Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2

— All images credit dan content copyright : tvN —

[Sinopsis Goblin Episode 12 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2

Kim Shin, Wang Yeo, dan Eun Tak mencoba menghibur Duk Hwa yang hanya berbaring di tempat tidurnya Kim Shin. Wang Yeo menawarkan apel yang sudah ia potong berbentuk kelinci. Kim Shin menawarkan memberikan emas. Duk Hwa hanya menggelengkan kepalanya.

“Apa kau mau aku menembus dinding?”, tanya Kim Shin. 😂😂😂 Duk Hwa diam saja.

Eun Tak menawarkan akan memberikan kamera miliknya untuk Duk Hwa.

Tapi Duk Hwa lagi-lagi hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga tidak mau kamera Eun Tak karena kakek memberikan kamera itu untuk Eun Tak.

Wang Yeo meminta maaf. Menyesal karena tidak memberitahukan Duk Hwa tentang kematian Ketua Yu. Tapi begitulah urutan hidup itu.

Duk Hwa mengatakan ia tahu. Keluarganya sudah menjaga goblin dari generasi ke generasi. Kemudian Duk Hwa pun bangkit, berterima kasih pada mereka semua dan pamit karena ada sesuatu yang harus ia lakukan.

Ternyata sesuatu dimaksud oleh Duk Hwa yang harus ia lakukan adalah mengelap peralatan rumah Kim Shin yang dari perak. Ketika Kim Shin mendekatinya, Duk Hwa mengatakan, sepertinya kakeknya akan terganggu dengan peralatan perak yang kotor. “Paman tahu sendiri kakek seperti apa…”.

Duk Hwa juga memberitahukan bahwa Sek. Kim sudah ditunjuk oleh kakeknya menjadi CEO. Ia merasa kakeknya ternyata sudah menyiapkan semuanya sebelum pergi. “Aku sangat lega. Aku belum siap…”.

Kim Shin mengiyakan saja.

Lalu Duk Hwa mengatakan bahwa mulai sekarang ia akan belajar dari dasar. Ia akan belajar supaya ia bisa menjadi kakak, ayah, dan kakek untuk Kim Shin. Sama seperti kakeknya.

Kim Shin hanya mengiyakan saja sambil tersenyum.

Sek. Kim, uhmmm sekarang udah jadi Tn. Kim ya karena sudah jadi CEO… Tn. Kim memeriksa amplop yang ditinggalkan Ketua Yu. Amplop yang pertama tertulis nama Duk Hwa. Ternyata isinya sebuah kartu kredit. 😅😅😅😅

Lalu amplop kedua tertulis namanya. Kim Do Young. Dan isinya adalah sebuah surat.

Jika seseorang yang memiliki nama belakang Kim dan nama depan Shin datang padamu, dan mengatakan bahwa ia datang untuk mengambil kembali miliknya, berikan saja padanya. Semua yang aku tinggalkan ini adalah miliknya. Dia akan datang padamu melalui hujan dan pergi dalam nyala api biru. Kau akan tahu dialah orangnya…

Dewi Kelahiran berpapasan lagi dengan Duk Hwa di jembatan penyebrangan. Duk Hwa sama sekali tidak melirik pada wanita itu. Wanita itu yang menyapa Duk Hwa lebih dulu. “Dia sudah pergi, ya?”.

Duk Hwa berhenti dan berbalik. Bertanya siapa wanita itu dan apakah wanita itu mengenalnya.

“Tentu saja. Seorang anak yang sangat baik. Oleh sebab itulah kau akan menyalakan dunia… Ingatlah, budi pekertimu yang ramah akan membawa keberuntungan untukmu…”.

Duk Hwa mengiyakan tapi ia bilang, ia bukan anak-anak… 😂😂😂

Lalu Duk Hwa mengajak wanita itu minum. Wanita itu mengatakan seharusnya Duk Hwa minum dengan wanita yang cantik.

“Kau wanita yang cantik…”.

“Kau seharusnya minum dengan seorang manusia…”.

Duk Hwa kaget. Wanita itu mengucapkan selamat tinggal dan berbalik pergi.

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2

Kim Shin dan Wang Yeo sedang menyiapkan makanan bersama di dapur. Ia mengomentari Kim Shin yang menyiapkan makanan lebih banyak dari biasanya. Kim Shin bilang, Duk Hwa akan datang.

“Aku iri Duk Hwa punya paman…”, keluh Wang Yeo.

Melihat Kim Shin bingung, Wang Yeo menyuruh Kim Shin tidak mempedulikannya. Belakangan ini ia terus merasa iri pada semua orang dan merasa hampa di dalam hatinya.

Kim Shin malah menggoda Wang Yeo. Menyuruh Wang Yeo jujur bahwa sebenarnya Wang Yeo ingin seorang paman yang super tampan sepertinya. Duhhhh… Kim Shin lagi-lagi ga peka… 😂😂😂😂😂

Kim Shin menoleh sambil tersenyum pada Wang Yeo. Tiba-tiba ia melihat sekelabat wajah raja muda dulu di wajahnya Wang Yeo. Sambil menatap wajah Wang Yeo lama, Kim Shin menanyakan sejak kapan Wang Yeo menjadi malaikat pencabut nyawa.

“Sejak 300 tahun yang lalu…”. Wang Yeo heran melihat Kim Shin terus saja menatapnya. “Apa ada yang salah di wajahku?”.

“Cuma sesaat aku melihat wajah yang tiak aku lihat sebelumnya pada dirimu…”.

Wang Yeo penasaran. Ingin tahu siapa.

“Sebuah wajah yang tidak seharusnya aku lihat…”.

Kim Shin terus mondar-mandir di dekat Duk Hwa yang sibuk membaca dokumen. Duk Hwa tentu saja kesal karena Kim Shin mengganggu konsentrasinya. Ia menyuruh Kim Shin masuk ke kamar jika memang Kim Shin tidak mau membantunya.

Kim Shin hanya tersenyum dan mengatakan kalau ia merasa bangga karena Duk Hwa akhirnya menjadi orang yang berguna.

Duk Hwa sangat senang dipuji oleh Kim Shin dan mulai membanggakan dirinya. Tapi kemudian ia terkejut melihat Kim Shin malah memperhatikan salah satu aplikasi pelamar di perusahaan mereka.

Nama pelamar itu adalah Kim Woo Sik.

 

Hari ini hari pertama Eun Tak kuliah. Karena hari ini ada pesta, Eun Tak memakai dress. Kim Shin tidak begitu setuju tapi Eun Tak tidak peduli.

Kim Shin mengatakan, hari ini Duk Hwa akan mengantarkan Eun Tak karena ia ada janji. Ia berpesan jika ada sesuatu…

Eun Tak mengerti maksud Kim Shin dan memperlihatkan isi tasnya. AAHAHAHAHA.. Isinya korek api semua… 😀

“Kau melupakan sesuatu…”, ucap Kim Shin.

Eun Tak langsung geer dan memukul Kim Shin dengan manja. Lalu menutup matanya. Memonyongkan bibirnya… 😂😂😂😂 Ampyunnnn…

Kim Shin tersenyum kecil melihat Eun Tak seperti itu. Kim Shin mendekati Eun Tak, memakaikan Eun Tak kalung yang ia beli di Canada waktu itu.

“Kau sekarang sempurna…”, ucap Kim Shin.

Eun Tak sangat senang dan terharu. Menanyakan artinya. Kim Shin mengatakan, itu bahasa perancis yang artinya, ‘Takdir yang digariskan oleh langit’.

Eun Tak mengatakan, takdir adalah kata yang sangat ia sukai. “Bagaimana kau tahu?”.

Kim Shin diam saja. Lalu ia memberikan peraturan pada Eun Tak. No blind dates, No romance, No Tae Hee. Tidak ada pria yang diperbolehkan berada dalam radius 30 m dari kalung itu. “Seperti itulah takdir yang aku buat untukmu…”.

Eun Tak jadi sedih. Untuk apa juga ia pergi kuliah. Tapi Kim Shin bilang, itu adalah keputusan yang kuasa. Jadi Eun Tak harus menurut. Lalu ia pun mempersilahkan Eun Tak berangkat…

Eun Tak pamit sambil tersenyum pada Kim Shin.

Sebelum tiba di kampus, Eun Tak sengaja merekam dirinya dan mengirimkannya untuk Kim Shin.

Memberitahukan Kim Shin bahwa ia sudah tiba di kampus dengan selamat dan penuh semangat. Ia mendoakan semoga Kim Shin beruntung dengan janjinya itu… AHAHAHAHA… Eun Tak menambahkan gambar dokkaebi di sekitar wajahnya…

Kim Shin sangat senang mendapatkan pesan video dari Eun Tak. Ia melihat Eun Tak masih memakai kalung itu dan tidak ada pria lain di sekitar Eun Tak. “Gadis yang baik…”, pujinya.

Cakeppp… Cuteee… 😍😍😍

Sambil tersenyum bahagia, Kim Shin pun pergi ke tempat seleksi pegawai baru untuk perusahaan Chunwoo.

Kim Shin datang dan duduk di depan pelamar yang bernama Kim Woo Sik. Kim Shin menatap Woo Shik dengan tatapan yang sendu, membuat Woo Shik bingung sendiri. Dan juga canggung.

“Kita pasti saling merindukan satu sama lain karena aku masih hidup. Kau pasti sangat kesepian. Maafkan aku…”. Air mata menggenang di mata Kim Shin.

Woo Sik semakin bingung. Tidak mengerti apa yang terjadi. Untungnya kemudian, ia bersama dua sisa pelamar lainnya dipanggil masuk.

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2

Woo Sik ternyata selama ini hidup sulit. Ia hanya tinggal di rumah yang sepertinya ia menyewa tempat tinggal di atap sebuah bangunan. Ia sangat senang begitu mendapatkan kabar diterima bekerja di Chunwoo Group. Istri dan anaknya pun sangat bahagia.

Bukan itu saja yang membuatnya senang sekaligus terkejut. Ia mendaparkan rumah dari perusahaan dan juga mobil. Tn. Kim mengatakan, itu karena Woo Sik sudah melakukan dengan baik saat interview.

Lalu Tn. Kim juga memberikan sebuah amplop yang berisikan nama putra Woo Sik yang akan lahir tanggal 2 Mei nanti. “Dia akan membawa sinar ke dunia ini dari generasi ke generasi…”.

Woo Sik menerimanya dengan senang hati. Ia menanyakan siapa tuan yang ada di depannya itu.

“Maafkan aku. Seharusnya aku memperkenalkan diri dari awal. Aku Kim Do Young, CEO Chunwoo Group…”.

Woo Sik sangat terkejut. Meminta maaf karena tidak mengenali CEO-nya. Ia tidak mengerti kenapa ia mendapatkan sesuatu yang melebihi dari yang seharusnya ia dapatkan.

“Kau telah menyelamatkan negara di kehidupanmu sebelumnya…”.

Woo Sik terkejut. Antara percaya dan tidak. Kata-kata CEOnya itu membuatnya sangat terharu…

Kim Shin mengawasi dari jarak yang sangat jauh…

Kim Shin menelpon Eun Tak karena sudah sore belum juga pulang ke rumah. “Kau tidak tahu di luar itu bahaya?”, omelnya.

Eun Tak mengatakan masih jam 5 sore dan matahari juga belum tenggelam.

Kim Shin tidak mau tahu. Ia ingin tahu Eun tak ada dimana. Eun Tak melihat sesuatu dan mendapatkan ide. “Kau akan terkejut kalau aku bilang aku sedang ada dimana…”, ucap Eun Tak sambil berlari ke suatu tempat.

Eun Tak menyalakan korek api dan meniupnya. Kim Shin tiba-tiba berada di suatu tempat yang sangat sempit. Di dalam photobooth. Kim Shin yang tinggi sampai-sampai tidak bisa berdiri dengan tegak. Eun Tak ketawa-tawa melihat Kim Shin berdiri dengan aneh… Kim Shin marah-marah… 😂😂😂😂😂 OMG Kim Shin!!! Lucu!!!

Duhhh Kyeopta…

Eun Tak menarik Kim Shin duduk di sampingnya untuk berfoto. Meskipun agak enggan, tapi ternyata hasilnya bagus. Eun Tak malah memuji Kim Shin yang ternyata mau juga tersenyum.

Merasa tidak nyaman berlama-lama di dalam tempat yang sempit, Kim Shin ingin tahu kapan mereka akan keluar.

“Entahlah. Mungkin lima menit lagi?”.

“Kenapa lima menit lagi?”, tanya kim Shin.

Eun Tak bilang, mungkin ada hal romantis yang akan terjadi di sana. Kim Shin tidak mau.

Lalu Eun Tak memberikan sebuah amplop yang berisikan uang 5 dolar 12 sen. Kim Shin berpikir, Eun Tak akan membayar hutangnya tapi ternyata bukan. Eun Tak ingin Kim Shin menggunakan uang itu untuk membayar hutangnya pada Sunny. Ia tahu, Kim Shin sebenarnya ingin bertemu dengan Sunny jadi ia meminta Kim Shin menggunakan itu sebagai alasan untuk bertemu dengan Sunny.

Kim Shin tidak mau. Ia terlalu takut pada Sunny. “Lain waktu saja…”, tolaknya.

Eun Tak mendesah kesal. Ternyata pertengkaran kakak adik selalu ada.

Eun Tak lalu ingin pergi, namun Kim Shin melarangnya pergi. “Di luar dingin…”, katanya. Deuhhhh alesannnnn… Modusssss… Gemes… 😍😍😍😍

Kim Shin lalu menanyakan tentang sekolah. Bagaimana kuliah Eun Tak tadi. Apa Eun Tak menyukainya?

Eun Tak menyebutkan nama Tae Hee dan Kim Shin langsung menyela. “Aku bertanya tentang kuliah tapi kenapa kau malah membawa nama Tae Hee!”, Deuhhhh yang cemburuuuu… Manisnyaaaaa…. 😍😍😍😍😍

Eun Tak bilang, ia cuma mau cerita bahwa Tae Hee itu berangkat ke Amerika untuk pertandingan. Ia tadinya ingin memuji Kim Shin yang pintar mengenali bakat seseorang.

Dipuji seperti itu oleh Eun Tak membuat Kim Shin geer. Ia pun kemudian membanggakan dirinya sendiri. Mengatakan memang dari dulu ia seperti itu. Entah sudah berapa orang uang ia buat berhasil.

Eun Tak tiba-tiba merasa kesal karena Kim Shin malah membanggakan dirinya. Ia pun pamit pergi setelah lebih dulu memberikan kecupan singkat untuk Kim Shin.

Kim Shin terpana. Tidak sanggup barkata-kata. Setelah Eun Tak pergi, ia baru berteriak, meminta Eun tak menelpon jika ada sesuatu. Kim Shin kemudian memonyong-monyongkan bibirnya.

Tiba-tiba ia merasa nyaman berada di sana dan berencana akan ke sana sering-sering… AHAHAHAHAHAH… KIM SHIN!!!! Kyeopta!!!! Bisa GILAAAAA!!!!

Sinopsis Goblin Episode 12 Part 2

Ketika Eun Tak sedang membuang sampah di belakang restoran, ia bertemu lagi dengan anak kecil yatim piatu itu. Mereka bercanda-canda sebentar.

Tiba-tiba Eun Tak merasakan sesuatu yang menakutkan. Hantu Joong Won muncul lagi.

Eun Tak sedikit takut dan meminta anak itu pulang ke rumah dengan alasan nenek menunggunya.

Ketika Eun Tak sedang melihat anak itu, Joong Won tiba-tiba sudah ada lebih dekat lagi dengan Eun Tak.

Joon Wo meminta maaf karena belum memperkenalkan dirinya dengan benar. “Aku Park Joong Won”. Melihat Eun Tak hanya diam, Joong Won merasa Eun Tak pasti sudah mengenalnya.

“Tidak…”, sahut Eun Tak lalu berbalik pergi. Tapi tiba-tiba Joong Won menyebutkan nama Kim Shin, membuat Eun Tak berhenti.

“Kim Shin… apakah dia memberitahukanmu kalau dia yang membunuhku? Hukumannya sama beratnya dengan banyaknya nyawa yang sudah direnggutnya. Hidupku juga ada di dalam sana”.

Eun Tak berbalik. Bertanya apa yang diinginkan Joong Won.

“Tidak ada. Aku hanya ingin menceritakan kisah yang menarik. Karena kau mengenalku, kau pasti mengenal Wang Yeo juga… Pedang yang ada di dada Kim Shin, Wang Yeo yang meletakkannya di sana. Awal dan akhir dari takdir yang tragis ini adalah Wang Yeo…”.

Joong Won mengatakan, saat ini Wang Yeo tinggal bersama Kim Shin. Awalnya Eun Tak tidak percaya tapi tiba-tiba ia ingat sesuatu.

“Benar. Malaikat Maut yang tak bernama itu. Dia wang Yeo… Lalu menurutmu apa yang terjadi jika kedua orang ini saling mengenali? “.

Joong Won mengatakan, apakah Kim Shin akan membunuhnya atau tidak saat ini. itu tergantung pada Eun Tak karena kematian Kim Shin pun ada di tangan Eun Tak. Joong Won baru menyadari, Eun Tak adalah pengontrol kematian.

“Kau salah. Malaikat pencabut nyawa yang aku kenal punya nama. Kim Woo Bin”. Eun Tak langsung berbalik masuk ke dalam, meninggalkan Joong Won yang tertawa seram.

“Kau menanyakan apa yang aku inginkan? Aku menginginkan kematian mereka…”, guman Joong Won pada dirinya sendiri lalu tersenyum mengerikan.

Setelah sampai di dalam, Eun Tak terduduk lemas…

Eun Tak terus memikirkan ucapan Joong Won semalam. Ia juga memikirkan hubungan Kim Shin dan Wang Yeo selama ini. Sering bertengkar tapi tetap bersahabat.

Eun Tak pusing sendiri. Ketika ia sedang menelungkupkan kepalanya di meja, tiba-tiba ada suara yang mengangetkannya. “Jiwa yang tersesat!”.

Ternyata orang itu adalah Wang Yeo. Wang Yeo meminta maaf karena sudah mengagetkan Eun Tak. Eun Tak ingin tahu kenapa Wang Yeo mencarinya di kampus. “Apa ada masalah?”.

Wang Yeo mengatakan, ia merasa terperangkap. “Aku tidak punya siapa pun untuk diajak bicara…”.

Eun Tak bertanya apa itu tentang bosnya.

“Tentang ini dan itu…”, jawab Wang Yeo. Wang Yeo mengatakan, orang bilang jika seseorang melakukan kejahatan yang besar di kehidupannya yang lalu, maka orang tersebut akan menjadi malaikat pencabut nyawa. Saat Eun Tak bertanya dosa apa, Wang Yeo mengatakan ia juga tidak tahu.

“Tapi aku berpikir aku ada di dalam kisah Kim Shin dan adiknya… Ada tiga orang yang melakukan dosa besar saat itu… Kim Shin yang memotong kepala musuh, Wang Yeo yang memerintahkan kematian Kim Shin adiknya, dan Park Joong Won, orang yang menunjukkan Kim Shin dan adiknya pada kematian…”.

Kim Shin masih hidup, Kim Sun bereinkarnasi menjadi Sunny dan ia belum tahu apakah ia Wang Yeo atau Park Joong Won. “Itulah yang aku pikirkan…”.

Eun Tak sontak teringat cerita Joong Won semalam.

Lalu Wang Yeo bicara lagi. “Siapa pun diriku, aku musuhnya Kim Shin, kan? Yang mana pun diriku, aku dan Sunny tidak bisa bersama, kan?”.

Eun Tak hanya diam. Tidak bisa menjawab pertanyaan Wang Yeo itu…

Malaikat pencabut nyawa itu benar-benar menemui Sunny. Sunny yang baru saja mengunci pintu restorannya, sangat terkejut.

Malaikat pencabut nyawa itu meminta maaf karena sudah mengagetkan Sunny. Sunny bilang tidak apa-apa, hanya saja restorannya sudah tutup.

“Tidak apa, kalau begitu…”, si malaikat pencabut nyawa itu mengulurkan tangannya. Mengajak Sunny bersalaman.

Sunny awalnya terlihat enggan tapi kemudian menerima jabatan tangan wanita itu.

Seketika itu juga wanita itu bisa melihat masa lalunya di dalam masa lalu Sunny. Ternyata ia adalah dayang yang membawakan obat untuk Ratu. Saat itu Wang Yeo sempat dengan marah menepis obat yang ia bawa sampai jatuh ke tanah. Wang Yeo melarangnya memberikan obat apa pun untuk ratu tidak peduli walaupun itu perintah dari siapa pun.

Ia juga menyaksikan ketika Joong Won membisikkan kata-kata bujukan pada Wang Yeo yang berujung pada kematian Kim Shin.

Malaikat pencabut nyawa itu terkejut…

Bersambung…

 

Komentar :

Segera setelah kakeknya meninggal, Duk Hwa langsung menyadari kewajibannya meneruskan tugas kakeknya. Ia langsung memulai dengan membersihkan peralatan perak Kim Shin. Meskipun ia tatu itu adalah tugasnya tapi ia melakukannya karena ia tahu kakeknya sangat peduli tentang itu… Duk Hwa juga langsung menyadari tugas-tugasnya yang lain dan berjanji pada Kim Shin untuk mulai mempelajarinya… Kehilangan kakeknya membuat Duk Hwa menjadi lebih dewasa dan itu membuat Kim Shin bangga pada Duk Hwa…

Paling terharu saat Kim Shin menemukan kembali anak buahnya yang setia itu. Dan untuk membalas jasa anak buahnya itu, Kim Shin menyediakan semua kebutuhan dasar untuk keluarga anak buahnya itu. Terharu sekaligus geli liat ekspresi Woo Sik. Ia sampe terbengong-bengong mendapatkan rumah, mobil dan juga nama untuk bayi yang masih di dalam kandungan istrinya…

Duh… terharu banged liat ekspresi bangga Woo Sik ketika diberitahukan kalau di kehidupan sebelumnya, ia sudah menyelamatkan negara…. Terharu… 😭😭😭😭😭 Kim Shin baik banged…

Nah, yang paling manis di part ini adalah scene photobooth… Kim Shin dan Eun Tak manis banged… Suka dengan semua ekspresi mereka… Sampe senyum-senyum sendiri liatnya… Lucu waktu Kim Shin ga bisa berdiri tegak di dalam booth. Jail bgd sih Eun Tak ini…  Meskipun marah, ujung-ujungnya Kim Shin pengen sering-sering ke sana… Deuhhhh… Kyeopta… 😍😍😍😍😍

Ternyata si malaikat maut perempuan ini memang benar ya dayang yang ada di samping raja. Hebat netizen bisa mengenali wajahnya sejak awal. Padahalkan cast pendukungnya banyak banged… Kira-kira dosa seperti apa yang dilakukan oleh dayang ini sehingga dia menjadi malaikat maut? Ga mungkin kan cuma karena membawa obat?

Kira-kira apa ya alasan Raja menepis obat hingga jatuh dan melarang siapa pun memberikan obat pada Ratu, tidak peduli siapa pun yang menyuruhnya? Apa karena dia hanya sedang marah saja? Atau sebenarnya Raja tahu, obat itu dari Joong Won dan khawatir di dalamnya ada racun? Kayaknya dia tahu deh obat itu dari Joong Won, kalau engga, g mungkin dia bilang, ‘siapa pun yang menyuruhnya’. Ya, kan?

Melihat dayang ini ada dibarisan depan di dekat Joong Won, bisa jadi dia kaki tangan Joong Won. Ia yang banyak tahu tentang sepak terjangnya Joong Won…

Wang Yeo terus saja bersedih hati. Di sepanjang episode ini tidak satu pun senyuman yang terlihat di wajahnya… Ga tahan liat wajah sedihnya… 🙁

 

You might also like More from author

4 Comments

  1. Tina says

    Aih ngulang2 scene photobox..sweet abiz..

    1. kdramastory says

      Deuhhhh sama banged ahhhh… Sama stu lagi Tina, yg di kedai minum itu… Sukkkaaaa bgd… Bisa gila dibikin sama drama ini…

  2. Nurhasanah says

    Kalo saya part paling membahagiakan itu,membaca tulisan bak dian yg emoticon heartnya banyak banget(wkwkwk)
    Yah….kebawa aura sedihnya wang yeo mbak.dn sepertinya mmg dayang itu kaki tangannya kasim park.yg tugasnya ngasik racun….makanya di ep 11 flashback ada scene ttg kesehatan ratu gitu….
    Tentu saja lively doweynya eun tak sama kim shin mah gk tertandingi…apa apa tuh mereka bawaannya manizzz ajha.saya bahkan kagum….kim go eun monyongin bibir aja ttp cantik,debak….berasa keluar auranya dia maen drama ini….ukyo!!!
    Shin selalu membalas orang yg berjasa padanya sesuai yg seharusnya.dia baek banget.yah secara …dia idupnya dah lama.dn kaya pula…hehehe
    Tp….ttp ajha sedih.wang yeo!!!!!

    1. kdramastory says

      Akhhh… kok g ingat flashback ep 11 itu ya mb? Yg mana? rerun lagi nih… kmrn baru sempat rerun sampe ep. 4 dan stlh rerun nemu banyak detail yg terlewatkan…

      Suka bgd mb chemistry Eun Tak sama Kim Shin… Sukkkkkaaaaa bgd… 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.