Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

2

[Sinopsis Goblin Episode 7 Part 3]

Kdramastory – Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

Kim Shin membawa Eun Tak pulang dalam keadaan pingsan karena sanking syoknya. Ia menunggu sampai Eun Tak sadar. Begitu sadar, yang pertama kali ditanyakan Eun Tak adalah keadaan Kim Shin. Tapi Kim Shin merasa seharusnya yang bertanya seperti itu adalah dirinya.

Eun Tak tertawa kecil. Merasa Kim Shin ada benarnya juga. Eun Tak bangun dan sepertinya merasakan sedikit sakit di sekujur tubuhnya.

Kim Shin meminta maaf karena kejadian tadi sudah mengejutkan Eun Tak. Eun Tak tidak mempermasalahkan itu karena ia yakin Kim Shin juga tidak pernah tahu akan sesakit itu karena selama ini belum pernah ada orang yang bisa menarik pedang itu.

Eun Tak merasa tugas mencabut pedang itu sepertinya tidak mudah, jadi ingin mereka berdua sama-sama tegar dan kuat. Eun Tak mengatakan, ia sama sekali tidak menyangka bisa menarik pedang itu. Ia yakin sekarang Kim Shin pasti senang karena ia sudah membuktikan bahwa dirinya benar-benar pengantin Goblin.

Eun Tak tersenyum lega saat melihat Kim Shin menganggukkan kepalanya sedikit. Tapi kemudian ia bingung karena Kim Shin malah menatapnya lama. Membuatnya berpikir bahwa sebenarnya Kim Shin tidak senang.

“Aku senang…”, sahut Kim Shin. Wuaaahhhh… matanya Kim Shin memerah, udah mau nangisss… 😭😭😭

Eun Tak tersenyum. Merasa senang bahwa ini benar-benar takdirnya, sebagai pengantin Goblin…

Eun Tak kemudian tersenyum canggung karena menyadari Kim Shin menatapnya dengan sedih. Mata Kim Shin semakin memerah dan hampir menangis… 😭😭😭

Duk Hwa belum pulang ke rumahnya karena masih menunggu Kim Shin pulang supaya ia bisa menyerahkan lukisan itu. Dengan menyerahkan lukisan itu pada Kim Shin artinya tugasnya sudah selesai dan ia akan mendapatkan bayaran.

Sembari menunggu Kim Shin, Duk Hwa pun mengecek sosmed melalui ponselnya. Ia sangat terkejut saat melihat rekaman video yang memperlihatkan beberapa mobil yang terparkir tiba-tiba saling bertabrakan satu sama lain.

Kim Shin turun dari lantai atas. Duk Hwa tidak menyangka selama ini Kim Shin ternyata ada di lantai 2 bukannya keluar rumah. Sepertinya Kim Shin berteleportasi langsung ke kamar Eun Tak sehingga Duk Hwa tidak tahu Kim Shin sudah pulang.

Duk Hwa memperlihatkan rekaman itu pada Kim Shin sambil memastikan apakah itu ulahnya Kim Shin.

Kim Shin tidak menjawab dengan jelas. Ia hanya menyuruh Duk Hwa mengurus tentang itu dan ia tidak punya energi untuk menjelaskan detailnya. Setelah mengatakan itu, ia langsung masuk ke kamarnya.

Duk Hwa jadi panik, langsung menelpon kakeknya. Awalnya kakek mengira Duk Hwa yang membuat masalah tapi ternyata Kim Shin. Dan kemudian ia pun mendapatkan tugas dari kakeknya.

Duk Hwa langsung menelpon Sek. Kim, menyuruh Sek. Kim menggunakan seluruh ruangan komputer yang ada di perusahaan.

Setelah itu, ia pun pergi menemui Wang Yeo yang sedang tidur dengan meyelimuti seluruh tubuhnya sampai ke kepalanya, mengajak Wang Yeo pergi ke suatu tempat.

Wang Yeo membuka selimut yang menutupi wajahnya. “Kemana?”, tanyanya, masih terlihat sangat sedih.

DUk Hwa mengatakan pamannya itu tidak bisa bergaul jadi membuat orang-orang ketakutan.

Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

Malam itu juga, Sek. Kim memimpin beberapa orang karyawan perusahaaan untuk menghapus seluruh sumber video. Ia mengingatkan mereka untuk melakukan apa pun untuk mencegah kejadian itu tersebar luas, termasuk mengancam pengunggah video dengan menarik iklan mereka.

Sementara itu, Duk Hwa dan Wang Yeo mendatangi tempat parkir, mengumpulkan para pemilik mobil. Duk Hwa memberi arahan, menyuruh mereka berbaris di depan Wang Yeo.

Wang Yeo berdiri agak jauh dari Duk Hwa dan masih terlihat sedih. Bahkan saat harus memberikan sugesti kepada mereka, ia melakukannya dengan setengah hati, sama sekali tidak suka dan malas. Berharap pekerjaannya itu lekas selesai…

Kepada setiap orang, ia memberikan sugesti bahwa mobil mereka rusak karena tiupan angin yang tiba-tiba terjadi, lalu uang hanya jatuh dari langit dan mereka tidak melihatnya hari itu.

Lucunya, antrian semakin ke belakang, Wang Yeo makin ga sabaran. Ia menyuruh mereka cepat-cepat berdiri di depannya… 😛

Setelah itu, Duk Hwa pun membagikan uang sesuai dengan model dan merek mobil mereka masing-masing.

Setelah selesai dengan para pemilik mobil, tugas Duk Hwa dan Wang Yeo tinggal satu lagi. Menghapus file CCTV dan menghapus ingatan si petugas CCTV.

Setelah selesai semua tugasnya, Duk Hwa dan Wang Yeo baru pulang ke rumah. Duk Hwa mengomeli Kim Shin yang sudah membuatnya dan Wang Yeo bekerja keras. Memangnya separah apakah pertengkaran pasangan kekasih sehingga harus menghancurkan 30 mobil?!”.

Kim Shin saat itu terlihat masih tidak baik. Ia meminum baru saja obatnya lagi dan hanya memuji Duk Hwa yang sudah bekerja dengan baik. Ia juga berterima kasih pada Wang Yeo.

Wang Yeo tidak butuh terima kasih dari Kim Shin. Alasan ia diam saja karena ia tidak punya energi untuk bertengkar dengan Kim Shin. Ia sedang sangat depresi sekarang.

Kim Shin merasa Wang Yeo itu tidak mungkin lebih depresi dirinya dan itu membuat Wang Yeo marah. “Hei! Bagaimana kau tahu kalau kau lebih parah dariku?”.

Kim Shin ingin menjelaskan tentang pedang yang mulai tercabut dari dadanya tapi tidak jadi. Ia pun kembali masuk ke kamarnya dengan perasaan sangat galau.

“Hei! Kau ini hampir mati atau apa?”, tanya Wang Yeo yang tidak dijawab sama sekali oleh Kim Shin. Lalu Wang Yeo pun pergi, masuk kembali ke kamarnya.

Duk Hwa benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi antara Kim Shin dan Wang Yeo. Sanking bingungnya mau apa, ia pun mengambil satu butir obat milik Kim Shin dan meminumnya juga… 😀

Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

Eun Tak teringat kembali kejadian tadi. Saat ia mencabut pedang Kim Shin dan Kim Shin mendorongnya hingga terlempar jauh lalu Kim Shin sendiri yang menyelamatkannya.

Eun Tak tersenyum. Mengambil boneka dokkaebi-nya dan memberitahukan boneka itu, bahwa mereka tidak perlu pergi karena ia sangat yakin bahwa ia adalah pengantin goblin.

Dengan perasaan bahagia, Eun Tak pun memeluk boneka itu erat-erat. Membuat badannya tiba-tiba terasa sakit. Lalu ia pun menempelkan koyo di pundaknya.

Tiba-tiba ia mendengar suara barang yang pecah dan cepat-cepat turun ke bawah.

Ia melihat Kim Shin terbaring di lantai dan Wang Yeo sedang membersihkan pecahan… piring atau gelas kayaknya.

Melihat Kim Shin berbaring tidak bergerak, Eun Tak berpikir Kim Shin sudah mati tapi ternyata, kata Wang Yeo, Kim Shin tertidur karena obat. Ohh, jadi yang diminum Kim Shin tadi obat tidur…

Eun Tak berpikir badan Kim Shin akan sakit setelah terbangun nanti karena tidur di lantai. Ia berpikir mungkin mereka harus membawa Kim Shin ke kamar.

Wang Yeo setuju. Ia mempersilahkan Eun Tak melakukan itu jika memang Eun Tak sanggup… 😀

Melihat Wang Yeo pergi begitu saja, Eun Tak pun mendekati Kim Shin. Berjongkok di dekat Kim Shin. Bertanya-tanya kenapa Kim Shin meminum obat. Apa Kim Shin masih merasakan sakit?

Setelah membuang pecahan piring, Wang Yeo melihat pintu kamar Kim Shin agak terbuka dan masuk ke sana. Ia kembali melihat lukisan itu. Bertanya-tanya siapa wanita itu dan kenapa hatinya terasa begitu sakit…

Sementara itu, Sunny masih di restorannya yang sudah sepi. Ia minum di sana sendirian sambil menghitung orang yang lewat di depan restorannya. Ia berencana baru akan pulang ke rumah setelah menghitung orang yang ke-50.

Eun Tak menyalakan lilin di sekitar Kim Shin. Ketika akan meniup korek api, ia baru ingat kalau Kim Shin sedang tidur. Jadi, ia tidak meniup api di korek api tapi hanya mengibaskannya saja…

Eun Tak lalu menyelimuti Kim Shin, meletakkan bantal di bawah kepala Kim Shin dengan hati-hati. Lalu kemudian mengecek dahi Kim Shin dan syukurnya Kim Shin tidak demam…

Eun Tak berbaring di depan Kim Shin sambil menatap Kim Shin… Duhhhh jadi ingat moon lovers. Posisi mereka mirip seperti So dan Soo…

Eun Tak mengatakan bahwa Kim Shin seharusnya tidak tidur di sembarang tempat karena Kim Shin sudah dewasa.

“Aku sedang sakit… Itulah sebabnya…”, sahut Kim Shin, matanya masih terpejam. Ketika Eun Tak bertanya apakah ia sudah bangun, Kim Shin mengatakan ia mencium bau koyo.

Eun Tak tertawa kecil. Mengatakan kalau badannya terasa sakit. “Apa badanmu juga sakit? Tadi kau bilang kau baik-baik saja…”.

“Aku bohong…”.

“Kau selalu bohong…”. Eun Tak lalu mengelus kepala Kim Shin, mendoakan Kim Shin lekas sembuh.

Kim Shin membuka matanya. Mengatakan kalau Eun Tak tidak tahu sakitnya itu dimana.

“Dimana sakitnya?”, tanya Eun Tak.

“Cinta pertamaku benar-benar menyakitiku…”.

“Dia pasti sangat cantik. Kau bahkan menuliskan sesuatu tentang dirinya…”.

Dan Kim Shin mengatakan, wanita itu memang sangat cantik. Setiap harinya selalu cantik.

Eun Tak mengomentari Kim Shin yang benar-benar sakit bahkan sudah kritis. Ia menyuruh Kim Shin tidur supaya tubuh Kim Shin yang sakit itu semakin parah. Eun Tak mengatakannya sambil menepuk-nepuk Kim Shin. Eun Tak menyembunyikan wajahnya yang memerah karena ingin menangis… Tiba-tiba merasa sedih karena jawaban Kim Shin itu…

Kim Shin memejamkan matanya kembali. Lalu meminta Eun Tak tidak pergi.

“Memang kenapa? Aku tidak akan peduli dgn orang yang masih mengingat cinta pertamanya. Tega sekali kau bicara begitu pada pengantinmu…”.

“Dia benar-benar cantik jika kau melihatnya… Jadi, disini saja…”.

“Aku sudah bilang jangan gunakan kata-kata yang dimulai dengan huruf tertentu…”.

Kim Shin mengatai Eun Tak kejam sekali dan Eun Tak menyuruh Kim Shin berhenti. Kim Shin pun tidak mengatakan apa-apa lagi.

Eun Tak memandang Kim Shin yang tertidur sambil tersenyum…

Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

Eun Tak sepertinya meminta bantuan sesuatu dari Duk Hwa karena Duk Hwa tidak mau melakukannya secara gratis. Ia ingin Eun Tak mentraktirnya lebih dulu… Iklaaannnn… 😛

Ternyata Eun Tak ingin Duk Hwa membantunya menerjemahkan tulisan Kim Shin. Ia mengatakan kalau tulisan itu tentang paman Duk Hwa dan cinta pertamanya. Jadi ia ingin ini menjadi rahasia mereka berdua.

Duk Hwa yang tadinya tidak begitu ikhlas, sekarang jadi sangat bersemangat. Karena ia paling suka mengorek latar belakang orang lain… 😀

 

Ketika membaca tulisan Kim Shin itu, Duk Hwa terdiam… Ekspresinya jadi serius. Duhhhh… sy lupa isi tulisan ini… kalau g salah ada di episode-episode sebelumnya. Masih di awal-awal deh pokoknya… 🙁

Melihat betapa seriusnya ekspresi Duk Hwa, Eun Tak jadi khawatir. Apa Duk Hwa ingin mengatakan tidak bisa membacanya setelah makan sandwich gratis darinya?

Lalu Duk Hwa pun mengatakan tulisan itu adalah surat cinta. Pengakuan cinta yang menyedihkan. Duk Hwa pun mulai membacanya. “Setelah 100 tahun lamanya…. Di hari yang indah…”.

Eun Tak langsung merebut buku itu, Terlalu takut mendengar seluruh isi surat cinta Kim Shin. Padahal sepertinya isi surat itu benar-benar serius karena ekspresi Duk Hwa terlihat agak aneh…

Eun Tak mengatakan ia sudah tahu tentang wanita itu. Sangat masuk akal dalam usia Kim Shin yang 900 tahun, Kim Shin pasti pernah bertemu dengan seseorang yang tidak bisa dilupakan…

“Hanya satu?”.

“Apa tidak?”, sahut Eun Tak semakin takut.

“Aku tidak tahu…”.

“Kau ini membuatku kaget saja…”. Lalu Eun Tak membicarakan sesuatu dengan menyebutkan nama Kim Shin. Dan Duk Hwa tidak tahu siapa Kim Shin itu.

“Pamanmu…”, terang Eun Tak.

Duk Hwa tidak tahu nama pamannya Kim Shin karena setahunya nama pamannya itu Yu Shin Jae.

Eun Tak cuma bilang kalau itu cerita yang panjang. Lalu ia menyinggung tentang pedang yang menancap di dada Kim Shindan ternyata Duk Hwa sama sekali tidak tahu tentang itu.

Lalu ia pun ingin Eun Tak memberitahukannya apa yang Eun Tak tahu karena kalau tidak, ia juga tidak akan memberitahukan Eun Tak sesuatu yang hanya dirinya saja yang tahu…

Eun Tak langsung penasaran…

Duk Hwa menemui Kim Shin untuk melaporkan tentang Wang Yeo yang melihat lukisan milik Kim Shin itu dan menangis. Ia berbohong, mengatakan kalau Wang Yeo yang memaksa. Ia mengajak Kim Shin memarahi Wang Yeo dan bertanya kenapa Wang Yeo menangis.

Kim Shin pun langsung menemui Wang Yeo. Bertanya kenapa Wang Yeo melihat lukisannya. “Dia bilang dia sudah mencoba menghentikanmu”, tanya Kim Shin sambil melirik ke arah Duk Hwa.

Wang Yeo menatap marah pada Duk Hwa yang bersembunyi di belakang Kim SHin.

“Aku dengar kau menangis. Kenapa? Aku sendiri tidak menangis melihatnya…”.

Wang Yeo kembali melempar pandangan marah pada Duk Hwa. AHAHAHHA…

Wang Yeo mengatakan, ia bingung dan sudah berpikir lama. Ia mengira mungkin itu semacam sindrom Stendhal. Ia merasa terkesima dan tidak bisa bernafas.

Wang Yeo menanyakan siapa wanita di lukisan itu tapi Kim Shin malah balik bertanya. Kenapa juga wang Yeo peduli.

Wang Yeo mengatakan, ia merasa wanita itu familiar baginya.

Kim Shin terdiam. Teringat saat ratu dipanah. Lalu mengatakan bahwa wanita itu adalah adiknya. Kim Shin ingin tahu apakah Wang Yeo pernah melihat adiknya di suatu tempat.

Wang Yeo menduga mungkin wanita itu salah satu jiwa yang ia antar tapi ia tidak begitu yakin.

Kim Shin berpikir apakah mungkin asiknya bereinkarnasi. Kapan?

Wang Yeo tetap mengatakan ia tidak tahu. Ia tidak bisa mengingat semua orang yang ia antarkan. Ia hanya merasa wanita itu familiar tapi tidak ingat siapa. Ia hanya bisa merasakannya saja… “Aku hanya merasa sangat sedih dan hatiku rasanya hancur…”.

Duk Hwa tiba-tiba memberi kesimpulan yang benar-benar absurb. Ia berpikir mungkin Wang Yeo reinkarnasi dari adik Kim Shin. Duk Hwa menyuruh Wang Yeo memanggil Kim Shun ‘orabeoni’.

“Kau ingin mati?!”, Kim Shin dan Wang Yeo serempak meneriaki Duk Hwa. 😛

Wang Yeo sepertinya bersiap akan pergi. Saat bercermin, ia mencoba mengatakan “orabeoni’, tapi hingga sampai dua kali mencoba, ia tidak sanggup mengatakannya.

Wang Yeo berada di sebuah taman bersama dengan hobae-nya. Hobae-nya itu bercerita tentang Messenger Kim dari Janghang-dong yang melarikan diri dengan seseorang yang seharusnya diantarkan ke alam baka. Messenger Kim mengetahui ternyata wanita itu adalah istrinya di kehidupannya yang sebelumnya lalu memasukkan nama wanita itu ke dalam daftar jiwa yang tersesat dan melarikan diri bersama wanita itu.

Wang Yeo sangat terkejut. Ingin tahu apa yang selanjutnya terjadi. Sayangnya, hobae-nya itu tidak tahu. Namun, ia yakin kedua orang itu pasti akan tertangkap.

Wang Yeo menanyakan bagaimana Messenger Kim bisa ingat masa lalunya. Lagi-lagi hobae-nya itu tidak tahu. Yang ia tahu karena kejadian itu semua malaikat maut jadi gugup dan ia juga jadi minum-minum setiap harinya.

Ia mendengar seseorang menjadi pencabut nyawa karena telah melakukan kejahatan yang besar. Ia sendiri bertanya-tanya sebesar apakah dosa itu. Ia merasa itu adalah pertimbangan dari dewa supaya mereka tidak ingat dengan dosa mereka dan tidak merasa tersiksa karenanya. Mungkin juga pekerjaan mereka dimaksudkan supaya mereka bertobat.

Wang Yeo sependapat. Semua itu memang kehendak dewa. “Jika kau ingat, ya ingat. Jika kau tidak ingat, ya tidak ingat… Hanya saja aku bertanya-tanya kenapa dia mengembalikan ingatan yang telah hilang…”.

Sepasang ibu dan putrinya lewat di depan Wang Yeo dan hobae-nya itu. Wang Yeo pamit pada hobae-nya itu.

Sinopsis Goblin Episode 8 Part 1

Wang Yeo mengantarkan ibu dan anak itu ke alam baka. Si anak ingin tahu mereka dimana. Ibunya mengatakan mereka sedang berada di sebuh kedai kopi.

Si anak menanyakan apa yang akan ibunya pesan. Dan ibunnya mengatakan ia akan memesan surga untuk diberikan untuk anaknya itu.

 

Wang Yeo mendengar pembicaraan ibu dan anak itu. Setelah menyajikan tehnya, ia pun mengatakan bahwa itu adalah surga yang dipesan oleh ibu itu.

Ibu itu menangis, mengucapkan terima kasih pada Wang Yeo…

Eun Tak yang baru keluar dari sebuah toko melihat Kim Shin melintas. Ia pun memutuskan mengikuti Kim Shin.

Kim Shin pergi ke sebuah rumah yang kecil Mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Ia sangat kaget ketika seseorang menegurnya. Ternyata orang itu adlaah Eun Tak. Duhhh… gaya Eun Tak berdiri itu… Kayak preman…. 😀

Pintu rumah terbuka dan seorang pria keluar. Kim Shin menyuruh pria itu bergeser dan kemudian dari jarak jauh, membakar tali yang sudah disiapkan pria itu untuk bunuh diri.

Eun Tak terkejut.

Kim Shin menyampaikan beberapa pesan kepada pria itu. “Buka jendala, biarkan udara mengalir dan kancing bajumu… Kau akan membutuhkan ini…”, ucap Kim Shin sambil memberikan sebuah sandwich untuk pria itu.

Setelah itu, ia pun mengajak Eun Tak pergi. Eun Tak diam-diam tersenyum…

Tak lama, seorang anak perempuan muncul. Memanggil pria itu dengan ‘ayah’. Saat ayahnya bertanya bagaimana ia ke sana, si anak itu bercerita bahwa ia naik taksi dan membayar 5 dolar saja.

Flashback. Ternyata sopir yang mengantarkan si anak itu adalah waniat berbaju merah itu. Wuahh… untuk aja bukan Dae Young ya… # Efek masih keinget The legend of the blue sea… 😛

Saat si anak itu mengatakan ia lapar, pria itu pun memberikan sandwich itu untuk anaknya. Saat anak itu mengatakan ia rindu ayahnya, pria itu juga mengatakan ia merindukan putrinya. Kemudian pria itu memeluk putrinya sambil menangis.

Eun Tak ternyata masih di sana. Dari balik tembok, ia mengintip apa yang terjadi dan kemudian tersenyum senang.

Eun Tak dan Kim Shin pulang bersama. Eun Tak memuji Kim Shin yang terlihat keren tadi.

Kim Shin sama sekali tidak merasa seperti itu. Kadang kala, orang tua, anak, atau saudara bisa menjadi pelindung juga. Ia hanya memberikan sandwich dan putrinya sendiri yang menyelamatkan pria itu.

Namun Eun Tak merasa itu tetap keren. Kim Shin berterima kasih pada Ketua Yu karena berkat Ketua Yu yang menghasilkan uang yang banyak, ia bisa membeli sandwich itu…

Lalu Eun Tak menyinggung tentang pedang itu. Ia tidak mengerti kenapa pedang itu bisa ia gerakkan padahal sebelumnya ia bahkan tidak bisa menggenggamnya.

Kim Shin terdiam. Tiba-tiba teringat dengan ucapan Wang Yeo yang mengatakan mungkin ada sesuatu yang lebih kuat daripada kutukan, seperti misalkan cinta sejati.

Lalu ia pun mengatakan bahwa Eun Tak sepertinya punya sesuatu yang ingin dikatakan.

Awalnya Eun Tak bingung. Tapi sesaat kemudian ia baru ingat. Dan itu membuat Kim Shin seperti merasa senang. Ia emminta Eun Tak tidak menyimpannya tapi mengatakannya saja karena sudah jelas kelihatan.

“Katakan saja. Aku baik-baik saja. Apa pun yang kau katakan, aku akan menerimanya dengan lapang dada…”, desak Kim Shin. Ia bahkan sengaja mendekatkan telinganya pada Eun Tak supaya bisa mendengarkan lebih jelas.

Sayangnya, yang dikatakan Eun Tak sangat jauh dari harapannya. Eun Tak ternyata ingin tahu kenapa ia hanya diam saja di rumah.

Merasa seperti disamakan dengan pengangguran, Kim Shin pun sewot. Mengatakan kalau ia juga punya karir. Ternyata karir yang dimaksud Kim Shin adalah menjadi bintang iklan. Semua tagline yang ia katakan selalu dimulai dengan kata-kata, “Tidak untuk selamanya tapi…”. Seorang ibumerasa diejek oleh Kim Shin dan membuatnya ditegur oleh Sek. Kim.

Mendengar cerita Kim Shin, Eun Tak jadi mengerti kenapa Kim Shin selalu di rumah. Karena Kim Shin punya banyak kekurangan sel di dalam otaknya.

Kim Shin jadi marah. Selama ini ia belum pernah mendengar semua itu. Eun Tak tidak percaya. Ia rasa cinta pertama Kim Shin pasti belum pernah mengatakan itu pada Kim Shin.

“Apa kau cemburu?!”, tanya Kim Shin. Wajahnya terlihat senang karena bisa menggoda Eun Tak.

“Apa? Kenapa harus cemburu? Aku tidak tahu kapan dia ada dan segalanya… Dimana kau bertemu dengannya? Goryeo? Joseon? Pertengahan jaman Joseon? Sesudah Joseon? Aku yakin dia pasti sangat cantik… Tapi kau tahu, cinta pertama tidak pernah berhasil…”.

Selama Eun Tak mengomel panjang lebar, Kim Shin hanya diam, menatap sambil menahan senyumnya. Duhhhh… 😍😍😍😍

Eun Tak menyuruh Kim Shin pulang dan tidak menunggunya karena ia akan pulang terlambat.

“Kata siapa cinta pertama tidak akan berhasil. Aku tidak suka itu…”, gumamnya sambil menatap Eun Tak yang semakin jauh.

Di perpustakaan sekolahnya, ia bertemu dengan temannya. Ia membelikan kopi untuk temannya walaupun temannya itu mengaku ia tidak bisa meminumnya.

Teman Eun Tak itu sempat melihat tanda lahirnya yang menurutnya, tanda itu semakin memudar. Eun Tak cuma bilang itu mungkin karena ia semakin dewasa.

Setelah membeli kopi, mereka jalan sambil mengobrol. Teman Eun Tak itu sempat menanyakan tentang ujiannya. Karena Eun Tak terlihat percaya diri, teman Eun Tak itu yakin semuanya lancar-lancar saja.

Eun Tak senang. Ia menyuruh temannya itu menceritakan kisahnya sebelum ia benar-benar tamat nanti.

Di saat Eun Tak melewati sebuah cermin, Eun Tak baru bisa melihat aslinya temannya itu. O… ternyata temannya itu hantu rupanya… Agak menyeramkan… Banyak darahnya…

Eun Tak mengatakan banyak hantu yang menemuinya dan meminta bantuannya dan bertanya apakah temannya itu tidak melakukannya.

Akhirnya hantu itu pun meminta Eun Tak mengunjunginya di Paju. Ia menyukai bunga yang indah.

Eun Tak pun berjanji akan ke sana.

Hantu itu tersenyum. Saat Eun Tak menanyakan bagaimana ia meninggal, ia mengatakan ia meninggal di hari kelulusan karena kecelakaan mobil.

Setelah melihat sosok asli dari hantu itu, Eun Tak jadi tidak bersemangat. Ia memikirkan kira-kira apa yang terjadi pada gadis itu. Ia sampai terperanjat ketika mendengar suara pintu restoran dibuka. Ternyata yang datang adalah Wang Yeo.

Eun Tak tidak mengerti bagaimana Wang Yeo bisa tahu ia ada di sana. Tapi Wang Yeo mengatakan, ia lebih kaget melihat Eun Tak bisa ada di sana. Saat Eun Tak mengatakan Kim Shin yang menempatkan dia di sana, Wang Yeo menggerutu. Merasa Kim Shin benar-benar penghalang dalam hidupnya.

Eun Tak ingin tahu kenapa Wang Yeo datang ke sana. Ia tidak percaya saat Wang Yeo bilang ingin membeli ayam karena Wang Yeo adalah seorang vegetarian.

Wang Yeo bersikeras ingin membeli satu porsi. Ia memilih menu ayam goreng yang banyak sayurnya.

Belum sempat Eun Tak mengambil ayam, Eun Tak melihat Tae Hee dan teman-temannya berjalan ke arah restoran. Melihat reaksi Eun Tak, Wang Yeo langsung tahu kalau Eun Tak sudah janjian dengan Tae Hee untuk bertemu di restoran dan ia muncul di lokasi secara kebetulan.

Eun Tak tidak mau mendapatkan masalah. Ia langsung mengambil sendiri topi Wang Yeo dan memakaikannya ke kepala Wang Yeo. Membuat Wang Yeo marah karena Eun Tak berani menyentuh benda yang seharusnya tidak boleh disentuh oleh siapa pun.

Eun Tak tidak peduli. Toh, Wang Yeo juga seharusnya tidak terlihat oleh manusia. Ia menyuruh Wang Yeo berdiri di pojokan dan berjanji, jika Wang Yeo diam, ia akan memberikan ekstra paha ayam.

Wang Yeo memang berdiri di pojokan. Saat melihat Eun Tak menyapa Tae Hee dan teman-teman Tae Hee dengan sangat ramah, ia mencibir sebal… 😛

Bersambung…

 

Komentar :

Ribet juga ya kalo goblin bikin masalah. Semua orang jadi harus terlibat.. 😛 Sampe perlu melibatkan malaikat maut yang sedang sedih. Untungnya walaupun lagi g mood, Wang Yeo mau membantu, ya… Lucu waktu dia nyuruh orang-orang supaya bergerak cepat… Keliatan bgd kalo dia lagi males ngapa-ngapain… 😀

Fix! Akhirnya kita tahu, Ratu adalah adiknya Kim Shin. Setelah mendengar Wang Yeo yang merasa familiar dengan wajah adiknya, kira-kira Kim Shin bisa menebak ga ya, siapa Wang Yeo ini?

Kalau ia nanti tahu Wang Yeo ini benar-benar reinkarnasinya Raja, gimana ya kira-kira hubungan mereka. Apa mereka akan tetap seperti biasa atau berubah? Toh, dulu Raja adalah orang yang memerintahkan membunuhnya dan juga keluarganya…

Kalau begitu, bromance yang selalu dinanti karena membuat drama ini terasa ga terlalu sedih, akan berakhir donggg.. Berharap semuanya akan baik-baik saja… 🙁

Oya, dulu sempat agak bingung. Diceritakan Eun Tak itu tidak punya teman di sekolah. Tapi tiba-tiba ada seorang cewek yang menemaninya di perpustakaan saat ia sedang melaminasi daun maple. Sy pikir tadinya, cewek itu benar-benar teman Eun Tak, tapi ternyata hantu yang menjadi teman ngobrolnya Eun Tak. Sy ga ngecek lagi di episode awal, apakah orangnya sama atau tidak. Ada yang ingat kah? Sy hanya menyimpulkan saja begitu… 😀

[Sinopsis Goblin Episode 8 Part 2]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Hehehe…..jadi inget gaya jalannya kim go eun di coin locker girl ….preman abis…..tomboy bgt dia di movie itu bak dian….tapi sukses bikin park bo geum suka.
    Ternyata sudah jelas yh ratu itu adiknya kim shin….ada benernya yg bilang dia adiknya shin karena yg dibunuh duluan dulu yah ratu ^__*
    Jadi klo gitu cinta pertamanya shin itu…eun tak yah(yeay!???dasar shin, bisa aja dia mengoda eun tak yah) bikin melted…..

    1. kdramastory says

      Iya… sempat tahu ada yg menebak, ratu adiknya Kim Shin tapi sy kok keukeuh berharap dia cinta pertamanya Kim Shin. Krn sikap ratu ke Kim Shin ga seperti sikap adik ke kakak. Kayak ada jarak gitu deh… Tapi mungkin karena posisi Kim Sun itu Ratu, makanya jadi terasa agak jauh… Ga seperti keluarga…

      Oya kah? Belum nonton… tq buat nonton selanjutnya…

      Lebay ya? Setelah 900 tahun baru ini cinta pertamanya… Kemana aja dia? Kasian, selama ini kesepian… 🙁

Leave A Reply

Your email address will not be published.