji. Apa Won Seok kenal wanita yang bersama pacar Won Seok itu?

Won Seok membenarkan. Karena Soo Ji sahabat Ho Rang, tentu saja ia dekat juga dengan Soo Ji.

Mendengar itu, Sang Gu baru sadar kalau Soo Ji itu kelahiran 1988, tapi kenapa Soo Ji berani memblokir nomornya?

Won Seok kembali mengingatkan Sang Gu bahwa mereka akan makan saja, tidak boleh menyapa Ho Rang.

Sang Gu mengiyakan. Dia ‘kan pemalu… πŸ˜€

Sang Gu menyeret Won Seok kembali ke aula.

Credit : tvN

Tapi, nyatanya, sekembali ke aula, Sang Gu malah mendatangi meja Ho Rang dan Soo Ji. Menanyakan apakah kursi di situ kosong.

Soo Ji langsung bilang ada orang, tapi Ho Rang malah bilang tidak ada.

Sang Gu langsung memutuskan bergabung dengan mereka dan Won Seok langsung milih duduk di samping Soo Ji.

Sang Gu terpaksa duduk di samping Ho Rang.

Karena Won Seok bicara dengan Soo Ji, Sang Gu pun menyapa Ho Rang. Mereka baru bertemu tapi ia sudah mendengar banyak tentang Ho Rang.

Ho Rang pun mengaku sudah mendengar banyak tentang Sang Gu. “Ini sahabatku, Woo…”.

“Soo Ji-ssi…”, potong Sang Gu.

Ho Rang dan Won Seok heran Sang Gu mengenal Soo Ji.

Lalu Sang Gu bicara panjang lebar ga jelas yang ujung-ujungnya menyinggung soal Soo Ji yang memblokir chat.

Soo Ji pun akhirnya menjelaskan kalau mereka bertemu karena pekerjaan. “Bagaimana kabar anda, CEO Ma?”. Soo Ji berusaha bersikap ramah.

Sang Gu mengatakan kabarnya baik dan lagi-lagi menyinggung tentang blokir itu yang membuatnya tertekan.

Ho Rang dan Won Seok sampai heran, tidak paham apa yang dikatakan Sang Gu. Tanpa sadar mereka saling bertatapan lalu membuang muka.

Untungnya kemudian perhatian mereka teralih karena Se Hee dan Ji Ho datang untuk menyapa para tamu.

Semua undangan bertepuk tangan menyambut pengantin baru. Ho Rang tidak menyangka Ji Ho menikah duluan.

Tanpa sadar Won Seok membenarkan. Rasanya baru kemarin Ji Ho mabuk dan muntah di rumah mereka.

“Lalu besoknya banyak burung dara berkumpul”, sahut Won Seok.

Won Seok lagi-lagi membenarkan. “Merepotkan sekali…”, sahut Won Seok.

“Dan kau mengejarnya seperti rajawali…”, sambung Ho Rang lagi.

“Hei! Elang tahu, bukan rajawali…”, ralat Won Seok sambil tanpa sadar tersenyum pada Ho Rang, begitu juga Ho Rang tersenyum pada Won Seok.

Setelah sadar, mereka kembali membuang muka.

Kemudian mereka menyadari sesuatu terjadi pada Se Hee. Mengira sambal menetes dari hidung Se Hee.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 1

Credit : tvN

Ternyata Se Hee mimisan dan Ji Ho kemudian membantu membersihkannya. Ji Ho merasa kahwatir sekali karena merasa Se Hee sangat kelelahan sampai-sampai mimisan. Tadinya dia berpikir hidung berdarah karena ditonjok sama orang saja.

Se Hee mengakui kalau beberapa hari belakangan jumlah aktifitas fisiknya meningkat. Baginya, pernikahan sama sulitnya dengan mengembangkan sebuah proyek.

Ji Ho menyemangati Se Hee, sebentar lagi acaranya akan selesai.

“Ya. Aku ingin cepat-cepat istirahat di rumah kita”, sahut Se Hee.

Ji Ho sangat terkejut.

“Kenapa? Apa aku salah ngomong?”, tanya Se Hee.

“Tidak… tidak…”. Ji Ho pun pamit ke kamar mandi untuk mencuci handuk yang tadinya dipakai untuk membersihkan hidung Se Hee.

Credit : tvN

Di kamar mandi, Ji Ho memikirkan kata-kata Se Hee tadi. Rumah kita…

Ji Ho tersenyum senang.

Credit : tvN

Sekembali dari kamar mandi, Ji Ho melihat ibunya sudah bersama Se Hee. Ji Ho memutuskan berdiri di luar dan mendengarkannya.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ibu datang karena khawatir keadaan Se Hee. Ia bahkan membawa obat dan minuman dan mendesak Se Hee minum saat itu juga.

Ibu lalu mengomentari Se Hee yang sangat kurus. Apa makanan kesukaan Se Hee? Apa Se Hee suka sup ular?

Se Hee mengaku tidak pernah makan makanan itu.

Ibu baru sadar sepertinya orang Seoul tidak makan makanan seperti itu. “Terus aku harus masak apa buatmu?”.

Bukannya menjawab pertanyaan ibu, Se Hee malah membicarakan tentang Ji Ho. Ji Ho itu wanita yang penuh tekad. Ia memang belum kenal betul dengan Ji Ho tapi ketika Ji Ho memutuskan menuliskan naskah, memutuskan berhenti dan memutuskan menikah, Ji Ho membuat semua keputusan itu untuk diri Ji Ho sendiri.

“Dari luar, dia mungkin terlihat lemah dan pemalu tapi dia orang yang penuh tekad. Dia sangat tegar. Dia tidak melakukan apa pun yang membuatnya tidak bahagia…Oleh sebab itulah, pada akhirnya Ji Ho-ssi pasti akan memilih jalan yang membuatnya bahagia…”.

Pada ibu, Se Hee berjanji tidak akan menghalangi jalan Ji Ho. Hanya janji itu yang bisa ia buat. “Aku minta maaf…”.

“Maaf karena apa?”, tanya ibu.

“Karena aku tidak bisa berjanji membuatnya bahagia atau melindunginya…”.

Tapi ibu malah tersenyum karena memang benar ucapan Se Hee tadi. Walaupun Se Hee dan Ji Ho menikah, bukan berarti Se Hee harus membuat Ji Ho bahagia. “Siapa orang yang bisa membuat orang lain bahagia?”.

Ibu sadar, di jaman sekarang sangat sulit bahagia. Hal terbaik yang bisa dilakukan hanyalah tidak menghalangi jalan orang lain. “Itu lebih baik daripada mengucapkan janji palsu…”.

Credit : tvN

Ji Ho yang mendengar semua ucapan ibu itu, tersenyum tipis.

Begitu juga dengan Se Hee. Tapi senyumnya langsung hilang begitu ibu berjanji akan membawakan sup ular untuk Se Hee lain waktu. “Cobalah makan…”.

“Sup ular?”.

“Rasanya enak…”, ucap ibu lagi.

Ji Ho berusaha menahan tawanya.

Credit : tvN

Keseluruhan acara akhirnya selesai. Ayah Ji Ho masih terus bicara pada ayah Se Hee sampai-sampai ibu dan Ji Sook memaksanya pergi.

Sebelum benar-benar pergi, ayah menitipkan Ji Ho pada kedua orang tua Se Hee. “Walaupun Ji Ho banyak kekurangan, tolong perhatikan dia….”.

Setelah ayah dan ibu Se Hee meyakinkan ayah, ayah pun pulang bersama ibu dan Ji Sook. Begitu juga ayah dan ibu Se Hee yang pulang ke arah berlawanan.

Istri Ji Sook, Eun Sol kemudian menyusul, pamitan khusus pada Ji Ho. Ji Ho sampai minta maaf karena membuat Eun Sol yang tengah hamil harus datang ke pernikahannya.

Sebelum pergi, Eun Sol sempat memuji Se Hee yang tampan. Benar-benar tampan.

Ji Ho yang tadinya sama sekali tidak terlintas pikiran seperti itu, mau tidak mau tersenyum.

Credit : tvN

Ketika sedang menunggu bus di halte, Ji Ho yang terpengaruh dengan ucapan Eun Sol tadi, jadi memperhatikan wajah Se Hee.

Se Hee sampai terkejut, berpikir hidungnya berdarah lagi. Tapi ternyata bukan. Apa ada yang aneh di wajahnya?, tanya Se Hee.

Ji Ho yang merasa malu karena ketahuan memperhatikan wajah Se Hee, mencari alasan lain. Pura-pura menangkap nyamuk yang terbang di depan wajah Se Hee.

Se Hee heran. “Di musim seperti ini?”.

“Begitulah… Nyamuk itu pasti pintar bertahan hidup…”.

Ji Ho kemudian berterima kasih karena Se Hee sudah berkata hal-hal seperti itu pada ibunya. Ji Ho mengaku kalau tadi ia mendengar dari luar ruangan. Ia merasa sudah membuat Se Hee khawatir padanya. Seharusnya ia menyelesaikan terlebih dulu masalah itu.

Namun Se Hee merasa masalah itu juga masalahnya. Karena mereka sudah menikah, tugasnyalah sebagai pemilik rumah untuk membuat ibu Ji Ho merasa tenang. “Intinya, sekarang ini bukan lagi urusanmu saja tapi urusan kita…”.

“Urusan kita?”.

“Ya. Urusan kita. Masalah kita”, tegas Se Hee.

Ji Ho sampai menatap Se Hee tapi cepat-cepat menundukkan kepala ketika Se Hee memergokinya lagi.

Ji Ho menatap sepatu Se Hee, menatap sepatunya sendiri. Diam-diam tersenyum senang.

=== Episode 6 -Because This Is Our First Time ===

Setelah acara pernikahan Ji Ho, Soo Ji dan Ho rang pergi ke kedai minum yang ternyata sudah penuh. Tidak ada meja sama sekali.

Ketika hendak pergi, tidak sengaja mereka melihat Sang Gu dan Won Seok yang melihat ke arah mereka. Soo Ji langsung tahu kalau Ho rang sudah tahu semua ini.

Ho Rang cepat-cepat cari alasan. Makanan di sana memang enak.

Sang Gu kemudian menyapa mereka. Mengajak mereka bergabung. Dan Soo Ji tentu saja menolak. Tapi karena pemilik kedai tiba-tiba muncul dan mendorongnya karena menghalangi jalan, akhirnya Soo Ji pun terpaksa bergabung di meja Sang Gu dan Won Seok.

Credit : tvN

Kemudian mereka pun bersulang. Ho Rang menghabiskan satu gelas sekali tegukan. Sang Gu sampai heran karena dia pikir Ho Rang cuma bisa minum soju saja.

Ho Rang mengaku dia jadi terbiasa karena akhir-akhir ini sering minum. Dia baru saja putus dari pacarnya.

Soo Ji dan Sang Gu yang merasa tidak enak, sama-sama melirik Won Seok.

Ho Rang lalu mengungkapkan keinginannya mendaftar di aplikasi yang dikembangkan Sang Gu.

Sang Gi tertawa canggung. Ia merasa terhormat jika wanita secantik Ho Rang ikut mendaftar di aplikasinya. “Pria seperti apa yang kau suka?”.

“Apa pun boleh yang penting bukan mahasiswa teknik”, sahut Ho Rang, sengaja menyindir Won Seok.

Lalu Ho Rang dan Won Seok pun mulai bertengkar sampai-sampai sama-sama mengeraskan suara dan menggebrak meja.

Ho Rang marah karena Won Seok tidak peka tapi langsung terdiam begitu Won Seok bilang paham kenapa Ho Rang marah.

Sang Gu mencoba menengahi. Mencoba memberitahukan Ho Rang bahwa Won Seok juga merasa tidak karuan saat tahu alasan Ho Rang marah.

“Dia tahu kau marah karena karena dia membelimu sofa pajangan…”, terang Sang Gu dengan penuh perasaan.

Ho Rang terkejut. Begitu juga dengan Soo Ji. Ia langsung putus asa mendengar penjelasan Sang Gu yang benar-benar salah.

Sang Gu yang tidak menyadari kesalahannya, terus menjelaskan bahwa Won Seok khawtair sofa yang dibelinya itu ada noda, sehingga mencucinya sebisa mungkin. Otot tangan Won Seok sampai kaku.

Sang Gu juga mengatakan kalau Won Seok ingin menghemat biaya pengiriman sehingga membawa jauh-jauh dari stasiun.

Soo Ji berusaha memberitahukan Sang Gu untuk berhenti bicara tapi Sang Gu tidak mendengar.

“Ho Rang-ssi… Won Seok sudah melakukan semua yang dia bisa…”, bujuk Sang Gu.

Ho Rang baru menyadari ternyata Won Seok masih berpikir dia marah karena alasan sepele seperti itu padahal mereka sudah berkencan 7 tahun.

Ho Rang yang kecewa, langsung pulang. Dan Won Seok pun langsung menyusul.

Credit : tvN

Mereka bicara di depan kedai. Tepat di depan meja Sang Gu dan Soo Ji. Sang Gu sampai membuka jendela, untuk mendengarkan.

Karena Won Seok menuntut penjelasan, Ho Rang pun mau bicara. Tahukah Won Seok tadi dia menangkap karangan bunga di pernikahan Ji Ho?

Won Seok bilang dia tahu. Dia lihat Ho Rang bahkan hampir jatuh saat menangkapnya. Won Seok minta Ho Rang tidak bertele-tele. Katakan saja kenapa Ho Rang marah.

“Apakah kau juga tahu, orang yang menangkap karangan bunga harus menikah dalam enam bulan? Jika tidak, itu artinya orang tersebut tidak bisa menikah selama tiga tahun…”

Won Seok tidak mengerti maksud Ho Rang. Kenapa Ho Rang malah bicara tahayul yang konyol itu?

Ho Rang langsung memukul Won Seok dengan bunga. Berkali-kali. Won Seok sampai memegangi kedua tangan Ho Rang supaya berhenti memukulnya.

Sang Gu dan Soo Ji buru-buru keluar dari kedai.

Credit : tvN

“Pernikahan! Aku ingin menikah!”, ucap Ho Rang sambil menangis keras.

Won Seok tidak mengatakan apa-apa melainkan meraih Ho Rang dan memeluknya.

Sang Gu sampai mengernyit heran.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 1

Credit : tvN

Sang Gu lalu pulang bersama Soo Ji. Ia benar-benar heran kenapa pertengkaran tadi bisa berubah menjadi romantis.

Soo Ji menebak Sang Gu pasti belum banyak memiliki hubungan.

Sang Gu langsung membantah. Hubungannya selalu berjalan lancar sejak usianya 18 tahun. Oleh sebab itulah namanya Ma Sang Gu.

“Yang kumaksud bukan kirim dan balas pesan… Tapi hubungan yang sesungguhnya…”. Soo Ji yakin Sang Gu belum pernah menjalin hubungan untuk waktu lama seperti pasangan yang mereka lihat tadi.

Sang Gu mengaku pernah, lamanya sekitar 4 sampai 5 bulan. “Lalu bagaimana denganmu? Apa kau punya?”.

“Tidak pernah karena bisa bikin frustasi…”, sahut Soo Ji. “Aku tidak menjalin hubungan dengan pria. Aku hanya membuat kenangan saja bersama pria…”.

Soo Ji kemudian mengatakan kalau ia akan naik taksi, bagaimana dengan Sang Gu.

Sang Gu tidak menjawab, tapi malah pergi dan bermain di depan mesin boneka.

Credit : tvN
Credit : tvN
Credit : tvN

Soo Ji pun kemudian masuk ke dalam taksi dan tiba-tiba Sang Gu menahan pintunya. Sang Gu memberikan Soo Ji sebuah boneka. Katanya boneka itu mirip dengan Soo Ji.

Soo Ji menolak tapi Sang Gi memaksa. “Kau bilang kau membuat kenangan bersama pria. Anggap saja ini kenangan…”.

Sebelum menutup pintu taksi, Sang Gu meminta Soo Ji tidak memblokir nomornya. Ia berjanji tidak akan mengirimkan pesan konyol lagi.

Soo Ji tidak berkata apa-apa. Tapi tersenyum saat menatap boneka yang ia rasa tidak mirip dengannya.

Sesampai di rumah, Won Seok masih mencoba membujuk Ho Rang yang masih menangis. Ho Rang sedih karena Ji Ho sudah menikah, begitu juga dengan Seul Bi.

Won Seok menyuruh Ho Rang tidur dan berhenti menangis karena besok kepala Ho Rang pasti akan sakit.

Ho Rang pun tidur sambil ditepuk-tepuk Won Seok.

Credit : tvN

Setelah Ho Rang tidur, Won Seok keluar kamar. Duduk di sofa yang kini diletakkan di luar. Melamun sambil menatap kota di depannya…

Credit : tvN
Credit : tvN

Keesokan paginya, Se Hee yang siap ke kantor, mendapati Ji Ho memasak sarapan yang lengkap.

Ji Ho mengaku kalau dia memang biasa sarapan dan hari itu adalah hari pertama setelah pernikahan.

Se Hee membenarkan. Lalu pamit berangkat.

Ji Ho kaget. Agak ragu mengajak Se Hee sarapan juga.

Karena Se Hee menolak, Ji Ho mencoba memberi alasan. Mengatakan hari itu adalah hari resmi ia pindah ke sana dan sudah memasak banyak untuk dimakan bersama.

Karena Se Hee hanya diam saja, Ji Ho pun tidak memaksa. Tapi jelas Ji Ho terlihat kecewa.

Entah Se Hee sadar atau tidak. Tapi yang pasti setelah itu, Se Hee pun memutuskan menerima ajakan Ji Ho.

Ji Ho langsung senyum senang. Memberikan mangkuk berisi nasi untuk Se Hee juga.

Credit : tvN
Credit : tvN

Se Hee mencicipi satu persatu masakan Ji Ho. Memujinya enak.

“Ya. Aku memang pandai memasak…”, sahut Ji Ho sambil tersenyum.

Se Hee sependapat. Ji Ho memang pandai memasak dan berbakat dalam memasak.

Ji Ho makin senang. “Sebenarnya, ini pertama kalinya mereka bukan makan ramyeon bersama, tapi makan makanan yang sesungguhnya…”.

“Benar juga…”, sahut Se Hee.

Ji Ho lagi-lagi tersenyum senang.

Bersambung…

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.