Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

4

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 1]

 

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

Pagi harinya, baik Joon Jae maupun Sim Chung sama-sama mengantuk. Membuat Nam Doo heran kenapa wajah mereka terlihat pucat.

Sim Chung mengaku kalau ia tidak bisa tidur karena banyak pikiran semalam. Dan Joon Jae mengaku kalau ia tidak bisa tidur semalam karena banyak yang dipikirkan Sim Chung.

Sim CHung heran. Kenapa karena dia yang banyak pikiran bisa membuat Joon Jae tidak bisa tidur. Dengan nada agak sewot, Joon Jae mengatakan itu karena Sim Chung jadi banyak bergerak.

Mendengar nada bicara Joon Jae itu, Sim Chung jadi kepikiran lagi. Bertanya-tanya dalam hati kenapa Joon Jae bicara dengan nada seperti itu? Apakah Joon Jae marah? Apakah Joon Jae tidak lagi menyukainya? Lalu kenapa… bal-bla…

Joon Jae kesal sendiri dan tanpa sadar mengatakan, bukan, bukan itu!!

Sim Chung, Tae Oh dan Nam Doo kaget. Joon Jae lalu menjelaskan maksudnya adalah Sim Chung tidak terlalu berisik saat bergerak. Supaya tidak ditanyai lebih jauh, Joon Jae cepat-cepat menyuruh mereka makan.

Joon Jae tidak sengaja melihat ke arah kolam renang. Ia teringat Sim Chung pasti sangat menyukai berenang. Lalu, ia pun mengajak Nam Doo keluar untuk membeli pohon.

Mendengar Joon Jae akan membeli pohon, Sim Chung langsung ingin ikut juga. Tapi sayangnya, Joon Jae tidak mengizinkannya ikut. Hari itu, Joon Jae hanya akan pergi bersama Nam Doo dan tae Oh saja, Sim Chung cukup tinggal saja di rumah. Ia meminta Sim Chung melakukan apapun yang Sim Chung inginkan karena merekatidak  akan pulang sebelum jam 7 malam nanti.

Sim Chung jelas bingung. Mulai berpikir yang tidak-tidak lagi. Ia juga tidak mengerti yang dimaksud ‘apapun’ oleh Joon Jae. Joon Jae hanya mengatakan apapun yang tidak bisa dilakukan Sim Chung karena Sim Chung biasanya tinggal bersama tiga orang pria.

Sim Chung masih tidak mengerti. Saat Joon Jae menyuruhnya menganggap itu dirinya sebagai pemilik rumah, ia malah berpikir kalau Joon Jae sebenarnya menyuruhnya bersih-bersih rumah.

Joon Jae jadi gemas sendiri karena Sim Chung ga ngerti-ngerti. Dia sampai mencubit pipi Sim Chung keras-keras. Nam Doo sampai bertanya kenapa Joon Jae melakukan itu.

Joon Jae baru sadar dengan apa yang ia lakukan dan cepat-cepat pergi setelah mengatakan kalau ia tiba-tiba hanya ingin melakukannya.

Setelah sarapan pagi, Joon Jae terlihat tertidur di sofa. Tiba-tiba Nam Doo memutuskan tidak hanya ingin membeli pohon natal, tapi juga wine dan kue. Ia merasa mereka bisa membuat pesta Natal dan juga mengundang Shi Ah.

Setelah Joon Jae setuju, Nam Doo dan Tae Oh pun cepat-cepat pergi bersiap-siap. Meninggalkan Joon Jae hanya berdua dengan Sim Chung.

Joon Jae lagi-lagi mendengar isi hati Sim Chung. Sim Chung merasa sangat menyukai cubitan di pipinya tadi padahal cubitan itu terasa sangat sakit. “Apa aku sudah gila”.

Joon Jae jadi senyum sendiri mendengar itu. Tapi kemudian ia sangat kaget karena Sim Chung ingin ia juga merasakan hal yang sama.

Joon Jae refleks menghindar dari kejaran Sim Chung dan tiba-tiba saja Sim Chung tersudut ke dinding.

Dengan lembut, Joon Jae meminta Sim Chung melakukan apa yang Sim Chung inginkan. Harus, katanya.

Sim Chung bicara lagi dalam hati. “Apa ini? Aku tidak bisa memikirkan apapun…”.

Joon Jae sepertinya sudah lelah mendengar suara hati Sim Chung. Ia menutup kedua telinganya dan cepat-cepat pergi dari hadapan Sim Chung.

Sementara itu, lagi-lagi Sim Chung bicara dalam hati. Bertanya-tanya apa ini? Apa yang Joon Jae pikirkan tentang dirinya? Apa Joon Jae menyukainya atu tidak? Apa yang terjadi? Apa artinya ini… 😀

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

Chi Hyun tiba di ruangan ayahnya saat ayahnya sedang berbicara dengan Pengacara Lee. Tidak sengaja ia mendengar ayahnya dan Pengacara Lee bicara tentang penunjukan ahli waris.

Tn. Heo tidak melihat Chi Hyun berdiri di pintu sedangkan Pengacara Lee, karena ia duduk menghadap ke pintu, ia bisa melihat kehadiran Chi Hyun. Saat Pengacara Lee akan memberitahukan Tn. Heo, Chi Hyun langsung memberi isyarat supaya Pengacara Lee tidak bilang apa-apa.

Sepertinya sih Chi Hyun hendak pergi tapi kemudian ia mendengar ayahnya menyebut nama Joon Jae. Mungkin karena itulah, ia tidak jadi pergi. Ia mendengar dari ayahnya sendiri bahwa ayahnya ingin menyerahkan seluruh warisan untuk Joon Jae, saham, properti, dan jug aaset internasional.

Chi Hyun tertunduk sedih.

Pengacara Lee sengaja mengorek lebih jauh lagi. Ia mencoba mengingatkan bahwa Tn. Heo juga harus menyisihkan untuk istri dan Chi Hyun sesuai dengan hukum yang berlaku untuk mencegah gugatan warisan di masa akan datang.

Tn. Heo menanyakan berapa banyak yang diperoleh olah Joon Jae jika ia menyisihkannya untuk Chi Hyun dan ibunya. Pengacara Lee bilang, 9/14 bagian.

Jin Joo dan Seo Hee bertemu di sebuah restoran mewah. Awalnya semua berjalan baik sampai saat Seo Hee tiba-tiba menghentikannya bicara untuk menjawab telpon ~ Telpon itu dari Pengacara Lee.

Setelah itu, Jin Joo mulai bertingkah. Mungkin ia merasa Seo Hee sengaja mengacuhkannya makanya ia minum arak cina. Ternyata Jin Joo tipikal orang yang tidak bisa berhenti jika sudah mulai minum. Dan ia pun jadi mabuk. Meracau sesuatu yang membuat Seo Hee tidak suka.

Jin Joo memanggilnya Eonni karena Jin Joo menganggap ia jauh lebih tua dari dirinya. Jin Joo bahkan menyebutkan semua makanan enak yang sudah ia kirimkan ke rumah Seo Hee dan dengan semua makanan itu Seo Hee bisa membuka restoran. Ia kesal karena bahkan setelah mengirimkan semua makanan itu, Seo Hee tetap mengacuhkannya. “Apa kau hanya ‘makan dan pergi’? Kenapa kau jual mahal? Apa kita sedang berkencan?”.

Seo Hee semakin tidak suka dan langsung menelpon Sek. Kim supaya segera menyiapkan mobilnya. Melihat Seo Hee akan pergi, Jin Joo semakin kesal. Menanyakan apakah Seo Hee akan mengikutkan mereka atau tidak.

Entah kenapa Seo Hee marah dan membanting serbet ke atas meja. Apa mungkin merasa kesal karena Jin Joo bersikap baik padanya karena ada udang dibalik bakwan?

Seo Hee beranjak pergi tapi Seo Hee sekarang benar-benar mengatakan sesuatu yang membuatnya marah.

Jin Joo mengatainya perebut suami teman smu-nya. Jin Joo mengaku kalau ia sudah membaca semuanya di Tabloid Gangnam. “Kau mencuri suami temanmu. Dan temanmu itu menghilang dan putranya juga diusir. Dikatakan bahwa kau benar-benar menghancurkan keluarga itu!”.

“Benar-benar! Kau memang sesuatu ya! Hebat!”, ucap Jin Joo lagi.

Di dapur, semuanya kecuali Sim Chung sedang menyiapkan makanan untuk pesta Natal, termasuk Si Ah. Nam Doo menanyakan Sim Chung kemana.

Dan sepertinya Sim Chung sedang memilih baju karena Joon Jae mendengar suara hati Sim Chung yang kebingungan memilih baju apa. Mau yang pendek, tapi Joon Jae tidak suka ~ Joon Jae mengangguk-angguk sendiri, setuju dengan pendapat Sim Chung itu.

Mau yang terlalu panjang, tapi akan terasa terlalu panas ~ Dan Joon Jae tiba-tiba mengatakan, kau tidak seharusnya panas. Tae Oh sampai kaget karena Joon Jae tiba-tiba bicara sendiri.

“Apa ini sudah cukup? Aku harus terlihat lebih cantik dari Cha Si Ah…”. Joon Jae sampai harus menahan tertawanya.

Bonus lagi.. 😀

Tak lama, Sim Chung pun keluar dari kamar. Nam Doo memuji Sim Chung yang cantik. Si Ah menatap Sim Chung jutek. Joon Jae pun sampai terpana. Tae Oh diam-diam memotret Sim Chung lagi.

Melihat Tae Oh mengambil gambar Sim Chung, Joon Jae pun langsung mengejar Tae Oh. Melarang Tae Oh memotret.

Dan entah darimana datangnya pikiran itu, Si Ah malah merasa Tae Oh memotret dirinya. 😀

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

Setelah masak-masak selesai, waktunya makannnn….

Joon Jae iseng makan camilan dengan cara melemparnya lebih dulu, menangkap dengan mulutnya, lalu mengunyahnya. melihat itu, Sim Chung pun ingin mencobanya.

Sangat mengejutkan, ternyata Sim Chung bisa langsung melakukannya. Sedangkan, Si Ah yang iri karena Sim Chung bisa meniru Joon Jae, berusaha berkali-kali tapi tetap gagal.

Dengan baik hati, Joon Jae mau mengajarkan Si Ah. Dan itu membuat Sim Chung cemburu. Merasa tidak ada gunanya bisa melakukan hal yang sia-sia itu karena sekarang Joon Jae tidak perlu mengajarinya. Sim Chung sangat sedih tapi ia merasa tidak bisa berhenti makan camilan itu karena rasanya sangat enak.

Karena mendengar semua isi hati Sim Chung itu, Joon Jae pun tertawa. Lucunya, Si Ah malah mengira Joon Jae tertawa karena ia tidak bisa melakukannya.

Sim Chung makin bete… 😀 Sewaktu Joon Jae bertanya apa camilannya enak, ia pun hanya diam saja. Malas bicara pada Joon Jae… 😀

Si Ah sengaja mencegat Sim Chung yang baru keluar dari kamar mandi. Ia tidak menyangka Sim Chung akan kembali lagi ke rumah Joon Jae.

Dengan pedenya, Sim Chung mengatakan, rumah itu adalah rumahnya dan ia boleh datang dan pergi sesukanya. Dan ia juga sudah berencana akan pindah rumah satu setengah tahun lagi bersama Joon Jae.

Si Ah mengira Sim Chung akan menikah dengan Joon Jae. Tapi Sim Chung bilang belum ada pembicaraan ke arah itu, tapi memang ada suatu rencana antara dirinya dan Joon Jae.

Si Ah ingin tahu rencana apa itu.

“Rencana Joon Jae untuk menyukaiku…”, sahut Sim Chung, pede.

Sayangnya, ternyata menurut Si Ah, Joon Jae sudah sering mengatakan hal semacam itu. Ia juga bisa menebak di dalam hati Sim Chung pasti mulai bertanya, apakah Joon Jae menyukainya? Tatapannya seperti tatapan menyukaiku? bla-bla…

Sim Chung terkejut. Menyangka kalau Si Ah bisa mendengar suara hatinya.

Si Ah mengatakan ia tidak bisa mendengar tapi ini disebut “mengelola akuarium (Mengelola beberapa pelamar potensial). Mereka membuang umpan dan kemudian menjaga jaringnya, dan kemudian membiarkan mereka memiliki harapan yang tinggi.

Si Ah mengatakan lagi kalau Sim Chung tidak akan bisa menangani Joon Jae. Ia bisa bertahan dan bisa tetap bersama Joon Jae. “Itulah kau. Seekor ikan yang tertangkap di dalam akuarium…”.

“Aku bukan ikan…”, jawab Sim Chung dengan ekspresi yang sangat serius.

“Tidak. Kau memang ikan. Sudah cukup lama kau berada di sini dan sekarang saatnya kau kembali ke tempat asalmu… entah itu di sungai atau laut….”.

Dae Young berada di kamarnya yang gelap. Sepertinya ia masih memikirkan ancaman Sim Chung itu. Ketika seseorang berinisial J menelponnya, ia tidak mau menerimanya.

Ternyata, yang menelpon itu adalah Seo Hee. Seo Hee panik dan kesal karena Dae Young masih tidak bisa dihubungi.

Kemudian Chi Hyun pulang. Melihat Chi Hyun yang tidak seperti biasa, Seo Hee pun menanyakan apakah ada sesuatu yang ingin ditanyakan Chi Hyun.

Dan Chi Hyun pun menanyakan siapa ayahnya. Seo Hee mengira yang ditanyakan Chi Hyun adalah Tn. Heo karena saat ini Tn. Heo sedang beristirahat di kamar. Tapi ternyata, yang ditanya Chi Hyun adalah ayah kandungnya. Chi Hyun mengatakan, dari dulu ia selalu penasaran dan tidak bisa menanyakannya.

Seo Hee menggenggam tangan Chi Hyun. Mengatakan kalau ayah kandung Chi Hyun itu mencintai Chi Hyun dengan caranya sendiri. Ayah Chi Hyun mengetahui dengan sangat baik bahwa tidak muncul di depan Chi Hyun dan juga Chi Hyun tidak mengenalnya adalah hal-hal yang baik untuk Chi Hyun. “Jadi kau tidak perlu tahu itu. Ya?”.

Seo Hee mengatakan, yang harus diketahui oleh Chi Hyun, orang yang dapat dipercaya di dunia ini hanya ada dua, dirinya dan diri Chi Hyun sendiri.

Chi Hyun mengiyakan. Ia merasa memang ucapan ibunya itu benar.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

Si Ah berada di sebuah kedai minum dan sedang menunggu Tae Oh datang. Sepertinya ia yang meminta Tae Oh datang.

Begitu Tae Oh datang, ia pun memberikan fotonya untuk Tae Oh. Supaya Tae Oh tidak diam-diam lagi memotretnya. Tae Oh kaget. Tapi percuma saja ia mencoba menjelaskan karena Si Ah sama sekali tidak mau mendengarkan.

Si Ah bahkan menyuruh Tae Oh supaya tidak merendahkan cintanya itu walaupun ia tidak bisa menerima perasaan Tae Oh itu. Ia menyuruh Tae Oh menumpahkan rasa sakitnya itu padanya.

Tae Oh sekali lagi menegaskan bahwa ia tidak merasakan sakit. Dan ia mengatakan itu karena memang benar-benar tidak merasakan sakit.

Si Ah kemudian malah cerita tentang perasaannya pada Joon Jae yang sudah berjalan 7 tahun sejak hari pertama ia masuk universitas. Tae Oh sampai harus menghela nafasnya, merasa tidak menyangka kenapa juga ia harus mendengar curhatan Si Ah.

Si Ah mengaku kalau ia sengaja membiarkan hubungannya dengan Joon Jae karena tidak ingin membebani Joon Jae dengan perasaannya itu. “Bagaimana pendapatmu? Bukankah cinta orang dewasa seperti itu?”.

Karena selama curhat tadi, Si Ah terus minum, dan sekarang Si Ah malah menelpon Joon Jae. Memohon sambil menangis supaya Joon Jae tidak menutup telpon darinya. Tae Oh duduk tidak jauh darinya…

“Apa kalian satu-satunya orang yang memiliki rencana? Bagiku, aku tidak akan melakukan pesta pertunangan denganmu Joon Jae, tapi langsung menikah saja. Kau tahu itu sedang trend sekarang…”.

Lalu Si Ah menyebutkan tempat-tempat pernikahan yang diinginkannya. Ia juga mengatakan, jika mereka punya bayi nanti, ia tidak akan melakukan upacara 100 hari tapi memberikan sumbangan amal untuk UNICEF. Katanya, itu juga sedang ngetrend.

Lalu Si Ah tiba-tiba merasa sudah membuang waktu dan energinya selama ini. Ia menangis keras di telpon sambil memanggil nama Joon Jae.

Tapi yang dipanggil malah menyuruhnya pulang karena kalau Si Ah membuat ribut di jalan, polisi akan datang. Karena tahu Si Ah bersama Tae Oh, Joon Jae hanya menyuruh Si Ah pulang bersama Tae Oh.

Tidak mau mendengarkan lebih jauh lagi, Joon Jae pun menutup telponnya.

Nam Doo yang ikut mendengar keluhan Si Ah, merasa akhir tahun benar-benar sudah dekat akhir tahun karena Si Ah menelpon sambil mabuk. Sepertinya Si Ah menahannya dengan sangat baik sampai akhir tahun
setelah menelpon Joon Jae satu kali.

Joon Jae hanya diam saja.

Joon Jae masuk ke kamar dan melihat Sim Chung meringkuk di atas tempat tidurnya. Joon Jae menyuruh Sim Chung kembali ke kamarnya.

Sim Chung bangun dan menatap Joon Jae sedih. “Heo Joon Jae, apa kau melihat aku seperti ikan?”.

Joon Jae sampai terkejut.

“Apa kau sedang mengatur peternakan ikanmu? (Mengelola banyak potensi pelamar)?”, tanya Sim Chung lagi tapi masih dalam hatinya.

Joon Jae tidak mengerti ada apa dengan Sim Chung tapi ia kembali menyuruh Sim Chung kembali ke kamarnya yang di loteng.

Dan itu malah membuat Sim Chung menyimpulkan bahwa Joon Jae tidak tahan melihatnya sehingga menyuruhnya pergi. Dengan lesu, Sim Chung bangkit dari duduknya.

Melihat Sim Chung begitu lesu, Joon Jae memutuskan akan membiarkan Sim Chung tidur di sana lagi dan ia akan tidur di kamar loteng. Tapi ia meminta supaya Sim Chung tidur dengan nyenyak dan tidak berpikir yang tidak-tidak. “Kumohon…”, ucapnya.

Sim Chung semakin lesu. Di dalam hatinya ia berkata bahwa jantungnya berdegup lagi dan ingin bisa melarikan diri dari perternakan ikan Joon Jae. Sim Chung merebahkan lagi badannya ke atas tempat tidur, masih terlihat sangat lesu.

Joon Jae hanya bisa mendesah kesal melihat Sim Chung seperti itu. Merebahkan badannya di tempat tidur. Merasa malam ini ia tidak akan bisa tidur lagi.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 12 Part 2

Keesokan harinya, Jin Joo menemukan dirinya terbangun di atas tempat tidurnya . Suaminya menanyakan apa yang terjadi saat ia makan malam dengan Ny. Heo. “Apa kau melakukan putaran ke-4 atau apa? Kau benar-benar payah. Apa… kau berbicara tentang sesuatu yang mendalam?”.

Jin Joo langsung teringat kejadian semalam, teringat ia sudah mengatakn sesuatu yang tidak seharusnya ia ucapkan pada Seo Hee. “Apa ini mimpi? Tolong beritahukan kalau ini mimpi!”, rengeknya.

Jin Joo sangat-sangat menyesali kejadian semalam.

Si Ah juga baru terbangun dari mabuknya. Ia langsung mengecek ponselnya lalu berteriak kesal karena sudah menelpon Joon Jae berkali-kali. Yoo Ran yang baru turun dari lantai atas sampai terkaget.

Yoo Ran ternyata mencari Jin Joo untuk meminta izin pergi ke rs untuk membeli obat darah tingginya. Tanpa banyak bertanya, Jin Joo pun mengizinkannya.

Jin Joo langsung menemui Seo Hee yang sedang berada di salon untuk meminta maaf atas kejadian kemarin. Ia mengaku mengetahui Seo Hee ada di sana dari Sek. Kim. Ia terus memohon, tapi Seo Hee hanya diam saja…

Sim Chung tiba-tiba mendekati Tae Oh yang sedang bermain games, membuat Tae Oh memerah. Menurut Sim Chung, Tae Oh selalu memerah saat ia mendekati Tae Oh.

Tae Oh hanya menggeleng-gelengkan kepala lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Sim Chung ternyata ingin diajari komputer oleh Tae Oh karena ada yang mengatakan mereka bisa mengetahui segala macam menggunakan komputer. Tae Oh menganggukkan kepalanya.

“Lalu apa kau juga bisa mengetahui hal itu?”, tanya Sim Chung. Karena Tae Oh tidak tahu apa yang ia maksud, Sim Chung pun membisiki sesuatu di telinga Tae Oh.

Tapi tiba-tiba, Joon Jae yang kebetulan lewat di ruang tengah melihat mereka. Ia langsung berteriak, bertanya mereka sedang apa.

Sim Chung tidak peduli. Ia kembali membisiki Tae Oh. “Bagaimana seseorang bisa terkena atau bagaimana mengetahui kalau seseorang hanya menggodamu. Hal semacam itulah..”.

Joon Jae semakin marah. Meminta Sim Chung tidak berbisik tapi berpikir saja. Lalu ia melihat telinga Tae Oh yang memerah dan bertanya kenapa. Tae Oh diam saja.

Karena Joon Jae kembali menanyakan apa yang mereka lakukan, Sim Chung pun mengatakan Tae Oh akan mengajarinya komputer.

Dan Joon Jae mengatakan, ia yang akan mengajarkan Sim Chung. Dan Sim Chung langsung menolak. Di dalam hatinya, Sim Chung mengatakan ia tidak ingin Joon Jae tahu kalau ia ingin mencari tahu apakah Joon Jae benar-benar menyukainya atau hanya menggodanya saja.

“Hei! Apakah aku harus mengatakannya dengan keras?!”, teriak Joon Jae lagi.

Sim Chung tidak mengerti maksud Joon Jae.

Tidak ingin Sim Chung curiga, Joon Jae pun mengatakan maskudnya itu mengajari Sim Chung komputer. Setelah menyuruh Sim Chung belajar pada Tae Oh, ia pun segera pergi.

Seo Hee menemani Tn. Heo ke rs. Dokter merasa heran dengan perkembangan penglihatan Tn. Heo yang semakin memburuk padahal Tn. Heo sudah meminum obat dengan rajin.

Tn. Heo juga merasa heran. Sekarang ia bahkan tidak bisa melihat dokter dengan jelas.

Dokter merasa, jika terus seperti itu, ia khawatir Tn. Heo akan kehilangan penglihatannya itu.

Seo Hee pura-pura terkejut, menanyakan apa yang harus dilakukan sebelum terlambat.

Dokter mengatakan, karena yang terluka hanya bagian luarnya saja, maka operasi masih bisa membantu. Hanya saja setelah operasi pun Tn. Heo harus tetap berhati-hati.

Tn. Heo setuju dan meminta dokter menjadwala operasi.

Dokter kembali memastikan apakah Tn. Heo tidak pernah tertusuk atau melukai matanya. Dan seperti sebelumnya, dengan sangat yakin, Tn. Heo mengatakan tidak pernah.

Seo Hee meminta Tn. Heo menunggu di ruang tunggu sementara ia akan membayar biaya rs.

Setelah Seo Hee pergi, dari kejauhan Yoo Ran muncul. Yoo Ran sangat terkejut melihat Tn. Heo.

Tn. Heo memang melihat ke arah Yoo Ran. Tapi karena penglihatannya buruk, ia hanya bisa melihat sosok Yoo Ran yang kabur saja.

Tak ingin berlama-lama di sana, Yoo Ran pun berbalik. Namun ia hanya mematung saat mendengar suara Seo Hee memanggil Tn. Heo. Ia mendengar Seo Hee mengajak Tn. Heo makan siang bersama Chi Hyun. Dan Tn. Heo setuju.

Seo Hee dan Tn. Heo lewat begitu saja di belakang Yoo Ran, tanpa tahu Yoo Ran sedang berdiri di sana.

Yoo Ran memandang kedua orang itu dengan perasaan marah dan terluka.

=== Flashback ===

Seo Hee waktu muda menemui Yoo Ran yang saat itu terlihat sudah menjadi orang kaya. Sepertinya ia dapat untuk meminta sesuatu dan saat itu Yoo Ran juga sedang memegang sebuah dokumen. Apa mungkin itu polis asuransi ya?

Seo Hee meminta maaf karena mendatangi Yoo Ran begitu saja padahal saat mereka smu dulu mereka tidak terlalu dekat.

“Tidak apa-apa, Ji Hyun-na…”, ucap Yoo Ran sambil tersenyum.

Seo Hee mengaku kalau ia sudah mengganti namanya karena suatu alasan dan namanya sekarang adalah Kang Seo Hee.

Yoo Ran tidak mempermasalahkan masa lalu. “Bagaimanapun, selamat datang. Pekerjaan suamiku berjalan dengan baik, jadi kami memiliki banyak uang…”.

Seo Hee tersenyum. Agak aneh sih senyumnya. Kayak licik gitu. Seo Hee mengaku kalau tidak mudah baginya membesarkan seorang anak sendirian karena suaminya tiba-tiba meninggal.

Yoo Ran mengatakan ia memang akan membuat asuransi dan ia akan meminta suaminya membuat satu. “Aku akan memberitahunya dan kunjungi saja dia di tempat kerjanya kapan-kapan…”.

Seo Hee mengucapkan banyak-banyak terima kasih…

=== Flashback End ===

Joon Jae sedang membaca berita tentang Dae Young yang mencoba menculik wanita berusia 30-an dan membuat keresahan dalam masyarakat.

Lalu ia mendapatkan telpon dari Chi Hyun.

Ternyata Chi Hyun menelponnya dalam keadaan mabuk. Chi Hyun menyapa Joon Jae dengan memanggilnya putra yang asli dan menyebutkan dirinya putra yang palsu.

“Apa kau pikir kau dekat denganku?”.

Chi Hyun mengatakan, bagaimana ia bisa dengan Joon Jae yang putra yang asli sementara ia hanya putra palsu. “Joon Jae… Kurasa aku tidak akan bisa melindungi ayahmu… Lindungi ayahmu sendiri. Aku akan melindungi ibuku…”.

Chi Hyun mengatakan lagi bahwa itu benar-benar peringatan terakhir darinya dan hadiah dari putra yang palsu untuk putra yang asli.

Setelah Chi Hyun menutup telponnya, Joon Jae terlihat seperti memikirkan ucapan Chi Hyun itu.

Ketika Joon Jae kembali ke kamarnya, ia melihat Sim Chung masih berada di kamarnya. Meringkuk di atas tempat tidur. “Apa kau akan mengambil kamar ini?”.

Sim Chung bangun dan mengatakan ada yang ingin ia tanyakan.

Joon Jae sudah siap mendengar tapi Sim Chung tidak bisa mengatakan apa-apa. Tapi sebenarnya Joon Jae tahu Sim Chung menanyakan banyak pertanyaan di dalam hatinya.

Kenapa Joon Jae mengatakan padanya akan menyukainya? Kenapa Joon Jae menyelamatkannya? Kenapa Joon Jae memeluknya? Kenapa Joon Jae menyentuh rambutnya? Apa Joon Jae menyukainya? Atau seperti yang Si Ah katakan, apa Joon Jae hanya sekedar mengodanya saja?

“Katanya semuanya ada di dalam internet tapi aku sudah mencari sepanjang hari aku tidak tahu iasi hatimu. Aku tidak tahu. Kau menyukaiku atau tidak?”.

Sedari tadi Sim Chung hanya menatap Joon Jae dan Joon Jae tahu semua yang dikatakan Sim Chung di dalam hati.

Tapi kemudian, Sim Chung cuma bilang, “Tidak ada..”. Saat Joon Jae menanyakan kenapa Sim Chung tidak jadi bertanya, ia hanya mengatakan bahwa ada yang belum dipilah.

Joon Jae tidak yakin Sim Chung tipe orang yang memilah karena biasanya Sim Chung selalu mengeluarkan uneg-unegnya. Namun Sim Chung tetap tidak mau, ia tetap ingin memilah dulu dan akan berpikir sepanjang malam. Setelah ia berpikir, besok baru akan bicara lagi pada Joon Jae.

Joon Jae stres mendengar Sim Chung akan berpikir sepanjang malam dan itu artinya ia tidak akan bisa tidur semalaman. Joon Jae lalu mengatakan bahwa ia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Sim Chung tapi apa pun itu, bisakah Sim Chung tidak terlalu melakukannya?

Sim Chung menatap Joon Jae. Ia kembali berprasangka bahwa Joon Jae melarangnya memikirkan Joon Jae. “Raut wajah macam apa itu? Apa dia marah kepadaku? Kenapa?”.

Joon Jae mendekati Sim Chung. Mencium kening Sim Chung. “Sekarang sudah bagus dan tenang… Mulai sekarang, jangan berpikir tentang apa pun dan jangan melakukan apapun…”.

Lalu Joon Jae pun mencium Sim Chung…

Bersambung…
Komentar :

Duhhh, kasian juga ya Joon Jae… Setelah bisa mendengar suara hati Sim Chung, dia bisa tahu segalanya dan bahkan membuatnya ga bisa tidur. Sim Chung makin g banyak bicara makin berisik di dalam hatinya.

Melihat akibat yang terjadi pada Joon Jae, sy jd berpikir itu sebabnya kita tidak diberikan kemampuan mendengarkan isi hati orang lain. Karena kalau bisa, pasti tambah berisik ya. Udah di sekeliling kita cukup berisik, ditambah lagi harus mendengar isi hati orang lain. Syukur kalau isi hatinya mengatakan hal yang baik-baik tentang kita. Nah, kalau tidak. Ribet kan? Kadang malahan mungkin isi hatinya berbeda dari yang mereka katakan pada kita…

Tapi kadang-kadang suka berharap ya, seandainya saja bisa mendengar isi hati seseorang yang kita sukai… Bakal jadi kayak apa ya???? Hehehehe… Ya, kayak Joon Jae ini. Apa ya reaksi Sim Chung kalau tahu selama beberapa hari belakangan Joon Jae bisa mendengar suara hati dia? Penasaran, gimana caranya Sim Chung tau… 😀

Di luar hubungan Joon Jae dan Sim Chung yang sepertinya akan berjalan lancar jika tidak ada aral melintang *Duileee… *, di episode ini kita dapat sedikit pencerahan tentang apa yang terjadi pada ibu Joon Jae. Ga nyangka ya Seo Hee itu dulunya teman smu Yoo Ran. Padahal mereka tidak dekat tapi setelah Yoo Ran kaya, dia baru mendekati Yoo Ran.

Tadinya sy mengira kalau Seo Hee akan meminta Yoo Ran membantu anaknya tapi kayaknya Seo Hee menemui Yoo Ran untuk mengajak Yoo Ran ikut asuransi ya? Entah asuransi darimana tapi mungkin juga perusahaan asuransinya palsu dan perusahaan itu sengaja dibuat oleh Dae Young. Pasti wanita yang disebutkan Det. Hong dekat dengan Dae Young adalah Seo Hee. Dari penjelasannya pada Chi Hyun, kayaknya sih ayah Chi Hyun itu Dae Young.

Jahat bgd Seo Hee ini. Kalau punya teman seperti ini, habislah kita. Ditusuk dari belakang. Mana Yoo Ran mengizinkan Seo Hee bertemu dengan suaminya di kantor lagi… Penasaran bagaimana cara Seo Hee mendekati Tn. Heo…

Sebenarnya sy agak khawatir dengan apa yang akan dilakukan Chi Hyun setelah tahu Tn. Heo berencana akan memberikan seluruh kekayaannya pada Joon Jae. Kayaknya sih dia merasa kecewa karena setelah bertahun-tahun patuh pada ayahnya tapi ayahnya tetap tidak menganggapnya anak.

Duh… Padahal kemarin-kemarin sy sudah berharap Chi Hyun akan melindungi Tn. Heo dari ibunya. Tapi setelah mendengar itu, jadi ragu. Sy sangat berharap Chi Hyun memeriksa obat yang ia ambil dari tempat obat ayahnya, supaya ia tahu kandungan obat itu…

Tentang Tae Oh dan Si Ah… Lucu liat mereka. Si Ah ini kok geer amat ya??? Sampai-sampai Tae Oh ga bisa menjelaskan apa-apa karena Si Ah sama sekali tidak mau mendengar penjelasannya. Apa ya akhir hubungan mereka? Apa mereka nanti akan saling suka? Entahlah, secara Tae Oh sukanya Sim Chung dan Si Ah sukanya Joon Jae. Udah 7 tahun gitu lho… Kasian juga Si Ah. Tapi dia terlalu takut untuk mendekat… Khawatir Joon Jae akan menjauh… Ya, begitulah…

Oiya, sy masih nunggu-nunggu scene bareng Joon Jae atau Nam Doo dengan Si Ah dan Jin Joo atau Dong Shik. Membayangkannya aja udah pengen ketawa… Kekacauan seperti apa yang akan terjadi, ya? Si Ah pasti ga akan menyangka orang yang ia sukai ternyata seorang penipu dan akan menipu uang kakaknya. Penasaran juga darimana uang yang didapatkan Dong Shin dan Jin Joo sehingga mereka anggap uang mereka itu ilegal. Dan Joon Jae cs memang selama ini hanya mendekati korban yang memiliki uang ilegal.

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 13 Part 1]

You might also like More from author

4 Comments

  1. anggraini says

    agak bingung sih, episode sebelumnya saat sim chung tau joon jae itu seorang penipu diperlihatkan joon jae dan sim chung yg bisa saling berkomunikasi lewat hati, tp kok skrg cuma joon jae ya yg bisa mendengar suara hati sim chung, sementara sim chung ga bisa dengar suara hati joon jae..

    1. kdramastory says

      Waktu itu Sim Chung juga ga bisa dengar suara hati Joon Jae. Waktu Joon Jae ngaku dia memang penipu, dia ngomong langsung. Waktu Sim Chung bicara dalam hati, dia cuma denger aja…

  2. Nurhasanah says

    Lee ji hoon…..(chi hyun)
    Kayaknya dengan nelponnya chi hyun ke jun jae….dia masih ada niat baik bak dian.tentu dia pengen ngelindungin ibunya, tapi tidak secara terbuka juga melindungi tuan heo….krn keinginan ibunya kan beda….soo hee ini tipikal yg menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan apa yg diinginkannya.saya yakin …cara chi hyun melindungi ibunya itu akan dia lakukan di saat yg benar dn waktu yg tepat nanti.karena sepertinya, chi hyun gk sejahat soo hee deh.kecewa mungkin iya ke tuan heo.tp bikin sampe celaka mungkin nggak ys.makanya dia nelpon jun jae….
    Kamsaeyo bak dian…himneseyo!

    1. kdramastory says

      Cuma agak khawatir karena dia bilang, itu peringatan dia yang terakhir. Itu artinya mungkin Chi Hyun ga akan bilang apa-apa lagi nanti… Duhhh…

Leave A Reply

Your email address will not be published.