Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 1

0

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 3 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 1

Di episode lalu, Ji Ho merasa ragu kembali ke Namhae karena Se Hee mengatakan membutuhkannya. Seumur hidup, baru pertama kali ada seseorang yang berkata seperti itu padanya.

Ji Ho makin ragu ketika Se Hee tiba-tiba menyusul hanya untuk memberikan naskah yang dipikir Se Hee ketinggalan. Padahal Se Hee bilang, kebetulan dia juga perlu keluar. 😀 Modus bukan, ya????

Akhirnya, Ji Ho pun memutuskan menerima tawaran Se Hee dan sebelum sepenuhnya setuju, Se Hee pun memastikan apakah Ji Ho menyukainya dan jawaban Ji Ho adalah tidak.

 

Credit : tvN

Sementara itu, Ho Rang dan Soo Ji sangat sedih dengan kepulangan Ji Ho ke Namhae.

Won Seok sampai heran karena Namhae kan ga begitu jauh. Naik bus hanya butuh waktu 4 jam atau kalau lebih cepat, mereka bisa sampai dalam 3 jam.

Tapi ternyata bukan itu masalahnya. Butuh perjuangan besar bagi Ji Ho untuk bisa pindah ke Seoul.

Ho Rang dan Soo Jin pun bergantian menceritakan bagaimana gilanya Ji Ho saat memutuskan pergi ke Seoul, sepuluh tahun yang lalu.

Ayah Ji Ho yang keras itu hanya mengizinkan Ji Ho masuk kuliah sejauh Universitas Namhae karena kuliah di Seoul butuh biaya besar. Lagi pula hanya 3 jurusan yang disukai ayah Ji Ho, kedokteran, hukum atau paling tidak guru. Sayangnya, nilai Ji Ho tidak cukup.

Sejak kecil, Ji Ho selalu bercita-cita menjadi seorang penulis sehingga memutuskan mengambil jurusan literatur korea.

Ketika Ji Ho mencoba bicara saat makan malam, ayah langsung membalikkan meja makan. Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah pikiran ayah. Oleh sebab itu Ji Ho mendaftar diam-diam dan tepat sehari sebelum masuk kuliah, Ji Ho pergi dari rumah malam-malam ke Seoul.

Sampai akhir semester pertama, ayah Ji Ho tahunya Ji Ho kuliah di Universitas Namhae jurusan pendidikan. Ayah baru mengetahui Ji Ho kuliah di Seoul ketika mengunjungi Ji Ho ke Universitas Namhae.

Won Seok tidak percaya mendengar cerita Ho Rang dan Soo Ji. Menurutnya yang gila itu Soo Ji.

“Bukan… Soo Ji hanya memiliki kepribadian yang buruk”, tukas Ho Rang.

Soo Ji menambahkan, Ji Ho itu kadang memutuskan sesuatu yang tak terduga.

Kembali pada Se Hee dan Ji Ho.

Setelah tahu Ji Ho tidak menyukainya, Se Hee menyuruh Ji Ho mengambil tasnya dan menemuinya di luar.

Credit : tvN

Mereka pulang dengan kereta bawah tanah. Berdiri berdampingan. Tidak sengaja saling melihat pantulan di jendela kaca dan sama-sama memalingkan wajah.

Se Hee membicarakan tentang Ji Ho yang mencuci mangkuk bekas ramyeon. Ia memuji kebiasaan Ji Ho yang bagus itu.

Ji Ho tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Tidak sengaja, Ji Ho melihat seorang pria mempersilahkan kekasihnya duduk. Mereka mengobrol sambil si pria itu menyentuh rambut kekasihnya. Si pria terlihat sangat perhatian.

Ketika kursi di depan Se Hee kosong, Se Hee mempersilahkan Ji Ho duduk.

Ji Ho tersenyum senang.

Credit : tvN
Credit : tvN

Setelah duduk, Ji Ho sempat memperhatikan Se Hee yang mencari tempat duduk kosong dan langsung duduk tanpa mengatakan apa pun padanya. Se Hee juga langsung sibuk dengan ponselnya.

“Aku dalam perjalanan menikah dengan pemilik rumah…”, batin Ji Ho.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 1

Credit : tvN

Setelah di rumah, mereka pun membicarakan kesepakatan pernikahan. Permintaan Se Hee terhadap Ji Ho masih sama sedangkan Ji Ho meminta pengertian Se Hee untuk mengurangi sewa 50 dolar sampai ia mendapatkan pekerjaan lagi.

Se Hee berpikir sebentar, menghitung-hitung dalam kepalanya dan setuju. Se Hee memperbaiki poin besar sewa yang harus dibayar Ji Ho menjadi 250 dolar per bulan.

Ji Ho sangat berterima kasih pada Se Hee.

Se Hee sempat menanyakan sekali lagi untuk memastikan Ji Ho tidak menyesal dengan keputusannya itu.

Ji Ho sudah yakin. Selain masalah uang sewa, tidak ada bedanya jika pulang ke Namhae dan terlebih lagi akan muncul konflik dengan ayahnya.

Se Hee mengerti. Jadi yang membuat Ji Ho stres selama ini adalah masalah sewa rumah.

Ji Ho tersenyum, mengiyakan.

Se Hee mengaku sedikit terkejut karena tadinya ia berpikir Ji Ho mempertimbangkan pernikahan atas dasar cinta. Sangat mengejutkan karena Ji Ho memutuskan menikah karena sewa.

Ji Ho membenarkan. Seperti kata Se Hee, cinta dan kasih sayang bukan sesuatu yang dibutuhkannya, paling tidak dalam dua tahun ke depan. “Yang aku butuhkan saat ini adalah kamar itu…”.

Di dalam hati, Se Hee menyadari ia sudah membuat keputusan menikah karena alasan yang tak biasa.

Ji Ho mengaku kalau sesungguhnya dia memang ingin merasakan pengalaman pernikahan.

Saat tiba-tiba Ji Ho menanyakan kapan terakhir Se Hee mendaur ulang, dalam hati Se Hee menyadari ia sudah menemukan seorang wanita yang sangat tak biasa sebagai istrinya.

=== Episode 4 – Because This Is My First Marriage ===

Begitu angun keesokan paginya, Ji Ho menyadari semalam tidurnya sangat nyenyak. Dan ia merasa sangat bahagia.

Untuk sarapan, ia membuat bibimbap dan makan dengan sangat lahap. Ji Ho sempat menawarkan pada Se Hee yang baru keluar kamar tapi Se Hee menolak. Katanya, dia hanya minum Americano untuk sarapan.

Credit : tvN

Pagi itu, Ji Ho sarapan di meja makan sedangkan Se Hee minum kopi di ruang tengah sambil duduk memangku Kitty.

Di dalam hati, Ji Ho mengakui pagi hari ini adalah pagi yang sangat indah. Tidur enak dan makan pun enak. Benar kata orang. Ia tidak sanggup mensupport diri sendiri lalu bagaimana dia bisa berkencan dalam kondisi seperti itu? Ia tidak punya uang 5000 dolar untuk deposit. Dan berkat pernikahan ini, ia dapat diskon 50 dolar.

Sanking bahagianya, Ji Ho sampai senyum-senyum sendiri… Ji Ho sangat senang dengan keputusannya itu.

Ternyata yang merasa bahagia bukan hanya Ji Ho. Se Hee juga merasakan hal yang sama. Merasa sangat tenang, begitu juga dengan Kitty. Sudah sangat lama ia tidak mendapatkan pagi akhir pekan sedamai itu.

Tidak perlu khawatir tentang kencan buta atau stres karena masalah daur ulang. Dengan memberikan diskon 50 dolar, ia mendapatkan kedamaian yang begitu berharga, batin Se Hee.

Ji Ho yang sedang cuci piring, memberitahukan Se Hee bahwa tadi dia pinjam sebutir telur dan berjanji akan menggantinya.

Se Hee mengiyakan.

Credit : tvN

Tanpa diminta, Ji Ho langsung mengisi tempat makan Kitty.

Credit : tvN

“Ya. Menikahi penyewaku adalah jawabannya”, batin Se Hee lagi lalu tersenyum lega.

Ji Ho mendapatkan telpon dari orang tuanya. Ternyata orang tuanya dalam perjalanan ke Seoul karena ada undangan pernikahan. Ji Ho memberitahukan bahwa nanti malam mungkin dia akan ke tempat adiknya.

Se Hee malah berpikir memanfaatkan kesempatan itu untuk berkenalan dengan orang tua Ji Ho.

Se Hee memperlihatkan diagram tahapan dalam pernikahan. Mulai dari bertemu orang tua, menyiapkan gedung pernikahan, baju, foto, bulan madu…

Ji Ho kaget, khawatir mereka harus melalui semua tahapan itu.

Se Hee mengatakan, semua tahapan itu dilalui oleh pernikahan atas dasar cinta. Tapi karena pernikahan mereka tidak, mereka bisa melewatkan semua tahap kecuali bertemu orang tua. Hanya itu yang perlu mereka lakukan.

Se Hee berpendapat akan lebih efisien jika mereka melakukan secepatnya. Karena Ji Ho juga tidak merasa terlalu mendadak, mereka pun sepakat akan melakukannya nanti malam.

Credit : tvN

Karena keputusan itu, Ji Ho pergi menemui Ho Rang yang sangat terkejut sekaligus marah melihat Ji Ho. Gara-gara Ji Ho memutuskan pergi, semalam ia dan Soo Ji sampai menghabiskan 5 botol minuman.

Ho Rang menanyakan tentang Ji Ho yang kembali tinggal di rumah Se Hee.

Ji Ho membenarkan tapi tidak cerita detailnya. Ia merasa mereka harus mengobrol bertiga dengan Soo Ji dan Soo Ji mengajak mereka minum nanti malam. Ia sudah menelpon Soo Ji tadi.

Ho Rang jadi memperhatikan barang yang dibawa Ji H,o begitu juga dengan pakaian yang dipakai Ji Ho. Ji Ho terlihat lain dari biasanya.

Ho Rang tahu Ji Ho pasti akan bertemu seseorang yang penting. Siapa dia?, tanya Ho Rang penasaran.

Ji Ho sampai menahan nafas, khawatir tebakan Ho Rang benar. Ia sangat lega karena Ho Rang berpikir dia akan bertemu penulis baru.

Tapi sebenarnya alasan Ji Ho menemui Ho Rang adalah untuk menanyakan apa yang harus dikatakan seorang pria untuk memberi kesan baik saat bertemu orang tua gadis tersebut, misalkan untuk minta izin menikah.

Ho Rang sempat heran kenapa Ji Ho ingin tahu tentang itu. Tapi kemudian mengira Ji Ho perlu jawaban untuk naskah dramanya. Untuk tes penulis baru, kan?

Ji Ho benar-benar lega Ho Rang tidak curiga padanya.

Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 1

Credit : tvN
Credit : tvN

Ji Ho yang tiba lebih dulu di halte bus, terpana melihat Se Hee yang berjalan dari kejauhan. Se Hee terlihat rapi sekali dengan setelan jasnya.

Ji Ho baru sadar saat Se Hee bicara padanya. Karena bus sudah datang, Se Hee pun mengajak Ji Ho naik.

Credit : tvN

Sebelum bertemu orang tua Ji Ho, Ji Ho membriefing Se Hee dulu. Memberitahukan tiga hal yang perlu Se Hee perhatikan saat bertemu keluarganya dan yang paling penting Se Hee harus berhati-hati saat bicara dengan ayahnya.

Credit : tvN

Jika usaha itu belum berhasil, Ji Ho menyarankan Se Hee melakukan cara seperti saran temannya. Ji Ho memperlihatkan 4 poin yang disarankan Ho Rang.

Pertama, tidak akan membiarkannya bekerja berat. Kedua, memastikan dia menjadi seorang nyonya. Ketiga, akan melayaninya seperti seorang putri untuk seumur hidup. Keempat, mencintainya sampai maut datang.

Se Hee tidak suka dengan keempat poin tersebut. Dia berjanji akan melakukan apa pun untuk mencegah harus mengatakan keempat poin tersebut.

Credit : tvN

Ji Ho dan Se Hee bertemu dengan Ji Seok di depan rumah. Ji Seok awalnya tidak melihat Se Hee karena sibuk mengomentari baju yang dipakai Ji Ho. Sampai akhirnya Se Hee menyapanya, Ji Seok langsung sadar kalau Ji ho membawa seorang pria.

Ji Ho memperkenalkan Se Hee sebagai pacarnya.

Ji Seok kaget tapi menyambut uluran tangan Se Hee dan memperkenalkan dirinya dengan sopan.

Setelah mengajak Ji Ho dan Se Hee makan malam, ia langsung berlari ke dalam rumah.

Se Hee sempat mengomentari Ji Seok yang terlihat tidak buruk, tidak seperti yang dikatakan Ji Ho tadi.

Tapi kemudian terdengar teriakan Ji Seok yang heboh memberitahukan orang tuanya bahwa Ji Ho datang dengan seorang pria.

Teriakan Ji Seok terdengar sampai keluar. Ji Ho cuma tertawa malu.

Credit : tvN
Credit : tvN
Credit : tvN

Makan malam benar-benar terasa mengerikan. Ayah menatap Se Hee dengan tajam, siap menerkam. LOL

Tidak hanya ayah yang menatap Se Hee, ibu, Ji Seok dan istri Ji Seok juga menatap Se Hee.

Se Hee hanya menundukkan kepalanya, sampai akhirnya ayah mengajaknya bicara. Ayah mengatakan sesuatu tentang kuah kepiting dan Se Hee awalnya tidak paham maksud ayah.

Ji Ho sampai harus membisiki Se Hee. Maksudnya ayah ingin Se Hee makan lebih banyak.

Se Hee mengerti dan langsung berterima kasih atas makanannya.

Baru saja Se Hee menyendokkan kuah, ayah sudah menawarinya minum. Se Hee sampai bingung. Tangan kanan pegang sendok dan tangan kiri menyodorkan gelas . LOL

Ayah dan ibu sampai kaget karena Se Hee bersikap tidak sopan.

Untungnya Se Hee langsung sadar, cepat-cepat meletakkan sendok dan menyodorkan gelas dengan tangan kanannya. LOL

Se Hee ingat pesan Ji Ho tentang 3 hal yang perlu ia perhatikan. Pertama, minum gelas pertama dalam sekali teguk.

Se Hee pun minum seperti pesan Ji Ho, dibawah tatapan tajam ayah.

Setelah itu, ayah sedikit rileks dan minta dituangkan minum oleh Se Hee. Kemudian ayah menanyakan pekerjaan Se Hee yang dijawab sangat panjang oleh Se Hee.

Teringat pesan kedua Ji Ho bahwa dia harus menjawab sesingkat-singkatnya, tidak lebih dari dua kalimat, Se Hee pun menyingkatnya menjadi, “Saya bekerja di perusahaan IT”. LOL

Saat ayah menanyakan penjelasannya, Se Hee ingat poin ketiga, jelaskan dengan tiga contoh yang terkenal.

Se Hee pun mengatakan bahwa mereka mengembangkan sesuatu seperti chat messenger. Namun, Se Hee sempat hampir salah menjawab saat ayah menanyakan lokasi kantornya.

Untungnya, dia cepat sadar melihat ekspresi ayah dan meralat jawabannya. Mengatakan kantornya diantara gedung kantor Samsung dan LG. LOL’

Ayah baru mengerti dan mulai bicara panjang lebar.

Dalam hati Se Hee ingat kata-kata Ji Ho. Jika ayahnya sudah bicara panjang lebar, itu artinya misi mereka berhasil.

Se Hee dan Ji Ho saling bertukar pandang, merasa lega dan tanpa mereka tahu, ibu memperhatikan mereka. Ibu tiba-tiba menyuruh ayah berhenti bicara dan makan.

Kemudian, dengan hati-hati Ji Ho mengutarakan maksud mereka yaitu menikah.

Ayah dan ibu sangat terkejut. Mendadak sekali!

Ji Seok bahkan menuduh Ji Ho sudah hamil.

Credit : tvN

Ji Ho sampai tersedak dan Se Hee entah kenapa memberikan gelas air putihnya untuk Ji Ho dan Ji Ho meminumnya.

Se Hee yang polos, sama sekali tidak paham yang dikatakan Ji Seok padahal ayah sudah siap menerkamnya. LOL. OMG!!!

Se Hee malah berpikir Ji Seok menyinggung soal Shinzu Abe.

Ji Ho buru-buru membisiki Se Hee bahwa yang dimaksud adiknya adalah ia mengandung anak Se Hee.

“Apa?!”, Se He sangat kaget.

Tanpa pikir panjang, Se Hee langsung menjelaskan pada ayah dan tanpa sadar dia malah menceritakan tentang mereka yang tinggal serumah.

Credit : tvN
Credit : tvN

Ayah, ibu dan Ji Seok langsung emosi. Ayah sampai berdiri dan marah-marah pada Se Hee dan Ji Ho.

Se Hee mencoba meminta ayah mendengarkan penjelasannya tapi ayah mana mau.

Karena keadaan makin genting, Ji Ho tidak punya pilihan lain selain menendang Se Hee. membuat Se Hee terjatuh dalam posisi berlutut di depan ayah.

Se Hee menoleh pada Ji Ho. Ia terlihat marah tapi Ji Ho malah menunjukkan 4 poin yang disarankan oleh Ho Rang.

Se Hee tidak punya pilihan lain. Dengan tergagap dia mengatakan, “Aku tidak akan pernah membiarkan tangan putri Anda basah”.

Setelah itu, Se Hee langsung lemas… Bhuahahaha…

Credit : tvN

Sementara itu, pulang kerja Ho Rang mampir di toko furniture bersama rekan kerjanya. Mereka tahu Ho Rang sangat menyukai sofa merah jambu tersebut.

Tapi ternyata, Seul Gi membeli sofa yang terakhir karena akan pindah rumah dan menikah bulan depan. Seul Gi sempat minta maaf tapi karena pacarnya juga sangat menyukai sofa tersebut, mereka pun memutuskan membeli sofa yang terakhir.

Ho Rang tentu saja terkejut tapi tidak menunjukkan di depan rekan-rekannya. Bukan masalah besar, dia bisa beli sofa yang lain…

Ho Rang pun lalu buru-buru pamit pada rekan-rekannya.

Credit : tvN

Setelah membeli minuman di minimarket, Ho Rang menelpon Won Seok, mengajaknya makan malam bersama tapi ternyata Won Seok sedang bertemu dengan Sang Gu.

Won Seok memutuskan bertemu Sang Gu karena tadi Ho Rang bilang akan makan malan dengan rekan kerjanya. Won Seok meminta Ho Rang menunggu sebentar karena dia akan pergi 30 menit lagi.

Tapi karena sedang bete, Ho Rang tidak mau menunggu. Dia sudah sangat lapar sampai rasanya mau mati. “Ya sudah! Aku makan sendiri!”.

Ho Rang memutuskan telpon begitu saja.

Won Seok hanya bisa menghela nafas. Tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini Ho Rang cepat sekali marah.

Sang Gu pun minta melihat chat Won Seok dan Ho Rang. Sang Gu mengklaim dirinya sebagai ahli yang bisa menganalisis dari chat mereka.

Awalnya Won Seok tidak mau tapi karena Sang Gu mendesak, ia pun memberikan ponselnya pada Sang Gu.

Credit : tvN

Sang Gu menyisir pesan dari Ho Rang dan menemukan foto Ho Rang yang duduk di sofa merah jambu itu. Menurutnya, pesan itu mengandung maksud lain. Artinya Ho Rang menginginkan sofa tersebut.

Won Seok benar-benar tidak mengerti. Seharusnya Ho Rang bicara terus terang kalau menginginkan sofa itu.

Sang Gu pun memberitahukan sesuatu yang penting. “Wanita tidak pernah menyampaikan keinginan mereka langsung. Mereka tidak pernah bilang langsung. Tidak pernah. Mereka ingin mendengarnya dari pria. Untuk bisa mendengar yang mereka inginkan, mereka terus bicara kepada kekasih mereka tapi mereka selalu berputar-putar. Kadang kuat, kadang manis. Tapi pada akhirnya, akan membuatmu gila. Mengerti?”.

Won Seok bertepuk tangan. Sang Gu benar-benar hebat, pujinya. 😀

Bersambung…

 

Komentar :

Kata-kata Sang Gu itu benar-benar menggambarkan seorang perempuan, paling tidak sy seperti itu. Rasanya sangat jarang kalau pengen sesuatu langsung bilang dengan jelas sama suami. Seringnya ngomong mutar-mutar dulu, atau singgung-singgung dikit berharap suami akan ngerti padahal mah sampai kapan pun suami ga bakalan ngerti.

Dan ujung-ujungnya sama kayak Ho Rang. Ngambek. Bhuahahaha… Aku bgd!!! Apa ada diantara kamu yang sifatnya seperti digambarkan Sang Gu? 😀

Cepat sadar ya…:-D

[Sinopsis Because This Is My First Life Episode 4 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.