Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 1

[Sinopsis Hwarang Episode 1 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 1

Moo Myung berhasil merebut pedang Kang Sung lalu membuat lingkaran yang mengelilinginya dengan menggunaka pedang Kang Sung. “Jika memang hukummu adalah membunuh orang yang masuk ke ibukota, maka hukumku adalah memukul bangsawan yang melewati garis ini…”, ucap Moo Myung. Moo Myung mempersilahkan mereka melewati garis itu untuk membunuh Mak Moon, namun ia akan membereskan mereka semua.

Moo Myung melemparkan pedang itu kembali pada Kang Sung.

A Ro menolak mendongeng untuk Maek Jong. Dengan keributan yang terjadi di luar dan fakta selama ini bahwa tidak ada seorang pun akan tertidur saat mendengar ceritanya, ia tidak yakin Maek Jong akan bisa tertidur.

Maek Jong menghadang A Ro yang akan pergi. Menurutnya, dengan keributan yang terjadi di luar, tidak akan ada orang yang tahu A Ro ada di dalam sana dan tidak akan ada yang tahu juga kalau A Ro mati di dalam sana.

A Ro masih tidak mau. Maek Jong lalu melemparkan sekantong uang untuk A Ro. A Ro terkejut. Menggoyang-goyang kantung uang tersebut. Ia menebak isi kantong itu adalah uang perak.

Maek Jong mengira A Ro tidak mau uang itu. Ia ingin mengambilnya kembali tapi A Ro menggenggam erat-erat uang itu. Percuma saja Maek Jong berusaha membuka satu persatu jari A Ro, kantong uang itu tidak lepas dari tangan A Ro… :AHAHAHAHA

Tanpa perlu diperintah lagi, A Ro pun bersedia mendongeng untuk Maek Jong. Mau cerita apa pun, ia mau mendongengkan asalkan hanya sampai Maek Jong tidur saja.

“Memang hanya itu yang aku mau…”, sahut Maek Jong.

Sementara itu, Kang Sung habis-habisan jadi bulan-bulanan Moo Myung. Setiap kali Kang Sung mencoba melewati garis, Moo Myung langsung memukul Kang Sung dengan sebuah tongkat.

Soo Ho tiba-tiba bicara. Menyindir Ban Ryu yang tidak mau menolong temannya yang terluka tidak hanya fisik tapi emosi juga. Melihat Ban Ryu hanya diam saja, ia tahu Ban Ryu hanya seorang brengsek yang tidak punya rasa setia kawan.

Kedua teman Ban Ryu, Gi Bo dan Shin meradang mendengar sindiran Soo Ho itu. Mereka hendak menyerang tapi Ban Ryu mencegah mereka. Menurutnya tidak perlu mereka mencampuri perkelahian seperti itu karena hanya akan mengotori mereka saja.

Sebelum pergi dari sana, Ban Ryu mengatai Kang Sung ‘loser’.

Kang Sung sangat marah. Kecewa pada Ban Ryu dan juga marah pada Moo Myung karena sudah mempermalukannya. Ia menyerang Moo Myung lagi tapi tetap saja gagal. Moo Myung berhasil melucuti pedang Kang Sung sampai terlempar jauh dan saat Kang Sung merangkak ingin mengambil kembali pedangnya itu, Moo Myung menginjak tangannya sambil menantang kedua teman Kang Sung tadi. “Ada lagi yang mau lewat?”.

Gi Bo dan Shin terdiam. Soo Ho tersenyum penuh rasa ketertarikan.

Setelah berhasil menghajar Kang Sung, Moo Myung pun memapah Mak Moon keluar dari sana. Kang Sung sempat berteriak pada mereka, mengatakan kalau prajurit tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja, mereka akan dipotong kepala mereka.

Moo Myung terus berjalan, menganggap kata-kata Kang Sung hanya angin lalu saja.

Setelah sampai di luar, Mak Moon membual, mengatakan kalau saja Moo Myung datang terlambat 1 menit saja, ia pasti sudah membunuh mereka semua. Moo Myung hanya tersenyum, mengatakan kalau ia tahu itu.

Mak Moon mengatai Moo Myung sudah gila. Lagi-lagi Moo Myung tertawa dan cuma menjawab ia tahu itu.

Mak Moon tiba-tiba berhenti, menoleh ke arah OKTA lagi. Ia memberitahukan Moo Myung bahwa ia melihat sesuatu tadi. Ia tidak menjelaskan lebih jauh dan mengajak Moo Myung pergi saja dari sana…

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 1

Kabar tentang petani yang melihat wajah Maek Jong diketahui oleh Ratu Jiso dari pengawal setianya itu. Ia langsung memerintahkan pengawalnya untuk membunuh orang itu.

Malam itu, sketsa wajah Mak Moon dibagikan diam-diam oleh pengawal itu kepada beberapa anak buahnya. Ia berpesan pada anak buahnya supaya bergerak diam-diam dan harus menemukan orang itu malam itu juga.

Malam itu, Joo Ki menemui An Ji. Wajahnya terlihat agak ragu. An Ji mengira alasan Joo Ki menemuinya adalah untuk mengobati punggungnya yang sakit seperti biasanya. Tapi ternyata Joo Ki membawa kabar yang sudah sangat ditunggu-tunggu.

Joo Ki mengatakan, ia melihat kalung yang sama dengan kalung milik putri An Ji. Kalung yang kata An Ji adalah milik putra An Ji.

An Ji sangat terkejut. Bertanya dimana Joo Ki melihatnya…

A Ro mendongeng sambil memegang sebuah tatakan lilin dari besi tempa yang diarahkan pada Maek Jong. AHAHAHHA…

Maek Jong terlihat memejamkan matanya. Sepertinya ia memang sudah tidur. A Ro menceritakan kisah tentang seorang pria yang mendatangi wanita yang disukainya, saat akhirnya bertemu wanita itu tersenyum pada pria itu.

Di dalam mimpinya, Maek Jong seperti mengikuti jalan cerita yang dikisahkan A Ro itu tapi bedanya, bukan seorang gadis yang dilihatnnya, tapi Ratu Jiso, ibunya.

Di dalam mimpinya, ia masuk ke dalam aula istana dan di singgasana sudah ada Ratu Jiso. “Kenapa kau datang kesini!”, bentak ibunya. Dalam bayanganya, ia berubah menjadi anak kecil yang menangis pilu karena dibentak oleh ibunya sendiri.

Maek Jong terbangun. Tidak menyangka akan tertidur lagi. Ia melihat A Ro sudah tertidur juga di lantai. Bahkan lebih lelap daripada dirinya, sampai-sampai mendengkur. Ia mengambil tatakan lilin itu sambil tersenyum. Mengatakan kalau ia yang lebih takut lagi pada A Ro.

An Ji datang ke OKTA. Di sana ia bertemu dengan seorang wanita yang sepertinya pemilik OKTA. Si wanita itu mengenal An Ji dan menyapa An Ji seperti lama sudah tidak pernah bertemu.

An Ji mengatakan, ia kesana untuk mengecek sesuatu. Ia dengar ada petani yang datang tadi dan ingin tahu kemana mereka pergi.

Wanita itu mengatakan, mereka pergi sekitar satu setengah jam yang lalu. Mereka menyebabkan perkelahian dengan bangsawan dan ia tidak melihat kemana mereka pergi.

An Ji ingin tahu apakah wanita itu ingat rupa mereka.

Wanita itu mengatakan, ia tidak bisa melihat wajah mereka karena satu dari mereka menutupi wajahnya dengan topi alang-alang. Namun mereka sama-sama tinggi, sama seperti An Ji. Si wanita itu mengatakan dengan nada sedikit menggoda.

An Ji langsung pergi setelah mengucapkan terima kasih, meninggalkan wanita itu yang terlihat agak kecewa, tapi kemudian tersenyum manis.

Anak buah pengawal itu mencari di antara orang-orang yang ada di pasar. Tak lama, salah seorang anak buahnya datang melaporkan bahwa ada seseorang yang mirip dengan orang yang mereka cari menuju ke Gerbang Timur.

Tanpa membuang waktu lagi, pengawal itu segera melarikan kudanya ke Gerbang Timur.

Sementara itu, di saat yang sama An JI juga mencari-cari petani yang memakai topi alang-alang pada orang-orang yang melintas. Salah seorang menunjukkan ke suatu arah.

Moo Myung dan Mak Moon memutuskan bersembunyi di hutan. Mereka merasa tidak ada hari yang tenang semenjakmasuk ke ibukota.

Ketika Moo Myung mengembalikan kalungnya, Mak Moon kembali teringat sesuatu. Wajahnya mendadak sedih. Karena Moo Myung mendesak ingin tahu, ia pun mengaku kalau melihat kalung yang sama tadi. Ia tidak yakin apakah kalung itu milik adiknya ataukah memang ada banyak kalung seperti itu di ibukota.

Mendengar itu, Moo Myung langsung mengajak Mak Moon mengecek karena tujuan mereka ke ibu kota memang untuk mencari kalung itu.

Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 1

Maek Jung pulang bersama dengan Pa O. Pa O bicara dengan santai pada Maek Jong, membahas tentang gadis itu yang mungkin akan bicara tidak menyenangkan tentang Maek Jong. Tapi, ia cepat-cepat menutup mulutnya saat Maek Jong kesal karena ia mulai bersikap terlalu akrab.

Pa O tersenyum kecut, mengatakan walaupun Maek Jung tidak mau bertemu dengannya, Maek Jong tidak punya pilihan lain. Duhhh… sama Raja Pa O kok gini ya? Tapi lucu liat ‘mesra’nya hubungan mereka.. 😛

Lalu Maek Jong menanyakan tentang orang yang melihat wajahnya itu. Pa O mengakui kalau ia belum menemukan orang itu tapi ia meminta Maek Jong tidak khawatir karena ‘dia’ (maksudnya si pengawal Ratu Jiso) pasti akan menemukan orang itu.

Tapi ternyata itulah yang lebih dikhawatirkan oleh Maek Jung. Ia khawatir si pengawal itu akan menyelesaikan masalah dengan cara yang sama seperti waktu itu.

Kebetulan, orang yang sedang mereka bicarakan itu melintas. Mereka melihat si pengawal itu memacu kudanya dengan cepat. Maek Jong curiga dan segera membuntuti si pengawal itu. Melihat Maek Jong pergi, Pa O pun terpaksa mengikutinya.

Moo Myung dan Mak Moon berjalan kembali ke ibukota. Sepanjang jalan, Mak Moon mulai mengoceh tentang adiknya itu. Moo Myung tersenyum geli karena tadi Mak Moon menyangkal namun sekarang malah sudah langsung menganggap gadis itu adalah adiknya Mak Moon.

Saat sedang asik-asiknya mengobrol, Moo Myung kembali merasakan keanehan. Ia mulai pusing, penglihatannya menjadi kabur dan tidak fokus.

Mak Moon mencoba menampar-nampar wajah Moo Myung, menyuruhnya tetap sadar karena mereka harus menemukan adiknya. Di saat itulah, Moo Myung melihat seseorang yang menaiki kuda mendekat.

Dalam keadaan setengah sadar, Moo Myung menyuruh Mak Moon kabur. Mak Moon menoleh dan melihat seorang pria dengan membawa pedang mendekat.

Mak Moon mencoba pergi sambil memapah Moo Myung. Namun karena terburu-buru dan panik, ia pun tersungkur.

Pria itu menebas Moo Myung lebih dulu. Mak Moon sangat terkejut. Saat ia mendekati Moo Myung, pria itu juga menebasnya.

Moo Myung tersungkur, terjatuh tepat di atas dada Moo Myung. Dengan sisa tenaganya, Moo Myung mengoleskan darah yang keluar dari mulutnya ke wajah dan leher Moo Myung. Katanya, itu adalah satu-satunya cara supaya Moo Myung selamat.

Samar-samar, Moo Myung melihat pria itu mengayunkan pedangnya lalu gelap.

Saat ia mulai sadar lagi, samar-samar ia melihat dua orang pria. “Pada akhirnya aku membunuh orang ini…”, begitu yang didengar oleh Moo Myung.

Salah seorang yang lain memberitahukan bahwa ia masih bernafas. Tapi orang yang berbaju biru itu tidak mengatakan apa-apa dan berbalik pergi. Saat itulah, Moo Myung melihat gelang yang dipakai oleh pria berbaju biru itu.

An Ji tiba di sekitar hutan. Ia melihat seorang pria yang berkuda melintas dengan cepat.

Moo Myung yang masih bertahan, berusaha membopong Mak Moon walaupun Mak Moon meminta supaya ia ditinggalkan saja di sana. Mak Moon merasa ia tidak akan bertahan lagi.

Moo Myung tetap bertekad menyelamatkan Mak Moon. Karena baginya, Mak Moon sudah seperti orangtuanya, kakaknya, dan juga temannya. Baginya, Mak Moon sama berharganya dengan nyawanya sendiri. “Jika kau hidup, aku akan hidup. Jika kau mati, aku juga akan mati…”.

Moo Myung membantu Mak Moon berdiri lalu memnnbopong Mak Moon di punggungnya.

Sementara itu, An Ji yang menyusuri hutan, melihat jejak darah segar yang tertinggal di semak-semak. Dan tak lama, ia pun menemukan Mak Moon dan Moo Myung.

Ia langsung mengenali kalung yang dipakai Mak Moon. Moo Myung sempat melarang An Ji menyentuh Mak Moon.

An Ji menanyakan apakah Mak Moon adalah pemilik kalung itu. Moo Myung menganggukkan kepalanya.

An Ji sangat bahagia bisa menemukan kembali putranya. Tapi ia juga sangat terpukul, melihat keadaan putranya itu. Ia memanggil Mak Moon dengan nama Sun Woo.

Moo Myung memohon supaya An Ji melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Mak Moon.

An Ji memeriksa luka di dada Mak Moon. Ia sangat panik saat melihat darah mengucur deras dari luka itu. Ia berusaha melakukan sesuatu tapi tidak bisa karena tangannya bergetar hebat.

Mak Moon teringat kembali kenangan masa kecilnya bersama ayahnya. Mak Moon memanggil ayahnya beberapa kali dan mengatakan bahwa ia sangat merindukan ayahnya itu.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mak Moon sempat menoleh pada Moo Myung, mengatakan bahwa mereka sudah menemukan ayahnya.

Moo Myung dan An Ji menangisi kepergian Mak Moon…

An Ji menguburkan Mak Moon di hutan itu dan paginya, ia membawa pulang Moo Myung ke rumahnya.

Wanita pemilik OKTA itu membangunkan A Ro. Ia ingin memberitahukan tentang ayah A Ro yang datang semalam.

Tapi A Ro tidak mau mendengarkan sampai selesai. Ia terlalu panik karena mendapati semalam tidur di sana. Ia cepat-cepat kabur tanpa sempat memakai sepatunya terlebuh dahulu.

A Ro pergi menemui temannya, Soo Yeon. Ia menceritakan kejadian semalam dan temannya itu menyangka ia sudah tidur dengan si mesum itu. A Ro membantah, ia tidak tidur tapi ia memang tertidur di sana.

A Ro meminta Soo Yeon supaya mengatakan kalau ia tidur si rumah A Ro semalam. Meskipun keberatan, Soo Yeon bersedia melakukannnya.

A Ro mengeluh hanya bertemu dengan pria yang aneh dan tidak bisa menuliskan ceritanya.

Soo Yeon pun langsung penasaran. Ingin tahu cerita selengkapnya…

Dengan gaya mendongengnya yang khas, A Ro pun mulai bercerita. Ada dua pria. Yang satu muncul di saat situasi berbahaya dan menyelamatkan sang wanita lalu setelah itu langsung menghilang. ~ A Ro tiba-tiba ingat lemparan sepatu yang mengenai dahinya. Refleks ia mengusap dahinya.

Lalu yang satunya lagi, menawarkan sesuatu yang tidak bisa wanita itu tolak. AHAHAHHA… Yang dibayangkan A Ro adalah uang yang diberikan Maek Jong.

Soo Yeon menyimpulkan yang satu misterius dan yang satunya lagi penuh percaya diri. Ia ingin tahu lanjutannya. Apakah akan ada hubungan antara satu wanita dengan dua pria?

A Ro tidak yakin. Ia tidak yakin apakah mereka akan bertemu lagi.

Dayang mengumumkan paad Ratu Jiso bahwa Park Young Sil akan menghadap.

Young Sil menemui Ratu Jiso untuk menyampaikan bahwa rakyat dan para pejabat kerajaan tidak sabar menunggu untuk melihat Raja dengan mahkota emasnya.

Ratu Jiso mengatakan, ia masih mendengar kabar bahwa masih ada pembunuh bayaran yang mengincar putra bangsawan berkeliaran di ibukota. Ia mendengar, yang paling rentan adalah lehernya anak-anak muda.

Young Shin membantah kabar itu. Menurutnya itu hanya rumor belaka. Jika Raja Jinheung berkuasa maka rumor itu akan hilang.

Namun Ratu Jiso tetap pada keputusan. Menurutnya, hari itu belum saatnya tiba. Ia masih harus membasmi tikus-tikus yang ada di dalam dan luar istana. “Aku harus menangkap mereka dulu…”.

Sudut bibir Young Shin berkedut marah.

Maek Jong mendatangi Okta lagi. Ia duduk sambil mendengarkan musik yang dimainkan oleh wanita pemilik Okta. Setelah musik selesai wanita itu menebak, Mak Jong pasti sedang menunggu Nona A Ro.

Maek Jong menyangkal. Tapi tiba-tiba ia sadar, barusan wanita itu memanggil A Ro dengan sebutan agasshi.

Lalu wanita itu pun bercerita, A Ro adalah putri dari Tuan An Ji. Karena keadaan keluarga A Ro yang tidak begitu baik, mereka kadang-kadang meminta A Ro menjahit dan seperti yang Maek Jong sudah ketahui, A Ri ahli di bidang yang berbeda.

Maek Jong sepertinya mengenal siapa Tuan An Ji dan sama sekali tidak menyangka kalau A Ro adalah bangsawan juga.

Namun ternyata dugaannya itu tidak sepenuhnya benar. Wanita itu bilang, A Ro keturunan campuran. Ibu A Ro dulunya adalah pelayan di rumah Tuan An Ji dan dia dipaksa keluar dari ibukota.

A Ro pulang ke rumah dengan mengendap-endap. Takut ketahuan ayahnya kalau semalam ia tidak pulang ke rumah. Dan ternyata, ayahnya memang sedang ada di halaman rumah. Sedang merebus sesuatu.

Dengan terbata-bata, A Ro mencoba menjelaskan tapi ayahnya hanya menatapnya sedih. Tidak berkata apa-apa. Mata ayahnya terlihat berkaca-kaca. Ia juga agak terkejut melihat ada bekas darah di sekitar wajah ayahnya.

An Ji meminta putrinya untuk tidak masuk karena ada pasien yang sangat serius di dalam. Ia juga memberitahukan bahwa tidak akan menerima pasien untuk sementara waktu dan jika ada yang menanyakan, ia meminta A Ro menyampaikan bahwa ia sedang keluar mengunjungi pasien.

Melihat ayahnya masuk lagi ke dalam, A Ro jadi bertanya-tanya sendiri, seserius apakah pasien ayahnya itu.

Bersambung…

[Sinopsis Hwarang Episode 2 Part 2]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Saya excited sebenernya karena faktor park seo jeon…terutama sejak warm heart bareng han groo yg chemistry nya mampu maengalihkan dr lead couple drama itu.apalagi di witch romance, KMHM, sama she was pretty yg karakternya juteeeek bgt.tp membayangkan dia maen saeguk….gk terbayangkan.dn setelah nonton episode pertama…..
    Yah langsung hilang deh imej ji sung joon yg flowerboy bgt…moo myung membuat wajah park seo jeon jadi “beda” apa krn rambut yg belum rapi ya??????
    Jadi kayak scarlet dg taburan k pop idol yg baru debut akting.bedanya krn saya gk begitu suka k pop.jadi saya taunya cuma park hyung shik (raja)….

    1. kdramastory says

      Sama mb, sy jg bukan penggemar kpop. Kl Minho memang tahu waktu dia main di Because It’s The First Time dan di situ dia imuttt bangeddd… Ga tahu kalau di tu anggota SHINEE… Eh bener ga ya? Silly me.. 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.