Sinopsis My Lawyer Mr. Jo Episode 11 Part 2

0

[Sinopsis My Lawyer Mr. Jo Episode 11 Part 1]

 

Sinopsis My Lawyer Mr. Jo Episode 11 Part 2

Jin Wook sedang bersiap-siap akan pulang saat ayahnya masuk ke ruang kerjanya. Kep. Jaksa Shin bertanya, apa Ji Wook melihat berita. “Maksud ayah Deul Ho?”, tanya Ji Wook.

Kep. Jaksa Shin mengomentari Deul Ho yang sepertinya sangat suka masuk berita. Ji Wook menebak sepertinya kali ini Deul Ho akan mengejar Daehwa Group lagi. Kep. Jaksa Shin merasa itu tidak aneh karena Deul Ho adalah tipe orang yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang diinginkan. Ji Wook bertanya, apa yang akan ayahnya lakukan.

“Kau tidak akan bisa menghancurkan sebuah batu besar dengan sebutir telur…”, ucap Kep. Jaksa Shin. Kep. Jaksa Shin merasa Deul Ho tidak akan mampu melakukannya sendiri jadi Deul Ho memerlukan media.

“Mungkin batu besar itu tidak akan hancur, tapi yang pasti batu besar itu akan kotor…”, sahut Ji Wook. Kep. Jaksa Shin menyuruh Ji Wook tidak perlu peduli masalah itu. Saat ayahnya akan pergi, Ji Wook menanyakan pendapat ayahnya, apakah ia harus menjadi sebuah batu besar atau sebutir telur. Ji Wook merasa ia seperti orang bodoh yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

Kep. Jaksa Shin balik bertanya, menurut Ji Wook kenapa kuda dipakaikan kacamata kuda. “Supaya kuda tidak melihat ke samping…”, jawab Ji Wook. Berbeda dengan Ji Wook, menurut Kep, Jaksa Shin, kuda dipasangkan kacamata kuda supaya kuda tidak takut dengan kuda lain yang berlari di sampingnya.


Deul Ho dan yang lainnya masih mengawasi rumah Myung Joon. Dae Soo sudah mulai sangat mengantuk dan mengatakan keyakinannya bahwa tidak mungkin mereka menemukan bukti apa pun di sana. Dae Soo bahkan bertaruh 1000 dolar atas keyakinannya itu. “Kau serius?”, tanya Deul Ho. Aku serius, sahut Deul Ho. Deul Ho menyuruh Dae Soo menunggu, karena ia yakin dengan feelingnya itu.


Dae Soo menertawakan Deul Ho. Tapi tawanya itu langsung menghilang saat sebuah mobil berhenti di depan rumah Myung Joon. Mereka berpikir orang yang akan keluar dari mobil itu adalah seorang pria, tapi ternyata seorang wanita. Mereka lebih kaget lagi saat melihat wanita itu memiliki kunci dan masuk begitu saja ke dalam rumah Myung Joon yang terlihat gelap.

Dae Soo menebak, wanita itu mungkin istri Myung Joon. Tapi menurut Ae Ra, istri Myung Joon ada di Inggris. “Lalu apa dia wanita simpanannya?”, tanya Dae Soo. “Dia punya kunci dan dia tahu kode rumahnya. Menurut kalian siapa dia?”, tanya Deul Ho.

“Yang pasti bukan orang sembarangan…”, sahut Dae Soo.


Tak lama, wanita itu keluar. Ia seperti membawa sesuatu, mirip seperti dokumen dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Deul Ho dan yang lainnya langsung mengikuti mobil itu hingga akhirnya mobil itu masuk ke parkiran basement sebuah apartemen.

Dae Soo tidak bisa mengikuti mobil itu lagi karena tertahan pintu parkir. Dae Soo berusaha menyebutkan nomor unit apartemen, tapi percuma. Hingga dua kali ia salah terus. Pihak sekuriti mengatakan tidak ada unit yang disebutkan oleh Dae Soo itu.

Deul Ho sudah tidak sabar, takut kehilangan mobil itu. Ia dan Yoo Shin turun dari mobil dan berlari masuk ke area parkir. Mereka terus berlari hingga akhirnya berhasil menemukan mobil putih itu.

Saat wanita itu hampir tiba di area lift, Deul Ho dan Yoo Shin berpisah. Saat wanita itu membuka pintu yang menuju lift dengan kartu unit apartemennya, tiba-tiba Yoo Shin mengejutkan wanita itu dengan memanggilnya ‘Noona’. Pada saat yang bersamaan, Deul Ho masuk ke area lift melalui pintu yang sudah terbuka. Sementara itu, Yoo Shin meminta maaf karena sudah mengira wanita itu adalah kakaknya.


Saat wanita itu masuk area lift, Yoo Shin berpura-pura menelpon kakaknya, mengatakan ia sedang ada di parkiran. Sambil menelpon, Yoo Shin mengikuti wanita wanita itu masuk.


Deul Ho menekan tombol salah satu lift. Dan wanita itu masuk ke lift yang lain. Deul Ho dan Yoo Shin segera ikut masuk. Yoo Shin menekan terlebih dahulu, lantai 25, lalu Deul Ho, lantai 23, dan terakhir wanita itu, lantai 17. Deul Ho pura-pura berbincang dengan Yoo Shin, membicarakan tentang air yang tidak lancar di lantai 25. Pada saat itu, wanita itu mendapatkan telpon dari seseorang dan ia berbicara mesra dengan orang yang ditelpon itu.


Saat wanita itu keluar di lantai 17, Deul Ho mengikutinya. Tapi ia langsung bersembunyi karena wanita itu bertemu dengan Tuan Jung. Tidak hanya itu, wanita itu berbicara dengan nada manja pada Tuan Jung dan menggandeng lengan Tuan Jung. Mereka saling berangkulan dan masuk ke dalam apartemen.

Mereka langsung kembali ke dalam lift. Deul Ho terlihat memikirkan sesuatu. Yoo Shin sangat excited, karena menemukan sesuatu yang menarik. Tuan Jung, wanita itu, dan Lee Myung Joon. Ia berpikir ada cinta segitiga di antara mereka.


Tuan Jang berbicara dengan Hae Kyung dan Pengacara Kim. Tuan Jang memberitahukan bahwa pagi ini Deul Ho sudah memasukkan keluhan terhadap Daehwa Group. Pengacara Kim memuji Deul Ho yang memiliki keberanian, tapi dengan nada mengejek, Pengacara Kim mengatakannya sambil jelas-jelas melihat pada Hae Kyung. Hae Kyung menatap Pengacara Kim dengan tajam sampai-sampai Pengacara Kim terpaksa diam.

Pada ayahnya, Hae Kyung meminta izin untuk mengambil kasus itu. Tapi Tuan Jang tidak setuju karena ia sudah memberikannya pada Pengacara Kim dan lagi pula Pengacara Kim berpengalaman dalam kasus sipil dan sudah beberapa kali menghadapi kasus yang melibatkan perusahaan besar. “Jika kita kalah dalam kasus ini, maka akan tidak baik untuk reputasi Daehwa dan Geum San juga…”, ucap Tuan Jang.

“Apa hanya itu alasannya?”, tanya Hae Kyung, to the point.

“Tidak ada”, jawab Tuan Jang, singkat, tidak melihat ke arah Hae Kyung.

Melihat suasana yang dingin antara Tuan Jang dan Hae Kyung, Pengacara Kim pamit dengan alasan masih ada pekerjaan yang harus ia lakukan. Setelah Pengacara Kim pergi, Hae Kyung bertanya pada ayahnya, apakah ayahnya tidak mempercayainya. Tuan Jang mengatakan, ia percaya pada Hae Kyung dalam segala hal, tapi tidak jika itu berkaitan dengan Deul Ho. Fakta bahwa Hae Kyung mengizinkan Deul Ho masuk ke rumah, itu membuktikan bahwa hati Hae Kyung bisa saja goyah.

“Tapi dari yang aku lihat, ayah sendiri yang lebih goyah daripada aku”, ucap Hae Kyung dengan nada marah. Setelah mengatakan itu, Hae Kyung pergi dari ruangan ayahnya.


Hae Kyung memanggil Pengacara Kim ke ruangannya. Ia ingin memastikan sepertinya Pengacara Kim memang sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari. “Seperti itulah…”, sahut Pengacara Kim, ekspresinya terlihat aneh. Hae Kyung meminta Pengacara Kim untuk terus mengupdate perkembangan kasus itu padanya. “Baiklah, memang selalu seperti itu kan…”, sahut Pengacara Kim lagi, masih dengan nada yang sama. Menjijikkan.

Melihat cara bicara Pengacara Kim padanya, Hae Kyung menebak ada sesuatu yang terjadi. Pengacara Kim mengelak. Walaupun Hae Kyung mencoba mendesaknya, Pengacara Kim tetap tidak mengatakan apa pun. Ia hanya berjanji akan tetap mengupdate terus perkembangannya pada Hae Kyung.

Hae Kyung menyerah dan tidak bertanya lebih jauh. Ia menyibukkan diri dengan membuka dokumen, memberi isyarat pada Pengacara Kim untuk pergi karena ia sibuk. Pengacara Kim belum beranjak, ia malah mengatakan kalau akhir-akhir ini Hae Kyung terlihat sensitif dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan Deul Ho. Melihat reaksi Hae Kyung, Pengacara Kim meralat ucapannya, awalnya ia mengatakan Jo Deul Ho, lalu ia menyebut Pengacara Jo.

Hae Kyung hanya diam saja. Melihat reaksi Hae Kyung itu, Pengacara Kim tidak jadi meneruskan bicaranya dan keluar dari ruangan Hae Kyung.


Eun Jo dan kedua orang tuanya sarapan bersama. Ibu Eun Jo terlihat sedikit tidak cemas, merasa tidak bisa meninggalkan Tuan Hong sendirian untuk pergi bekerja. Ia berpikir akan mengambil cuti daripada terus khawatir Tuan Hong akan melakukan hal-hal yang bodoh lagi. Tuan Hong bersumpah tidak akan melakukannya lagi dan menyuruh istrinya pergi bekerja saja.

Ibu Eun Jo masih tidak tenang, ia meminta Eun Jo untuk menemani Tuan Hong. Setelah Eun Jo berjanji, baru ibu Eun Jo berangkat kerja. Setelah istrinya berangkat kerja, Tuan Hong meminta maaf pada Eun Jo karena sudah merepotkan Eun Jo. Eun Jo meminta Tuan Hong untuk memberitahukannya jika ada sesuatu yang diinginkan Tuan Hong, karena mereka pun sekarang sudah satu keluarga.


Deul Ho mengadakan rapat dengan Ae Ra dan yang lainnya. Deul Ho membuat bagan di papan tulis. Ia menjelaskan Myung Joon yang merupakan direktur perusahaan Daehwa yang mengawasi semua pekerjaan konstruksi dan juga menerima setoran kembali uang dari para subkontraktor. Lalu, Lee So Jung, wanita yang mereka lihat bersama Tuan Jung di apartemen dan ternyata adalah adiknya Myung Joon. Deul Ho menduga uang setoran yang diterima oleh Myung Joon, ujung-ujungnya semuanya masuk ke Tuan Jung juga.

Deul Ho memberi tugas pada Yoo Shin untuk terus mengawasi Lee So Jung. Pada ‘si gendut’, Deul Ho menyuruhnya mengawasi Tuan Hong karena saat ini keadaan Tuan Hong belum stabil. Lalu Ae Ra bertugas menggali informasi tentang Lee Myung Joon.


Pengacara Kim memberitahukan Tuan Jung bahwa ia sudah berbicara pada semua subkontraktor. Ia menyuruh semua subkontraktor untuk menutup mulut jika masih ingin mendapatkan proyek dari Daehwa Group dan mereka berjanji akan berada di pihak Tuan Jung. Tuan Jung menanyakan tentang para pekerja Tuan Hong. Pengacara Kim mengatakan ia sudah memasukkan permohonan pernyataan hukum yang menjelaskan bahwa Tuan Jung tidak berhutang apa pun pada mereka. Selain itu, ia juga berencana memasukkan tuntutan karena telah mengganggu jalannya bisnis.

Tuan Jung mengatakan ia tidak mau memaafkan siapa pun yang mengganggu bisnisnya. Ia ingin memberi pelajaran pada orang-orang yang berani berbuat kekacauan dengannya. “Jangan beri mereka ampun”, pesan Tuan Jung. Pengacara Kim mengiyakan. Lalu sambil berbisik, Pengacara Kim bertanya apakah akan mereka lakukan dengan Deul Ho.

Tuan Jung terdiam, lalu mengatakan, “Dia seseorang yang tidak bisa aku maafkan…”.


Para pekerja Tuan Hong mendatangi kantor Deul Ho. Mereka sudah tidak sabar karena sudah tiga bulan mereka belum mendapat bayaran. Biasanya Tuan Hong selalu membayar sedikit demi sedikit setiap kali Tuan Hong mendapatkan uang. Tapi kali ini tida sepeser pun mereka mendapatkannya. Jadi mereka menemui Deul Ho ingin mengajukan tuntutan hukum pada Tuan Hong karena telah menolak membayar gaji dan penipuan.

“Haruskah kalian melakukan ini? Setahuku kalian sudah bekerja lebih dari lima tahun pada Tuan Hong…”, ucap Deul Ho. Tapi mereka tetap pada pendirian mereka, mereka tidak punya pilihan lain dan mereka juga harus bertahan hidup.


Tiba-tiba Dae Soo datang, Deul Ho langsung menarik Dae Soo. Mengatakan pada para pekerja untuk menunda rencana mereka itu. Ia berjanji akan menadapatkan uang Tuan Hong dari Daehwa sehingga Tuan Hong bisa membayar gaji mereka. Deul Ho bahkan menggunakan Dae Soo sebagai jaminannya. Tapi para pekerja itu tidak mau mendengarkan lagi. Mereka menyuruh Deul Ho mengatakan pada Tuan Hong untuk segera datang ke kantor polisi.

Setelah berpesan seperti itu, para pekerja itu pun langsung pergi, tidak menggubris panggilan Deul Ho. Bahkan saat Dae Soo memanggil mereka dan berjanji akan memberikan uangnya untuk mereka, mereka tetap tidak peduli.


Setelah menyiapkan makan malam, Eun Jo mengatakan pada Tuan Hong bahwa ia akan keluar sebentar. Eun Jo berpesan pada Tuan Hong untuk makan bersama ibunya karena ibunya akan segera kembali dari kerjanya. Tuan Hong yang sedang tidur di sofa tidak menjawab. Eun Jo berpikir mungkin Tuan Hong sedang tidur, karena Tuan Hong membelakanginya. Setelah mengatakan itu, Eun Jo pun pergi.

Setelah Eun Jo pergi, Tuan Hong pun membuka matanya. Diam-diam ia pergi dari rumah…

Untungnya, seperti pesan Deul Ho, ‘Si gendut’ terus mengawasi Tuan Hong. Melihat Tuan Hong pergi diam-diam, ‘si gendut’ langsung menelpon Deul Ho.


Kep. Jaksa Shin sudah bersiap pulang. Ji Wook datang dan mengabarkan bahwa penyelidikan atas ayahnya sudah dihentikan. Kep. Jaksa Shin tertawa, ia heran karena Ji Wook masih memikirkan tentang itu. Kep. Jaksa Shin yakin penyelidikan akan berhenti karena tidak ada sesuatu yang ditemukan. Ji Wook merasa sepertinya ayahnya sudah membereskan masalah itu. Sepertinya semuanya berjalan seperti yang ayahnya rencanakan.

“Rencana saja tidak cukup. Kau harus melaksanakan rencananya supaya semuanya berjalan seperti yang kau inginkan. Ingat itu…”, pesan Kep. Jaksa Shin sambil menepuk pundak Ji Wook dan keluar dari ruangannya. Ji Wook sepertinya mengerti maksud ucapan ayahnya, sayangnya ia tidak bisa melakukan apa apa. Tapi dari raut wajahnya, ia terlihat sedikit kecewa pada ayahnya.


Saat berjalan pulang, tidak sengaja Ji Wook melewati tempat Eun Jo bekerja part time. Ji Wook kaget melihat Eun Jo bekerja di sana. Eun Jo sendiri kaget saat melihat Ji Wook sedang melihat ke arahnya. Ji Wook memutuskan untuk masuk.


Eun Jo membawakan makanan yang dipesan oleh Ji Wook dan Ji Wook mengucapkan terima kasih. Ji Wook menebak sepertinya Deul Ho tidak memberi Eun Jo gaji. “Bukan seperti itu. Ia memberinya sedikit sedikit”, sahut Eun Jo.

“Kalau begitu kenapa kau bekerja di sini malam-malam begini?”, tanya Ji Wook. Eun Joo tidak bisa menjawab. Ji Wook bertanya apakah Eun Jo senang bekerja dengan Deul Ho. Eun jo mengiyakan. Mengatakan kalau ia belajar banyak dari Deul Ho. Ji Wook ingin tahu apa yang dipelajari Eun Jo dari Deul Ho.


Eun Jo tersenyum dan kemudian memutuskan duduk di depan Ji Wook. “Aku pikir tentang sikap dan etos kerjanya…”, ucap Eun Jo. “Saat aku bekerja di Geum Sam, aku hanya berhadapan dengan kertas saja. Teman baikku hanya mesin fotokopi. Tapi sekarang aku belajar memahami orang lain..”.

“Jika kau terus memahami orang lain, kau akan terbawa perasaanmu. Kau akan melepaskan orang hanya karena mereka baik atau kau merasa kasihan pada mereka”, ucap Ji Wook. Eun Jo membantah, mengatakan ia tidak melepas mereka, tapi ia mencoba mendengarkan mereka. “Itulah yang seharusnya kita lakukan…”, ucap EUn Jo.

“Kita?”, tanya Ji Wook heran.

“Iya. Kita. Orang-orang seperti kita yang belajar tentang hukum…”, ucap Eun Jo. Ji Wook berpikir apa yang dikatakan Eun Jo memang benar tapi ia menyarankan agar Eun Jo tidak terlalu terpengaruh pada Deul Ho. “Kenapa? Aku menyukainya…”, Eun Jo keceplosan.

Ji Wook kaget. Eun Jo cepat-cepat meralat ucapannya itu, mengatakan bahwa ia tidak menyukai dalam artian romantis, tapi ia mengagumi Deul Ho. Ia kagum dengan ide-ide Deul Ho dan segalanya menjadi tidak membosankan jika bersama dengan Deul Ho.


Pada saat yang bersamaan, beberapa orang pria masuk ke dalam restoran. Eun Jo berpikir mereka akan makan di sana tapi ternyata mereka datang untuk mencarinya. Mereka tahu ia adalah putri dari Tuan Hong dan Tuan Hong belum membayar hutangnya pada mereka. Mereka datang untuk menagihnya pada Eun Jo. Eun Jo jelas kaget.

Untungnya, di sana ada Ji Wook. Ji Wook memperkenalkan dirinya dan menunjukkan kartu jaksanya pada mereka. Mengancam akan menyelidikan semua tindakan ilegal mereka. Mereka yang tadinya sok jagoan langsung mundur dan pergi dari restoran. Eun Jo baru bisa bernafas lega, ia sangat berterima kasih pada Ji Wook.


Tuan Hong ternyata datang ke rumah sakit. Mengunjungi anaka buahnya yang bernama Chang Jo yang sedang terbaring sakit. Kaki Chang Jo sepertinya patah dan digips. Deul Ho yang diam-diam mengikuti Tuan Hong, mengintip dari kejauhan.

Chang Jo mengungkapkan rasa tidak nyamannya karena menjadi beban bagi Tuan Hong. Apalagi pihak Daehwa terus menolak membayarkan asuransi. Tuan Hong meminta Chang Jo untuk tidak seperti itu karena itu sudah menjadi tugasnya sebagai bosnya Chang Jo. Tuan Hong meminta Chang Jo berjanji padanya, agar menjalani hidup Chang Jo dengan baik.

Chang Jo kaget mendengar ucapan Tuan Hong, ditambah lagi nada bicara Tuan Hong terdengar aneh. Tuan Hong segera meralat ucapannya, mengatakan ia berharap mereka semua bisa menjalani hidup mereka dengan baik. chang Jo baru bisa tersenyum tenang.


Tuan Hong pulang dengan berjalan kaki, melewati jembatan yang sudah sepi. Deul Ho masih setia mengikuti dari belakang. Eun Jo tiba-tiba menelpon Deul Ho, mengabarkan tentang ayahnya yang hilang. Ia sangat khawatir karena saat tiba di rumah, ayahnya sudah tidak ada lagi.

Deul Ho meminta Eun Jo untuk tidak khawatir karena ia sedang bersama dengan Tuan Hong. Deul Ho berjanji akan segera membawa Tuan Hong pulang. Eun Jo sangat lega dan mengucapkan terima kasih pada Deul Ho. Setelah menutup telponnya, Eun Jo mengabarkan kabar itu pada ibunya. Ibu Eun Jo yang tadinya panik baru bisa bernafas lega.


Sementara itu, Tuan Hong tiba-tiba berhenti dan memandang ke arah sungai. Perlahan ia membuka sepatunya dan naik ke pagar pembatas jembatan. Deul Ho tiba-tiba datang, mengagetkan Tuan Hong. Tuan Hong menangis dan merasa sangat malu pada Deul Ho dan mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.


Deul Ho membawa Tuan Hong untuk berbicara. Deul Ho bahkan memberi Tuan Hong minum. Tuan Hong bertanya, darimana Deul Ho tahu ia ada di sana. “Aku punya feeling yang bagus…”, sahut Deul Ho. Tuan Hong tertawa, kecut. Deul Ho menyayangkan kenapa Tuan Hong mencoba bunuh diri lagi. Ia berharap Tuan Hong memikirkan orang-orang yang akan ditinggalkan oleh Tuan Hong.

“Setiap hari, semua ini seperti menyiksaku…”, ucap Tuan Hong. Deul Ho mengatakan ia mengerti perasaan Tuan Hong. Deul Ho juga menceritakan kalau tadi Nona Lee menelponnya, mengatakan kalau ia tidak tahu dimana ayahnya berada. “Dia memanggilmu dengan ayah…”, ucap Deul Ho pada Tuan Hong. Tuan Hong merasa senang hanya saja ia merasa tidak pantas mandapatkan panggilan itu karena ia tidak bisa memberikan apa pun pada Eun Jo.

“Kita tidak perlu memberikan apa pun untuk menjadi satu keluarga. Keluarga adalah seseorang yang selalu mensupport dan merangkul kita dimana pun kita berada”, ucap Deul Ho. Deul Ho menceritakan, ia juga punya seorang putri, yang sangat cantik dan sangat ia cintai di dunia ini. Peutrinya itu tidak memanggilnya ayah tapi superman.

Deul Ho mengatakan, ada saatnya ia merasa ingin menyerah tapi ia selalu memikirkan putrinya. “Jadi aku mencoba terus bertahan. Ada saat-saat kita merasa semua ini tidak pernah berakhir. Tapi percayalah, ini pasti akan segera berakhir. Akan selalu ada hari esok…”. Tuan Hong menangis mendengar nasehat Deul Ho itu.

Deul Ho mengatakan lagi kalau tadi ia melihat Tuan Hong membayarkan biaya rumah sakit untuk anak buah Tuan Hong. Deul Ho memuji Tuan Hong yang sangat mengagumkan. “Kau juga seorang superman. Seorang superman tidak boleh lemah. Masalah ini pasti akan terselesaikan dan hari ini juga pasti akan berakhir…”. Tuan Hong menangis semakin keras. Ia mengucapkan terima kasih pada Deul Ho.


Deul Ho baru keluar dari atm dan mendapatkan telpon dari seseorang. Orang itu mengaku bahwa dirinya adalah Lee Myung Joon dan ingin bertemu dengan Deul Ho di proyek konstruksi. Deul Ho berjanji akan datang ke sana. Namun sebelum pergi, Deul Ho sempat menelpon seseorang, entah Eun Jo atau mungkin Dae Soo, atau Ae Ra. Tapi tersambung ke voicemail.


Deul Ho tiba di proyek dan tidak terlihat siapa pun di sana. Deul Ho mencoba menelpon seseorang lagi, tapi lagi-lagi tersambung dengan voicemail. Tiba-tiba Deul Ho melihat sekelebat bayangan seseorang di balik sebuah dinding. Deul Ho yang tadinya hanya berdiri di teras, masuk lebih ke dalam.


Deul Ho melihat bayangan seseorang di lantai dua dan ia mengikutinya ke arah tangga. Deul Ho naik beberapa anak tangga dan pada saat itulah potongan kayu yang sangat banyak jatuh mengenainya. Potongan-potongan kayu itu juga mengenai pipa-pipa yang ada di sana dan membuat pipa-pia itu juga terjatuh, menimpa Deul Ho. Deul Ho tidak bisa bergerak lagi dan sepertinya terluka.

Sebelum jatuh pingsan, Deul Ho sempat melihat seserorang di bordes tangga.

Bersambung…

[Sinopsis My Lawyer Mr. Jo Episode 12 Part 1]

Leave A Reply

Your email address will not be published.