Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 8 Part 1

4

[Sinopsis Jaelousy Incarnate Episode 7 Part 2]

Sinopsis Jaelousy Incarnate Episode 8 Part 1

Na Ri dan Jung Won masih berada di kedai minum. Tapi Hwa Shin sudah tidak terlihat lagi di sana.

Jung Won ingin memastikan pada Na Ri bahwa tadi Hwa Shin benar-benar menjodohkan mereka.

Na Ri tidak tahu. Ia sendiri bingung dan merasa Hwa Shin dan Jung Won itu aneh. Kenapa Hwa Shin menyuruhnya berkencan dengan teman baik Hwa Shin. Kenapa Jung Won menyukainya padahal ia merasa punya banyak kekurangan.

“Aneh sekali…”, ucap Na Ri lalu mengambil segelas cola dan meneguknya sampai habis. Mencoba menghilangkan rasa gugupnya.

Jung Won mengambil soju, menegaknya sampai habis. Jung Won mengatakan, sekarang mereka sama-sama sudah minum. Jadi sudah saatnya mereka saling jujur mengatakan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena mereka tidak akan tahu siapa yang memiliki lebih banyak kekurangan sampai mereka melakukan perhitungan dengan tepat. “Aku yang mulai lebih dulu ya… Aku punya waktu lebih sedikit darimu. Perusahaanku mengambil banyak waktuku…”.

Na Ri langsung protes. Merasa tidak enak kalau Jung Won melakukan itu. Tapi Jung Won tidak peduli. Ia tetap meneruskan mendaftar kekurangannya.

“Aku bahkan tidak bisa memakai baju yang aku inginkan. Aku harus pakai baju dari perusahaanku. Ada banyak baju yang ingin aku pakai. Kau bisa membeli mereka apapun dan memakai apa pun yang kau inginkan… Kau punya bos yang baik seperti Hwa Shin. Aku tidak punya siapa pun yang bisa aku andalkan. Aku tidak punya seorang pun di atasku… Itu benar-benar tidak bagus. Aku harus bertanggung jawab dalam semuanya…”.

Na Ri meminta Jung Won untuk berhenti. Dan akhirnya, Jung Won pun tidak meneruskan lagi. Ia malah bertanya apakh Na Ri benar-benar mengenalnya. “Aku seperti orang bodoh saat ini. Aku memohon kasih sayangmu…”.

Na Ri sangat terkejut mendengarnya. Jung Won merasa iri karena tadi Na Ri dan Hwa Shin bertengkar hebat hanya karena uang 1000, 2000 dolar saja. Ia ingin Na Ri juga melakukan hal yang sama padanya…

Na Ri mengajak Jung Won pulang saja. Tapi Jung Won malah bertanya bagaimana hasilnya.

“Baiklah. Aku yang bayar hari ini. Okay?”, ucap Na Ri.

Jung Won pun setuju. Saat Na Ri pergi ke kasir, Jung Won menatap Na Ri..

Na Ri sudah kembali ke kantor. Ia teringat kembali ucapan Jung Won saat di kedai tadi. Ia tertawa-tawa sendiri. Merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Jung Won itu.

Jung Won sendiri juga kembali ke kamar Hwa Shin. Hwa Shin yang memang sudah gelisah sedari tadi menanyakan, apakah Jung Won mengantar Na Ri pulang. Jung Won mengiyakan.

Lalu Hwa Shin bertanya apa yang Na Ri katakan. Jung Won merasa ia pasti tidak menarik sehingga Na Ri jual mahal padanya. Meskipun Hwa Shin sudah menjodohkan mereka, tapi tetap belum berhasil.

ASA! Ada sedikiiiiit senyum tipis di wajah Hwa Shin!

Lalu Hwa Shin bertanya sejak kapan Jung Won tertarik pada Na Ri.

Jung Won berpikir sebentar. ” Sejak di pesawat ke Thailand?”, ucapnya. Membuat Hwa Shin sangat kaget, tidak menyangka kalau sebelumnya Jung Won memang sudah bertemu dengan Na Ri.

Jung Won bercerita, saat itu Na Ri duduk di kursinya, seolah itu kursi milik Na Ri. Ia merasa sepertinya Na Ri baru pertama kali naik pesawat dan itu membuat Na Ri terlihat seperti anak kecil yang sedang piknik, sangat imut.

“Aku pura-pura tidur dengan menutup wajahku dengan koran. Tapi ia terus menatapku… Aku kembali dari Thailand sendirian. Dan saat itu aku berpikir, sungguh menyenangkan jika ia duduk di sampingku… Aku hanya terus berpikir seperti itu…”.

Hwa Shin hanya diam saja saat Jung Won bercerita. Tertegun cukup lama. Bahkan setelah Jung Won selesai, ia tidak berkomentar apa-apa. Ia mengambil ponselnya sambil mengatakan, “Bersikap baiklah padanya…”. Seolah-oleh cerita Jung Won itu tidak mempengaruhinya.

Jung Won mengatakan ia tidak bisa karena Na Ri sendiri tidak mau dengannya. Hwa Shin bilang, Na Ri tidak akan lama seperti itu.

“Bagaimana kau tahu?”.

“Tahu aja…”.

Jung Won jadi ingin tahu seperti apa pria yang disukai Na Ri, apa yang disukai Na Ri. Ia menanyakan apakah Hwa Shin tahu hubungan Na Ri yang terakhir.

“Jangan pedulikan hal seperti itu. Cukup bersikap baik saja padanya…”, nasehat Hwa Shin. Hwa Shin juga melarang Jung Won datang lagi ke sana karena ia akan segera pindah ke rumah Ppal Gang. Ia ingin menggantikan ayah Ppal Gang, paling tidak sampai Ppal Gang menikah.

“Kalau begitu kau akan tinggal di bawah rumah Na Ri…”, sahut Jung Won.

Hwa Shin terdiam.

Sinopsis Jaelousy Incarnate Episode 8 Part 1

Kim Rak mengunjungi makam Joong Shin. Kim Rak mengatakan, ia masih memegang pesan Joong Shin itu. Ia tidak tahu siapa ibu yang terbaik untuk Ppal Gang, oleh sebab itulah ia ingin memperhatikan kedua ibu Ppal Gang terlebih dulu. “Bolehkah aku seperti itu, hyungnim?”.

Sementara itu, Ja Young dan Sung Sook berada dalam satu lift. Kali ini warna baju mereka sama lagi. Ja Young kesal sekali karena mereka masih saja memiliki selera yang sama dalam pakaian dan juga pria.

“Kalian berdua juga membenciku, kan?”, sahut Dir. Oh yang berdiri di belakang mereka. Ia sudah tahu kelakukan kedua rekan kerja itu. Ja Young dan Sung Sook menoleh, marah. “Tidak apa-apa. Teruskan saja…”, ucap Dir. Oh lagi.

Sung Sook bertanya berapa banyak uang kematian yang diberikan Ja Young untuk Ppal Gang. “Aku memberikan semua uang yang ku simpan khusus untuk Ppal Gang…”, sahut Ja Young, bangga.

Pintu lift terbuka, mereka lagi-lagi bersamaan hendak keluar dari lift. Membuat mereka saling bertabrakan. Ja Young membuang muka dan Sung Sook bergeser sedikit. AKhirnya, mereka pun bisa keluar, pergi dengan arah yang berbeda…

Dir Oh menggerutu. Heran kenapa mereka berdua masih saja seperti itu sampai umur sudah tua. “Apa aku perlu menikahkan mereka lagi?”, gerutunya. Kesal sekali.

Ja Young pergi ke ruang ganti. Ia mengganti bajunya.

Begitu juga dengan Sung Sook. Ia sudah mengganti bajunya dengan baju lapangan. Saat akan pergi, ia bertemu dengan Hwa Shin dan Hwa Shin ingin tahu kemana Sung Sook akan pergi.

Sung Sook mengaku ia akan pergi untuk mendapatkan berita eksklusif. Ia tidak ingin memberitahukan dengan jelas karena Hwa Shin adalah saingannya.

“Sebaiknya kau menyerahkan spot berita jam 9 itu. Kau akan terluka kalau bersaing denganku…”.

Sung Sook menyuruh Hwa Shin mengikutinya kalau memang Hwa Shin ingin tahu karena ia akan berteriak ‘Yahoo!’ di gunung nanti.

Sung Sook pun pergi. Tidak lupa menyenggol bahunya dengan keras pada Hwa Shin.

Ja Young membawa mobil berserta pasukan pengangkut barang ke rumah Ppal Gang. Ternyata di sana Sung Sook sudah tiba sedikit lebih cepat. Sung Sook sudah mulai mengeluarkan barang-barangnya dari dalam mobil.

Ja Young kesal sekali. Begitu juga dengan Sung Sook. Ja Young memerintahkan pasukannya untuk memindahkan barangnya lebih dulu. Sung Sook juga begitu. Mereka jadi rebutan siapa yang lebih dulu memasukkan barang ke rumah Ppal Gang. Sementara pada pekerja memasukkan barang, Ja Young dan Sung Sook berkelahi…

Hwa Shin datang. Memarahi mereka berdua. Ia juga memarahi pekerja yang masuk sembarangan ke rumah orang lain. “Ini rumah kakakku! Pindahkan truk kalian sekarang juga! Kalian juga! Seharusnya kalian minta izin Ppal Gang lebih dulu! Aku saja menunggu sampai Ppal Gang siap sebelum aku pindah ke sini!”, marah Hwa Shin pada Ja Young dan Sung Sook.

Hwa Shin menarik kasur yang sudah siap dinaikkan ke atas. Tapi, mesin tetap menaikkan kasur ke atas. Hwa Shin kesal sekali.

Ia lalu pindah ke atas kasur. Berusaha menghentikan para pekerja itu untuk menaikkan kasur ke atas. Sung Sook marah melihat Hwa Shin berusaha menghalangi kasurnya dibawa ke atas. Lalu ia pun ikut ke atas kasur, berusaha menarik Hwa Shin turun dari sana.

Sementara Hwa Shin dan Sung Sook sibuk bertengkar, Ja Young merasa mendapat ide. Ia menyuruh pekerja untuk memasukkan piring-piring dan peralatan rumah tangga yang lain lewat tangga.

Pekerja kesal karena itu membuat mereka capek. Ja Young membujuk mereka. Berjanji akan memberikan upah 3x dari biasanya.

Hwa Shin dan Sung Sook sudah tiba di atas. Mereka turun dari kasur dan berkelahi lagi di sana.

Tak lama, Kim Rak dan Ny. Ko datang. Mereka terkejut melihat apa yang terjadi di sana. Kim Rak menyuruh kakaknya ~ Kim Rak memanggil Ny. Ko dengan sebutan Unni ~ untuk pulang lebih dulu.

Ny. Ko heran mereka para juniornya ~ Ny. Ko menyebut Ja Young, Sung Sook, dan Hwa Shin sebagai juniornya ~ itu. Ia yakin pria manapun akan berakhir hidupnya jika harus menghadapi wanita seperti Ja Young dan Sung Sook. “Kau… kau sama sekali tidak boleh terlibat dengan kedua wanita itu!, pesan Ny. Ko pada Kim Rak.

Sekarang, Hwa Shin berdiri di depan pintu, melarang mereka semua masuk. Ja Young datang dengan membawa sekotak kimchi. Sung Sook menarik kotak itu, tidak mengizinkan Ja Young membawa masuk kotak itu ke dalam rumah.

Terjadi tarik menarik antara Ja Young dan Sung Sook, sampai akhirnya kotak itu terbang ke atas dan seluruh kimchinya jatuh mengenai Hwa Shin.

Hwa Shin kesal sekali. Berteriak dengan sangat keras di teras rumah… 😀

Sinopsis Jaelousy Incarnate Episode 8 Part 1

Hwa Shin kembali lagi ke stasiun. Dengan perasaan masih kesal dan dongkol, ia mengganti bajunya.

Belum beres memakai baju, Hwa Shin mengambil ponselnya, menelpon agen properti. Ia meminta mereka mencarikan rumah sewa di dekat restoran Kim Rak secepatnya. Tidak peduli berapa pun harganya atau pun bentuknya.

Ny. Ko mengunjungi Ny. Lee yang hanya tiduran saja di tempat tidur. Ia membujuk Ny. Lee untuk makan. “Kau mengusir Hwa Shin pergi. Apa kau ingin mati sendirian di sini?!”.

Ny. Lee tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya menyuruh Ny. Ko pulang dengan lemah.

Ny. Ko bertanya, apa Ny. Lee mendengar sesuatu dari Hwa Shin. “Menantumu, Ja Young dan Sung Sook pindah ke rumah Ppal Gang…”.

Sontak Ny. Lee bangun. Ia marah sekali.

Dae Goo menemui Chi Yeol di toilet. Ia memberitahukan Chi Yeol bahwa ia akan menjadikan Ppal Gang sebagai kekasihnya. Chi Yeol tidak peduli. Menyuruh Dae Goo melakukannya.

Dae Goo marah melihat Chi Yeol seperti tidak peduli. Seharusnya, paling tidak Chi Yeol memikirkannya dalam semalam karena Ppal Gang mencium Chi Yeol juga.

Chi Yeol melihat Dae Goo. Kesal. Lalu menyuruh Dae Goo minggir.

Di halaman sekolah, Ppal Gang sudah menunggu Dae Goo dan Chi Yeol. Dae Goo menanyakan bagaimana rasanya tinggal dengan 2 ibu.

“Uhmmm… Rasanya seperti mencium dua pria…”. Chi Yeol dan Dae Goo langsung marah. “Apa kalian tidak saling cemburu?”.

“Apa itu maumu?!”, tanya Chi Yeol dengan nada marah pada Ppal Gang.

“Ya. Terutama darimu”, sahut Ppal Gang pada Chi Yeol. Dae Goo menegur Ppal Gang yang sudah bersikap kejam pada mereka.

“Dia tidak menyukai kita berdua…”, ucap Chi Yeol, memberitahukan Dae Goo.

“Tidak. Dia menyukai kita berdua…”, sahut Dae Goo.

Chi Yeol tetap yakin pada kesimpulannya. Karena jika seorang gadis mencium pria yang disukainya, dia tidak akan mencium pria yang tidak disukainya.

Chi Yeol mengatakan itu sambil menatap tajam pada Ppal Gang. Ppal Gang terdiam, seperti memikirkan ucapan Chi Yeol itu.

Na Ri mendatangi butik Jung Won. Jung Won menyuruhnya datang dengan dresscode, rok pendek dan belly t-shirt.

Saat Na Ri tiba di sana, Jung Won sedang sibuk mendesain sebuah gaun. Jung Won protes saat melihat Na Ri tidak memakai baju seperti yang ia minta.

Na Ri tertawa. Mengatakan kalau ia merasa agak aneh memakai baju seperti itu lalu naik bus malam-malam. Lalu Jung Won pun menarik Na Ri, mengukur pinggang Na Ri dengan kedua tangannya. “Ayo kita selesaikan ini dengan cepat lalu pergi main…”.

Na Ri tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Jung Won. Jung Won mengambil meteran baju dan mengukur Na Ri. Jung Won memberitahukan bahwa ia akan membuat baju dengan ukuran Na Ri.

Na Ri menolak. Mengatakan kalau ia bisa memakai apa pun dengan ukuran 55.

“Kau akan memakai ukuran Pyo Na Ri. Bukan ukuran 55 atau 56 seperti orang lain. Ukuran ini hanya akan ada satu-satunya di dunia ini… Hanya ada satu. Pyo Na Ri size…”, ucap Jung Won sambil terus sibuk mengukur Na Ri.

Tidak hanya baju. Jung Won juga mengambil ukuran kaki Na Ri. Karena seorang pembawa ramalan cuaca lebih membutuhkan sepatu yang pas dibandingkan seorang pembaca berita karena pembaca berita hanya duduk saja sepanjang membawakan acara. Berbeda dengan pembawa ramalan cuaca yang haru terus berdiri.

Na Ri sempat menolak, tapi Jung Won tetap mengukur kaki Na Ri.

Setelah selesai, Jung Won langsung menggambarkan pola, memotong kain. Sementara Na Ri hanya duduk diam, memperhatikan.

Saat sudah selesai, Jung Won pun langsung mem-fittingnya pada Na Ri. Na Ri merasa sangat senang. Merasa baju itu sangat cantik.

Jung Won menyuruh Na Ri mengangkat kedua tangannya lebih tinggi. Tapi tiba-tiba Na Ri kesakitan karena tertusuk pentul. Jung Won langsung meminta maaf. Sambil membetulkan jarum pentul, ia berpesan agar Na Ri jangan pernah pergi dari hadapannya.

Na Ri pun tersenyum, senang.

Sinopsis Jaelousy Incarnate Episode 8 Part 1

Ja Young dan Sung Sook, malam itu mulai tinggal di rumah Ppal Gang. Mereka tidur di kamar yang sama bahkan berbagi tempat tidur. Mereka mencemaskan Ppal Gang yang belum juga pulang padahal hari sudah sangat malam.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar dan mereka langsung berpura-pura tidur. Pintu kamar dibuka. Karena melihat kedua ibunya sudah tidur, Ppal Gang menutup kembali pintunya.

 

Setelah Ppal Gang pergi, Ja Young dan Sung Sook baru merasa lega. Tapi kemudian mereka baru sadar kalau saling berpegangan tangan. Dengan segera, mereka cepat-cepat saling menjauh. Meletakkan bantal di tengah-tengah sebagai pembatas… 😀

Di saat mereka terus bertengkar, mereka tidak tahu, di kamar, Ppal Gang menangis sendirian sambil menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Ppal Gang menangis sambil memanggil-manggil ayahnya…

Na Ri sangat senang mengetahui bahwa ponselnya bisa diperbaiki. Bahkan video Hwa Shin masih ada di sana.

Saat bertemu dengan Hwa Shin di kantor, Na Ri langsung menggandeng lengan Hwa Shin. Mengajak Hwa Shin ke rumah sakit.

“Bukannya kau ada kencan dengan Jung Won?”.

“Akan aku urus nanti…’.

Hwa Shin tidak mau pergi ke rumah sakit. Tanpa mereka sadari, tiga rekan kerja Na Ri melihat dari jauh.

Na Ri menekan-nekan dada Hwa Shin, ingin tahu apakah Hwa Shin masih memakai bra pasca operasi karena ia tidak memakainya lagi. Hwa Shin kesal sekali. Merangkul Na Ri, membawa Na Ri ke depan toilet.

“Hei! Jangan sentuh tubuhku! Ini dadaku!”, ancamnya.

Na Ri mengatakan, ia tidak bisa tidak mempedulikan dada Hwa Shin. Dada itu memang dada Hwa Shin tapi Hwa Shin memperlakukan dadanya sendiri dengan tidak baik. Sebenarnya ia juga tidak ingin peduli, ia juga bahkan tidak ingin bertemu dengan Hwa Shin lagi. Tapi bagaimana, dada Hwa Shin mengingatkannya pada dada ibunya sendiri. “Tidak bolehkah aku hanya mempedulikan dadamu saja?”, bujuk Na Ri.

Hwa Shin terdiam. Dan tanpa mereka ketahui, lampu yang menandakan di toilet sedang terpakai atau tidak, berubah warna. Yang bagian pria berubah warna orange ke warna hijau. Sedangkan yang wanita, tetap berwarna merah…

Pagi itu, Ja Young datang ke stasiun bersama Hye Won. Ia bertanya pada Hye Won apakah ia beraroma kimchi. Hye Won mendekatkan hidungnya pad Ja Young dan kemudian mengatakan tidak.

Kemudian, mereka membicarakan tentang rekrutment yang akan datang. Ja Young berpikir, Hye Won lebih cocok membawakan berita jam 9 daripada Soo Jung. Ia mendengar rumor bahwa sebelum dilakukan public recruitment, stasiun akan mengganti para pembawa beritanya terlebih dahulu. Ia tidak ingin posisi itu jatuh pada reporter seperti Sung Sook. Jika itu terjadi, maka semuanya akan berakhir bagi pembaca berita wanita.

Di saat mereka sedang bicara, tiba-tiba Jae Young melihat Hwa Shin lewat di belakang mobilnya sambil merangkul Na Ri.

Hwa Shin dan Na Ri masuk ke mobil tanpa tahu bahwa banyak orang yang melihat mereka. Para rekan Na Ri pun masih melihat mereka. Mengikuti mereka sampai ke tempat parkir.

Mereka bertanya-tanya apakah Na Ri dan Hwa Shin itu berkencan. Mereka yakin tadi melihat Na Ri menyentuh dada Hwa Shin. Tapi Joo Hee yakin, Na Ri itu hanya melemparkan diri pada Hwa Shin. “Dia itu sangat gigih… Dia naksir Hwa Shin selama 4 tahun… Sekarang juga masih?”, gerutunya lagi.

Mobil Hwa Shin lewat di depan mobil Ja Young. Ja Young memberitahukan Hye Won bahwa Hwa Shin juga mengincar posisi berita jam 9. Ia yakin Hwa Shin dan Sung Sook pasti akan bertengkar. “Kau harus memanfaatkan kesempatan ini!”, pesannya pada Hye Won.

Na Ri merasa senang sekali berhasil membujuk Hwa Shin ke rumah sakit. Sepanjang jalan, ia senyum-senyum terus. “Jangan ketawa!”, kesal Hwa Shin.

Na Ri mengatakan, radiasinya tidak akan lama, hanya 10-15 menit saja.

Hwa Shin tiba-tiba mengajak makan karena ia belum makan seharian. Na Ri tidak mau. Ia ingin mereka ke rumah sakit dulu baru kemudian makan. “Aku akan membelikan yang enak untukmu…”, ucap Na Ri.

“Makan dulu…”.

“Rumah sakit dulu!”.

“MAKAN DULU!!!”, teriak Hwa Shin.

Na Ri kesal sekali. Menyuruh Hwa Shin meminggirkan mobil. “Cepat! Hentikan mobilnya…”.

Hwa Shin pun menepikan mobilnya. Hwa Shin mengatakan, ia sudah stres sejak kemarin. Jadi sebaiknya mereka makan dulu ia ingin sup iga sapi.

Na Ri semakin kesal. Ia menjambak rambut Hwa Shin dengan keras. “Apa aku melakukan ini untukku? Untuk dadaku?! Apa kau sedang puber, menopouse, atau apa?! Kenapa kau seperti ini?! Kenapa kau tidak mendengarkanku?!”, ucap Na Ri sambil berkali-kali menjambak rambut Hwa Shin… Ahaha… Lucu bgd ekspresi Hwa Shin di sini. Kayaknya dia seneng deh…

Na Ri mengancam jika Hwa Shin terus seperti itu, ia akan memberitahukan sahabat Hwa Shin itu. Ia yakin nanti Jung Won pasti akan menyeret Hwa Shin ke rumah sakit. Na Ri merasa sangat tertekan karena harus menanggung rahasia itu sendirian. Na Ri benar-benar merasa sangat stres karena Hw Shin.

Melihat Hwa Shin hanya diam saja, Na Ri berniat untuk pergi. “Ya Sudah! Aku tidak peduli. Mati saja sana!”.

Hwa Shin menarik tangan Na Ri. Mengatakan, ia akan ikut audisi pembaca berita jam 9. Na Ri merasa kesal lagi. Meminta Hwa Shin membiarkannya pergi. Tapi Hwa Shin mempererat pegangan tangannya.

“Jika orang-orang tahu akan punya kanker payudara, itu game over untukku…”. Hwa Shin merasa tempat itu seperti ruang ganti wanita baginya. Seandainya Sung Sook dan saingan yang lainnya tahu, mereka akan datang padanya seperti hyena. Mereka akan mencabik-cabiknya menjadi remahan daging dan menyebarkan gosip.

“Apa ada pembaca berita pria menderita kanker payudara? Mereka akan membicarakanku… Kali ini aku benar-benar harus menjadi pembca berita jam 9…”.

Na Ri berjanji tidak akan ada rumor. Tapi Hwa Shin masih saja terlihat enggan. Na Ri akhirnya menyerah. Turun dari mobil dan pergi.

Perawat di rumah sakit memanggil nama Pyo Na Ri. Pyo Na Ri yang sambil menggenggam tangan Hwa Shin, mengangkat tangan dengan ceria. Mereka masuk sambil berangkulan. Pasien yang lain melihat mereka sambil berbisik-bisik.

Di dalam, Dr. Geum mengomentari rambut Hwa Shin yang sedikit…

Na Ri langsung merapikan kembali rambut Hwa Shin yang berantakan gara-gara jambakannya dari. Tidak peduli meskipun Hwa Shin melarang Na Ri menyentuhnya.

Dr. Geum hanya berdehem, melihat kelakukan dua pasien uniknya itu. Lalu ia mengatakan, mulai saat ini Hwa Shin akan dipanggil Pyo Na Ri. Karena Hwa Shin sangat khawatir akan rumor, maka ia dan Na Ri mencoba melakukan solusi itu.

“Di ruang tunggu, ruang radiasi, dan ruang ganti baju, bahkan di ruang foto, namamu akan menjadi Pyo Na Ri… Jadi, saat mereka memanggil Pyo Na Ri, kau hanya perlu menjadi walinya. Kau hanya perlu berpura-pura menjadi seorang wali… Kau tidak masalah kan dengan ini?”.

“Lalu nanti orang-orang akan berpikir Pyo Na Ri yang sakit kanker payudara…”, protes Hwa Shin.

Na Ri sepertinya baru sadar dengan apa yang akan terjadi. Tapi kemudian, ia bilang tidak apa-apa. Hwa Shin hanya kanker stadium 1 jadi meskipun terlihat sedikit buruk, tapi tidak apa-apa.

Dr. Geum menyuruh Hwa Shin berterima kasih atas apa yang dilakukan Na Ri itu. Hwa Shin masih tidak mau karena Na Ri juga bekerja di media.

Dr. Geum jadi marah dan menggebrak meja. Karena ia sudah mengatakan agar Hwa Shin membuang seluruh payudaranya, tapi Hwa Shin malah berkeras untuk membuang sedikit saja.

Na Ri mencoba membujuk Hwa Shin lagi. Dengan kondisi seperti itu, jika mau melakukan treatment yang teratur, pasti akan sembuh. “Kebanyakan wanita tahu itu. Meskipun orang menyangka aku menderita kanker payudara stadium 1 dan harus diradiasi, aku tidak masalah. Yang penting kau harus sembuh, reporter Lee…”.

Na Ri mengatakan, yang akan menjalani perawatan adalah Hwa Shin, yang merasakan sakit juga Hwa Shin. Ini tidak seperti mereka benar-benar bertukar tempat… “Aku hanya perlu berpura-pura dan kau juga berpura-pura menjadi waliku…”. Na Ri terus membujuk Na Ri.

Sampai-sampai Dr. Geum berkomentar, melihat mereka berdua, sepertinya Na Ri lebih mencintai Hwa Shin daripada Hwa Shin pada Na Ri. “Pria harus lebih menyukai wanita dalam sebuah hubungan…”, ucapnya pada perawat yang berdiri di sampingnya.

Na Ri langsung tertawa, mengatakan kalau mereka bukan pasangan kekasih.

“Apanya yang bukan… Aku melihat kalian berdua berciuman…”, sahut Dr. Geum, sangat yakin.

Na Ri sangat kaget. Meminta Hwa Shin mengatakan sesuatu. Tapi Hwa Shin hanya diam saja.

“Kau sungguh beruntung, Reporter Lee… Dimana lagi kau akan menemukan wanita seperti ini…”, ucap Dr. Geum lagi.

Na Ri kembali tertawa, berusaha meyakinkan Dr. Geum kalau mereka benar-benar bukan pasangan. Hwa Shin hanya menatap Na Ri saat Na Ri berusaha dengan keras menjelaskan pada Dr. Geum bahwa mereka bukan pasangan, mereka tidak ada hubungan apa-apa…

Bersambung…

4 Comments
  1. Alifia Hanum says

    Hwa Shin tanpa sadar sdh mulai jealous dan jatuh Cinta sama Na Ri, tatapan matanya bikin meleleh….
    Tapi Jung Won juga sweet bgd yaa…
    Jadi bingung mau pilih yg mana? Hehehehe….
    Makasih yaa mba udh nulis sinopsisnya, semangat terus…..

    1. kdramastory says

      Sama-sama ya…

  2. nurhasanah says

    aduh mbak dian …..say gak berhenti tertawa nonton dan baca epi 8 ini….
    hwa shin itu loh??????? perasaan nggak disini enggak di oh my ghost….jo jong suk kebagian digerayangi (apaan tu) diraba raba terus sama leadfemalenya, disini dada, disana sampe lebih ekstrim malah….pokoknya LOL banget dah…..
    mungkin jung won itu cuman pengen ngerasaain hidup yg naik turun yah kayak orang normal, soalnya dia kan udh kaya dari lahir tuh, dan hidupnya kayanya diatur dan ikut aturan terus, nggak pernah melawan gitu….mknya dia temenan baik sama hwa shin, dan jatuh cinta sama nari, yg ia nilai keduanya punya warna……
    scene dia ngukur baju itu romantis bgt yah……oh, jd meleleh saya sama kgp di episode ini, kayaknya drama drama yg airing sekarang lagi demam swetu swetunya second lead bak dian, disini KGP, di satunya kang haneul, disatunya ahn jae hyun sama lee jong shin……
    mian komennya sepanjang ular bak dian, habisnya gatel pengen ngomentarin…..
    kamsahamnida jeongmal, HIM!

    1. kdramastory says

      Ahahaha… lg demam second lead jg rupanya…
      dulu waktu reply88, sempat suka sm KGP, tp setelah ternyata dia sm bora… ya sudahlah… tinggalkan sj dia… ujung2nya malah sukanya sm RJY… xixixi…

Leave A Reply

Your email address will not be published.