Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1

2

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 11 Part 2]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1

=== Jaman Joseon ===

Di saat Dam Ryung mengayunkan pedangnya, siap menebas leher Tn. Yang, seorang petugas kerajaaan datang membawakan titah dari Raja.

Karena kejahatannya yang telah terpesona dengan penyihir dan mengabaikan tugasnya sebagai pejabat daerah lokal sehingga menyebabkan ketidaktentraman dalam masyarakat, Raja menjatuhkan hukuman diasingkan sebagai tahanan rumah ke Geoje, provinsi Gyeongsang.

Tn. Yang diam-diam tersenyum senang.

=== Jaman Sekarang ===

Tanpa perlawanan, Joon Jae mengikuti Det. Hong. Ia juga melarang Det. Hong memanggil banyak anak buahnya. Saat ia mengikuti Det. Hong, boneka gurita itu jatuh di lantai.

Baru saja Joon Jae dan Det. Hong pergi, taksi yang dikemudikan Dae Young berhenti. Tidak jauh dari tempat Sim Chung berdiri.

Sim Chung melihat boneka gurita yang tergelatak tidak jauh darinya. Ia mengambilnya dan karena Joon Jae tidak juga kembali, ia pun bertanya-tanya kemana Joon Jae pergi. Walaupun hanya dalam hatinya saja…

Baru saja Joon Jae masuk ke mobil Det. Hong, ponselnya berbunyi. Det. Hong menyita ponsel Joon Jae. Joon Jae meminta Det. Hong membantunya menjawab telpon. Det. Hong bisa meletakkan ponsel itu di telinganya.

Tapi Det. Hong tidak mau, karena 3 tahun yang lalu, Joon Jae juga seperti itu. Beralasan ada masalah mendadak di rumah tapi ternyata malah menelpon temannya.

Joon Jae bersikeras bahwa kali ini bukan seperti itu. Kekasihnya sedang menunggunya. Det. Hong tidak peduli. Toh, kalau kekasih Joon Jae itu lelah menunggu pasti akan pergi.

Merasa penjelasannya tidak akan didengar oleh Det. Hong, Joon Jae pun mengancam akan melaporkan Det. Hong karena memborgolnya padahal ia juga tidak tertangkap basah melakukan kejahatan dan Det. Hong juga tidak membawakan surat penangkapan. Dengan pelanggaran itu, Det. Hong bisa mendapatkan 1 tahun tahanan dan juga kerja paksa.

Det. Hong tidak peduli dipenjara dan mengajak Joon Jae hidup bersama di penjara. Karena ia yakin, Joon Jae akan tinggal lebih lama di penjara.

Joon Jae kesal sekali… 😛

Byung Hwan kembali ke mobil dan heran melihat Det. Hong masih ada di sana padahal Det. Hong sudah mengerahkan banyak orang untuk menangkap Ma Dae Young.

Det. Hong mengatakan itu karena Heo Joon Jae yang berkeliaran dengan berpura-pura menjadi dirinya. Byung Hwan baru ingat, Joon Jae adalah si penipu yang selama ini dicari Det. Hong.

Mendengar Byung Hwan menyebut-nyebut nama Ma Deo Young, Joon Jae pun terkejut. Det. Hong menyuruh Joon Jae berhenti melakukan trik. Byung Hwa mengatakan, ada seseorang yang memberikan informasi kepada mereka bahwa Dae Young ada di sekitar sana.

Joon Jae meminta ia dilepaskan dan itu membuat Det. Hong kesal. Mengajak Byung Hwan pergi untuk mengurung Joon Jae dulu di suatu tempat lalu kembali lagi ke sana.

Mendengar itu, Joon Jae jadi marah. Ia mencengkeram baju Det. Hong dan mengatakan bahwa yang Dae Young adalah dirinya. Sekarang kekasihnya sendirian di luar sana dan ia ingin menjawab telpon itu.

Mendengar itu, Byung Hwan jadi yakin Joon Jae memang penipu. Tapi melihat sorot mata Joon Jae yang begitu serius, Det. Hong dan Byung Hwan mau tidak mau mempercayai Joon Jae.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1

Dengan bantuan Det. Hong, Joon Jae pun menelpon Sim Chung. Ia sangat lega mengetahui ternyata Sim Chung baik-baik saja dan masih di tempat yang tadi.

Joon Jae memberitahukan bahwa ia punya urusan mendadak dan meminta Sim Chung segera pulang ke rumah. Karena di dekatnya ada taksi, Sim Chung pun memberitahukan bahwa ia akan naik ke dalam taksi.

Joon Jae meminta Sim Chung tidak menutup telpon sembari naik ke taksi. Setelah Sim Chung masuk ke dalam taksi, Joon Jae pun menanyakan apakah Sim Chung tahu alamat rumah mereka.

Sim Chung belum menjawab. Ia memanggil si sopir taksi dan terdiam. Di dalam taksi, melalui spion depan, Sim Chung hanya bisa melihat mata si sopir taksi yang seperti tersenyum penuh arti padanya.

Joon Jae ingin tahu apa yang terjadi. Kenapa Sim Chung diam saja. Kemudian ia mendengar Sim Chung mengatakan, “Kau memakai topi hitam juga hari ini?”.

Joon Jae langsung teringat pada Dae Young yang pernah muncul dengan topi polisi dan juga topi hitam. Lalu ia pun menanyakan apakah orang yang memakai topi hitam itu Ma Dae Young?

Det. Hong terkejut.

Setelah berkali-kali dipanggil, Sim Chung baru menyahut. Saat Joon Jae meminta menjelaskan apa yang dilihat di sekitarnya, Sim Chung pun menyebutkan tentang tempat pertemuan mereka yang pertama yang sekarang terlihat lebih besar.

Joon Jae sangat panik karena telpon tiba-tiba terputus. Det. Hong mencoba menghubungi lagi, tapi Sim Chung tidak menjawab lagi.

Joon Jae teringat tempat pertama janjian mereka adalah Namsan. Lalu ia pun memerintahkan Det. Hong untuk segera ke sana.

Byung Hwan masih ragu apakah mereka harus menuruti Joon Jae. Dan Det. Hong pun setuju mereka pergi ke sana.

Det. Hong mengancam akan membunuh Joon Jae jika Joon Jae menipunya lagi. Dan Joon Jae membalas mengancam Det. Hong. Jika kekasihnya itu mati, ia sendiri yang akan membunuh Det. Hong.

Det. Hong terdiam. Saat Joon Jae meminta dilepaskan borgolnya, Det. Hong pun menurut.

Karena Det. Hong hanya diam saja, Joon Jae memerintahkannya mengumumkan pada polisi yang lain untuk melakukan pengecekan. Joon Jae sendiri mencoba melacak posisi Sim Chung melalui GPS, tapi tidak bisa.

Lalu Det. Hong pun melaporkan ke kantor polisi terdekat, meminta supaya segera dibuat titik pemeriksaan.

Sementara itu, ternyata Sim Chung sudah tidak sadarkan diri. Di lantai mobil, terlihat ada jarum suntik bekas dipakai…

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1

Selama dalam perjalanan, Joon Jae terus memberikan perintah pada Det. Hong. Menyuruhnya meminta pemeriksaan taksi yang dicuri, menyuruhnya mengatakan pada yang lainnya bahwa ada wanita yang diculik dan di dalam taksi tersebut ada seorang wanita. Joon Jae bahkan menyebutkan satu persatu ciri Sim Chung. Sama seperti waktu Joon Jae mencari Sim Chung di rs dulu…

Det. Hong kesal, tapi tetap mau melakukan apa yang diminta Joon Jae. Byung Hwa juga kesal karena Joon Jae juga menyuruhnya lebih cepat lagi. 😛

Dae Young menghindari titik pemeriksaan dengan berbelok ke arah yang lain sehingga Det. Hong sama sekali tidak mendapatkan laporan penemuan taksi yang sedang dicarinya itu.

Berdasarkan pengalamannya yang sering kabur dari polisi, Joon Jae mengaku kalau ia lebih tahu jalanan di Seoul daripada Det. Hong dan Byung Hwan. Jadi ia meminta Byung Hwan untuk mengambil jalan lain.

Walaupun kesal, Det. Hong menyuruh Byung Hwan mengambil jalan itu, karena selain keahlian Joon Jae menipu, keahlian Joon Jae yang lainnya adalah kabur… 😛

Di dalam hati, Joon Jae memohon agar Sim Chung memanggilnya. Dari ekspresi Joon Jae, Det. Hong bisa melihat Joon Jae sangat cemas.

Dae Young membawa Sim Chung ke sebuah rs yang sudah kosong. Tepatnya ia membawa ke ruang operasi.

Saat Sim Chung terbangun, ia melihat Dae Young sedang mengisi sebuah gentong besar. Sim Chung mencoba bergerak tapi kakinya tidak bisa digerakkan.

Dae Young mengaku kalau ia tidak akan menyakiti Sim Chung. Ia hanya ingin mengkonfirmasi sesuatu. Ia terus mendapatkan mimpi aneh yang tadinya ia berpikir, itu hanya mimpi biasa saja. Ia tidak menyangka dulunya ia seorang bangsawan.

Namun kemudian, ia berpikir mungkin saja mimpi itu benar dan mimpi itu ada kaitannya dengan Sim Chung. “Sepertinya kau putri duyung…”. Dengan memasukkan Sim Chung ke dalam air itu, ia bisa mengkonfirmasinya.

Det. Hong tiba-tiba menyadari bahwa jalan yang sedang mereka lalui itu menuju rs tempat dulu Dae Young pernah mendapatkan perawatan. Byung Hwan membenarkan. Setahunya rs itu sudah ditutup sehingga mereka tidak bisa mendapatkan rekam medis Dae Young.

Joon Jae menyuruh Det. Hong ke sana dan Det. Hong mengatakan, mereka memang akan ke sana. 😛

Ketika mereka tiba di rs itu, memang sudah ada satu mobil taksi terparkir di sana.

Sesampai di dalam rs yang gelap, mereka langsung berpencar.

Setelah air penuh, Dae Young pun akan menggendong Sim Chung. Tapi Sim Chung tiba-tiba mengatakan, kalau memang benar di dalam mimpi Dae Young itu ia adalah putri duyung, ia yakin di dalam mimpi itu ia sudah memperingatkan Dae Young. Seekor putri duyung tidak akan membiarkan manusia yang sudah menyentuh tubuhnya. Putri duyung bisa menghapus apapun ingatan yang diinginkannya.

Dae Young terdiam, teringat mimpinya tentang seorang kakek tua yang menasehatinya supaya berhati-hati menyentuh putri duyung. Teringat tentang Joon Jae yang ia bawa bersama-sama untuk melihat putri duyung dan juga tentang Joon Jae yang melepaskan putri duyung di laut.

Tidak hanya itu, sekarang ia mengingat semuanya, mulai dari kejadian penangkapan putri duyung, penangkapannya dan juga Joon Jae yang menebaskan pedang ke lehernya.

Sim Chung mengancam, saat Dae Young menyentuhnya, saat itu juga semua ingatan Dae Young hilang. karena hanya cara itu membuat putri duyung bisa melindungi dirinya dari manusia.

Sim Chung mengulurkan tangannya ke arah Dae Young. “Silahkan, konfirmasi saja…”.

Dae Young mundur selangkah. Takut pada Sim Chung. Karena mendengar suara orang yang mendekat, ia pun bergegas pergi.

Joon Jae sudah berada di dekat lokasi Sim Chung. Tiba-tiba ia mendengar Sim Chung memberitahukannya bahwa ia takut. Joon Jae segera ke ruangan itu dan melihat Sim Chung bersandar sambil memejamkan matanya.

Melihat Sim Chung seperti itu, ia pun langsung memeluk Sim Chung. Meminta maaf karena datang terlambat.

Det. Hong baru keluar dari gedung rs di saat Dae Young baru saja pergi dari rs. Karena kehilangan Dae Young, Det. Hong pun meminta bantuan melalui radionya.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1

Joon Jae membawa Sim Chung pulang ke rumah. Nam Doo yang sedang menonton berita langsung memberitahukan bahwa polisi sedang melakukan pencarian Dae Young dan yang memimpinnya adalah Mi Mi Hong Dong Pyo.

Nam Doo bicara seperti itu tanpa tahu Det. Hong juga ikut bersama Joon Jae. Ia baru sadar ketika Det. Hong masuk dan menanyakan siapa Mi Mi Hong Dong Pyo itu. Apa orang itu dirinya? Ia ingin tahu apa itu Mi Mi.

“Michin Misery… (orang gila yang sengsara)”, jawab Nam Doo polos. Byung Hwan menahan tawanya.

Det. Hong memperhatikan ke sekeliling rumah Joon Jae. Merasa tidak nyaman, Nam Doo pun mengatakan bahwa sedari dulu, ia ingin mengatakan sesuatu jika bertemu dengan Det. Hong. Ia berencana akan mendonasikan seluruh uangnya untuk masyarakat setelah meninggal nanti.

Karena Det. Hong hanya menatapnya tanpa mengatakan sesuatu, dengan takut-takut, Nam Doo bertanya apakah Det. Hong akan menangkap mereka. 😀

Joon Jae membawa Sim Chung ke kamarnya. Ia meminta Sim Chung tidur di sana malam ini dan ia akan tidru di kamar loteng. Saat Sim Chung ingin bicara tentang Dae Young, Joon Jae menyuruhnya tidak membicarakan dan memikirkan tentang itu dulu.

Sim Chung mengatakan, ada yang bilang akan menderita di saat meninggalkan rumah tapi ketika kembali ke rumah akan sangat menyenangkan.

Joon Jae membenarkan dan meminta Sim Chung tidak pergi lagi dari rumah selamanya. Sim Chung kaget ketika mendengar kata-kata selamanya.

Bonussss… 😛

Joon Jae meralat ucapannya tadi. Rumahnya itu ternyata rumah yang disewanya jangka panjang untuk 2 tahun dan masih ada sisa 1,5 tahun lagi. Jadi setelah sewanya berakhir, mereka harus memindahkan semua barang-barang mereka. Di rumah itu, miliknya hanyalah perabotan dan koper saja. Joon Jae mengajak Sim Chung pindah bersama-sama nanti.

Sim Chung tertegun ketika mendengar Joon Jae mengajaknya pindah bersama-sama.

Lalu Joon Jae menyuruh Sim Chung istirahat dulu karena ia harus keluar menemui orang-orang tadi.

Orang yang ingin ditanyai oleh Det. Hong sebenarnya Sim Chung karena jika Dae Young menculik Sim Chung, itu artinya ada sesuatu yang diinginkan Dae Young dari Sim Chung.

Tapi, Joon Jae menegaskan, jika memang Det. Hong ingin bertanya tentang Dae Young, orang yang seharusnya ditanyai adalah dirinya karena ia lebih mengetahui tentang Dae Young daripada Sim Chung. Dan orang yang diincar Dae Young itu bukan Sim Chung tapi dirinya.

Lalu Joon Jae meminta Tae Oh menunjukan rekaman CCTV yang mereka miliki pada Det. Hong dan Byung Hwan. Byung Hwan menduga rekaman itu terjadi di hari si rentenir itu tewas. Det. Hong sependapat.

Joon Jae mengatakan, Dae Young datang ke rumah itu dengan memakai jaket kuning polisi itu. Lalu Joon Jae juga memperlihatkan pesan yang ia dapatkan setelah seseorang yang ia kenal dekat mengalami kecelakaan karena dalam pengaruh alkohol dan koma.

Nam Doo membenarkan. Gara-gara pesan itu, Joon Jae hampir saja mati. Joon Jae yakin kecelakaan itu sengaja dibuat seperti kecelakaan dan entah bagaimana Dae Young terlibat di dalamnya.

Det. Hong menanyakan kemungkinan Joon Jae mungkin pernah menipu Dae Young atau mungkin kenalannya Dae Young.

Dengan sangat yakin, Joon Jae bilang tidak. Nam Doo meminta Joon Jae supaya tidak terlalu yakin karena mereka toh tidak pernah tahu.

Det. Hong menyimpulkan bahwa Ma Dae Young memang salah satu penjahat dan mereka semua juga sama.

Tapi Joon Jae tidak merasa melakukan penipuan karena tidak seorang pun korban pernah melaporkan apa pun pada polisi. Menurut Nam Doo, alasan korban tidak melapor karena uang yang mereka ambil juga bukan yang bersih.

Det. Hong tiba-tiba menggebrak meja. Marah karena mereka menganggap bukan sebuah kejahatan kalau korban tidak melaporkan. Ia juga tidak senang karena selama ini Joon Jae berkeliaran dengan berpura-pura menjadi dirinya.

Joon Jae merasa tidak bersalah. Toh, saat menjadi Det. Hong, ia tidak pernah melakukan penggelapan uang atau melukai orang lain. Dan kalaupun ia bersalah, seharusnya ia cuma didenda saja.

Joon Jae meminta Det. Hong fokus dulu pada penangkapan Dae Young dan ia bersedia membantu. Setelah Dae Young ditangkap, ia berjanji akan melakukan apa pun yang diinginkan Det. Hong.

Det. Hong tidak percaya sama sekali dengan janji Joon Jae itu. Joon Jae mengatakan, ia sudah membiarkan Det. Hong tahu rumahnya. Ditambah lagi, sekarang ia bisa kehilangan banyak hal sehingga ia tidak bisa lari sesuka hatinya lagi.

Nam Doo dan Tae Oh menatap Joon Jae heran. Apa yang terjadi pada Joon Jae. Mungkin itu yang ada di dalam pikiran mereka.

Melihat Det. Hong yang masih tidak percaya padanya, Joon Jae mempersilahkan Det. Hong melakukan apa pun yang Det. Hong inginkan. tapi untuk malam ini, ia minta Det. Hong pulang dulu.

Malamnya, Joon Jae tidur di kamar loteng. Karena sekarang ia sudah bisa mendengar suara hatinya Sim Chung, bahkan tanpa harus menatap Sim Chung, ia bisa mendengarkannya dengan sangat jelas.

Sim Chung teringat saat Joon Jae memeluknya dan tadi juga Joon Jae mengatakan sesuatu tentang pindah rumah bersama. Awalnya ia mengira bahwa itu artinya Joon Jae mengajaknya menikah tapi kemudian ia malah berpikir, kalimat itu tidak beraarti Joon Jae mengajaknya menikah.

Di atas, Joon Jae menahan tawanya.

Lalu terdengar lagi, Sim Chung berpikit bahwa sebenarnya Joon Jae tidak mengajaknya pindah ebrsaam Joon Jae tapi menyuruh ia yang memindahkan barang-barang.

Joon Jae tertawa ketika mendengar Sim Chung menyimpulkan bahwa ia hanya dibutuhkan Joon Jae untuk memindahkan perabotan saja. “Apa dia ingidn menikah dengan orang lain dan hanya membutuhkanku untuk memindahkan semua perabot?”.

“Bukan.. bukan itu maksudku…”, sahut Joon Jae, memelankan suaranya.

“Lalu… kenapa dia menyentuh rambutku? Sepertinya ia sangat menyukainya…”.

Di atas, Joon Jae tertawa geli bercampur senang. Kyeopta, katanya…

Sim Chung lagi-lagi berpikir mungkin saja Joon Jae tidak lagi berencana menyukainya tapi sudah menyukainya. Sangat dalam. Sim Chung tiba-tiba merasa senang bercampur malu sendiri.

Tapi tiba-tiba ia berubah pikiran. Menurutnya, untuk seseorang yang menyukainya, Joon Jae terlalu cerewet. Sim Chung terus berpikir yang tidak -tidak. Sampai-sampai menganggap alasan Joon Jae memakai piyama hijau karena Joon Jae sudah memberi lampu hijau padanya. Heol!!! 😀

Joon Jae kesal sendiri dan membuka pintu, menyuruh Sim Chung tidur. Tapi kemudian ia sadar, Sim Chung tidak tahu kalau ia mendengar semua isi hati Sim Chung tadi.

Lalu ia hanya bisa menyuruh Sim Chung tidur dengan cepat karena hari ini Sim Chung sudah lelah. Jangan berpikir terlalu banyak. Jika Sim Chung tidur cepat, Sim Chung akan bisa bangun lebih pagi dan nonton drama pagi yang sangat Sim Chung sukai.

Dengan lesu, Sim Chung mengatakan ia akan tidur. Sebelum menutup pintu, sekali lagi Joon Jae mengingatkan Sim Cung untuk segera tidur.

Beberapa saat, Joon Jae bisa bernafas lega karena suara isi hati Sim Chung sudah tidak terdengar lagi. Tapi kemudian, Sim Chung kembali mengoceh di dalam hati. Bertanya-tanya apakah tadi ia marah karena dari suaranya terdengar sedikit marah. Bertanya-tanya arti dari senyuman setelah mengucapkan selamat malam. Terus saja begitu.

Lama kelamaan Joon Jae jadi kesal sendiri karena ia jadi tidak bisa tidur gara-gara mendengar suara hatinya Sim Chung…

Jin Joo mencoba menghubungi Nam Doo berkali-kali tapi Nam Doo tetap tidak menerima telpon darinya. Ia merasa bingung sendiri. Apalagi suaminya tiba-tiba berpikir bahwa usaha mereka yang kemarin sia-sia.

Jin Joo mengatakan di dunia ini kalau tidak ada uang hitam/ilegal, semua akan sulit dan sia-sia. Ia yakin, jika mereka berusaha mereka akan berhasil.

Jin Joo berpikir, mereka harus memulainya lagi dari awal. Yaitu dengan menghubungi istri T. Heo.

Saat itu juga, Jin Joo langsung menelpon Seo Hee. Dengan nada bicara manjanya, Jin Joo bicara ini itu yang pada intinya membujuk Seo Hee makan bersama. Dan Seo Hee langsung setuju. Mengajak Jin Joo bertemu jam 7 malam nanti.

Setelah mendapatkan telpon dari Jin Joo, Seo Hee menukarkan obat Tn. Heo dengan obat lain yang sudah ia siapkan.

Ia tidak tahu, Chi Hyun melihatnya dari balik pintu kaca.

Setelah ibunya pergi, ia pun mengambil obat itu…

Bersambung…

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2]

You might also like More from author

2 Comments

  1. Nurhasanah says

    Saya kok kesian sama chi hyun yah.tau? Tp gak bisa apa2…..
    Lagian….tatapannya dalem gitu…..(salah fokus)….jd pengen ngepoin talent satu ini……..

    1. kdramastory says

      Kalo Chi Hyun lagi sedih serasa ikut sedih ya mb… 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.