Update Sinopsis Drama Korea Terbaru

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 10 Part 1

0

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 9 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legengd Of The Blue Sea Episode 10 Part 1

Joon Jae mendekatkan api lighternya ke lukisan itu. Di pinggir lukisan itu terdapat tulisan,

Jika kau adalah aku di kehidupan selanjutnya, ingatlah kata-kata ini bahkan setelah kau terbangun dari mimpimu. Semuanya akan terulang dengan sendirinya. Takdir di dunia ini akan berlanjut di dunia sana. Termasuk juga takdir yang buruk. Lindungi wanita itu dari seorang yang berbahaya…

Tulisan itu adalah tulisan yang sengaja ditulis oleh Dam Ryung untuk menyampaikan pesannya pada Joo Jae di kehidupan selanjutnya.

=== Flashback ===

Dam Ryung menyimpan lukisan itu di dalam sebuah kotak kayu besar dan terlihat kokoh. Ia memberikan kotak itu pada pelayannya ~ yang di masa sekarang adalah oppa-nya Si Ah, tapi di kehidupan masa lalu adalah pelayan ibu Dam Ryung.

Ia meminta pelayan itu supaya memberikan kotak kayu itu pada ibunya dan berpesan agar kotak kayu itu ditanam di halaman belakang rumahnya sedalam 3 meter. Apa pun yang terjadi, apakah itu kejadian yang menimpanya, kotak itu sama sekali tidak boleh dibuka ataupun dipindahkan.

Pelayan itu menanyakan apa yang dimaksud oleh Dam Ryung tentang sesuatu yang akan terjadi pada Dam Ryung.

Dam Ryung terdiam, teringat apa yang dibaca Joon Jae di perpusatakaan, lalu ia hanya tersenyum pada pelayannya. Ia hanya memohon bantuan pelayannya itu.

=== Flashback End ===

Joon Jae bicara pada lukisan itu. Bertanya siapa Dam Ryung? Siapa wanita itu dan siapa pria yang berbahaya itu? Apakah pria yang di dalam lukisan itu dirinya? Apakah ini bukan mimpi tapi benar-benar dirinya?

Ketukan Si Ah di pintu menyadarkan Joon Jae dari lamunannya. Ia pun segera keluar dari ruangan itu.

Begitu Joon Jae keluar, Si Ah langsung bergelayut manja di lengan Joon Jae karena takut akan gelap. *Isssshhhh… Centil kali pun 😡😡😡 *

Tapi baru saja Si Ah manja pada Joon Jae, lampu menyala. *Syukurin!!! 😤😤😤*

Joon Jae langsung melepaskan tangan Si Ah dari lengannya. 😛

Si Ah ingin masuk melihat tapi Joon Jae mengajak Si Ah langsung pulang dengan alasan sudah malam dan di luar hujan. Tapi Si Ah bersikeras ingin melihat karena menurut kuratornya, pria yang dari masa Joseon itu tampan seperti penyanyi K-pop. *Sy sih berharap Si Ah menyebutkan mirip Lee Min Ho… 😀 *

Joon Jae pun tidak bisa mencegah Si Ah masuk ke dalam. Ia menyusul Si Ah yang sekarang terpaku menatap lukisan itu. “Kau merasakannya juga, kan? Dia sangat persis denganmu…”.

Joon Jae mencoba menyangkal tapi Si Ah tetap merasa pria di lukisan itu benar-benar mirip Joon Jae. Joon Jae tidak yakin, ia merasa tampangnya jauh lebih baik dari pria di lukisan itu.

Joon Jae lalu pergi sambil mengajak Si Ah pulang.

Si Ah masih penasaran dengan pria di lukisan itu. Menurutnya, ada kemungkinan pria itu leluhurnya Joon Jae. Mungkin karena itulah Joon Jae tertarik dengan Kim Dam Ryung.

Joon Jae tidak berkomentar apa-apa. Tapi ia meminta Si Ah merahasiakannya dari siapa pun. Joon Jae beralasan ia tidak ingin Si Ah dalam masalah karena tempat itu terlarang bagi pihak yang tidak berwenang dan ia juga sedang dalam proses mencari tahu sesuatu.

Merasa senang karena berbagi rahasia yang sama dengan Joon Jae, Si Ah pun langsung setuju. Berjanji akan merahasiakannya untuk Joon Jae. Si Ah tersenyum kecil lalu menyampirkan rambutnya ke belakang telinganya.

Joon Jae hanya tersenyum tipis. Tahu Si Ah termakan gombalannya… 😀

Di suatu tempat, Dae Young terbangun karena suara petir yang menggelegar. Ia bertanya-tanya kenapa ia terus mendapatkan mimpi itu. “Aku tidak menyukainya…”, gumamnya.

Sinopsis The Legengd Of The Blue Sea Episode 10 Part 1

Sementara itu, Sim Chung tidak bisa tidur karena Joon Jae belum juga pulang setelah mendapatkan telpon dari Si Ah padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

Tak lama, terdengar pintu kamar dibuka dan Sim Chung buru-buru turun ke bawah. Protes karena Joon Jae pulang lewat dari jam malam.

Joon Jae tertawa. Mengatakan peraturan itu hanya berlaku pada orang yang tinggal menumpang di rumahnya. Untuk pemilik rumah, peraturan itu tidak berlaku. Peraturan baginya, pemilik rumah boleh melakukan apa pun sesuka hatinya. “Jika kau tidak suka, belilah rumah dan pindah dari sini…”.

 

Joon Jae langsung melemparkan badannya di tempat tidur tapi saat berbalik, ia sangat terkejut melihat Sim Chung malah menatapnya dengan tajam.

Joon Jae menyuruh Sim Chung berhenti menatapnya seperti itu karena itu menakutkan dan Sim Chung mirip dengan hantu.

Tapi apa jawaban Sim Chung?

Sim Chung mengatakan itu adalah matanya jadi dia bebas melakukan apa pun dengan matanya itu. Mau menatap tajam pada Joon Jae atau melihat Joon Jae secara normal.

Joon Jae tertawa. Bertanya apakah Sim Chung akan terus menatapnya seperti itu. Melihat Sim Chung mengangguk, ia pun bertanya kenapa.

“Karena aku ingin melihatmu untuk menebus saat-saat aku tidak bisa melihatmu…”.

Joon Jae terdiam. Lalu mempersilahkan Sim Chung melakukan itu. Toh, nantinya Sim Chung juga akan mengantuk.

Setelah Joon Jae memunggunginya, Sim Chung mengedipkan matanya berkali-kali. Sepertinya langsung merasa ngantuk… 😀

Tapi Joon Jae bangun lagi. Menanyakan tentang yang dikatakan Sim Chung saat Sim Chung di rs karena kecelakaan. Waktu itu Sim Chung mengatakan Sim Chung bermimpi ia meraih tangan Sim Chung untuk menolong Sim Chung. Ia ingin tahu bagaimana tepatnya ia menolong Sim Chung. Sim Chung teringat Joon Jae atau Dam Ryung (?) meraih tangannya di tengah laut. *Sy g tau menyebutkan siapa LMH di sini. Joon Jae kah? Dam Ryung kah? *

Karena Sim Chung hanya diam, Joon Jae bertanya lagi detailnya. Apakah ia meraih Sim Chung dari tempat yang tinggi atau mengeluarkan Sim Chung dari lubang yang dalam? Atau kalau lupa, ia ingin tahu di masa apakah mimpi Sim Chung itu? Apakah ia memakai baju tradisional?

Sim Chung lagi-lagi mengatakan ia benar-benar tidak ingat apa-apa. Joon Jae mengerti dan tidak mendesak. Kalau Sim Chung tidak ingat namanya sendiri bagaimana Sim Chung bisa ingat mimpinya itu… Joon Jae menyuruh Sim Chung tidur.

Tanpa membantah Sim Chung pun langsung naik ke kamarnya sendiri. Membuat Joon Jae heran karena tadi Sim Chung bilang akan menatapnya sepanjang malam…

Joon Jae jadi menggerutu, mengatai Sim Chung yang tidak pernah bertanggung jawab dengan diucapkannya, membuatnya gelisah tanpa sebab…

Sementara itu, Sim Chung baru merasa lega begitu sampai di kamarnya. Ia baru merasa begitulah rasanya berbohong. Jantungnya jadi berdegup kencang. Tapi ia merasa sangat nyaman karena Joon Jae tidak bisa mendengar isi hatinya.

Malam itu, Joon Jae bermimpi lagi. Mimpi Se Hwa yang diikat dan ada banyak mutiara di samping Se Hwa. Lalu ada Dam Ryung yang menggendong Se Hwa keluar sambil meminta maaf karena datang terlambat…

Joon Jae terbangun karena mimpinya itu. Karena tidak bisa tidur, ia pun keluar dari kamar. Ternyata di dapur sudah ada Nam Doo yang sedang minum. Ia pun bergabung minum bersama Nam Doo.

Joon Jae mengeluhkan dirinya yang merasa aneh akhir-akhir ini. Nam Doo menebak Joon Jae pasti memimpikan Dam Ryung lagi. Tapi Joon Jae berbohong, mengatakan tidak.

Lalu Nam Doo mengatakan, ada yang paling aneh yaitu Sim Chung. “Apa kau tidak merasa dia aneh?”.

Joon Jae terdiam sesaat namun kemudian membantah ucapan Nam Doo itu.

Nam Doo merasa Joon Jae selalu seperti itu. Mengabaikan keanehan Sim Chung. Nam Doo mengakui Sim Chung cantik dan baik hati, tampak dari dunia yang berbeda dengan mereka, tapi tetap Sim Chung itu aneh.

Nam Doo menceritakan bahwa ia sengaja meminta hasil rontgen Sim Chung dan memperlihatkan pada dokter yang ia kenal. Karena Joon Jae marah, ia meminta Joon Jae mendengarkan penjelasannya lebih dulu.

Nam Doo menjelaskan, pihak rs sempat mengatakan kalau hasil rongent tertukar tapi dokter yang ia kenal itu sangat yakin hasil rongent itu tidak tertukar. Hasil itu berasal dari orang yang sama.

Mereka juga seharusnya bisa menilai sendiri bagaimana kondisi Sim Chung saat kecelakaan tapi dalam waktu sangat singkat, Sim Chung langsung sehat kembali. “Bukankah itu aneh?”.

Lalu Nam Doo juga memperlihatkan mutiara yang sempat diam-diam ia ambil dari kantong kresek Sim Chung. Joon Jae langsung teringat mutiara yang ia lihat di dalam mimpinya itu.

Nam Doo mengungkapkan rasa herannya, kenapa seseorang yang tidak punya pekerjaan tapi punya mutiara yang lumayan banyak dan berniat menjualnya lalu memberikan uangnya untuk Joon Jae.

Joon Jae mengambil mutiara itu dan bertanya dari mana asalnya mutiara itu. Dan Nam Doo menjawab, itu yang belum ia ketahui.

Lalu Nam Doo juga mengungkit tentang kejadian di Spanyol. joon Jae sangat yakin bertemu dengan Sim Chung di Spanyol tapi Joon Jae tidak dapat mengingatnya.

Nam Doo mempertanya kenapa sekarang Joon Jae tampakseperti tidak ingin tahu lagi tentang itu padahal alasan Joon Jae membiarkan Sim Chung tinggal di sana karena Joon Jae ingin tahu tentang itu.

Joon Jae tidak menjawab. Ia malah balik bertanya kenapa Nam Doo yang jadi penasaran.

Nam Doo bilang, ia takut Joon Jae akan menjadi orang baik. Ia baru saja menjadikan Joon Jae orang jahat dan sekarang Joon Jae baru saja bermanfaat untuknya. Sejak bertemu Sim Chung, Joon Jae terlihat seperti ingin menjadi orang baik. “Kalau kau menjadi orang baik, kau akan meninggalkanku…”.

Joon Jae terdiam saat Nam Doo menyebutkan tentang menjadi orang yang baik. Lalu ia menyuruh Nam Doo berhenti bicara yang tidak berguna.

Nam Doo kebelet pipis dan ingin ke toilet tapi sebelum itu, ia mengatakan akan bertekad mencari tahu siapa Sim Chung itu.

Melihat Nam Doo seperti itu, Joon Jae jadi cemas. Ia bertekad akan menjadi orang yang pertama tahu tentang Sim Chung.

Sinopsis The Legengd Of The Blue Sea Episode 10 Part 1

Det. Hong masih sibuk mencari tahu tentang Dae Young. Kali ini ia membaca kembali catatan hukuman-hukuman yang pernah dijatuhkan pada Dae Young.

Det. Hong memperlihatkan catatan itu pada bos-nya. Namun bos-nya malah mengomeli Det. Hong karena mencari tahu yang tidak perlu bukannya malah menangkap Dae Young.

Lalu Det. Hong pun menjelaskan kecurigaannya. Dae Young mendapatkan 13 hukuman dan kebanyakan karena kasus kekerasan karena Dae Young punya masalah dengan pengendalian emosi. Namun di tahun 1988-1989, Dae Young melakukan lebih dari 30 kali kasus pembobolan di mall pusat Seongnam.

Det. Hong mengatakan, selama waktu tersebut, Dae Young memiliki seorang wanita.

Scene berpindah ke rumah Tn. Heo. Keluarga Heo sedang sarapan bersama. Karena sakitnya itu, Tn. Heo kesulitan mengambil lauk dengan sumpitnya.

Seo Hee menyodorkan kotak berisi obat yang sudah ia siapkan. Ia memberi saran supaya Tn. Heo tidak masuk kerja dulu. Jika ada yang penting, ia meminta Tn. Heo memberitahunya danberjanji akan menyampaikannya pada Sek. Kim

Chi Hyun menatap ibunya curiga, saat ibunya bicara pada ayahnya.

Tn. Heo hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Saat ayahnya kembali kesulitan mengambil lauk, Chi Hyun pun membantu mengambilkan untuk ayahnya…

Yoon Ah mendapati rumahnya sudah sepi saat ia bangun pagi. Di meja makan, hanya ada roti dan susu yang sudah disiapkan oleh ibunya dan sebuah pesan yang mengingatkannya supaya tidak lupa pergi ke tempat kursus make up setelah sekolah nanti. *Ya ampyunnn… kesian banged anak ini… kursusnya macem-macem… *

Yoon Ah terlihat lesu hari itu…

Yoon Ah bertemu dengan Sim Chung yang sedang berjuang untuk mendapatkan boneka gurita merah jambu. Ia bertanya apa yang akan Sim Chung lakukan setelah mendapatkan boneka itu.

Sim Chung kaget sekaligus senang melihat Yoon Ah ada di lingkungan tempat tinggalnya. Yoon Ah bilang, ia tidak masuk sekolah jadi tidak tahu harus pergi kemana. Ia ingat Sim Chung pernah bilang bahwa Sim Chung tinggal di lingkungan itu, jadi ia pun ke sana.

Sim Chung ingin tahu kenapa Yoon Ha bisa tahu kalau ia sangat menginginkan boneka gurita itu.

Yoon Ah bilang, ia mendengar Sim Chung mengatakannya sendiri. Sim Chung agak kaget karena seharusnya suara itu bukan suara yang bisa didengar oleh Yoon Ah.

Namun Yoon Ah bilang, ia bisa mendengarnya.

Sim Chung tidak menanyakan tentang itu lagi dan mengajak Yoon Ah melihatnya mengambil boneka itu…

Joon Jae mencari Sim Chung sampai ke kamar Sim Chung. Tapi ternyata, di kamarnya pun Sim Chung tidak ada.

Tidak sengaja Joon Jae melihat toples kaca yang berisi mutiara yang diceritakan oleh Nam Doo itu. Ia bertanya-tanya sendiri dari mana Sim Chung mendapatkan mutiara itu.

Joon Jae mencari Sim Chung ke seluruh ruangan yang ada di rumahnya. Mondar mandir tidak jelas. Membuat Nam Doo yang sedang bicara di telpon dengan ibunya Oh Baek, Jin Joo maksudnya, heran. Jin Joo menanyakan tentang kepastian kapan ia bisa bertemu dengan CEO.

Nam Doo tidak mau lama-lama bicara dengan Jin Joo, bersikap sok sibuk. Setelah selesai bicara dengan Jin Joo, ia pun memberitahukan Joon Jae bahwa Jin Joo sudah sangat bersemangat sekali.

Tapi Joon Jae sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan Nam Doo. Ia masih sibuk berlari ke sana sini tidak jelas. Membuat Nam Doo akhirnya bertanya siapa yang Joon Jae cari. Sim Chung?

Joon Jae menyangkal. Malah menanyakan dimana Tae Oh. Padahal Tae Oh ada di lantai atas sedang main games dan ia juga baru turun dari atas. Nam Doo sampai bilang Joo Jae itu pembohong yang sangat buruk.

Untung saja, sebelum Joon Jae benar-benar stres, Sim Chung pulang dengan mengajak Yoon Ah bersamanya. Namun Joon Jae sama sekali tidak melihat kehadiran Yoon Ah karena ia sibuk memarahi Sim Chung yang tidak menyalakan ponselnya. “Kau selalu saja makan tapi bukankah menurutmu ponselmu itu mungkin juga kelaparan?!”.

Tiba-tiba Yoon Ah menyela, meralat ucapan Joon Jae. Ponsel itu dicharge bukan artinya karena lapar…

Joon Jae baru melihat Yoon Ah. Ia kaget saat Sim Chung memberitahukan Yoon Ah adalah teman Sim Chung. Joon Jae mengejek Sim Chung yang dulu punya teman pengemis lalu sekarang anak SD. 😀

Dikatai anak SD, Yoon Ah jadi kesal. Ia membalas, mengatai Joon Jae pengangguran karena di saat semuanya bekerja, Joon Jae bermalas-malasan di rumah. Tidak hanya Joon Jae yang Yoon Ah sindir, tapi juga Nam Doo yang asik menonton tv dan Tae Oh yang asik bermain game.

Sim Chung memastikan apakah Joon Jae benar pengangguran.

Joon Jae langsung bilang tidak. Ia freelancer. “Itu pekerjaan khusus, jadi aku bisa bekerja di rumah…”.

Sim Chung membenarkan ucapan Joon Jae itu dan menyuruh Yoon Ah menjadi seperti Joon Jae saat dewasa nanti.

“Tidak boleh!!!”, teriak Joon Jae. “Kau pikir semua orang bisa menjadi sepertiku?”.

Untungnya pembicaraan tentang pekerjaan Joon Jae tidak berlanjut karena Nam Doo tiba-tiba menyadari anak sekolah belum libur musim dingin.

Yoon Ah menundukkan kepalanya.

Sinopsis The Legengd Of The Blue Sea Episode 10 Part 1

Sementara itu, ibu Yoon Ah sedang melayani seorang pelanggan yang hendak mengirimkan uang ke Amerika. Di tengah kesibukannya itu, ponselnya berdering.

Ia langsung meminta maaf pada pelanggannya dan men-silentkan ponselnya. Sama sekali tidak melihat siapa yang menelponnya. *Jangan-jangan telpon dari guru Yoon Ah*

Sekarang giliran Yoon Ah yang di’sidang’kan oleh Joon Jae, Nam Doo, dan Tae Oh. Namun saat Joon Jae mempertanyakan kenapa Yoon Ah tidak bersekolah, Nam Doo mengatakan Joon Jae juga tidak sekolah dan kabur dari rumah.

Joon Jae terpaksa mengaku ia memang tidak bersekolah tapi waktu itu ia smu dan Yoon Ah masih SD…

Sim Chung menanyakan apakah karena teman-teman yang menggangu Yoon Ah waktu itu.

Yoon Ah kemudian menceritakan bahwa setip kali ia pergi ke sekolah kekuatan supranaturalnya berkembang ~ Nam Doo menertawai alasan Yoon Ah yang tidak masuk akal itu.

“Aku jadi orang yang tak terlihat. Teman sekolahku tidak ada yang melihatku. Mereka juga tidak bicara padaku. Jadi aku tidak perlu ke sekolah karena tidak ada yang sadar kalaupun aku tidak sekolah…”.

Yoon Ah menduga alasan teman sekolahnya memperlakukannya seperti itu karena ia berbeda dengan anak-anak yang lain, tinggal di tenpat yang berbeda dan hanya tinggal dengan ibunya saja. “Bukankah biasanya orang tidak suka dengan orang yang berbeda dengan mereka?”.

Sim Chung sedih mendengar cerita Yoon Ah. Dalam hatinya berkata, ia juga berbeda. Heo Joon Jae mungkin tidak akan menyukainya juga jika tahu ia berbeda. “Dia mungkin akan pergi, kan?”.

Joon Jae menatap Sim Chung. Seperti mengetahui apa yang dipikirkan Sim Chung.

Yoon Ah tiba-tiba menanyakan kenapa Sim Chung berbeda sehingga membuat ahjussi yang bernama Heo Joon Jae tidak akan menyukai Sim Chung dan akan meninggalkan Sim Chung.

Nam Doo tertawa, memastikan apa yang dikatakan oleh Yoon Ah itu. Yoon Ah bilang, Sim Chung sendiri yang mengatakannya. Ia mendengarkan.

Nam Doo heran. Bertanya pada Tae Oh apakah Tae Oh mendengar Sim Chung bicara. Tae Oh bilang tidak. Nam Doo menduga karena Yoon Ah pertama kali bolos sekolah, Yoon Ah jadi stres dan berhalusinasi.

Tapi Yoon Ah dengan yakin mengatakan ia mendengar Sim Chung bicara. Sim Chung bepat-cepat mengajak Yoon Ah ke kamarnya.

Setelah Shim Chung dan Yoon Ah pergi, Joon Jae memastikan pada Nam Doo dan Tae Oh, apakah benar mereka tidak mendengar sesuatu. Baik Nam Doo maupun Tae Oh bilang tidak. “Apa kau mendengarnya?”, Nam Doo balik bertanya.

“Tidak”, jawab Joon Jae. Pembicaraan berhenti karena Joon Jae mendapatkan telpon dari istri Manager Nam yang memberi kabar tentang Manager Nam.

Setelah hanya berdua saja di kamarnya, Sim Chung pun mengetes apakah Yoon Ah benar-benar bisa mendengar suara hatinya.

Sim Chung menatap Yoon Ah sambil mengatakan sesuatu di dalam hatinya. Dan Yoon Ah ternyata bisa mengulang dengan benar apa yang dikatakannya di dalam hati.

Karena orang lain tidak bisa mendengar suara hatinya seperti Yoon Ah, Sim Chung meminta Yoon Ah berjanji merahasiakannya dari orang lain karena orang-orang biasanya tidak menyukai orang yang berbeda dengan diri mereka. Sim Chung juga mengatakan akan ada masalah besar jika Joon Jae tahu tentang itu.

Yoon Ah pun berjanji akan merahasiakannya. Mereka saling mengaitkan jari kelingking.

Joon Jae langsung pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar tentang Manager Nam. Manager Nam sudah sadarkan diri walaupun tidak bisa bergerak dan bicara.

Istri Manager Nam sangat lega. Ia berdoa sepanjang waktu, berharap Manager Nam akan sadar dan begitu Manager Nam sadar, ia berharap Manager Nam bisa berbicara atau paling tidak menggerakkan jarinya. Ia merasa manusia itu benar-benar serakah.

Joon Jae menyakinkan istri Manager Nam bahwa Manager Nam pasti akan membaik. Istri Manager Nam menghapus air mata Manager Nam. Ia merasa sepertinya ada sesuatu yang ingin disampaikan Manager Nam pada Joon Jae.

Ketika Joon Jae meninggalkan kamar rawat Manager Nam, istri Manager Nam mengantarkan Joon Jae hingga ke depan kamar. Ia menanyakan apakah Joon Jae pernah mendengar kabar dari ibu Joon Jae. Ia mengaku kalau selama ini ibu Joon Jae pernah menelponnya beberapa kali untuk menanyakan kabar Joon Jae. Ia meminta maaf tidak mengatakan pada Jon Jae karena ibu Joon Jae berpesan tidak memberitahukan siapapun.

Saat Joon Jae menanyakan tempat tinggal ibunya, istri Manager Nam bilang ia tidak tahu karena ibu Joon Jae terakhir menelpon beberapa tahun yang lalu. Ibu Joon Jae menanyakan kabar Joon Jae. Namun ia tidak berani mengatakan Joon Jae kabur dari rumah dan hanya mengatakan kalau Joon Jae sudah kuliah dan pergi belajar di luar negeri.

Setelah mendengar sedikit kabar tentang ibunya, Joon Jae jadi sedih dan minum. Saat Sim Chung memanggilnya dari kamar Sim Chung, Joon Jae melarang Sim Chung turun.

Tapi nyatanya, Sim Chung malah turun. Membuat ia kesal dan bertanya apa Sim Chung tidak tahu artinya tidak boleh turun?

Sim Chung melihat apa yang diminum Joon Jae dan langsung tahu kalau itu adalah alkohol. Ia sudah melihat banyak di drama. Orang-orang yang meminum itu akan tertawa, menangis, bertengkar dan bahkan tidur di jalan.

Joon Jae mengatakan, itu yang dilakukan oleh Nam Doo saat mabuk. Oleh sebab itulah Nam Doo punya julukan Anjing Nam Doo. Ia menduga Nam Doo seperti itu karena belajar minum alkohol dengan cara yang salah. Berbeda dengan dirinya, ia tidak terlalu menyukai alkohol. Mungkin kaena itulah ia bisa menikmati minum dan bisa mengontrolnya.

Sim Chung ingin Joon Jae mengajarinya tentang alkohol. Joon Jae pun mau…

Bersambung

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 10 Part 2]

Leave A Reply

Your email address will not be published.