Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1

— All images credit dan content copyright : KBS2 —

[Sinopsis Hwarang Episode 3 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1

Ahn Ji, ayahnya A Ro, ternyata dibawa oleh Ratu Jiso ke istana. Ratu Jiso bahkan menunggui Ahn Ji sampai Ahn Ji sadar. Setelah Ahn Ji sadar, Ratu Jiso memberitahukan padanya bahwa luka di leher Anh Ji cukup dalam.

Ratu Jiso ingin menyentuh luka di leher Ahn Ji. Tapi Ahn Ji menjauh. Mengatakan kalau luka yang ia terima ini adalah luka paling ringan dari semua luka yang ia terima dari Ratu.

Mendengar cara bicara Ahn Ji yang sudah kasar, ia tahu luka Ahn Ji sudah lebih baik. Ia menyesal sudah membuat Ahn Ji dalam kesengsaraan.

Ahn Ji mengatakan, sejak Ratu mengambil istri dan anaknya, ia memang dalam kesengsaraan selama 12 tahun.

Ratu menuduh Ahn Ji mengancamnya karena ia mengurung putranya Ahn Ji. Ahn Ji mengatakan ia akan mengajarkan putranya kehidupan di ibukota. Bagaimana busuknya, konyoklnya dan gilanya hidup di ibukota.

Ratu merasa Ahn Ji masih jahat seperti dulu.

Ahn Ji tidak peduli dan tidak ingin minta maaf. Ia tidak bisa membiarkan Ratu mengambil apa pun lagi darinya. Tapi Ratu bilang, dia lah yang menentukan sendiri apakah ia akan mengambil sesuatu dari Ahn Ji atau tidak.

Ratu lalu berteriak, memanggil pengawal untuk menyeret Ahn Ji ke penjara.

Dengan perasaan yang sangat kesal, A Ro terpaksa menggendong Moo Myeong pulang. Sepanjang jalan ia terus mengomel.

Malam itu, geng Soo Ho dan geng Ban Ryu benar-benar datang ke Najeong ~ Najeong adalah sebuah sumur suci dimana Paek Hyeok Geose dilahirkan.

Setelah saling mengejek, perkelahian tidak bisa dihindari. Satu lawan satu. Hingga akhirnya petugas kerajaan mengepung mereka dan menangkap mereka karena telah menghina tempat suci.

Mereka semua kemudian dibawa dan diikat di sebuah lapangan.

Kabar ditangkapnya Ban Ryu didengar Park Young Sil dari Ho Kong. Park Young Sil adalah ayah angkat Ban Ryu dan Ho Kong adalah ayah kandung Ban Ryu.

Young Sil tidak mau melakukan apa-apa bahkan jika Ratu membunuh Ban Ryu, toh Ban Ryu cuma anak angkat saja. Najeon adalah tempat suci, tempat lahirnya Park Heok Geose. Alasan ia ingin menjadi raja adalah karena sejak awal Silla adalah milik keluarga Park.

Namun Ho Kong bilang, tanpa Ban Ryu, keluarga Park tidak akan memiliki seorang raja. “Apa anda lupa alasan anda kesini?! Apakah anda ingin berakhir disini?!”, desak Ho Kong.

Young Sil memelototi Ho Kong, marah karena Ho Kong berani bicara begitu padanya.

Dipelototi Young Sil, Ho Kong cepat-cepat menundukkan kepalanya.

Soo Ho dan Ban Ryu bertengkar. Soo Ho menyalahkan Ban Ryu. Kalau bukan karena surat yang dikirim Ban Ryu itu, mereka tidak akan ditangkap.

Ban Ryu tidak mau disalahkan. Soo Hoo yang mengirimkan surat padanya.

Pengawal berteriak, memarahi Soo Ho dan Ban Ryu dan berani meninggikan suara mereka di sana.

Soo Ho mencoba membujuk pengawal itu untuk menolongnya. Ia ingin pengawal itu menyampaikan pesan untuk ayahnya yang…

Pengawal itu berteriak lagi. Mengatakan bahwa ada peraturan, jika mereka masuk ke sana hidup-hidup, maka mereka bisa keluar hanya dalam keadaan mati. Bahkan jika mereka masuk ke sana dalam keadaan mati, mereka akan keluar dalam keadaan sudah dikuliti.

Ia menyuruh mereka sabar dan diam karena Ratu belum memutuskan apa pun.

Sepanjang malam, mereka semua dibiarkan terikat ditiang dalam posisi berdiri. Bahkan tidur pun mereka sambil berdiri.

Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1

Hingga keesokan harinya, Moo Myung masih pingsan. Sementara A Ro sudah sangat tidak sabar menunggu Moo Myung sadar. Ia ingin tahu kabar tentang ayahnya.

A Ro mendorong-dorong pipi Moo Myung. Moo Myung tiba-tiba menangkap tangan A Ro dan mengatakan bahwa ayah A Ro akan baik-baik saja.

A Ro tidak percaya karena ulah Moo Myung yang membuat onar di parade ulang tahun kerajaan, ayahnya ditangkap. A Ro sampai menangis karena sangat mencemaskan ayahnya.

Lalu Moo Myung berjanji tidak akan membiarkan orang lain mati menggantikannya. Oleh sebab itu, ia minta A Ro tidak menangis lagi.

Kesepuluh pemuda yang tertangkap itu, dibangunkan dengan cara disiramkan air.

Tak lama, Wi Hwa datang. Mengumumkan bahwa mereka belum disiksa dan Ratu telah memutuskan membunuh mereka semua karena telah melakukan kejahatan yang sangat besar.

Lalu mereka semua dilepas dan diikatkan di kursi yang sudah disiapkan sejak semalam.

Sementrara itu, para orang tua yang dipimpin oleh Young Shil, menemui Ratu. Memohon pengampunan atas putra mereka.

Ratu pura-pura tidak tahu. Menebak kalau putra Young Sil juga salah satu dari pejahat itu.

Young Sil hanya bisa kembali memohon ampun karena telah menjadi seorang ayah yang tidak kompeten.

Di saat seluruh orang tua itu membungkuk dalam-dalam di hadapannya, Ratu Jiso tersenyum tipis.

Setelah menemui Ratu, para orang tua ini berkumpul. Mereka masih bingung dengan kejadian semalam. Mereka bertanya-tanya bagaimana para penjaga bisa datang dan menangkap anak-anak mereka, seolah-olah sudah tahu mereka ada di sana.

Lalu Ho Kong memperlihatkan surat yang diterima Ban Ryu. Ia yakin, anak Kim Seub juga mendapatkan surat yang sama. Ia yakin semua ini adalah jebakan.

Young Shil tertawa. Ia malah menebak Ratu yang sengaja membuat jebakan itu untuk mengatur pembuatan Hwarang. Ia mengakui mereka sudah kalah, jadi mereka terpaksa mengikuti keinginan Ratu. Setelah Hwarang terbentuk, mereka bisa membuat Hwarang menjadi milik mereka.

Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1

Hi Hwa mengumumkan bahwa mereka dibiarkan hidup karena orangtua mereka yang hebat itu memohon pada Ratu. Tapi untuk menghindari dari hukuman penyiksaan, mereka harus menandatangani perjanjian akan menjadi Hwarang yang setia untuk Silla. Jika mereka bersedia menandatangani perjanjian itu, mereka langsung boleh pulang.

Mendengar kata-kata pulang, Soo Ho sangat senang. Tidak perlu berpikir lama, ia langsung bersedia menandatangani dokumen itu. Diikuti oleh semuanya, kecuali Ban Ryu dan Han Sung.

Dan Se, kakak Han Sung sempat mengajak Han Sung ikut menandatangani perjanjian itu tapi Han Sung ragu karena ia adalah cucu Tuan Suk Hyun Jae.

Dan Se meminta penjaga melepaskan Han Sung, tapi Han Sung masih saja ragu. Dan Se mengatakan, walaupun ia mendaftarkan diri, ia yakin tidak mungkin akan ikut karena ia berdarah campuran. Dan ia juga yakin, karena Han Sung adalah bangsawan terakhir di dalam keluarga Sung, kakek Han Sung tidak menginginkan Han Sung mati di sana.

Lalu Han Sung pun minta dilepaskan dan bersedia bergabung di Hwarang.

Setelah semua pemuda itu pergi, tinggal Ban Ryu saja yang masih bersikeras tidak mau menandatangani perjanjian.

Wi Hwa berbicara dengan Ratu sambil bermain catur. Wi Hwa masih meminta otoritas pemuh atas Hwarang.

Ratu Jiso meyakinkan WI Hwa sekali lagi bahwa ia sudah memberikan otoritas penuh pada Wi Hwa karena kalau tidak rencana mereka tidak akan berhasil. Dan sekarang, bangsawan yang tidak hadir di parade ulang tahun kerajaan pun sudah menurunkan ekor di antara kaki mereka sendiri. ~ Terlihat wajah Wi Hwa agak sedikit tidak suka.

Wi Hwa mempertanyakan kenapa Ratu sekarang malah memintanya menerima seseorang tanpa persyaratan apa pun.

Ratu tidak menjawab. Ia malah menawarkan sebuah solusi. Jika ia membawa satu pemuda tanpa persyaratan apa pun, maka Wi Hwa pun boleh membawa satu pemuda tanpa persyaratan apa pun juga. Ia berjanji tidak akan mengajukan banyak pertanyaan pada orang yang dibawa Wi Hwa.

Wi Hwa hanya tertawa kecil saja…

Ratu kemudian mengirimkan petugas kerajaan ke rumah Ahn Ji. Di sana mereka bertemu dengan Moo Myung dan A Ro. Ratu menitahkan Kim Sun Woo, putra dari Tuan Kim Ahn Ji untuk menjadi salah seorang anggota Hwarang. Sun Woo diwajibkan datang ke upacara pengangkatan Hwarang di Jowonjeon, Wolseong 10 hari dari hari itu.

Moo Myung menerima titah itu dan bertanya apakah ayahnya akan dibebaskan. Petugas kerajaan itu tidak menjawab. Ia hanya pamit dan berbalik pergi.

Entah apa yang terjadi, Ban Ryu sudah diperbolehkan pulang. Dan ia mengatakan pada ayahnya bahwa ia tidak mau hidup sebagai Hwarang.

Tapi apa jawaban ayahnya?

Ho Kong malah menampar Ban Ryu dengan keras. Mengingatkan Ban Ryu bahwa jika Ban Ryu bicara seperti itu di depan Young Sil, maka masalah itu tidak akan selesai dengan mudah.

Ban Ryu membangkang. Ia mempersilahkan ayahnya memukulnya sebanyak yang ayahnya mau karena ia bukan lagi anak kecil yang penakut.

Ho Kong menatap Ban ryu marah.

Penolakan Ban Ryu juga disampaikan pada Young Sil. Young Sil terlihat tidak senang. Ban Ryu tidak mau menjadi Hwarang tapi kenapa Ban Ryu malah membuat masalah.

Ho Kong meminta maaf atas nama Ban Ryu. Tapi Young Sil malah menampar dan memukulnya tanpa ampun. Ban Ryu sangat terkejut, ingin membantu ayahnya tapi Ho Kong memberi isyarat, menyuruhnya diam.

Ban Ryu tidak bisa apa-apa. Hanya bisa melihat ayahnya dipukuli oleh Young Shil. Matanya memerah, menahan marah.

“Apa kau merasa sengara?”, tanya Young Sil pada Ban Ryu setelah puas memukul Ho Kong. Young Sil mengatakan pada Ban Ryu, seperti itulah kekuasaan. “Jika kau tidak bisa mengendalikan, maka kau yang dikendali oleh orang lain. Apa yang akan kau lakukan? Kau harus membuat keputusan… Apa kau mau dikendali atau mau mengendalikan…”.

Melihat air mata Ban Ryu menetes, Young Sil menyuruh Ban Ryu supaya tidak merasa kasihan terhadap hal remeh seperti ini karena di luar sana, dunia itu lebih buruk lagi.

Young Sil menghapus air mata Ban Ryu. Lalu ia memutuskan Ban Ryu harus ikut Hwarang. “Pergi dan dapatkan kekuasaan untuk dirimu sendiri…”.

Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1

Ratu Jiso menemui Ahn Ji di sel penjara untuk memberitahukan bahwa ia akan menjadikan putra Ahn Ji sebagai Hwarang yang artinya akan menjadi anjingnya.

Ahn Ji berpikir Hwarang dibentuk untuk masa depan Silla, tapi nyatanya Ratu Jiso mengakui sendiri bahwa alasan ia membuat Hwarang adalah untuk mengendalikan anak-anak dari bangsawan yang mengincar nyawa putranya.

Ratu Jiso mengatakan, ia akan menjadikan Hwarang menjadi anjing setia yang akan mempertaruhkan hidup mereka untuk putranya atau menjadi anjing pemburu yang akan memburu anjing yang mencoba membunuh putranya.

Ahn Ji menanyakan apa yang membuat Ratu menjadi seperti itu.

Ratu Jiso cuma menyuruh Ahn Ji tidak lupa dan selalu ingat, bahwa putra Ahn Ji ada dalam genggamannya. ~ Saat mengatakan itu, mata Ratu Jiso berkaca-kaca.

A Ro sangat senang. Akhirnya ayahnya bisa pulang ke rumah. Ahn Ji mengatakan, ia baik-baik saja karena A Ro terlihat sangat cemas. Lalu yang ditanyakannya pertama kali adalah dimana kakak A Ro.

Ahn Ji mengemas seluruh perlengkapan yang kira-kira diperlukan Moo Myung dan menyuruhnya pergi karena Ratu tidak berkeinginan mengampuni Moo Myung.

Tapi Moo Myung tidak mau pergi. Ia tahu dengan bergabung di Hwarang sama saja seperti melemparkan minyak ke dalam api. Tapi ia harus bergabung dengan Hwarang untuk bisa meindungi Ahn Ji. ~ Dan A Ro juga, walaupun Moo Myung tidak mengatakannya, tapi ia melihat ke arah A Ro yang sedang mengerjakan sesuatu di halaman.

Ahn Ji masih tidak setuju dengan keputusan Moo Myung karena apa pun yang Moo Myung bayangkan, akan menjadi lebih buruk lagi.

Tapi Moo Myung sudah menetapkan keputusannya. Ia akan berjuang dan bertahan. Ia ingin melihat sendiri hasilnya dari perjuangannya.

Maek Jong mencari Wi Hwa tapi di ruangan itu hanya ada Joo Ki saja yang sedang bersih-bersih. Ia ingin tahu apakah ia juga mendapatkan surat dari Ratu.

Karena masih marah gara-gara tadi Maek Jong masuk tanpa salam dan bahkan menyebabkan kepalanya terbentur pintu yang dibuka Maek Jong, Joo Ki cuma menggerutu. “Kenapa juga dia cari disini…”.

“Aku mendengar itu ya…”, ucap Maek Jong.

Joo Ki langsung diam. Namun kesialannya tidak berakhir di situ. Wi Hwa datang dan membuka pintu lagi tiba-tiba. Membuat kepalanya terbentur pintu lagi. Ahahahaha… Duh…

Wi Hwa tidak suka ketika melihat Maek Jong ada di sana. Ketika Maek Jong mengangkat tangannya, sepertinya Maek Jong ingin bicara, Wi Hwa mengacuhkannya.

Wi Hwa hanya menyuruh Joo Ki berputar dan kemudian mengajak Joo Ki pergi. Maek Jong benar-benar merasa diacuhkan.

Tapi, kemudian ia tetap mengikuti WI Hwa. Ternyata Wi Hwa mengajak Joo Ki pergi ke tempat seorang desainer baju… Dan desainernya.. ya ngondek boooo!!! 😛

Jadi Wi Hwa menyuruh Joo Ki mencoba semua pakaian dan memutar di depannya. Joo Ki sangat kesal, apalagi si desainer itu suka banged pegang-pegang. Idihhhh… 😛

Ketika Joo Ki masuk kembali ke dalam untuk berganti pakaian, Maek Jong bicara pada Wi Hwa. Mengatakan bahwa ia juga seseorang yang ingin mengubah Silla sama seperti Wi Hwa.

Wi Hwa hanya tertawa saja. Tidak percaya.

Lalu Joo Ki keluar dengan pakaian yang lain. Sepertinya Wi Hwa masih belum suka dengan pakaian itu.

Entah bagaimana, sekarang Maek Jong yang gantian dengan Joo Ki. Memakai baju yang sama dengan baju yang terakhir dipakai Joo Ki. “Kau tidak akan menyukai orang lain lebih dariku…”, ucap Maek Jong sambil bergaya.

Joo Ki dan Wi Hwa terpana. Suka dengan pilihan pakaian yang terakhir. 😀 😀

Supaya Moo Myung bisa bertahan di Hwarang, Ahn Ji meminta A Ro mengajari Moo Myung. Biarkan mungkin hanya sedikit, yang penting Moo Myung pergi dengan mengetahui sesuatu.

A Ro sebenarnya agak enggan karena masih merasa canggung pada kakaknya. Tapi walaupun begitu, ia tidak bisa menolak permintaan ayahnya.

Ternyata Moo Myung tidak bisa membaca dan menulis. Ia hanya tahu karakter yang ada di dadu miliknya itu.

Jadi, A Ro pun mengajari Moo Myung menulis. Pertama, yang diajarkannya adalah bagaimana cara menulis nama Moo Myung. SUN WOO. Ia bahkan membantu menunjukkan bagaimana caranya memegang kuas.

Tapi karena A Ro menyentuh tangannya, Moo Myung langsung menarik tangannya. A Ro mengira Moo Myung tidak mau belajar, jadi ia memarahi Moo Myung. Ada 1000 karakter yang harus diingat Moo Myung, walaupun Moo Myung bisa mengingat sehari 20 karakter, akan diperlukan 2 bulan untuk menghafal seluruhnya.

Moo Myung bilang, ia akan belajar sendiri. Tapi A Ro tidak percaya. Hwarang, tempat yang akan dimasuki oleh Moo Myung bukan tempat sembarangan tapi tempat yang dipenuhi oleh putra-putra bangsawan yang sudah mendapatkan les privat sejak kecil.

A Ro memaksa Moo Myung belajar. Walaupun Moo Myung tidak mau dipegang tangannya, A Ro tetap memegang tangan Moo Myung karena Moo Myung harus tahu lebih dulu cara memegang kuas dengan benar.

Moo Myung pun terpaksa menurut. Tapi ketika A Ro mulai menuliskan nama SUN WOO, bukannya memperhatikan tulisan tapi memperhatikan wajah A Ro.

Moo Myung tidak bisa menahan debaran jantungnya yang terasa semakin keras. Bahkan A Ro bisa mendengarnya. Ah… Masak sihhhh 😀

A Ro merasa ia mendengarkan sesuatu tapi Moo Myung bilang ia tidak dengar apa-apa. A Ro mendekatkan telinganya ke dada Moo Myung. Moo Myung langsung menghindar dan tidak sengaja kuasnya malah mencoret tepat di alis A Ro.

A Ro tentu saja kesal, hampir saja menangis. Tapi Moo Myung malah tersenyum geli… 😀 Cieeee….

Bersambung…

 

Komentar :

Ratu Jiso kayaknya masih sangat mencintai Ahn Ji ya. Cuma dia marah karena Ahn Ji menolak dirinya dan malah menikah dengan seorang pelayan. Jadi setelah jadi ratu, begitulah cara dia balas dendam.

Ngeri ya… kalau hidup kita dan keluarga kita ada di dalam genggaman orang seperti itu. Dan sekarang cara Ratu Jiso membalas dendam adalah dengan cara memaksa Moo Myung yang setahunya adalah putra kandung Ahn Ji menjadi anjing yang harus setia padanya.

Tiba-tiba sy berpikir, gimana jadinya kalau seandainya Ahn Ji tahu, orang yang membunuh anaknya adalah Ratu Jiso juga. Ahn Ji kan belum tahu kesalahan Mak Moon sebenarnya dan Moo Myung sendiri tidak tahu kesalahan mereka sehingga diburu seperti itu…

Sepertinya, sesuai dengan pengakuannya sendiri, Hwarang memang dibuat untuk kepentingan melindungi Raja, tidak seperti yang disangka Maek Jong. Maek Jong kan menyangkanya Hwarang dibuat untuk kepentingan ibunya sendiri.

Sedangkan Wi Hwa, percaya bahwa Hwarang dibuat untuk kepentingan Silla. Tapi kayaknya sih, walaupun seandainya dia tau niat Ratu, ia memang sudah bertekad akan mengubah Silla. Dan Maek Jong sudah mengatakan bahwa ia juga punya keinginan yang sama.

Kalau Ratu membawa Moo Myung masuk, Wi Hwa membawa Maek Jong masuk. Tapi, apa Wi Hwa tahu Maek Jong ini Raja ya? Memang belum dikasih tahu sih, tapi siapa tahu dia punya firasat semacam apa gitu… Toh dia diberi kepercayaan sama Ratu untuk membuat Hwarang, pastinya Wi Hwa bukan orang sembarangan.

Penasaran kenapa Wi Hwa dipenjara ya…

[Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 2]

You might also like More from author

8 Comments

  1. tari says

    Mbk, ditunggu sinopsis eps 5 dan 6 nya ya. Udah sampai eps 4 makin penasaran sma crita slanjutnya. Makin kesini makin seru & bikin penasaran. Greget bgt sma lovelinenya A Ro & Moo Myung 🙂

  2. tari says

    Ditunggu sinopsis eps 5 dan 6 nya. Udah gak sabar pingin tau crita slnjutnya mbk 🙂

    1. kdramastory says

      Sippp… ep ganjil di blog mb dyah ya. Yg genap di kdramastroy…

  3. Nurhasanah says

    Sejak episode3, penata rambutnya seo jon kayaknya sudah nemu style yg cocok yah dg wajah dia,jadilah….keliatan tuh gantengnya…..dn scene tarungnya sudah lumayan….meski masih jauh dari aksi laga nya kim shin di episode 1( hadeh, efek goblin)….
    Saya kok malah makin kepo ttg siapa mo myung sebenernya…kalo wo reuk cuman membesarkan yah.ahn ji dn ratu ada hubungan masa lalu….gimana kalo trnyata mo myung adalah anak ratu juga(nebak:mode on)…tp bukan sama ahn ji.cz kan lovelinenya tuh sama a ro.gk mungkin mereka saudara kan?…
    Atau….malah moo myung anaknya wi hw@?
    Tapi yg pastinya ….bukan anak saya!!?!!?!!!??hadeh……salah fokus dah…..

    1. kdramastory says

      Kenapa jadi tebak-tebakan anak juga ya, kayak di Geum Bi… 😛

      Kayaknya memang ada sesuatu ya di masa lalunya Moo Myung. Dia taunya kan cuma yatim piatu. Siapa tahu juga dia dititipin sama siapa gitu…

      1. Nurhasanah says

        Karena oh my geun bi adalah drama yg bahkan saya hindari utk baca sinopnya…
        .jd gk tau saya jalan ceritanya…
        (Drakor yg saya hindari karena secara gk langsung bikin inget almarhum,ne ttal.jd genre yg kyaknya ada anak sskit.saya gk nonton dn gak baca pula.sstu2nya sinop bak dian yg gk pernah saya ikutin,ya ini.)
        Mianamnida……
        Jadi baper (bawa perasaan)

        1. kdramastory says

          gpp mb… Turut berduka cita ya… smoga menjadi tabungan mb di akhirat nanti… Amiinnn…

Leave A Reply

Your email address will not be published.