Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 2

— All images credit dan content copyright : KBS2 —

[Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 2

Akhirnya, Moo Myung berhasil menuliskan namanya sendiri. “Tidak terlalu buruk untuk yang pertama kali…”, komentar A Ro.

Sun Woo kembali menatap A Ro, tepatnya alis A Ro. Ia kembali tersenyum geli.

A Ro menanyakan kenapa Moo Myung menatapnya. Apa dia semakin jelek kalau dibandingkan waktu kecil dulu?

Moo Myung cuma bilang, A Ro sedikit berbeda dari yang ia bayangkan.

A Ro mendesah kesal…

Soo Yeon yang datang terpana melihat Moo Myung. Ia sampai menelan ludahnya.

Soo Yeon menarik A Ro untuk bicara di tempat lain. Ia sangat kesal kenapa A Ro tidak pernah cerita padanya. A Ro bilang ia sudah cerita pada Soo Yeon.

Tapi ternyata yang dimaksud Soo Yeon adalah wajah dan tubuh kakak A Ro. A Ro ingin tahu berapa kue beras yang diinginkan A Ro supaya mereka bisa jadi satu keluarga. Soo Yeon bahkan langsung memberikan kue beras yang ia bawa semuanya untuk A Ro.

A Ro mengatakan itu memalukan sekali. Tiba-tiba Soo Yeon menyadari kakak A Ro sudah tidak ada lagi. A Ro jadi kesal, karena masih banyak yang perlu ia ajarkan pada kakaknya.

Lalu ia ingat Soo Yeon punya kuda. Jadi ia minta dipinjamkan kuda sebentar.

Moo Myung menuliskan nama SUN WOO di atas tanah. Bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah ia boleh memakai nama itu.

A Ro datang dengan membawakan dua ekor kuda. Ia ingin Moo Myung belajar juga berkuda.

Sementara itu, Soo Hoo kembali bertemu dengan Ban Ryu. Seperti biasa mereka tidak pernah akur. Awalnya Soo Ho merasa cukup senang, berpikir bahwa Ban Ryu tidak akan muncul karena menolak bergabung dengan Hwarang. Ia menduga Ban Ryu sudah dihukum.

Tapi ternyata, Ban Ryu kemudian datang. Soo Hoo menebak, pasti Ban Ryu sudah menandatanganinya. Tapi Ban Ryu membantah, mengatakan kalau ia tidak mau menjadi anjingnya ratu.

Soo Ho masih saja menyindri Ban Ryu. Menanyakan apakah mungkin ayah Ban Ryu yang melakukannya. Tapi ayah yang mana? Tuan Young Sil? Atau Tuan Ho?

Ban Ryu tertawa. Menantang Soo Ho menyelesaikan perkelahian mereka malam itu. Soo Ho setuju. Ia menantang Ban Ryu bermain bola.

Teman-teman Soo Ho membujuk supaya Soo Ho menolak tantangan itu karena mereka selalu kalah dan mereka pun tidak punya cukup orang.

Ban Ryu setuju. Menyuruh segera Soo Ho mencari tambahan orang…

A Ro dan Moo Myung belajar berkuda di lapangan yang juga dipenuhi oleh anak-anak yang sedang bermain.

Moo Myung memang belum pernah naik kuda, bahkan untuk duduk diam saja ia masih takut. A Ro terus menyemangati Moo Myung supaya mau menegakkan badannya.

Ketika sudah berhasil duduk dengan baik, Moo Myung pun tersenyum senang.

“Ternyata kau bisa tersenyum juga ya…”, komentar A Ro.

“Tidak…”. sahut Moo Myung, langsung jutek lagi.

Karena Moo Myung sudah berhasil duduk dengan tegak, A Ro mengajak Moo Myung berjalan-jalan sebentar. Tapi tidak disangka, kuda A Ro terkena kayu yang sedang dimainkan anak-anak di sana. ~ Anak-anak itu main patok lele…

Kuda A Ro jadi terkejut dan berlari dengan kencang. Moo Myung yang belum bisa berkuda, terpaksa mengikuti A Ro. Ia terbanting-banting di atas kuda, untung saja tidak jatuh…

Maek Jong yang sedang berjalan di pasar, melihat A Ro dan Mooo Myung melintas dengan kencang. Lalu ia pun melompar ke atas kuda… Wuihhhh… sy akui, di sini sy merasa keren juga ya PHS… 😛 😊😊😊 Oh no. Masak suka sama berondong sehhhh…

Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 2

Sementara itu, Soo Hoo dan kedua temannya masih bingung. Mereka belum menemukan siapa pun untuk diajak bergabung dengan tim mereka.

Kebetulan, di saat itu A Ro dan Moo Myung melintas dengan cepat. Diikuti oleh Maek Jong dibelakang mereka…

Soo Ho langsung merasa tertarik…

 

A Ro tiba hutan. Ketika di persimpangan, Maek Jong mengambil jalan lain untuk menghadang lajunya kuda A Ro. Ia memang berhasil berada di depan A Ro tapi ternyata itu membuat kuda A Ro semakin kaget dan mengangkat kakinya.

A Ro terlempar dari kudanya. Untungnya, Moo Myung berhasil turun dari kudanya dan menangkap A Ro sebelum A Ro menyentuh tanah…

Ditanya apakah ia baik-baik saja, A Ro malah menangis seperti anak kecil. Ia tidak mau lagi naik kuda itu.

Setelah A Ro tenang, Moo Myung pun membantu A Ro berdiri. Ia menoleh, melihat ke arah Maek Jong. Mereka saling menganggukkan kepala mereka. Di saat itulah ia melihat gelang miliknya dipakai oleh Moo Myung.

Maek Jong langsung mengenali siapa Moo Myung tapi ia bertanya-tanya kenapa Moo Myung bisa bersama A Ro.

Ketika mereka kembali pulang, mereka bertemu dengan rombongan Soo Hoo. Soo Ho mengatakan, mungkin saat ini terdengar agak aneh tapi ia ingin mengajak mereka bermain bola. Ia memperkenalkan dirinya sebagai Hwarang.

Moo Myung terkejut. Ia kemudian juga mengenali siapa Soo Ho, pemuda yang ada di malam ia berkelahi di Okta. Moo Myung menolak bermain. Tapi tiba-tiba A Ro malah mengatakan Moo Myung akan bermain.

“Apa kau gila?”, tanya Moo Myung

Dengan menggertakkan giginya, A Ro bilang, ini adalah kesempatan baik untuk Moo Myung.

Lalu Soo Ho bertanya pada Maek Jong. Maek Jong bilang, “Kalau dia ikut, aku ikut…”.

A Ro menatap Maek Jong heran. Tidak mengerti kenapa Maek Jong masih ada di sana. Lucu ekspresi A Ro di sini. Kayak mau bilang, “Ih, siapa sih inih yang ngikut-ngikut aja..”. 😀

Ketika tiba di lapangan, Moo Myung melihat Ban Ryu dan teman-teman Ban Ryu. Ia ingat, Ban Ryu adalah si brengsek malam itu. “Baiklah. Ayo kita lakukan ini..”, ucapnya dalam hati.

A Ro tiba-tiba memanggilnya. A Ro mengatakan, ini kesempatan baik untuk berteman dan membuat koneksi. Pemuda-pemuda itu dari keluarga yang terbaik dan jika Moo Myung bisa dekat dengan mereka, mereka mungkin akan membantu Moo Myung nanti.

Moo Myung bilang, ia tidak berkeinginan berteman dengan mereka.

A Ro juga mengatakan, ia tidak berharap Moo Myung akan mencetal goal tapi ia berharap Moo Myung tidak menghalangi jalan mereka.

Tanpa mereka sadari, Maek Jong memeprhatikan mereka berdua dari jauh. Ia masih penasaran siapa sebenarnya Moo Myung itu.

Seorang anak kecil berlari di keramaian pasar, mengumumkan tentang pertandingan bola antar Tuan Muda yang segera dimulai. Para wanita langsung meninggalkan apa pun yang sedang mereka kerjakan demi melihat pertandingan bola yang katanya ‘hot’.

Setelah semuanya siap, para pemain masuk. Tim Soo Ho mamakai baju aksen merah dan tim Ban Ryu memakai baju dengan aksen biru.

Ban Ryu menyindir Soo Ho yang begitu putus asa mencari teman satu tim sehingga memilih sembarangan orang. Tapi Soo Ho sangat yakin dengan pilihannya itu. Ia yakin anggota barunya bisa langsung beradaptasi.

Dasar memang Moo Myung tidak tahu apa-apa, saat para pemain berbaris saling berhadapan, ia malah membelakangi mereka. 😀

Soo Ho membalikkan Moo Myung. Meminta Moo Myung tidak perlu cemas, mereka hanya perlu mencetak gol dan menang. Jadi ia minta jika Moo Myung mendapat bola, cukup oper saja padanya.

Ternyata, pertandingan bola itu bukan pertandingan bola biasa. Mereka bertanding tanpa aturan. Apa pun boleh dilakukan asalkan bisa mencetak angka.

Karena belum terbiasa, poin pertama diperolah oleh tim Ban Ryu. Moo Myung heran, ia yang berdiri di depan gawang untuk menahan bola, malah ditendang begitu saja oleh Ban Ryu hanya karena Ban Ryu ingin mencetak angka.

Baru kemudian ia tahu dari Soo Ho, bahwa permainan mereka tidak ada aturannya. Satu-satunya aturan adalah menang.

“Baiklah kalau begitu…”, ucap Moo Myung sambil menatap lawan dengan serius.

Soo Ho tersenyum senang. Mengatakan karena beberapa alasan, ia menyukai Moo Myung.

Sinopsis Hwarang Episode 4 Part 2

Ronde kedua dimulai. Ketika bola dilemparkan ke atas, Moo Myung dengan gesit melompat dan menangkap bola. Tapi sayangnya, ia malah memasukkan ke gawang timnya sendiri. Gol bunuh diri.

Tanpa tahu apa-apa, Moo Myung berteriak senang karena sudah berhasil mencetak gol. Tim Ban Ryu mencibir sinir sedangkan Tim Soo Ho yang lainnya kesal karena Moo Myung tidak tahu apa-apa. Setelah diberitahukan bahwa gawang mereka bukan di sisi yang tadi, Moo Myung baru mengerti.

A Ro sampai menutup wajahnya sangking malu.

Di ronde ketiga, Moo Myung sudah mengerti aturannya. Kali ini ia bisa mengikuti pertandingan dengan baik dan bahkan berhasil mencetak goal.

Soo Ho memberikan jempolnya untuk Moo Myung. Ia sangat senang.

Dua penjudi yang pernah disuruh Young Sil untuk mencari Moo Myung dan Mak Moon, mengenali Moo Myung. Ia tersenyum senang.

Poin kedua juga berhasil dicetak oleh Moo Myung. Soo Ho sangat senang, ia sampai merangkul pundak Moo Myung. Moo Myung merasa canggung dan langsung melepaskan tangan Soo Ho.

Maek Jong terus memperhatikan Moo Myung. Suasana hatinya tidak begitu baik. Bahkan saat Pa O menggodanya karena bersemangat tapi tidak bisa mencetak angka, ia langsung menyuruh Pa O menutup mulutnya.

Suasana hatinya semakin tidak baik ketika melihat A Ro tersenyum pada Moo Myung. “Jangan tersenyum padanya…”, guman Maek Jong.

Sementara itu, A Ro dengan malu-malu melambaikan tangannya pada Moo Myung. Moo Myung hanya tersenyum tipis. Dan itu dilihat oleh kedua pria jahat itu.

Dan di ronde keempat, Tim Soo Ho semakin berada di atas angin. Tapi saat Moo Myung mendapatkan bola, Maek Jong malah ingin merebutnya. Soo Ho bahkan harus mengingatkan Maek Jong dan Moo Myung bahwa mereka satu tim.

Setelah mendapatkan bola, Maek Jong mengatai Moo Myung pencuri. Moo Myung tentu saja bingung. 😀 😀 😅😅 Duhhh Maek Jong…

Akibat sikap kekanak-kanakannya itu, Maek Jong berhasil dihadang oleh Tim Ban Ryu dan bola berhasil diambil oleh Ban Ryu. Maek Jong hanya bisa meratapi bolanya yang dibawa pergi… 😀

Untungnya kemudian Moo Myung berhasil mengambil alih bola dan mengopernya pada Maek Jung. Berkat tendangannya, bola itu masuk ke gawang dan mereka mendapatkan tambahan skor lagi.

Maek Jung berteriak gembira. Begitu juga Pa O yang tadinya meremehkan Maek Jong. Ia bahkan berteriak lebih senang lagi daripada Maek Jong… 😀 Maek Jong-nya sih cool-cool aja… 😛

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Tim Soo Ho. Soo Hoo dan kedua temannya berteriak senang. Begitu juga dengan suporter mereka. Yang bersikap cool cuma Moo Myung dan Maek Jong saja. Maek Jong bahkan melemparkan tatapan tidak senang pada Moo Myung. Membuat Moo Myung semakin bingung. Tidak mengerti apa masalah Maek Jong padanya.

 

Moo Myung dan A Ro pulang ke rumah di saat hari sudah malam. A Ro mengomentari Moo Myung yang sering pingsan tapi ternyata cukup kuat juga. Bahkan ternyata Moo Myung bisa berkuda dengan baik. Ia berterima kasih karena Moo Myung menyelamatkannya tadi.

A Ro kemudian menyingung tentang Maek Jong. Ia tidak yakin Moo Myung dekat dengan Maek Jong dan Maek Jong juga tidak terlihat seperti orang yang baik. ~ A Ro belum tahu nama Maek Jong, ia menyebutkan Maek Jong dengan sebutan Tuan Muda.

A Ro hampir saja menceritakan tentang kejadian ia tidur di Okta, tapi untungnya ia langsung sadar.

Moo Myung sepertinya tidak mengerti yang dibicarakan A Ro, ia malah fokus ke kaki A Ro yang sakit. Lalu menyuruh A Ro naik ke punggungnya.

A Ro awalnya menolak, tapi karena Moo Myung malah bertanya apakah A Ro mau dibopong, akhirnya A Ro pun mau naik ke punggung Moo Myung.

Sementara itu, Maek Jong tidak bisa melupakan ketika tadi melihat A Ro menangis dan kepalaA Ro dielus oleh Moo Myung dan juga ketika tadi Moo Myung tersenyum pada A Ro.

“Kenapa harus dia?”, ucapnya dalam hati… Duhh yang mulai galau…

A Ro kembali menasehati Moo Myung untuk bersikap lebih ramah pada orang lain. Karena yang paling penting adalah koneksi dan keterampilan seseorang.

Karena Moo Myung cuma diam saja, A Ro menggoda Moo Myung dengan memainkan tangannya di atas kepala Moo Myung sehingga membentuk bayangan di jalan depan mereka.

Moo Myung diam-diam tersenyum juga akhirnya.

Tiba hari pelantikan Hwarang.

Moo Myung sudah memakai baju seragam Hwarang. Baju yang waktu itu dicoba Maek Jong.

A Ro terus menarik Moo Myung supaya berjalan lebih cepat, khawatir mereka akan terlambat. Tapi Moo Myung santai saja, karena mereka juga berangkat 1 jam lebih cepat.

A Ro tiba-tiba memperhatikan penampilan Moo Myung dan merasa ada yang kurang. Ia menyuruh Moo Myung menunggu sementara ia memilih-milih hiasan rambut.

Pria yang jahat itu tiba-tiba mendekati A Ro dan mengambil tusuk rambut yang sedang dipegang A Ro. Mengatakan kalau ia juga menyukai tusuk rambut itu.

Melihat gelagat pria itu tidak baik, A Ro pun langsung memberikannya.

Sementara itu, Moo Myung yang sedang berdiri di dekat kuda, asik berlatih seolah-olah sedang menunggangi kuda. Jadi ia memunggungi A Ro. Sama sekali tidak melihat apa yang etrjadi pada A Ro.

Tapi begitu ia berbalik, A Ro sudah tidak ada lagi di tempat tadi. Ia segera mencari A Ro. Karena A Ro belum begitu jauh, Moo Myung bisa melhat A Ro sedang dibawa paksa oleh tiga orang pria.

Ia pun segera mengejar A Ro.

Sementara itu, Maek Jong yang juga berada di sekitaran pasar melihat Moo Myung. Awalnya ia agak terkejut mengetahui ternyata Moo Myung juga Hwarang juga.

Ia mendesah tidak suka. Tapi kemudian ia ingat Moo Myung memakai gelangnya. Karena tidak ingin Moo Myung pergi ke upacara pelantikan dengan mengenakan gelang itu, Maek Jong pun mengikuti Moo Myung.

Maek Jong masuk ke sebuah bangunan yang kelihatannya kosong. Tiba-tiba seseorang muncul dan mengancamnya dengan pisau.

Sementara itu, si penjahat itu sudah mendapatkan Moo Myung. Sedangkan A Ro duduk dengan tangan terikat dan mulut yang ditutupi kain. Ia menangis.

Moo Myung menyuruh si penjahat itu melepaskan A Ro. Melihat Moo Myung begitu menakutkan, ia tahu pasti itu karena gadis itu.

Tiba-tiba anak buah si penjahat itu membawa Maek Jong masuk. Maek Jong terkejut melihat A Ro yang diikat seperti itu.

Si penjahat itu kembali mengancam Moo Myung, ia bahkan menghunuskan pisaunya di dada Moo Myung. Katanya, nasib gadis itu sangat tergantung dengan apa yang dilakukan Moo Myung.

Moo Myung mengancam akan membunuh si penjahat itu jika berani melukai gadis itu walaupun sehelai rambut saja.

“Entahlah. Kupikir kau yang akan mati sebelum kau membunuhku…”, jawab si penjahat itu tidak peduli.

“Sekarang!!!”, teriak Moo Myung sambil menggenggam mata pisau itu erat-erat sampai-sampai tangan berdarah. “Bunuh aku sekarang! Tapi jika dia terluka sebelum itu, aku akan membunuhmu…”

Bersambung…

 

Komentar :

Syukur, dua episode minggu ini lebih baik dari minggu kemarin. Ceritanya juga semakin bikin penasaran… Cinta segitiga pun mulai keliatan. Sayangnya, kayaknya PHY yang menjadi second lead di sini yang bakal merana dengan kedekatan hubungan antara Go Ara dan PSJ. Memang sih, A Ro tahunya Moo Myung itu kakaknya karena ayahnya bilang begitu. Tapi Moo Myung kan tahu A Ro itu bukan adiknya. Dekat seperti itu dengan A Ro membuat dia dag dig dug derrr… 😀

Aduh, kayaknya sy bakal kenal Second Lead Syndrome ni. Soalnya sejak liat PHS di What Happen To My Family, sy jadi lumayan suka sih… Smoga aja di sini, dia ga akan merana-rana bgd ya karena cintanya yang tak berbalas… Hihihi… Atau sebenarnya karena belum aja. Siapa tahu nanti-nanti A Ro malah sukanya sama Maek Jong karena dia kan taunya Moo Myung itu kakaknya… Duhhh… Mikirnya aja udad bikin deg-degan. Takut banged kena sindrom itu, karena sindrom itu bikin ga waras alias gila… 😀

Tadinya sy berpikir, pertanyaan Maek Jong tentang siapa Moo Myung itu karena dia tidak tahu kenal  siapa Moo Myung. Tapi sebenarnya pertanyaan dia lebih jauh dari itu.

Setelah diingat-ingat (maklum, faktor U dan nonton drama ongoing yang banyak, jadi kadang ada detail yang terlupakan… :-D), ternyata karena gelang itu, Maek Jong jadi tahu Moo Myung adalah orang yang menyerangnya di tempat pembuatan alat-alat dari kayu itu. Dan waktu itu, Moo Myung sempat menyinggung tentang temannya yang mati. Jadi Maek Jong jadi ingat, Moo Myung adalah orang yang dilihatnya masih hidup malam itu. Dan Maek Jong juga tahu alasan kedua orang itu dibunuh, karena salah satu dari mereka melihat wajahnya.

Oleh sebab itulah ia jadi curiga, siapa sebenarnya Moo Myung dan kenapa Moo Myung bisa bersama A Ro…

Sy berharap sih, kesalahpahaman antara Moo Myung dan Maek Jong di episode depan selesai, karena Moo Myung sendiri sudah ingat siapa yang membunuh Mak Moon makanya dia menyerang di saat parade ulang tahun kerajaan itu. Dia tahu wajah orangnya tahu belum tahu siapa sebenarnya orang tersebut. Smoga aja g berlarut-larut…

Oiya, sy jadi berpikir, setelah liat nama-nama karakternya yang semuanya diakhiri dengan ‘Rang’, kayaknya ‘Hwarang’ itu diambil dari nama Wi Hwa ya. Karena WI Hwa kan orang yang ditugaskan membuat kelompok itu, jadi wajar sih kayaknya dia menamakan dengan suku kata namanya sendiri. Hwa dari Wi Hwa dan Rang, uhmmm entah apa ya artinya. Sy belum tau…

Untuk episode ini, sy masih pakai nama ‘Moo Myung’. Tapi sepertinya, waktu Moo Myung udah masuk di Hwarang, sy akan pakai nama ‘Sun Woo’. Tapi nanti dicek lagi, gimana penamaan yang dipake mb Dyah ya… Bingung namanya tukar-tukar… 😀

[Sinopsis Hwarang Episode 5 Part 1]

You might also like More from author

8 Comments

  1. Dyah says

    Soundtracknya yg pas adegan sepakbola itu apa ya. Ada yg tau enggakk.. penasaraan niih nyari kesono kemari enggak ketemu 😭😭😭😭

    1. kdramastory says

      Mian… ga tahu juga. belum sempat nyari-nyari OST Hwarang… 🙂

  2. Haesoo says

    Sahabatnya ah ro tuh adiknya soo ho bukan sih?

  3. Nurhasanah says

    Hahaha…..itu hair stylistnya msh nyari formula buat seo jon bk dian….ampe dari keriting.dibikin lurus
    Sah sah saja suka PHS…bukan mau dijadikan gebetan juga buk!!!!hahaha.sama kayak saya suka seo jon (meski umurnya tuaan saya,tp dia aktingnya bagus)
    Dn bener bk dian…mmg ceritanya juga sudah pantas ditunggu….meski gak segalau goblin nunggunya(tto tto goblin lagi), tp lumayan lah sambil nunggu jumat.
    Juteknya moo myung itu mmg bikin ingat seo jon di she was pretty…kalo goblin nya gong yo bikin saya nonton coffe prince lagi.kayaknya hwarang nya seo jon bikin saya nonton ulang she was pretty (ckckck)….
    Mian jadi random gini , kamsaeyo bak dian dn himneseyo!!!!

    1. kdramastory says

      Ga lag digebet… Ntar ada yg marah… #Leejoongi maksudnya… #Halah… 😛

  4. laili says

    suka… sama drama ini, lebih suka baca komennya kakak,hhh, semangat baca sinopsis disini bisa bikin tambah faham jalan critanya, thx ya kak.

    1. kdramastory says

      Sippp.. Tq…

      Kemarin sempat lupa dikomentari rambut Moo Myung yang mendadak panjang dan lurus setelah pake baju seragam Hwarang… Kayaknya waktu itu udah ada teknologu extension rambut sama catok rambut ya… 😛

Leave A Reply

Your email address will not be published.