Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 2

7

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 2

Hari itu, Ji Ho pergi ke tempat kerja Ho Rang. Makan bersama Soo Ji di sana.

Soo Ji yang penasaran, mencoba mengorek-ngorek informasi apa yang dilakukan Ji Ho semalam.

Hampir saja ketahuan karena Ji Ho tanpa sadar keceplosan. Mengatakan bahwa mereka kemarin kelelahan sehingga ia dan Se Hee nonton bola di kamar masing-masing.

Soo Ji tentu saja kaget. Maksud Ji Ho apa? Kamar masing-masing?

Ji Ho cepat-cepat meralat. Mereka nontonΒ bola di ponsel masing-masing, itu maksudnya.

Soo Ji masih penasaran, mulai bertanya-tanya lagi. Kapan Ji Ho merasa Se Hee itu seksi?

Ji Ho langsung kaget.

“Ayolah… Kalian itu kan pengantin baru…”, desak Soo Ji.

Tapi, karena Ji Ho enggan membahas, ia merasa kecewa. Biasanya dia selalu cerita tiap detail yang terjadi dengan teman kencannya, tapi Ji Ho tidak mau seperti itu padanya.

Akhirnya Ji Ho pun cerita. Dia sangat suka setiap kali Se Hee mengatakan ‘kita’ seperti rumah ‘kita’, urusan ‘kita’.

Soo Ji langsung salah paham. Begitu juga dengan Ho Rang yang baru ikut bergabung. LOL

Ho Rang yang baru sadar Ji Ho keluar di hari pertama pernikahannya, menanyakan alasannya. Ia sangat kaget saat tahu Ji Ho akan mencari kerja sambilan. “Suamimu itu kejam sekali!”.

Ji Ho benar-benar tidak mengerti kenapa Ho Rang begitu.

Credit : tvN

Ho Rang baru mengungkapkan alasannya setelah berdua saja dengan Soo Ji. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Se Hee tega membuat Ji Ho bekerja sambilan padahal mereka itu sudah suami istri.

Tapi Soo Ji menganggap hal itu wajar karena sekarang ini punya penghasilan ganda adalah sebuah keharusan.

Tapi Ho Rang tidak mau. Setelah menikah nanti, ia tidak mau bekerja lagi. Ia hanya akan melahirkan anak-anak dan menghabiskan waktu bersama mertuanya. “Hei! Itu juga perlu profesionalisme…”.

Soo Ji lalu menanyakan jawaban Won Seok atas lamaran Ho Rang yang aneh semalam.

Rupanya Won Seok tidak mengatakan apa-apa. Ketika tadi Ho Rang bangun pagi, Won Seok sudah pergi.

Soo Ji jadi ragu. Apakah Ho Rang yakin Won Seok ingin menikah dengan Ho Rang? Apakah Ho Rang pernah bicara serius dengan Won Seok tentang prnikahan?

Ho Rang merasa hal itu tidak perlu dibicarakan. Mereka sudah berkencan 7 tahun. Sudah seharusnya pernikahan ada dalam pikiran Won Seok.

Credit : tvN

Sayangnya, Won Seok tidak punya rencana menikah. Hal itu diungkapkannya pada Sang Gu padahal Sang Gu sudah mencoba membujuknya. Jika seseorang seperti Se Hee saja bisa, kenapa tidak dengan Won Seok?

“Dia punya pekerjaan dan punya rumah… Dimana kami akan tinggal setelah menikah. Tidak mungkin aku menunjukkan kamar atapku pada orang tuanya…”.

Karena Won Seok juga masih memikirkan proyeknya yang belum pasti akan mendapatkan investor atau tidak, Sang Gu pun mengajak Won Seok bekerja bersamanya.

Tapi Won Seok menolak. Ia ingin melihat akhir dari impiannya itu. Ia sudah menginvestasikan banyak waktu dalam proyeknya itu.Β Won Seok mengaku tidak tahu pernikahan itu apa. Apakah Sang Gu tahu?

Sang Gu tidak begitu yakin tapi bukannya bersama itu lebih baik daripada sendirian? Bukankah menyenangkan memiliki seseorang yang memahami tanpa syarat? Bersamanya sepanjang waktu…

Won Seok jadi heran melihat Sang Gu yang tiba-tiba terlihat begitu sendu. “Apa kau memiliki seseorang seperti itu sekarang?”.

Sang Gu langsung membantah. Tiba-tiba dia berteriak pada Se Hee yang serius bekerja, tidak jauh dari mereka. “Se Hee! Apa kau tahu pernikahan itu apa? Apa kau sekarang senang sudah menikah?”.

Se Hee langsung merengut. Melepas earphonenya dan menghampiri Sang Gu dengan raut super serius.

“Sudah kubilang tidak bicara padaku saat aku bekerja. Gara-gara kau logikaku terganggu. Dan jangan bawa-bawa urusan pribadi di kantor!”.

Sang Gu langsung bilang oke.

Setelah menatap Sang Gu dari ujung rambut hingga ujung kaki, Se Hee pun kembali ke tempat duduknya tadi.

Sang Gu menggosok matanya.

Won Seok mengatakan, ia tidak pernah mengira kalau orang bisa meludah lewat mata mereka.

“Dia memang tidak ada ramah-ramahnya…”, bisik Sang Gu pada Won Seok. “Kalau dia bisa menikah kenapa kita tidak?”.

Credit : tvN

Se Hee langsung melemparkan tatapan tajamnya lagi.

Sang Gu dan Won Seok langsung takut, ter-kaing-kaing… πŸ˜€

Ji Ho mencoba mencari pekerjaan sambilan di sebuah restoran tapi gagal karena pemilik restoran mencari pekerja sambilan yang berusia 20-an tahun.

Ji Ho kemudian melihat sebuah restoran lain yang mencari pekerja sambilan. Ia pun berniat menanyakan pada seorang pria yang keluar dari dalam restoran.

Credit : tvN

Tapi pria itu sedang sibuk karena kehilangan Bok Nam dan pelanggan memanggilnya. Saat tahu Ji Ho akan melamar menjadi pekerja sambilan, ia pun meminta Ji Ho mencari Bok Nam.

Pria itu menjelaskan penampilan Bok Nam. Rambut coklat, pakai baju merah muda, suka dipojokan dan kalau Ji Ho cari di area tiu, pasti ketemu.

Pria itu kembali dipanggil pelanggannya.

Sebelum masuk kembali ke dalam restoran, ia kembali meminta Ji Ho membantunya. “Pokoknya dia itu cantik, ya”, begitu pesan si pemilik restoran.

Karena sebelumnya tadi si pemilik restoran sempat mengatakan ingin mengikat Bok Nam, Ji Ho pun menyimpukan Bok Nam itu seekor anjing.

Ia pun mencari-cari sampai ke kolong mobil dan di dekat tumpukan-tumpukan barang bekas.

 

Seorang pria muda berdiri di sebuah gang sambil merokok. Perhatiannya teralih ketika mendengar seseorang memanggil-manggil namanya.

Credit : tvN

Ia pun menghampiri Ji Ho, menanyakan apa yang Ji Ho cari.

“Aku mencari anjing pemilik restoran. Sepertinya dia pergi sendirian. Namanya Bok Nam…”.

“A… Bok Nam-i?”.

“Apa kau melihatnya? Rambutnya coklat, pakai baju pink, dan pokoknya dia cantik..”.

“Dia cantik?”.

“Ya… Mungkin…”.

Pria itu berteriak seperti mengingat sesuatu padahal tidak. Dia malah meminta nomor ponsel Ji Ho. Berjanji akan menelpon jika sudah menemukan Bok Nam.

Tanpa sadar Ji Ho pun memberikan nomor ponselnya pada pria itu.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 2

Ji Ho lalu kembali ke restoran untuk memberitahukan bahwa ia tidak bisa menemukan Bok Nam.

Credit : tvN

Si pemilik restoran malah berterima kasih karena Bok Nam sudah kembali. Ji Ho sempat menanyakan dimana Bok Nam tapi malah diajak duduk.

Si pemilik restoran menjelaskan bahwa Bok Nam itu memang sering menyelinap keluar.

Dan Ji Ho memuji nama yang dipilih pemilik restoran. Ia suka nama itu. Bok Nam.

Pemilik restoran pun meminta CV Ji Ho.

Credit : tvN

Tanpa Ji Ho ketahui, pria yang bertemu dengannya tadi ada di sana. Ia adalah pekerja di sana dan namanya adalah Bok Nam.

Bok Nam tersenyum senang saat melihat Ji Ho.

Siang itu, Sang Gu membeli makan siang bersama Bo Mi.

Bo Mi memberitahukan soal Asisten Park yang mengajak Sang Gu makan malam bersama.

Sang Gu yang mengira Asisten Park itu dari Pheonix, menolak mentah-mentah. Ia tahu mereka sengaja mengajaknya supaya membayar makan malam mereka.

Tapi begitu tahu Asisten Park yang dimaksud Bo Mi adalah asisten Park dari HK, ia langsung semangat.

Mereka masih mengobrol di depan gedung sampai kahirnya Bo Mi melihat Ji Ho. “Bukannya itu istrinya Se Hee?”.

Credit : tvN

Sang Gu pun memanggil Ji Ho dan mengajaknya bicara. Sang Gu berpikir Ji Ho ke sana untuk bertemu dengan Se Hee.

“Tidak, aku tadi ada urusan dekat sini…”, bantah Ji Ho.

Sang Gu pun kemudian mengajak Ji Ho mampir karena kebetulan mereka pun akan makan.

Ji Ho mencoba menolak tapi karena Sang Gu dan Bo Mi membujuknya, ia pun masuk.

Credit : tvN

Di dalam, Sang Gu membawa Ji Ho ke meja kerja Se Hee. Ia meminta Ji Ho menunggu di sana karena Se Hee sedang rapat dan pastinya hampir selesai.

Sang Gu kemudian pamit sebentar karena harus menyajikan makanan.

Setelah Sang Gu pergi, Ji Ho melihat meja kerja Se Hee yang sangat rapi. Ia juga melihat Se Hee yang masih di ruang rapat.

Credit : tvN

Ji Ho lalu melihat papan yang bertuliskan ‘Ini Aku’ dan menghampirinya.

Di sana ditempel foto candid semua pegawai di sana. Ada Sang Gu, Bo Mi dan juga Se He. Ada nama mereka, nama panggilan dan kesukaan masing-masing.

Ketika membaca bagian Se Hee, mau tidak mau Ji Ho menahan tawa. Tidak ada panggilan unik untuk Se Hee. Kesukaannya adalah kucing dan benci hal-hal seperti itu.

Sementara itu, Se Hee memarahi anak buahnya yang tidak bekerja seperti yang diharapkannya. Ia meminta mereka kedepannya tidak merusak lagi ritme kerjanya gara-gara masalah sekecil itu.

Credit : tvN
Credit : tvN

Keluar dari ruang rapat, Se Hee mendapati Ji Ho ada di kantornya.

Ji Ho memberi senyuman pada Se Hee dan tidak menerima balasan apa pun dari Se Hee.

Credit : tvN

Kemudian, mereka makan bersama. Karena adanya Ji Ho, Se Hee diledek habis-habisan oleh rekan kerjanya.

Bo Mi sengaja memfoto Ji Ho untuk dimasukkan dalam database mereka karena kata Sang Gu, Se Hee menikahi Ji Ho karena Ji Ho cantik. “Benar, kan?”.

Ji Ho melirik Se Hee yang duduk kaku.

Sang Gu menambahkan. Ia belum pernah mendengar See Hee menggambarkan seorang wanita seperti itu. “Sangat cantik. Sangat. Itulah yang dikatakannya”.

Credit : tvN

Lagi-lagi Se Hee diledek rekan-rekan kerjanya. Sedangkan Ji Ho menatap Se Hee sambil mengulum senyum.

Sang Gu mengatakan ia senang Ji Ho datang karena dengan begitu mereka punya kesempatan meledek Se Hee.

“Sering-sering datang ke sini, Ny. Nam”, ucap salah seorang rekan Se Hee.

Sang Gu memberikan makanan untuk Ji Ho yang langsung tangannya dipukul oleh Bo Mi. Bo Mi memilih makanan lain untuk diberikan pada Ji Ho.

Sang Gu hanya bisa menatap Bo Mi kesal tapi tidak berkomentar apa-apa.

Sang Gu benar-benar datang di acara makan malam yang diadakan tim asisten Park. Di sana memang ada Soo Ji.

Tapi baru saja Sang Gu datang, mereka langsung pindah ke tempat lain.

Belum sempat makan apa pun, Sang Gu mengambil ‘bill’ dan membayarnya di kasir.

Credit : tvN

Soo Ji yang menyusul, melarang Sang Gu membayar. Mereka yang makan, kenapa Sang Gu yang bayar.

Soo Ji mengeluarkan kartunya sendiri untuk membayar semua pesanan tadi.

Soo Ji menasehati Sang Gu agar tidak membuang-buang uang untuk orang-orang yang memanfaatkan Sang Gu meskipun Sang Gu gajinya besar. “Jika kau punya uang untuk bayar ini, pergi saja main di mesin boneka”, sindir Soo Ji lalu pergi.

Sang Gu tentu saja kesal. Kenapa Soo Ji itu? Apa Soo Ji sengaja memamerkan daya tariknya itu? “Bikin jantungku berdebar-debar saja…”.

Sesi makan malam kedua pun pindah di restoran lain. Dalam keadaan setengah mabuk, mereka membicarakan tentang sosmed.

Asisten Park mengeluhkan Soo Ji yang tidak mau menerima permintaan pertemanan darinya. Ia sudah dua minggu menunggu.

Soo Ji minta maaf, beralasan tidak tahu.

Asisten Park mendesak Soo Ji mengeceknya saat itu juga tapi Soo Ji masih menolak dengan halus.

Asisten Park jadi kesal. Apa Soo Ji tidak mau bertemn dengan orang yang sudah menikah?!

Soo Ji membantah dengan sopan meskipun masih didesak oleh Asisten Park.

Sang Gu lalu menyela. Menceritakan kalau ia juga pernah meminta pertemanan dengan anak buahnya dan anak buahnya itu marah karena atasannya meminta berteman dengannya.

Sang Gu berpikir, mungkin budaya dalam perkantoran seperti itu. Tidak berteman dengan rekan kerja.

Asisten Park menebak anak buah Sang Gu itu seorang wanita.

Sang Gu sempat kaget sebentar lalu membenarkan.

“Aku tahu. Wanita memang seperti itu…”, sahut Asisten Park. “Aku tahu alasannya. Pasti di akunnya banyak fotonya bersama pacarnya… Kalau begitu kenapa dia menolak pertemanan? Benar kan?”.

Soo Ji yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya berjanji akan menerima pertemanan Asisten Park. “Anda puas sekarang?”.

Asisten Park langsung senang. Memuji Soo Ji keren. Ia berpesan agar foto Soo Ji yang berbikini di hotel itu tidak dihapus. Oke?

Sang Gu langsung tersentak. Yang lainnya juga terdiam.

Setelah bisa mengendalikan emosinya, Soo Ji pun berjanji tidak akan menghapus. Tapi ia meminta Asisten Park dia me-like fotonya itu karena nanti aneh jadinya.

Asisten Park setuju dan semuanya kembali bersulang.

Soo Ji kemudian memisahkan diri dari rekannya untuk merokok. Tak lama Sang Gu datang.

“Mau rokok?”, tanya Soo Ji ketus.

“Kenapa kau seperti itu? Kenapa kau tidak marah saat mereka bicara sampah seperti itu?”. Sang Gu tidak mengerti karena padanya Soo Ji selalu ketus dan blak-blakan tapi di depan mereka Soo Ji hanya tersenyum.

“Kau pura-pura bodoh di depan mereka?!”, marah Sang Gu.

Credit : tvN

“Hei! Kau mungkin tidak mengerti karena kau seorang CEO. Tapi untuk orang sepertiku, makan malam seperti ini juga pekerjaan…”, marah Soo Ji. Soo Ji hanya tidak ingin senior bertengkar di depan para junior. Itu saja.

Tapi Sang Gu berpikir sebaliknya. Harusnya Soo Ji lebih tegas.Soo Ji harus membuat mereka sadar dengan perilaku mereka.

“Kenapa aku harus begitu?!”, marah Soo Ji lagi. “Apa kau bisa bayangkan hidup seorang pekerja wanita di perusahaan besar? Jika ada rumor, aku yang berakhir dengan digosipkan… Jadi berhenti mencampuri urusanku, CEO Ma”.

Soo Ji berbalik pergi.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 6 Part 2

Credit : tvN

Se Hee dan Ji Ho pulang bersama. Ji Ho terlihat bahagia. Ia terus membicarakan kelucuan rekan-rekan Se Hee di kantor tadi.

Se Hee cuma menjawab pendek. “Oh, begitu ya?”.

“Kau tahu, berjalan seperti ini, pulang bersama, ini pertama kalinya untuk kita…”, ucap Ji Ho.

“begitukah?”.

Ji Ho merasa tidak masalah tinggal sendirian di Seoul tapi tidak di saat pulang sendiri ke rumah. Ia sering membayangkan saat sekolah dulu. “Kupikir aku akan pulang dengan seseorang setelah menikah nanti. Pasti senang rasanya…”.

“Ya…”.

Tiba di rumah, Ji Ho langsung menggendong Kitty sambil memanggilnya, “Woori-ya….”.

Se Hee tentu saja kaget.

Credit : tvN
Credit : tvN

Melihat ekspresi Se Hee, Ji Ho menjelaskan bahwa ia menamai kucing mereka ‘Woo Ri’. “Aku merasa lebih baik kalau dia punya nama. Memanggilnya Kitty agak aneh. Sama seperti ibuku memanggilku Nak…”.

Se Hee tidak berkomentar. Ia menuangkan makanan untuk Kitty.

“Apa kau tidak suka namanya?”, tanya Ji Ho, hati-hati.

“Bukannya tidak suka. Aku hanya merasa sedikit tidak nyaman…”, ungkap Se Hee jujur.

Ji Ho langsung kaget. “Tidak nyaman?”.

Credit : tvN
Credit : tvN

“Dia kan kucingku. Mendengar orang lain memanggilnya dengan nama yang lain, rasanya tidak nyaman…”.

“O… Begitu ya…”. Ji Ho mulai merasa tidak enak. Ia juga menyadari kedatangannya ke kantor Se Hee tadi juga membuat Se Hee tidak nyaman.

Se Hee membenarkan. Mereka memang sudah menikah tapi jika Ji Ho menginginkan lebih dari hubungan pemilik-penyewa, sangat tidak nyaman baginya. “Aku ingin menghindari situasi seperti ini sebisa mungkin”.

Ji Ho menundukkan kepalanya. Membenarkan ucapan Se Hee, berjanji ke depannya akan seperti itu.

Se Hee lalu meminta Kitty karena ia akan memotong kuku Kitty.

Ji Ho pun menyerahkan Kitty pada Ji Ho yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.

Ho Rang memikirkan ucapan Soo Ji tadi siang. Begitu Won Seok pulang, hal itulah yang ditanyakannya.

Dan ternyata jawaban Won Seok sangat mengecewakannya. Won Seok mengaku kalau belum memikirkan pernikahan. Ia juga belum tahu pernikahan itu seperti apa.

Ia mencintai Ho Rang, ingin selalu bersama Ho Rang. Oleh sebab itulah dia tinggal bersama Ho Rang. Tapi dia belum tahu bagaimana pernikahan itu.

“Tapi kau mencintaiku…”.

“Tentu saja. Kau tahu aku tidak bisa hidup tanpamu… Tapi aku tidak tahu apa menikah itu sama halnya dengan mencintai… Pernikahan itu tentang anak-anak dan bertanggung jawab…”.

“Saat ini aku saja belum bisa mengatur investasi proyekku, bagaimana bisa kau memikirkan pernikahan?”, tambah Won Seok lagi.

Di dalam hati Ho Rang kecewa tapi tidak bisa jujur mengatakan kecewa pada Won Seok. Jika Won Seok mengkhawatirkan pernikahan, begitu juga dengannya.

Credit : tvN

Won Seok senang Ho Rang sama sepertinya. Bahkan ia kadang berpikir menikah dan mencintai adalah hal yang terpisah.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ji Ho duduk di meja makan sendirian, membuka-buka album foto lamanya. Melihat foto-fotonya bersama Ho Rang dan Soo Ji.

Kami lahir di masa kejayaan Korea tapi kami juga mengalami masa resesi terparah. Kami mengalami kemakmuran dan kemiskinan. Karena itulah kami anak-anak tidak beruntung yang lahir tahun 1988… – Ji Ho

Malam itu, di saat Won Seok sudah tidur dengan buku masih terbuka lebar, Ho Rang masih terjaga. Menatap foto-fotonya bersama Won Seok dan tulisan-tulisan romantis dari Won Seok yang ditempel di papan.

Tidak ada yang mudah bagi kami. Menikah, berkencan, dan bahkan menjadi diri sendiri. Semua itu sulit dimiliki… -Ji Ho

Credit : tvN

Soo Ji pulang sendirian dengan taksi. Ia mendapat pesan dari Sang Gu yang meminta maaf atas sikapnya tadi. Sang Gu mengaku terkadang dia memang seperti orang tua yang arogan.

Soo Ji tersenyum. Ingin membalas pesan tapi memutuskan tidak jadi.

Menjadi romantis dan memiliki hubungan adalah sesuatu yang tidak bisa diimpikan tanpa menghabiskan uang dan energi… – Ji Ho

Kembali pada Ji Ho yang duduk terpekur di meja makan.

Oleh sebab itulah aku salah paham kali ini… Karena kata-kata yang kau ucapkan, aku pikir akhirnya aku mendapatkan sesuatu dengan mudah kali ini… Aku pikir akhirnya aku menemukan seseorang yang bisa kupanggil ‘Kita’…- Ji Ho

Credit : tvN

Ji Ho menatap kalung dengan bandul bertuliskan ‘Woo Ri’, kalung yang hendaknya akan ia pasangkan di leher Kitty.

Ji Ho memutuskan membuang kalung itu ke tempat sampah.

Untuk sejenak, aku merasa senang… – Ji Ho

Ji Ho mengambil album fotonya dan membawanya masuk ke kamar.

Credit : tvN

Keesokan harinya, Se Hee melihat Ji Ho membuat sarapan lengkap dan tanpa diminta, Se Hee duduk di sana.

Se Hee sempat menyadari diamnya Ji Ho tapi memutuskan mengambil sendiri sepasang sendok dan sumpit yang ada di meja.

“Kemarin, aku benar-benar bertindak berlebihan…”, ucap Ji Ho tiba-tiba.

“Apa? Oya… Tidak apa-apa…”.

Credit : tvN
Credit : tvN

Belum selesai Se Hee bicara, Ji Ho langsung menyela. Ji Ho mengaku setelah berhenti bekerja, harga dirinya jadi jatuh. Ji Ho minta maaf karena sudah membuat Se Hee tidak nyaman.

Ji Ho mengaku sudah lama ia tidak mendengar kata-kata seperti ‘kami’ atau ‘kita’. Rumah ‘kita’, lingkungan ‘kita’, sangat sulit mendengar hal seperti itu sekarang ini. Sudah lama ia tidak merasa seolah dianggap di suatu tempat. “Itu sebabnya aku bertindak berlebihan…”.

Se Hee terdiam.

“Aku salah mengira bahwa kau dan aku adalah kita. Aku salah. Oleh sebab itu, mulai sekarang, jangan mudah mengatakan ‘kita’ lagi. Karena aku bisa salah paham…”.

“Ya. Aku mengerti”.

Ji Ho lalu mengambil nasi untuk dirinya sendiri dan meminta sumpit dan sendok miliknya dari Se Hee.

Credit : tvN

Se Hee pun mengembalikannya pada Ji Ho. Melihat Ji Ho makan sendiri, ia pun beranjak pergi dari meja makan lalu duduk di sofa ruang tengah, mengelus Kitty.

Aku tahu kenapa aku merasa marah saat ini. Karena aku salah paham dan itu melukai harga diriku, membuatku malu. Ada banyak alasan… – Ji Ho

Ji Ho kemudian mendapatkan telpon dari nomor yang tidak dikenal. Ji Ho pun menyalakan fungsi speaker karena kedua tangannya kotor.

Pria yang menelponnya mengaku sebagai pria yang ada di gang.

Ji Ho ingat dengan pria itu. Pria yang bertemu saat mencari Bok Nam. ~ Kitty langsung mengeong begitu mendengar nama Bok Nam. LOL. Kitty aja cemburu. LOL

Saat ditanya ada perlu apa, pria itu bertanya apa ada buku notes di dekat Ji Ho.

Ji Ho pun mencari dan menemukannya. “Ada…”.

“Lalu, bagaimana dengan pulpen?”.

“Ada…”, jawab Ji Ho setelah menemukan pulpen dan siap menuliskan sesuatu.

“Lalu bagaimana dengan pacar?”.

“Apa?”.

“Pacar… Punya?”.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ji Ho menatap Se Hee, begitu juga sebaliknya.

Ada banyak alasan tapi aku yakin satu hal… sekarang aku ingin menyakitimu… Gravitasi kita sudah hilang… – Ji Ho

“Pacar… aku tidak punya…”, jawab Ji Ho sambil menatap Se Hee.

Bersambung…

 

Komentar :

Ternyata memang sulit melakukan pernikahan secara sederhana. Di saat tidak ingin mengadakan pesta dengan mengundang banyak orang, ternyata orang tua tidak setuju. Dan pada akhirnya, Se Hee dan Ji Hoo pun harus membuat acara yang sepertinya lebih banyak dihadiri oleh teman orang tua mereka sendiri. Sepertinya lebih rame dari pihak orang tua Se Hee, ya… Soalnya orang tua Se Hee tinggal di Seoul sementara orang tua Ji Ho di Namhae.

Di episode ini scene yang paling paling disukai sampai diulang berkali-kali yaitu scene waktu Se Hee mengambil tangan Ji Ho lalu meletakkan di lengannya. Kesannya manisss bgd. Kok jadi terlihat seolah-olah Se Hee mau bilang ke Ji Ho, “Udah, tidak perlu banyak dipikirkan. Cukup andalkan aku saja, cukup ikuti aku saja…”.

Atau bisa juga seolah Se Hee menunjukkan ‘Ini adalah istriku. Milikku’.

Ngerasa gitu ga, sih?

Pokoknya scene ini sering bgd aku ulang… πŸ˜€

Tapi, sebenernya perasaan ada sesuatu yang terlewat di acara pernikahan Se Hee-Ji Ho. Biasanya, pernikahan model begini pasti MC akan bilang, ‘Now, the groom may kiss the bride…’. Ya, kan?

Tapi bagian ini seperti dilewatkan begitu saja. Harusnya, kalau memang dilewatkan, Se Hee dan Ji Ho diperlihatkan membahas bagian itu dan kemudian sama-sama memutuskan melewatkan bagian itu.

Kalau pun sudah sepakat dilewati, bukannya akan menimbulkan pertanyaan, paling engga dari Sang Gu, Ho Rang atau Soo Ji. Entahlah. Sy pikir untuk pernikahan model ini, bagian kiss the bride, pasti ada. Bahkan ayah dan ibu Mi Young di Father Is Strange aja ada… πŸ˜€

Padahal pengen liat gimana reaksi Se Hee.. #Evillaugh

Btw, sy ngerti kenapa Ji Ho jadi salah paham. Wajar aja sih. Kalo sy jadi Ji Ho, sy juga akan begitu. Wajar aja Ji Ho berpikir apa yang dimiliki Se Hee adalah miliknya. Walaupun sy agak kurang suka waktu Ji Ho datang ke kantor Se Hee. Walaupun didesak oleh Sang Gu.

Btw, agak penasaran juga sih. Apa benar Ji Ho ga sengaja di situ atau sebaliknya…

Yang pasti, di episode depan, kisah Se Hee-Ji Ho memasuki babak baru. Akan ada cowok yang suka sama Ji Ho dan apakah nantinya Se Hee akan cemburu?

Syukur kalo cemburu karena kita bakal liat gimana Se Hee cemburu. Tapi kalau pun tidak cemburu, paling tidak sikap Ji Ho yang memilih dekat dengan Bok Nam akan menimbulkan pertanyaan bagi teman-teman mereka. Pengantin baru tapi dekat dengan pria lain.

Pastinya mau tidak mau mereka harus melakukan sesuatu untuk menghilangkan kecurigaan teman-teman mereka.

[Sinopsis Because This Is My FIrst Life Episode 7 Part 1]

7 Comments
  1. nurhasanah says

    Tina……kangennya……
    Akujuga nungguin gimana entr saat cinta menghampiri se hee,hehehe, kepingin bgt ngeliat muka flat lee min ki berubah….
    Bener kata bk dian….kita mah para perempuan yg maennya perasaan terus, pasti bakal salah paham akan sikap se hee ituh….jangankan ji ho, saya ajha yg nonton berasa ditonjok dg kta2 jujur se hee…..mmg tipe cowok special nih orang:-)
    Pokoknya kamsaeyo jeongmal yh bak dian atas sinopnya! And himne!!!!!!

    1. kdramastory says

      Kesannya se hee jahat ya, tapi sebenernya dia ngomong jujur tanpa maksud lain, lho. Ji Ho aja yg salah paham… πŸ˜€ Gomawo…

      1. nurhasanah says

        iya mbak….jujurnya mmg bikin keselek, hahaha…..
        mungkin ji ho sudah mulai ada rasa yah…

  2. Tina says

    Hadewh..ada y cowo tipe ky See Hee😎..klo aku makan ati itu mah secara nnti kesannya pasti cewe nya yg agresif.,haha aku jd kepo ky apa nnti klo See Hee bener2 jatuh cinta sm Ji Ho gmn ngmngnya ???😍😍..
    Aku mlh suka adegan yg terakhir pngn liat gmn See Hee klo istrinya dekat2 dg cowo lain..ganteng pula..wkwk..

    1. kdramastory says

      Tapi kayaknya Bok Nam cuma org ketiga sementara aja. Hanya buat men-trigger perasaan Se Hee aja. Beda sama Jung Woo di Tol atau Nam Gil di Go Back Couple yg bikin kita senyum-senyum sendiri liatnya… 😍😍..

      1. nurhasanah says

        YAH YAH bak dian ngomongin jung woo,ToL…..saya jadi ikutan kepingin curhat,hik hik hik
        meski awalnya saya sempat bilang aura serem kim jae wook, sbg dae gu di voice masih kebawa ajha, tapi makin kebelakang saya justru kena sindrom second lead gara gara karakternya jadi jung woo…..tiap kali dia kecewa, rasanya saya juga ikutan seeediiih pisan,apalagi waktu dia nangis , saya juga ikutan mewek, hik hik, hik, jadi lupa kalo dia bawa bawa bola besi di voice deh. jung woo daepyo…….

        1. kdramastory says

          Bener bgd… Jung Woo sedih, kitanya ikutan sedih… Malah jadi berharap dia dapat drama romance jd pemeran utama. Biar bisa move on kayak dulu park hyung sik. Waktu hwarang, sedihhhh bgd, tapi untungnya terobati karena do bong soon. πŸ˜€

Leave A Reply

Your email address will not be published.