Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 22 Part 1

0

[Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 21 Part 2]

 

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 22 Part 1

Hwa Shin keluar dari ruang Dr. Geum dengan lesu. Perawat menyusul karena ponsel Hwa Shin tertinggal di dalam. Karena Hwa Shin hanya diam saja, perawat sampai harus meraih tangan Hwa Shin dan meletakkan ponsel itu di tangan Hwa Shin.

Pasien lain yang sedang menunggu, berbisik-bisik, menggosipkan Hwa Shin…

Karena kabar buruk yang baru saja diterimanya itu, Hwa Shin memutuskan membatalkan mempertemukan Na Ri dengan ibunya. Ia sengaja menunggu ibunya dan mencegat ibunya di depan restoran.

Ibu Hwa Shin sangat gembira saat melihat Hwa Shin sudah tiba lebih dulu di restoran. Hal pertama yang ditanyakannya adalah apakah pacar Hwa Shin sudah datang atau belum.

Hwa Shin terpaksa membohongi ibunya, mengatakan kalau ia tidak jadi menelpon pacarnya itu. Ia berencana akan jual mahal karena pacarnya itu menolak memperkenalkannya pada keluarga pacarnya itu. Jika ia yang lebih mempeerkenalkan pacarnya pada ibu, ia khwatir pacarnya itu akan berpikir ia lebih menyukai pacarnya itu.

Ibu heran, tidak percaya dengan alasan Hwa Shin itu. Menurutnya memang seharusnya pria yang lebih menyukai pacarnya karena dengan begitu pernikahan akan bahagia.

Ny. Park menyuruh Hwa Shin menelpon terus pacarnya itu untuk datang karena ia akan menunggu di dalam restoran.

Tapi Hwa Shin menahan lagi ibunya. Ia tetap tidak mau dan masih ingin berpikir ulang apakah akan menikah dengan pacarnya itu atau tidak. Ia khawatir ibunya akan sedih jika ia meninggalkan ibunya.

Ny. Park memukul Hwa Shin. Ia sama sekali tidak sedih dan ia ingin Hwa Shin menikah karena dengan begitu tekanan darahnya bisa turun. “Siapa pun dia, aku sudah berniat untuk berlutut supaya mau menikah denganmu supaya kau lepas dari tanganku…”, omel Ny. Park.

Hwa Shin tahu alasan apa pun yang ia berikan tidak akan mengubah keputusan ibunya. Akhirnya dengan ekspresi memohon ia menanyakan, tidakkah ia boleh hidup sendirian saja.

Ny. Park semakin marah mendengar kata-kata tidak masuk akal Hwa Shin itu. Ia mengancam akan mencabut satu persatu rambut Hwa Shin jika Hwa Shin berani bicara seperti itu lagi di depannya. *Aduh Eommoni… *

Ny. Park menyuruh Hwa Shin minta maaf jika memang Hwa Shin bersalah. Jika Hwa Shin juga tidak cukup baik, Hwa Shin harus membujuk dan berjanji akan melakukan lebih baik lagi.

“Jangan kau membunuhku dengan bilang kau akan hidup sendirian. Mengerti?!”, marah Ny. Park lagi.

Hwa Shin menatap ibunya dengan sedih tapi kemudian ia tetap tidak mau. Ny. Park sampai menggepalkan tinjunya, ingin menghabisi Hwa Shin saat itu juga…

Entah bagaimana, Hwa Shin berhasil membuat ibunya pulang. Setelah itu ia masuk ke dalam restoran dan melihat sepatu Na Ri masih ada di depan ruang makan privat.

Setelah merapikan sepatu Na Ri yang agak berantakan, Hwa Shin keluar lagi dari restoran.

Sesampainya di luar, ia baru menelpon Na Ri, mengabarkan kalau ia tidak bisa datang karena ia lupa malam ini ia ada acara radio. Ia juga mengiyakan saat Na Ri menanyakan apakah ibu Hwa Shin sudah tahu atau belum.

Sebelum menutup telponnya, Hwa Shin pun meminta maaf.

Na Ri mengerti dan tidak mempermasalahkannya. Begitu tahu pertemuan batal, Na Ri pun langsung bersiap pulang.

Hwa Shin melihat Na Ri keluar dari restoran dari dalam mobilnya dengan sedih…

Malam itu, Hwa Shin menghilangkan rasa sedihnya dengan minum-minum. Untungnya, Dong Gi mau menemaninya.

Setengah sadar, Hwa Shin bernyanyi-nyanyi sendiri. Saat Dong Gi penasaran, ingin tahu apakah rumor Hwa Shin berpacaran dengan Na Ri itu benar atau tidak, Hwa Shin hanya menjawabnya dengan bernyanyi lagi.

Setelah minum, bukannya pulang ke rumah, Hwa Shin malah pergi ke rumah Na Ri. Ia menggedor-gedor pintu rumah Na Ri, membuat na Ri yang sudah tidur, terpaksa bangun dan membukakan pintu.

Begitu pintu terbuka, tanpa permisi Hwa Shin langsung masuk dan tidur di tempat tidur Na Ri. Na Ri jelas tidak mengizinkan karena Chi Yeol sedang di bawah dan sebentar lagi akan pulang ke rumah.

Hwa Shin masih enggan bangun dan pulang ke rumah. Saat Na Ri menariknya, ia malah pindah dan duduk di lantai. Lalu Hwa Shin mengaku kalau ia pergi ke peramal.

Na Ri tidak percaya. Karena menurutnya Hwa Shin tipe orang yang tidak suka hal seperti itu.

Hwa Shin bilang ia memang tidak suka. Benci dan tidak tertarik. Tapi ia melakukannya karena Na Ri. Ia ingin tahu apakah ia mampu membahagiakan Na ri.

Mendengar itu, Na Ri jadi tertarik dan duduk di dekat Na Ri. Ia ingin tahu apa yang dikatakan peramal itu. Tapi sayangnya Hwa Shin bilang itu rahasia.

Na Ri jelas kesal. Hwa Shin yang bicara lebih dulu tapi sekarang malah tidak mau mengatakannya. Na Ri terus membujuk Hwa Shin agar mau buka mulut.

Akhirnya Hwa Shin bilang, mereka tidak akan punya anak.

Na Ri terdiam sesaat lalu menanyakan siapa yang bilang begitu. Peramal?

Hwa Shin menganggukkan kepalanya.

Na Ri mendesak, ingin tahu lebih detail. Ia tidak yakin Hwa Shin menemui peramal terbaik. Tapi Hwa Shin yakin, peramal itu adalah peramal yang terbaik.

Mendengar itu, Na Ri pun bilang dia akan menanyakan pada peramal yang lain.

Hwa Shin ingin tahu apakah Na Ri tidak apa-apa jika tidak punya anak.

“Tentu saja aku tidak akan baik-baik saja. Aku ingin menjadi ibu yang baik… Apa itu tidak apa-apa buatmu?”.

Hwa Shin menggelengkan kepalanya.

Na Ri yakin Hwa Shin juga menyukai anak-anak. Na Ri tidak percaya Hwa Shin bertingkah seperti itu hanya karena ucapan peramal itu. Na Ri menanyakan jam berapa Hwa Shin bilang ia lahir pada peramal itu.

“Jam 8 pagi…”.

Na Ri tertawa. Hwa Shin sudah salah. Ia lahir jam 8 malam. Na Ri menghibur Hwa Shin dan mengajak mengecek kecocokan mereka bersama-sama lain kali.

Lalu Hwa Shin ingin tahu kenapa Na Ri menyukainya. Na Ri bilang karena Hwa Shin terlihat sangat macho.

Hwa Shin meminta Na Ri tidak bercanda. Ia menderita kanker payudara dan peramal mengatakan ia tidak akan punya anak. Apakah Na Ri bisa menerima pria yang menderita kanker payudara dan tidak punya anak?

Na Ri tidak mengerti apa yang terjadi pada Hwa Shin. Hwa Shin memang menderita kanker payudara tapi Hwa Shin sudah dioperasi dan baik-baik saja. Ia juga akan akan menemui 100 peramal dan mengumpulkan ramalan kalau mereka akan punya anak.

Na Ri menanyakan apa yang terjadi pada Hwa Shin. tapi Hwa Shin tidak sanggup bercerita.

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 22 Part 1

Sementara itu di kantor, Ja Young terus menghindar dari Sung Sook. Sung Sook sendiri tahu, Ja Young menghindar darinya.

Ia bahkan memergoki Ja Young sengaja bersembunyi di balik meja tapi Ja Young beralasan ia hanya mengambil pulpen yang jatuh di lantai.

Lalu Sung Sook pun menanyakan kejadian malam kemarin saat Ja Young mengembalikan uang Hwa Shin. Ia bisa menebak Ja Young dan Kim Rak terjebak di dalam apartemen Hwa Shin yang kecil dan bersembunyi di dalam lemari semalaman. “Tidak ada yang terjadi kan?”.

“Seperti apa?”, tanya Ja Young, menutupi rasa gugupnya. Padahal di kepalanya terbayang lagi kejadian tadi pagi… 😀

Untungnya Sung Sook tidak bertanya lebih jauh…

Sebelum siaran, Joo Hee sudah terlihat tidak sehat. Ia berjalan sambil membungkuk dan menekan perut kanannya.

Rasa sakitnya semakin tidak tertahankan menjelang siaran ramalan cuaca. Gil Hae menduga Joo Hee sakit usus buntu dan menyuruh seseorang memanggilkan ambulance.

Dir. Oh tadinya memutuskan untuk tidak menayangkan ramalan cuaca karena saran dari Reporter Park. Menurut Reporter Park tidak ada yang penting dan bukan juga akan terjadi topan.

Dir. Oh pun menyuruh Dong Gi mencari klip lain untuk mengisi slot ramalan cuaca. Namun, Na Ri tidak setuju. Ia menganggap ramalan cuaca juga bagian dari berita dan karena ada perubahan cuaca, sangat penting bagi mereka untuk menyampaikan pada pemirsa.

Dir. Oh tidak setuju karena mereka tidak memiliki pembawa ramalan cuaca pengganti. Na Ri pun mengajukan dirinya yang ternyata mendapatkan tantangan keras, baik dari Reporter Park maupun Dir. Oh. Mereka khawatir Na Ri tidak akan bisa kembali ke kursinya tepat waktu.

Tapi Na Ri meyakinkan lagi Dir. Oh betapa pentingnya ramalan cuaca dan mereka harus tetap menayangkannya. Dan akhirnya, Na Ri pun membawakan ramalan cuaca kembali.

Chi Yeol dan yang lainnya, yang menonton berita Na Ri heran melihat Na Ri membawakan ramalan cuaca lagi.

Hwa Shin yang baru datang di studio juga heran melihat Na Ri membawakan ramalan cuaca.

Begitu juga dengan Ja Young dan Jung Won. Melihat Na Ri membawakan ramalan cuaca lagi, Jung Won tersenyum sendiri.

Setelah ramalan cuaca selesai, Na Ri pun secepatnya berlari ke meja anchor tapi tetap saja terlambat. Reporter Park sudah lebih dulu mulai melakukan closing.

Dir. Oh terpaksa menyuruh Na Ri minggir. Dan Na Ri pun dengan berjinjit, berusaha tidak membuat suara, turun dari panggung anchor.

Setelah berita pagi selesai, semua orang memarahi Na Ri termasuk juga Hwa Shin. “Hei! Kau ini pembawa ramalan cuaca atau anchor?! Sial!”.

Na Ri hanya menundukkan kepalanya dan kemudian kembali ke meja anchor. Tapi dengan jahatnya, Reporter Park melarang Na Ri duduk sambil menendang kursi Na Ri.

Ia menyebut-nyebut tentang Na Ri yang menderita kanker payudara. Ia merasa sepertinya Na Ri tidak akan diangkat menjadi pekerja tetap. “Hei! Istriku melihat kau melakukan kemo…”.

Reporter Park menyuruh Na Ri bilang pada Hwa Shin untuk berlutut di depannya, memohon maaf karena kalu tidak ia akan menyebarkan berita itu.

Tanpa ragu, Na Ri langsung bilang, ia tidak akan melakukannya.

Hwa Shin yang melihat Reporter Park sepertinya mengancam Na Ri, datang mendekat. Ia menyuruh Repoter Park untuk tidak mengganggu juniornya. Ia juga menyuruh Direktur Park untuk melakukan sesuatu pada matanya karena setiap membawakan berita pagi, Reporter Park selalu terlihat mengantuk.

“Benarkah? Baiklah…”, sahut Reporter Park, tidak peduli.

Setelah Reporter Park pergi, Hwa Shin menanyakan apa yang tadi dikatakan Reporter Park. Na Ri bilang tidak banyak.

Dari studio, Reporter Park langsung pergi menemui Dong Hi, menanyakan apakah Dong Gi tahu Na Ri sakit kanker payudara. “Aku kasihan padanya…”.

Dong Gi sangat terkejut mendengarnya.

Berita itu tersebar sangat cepat. Dari Dong Gi ke Dir. Oh, Dir. Oh ke Gil Hae, Gil Hae ke Sung Sook, Sung Sook ke Ja Young… Dan tanpa sengaja saat Sung Sook cerita pada Ja Young di toilet, berita itu didengar oleh Soo Jung yang sedang di dalam salah satu bilik toilet…

Ramalan cuaca yang dibawakan Na Ri ternyata benar. Hujan deras dan angin memang terjadi pagi itu. Na Ri keluar dari gedung sbc untuk memayungi Hwa Shin yang lupa membawa payung.

Kemudian mereka berdua masuk ke mobil di parkiran. Setelah di dalam mobil, Hwa Shin menanyakan kemana Na Ri akan pergi.

Na Ri bilang, ia hanya ingin mengejar Hwa Shin yang lupa membawa payung. Ia ingin memberikan payungnya pada Hwa Shin. Selama tiga tahun menyukai Hwa Shin, ia tidak pernah bisa melakukan itu. Sekarang ia sangat senang bisa mewujudkan impiannya itu…

Hwa Shin terlihat sedih saat mendengarkan ucapan Na Ri itu, tapi ia tidak mengatakan apa-apa.

Lalu Na Ri membicarakan tentang hujan deras yang membuat suasana sedikit gelap. Ia yakin sepertinya orang lain tidak akan bisa melihat apa yang mereka lakukan di dalam mobil. Na Ri meminta Hwa Shin menciumnya.

Tapi apa jawaban Hwa Shin?

“Keluar…”. Hwa Shin mengusir Na Ri dari mobil.

“Apa kau sibuk?”, tanya Na Ri.

“Ya. aku sibuk…”.

Na Ri tidak percaya Hwa Shin sibuk. Ia tahu Hwa Shin hanya akan pergi mencuci mobilnya.

Hwa Shin bilang, ia tidak jadi mencuci mobilnya karena sudah basah karena hujan, ia akan pergi mencari berita.

Tapi Na Ri tetap yakin Hwa Shin sebenarnya hanya akan pergi mencuci mobil. Ia mengajak Hwa Shin pergi ke peramal yang kemarin Hwa Shin pergi bersama-sama.

Na Ri yakin, jam 8 pagi dan jam 8 malam, hasilnya akan sangat berbeda. Ia yakin di ramalan berikutnya mreka akan punya anak. Na Ri merangkul lengan Hwa Shin, membujuk Hwa Shin supaya tidak marah lagi dan minum lagi.

Tapi lagi-lagi apa jawaban Hwa Shin?

“Keluar!”. Hwa Shin kembali mengusir Na Ri dari mobil.

Tidak peduli sekeras apa pun Na Ri membujuk, Hwa Shin tetap menyuruh Na Ri keluar dari mobil. Na Ri menatap Hwa Shin bingung dan sedih. Ia meminta payung lalu keluar dari mobil.

Setelah itu, Hwa Shin pun langsung pergi…

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 22 Part 1

Sorenya, Na Ri mencoba menelpon Hwa Shin karena ia melihat ibu Hwa Shin datang ke rumahnya Hwa Shin. Sayangnya, Hwa Shin tidak mengangkat telponnya.

Ternyata, Hwa Shin sedang berada di rs. Ia memeriksakan dirinya ke bagian urinologi.

Dokter mengatakan, Hwa Shin tidak punya masalah lain. Hanya saja dengan kondisi Hwa Shin saat ini, Hwa Shin tidak bisa memiliki anak.

Hwa Shin berpikir itu karena kanker payudara yang dideritanya. Tapi dokter bilang, radiasi menyebabkan jumlah darah Hwa Shin yang terekspos meningkat. Tapi karena kanker payudara, pengaruhnya hanya terjadi pada torso dan memang kejadiannya sangat jarang, Dokter tersebut berjanji akan tetap memonitoring. *Mian… ga negrti sama sekali apa yang diomongin dokter itu… 😀 *

Menurut dokter, bisa jadi itu juga disebabkan karena roko dan minuman keras. Biasanya, pasien tiba-tiba mendapati dirinya menderita impoten dan tiak ada seorang pun yang mencurigai sebelumnya.

Setelah dari dokter urinologi, Hwa Shin duduk dengan sedih di koridor rumah sakit. Selang beberapa kursi darinya, duduk Dr. Geum dan perawatnya.

Hwa Shin curhat, ia pikir setelah menjalani tes yang detail, ia akan mendapatkan hasil yang berbeda tapi nyatanya… Hwa Shin meminta Dr. Geum tidak memberitahukan Na Ri.

“Tidak akan…”. Melihat Hwa Shin hanya diam, Dr. Geum berpikir Hwa SHin akan menikahi Na Ri tanpa memberitahukan Na Ri. Karena Hwa Shin masih diam, Dr. Geum menanyakan kenapa Hwa Shin melarangnya bilang pada Na Ri.

Hwa Shin masih diam.

“Apa kalian akan putus?”.

Dr. Geum bergeser sedikit, lebih dekat pada Hwa Shin. “Kau akan menikahinya?”.

“Tidak…”.

Dr. Geum bergeser lagi sedikit, lebih dekat lagi dengan Hwa Shin. “Kau akan tetap berkencan dengannya?”.

“Tidak…”

“Kau tidak akan melakukan apa-apa?”.

“Tidak…”.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?!”, tanya Dr. Geum tidak sabar lagi.

“Aku akan melakukan segalanya…”.

“Kau sudah gila…”.

“Bagaimana tidak?”.

Dr. Geum menyuruh Hwa Shin pergi menemui psikiater karena ia sangat khawatir Hwa Shin akan melakukan hal-hal yang aneh. Menurutnya, Hwa Shin perlu jiwa yang tenang untuk cepat sembuh.

Walaupun awalnya keberatan, Hwa Shin akhirnya bersedia. Ia bahkan menerima resep obat yang diberikan oleh perawat.

Dr. Geum menanyakan apa yang harus ia katakan kalau Na Ri menelpon.

“Kau kan pandai berbohong…”, sahut Hwa Shin tidak peduli.

Dr. Geum stres sendiri. Baru pertama kali ia menemukan pasien kanker payudara yang impoten. Menurutnya, dari semua pria yang pernah ia temui, Hwa Shin adalah pria yang paling macho.

Hwa Shin menyuruh Dr. Geum tidak perlu menghiburnya.

Dr. Geum masih tidak tenang. Ia meminta Hwa Shin untuk tidak sendirian dan tidak melakukan tindakan yang gegabah.

Tapi sebaliknya, Hwa Shin malah ingin sendirian. Ingin melakukan hal yang gegabah. Ingin mati. Ia takut melihat wanita dan Na Ri adalah wanita yang paling ia takuti saat ini. Ia malu. Bingung tidak tahu apakah ia itu wanita atau pria. Ia tidak tahu apakah lampu merah atau hijau. Ia mereasa seperti terjebak di tengah-tengah dan akan gila.

“Aku juga takut pada kamera saat aku on air. Tidak pernah sekali pun aku takut pada kamera tapi sekarang aku merasa kamera seperti mengejkku, meremehkanku…”.

Dr. Geum semakin stres mendengar perasaan yang dirasakan oleh Hwa Shin itu. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Sebelum pergi, Hwa Shin kembali meminta Dr. Geum tidak bercerita pada Na Ri. Jika Dr. Geum melakukannya, ia akan lompat ke sungai Han.

Dr. Geum memberi isyarat menjahit mulutnya…

Bersambung…

[Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 22 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.