Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

2

[Sinopsis Goblin Episode 6 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

Sunny memandang cincin ‘pemberian’ Wang Yeo yang terpasang di jari telunjuknya dengan bahagia. Ia merasa cincin itu memang sangat cocok untuknya. Sangat cantik.

Eun Tak melihat cincin itu dan menanyakan apakah Sunny membelinya. Dengan jujur Sunny bilang seseorang yang memberikannya. Pria itu, ucapnya penuh arti.

Eun Tak langsung mengerti yang dimaksud Sunny. Ia ikut senang dan bertanya ini-ini. Apa Sunny bertemu dengan pria itu? Dimana? Bagaimana dia?

Sunny cuma bilang pria itu masih tampan dan masih aneh. Sangat aneh tapi entah kenapa setiap ia melihat wajah pria itu, ia lupa segalanya.

Eun Tak melihat cincin itu lebih jelas lagi. Ia merasa cincin itu terlihat sangat tua.

Tiba-tiba Eun Tak mendengar suara lain. Suara tiga hantu kenalannya itu. Mereka meminta bantuannya. Hantu yang paling tua memarahi teman-temannya yang lebih muda darinya karena di dunai hantu pun masih ada senioritas. Jadi yang tua yang meminta bantuan lebih dulu.

Terpaksa kedua hantu yang lainnya mengalah pada hantu yang paling tua, sebut aja nenek hantu ya. Nenek hantu meminta Eun Tak menanyakan pada goblin nomor lotre yang akan menang. Ia juga meminta Eun Tak membelikan nomor itu untuknya.

Eun Tak hanya diam saja. Tidak mengatakan apa-apa. Kemudian, ia seperti ingat sesuatu dan bergegas pergi.

Kim Shin sedang berjalan santai sambil minum saat Eun Tak tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Seperti biasa, Eun Tak selalu saja grasak grusuk. Dan Kim Shin sendiri, begitu melihat Eun Tak masuk, ia pun langsung berbalik dan duduk di kursi tapi memunggungi Eun Tak. Apa Kim Shin sengaja nunggu Eun Tak bicara sama dia ya? Walaupun dicuekin gitu juga… πŸ˜€

Eun Tak mengajak Kim Shin bicara. Memuji Kim Shin setinggi langit. Membuat Kim Shin yang tadinya memunggunginya kini perlahan berbalik.

Duuhhhh yang senang dipuji…. πŸ˜€

Bahkan saat ia memuji jam tangan yang dipakai di tangan kiri, Kim Shin langsung memegang cangkir dengan tangan kiri padahal tadinya ia minum dengan tangan kanan… AHAHAHAH…

Ujung-ujungnya Eun Tak menanyakan nomor lotre yang akan menang minggu ini. Saat Kim Shin menanyakan untuk apa, ia hanya berjanji akan menyediakan waktu mencabut pedang Kim Shin jika tahu nomor yang akan menang.

Tanpa banyak tanya lagi, Kim Shin pun mau menyebutkan. 40-14-15-18-22.

Eun Tak tersenyum senang lalu mengucapkan terima kasih.

Keesokan harinya, Eun Tak membisikan nomor itu padaΒ nenek hantu itu. Lalu nenek hantu itu pun pergi.

Eun Tak sangat terkejut melihat Kim Shin sudah ada di belakangnya saat ia berbalik. Ia menuduh Kim Shin menguntitnya. Kim Shin bilang ia hanya melacak Eun Tak saja. Kim Shin menegur Eun Tak yang sudah mengungkapkan rahasia pada nenek hantu itu.

Namun Eun Tak bilang, nenek hantu itu tidak apa-apa karena dulunya nenek itu adalah orang yang baik jadi nenek itu pantas menerimanya.

Saat Kim Shin ingin tahu apa yang akan dilakukan seorang hantu dengan nomor itu, Eun Tak pun mengatakan nenek hantu itu akan muncul dalam mimpi anaknya dan memberitahukan nomornya.

Tidak ingin berlama-lama bicara dengan Kim Shin, Eun Tak pun buru-buru pamit dengan alasan akan perpustakaan karena sebentar lagi akan ujian.

Tanpa menunggu jawaban Kim Shin, Eun Tak buru-buru pergi. Bahkan berlari sambil sesekali menoleh ke belakang…

Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

Eun Tak pergi ke sebuah minimarket. Setelah memastikan minimarket sepi, Eun Tak pun membeli 10 tiket lotre di kasir. Tapi penjaga kasir menolak karena sesuai dengan peraturan, anak dibawah umur tidak boleh membeli lotre.

Eun Tak terpaksa pergi tapi kemudian ia kembali lagi untuk membeli tiket lotre. Kali ini ia menyamar dengan menutupi seluruh rambutnya dengan topi dan memakai kacamata.

Tapi kali ini si penjaga kasir malah lebih berhati-hati. Meminta KTPnya lebih dahulu. Eun Tak terpaksa pergi dari sana.Β πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Waktu pengumuman pemenang sudah sangat mepet. Tidak putus asa, Eun Tak kembali lagi. Kali ini tidak menyamar lagi. Eun Tak terang-terangan ingin membeli lotre dan membujuk si penjaga kasir supaya mengizinkannya membeli nomor itu. Ia bahkan berjanji akan memberinya uangnya dan hanya meminta si penjaga kasir yang membelikannya saja dengan memakai uangnya, nanti hasilnya akan mereka bagi dua. Dengan sangat yakin, Euk Tak mengatakan, nomor itu yang akan menang malam ini.

Eun Tak sangat lega saat si penjaga kasir itu meminta nomornya. Tapi ternyata si penjaga itu malah mengusirnya keluar.

Eun Tak tidak juga putus asa. Ia menempel di dinding kaca di dekat si penjaga kasir itu, berusaha membujuknya lagi. Tapi tiba-tiba Kim Shin sudah ada di belakangnya. “Apa ini pustakanya?”, tanyanya.Β πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Eun Tak beralasan, minimarket itu adalah toko yang terakhir yang mengarah ke perpustakaan. Ia hanya mampir untuk membeli susu.

Tapi Kim Shin tahu Eun Tak ke sana bukan untuk membeli susu tapi untuk membeli lotre.

Eun Tak kesal sekali karena Kim Shin tahu segalanya. Lalu ia pun mengaku tapi sambil marah-marah. Toh, ia juga tidak berhasil mendapatkannya. Ia bertanya-tanya apakah anak si nenek hantu itu berhasil membelinya.

Dan ternyata Kim Shin tahu. Anak si nenek hantu itu tidak membeli nomor itu karena ketiduran.

Eun Tak semakin kesal. Ia mengasihani anak si nenek itu yang gagal dalam pertanian karena hujan terus menerus di Seoul. Dari nada bicaranya Eun Tak menyalahkan Kim Shin yang menyebabkan turunnya hujan terus menerus di Seoul.

Kim Shin bilang, ia tidak bertanggung jawab terhadap semua hujan yang turun karena sebagian memang terjadi karena alam. Ia meminta Eun Tak menghargai kekuatan pencipta.

Eun Tak tidak mengerti maksud Kim Shin.

Kim Shin mengatakan, anak si nenek hantu itu petani yang jujur sehingga akan bermimpi aneh. Malaikat pelindung akan menuntun meerka. Ia juga memberitahukan bahwa tidak akan ada pemenang minggu ini dan mereka akan menyimpan uangnya untuk minggu depan.

Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin akan membuat anak si nenek hantu itu menang minggu depan. Melihat Kim Shin hanya diam saja, Eun Tak pun menyimpulkan tebakannya itu benar. Ia sangat senang, memuji Kim Shi yang keren.

Kim Shin heran kenapa Eun Tak begitu senang padahal minggu depan Eun Tak juga tidak bisa membelikan lotre untuk anak si nenek hantu itu.

Namun Eun Tak tidak peduli. Dalam waktu 2 bulan lagi ia akan 20 tahun dan malam minggu juga akan datang setiap minggunya. Ia sangat menyukai malam minggu. “Dokkaebi… Dokkaebi… Bang!!!”, Eun Tak menembak Kim Shin dengan jarinya. Untung aja ga ada apinya kayak Kim Shin. Kalo g Kim Shin udah terbakar. πŸ˜€ πŸ˜€

Waktu untuk pengumuman pemenang tiba. Eun Tak melihat pengumuman di tv dari luar minimarket. Si penjaga kasir itu juga melihat sambil mengecek nomor yang dipilih Eun Tak tadi.

Eun Tak sangat senang. Ternyata tebakan Kim Shin benar-benar tepat. Dan si penjaga kasir itu, pingsan dengan sukses!!! πŸ˜€ πŸ˜€

Eun Tak bertemu lagi dengan si nenek hantu itu. Setelah ia membisikkan sesuatu, nenek hantu itu sangat terharu. Merasa sangat bahagia sampai-sampai akan menangis. Ia mnegucapkan terima kasih pada Eun Tak. Dan Eun Tak berjanji akan menyampaikannya pada goblin.

Lalu Eun Tak menanyakan tentang gadis asrama itu. Si nenek hantu menunjuk ke langit, mengatakan kalau gadis itu sudah pergi karen telah menyelesaikan kepedihan hidupnya.

Eun tak mendadak merasa sedih. Ia berpikir suatu saat nanti nenek hantu itu juga akan sama…

Si nenek hantu itu berpesan agar Eun Tak hidup bahagia bersama goblin. Eun Tak pun tersenyum, menganggukkan kepalanya.

Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

Ketika Eun Tak sedang sendirian di ruang tengah, Wang Yeo datang dan bergabung bersama Eun Tak. Kesempatan itu dimanfaatkan Eun Tak untuk bertanya apakah manusia yang meninggal akan bertemu Yang maha kuasa.

Wang Yeo balik bertanya kenapa.

Eun Tak bilang, ia akan memaki Yang maha kuasa karena sudah membuat Goblin, seorang malaikat pelindung begitu kesepian. Menurutnya, Yang maha kuasa tidak tahu kalau manusia meninggal itu meninggalkan sesuatu yang menahan mereka di dunia ini. Jadi ia sudah memutuskan akan mencabut pedang sehingga akan membuat Kim Shin menjadi malaikat pelindung yang bersinar.

Wang Yeo kaget. Ia memanggil Eun Tak dengan namanya, lalu meralatnya, memanggil jiwa yang tersesat. Menanyakan apaah Eun Tak tidak apa-apa jika Eun Tak diusir setelah tidak berguna lagi nanti. Seharusnya Eun Tak memikirkan dirinya sendiri bukan orang lain.

Namun Eun Tak merasa tidak masalah. Ia juga tidak merasa pantas mendapatkan semua itu. Menurutnya hidup itu singkat. Datang dan pergi. Bahkan mereka bisa mendapatkan mimpi buruk walaupun tidak sedang bermimpi.

Eun tak terdiam. Teringat beratnya hidupnya saat masih tinggal bersama bibinya.

Eun Tak mengatakan, ia senang bisa pindah ke sana dan merasa seperti mengintip surga. Oleh sebab itulah ia ingin membalas budi. Ia tidak tahu maksud Kim Shin yang akan bersinar tapi di samping itu, Wang Yeo juga selalu mendukungnya mencabut pedang dari dada Kim Shin. “Itu pasti berarti ada sesuatu yang baik bagi Goblin…”.

Wang Yeo sempat terbelalak. Kaget mengetahui ternyata Eun Tak sama sekali tidak tahu apa yang akan terjdi jika pedang itu dicabut…

Wang Yeo berdiri di pinggir area penyebrangan. Seorang pria buta menyebrang di depannya setelah lampu penyebrangan berubah menjadi hijau.

Wanita yang berbaju merah itu melirik Wang Yeo saat melintas di belakang Wang Yeo.

Ternyata wanita itu pergi ke sebuah rs. Ke area yang sepertinya memang khusus untuk anak-anak. Seorang anak memanggilnya halmeoni, tapi ia hanya memberi isyarat agar anak itu diam.

Wanita itu masuk ke sebuah kamar pasien. Di sana seorang anak terlihat sakit parah dan nafasnya sudah berat. Ia memegang dahi anak itu, mengatakan bahwa sekarang anak itu tidak akan menderita lagi dan ibu anak itu juga tidak akan khawatir lagi.

Gantungan besi, apa ya namanya? di ruangan wang Yeo berbunyi karena tertiup angin. Sepertinya gantungan itu hanya bergoyang saat ada manusia meninggal.

Entah kenapa, hari itu Wang Yeo terlihat sangat bosan dengan pekerjaannya. Apalagi manusia yang harus diantarnya memiliki perangai bermacam-macam. Ada seorang wanita yang ingin dilahirkan menjadi Kim Tae Hee di kehidupan berikutnya, lalu ada pasangan suami istri yang bertengkar. Si suami menolak menikah lagi dengan istrinya itu di kehidupan berikutnya. Sang istri marah, mengambil air yang seharusnya untuk diminum dan menyiramkan ke wajah suaminya itu.

Wang Yeo kaget. Melongo melihat pertengkaran suami istri itu. Hingga akhirnya ia harus mengantarkan orang buta yang menyebrang jalan tadi. Kali ini Wang Yeo tidak terlihat bosan sama sekali. Ia mirip seperti Kim Shin saat mengantarkan anak yang baik hati itu.

Saat si pria buta itu bertanya kemana ia harus pergi selanjutnya, Wang Yeo menjawab persis seperti jawaban Kim Shin. “Kau bisa pergi melalui pintu masuk tadi. Alam baka ada di sebelah sana…”. Waaahhh Wang Yeo ternyata ingin terlihat keren juga seperti Kim Shin… AHAHAHHA πŸ˜€

Si pria itu membuka pintu dan terkejut saat mendengar suara seekor anjing. Ternyata anjing itu adalah anjing peliharaannya. Dan Wang Yeo mengatakan anjing itu memang sudah menunggu pria itu dan anjing itulah yang akan menuntun jalan untuk pria itu.

Lalu pria itu naik tangga ke alam baka bersama anjingnya.

Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

Wang Yeo pergi ke jembatan penyebrangan. Ia memungut salah satu kartu nama yang berserakan di jalan. Kartu nama itu milik seorang rentenir. Melihat kartu nama itu, ia kembali sedih mengingat ia tidak punya kartu nama satu pun.

Kaget banged si Wang Yeo… WKWKKW

 

Tiba-tiba ia mendengar suara langkah yang sangat ia kenal. Ia menoleh, ternyata memang Sunny yang berjalan ke arahnya. Sunny tidak melihat Wang Yeo karena memang posisinya masih jauh dari Wang Yeo.

Melihat Sunny berjalan ke arahnya, Wang Yeo mendadak panik. Tidak tahu harus bagaimana. Apakah harus bertemu ataukah bersembunyi. Ia membuang kartu nama yang sedang dipegangnya, khawatir Sunny akan mengira dirinya seorang rentenir.

Ingat belum punya kartu nama, ia pun tidak mau bertemu dengen Sunny. Ia pun memutuskan menyembunyikan diri dengan memakai topinya.

Sunny berhenti tepat di dekat Wang Yeo. Ia mengomel karena Wang Yeo tidak menjawab telpon darinya dan ia juga tidak bisa berbicara atau bertemu dengan Wang Yeo. “Sebenarnya siapa dia itu…”.

“Aku pencabut nyawa. Kami pencabut nyawa hanya bergerak sesuai perintah walaupun orang yang aku percaya adalah Sun Hee… Sunny bagi orang lain…”, gumam Wang Yeo di dalam hatinya.

“Apa aku bunuh saja dia?”, omel Sunny. Wang Yeo langsung mengkeret begitu mendengar kata-kata bunuh. AAHAHAHAH… Pencabut nyawa tapi takut dibunuh atau mendengar kata-kata mati…

Sunny kesal karena Wang Yeo sudah melukai harga dirinya. Wang Yeo sudah membuat ia terobsesi pada Wang Yeo. Sunny lalu menelpon Wang Yeo.

Sunny sangat terkejut mendengar dering ponsel begitu dekat tapi tidak ada seorang pun di dekatnya. Wang Yeo baru sadar dan segera mematikan dering ponselnya. Sunny semakin takut…

Saat hendak berbalik, ia malah terjatuh. Tapi entah kenapa, ia malah tertahan begitu saja di udara.

Padahal sebenarnya, Wang Yeo sudah membungkuk lebih dulu dan Sunny terjatuh di atas punggungnya. πŸ˜€ πŸ˜€

Sunny ketakutan setengah mati. Ia langsung kabur secepat mungkin dari sana.

Tidak seperti biasanya, hari itu restoran Sunny ada beberapa pelanggan yang datang. Saat Eun Tak sibuk melayani pelanggan, Sunny masuk dengan nafas ngos-ngosan. Sunny langsung mengambil air dan minum supaya tenang. Iklaannnnnn…

Saat Eun Tak bertanya kenapa, ia malah balik bertanya apakah Eun Tak percaya pada hantu.

Refleks Eun Tak melihat ke arah dua hantu kenalannya yang memang ada di sana. Mereka tersenyum penuh arti pada Eun Tak.

Dengan gugup, Eun Tak mengatakan hantu itu tidak ada. Ia tidak percaya hantu. Jawaban itu membuat kedua hantu itu mengancam akan mengganggu Eun Tak. AHAHAHAHA…

Menurut Eun Tak, kalau ada orang bicara tentang hantu, itu artinya mereka hanya bohong saja. Saat ia bertanya ada apa, Sunny cuma bilang tidak ada apa-apa. Ia hanya baru mengalami sesuatu yang aneh.

Eun Tak melirik marah pada kedua hantu itu. Ia berpikir kedua hantu itu yang sudah menyebabkan Sunny ketakutan.

Eun Tak kaget saat Sunny tiba-tiba memintanya untuk tidak lagi datang bekerja. Berpikir kalau Sunny memecatnya. Tapi ternyata, Sunny melarangnya bekerja karena ia akan ujian. “Aku membaca beritanya. Fokus saja pada ujian masuk, dan dapatkan nilai 100…”.

Eun Tak tersenyum lega. Mengatakan kalau ia dapat nilai 100, ia tidak akan bisa kuliah.

“Kalau begitu buat beberapa jawaban salah. Hanya soal-soal yang susah saja”, ucap Sunny lagi.

Eun Tak kembali tersenyum dan mengiyakan.

Sinopsis Goblin Episode 6 Part 2

Duuhhhh… Kim Shin…

Kim Shin memikirkan apa yang diinginkan Eun Tak. Ia ingat Eun Tak pernah memintanya bahagia selama ia tinggal di sana. “Kalau itu yang paling diinginkannya, aku berada dalam posisi yang sulit…”, gumam Kim Shin.

 

Sukkkaaa gaya Kim Shin nungguin Eun Tak… 😍😍😍

Lalu Kim Shin menunggu Eun Tak di sebuah belokan tempat biasa Eun Tak lewat. Tak lama ia melihat Eun Tak mendekat. Kim Shin terus manatap Eun Tak yang mendekat dalam slow motion. Eun Tak tidak melihat Kim Shin karena ia sedang asik membaca catatan yang ada di tangannya.

Duhhh… hatiku… 😍😍😍

Kehidupan menghampiriku… Kematian menghampiriku. Hidup dan mati menghampiriku tanpa lelah. Itulah sebabnya aku mengatakan hal semacam ini. Aku bukan sedang berduka. Ini sudah cukup bagus… Harus seperti ini… – Kim Shin

Eun Tak baru melihat Kim Shin saat ia sudah berada di depan Kim Shin. Ia mendekati Kim Shin, bertanya apa yang sedang dilakukan Kim Shin di sana.

Kim Shin hanya diam. Menatap Eun Tak tak berkedip… UWAAAAA pengen juga ditatap Gong Yoo seperti itu… 😍😍😍😍😍

Eun tak melambaikan tangannya di depan wajah Kim Shin. “Kau tidak bisa melihatku?”.

“Aku lihat…”, jawab Kim Shin singkat.

“Lihat apa?”

“Melihatmu berjalan…”.

Duhhh tatapannya… 😍😍😍

“Selama itu? Wuahhh… Aku tersentuh…”. Eun Tak ingin tahu apakah ada perbedaan setelah Kim Shin melihatnya selama itu atau Kim Shin masih merasakan hal yang sama.

Kim Shin tidak mengerti maksud Eun Tak. Ternyata Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin masih belum bisa melihat masa depannya.

Kim Shin mengaku belum. Eun Tak tidak terlalu mempermasalahkannya. Mungkin itu karena ia adalah jiwa yang tersesat. Ia merasa itu menjadikan dirinya istimewa karena keputusan yang diambilnya yang akan menentukan masa depannya.

“Jangan khawatir. Aku tidak akan selamanya terlihat menyedihkan. Aku dengan senang hati menerima takdirkudan hidup dengan penuh keberanian sebagai pengantin goblin…”.

Eun Tak tersenyum manis pada Kim Shin dan Kim Shin juga ikut tersenyum. Lalu Kim Shin mengatakan di usia 20 tahun dan 30 tahun Eun Tak akan tetap sama seperti sekarang. Tetap cantik…

“Bagaimana kau bisa tahu. Aku bisa terlihat jelek dalam satu atau dua hari…”.

“Yeahhh… bisa juga dalam satu atau dua bulan lagi…”, canda Kim Shin. Eun Tak mencibir kesal.

Mereka lalu berjalan bersisian. Eun Tak ingin tahu apakah Kim Shin punya kriteria sendiri dalam menentukan siapa yang akan Kim Shin lindungi.

Kim Shin bilang tidak. Sangat tergantung dengan moodnya dan kebanyakan yang ditolongnya adalah anak-anak. Dan jika ia harus memilih, ia lebih memilih anak-anak daripada orang dewasa. Ia merasa mungkin itu karena orang yang pertama menolongnya adalah seorang anak kecil.

Kim Shin teringat anak kecil cucu pelayan yang meninggal saat ia baru dibangkitkan. Anak itulah yang pertama membungkuk padanya dan berjanji akan mengabdi padanya.

Eun Tak ingin tahu kenapa dulu Kim Shin menolong ibunya padahal ibunya adalah orang dewasa.

“Saat itu aku bermurah hati karena sedang mabuk, dan dia bukan meminta pertolongan untuk dirinya sendiri…”.

Eun Tak sangat bahagia sampai-sampai menangis. Ia berterima kasih karena Kim Shin tetap memberikan bantuan di saat ibunya memerlukan bantuan. Ia merasa itu adalah sebuah keajaiban.

Melihat Eun Tak menangis, Kim Shin mengelus rambut Eun Tak. Tapi karena Kim Shin mengelus rambutnya terlalu keras, ia pun memberikan contoh caranya pada Kim Shin. Ia mengelus rambut Kim Shin…

Kim Shin tertegun. Menatap Eun Tak. Tangannya berhenti mengelus kepala Eun Tak… Kim Shin larut dalam perasaannya sesaat. Ketika ia sadar, ia mengatakan hari ini adalah hari ini Eun Tak terlihat jelek.

Setelah mengatakan itu, ia pun bergegas pergi. Eun Tak kesal sendiri. Menyuruh Kim Shin berhenti karena ia sedang mengajari Kim Shin sesuatu. Duhhh iri…

Begitu tiba di rumah, Eun Tak berteriak kagum saat melihat pohon natal sudah ada di rumah mereka. Eun Tak sudah antusias bertanya apa itu.

Dengan kalem Kim Shin menjawab, tree. Ingat!!! Dalam bahasa inggris ya. Sok keren banged deh! Tapi gpp lah… Kumaafkan… πŸ˜€ :-d

Kim Shin mengaku memangkasnya sendiri dengan jari lentiknya itu dan sekarang jarinya itu harus istirahat dulu.

Ketika Kim Shin akan pergi, Eun Tak memanggil Kim Shin. Meminta maaf karena sudah terlalu egois selama ini. Ia sangat khawatir Kim Shin akan menendangnya keluar dan merasa menyenangkan melihat Kim Shin memohon padanya untuk mencabut pedang itu. Ia juga khawatir jika Kim Shin tampan, nanti Kim Shin akan mencari wanita lain… πŸ˜€

Eun Tak mengatakan, ia sudah membuat keputusan akan segera membuat Kim Shin tampan. Ia yakin, karena Kim Shin orangnya baik, maka hasilnya juga akan baik.

“Dimana kau mau melakukannya? Di sini? Di depan pohon natal?”, tany a Eun Tak.

Kim Shin sangat terkejut. “Hari ini? Sekarang?”.

Eun Tak mengiyakan. Menurutnya lebih baik sekarang daripada terlambat. Eun Tak menarik lengan bajunya, bersiap menarik pedang.

Kim Shin ketakutan. Panik. Berpura-pura mendapat telpon lalu cepat-cepat pergi dari sana.

Eun Tak heran melihat Kim Shin menjawab telpon padahal Kim Shin memegang ponselnya terbalik. AHAHAHAHA…

Gantungan besi itu berbunyi lagi. Oh… mungkin itu tandanya akan ada orang yang masuk ke ruangan Wang Yeo. Dan memang kemudian Kim Shin masuk ke sana.

“Apa yang terjadi? kau sudah mati?”, tanya Wang Yeo. AHAHAHAHA…Jaeballl…

“Aku sedang gladi resik. Apa kau punya alkohol?”, ucap Kim Shin. Sy berharap Wang Yeo menawarkan ‘minuman’ itu pada Kim Shin… πŸ˜€ Minuman yang biasa Wang Yeo kasih untuk orang yang akan ke alam baka… WKWKWKW…

Wang Yeo duduk di samping Kim Shin. Bertanya apa yang terjadi.

Dan Kim Shin pun kemudian bercerita bahwa Eun Tak mengatakan akan mencabut pedangnya.

Wang Yeo menebak Kim Shin belum menceritakan detailnya pada Eun Tak.

“Aku tidak sanggup mengatakannya. Dia sepertinya mulai menyukaiku. Aku mulai mengkhawatirkannya…”.

“Kau ingin membuatku tertawa atau marah?”, tanya Wang Yeo, tidak percaya.

Kim Shin jadi kesal. Wang Yeo tidak tahu ceritanya. Eun Tak benar menyukainya. “Saat dia melihatku, dia bilang mencintaiku dan ingin menikah denganku. Kau tahu kesulitanku? Kau tidak tahu apapun… Tidak ada alasan dia tidak menyukaiku…”.

Wang Yeo masih tidak percaya. Apalagi karena perbedaan usia Kim Shin dan Eun Tak. Ia yakin saat Eun Tak kuliah nanti, pria muda dan tampan akan menganti demi Eun Tak.

“Jadi kenapa kalau aku 900 tahun?”, tanya Kim Shin sewot. HEHEHEHE Cemburu… πŸ˜›

Wang Yeo kesal, karena Kim Shin selalu saja memalsukan umurnya. Kim Shin itu 939 tahun.

Kim Shin langsung membantah. Usianya 938 tahun karena ia dilahirkan di awal tahun.

Wang Yeo berusaha menyembunyikan ketawanya. Lucu melihat Kim Shin yang sewot karena umur yang beda tipis saja. 939 tahun dan 938 tahun. Ga ada bedanya kan? Beda bulannya aja…

Kim Shin akhirnya ikut tersenyum juga. Akhirnya ia merasa lebih baik. Ternyata mengobrol begitu jauh lebih baik daripada minum… Aseeekkk… Gitu donggg 😍😍😍😍

Kim Shin bertanya-tanya sendiri apakah ia harus menjauhi Eun Tak lagi. Eun Tak adalah satu-satunya orang yang bisa mengakhiri hidupnya namun Eun Tak juga orang yang membuatnya ingin terus hidup. “Lucu, kan?”.

Wang Yeo meminta Kim Shin tidak bercanda. Karena sebelum Eun Tak ada, hidup Kim Shin baik-baik saja.

Kim Shin merasa tidak yakin karena sekarang ia tidak bisa mengingat lagi bagaimana hari-harinya sebelum Eun Tak ada…

Malamnya, Kim Shin benar-benar galau. Merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Sama sekali tidak bisa tidur. Hanya melamun saja. Teringat kenangannya bersama Eun Tak. Eun Tak yang selalu memanggilnya ahjussi. Ahjussi ini… Ahjussi itu… Panggilan Eun Tak itu terus terngiang di telinganya…

“Berhenti memanggilku ahjussi, Ji Eun Tak… Biarkan aku pergi…”, gumamnya.

Tapi baru saja ia bicara seperti itu, Eun Tak mengetuk pintu kamarnya, memanggilnya ahjussi. Tandanya jodoh itu, pakkkk. πŸ˜€ πŸ˜€

Kim Shin hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat… Tidak ingin menyahut.

Eun Tak sendiri di luar bertanya-tanya apakah Kim Shin sakit. Ia ragu ingin mengetuk lagi atau tidak. Akhirnya ia hanya berdiri diam di depan pintu kamar Kim Shin. Tanpa tahu sebenarnya Kim Shin bersandar di sisi pintu lainnya…. Duhhhhhh…. Liat mereka jadi ikutan galau…. Helpppphhhh!!! 😭😭😭😭

Eun Tak baru saja keluar dari gerbang sekolah. Ia sangat senang ketika mendengar suara klakson mobil. Berpikir Kim Shin menjemputnya. Tapi ternyata bukan. Dua orang yang dulu menculiknya, berniat jahat lagi padanya. Tapi entah kenapa, mereka malah bertengkar sendiri.

Padahal masalahnya sih sepele. Karena pria yang satunya, yang adalah anak buahnya si pria berjaket coklat menginjak bayangan bosnya. AHAHAHAHA…

Eun Tak bingung melihat kedua pria itu bergelut antara mereka sendiri… πŸ˜€

Tiba-tiba seorang pria mendekat, bertanya apakah Eun tak mengenal rentenir itu. Eun Tak kaget karena pria itu muncul tiba-tiba tapi ia mengenali pria itu sebagai orang yang sering mengawasi Duk Hwa. Sek. Kim.

Eun Tak heran kenapaSek. Kim bisa tahu kedua orang tadi rentenir. Sek. KimΒ mengaku dulu ia juga rentenir. Ia mengajak Eun Tak pulang bersamanya karena Duk Hwa telat.

Sambil berjalan, Sek. KimΒ menelpon polisi. Memberitahukan bahwa ada perkelahian di depan SMU Jungang. Eun Tak mengikuti Sek. Kim, merasa Sek. Kim cukup menarik juga.

Kedua orang itu akhirnya dibawa ke kantor polisi. Mereka masih bertengkar di sana. Mereka sama sekali tidak tahu kenapa mereka selalu saja berakhir di sekolah itu dan kemudian malah bertengkar di antara mereka sendiri.

Polisi sampai dibuat bingung oleh mereka.

Dan benar saja, waktu itu, Wang Yeo memberi sugesti kepada mereka berdua bahwa mereka tidak akan pernah akur seumur hidup mereka. Inilah akibatnya kalau bermain-main dengan pengantinnya Goblin… AHAHHAHA…

Bersambung…

 

Komentar :

Kenapa ya scene terakhir ini masih dimunculkan ya? Menurut sy sih scene akhir itu g terlalu penting…. Kecuali kalau nanti ada hubungannya di episode-episode selanjutnya. Sy pikir setelah Wang Yeo dan Kim Shin menghukum mereka, persoalan selesai… πŸ˜€

Btw, suka liat Kim Shin dan Wang Yeo sering bgd curhat-curhatan di episode ini. Terlebih lagi yang waktu Kim Shin datang dengan sendirinya ke ruang ‘kerja’ Wang Yeo. Berharap bgd waktu Kim Shin minta alkohol, Wang Yeo ngebecandain, ngasih minuman yang biasanya ia kasih untuk orang yang akan ke alam baka. Kira-kira apa ya reaksi Kim Shin… AHAHAHAHA…

Tapi jangan deng. Kasian. Soalnya Kim Shin lagi sedih bgd… Puk puk Kim Shin… πŸ˜€ πŸ˜›

Lucu ya,Β Wang Yeo keliatan banged pengen terlihat keren sepertiΒ waktu Kim Shin mengantar remaja yang baik itu. Dia sampe bete waktu harus nganterin manusia-manusia yang perangainya buruk. Sampai-sampai ga mau pake jas hitamnya lagi…

Tapi waktu harus ngantar bapak buta yang baik hati semasa hidupnya, Wang Yeo kembali berpakaian sangat rapi dan lengkap. Dia pasti merasa, ini ni saatnya dia bisa bersikap keren seperti Kim Shin… πŸ˜› Dia bahkan menirukan kata-kata Kim Shin… πŸ˜€ Wang Yeo keliatannya ingin mengubah imagenya. Jadi grim reaper yang baik hati… Buktinya dia udah lumayan baik sama Eun Tak… πŸ˜€

Satu lagi yang sy sukai di part ini. Waktu Kim Shin sengaja nungguin Eun Tak pulang. Sukkkkaaaa liat Kim Shin yang menatap Eun Tak tanpa berkedip. Sementara yang diliatin, ga tau sama sekali…. Chua chuaaaaa… Duhhh hatiku…. Keliatan banged di sini Kim Shin suka sama Eun Tak…

Sy penasaran dengan wanita yang pake baju merah itu. Di asianwiki sih disebutin karakternya itu Birth Grandmother. Kira-kira nenek yang melahirkan siapa ya? Atau ada arti lain dari birth grandmother itu? Siapa dia? Kemunculannya berubah-ubah, kadang jadi nenek-nenek kadang jadi wanita muda. Dia bisa melihat Wang Yeo sama seperti Eun Tak dan ia juga bisa membuat si anak yang sakit itu uhmmm… sembuh kah atau meninggal? Gimana menurut kalian?

[Sinopsis Goblin Episode 6 Part 3]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Oh jadi nenek itu birth granmother.kirain dia grim reaper juga kayak wang yo.eh tapi dia yg ngelindungin eun tak kecil dr wang yo dulu kan….masih misterius yh ini nenek.dn kayaknya dia lebih tua dari wang yo sama sunny.cz kayaknya dia bisa membaca masa lalunya wang yo x sunny yg disebut sebut sbg reinkarnasi raja dn ratu…..cuman sama goblin aja yh belum ada scenenya…..
    Duh….yg lagi mabok gong yo!?????
    Makasih yh udah ngssih pic baguzzzzzz bgt….berasa dimanjain bgt dh sama wajahnya gong yo…..
    Gempor nulis sinop sampe 3 part pasti kebayar tuh..hahahaha…..

    1. kdramastory says

      Capek tapi seneng banged krn puas liatin Gong Yoo… πŸ˜› Sengaja mb dibanyakin pic-nya… Supaya g cuma sy yg bisa liat tapi yg lainnya juga liat… πŸ˜›

      Iya, belum ada scene si nenek ini sama Kim Shin. Scene Kim Shin sama Sunny juga belum ada. Sy sendiri msh bertanya-tanya apa hubungan ratu dengan Kim Shin. Ada yg bilang adik. Tapi sy belum yakin 100% krn Kim Shin sama sekali belum pernah menyinggung ratu itu adiknya atau bukan.

      Trus, waktu Eun Tak sempat menyinggung tentang mencintai wanitanya raja, waktu itu Kim Shin cuma diam. Sy kok jadi tambah ga yakin dengan hubungan Kim Shin dan ratu itu adik kakak… Smoga suatu saat Kim Shin mau menjelaskan siapa ratu itu…

Leave A Reply

Your email address will not be published.