Sinopsis The Greatest Marriage Episode 15 Part 2

1

[Sinopsis The Greatest Marriage Episode 15 Part 1]

 

Sinopsis The Greatest Marriage Episode 15 Part 2

Tae Yeon tiba di kantor stasiun berita. Di ruang kerjanya sudah menunggu tiga orang staf reporter politik (temannya Eun Cha). Mereka memohon pada Direktur Park Tae Yeon untuk memberi mereka kesempatan. “Kami mohon!”, ucap mereka. Dan mereka berlutut pada Tae Yeon.

“Jadi… apakah ini berarti kalian tidak berhubungan lagi dengan Jo Eun Cha?, tanya Tae Yeon.

Salah seorang dari mereka menjawab bahwa Jo Eun Cha dapat meneruskan karir politiknya tapi mereka adalah reporter yang tidak dapat hidup tanpa stasiun berita.

“Bagaimana cara kalian bertiga buktikan bahwa kalian sudah tidak berhubungan lagi dengan Jo Eun Cha?, tanya Tae Yeon lagi.

Mereka bertiga kebingungan. “Paling tidak seharusnya kalian menemuinya untuk meminta surat agar kalian tidak dipecat”, ucap Tae Yeon. Mereka hanya bisa menunduk.

Kemudian Tae Yeon menelpon seseorang. Ia meminta agar prosedur pemecatan Oh Dong Shik, Kim Hyung Joon, dan Park Sung Soo dihentikan untuk sementara saat itu.

Mereka keluar dari ruangan Tae Yeon dan melihat para reporter lain berkerumun di depan papan pengumuman. Mereka bergegas menuju papan pengumuman dan membaca surat keputusan pemecatan Jo Eun Cha dan Cha Ki Young terhitung mulai tanggal 10 November. Mereka hanya mampu menghela nafas pasrah.

Ki Young sedang duduk merenung di apartemennya. Tiba-tiba ia mendapatkan telepon dari stasiun berita yang memberitahu tentang pemecatannya. Ia diminta singgah di kantor untuk mengambil uang pesangonnya dan mengembalikan ID-nya. “Ya”, jawab Ki Young.

Bel apartemen Ki Young berbunyi. Ia membukakan pintu. Di sana ada seorang realtor yang mengatakan bahwa ada perubahan hak milik atas apartemen Ki Young. Pemilik yang baru ingin Ki Young pindah secepatnya.

“Siapa pemilik yang baru?” tanya Ki Young.

“Park Tae Yeon. Anda diberi waktu 1 minggu untuk memindahkan semua barang Anda. Sepertinya hutang Anda juga dihentikan setelah Anda dipecat”, ucapnya.

Sementara itu, Eun Cha berada di sebuah ruangan, mungkin kantornya sendiri. Ia menyemangati dirinya sendiri untuk tetap kuat dan ia berolah raga dengan gaya yang tidak karuan. Tiba-tiba ketiga temannya itu datang ke sana.

“Apakah si bodoh itu masih menggambarkan darah dengan pedangnya? Dia belum mencincang kepala kalian?”, tanya Eun Cha.

Salah seorang dari mereka menyenggol temannya, menyuruh temannya bicara. “Eun Cha, kami membutuhkanmu… menuliskan surat untuk Park Tae Yeon tentang permohonan untuk tidak memecat kami”, ucapnya.

“Sang Soo, apa yang sebenarnya ia katakan?”, tanya Eun Cha pada Sang Soo.

Temannya yang lain mengatakan bahwa ia tidak berani meminta Eun Cha melakukan itu untuknya. Ia mengambil sebuah kertas dari tasnya. “Jadi kami menulis sendiri suratnya, kau hanya perlu mengkopi dan menandatanganinya saja”, ucapnya.

“Brengsek kalian! Apa kalian sudah gila?”, marah Eun Cha.

Mereka mengatakan bahwa hidup mereka berada dalam bahaya sekarang. Mereka harus berlutut berkali-kali pada Park Tae Yeon.

Eun Cha mengambil surat itu dan membacanya. Surat itu berjudul surat permohonan maaf. Eun Cha kesal setelah membaca isi surat yang aneh itu. Ia memarahi ketiga temannya. Seharusnya sebagai reporter mereka menuliskan kebenaran. Teman-temannya tetap memohon Eun Cha untuk menolong mereka karena kalau tidak mereka akan dipecat.

Kembali ke kantor stasiun berita. Mereka bertiga berjalan cepat-cepat dan mengetuk pintu ruang kerja Tae Yeon. Sepertinya Eun Cha luluh dan mau menolong mereka.

Melihat kelakuan mereka, Direktur bagian Pemberitaan berkata sambil tertawa pada bawahannya, “Sepertinya mereka akan melakukan apa saja agar tidak dipecat”. Bawahannya memberitahu bahwa beredar mockingdi internet tentang persidangan Ki Young. Benar-benar menggemparkan. Orang-orang bisa memilih yang kiri atau kanan siapa yang seharusnya mendapatkan hak asuh.

“Siapa yang kau pilih?”, tanya direktur itu pada bawahannya.

“Anak itu milik Park Tae Yeon. Tentu saja saya berpihak pada Tae Yeon”, ucapnya.

Direktur bertanya pada seorang reporter pria lainnya. Ia menjawab ia memilih Park Tae Yeon. Kemudian direktur juga bertanya pada reporter wanita. Ia berpendapat bahwa Ki Young yang melahirkan anak itu, seharusnya Ki Young lah yang mendapatkan hak asuh.

Direktur tertawa dan pergi dari sana. Kemudian ia berpapasan dengan tiga teman Eun Cha. Ia bertanya apa mereka sudah memilih? “Pilih apa?”, tanya mereka keheranan.

“Memilih apakah anaknya Ki Young seharusnya sebagai Cha Dan atau Park Eun Chil?”, jawab Direktur itu.

Mereka dengan sepakat menjawab, “Tentu saja Park Eun Chil!”.

Di ruang kerjanya, Tae Yeon membaca surat yang sudah ditandatangani oleh Eun Cha. Kemudian ia melihat ke layar komputernya yang menunjukkan sebuah halaman web untuk memilih Ki Young ataukah dia yang seharusnya memiliki Dan.

Di ruang kerjanya, sambil makan, Eun Cha juga membuka halaman web yang sama. Ia berkata walaupun sudah ditangkap oleh seekor harimau, pasti ada jalan untuk melarikan diri. Ia berpikir apa yang akan ia lakukan dengan poling itu.

Park Kang Rok membaca koran yang berisi berita tentang Ki Young sebagai headlinenya. Ia bertanya pada Tae Yeon apakah ia sudah memecat Ki Young atau belum.

“Sudah”, jawab Tae Yeon.

“Jadi apa kau sudah mengusir dia dari apartemennya?”, tanya Kang Rok lagi.

“Aku berencana mengusirnya di hari persidangan yaitu hari ini”, jawab Tae Yeon.

Pengacara Kim mengatakan bahwa foto Eun Chil sudah tersebar dan diketahui oleh publik. Sepertinya akan sulit bagi Eun Chil untuk bersekolah di Korea. Ia memberi pendapat agar Eun Chil bersekolah di luar negeri dulu selama lima tahun, lalu kemudian ketika nanti ia kembali, tidak ada orang yang akan mengenalinya. Kang Rok meminta pengacara Kim untuk mencari sekolah asrama yang terbaik di Amerika.

Pengacara lain mengatakan bahwa ketidakmampuan Ki Young melindungi anaknya dari media bisa juga dijadikan bukti di persidangan nanti. Bukti ini bisa membuat Ki Young terlihat seperti seorang ibu yang buruk. Tae Yeon hanya diam mendengar pendapat dari pengacaranya itu.

Di apartemennya Ki Young bersiap menuju ke persidangan. Di ruang tengah ibu dan Dan sedang duduk mengelilingi sebuah kue berwarna putih(mungkin?). Ki Young bertanya pada ibunya apa yang dilakukannya. Ibu menjawab ia berdoa agar Ki Young bisa memenangkan persidangan. Tidak ada seorang pun yang berada di pihak Ki Young dan ia tidak tahu solusi lainnya.

Ki Young menghela nafasnya dan pamit pergi. Dan menyemangati ibunya agar lebih kuat karena ia ada di sini bersama ibunya. Ki Young tersenyum dang mengelus kepala Dan dengan sayang.

Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Beberapa pekerja menerobos dengan membawa keranjang. Mereka mengatakan karena Ki Young tidak pindah pada tanggal yang disepakati maka mereka diperintahkan oleh pemilik apartemen itu untuk memindahkan semua barang Ki Young sekarang juga. Ki Young dan ibunya menolak untuk pindah. Tetapi mereka memaksa membawa Ki Young, ibunya, dan Dan keluar agar mereka bisa bekerja.

Sementara di gedung pengadilan, para demonstran kembali berkumpul dan meneriakkan yel-yel yang menurut saya cukup berlebihan. Ibu Ki Young dan Dan terpaksa ikut ke persidangan. Kang Rok sangat senang melihat Dan dan menyapanya. Ia berkata agar Dan menunggu sebentar lagi karena nanti ia akan membawa pulang Dan ke rumahnya. “Ya, kakek”, jawab Dan dengan manisnya. Kang Rok tersenyum senang mendengar jawaban Dan.

Ibu Ki Young langsung menarik Dan ke arahnya. “Kakek? Memangnya siapa yang kakek?”, ucap ibu Ki Young sambil memeluk Dan.

Kang Rok memandang marak pada ibu Ki Young.

Yun Hee cs masih duduk dengan formasi yang sama dengan persidangan sebelumnya. Yun Hee meminta maaf pada Joon Young. Joon Young dengan sok ga butuh menggelengkan kepalanya. “Tunggu saja. Karena orang yang sidang selanjutnya mungkin saja kita”, ucap Joon Young. Yun Hee menghela nafasnya merasa bersalah pada Joon Young.

Kemudian hakim memasuki ruang sidang dan semua yang hadir berdiri. Sidang dimulai oleh Pengacara Kim yang memberikan bukti foto Ki Young dan Eun Cha bersama dengan Dan yang menggambarkan ketidakmampuan Ki Young untuk melindungi anaknya dari ekspos media. Pengacara Kim juga mengatakan bahwa saat ini kondisi Ki Young tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal sehingga ia tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan hak sebagai orang tua.

Kemudian pengacara Kim menyerahkan surat pemecatan, surat penghentian kontrak sewa, dan surat pembatalan pinjaman dari bank milik Ki Young serta foto Ki Young bersama Eun Cha sebagai bukti. Terlihat Eun Cha datang mengikuti persidangan juga.

Hakim menerima butkti dari pengacara Kim. Ia berkata jika pihak yang dituntut memiliki sesuatu yang ingin dikatakan, silahkan katakan sekarang.

Ki Young berdiri dan berkata, “Aku… hanya memilih memiliki seorang daripada menikah. Dan bodohnya, saya masih belum percaya bahwa keputusan saya itu menyebabkan guncangan di masyarakat atau membahayakan masa depan anak saya. Pada saat ini, di ruang sidang ini, saya masih percaya bahwa saya tidak membuat keputusan yang salah. Saya hanya mengikuti naluri saya sebagai wanita yang hanya ingin memiliki anak saya sendiri. Dan undang-undang juga memastikan setiap warga negaranya memiliki hak untuk hidup bahagia. Kepercayaan bahwa sebuah keluarga yang ideal adalah terdiri dari seorang ayah dan seorang ibu sedangkan keluarga dengan orang tua tunggal dianggap abnormal, saya tidak mempercayai hal itu”.

Ki Young melanjutkan sambil menahan tangisnya, “Yang dibutuhkan seorang anak adalah cinta. Saya mencintai anak saya lebih daripada saya mencintai hidup saya sendiri. Akan tetapi, saya benar-benar menyesali kebohongan tentang menerima donor sperma”. Ki Young menundukkan kepala pada hakim dan air matanya menetes.

Hakim berkata bahwa ia akan melanjutkan persidangan dan memberi keputusannya. Berdasarkan undang-undang tentang peraturan sipil artikel 913 seseorang yang memiliki hak sebagai orang tua memiliki tugas melindungi dan menjaga anaknya. Berdasarkan artikel 924, perubahan hak asuk dapat diputuskan jika orang tua tersebut tidak memenuhi tugas-tugasnya tersebut. Hakim menyebutkan bahwa Nona Cha Ki Young telah mengklaim hak orang tua dan hak asuh atas alasan-alasan yang fiktif. Demi kesejahteraan anak, saya memutuskan bahwa semua hak tersebut dicabut dari Nona Cha Ki Young. Ki Young terkejut mendengar keputusan hakim.

Hakim melanjutkan bahwa ia memberikan semua hak tersebut kepada penuntut, Tuan Park Tae Yeon. Dan hakim menutup sidang dengan mengetukkan palunya. Kedua orang tua Tae Yeon sangat senang dengan keputusan hakim. Sedangkan Il Joong dan Yun Hee berteriak memprotes keputusan hakim. Tae Yeon langsung keluar dari ruang sidang. Ki Young terduduk menangisi kekalahannya.

Dan berlari ke arah ibunya tapi dihalangi oleh kakeknya. Kakek langsung menggendong Dan dan akan membawa pergi Dan dari sana. Ibu Ki Young berusaha mempertahankan Dan. Ia menarik Dan dari gendongan Kang Rok. Kang Rok mendorong ibu Ki Young sampai terjadi dan langsung membawa Dan dari sana. “Putriku akan mati jika kau membawanya pergi!”, teriak ibu Ki Young sambil menangis. Ki Young juga menangis mendengar ucapan ibunya.

Dan dibawa pergi oleh kakek dan neneknya. Tapi Dan masih menangis memanggil ibunya. Ibu Ki Young muncul dan mencoba mengambil Dan kembali. Ia berkata bahwa ia tidak pernah bermimpi akan berpisah dengan cara seperti ini. “Kalian harus memberi kesempatan pada ibu dan anak ini untuk mengucapkan selamat tinggal! Tolong jangan bawa dia seperti ini!”, ucap ibu Ki Young lagi sambil menangis.

Sun Nyeo membujuk orang tuanya untuk memberi sedikit waktu pada Eun Chil untuk bertemu ibunya. “Bagaimana kalau dia membawa Eun Chil pergi?”, tanya Kang Rok pada Sun Nyeo. Sun Nyeo memastikan bahwa ia akan pulang bersama Eun Chil ke rumah. Sun Nyeo meminta ibu Ki Young untuk membawa Ki Young keluar.

“Baik”, jawab ibu Ki Young dan bergegas memanggil Ki Young yang masih berada di dalam ruang sidang.

Yun Hee menangis dan bertanya pada Ki Young apa yang akan mereka lakukan. Ki Young hanya diam saja. Ia sudah tidak menangis lagi. Yun He mengajak Ki Young untuk banding.

“Jika bisa banding, menurutmu apa aku bisa menang? Dan kalau pun aku menang… menurutmu bisakah aku membesarkan Dan di negara ini?”, tanya Ki Young pada Yun Hee. “Yun Hee, aku kalah. Aku sudah dihancurkan berkeping-keping oleh sistem patriakis yang sudah mengakar”, ucap Ki Young pasarah. Yun Hee menangis mendengar ucapan Ki Young.

Tiba-tiba ibu Ki Young datang. Ia mengajak Ki Young keluar karena Dan sudah menunggu di luar. “Paling tidak ucapkan selamat tinggal sebelum kalian berpisah”, bujuk ibu.

Ki Young menolak. Ia tidak mau bertemu dengan Dan. Ia ingin mengirim Dan dengan senyum tapi ia tidak yakin ia dapat melakukannya. Dan hanya akan mengingat ibunya yang menangis jika mereka bertemu pada saat seperti ini. Ki Young meminta ibunya yang mengucapkan selamat tinggal pada Dan. Ibu Ki Young hanya menangis melihat Ki Young yang putus asa.

Di luar ruang sidang, Ki Young bertemu dengan Dan bersama Sun Nyeo. Dan berlari mendekati dan memanggil ibunya. “Ibu!…”, panggil Dan sambil menangis. Dan berusaha memegang tangan ibunya, tapi Ki Young menepis tangan Dan dan bergegas pergi.

Di luar gedung, para demonstran berteriak senang setelah mengetahui hak orang tua dan hak asuh sudah ditarik dari Ki Young.

Ibu Ki Young mengajak Ki Young untuk pulang ke kampung. Ki Young menolak. Ia mengatakan bahwa ia masih memiliki hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu, jadi ia meminta ibunya pulang duluan. Ibu juga membujuk Ki Young untuk melakukan banding dan mendapatkan Dan kembali. Ki Young kembali menggelengkan kepalanya.

Ki Young melihat sebuah taksi dan langsung memanggil taksi tersebut. Ia membukakan pintu untuk ibunya. Ibu berkata bahwa berat untuknya meninggalkan Ki Young sendirian di saat seperti ini. Tapi Ki Young mengatakan ia baik-baik saja dan Ki Young menuntun ibunya masuk ke dalam taksi.

Setelah ibunya pergi, Ki Young juga melangkah meninggalkan gedung peradilan tersebut. Di belakangnya, Eun Cha mencoba menyusul. Tapi ia tidak berani mendekati Ki Young.

Eun Cha bernarasi bahwa :

Hari ini ia menjadi saksi bahwa sistem peradilan di negaranya telah mengambil seorang anak dari ibunya. Kemudian ia juga mengingat saat-saat awal kehamilan Ki Young dan bagaimana perjuangan Ki Young mempertahankan kehamilannya. Ia juga mengingat bagaimana sikapnya yang buruk terhadap Ki Young. Eun Cha merasa bahwa ia bukanlah teman Ki Young, tetapi ia adalah musuhnya. Eun Cha juga mengingat perasaan bahagianya ketika memotong tali pusat anaknya Ki Young. Ia merasa moment-moment itu baru saja terjadi kemarin. Hukum telah memutuskan bahwa anak itu bukanlah anak Ki Young lagi.

Sementara itu, Ki Young sampai di depan pintu apartemennya. Ia mencoba membuka password, tapi pintu tidak bisa terbuka. Ki Young pasrah dan duduk bersandar di pintu apartemennya.

Kembali ke narasi Eun Cha.
Setelah melahirkan, nasib Ki Young berubah dari seorang pembaca berita nomor satu di Korea menjadi orang yang pertama dalam daftar pemecatan, hanya karena telah membesarkan seorang anak seorang diri selama tiga tahun ini. Yang ia lakukan hanya menebarkan benihnya. Tetapi, jika hak asuh diberikan hanya karena satu alasan bahwa ia laki-laki, maka peraturan ini haruslah dihapuskan. Ayo kita kembalikan anak itu pada Cha Ki Young.

Narasi tersebut ditulis oleh Eun Cha di internet. “Baik. Website ini akan aku beri nama ‘Cha Ah Dol’! Cha Ah Dol!”, ucap Eun Cha dengan yakin.

Eun Cha tiba di depan apartemen Ki Young. Ia melihat barang-barang berserakan di koridor depan apartemen Ki Young. Ia terkejut melihat Ki Young duduk di sana. Ia bertanya mengapa Ki Young duduk di sana.

“Aku diusir oleh pemiliknya”, jawab Ki Young lesu.

“Siapa pemiliknya?”, tanya Eun Cha. “Park Tae Yeon”, jawab Ki Young.

Eun Cha terkejut, “Jadi ia membeli studio ini hanya agar ia bisa mengambil hak orang tua darimu? Hah! Dia benar-benar hebat!”

“Sunbae!”, panggil Ki Young. “Ayo kita menikah!”

“Apa?”, Eun Cha terkejut. “Bukankah kau membenci pernikahan?”

Ki Young mengatakan bahwa orang-orang menganggapnya sakit jiwa karena tidak mau menikah. Dan juga diambil darinya. Dengan menikah mungkin saja ia bisa membawa Dan kembali. Ki Young memohon pada Eun Cha sambil menangis. Eun Cha juga ikut sedih melihat Ki Young. Ia lalu memeluk Ki Young dan menenangkannya.

Eun Cha membawa Ki Young ke rumahnya. Ia mengizinkan Ki Young tinggal di sana sampai Ki Young menemukan tempat yang baru. “Aku suka tidur di sofa, jadi kau bisa tidur di tempat tidur”, kata Eun Cha pada Ki Young. Ki Young tersenyum tipis pada Eun Cha.

Lampu sudah dimatikan. Eun Cha berkumur-kumur dengan suara yang cukup keras. Ia baru sadar bahwa Ki Young sedang berada di rumahnya dan sudah tidur di temapat tidur. Dengan malu ia mengatakan bahwa itu kebiasaannya sebelum tidur dan buru-buru tidur di sofa.

Ki Young bertanya mengapa Eun Cha mau membelanya. Padahal sekarang ia sudah tidak ada manfaatnya lagi untuk Eun Cha. Semua orang meninggalkannya. Ia tidak mengerti mengapa Eun Cha mau membelanya padahal biasanya Eun Cha selalu ingin melihatnya jatuh.

“Pernahkah kau melihatku membantu orang lain dengan cuma-cuma? Aku membantumu karena aku merasa kau masih berguna untukku. Bagaimana denganmu? Mengapa kau masih mempercayaiku padahal aku selalu memanfaatkanmu?”, tanya Eun Cha pada Ki Young.

“Sangat aneh. Aku merasa nyaman dan damai kapan pun melihatmu”, jawab Ki Young.

“Cha Ki Young yang hebat dan berkuasa sekarang menjadi gelandangan dan stuck dengan seorang pecundang sepertiku”, ucap Eun Cha sambil meneteskan air matanya.


Keluarga Tae Yeon sedang berfoto keluarga minus Sun Nyeo. Myung Yi bertanya bagaimana dengan Sun Nyeo. Kang Rok berkata bahwa Sun Nyeo hanya anak perempuan. Ia akan menjadi orang asing begitu ia menikah.

Eun Cha mendaftarkan dirinya sebagai kandidat di pemilihan umum. Para reporter berkata bahwa ini sangat diluar perkiraan, mengapa Eun Cha mencalonkan dirinya sebagai kandidat independen, tanya mereka.

Eun Cha menjawab bahwa partai berkuasa ataupun bukan, mereka mengatakan bahwa mereka tidak mau mendukung orang buangan sepertinya.

Reporter bertanya mengapa Eun Cha mau melawan Asemblyman Kim di distrik yang sama. Apakah Eun Cha mau membalas dendam karena Assemblyman Kim sudah menghapusnya dari partai berkuasa?

Eun Cha mengatakan bahwa saat ini rasanya sama dengan ketika ia mendaftar ke Seoul University tapi ditolak. Jika ia mungkin akan kalah, ia akan berusaha lebih keras.

Di rumah Tae Yeon, keluarga Tae Yeon sedang makan di meja makan. Nenek mencoba menyuapi Dan tapi Dan menolaknya. Sedangkan Myung Yi sibuk menghidangkan makanan. Kang Rok menyuruh Myung Yi duduk dan makan bersama mereka. Myung Yi menolak dengan halus. “Tidak apa-apa”, ucap Myung Yi sambil tersenyum merasa tidak enak.

Ibu Tae Yeon juga menyuruh Myung Yi duduk dan makan bersama karena sekarang Myung Yi sudah menjadi bagian dari keluarga mereka. Myung Yi tersenyum senang. Ibu Tae Yeon memerintahkan pelayan untuk menyiapkan piring lain untuk Myung Yi.

“Aku akan melakukannya sendiri, bu”, ucap Myung Yi.

“Tidak apa-apa. Kau duduk saja”, ucap ibu Tae Yeon.

Ibu Tae Yeon mencoba menyuapi Dan lagi. Tapi lagi-lagi Dan menutup mulutnya. Sun Nyeo berkata pada ayahnya untuk memberikan hak berkunjung untuk Ki Young, paling tidak izinkan Eun Chil bertemu dengan ibunya sebulan sekali. Ia akan depresi kalau seperti ini terus, ucap Sun Nyeo.

Kang Rok berteriak dan memarahi Sun Nyeo, “Berhenti omong kosong! Kau fokus saja menikah dan punya bayi!”.

Sun Nyeo terkejut dibentak oleh ayahnya. Kemudian ia tiba-tiba mual. Ayah dan ibu heran melihatnya.

Di kantornya, Eun Cha sedang makan mi sambil melihat website yang ia buat. Sudah banyak yang mendukungnya. “Mari kita buat sampai sejuta”, ucapnya optimis.

Tiba-tiba beberapa ahjumma datang ke kantornya. Ia heran dan bertanya siapa mereka. “Kami dari Yeo Heng Man grup”, jawab salah satu ahjumma itu.

“Apa yang kalian inginkan?”, tanya Eun Cha ketakutan.

“Kau memenangkan hati kami setelah kami melihat ini”, jawab ahjumma itu sambil memperlihatkan foto Eun Cha yang melindungi Ki Young ketika Ki Young dipukul oleh para demonstran. “Anchor Jo, kami kira kau cuma ganteng dan macho, tapi kami tidak tahu ternyata kau peduli pada kami para wanita. Kami juga mendengar bahwa hanya kau sendiri yang membela Ki Young di pengadilan. Karena hal itu, kau kehilangan pekerjaanmu dan para politisi meninggalkanmu”, ucap ahjumma itu sambil menangis.

“Kau juga makan jjajangmyun sendirian. Jo Eun Cha, kami minta maaf dan mengucapkan banyak terima kasih”, ucap ahjumma yang lain.

“Tidak apa-apa”, ucap Eun Cha sambil tertawa senang.

Ahjumma itu meminta teman-temannya berhenti menangis karena ini bukan pemakaman. “Ayo kita mulai”, ucapnya.

“Apa ini?”, tanya Eun Cha.

Ahjumma itu berkata bahwa mereka dengan sukarela akan membantu kampanye Eun Cha. Jika Eun Cha ingin menghilangkan semua rumor, maka Eun Cha harus mulai mengambil simpati orang terdekat dengan Eun Cha terlebih dahulu. Pertama, ahjumma itu mengajak Eun Cha membagikan kue beras ia mereka bawa pada orang-orang yang berada di gedung itu.

“Terima kasih banyak!”, ucap Eun Cha senang. Tiba-tiba telponnya bunyi. “Hey, Yong Suk!”.

Kita harus bicara, ucap Yong Suk di ujung telepon.

Sun Nyeo melihat hasil test pack nya. Ada dua garis. Ia terkejut melihatnya. Ia berjalan keluar sambil menangis. ia bertemu dengan Eun Cha di tangga luar.

“Kau tidak akan bertambah muda, jadi coba tahan dirimu. Jangan tunjukkan emosi seperti ini di depan publik. Ini menjijikkan!”, ucap Eun Cha pada Sun Nyeo.

“Pergi sana!”, usir Sun Nyeo jutek. Sun Nyeo menelpon Pedro. “Pedro, aku hamil! Jika kau mau melarikan diri, pergi saja. Aku tetap akan membesarkan bayi ini dengan atau tanpamu”, ucap Sun Nyeo sambil menangis. Eun Cha yang masih berada di dekat Sun Nyeo sangat kaget mendengarnya.

“Gunakan pedang pinjaman? Membawa musuh dari studio lawan?”, ucap Eun Cha tidak mengerti pada Yong Suk.

Yong Suk mengajak Eun Cha bergabung di acara seperti live musik. Jadi mereka akan mengetahui bagaimana reaksi penonton saat diadakan live talk show.

Eun Cha mengatakan bahwa itu adalah ide yang bagus. Tapi selama kampanye ia tidak diperbolehkan muncul secara live di televisi.

Mereka mengatakan bukan Eun Cha yang muncul di televisi, tetapi Cha Ki Young. Eun Cha berpikir Ki Young tidak akan mau melakukannya. Itu seperti menaburkan garam ke lukanya.

“Jika kau tidak mau, maka lupakan saja proposal ini”, ucap salah satu dari mereka. Ia memberi nasihat pada Eun Cha. Sun Tzu ‘Art Of War’ mengatakan bahwa kau membunuh dengan pedang pinjaman. Artinya kau menyerang musuh dengan menggunakan kekuatan orang lain. “Jika show ini menjadi hit dengan memasukkan Ki Young, menurutmu pada siapa pujian-pujian akan diberikan? Pujian itu semuanya akan untukmu”, ucapnya pada Eun Cha. “Kau akan tetap bisa berkampanye tanpa melanggar peraturan”. Eun Cha bertepuk tangan senang tanda ia setuju dengan pendapat temannya itu.

Suasana di kantor berita sudah sepi. Lampu-lampu sebagian sudah dimatikan. Myung Yi tiba di sana. Ia menuju ke ruang kerja Tae Yeon. Di dalam ruang kerjanya, Tae Yeon sedang membaca sebuah kertas yang berisi surat keputusan tentang penggantian hak asuh. Ia menghela nafasnya dan tidak sengaja melihat Myung Yi di luar yang yang sedang memperhatikannya.

Tae Yeon terlihat kesal dan kemudian menyandarkan kepalanya ke kursi dan menutup matanya. Myung Yi masuk. Ia bertanya mengapa Tae Yeon tidak pulang juga padahal sekarang mereka sudah mendapatkan Dan. Tae Yeon hanya menghela nafasnya dengan keras dan tetap menutup matanya. “Jawab aku”, ucap Myung Yi.

“Mengapa kau tidak pulang? Apa kau ingin aku menjadi ibu tiri yang jahat untuk Eun Chil? Atau mungkin kau kesal karena kau hanya dapat mencuri anak itu tapi yang yang sebenarnya kau inginkan adalah cinta Ki Young, iya kan?”. Tae Yeon membuka matanya dan melihat ke arah Myung Yi. “Jika kau menyakiti orang yang kau cintai, maka kau berakhir dengan menyakiti dirimu sendiri. Apa kau merasa mau mati setelah apa yang kau lakukan pada Ki Young?”.

Tae Yeon mengalihkan pandangannya dari Myung Yi dan berkata, “Matikan lampunya jika kau keluar”, dan Tae Yeon keluar meninggalkan Myung Yi sendirian dengan membawa kertas tadi di tangannya. Myung Yi terlihat berkaca-kaca.

Tae Yeon keluar dari kantornya sambil menghela nafas. Kemudian dia berhenti dan melihat ke suatu sudut.

Flash back ketika dulu Tae Yeon masih culun.

Ia melihat Ki Young yang sedang dimarahi habis-habisan oleh Eun Cha dari ujung tangga. Tae Yeon kasihan melihat Ki Young. Kemudian terlihat Ki Young yang sedang duduk di kursi taman sambil menangis dan menghapus air matanya dengan tisu. Terlihat di belakangnya duduk dua orang pria, salah satunya Tae Yeon. Ki Young akan mengambil tisu lagi, tapi tisunya sudah habis. Tae Yeon yang mengathuinya langsung mengambil sapu tangan dari jasnya dan diam-diam meletakkannya di sebelah Ki Young. Dan kemudian mengajak temannya pergi. Ki Young melihat sapu tangan itu dan mengambilnya.

Beralih di dalam lift. Ki Young dan Tae Yeon berada di dalam lift. Tiba-tiba perut Ki Young berbunyi dan Ki Young berusaha menutupinya karena ada Tae Yeon di sana. Diam-diam Tae Yeon memberikan sekotak susu dan meletakkannya di meja siaran Ki Young. Ketika ia akan keluar, tiba- tiba pintu dibuka dari luar. Buru-buru ia bersembunyi di belakang pintu. Ternyata Ki Young yang datang. Setelah Ki Young masuk, cepat-cepat ia keluar.

Di meja siarannya, Ki Young menemukan sebuah kotak susu dengan sebuah catatan:
“Perutmu tidak akan berbunyi jika kau meminum susu ini.”
Ki Young tersenyum membacanya.

Terlihat Ki Young meminum susu dengan baju yang berbeda. Sepertinya Tae Yeon lebih daari sekali memberikan susu untuk Ki Young.

Flashback end.

Tae Yeon tiba di apartemen Ki Young yang kosong tapi masih ada beberapa barang yang berantakan. Tae Yeon memperhatikan sekeliling apartemen dan menemukan kertas yang digambar oleh Dan bertuliskan ‘Aku mencintaimu, ayah. Cha Dan’. Tae Yeon mengambil kertas itu dan matanya mulai berkaca-kaca (Ahh.. saya sangat suka dengan mata No Min Wo yang berkaca-kaca… rasanya gimanaaa gitu ^___^)

Kemudian Tae Yeon melihat foto Ki Young bersama Dan yang sudah pecah. Ia menangis sesunggukan sambil memeluk foto itu. Sesaat kemudian ia menyadari sesuatu dan buru-buru berjalan keluar dari apartemen itu sambil membawa kertas yang ia bawa tadi dari kantor (surat keputusan penggantian hak asuh).

Di apartemen Eun Cha, Eun Cha berusaha membujuk Ki Young untuk tampil di acara talk show. Eun Cha mengatakan bahwa Dan akan merasa memiliki harapan jika Ki Young menunjukkan bahwa dirinya masih hidup. Dan juga Ki Young akan mendapatkan uang. “Kau tahu kan maksudnya ini?”, tanya Eun Cha.

“Park Tae Yeon memecatmu agar ia dapat mengambil pendapatanmu dan ia dapat mengambil hak orang tua darimu. Kau harus punya pendapatan yang mapan agar bisa mendapatkan Dan kembali!”, ucap Eun Cha berapi-api.

Tiba-tiba terdengar ketukan. “Cha Ki Young! Cha Ki Young!”, teriak seseorang dari luar. Tae Yeon membuka pintu sendiri dan masuk.

“Apa yang kau mau? Aku akan mengembalikannya semua padamu!”, ucap Tae Yeon sambil menangis dan menyerahkan kertas yang dipegangnya pada Ki Youn.

“Apa?”, Ki Young keheranan. Begitu juga Eun Cha.

“Setelah aku menghancurkanmu, aku merasa seperti akan mati, Ki Young-a!”, ucap Tae Yeon.

Bersambung…

[Sinopsis The Greatest Marriage Episode 16 Part 1]

1 Comment
  1. […] Episode 14 | Bagian 1 – Bagian 2 Sinopsis Greatest Marriage Episode 15 | Bagian 1 – Bagian 2 Sinopsis Greatest Marriage Episode 16 | Bagian 1 – Bagian 2 | Terakhir – […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.