Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 1

— All images credit dan content copyright : SBS —

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 14 Part 2]

Kdramastory – Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 1

Joon Jae akhirnya mengakui bahwa ia bisa mendengar suara hati Sim Chung sejak awal sampai akhir, semuanya. Mendengar itu, Sim Chung akhirnya menyadari Joon Jae sudah tahu siapa dirinya yang sesungguhnya dan darimana asalnya.

Joon Jae mengakui ia sudah ingat semuanya. Si brengsek gila yang membagikan payung dengan Sim Chung saat hujan, yang menggandeng tangan Sim Chung saat Sim Chung sendirian, yang memasakkan ramyun untuk Sim Chung, adalah dirinya.

Joon Jae juga mengatakan kalau Sim Chung adalah orang yang menyelamatkannya saat tenggelam dan juga putri duyung yang menghapus ingatannya. “Aku ingat semuanya…”.

Setelah mengakui semuanya, Joon Jae juga ingin Sim Chung jujur dengan yang diucapkan Sim Chung dalam hati tadi, tentang jantung Sim Chung yang berhenti jika ia pergi dan akan mati.

Sim Chung pun mengakui bahwa yang didengar Joon Jae itu memang benar. Dunia yang ia datangi ini bukanlah dunianya. Sejak ia meninggalkan air dan datang ke darat, ia hanya memiliki satu jantung yang hanya berdetak untuk Joon Jae…

Sim Chung mengatakan, oleh sebab itulah ia tidak bisa menjanjikan sesuatu yang tidak bisa ia tepati. Ia tidak bisa melanjutkan hidup jika Joon Jae tidak ada di dunia ini lagi. “Jika kau tidak ada, aku juga tidak ada…”, ucap Sim Chung lagi.

Di situlah Joon Jae menyadari bahwa Sim Chung memang tidak bisa hidup tanpa dirinya. Joon Jae jadi teringat kata-kata Prof. Jin (Mian kayaknya dulu sy salah menyebutkan, kayaknya dulu bilangnya Prof. Park…). Prof. Jin pernah mengatakan jika seandainya ia tidak mencintai wanita itu dan wanita itu tidak mencintainya maka takdir yang menyedihkan itu tidak akan pernah ada.

Kemudian Joon Jae menyadari hal yang lain. Bukan Ma Dae Young yang membunuh Sim Chung, tapi dirinya lah yang membunuh Sim Chung waktu itu…

Sim Chung ingin mengatakan sesuatu sambil mendekati Joon Jae. Tapi karena Joon Jae refleks mundur, menjauhinya, Sim Chung terdiam. Tidak berani mendekati Joon Jae lagi…

Malam itu, Sim Chung benar-benar menangis dengan keras. Banyak sekali air mata yang ia keluarkan sehingga mutiara yang dihasilkannya pun sangat banyak. Sampai-sampai tidak muat di dalam toples dan berceceran di lantai kamar… 😀 (Sebenarnya sedih tapi liat banyak mutiara di lantai kok jadi lucu ya… :-P)

Suara tangisan Sim Chung sampai terdengar oleh Nam Doo di lantai bawah. Ia sampai menemui Joon Jae untuk bertanya apakah mereka tadi bertengkar hebat.

Nam Doo sempat ingin menasehati Joon Jae jika memang Joon Jae tidak mau bertanggung jawab karena membuat Sim Chung menangis, ia meminta Joon Jae menyelesaikan hubungannya dengan Sim Chung. Tapi Joon Jae malah marah pada Nam Doo. Heran kenapa Nam Doo selalu menyuruhnya putus dari Sim Chung.

Nam Doo jadi kesal sendiri karena Joon Jae malah memarahinya. Bukannya dia juga yang membuat Sim Chung menangis. Joon Jae diam saja.

Lalu Joon Jae pun curhat pada Nam Doo. Dulu waktu Sim Chung datang mencarinya, keinginan itu datang dari keserakahan Sim Chung. Tapi tidak mengirimkan Sim Chung ke tempatnya, itu adalah keserakahannya. Ia terus tidak ingin mendengarkan alasan kenapa harus mengirimkan Sim Chung kembali. Ia terus mencari alasan supaya tidak harus mengirimkan Sim Chung kembali. Ia merasa jiak itu terus terjadi, maka sesuatu yang buruk bisa terjadi pada Sim Chung…

Nam Doo tidak mengerti maksud ucapan Joon Jae. Tapi ia tiba-tiba merasa ada sesuatu yang mengganggunya. Suatu perasaan kalau ia seperti harus menagih hutang dari Sim Chung.

Khawatir Nam Doo jadi ingat lagi, Joon Jae langsung memotong ucapan Nam Doo sambil memukul kepala Nam Doo, membuat Nam Doo marah dan lupa dengan yang akan dikatakannya tadi…

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 1

Joon Jae kemudian kembali ke kamarnya. Ia hanya berdiri saja sambil menatap pintu kamar Sim Chung dengan sedih.

Sim Chung yang tidak lagi menangis, mulai bisa berpikir jernih. Ia mulai bisa menebak sejak kapan Joon Jae tahu rahasianya. Ia jadi bertanya-tanya kenapa Joon Jae mau menciumnya walaupun sudah tahu kalau ia adalah putri duyung.

Joon Jae yang saat itu sedang menatap pintu kamar Sim Chung, langsung memalingkan wajahnya karena kepergok Sim Chung yang tiba-tiba membuka pintu kamarnya. Tapi ia tidak menghindar ketika Sim Chung turun dan mengajaknya bicara.

Sim Chung menceritakan tentang ia yang kepergok Nam Doo. Saat itu Nam Doo langsung berubah menjadi orang yang berbeda dan mengancam akan memanfaatkannya untuk mendapatkan uang ~ Joon Jae langsung terlihat marah. Sim Chung mengakui kalau ia sudah menghapus ingatan Nam Doo. Sim Chung ingin tahu bagaimana dengan Joon Jae. Apakah Joon Jae membencinya atau takut padanya?

Karena Sim Chung mengatakan bahwa pendapatnya sangat penting, Joon Je pun mengakui kalau ia tidak membenci atau takut pada Sim Chung. Sejak awal ia sudah merasa Sim Chung berbeda dengan orang lain. Jadi ia hanya cukup berpikir seperti itu saja.

Sim Chung merasa sangat lega dan senang. Paling tidak Joon Jae tidak membencinya. Sejujurnya, ia mengakui kalau selama ini ia sangat takut ketahuan dan tidak bisa tidur dengan nyenyak, terus bertanya-tanya bagaimana reaksi Joon Jae mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Joon Jae membencinya adalah mimpi terburuk baginya.

Dan Joon Jae mengatakan, mimpi terburuk baginya adalah ketika semuanya terulang kembali dengan sendirinya…

Karena Sim Chung tidak mengerti maksud yang dikatakannya semalam, Joon Jae pun mengajak Sim Chung ke museum. Ia memperlihatkan lukisan Dam Ryung.

Sim Chung sempat kaget begitu melihat Dam Ryung. Joon Jae tahu apa yang dipikirkan Sim Chung tapi menurutnya, ia lebih tampan daripada Dam Ryung.

“Siapa dia?”, tanya Sim Chung.

“Dia adalah pria yang mencintai seorang putri duyung…”.

Lalu Joon Jae pun menceritakan kisah Dam Ryung. Waktu kecil, Dam Ryung pernah tenggelam di laut dan diselamatkan oleh seorang putri duyung. Lalu kemudian mereka menghabiskan waktu bersama-sama hingga akhirnya saling jatuh cinta. Ketika Dam Ryung dinikahkan dengan wanita lain, di malam pertama Dam Ryung melarikan diri dan pergi ke dalam laut untuk bertemu dengan putri duyung itu lagi. Supaya Dam Ryung tidak mencarinya lagi, putri duyung itu pun menghapus ingatannya. Setelah waktu berlalu, mereka bertemu lagi. Hubungan yang sudah berakhir untuk suatu alasan yang baik akhirnya dimulai kembali…

Sim Chung ingin tahu kelanjutannya. Tapi apa yang kemudian diceritakan Joon Jae berbeda dari cerita yang sesungguhnya. Joon Jae tidak sanggup menceritakan kisah yang sesungguhnya. Ia membayangkan dirinya dan Sim Chung di masa lalu hidup bahagia. Melihat salju yang turun berdua sambil berpelukan.

Akhirnya Joon Jae hanya mengatakan kalau kedua orang itu hidup dengan bahagia, sehat, tidak terluka, memiliki anak yang banyak dan membesarkan mereka dengan baik. “Bahagia selamanya dan menua bersama…”.

Sim Chung percaya dengan cerita Joon Jae itu tapi ia tidak tahu kenapa ia malah merasa sedih…

Melihat Sim Chung mengusap air matanya, Joon Jae pun mengajak Sim Chung melihat benda yang lain. Ia memperlihatkan vas itu pada Sim Chung…

Joon Jae mengatakan, orang itu pasti melihat mereka dalam mimpinya. Sim Chung jadi tidak mengerti. Kalau memang itu adalah mimpinya, itu bukan mimpi yang buruk tapi mimpi yang indah. “Apa kau takut mimpi yang yang indah terulang lagi?”.

Joon Jae tidak bisa menjelaskan. Akhirnya ia cuma bilang, kalau keadaan waktu itu berbeda dengan sekarang. Ia khawatir karena Sim Chung mengatakan mungkin akan mati.

Sim Chung mengatakan itu terjadi hanya jika Joon Jae tidak bersamanya. Dan ia yakin hal buruk itu tidak akan terjadi karena di masa lalu karena kedua orang itu bisa hidup bahagia.

Dan Joon Jae pun mengatakan kalau ia bukan pria yang di vas itu. Ia tidak yakin dengan hatinya. menurutnya hal termudah di dunia itu untuk berubah adalah perasaan manusia. Itu sebabnya orang yang berpacaran bisa putus dan pernikahan yang terlihat selamanya juga berakhir.

Sim Chung jadi mengerti. Itu sebabnya Joon Jae merasa takut. Joon Jae membenarkannya.

Sim Chung kemudian menatap Joon Jae lama. Ia merasa tidak adil karena tidak bisa mendengarkan suara hati Joon Jae padahal Joon Jae bisa mendengar suara hatinya.

Joon Jae hanya tertawa. Untuk apa Sim Chung harus mendengarkan suara hati orang yang tidak pernah berbohong. Joon Jae kemudian pergi, meninggalkan Sim Chung yang masih kesal karena tidak tahu apa isi hati Joon Jae.

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 1

Sementara itu, Yoo Ran mencoba menghubungi nomor ponsel istri Manager Nam. Tapi sayangnya tidak tersambung…

Tanpa ia ketahui, ada seseorang yang mengawasinya dari jauh. Bahkan ketika ia kembali ke rumah, orang tersebut masik mengikutinya…

Tidak ingin Joon Jae merasa takut atau terbebani karena dirinya, Sim Chung pun memberikan solusi pada Joon Jae, yaitu menghapus ingatan Joon Jae yang kemarin saja. Setelah itu, mereka bisa kembali seperti sebelumnya.

Joon Jae tentu saja tidak mau tapi Sim Cung terus memaksa sampai-sampai menyudutkan Joon Jae ke dinding. Jantung Joon Jae berdetak dengan keras, untungnya, ia berhasil melepaskan diri dari Sim Chung dan langsung berlari keluar kamar.

Sim Chung tidak putus asa. Ia mengejar Joon Jae sampai ke ruang tengah. Nam Doo dan Tae Oh yang sedang di dapur, heran melihat mereka berdua. Seingat Nam Doo, semalam Joon Jae dan Sim Chung habis bertengkar hebat tapi sekarang malah bermain ‘tangkap aku jika kau bisa’.

Tae Oh tidak suka melihat kedekatan Sim Chung dengan Joon Jae. Ia memilih masuk ke dalam kamarnya. Nam Doo pun kemudian menyusul Tae Oh.

Malamnya, Joon Jae terpaksa membungkus dirinya rapat-rapat dengan selimut. Khawatir Sim Chung akan ‘menyerang’nya lagi. Dan benar saja, Sim Chung lagi-lagi mengeluarkan kepalanya dari pintu kamarnya dan membujuk untuk menghapus ingatan Joon Jae.

Jae Joon tetap tidak mau. Menurutnya, apa yang dilakukan Sim Chung itu tidak akan menjamin hatinya tetap menyukai Sim Chung. Bagaimana kalau ia berubah pikiran?

Namun Sim Chung percaya penilaiannya tentang Joon Jae tidak salah. Ia tidak akan pernah pergi sejauh ini hanya untuk mengikuti seorang pria yang gampang berubah pikiran. Sejak awal ia melihat Joon Jae, ia sudah merasa, ‘inilah orangnya’.

Joon Jae tertawa mengejek. Setahunya, Sim Chung pernah bilang kalau ada yang salah dimatanya. Sim Chung terkejut. Ia jadi ingat semua yang dikatakannya di dalam hati ketika sedang marahan dengan Joon Jae.

Sim Chung langsung merasa tidak enak pada Joon Jae. Ia membela diri, mengatakan kalau siapa pun bisa mengatakan apa saja saat marah. Ia menyalahkan Joon Jae yang berpura-pura tidak dengar padahal mendengarkan semuanya.

Sim Chung turun dari kamarnya. Ia memutuskan lebih baik menghapus semua ingatan Joon Jae mulai seminggu yang lalu. Joon Jae tidak mau. Ia tidak ingin Sim Chung mendekatinya. Mengancam akan mengirim Sim Chung ke tempat lain. Ke tempat yang pantainya hangat dan indah dan mungkin ia akan mengunjungi Sim Chung sesekali sambil surfing di sana.

Sim Chung tidak mendesak lagi. Kali ini ia ingin tidur di dekat Joon Jae, berjanji tidak akan melakukan apa pun pada Joon Jae. Joon Jae sebenarnya tidak mau, tapi ketika melihat Sim Chung akan kembali lagi ke kamarnya, Joon Jae pun berubah pikiran. Mengizinkan Sim Chung tidur di sampingnya.

Joon Jae mengatakan, ia hanya ingin mengecek jantung Sim Chung apakah baik-baik saja. Setelah merasakannya, Joon Jae pun mengatakan, jantungnya Sim Chung baik-baik saja.

Sim Chung mengatakan, jantungnya berdetak dengan baik karena Joon Jae…

Seo Hee mengetahui tempat tinggal Yoo Ran dari sopirnya. Ternyata yang mengikuti Yoo Ran waktu itu adalah orang suruhan Seo Hee. Seo Hee terkejut mendengar Yoo Ran sekarang menjadi pembantu. Mungkin karena sebab itulah ia tidak bisa menemukan Yoo Ran selama ini.

Seo Hee jadi teringat ekspresi suaminya ketika mencicipi kepiting yang dikirim dari rumah Jin Joo. Ia tersenyum sinis dan menyuruh sopirnya ke rumah Jin Joo.

Jin Joo yang tidak tahu apa-apa, sangat senang mendapatkan kunjungan dari Seo Hee. Ia semakin senang ketika ternyata Seo Hee tidak lagi mempermasalahkan tentang apa yang dikatakannya saat mabuk malam itu.

Seo Hee meminta izin untuk minum teh bersama Jin Joo dan Jin Joo pun menawarkan kopi untuk Seo Hee. Seo Hee setuju.

Ketika Jin Joo berteriak minta dibuatkan 2 cangkir kopi yang enak dan terdengar jawaban dari dapur, ia tersenyum licik. Kemudian ia menanyakan apakah ahjumma itu yang memasakkan makanan waktu itu.

Jin Joo membenarkan. Ia dengar Ketua Heo menyukainya. Jin Joo kemudian menceritakan tentang ahjumma yang tiba-tiba ingin berhenti. Ia yakin ahjumma itu pasti mendapatkan tawaran dari tempat lain.

Yoo Ran sangat terkejut melihat tamu yang datang adalah Seo Hee. Seo Hee tersenyum penuh kemenangan melihat Yoo Ran sekarang hanya menjadi seorang pembantu. Ia ikut memanggil Yoo Ran dengan panggilan ‘Ahjumma’.

Awalnya, Seo Hee memuji masakan Yoo Ran yang sangat enak dan memberitahukan bahwa keluarga mereka sangat menyukainya. “Aku dengar kau akan berhenti. Apa sudah ada tempat yang akan kau tuju? Bagaimana dengan rumahku?”.

Yoo Ran yang sedari tadi tidak mengatakan apa-apa, kali ini menyahut dengan berani. Membuat Jin Joo terkaget dan memuntahkan kopinya kembali karena Yoo Ran bicara tidak sopan pada Seo Hee. “Baik. Bisakah aku ke rumahmu? Bisakah aku memasak di rumahmu? Kau tidak menyerahkan kamar tidur utama tapi dapur boleh?”.

Seo Hee terkejut melihat Yoo Ran berani padanya dan berusaha tertawa untuk menghilangkan kegugupannya.

“Aku tidak tahu kenapa kau di sini atau apa yang ingin kau pastikan, tapi kau salah. Alasan selama ini aku hidup seperti orang mati karena khawatir Joon Jaeku akan dalam bahaya. Sekarang, tidak ada lagi yang menghentikanku…”.

Seo Hee tertawa gugup. Meminta Jin Joo meninggalkan mereka sebentar. Jin Joo akan pergi tapi tiba-tiba Yoo Ran bicara padanya. “Kau bilang ada pel***r yang mencuri suami temannya sendiri dan mengambil tempatnya, kau tidak tahu siapa istri yang ditendang itu? Orang itu aku… Dan orang ini adalah si pe****r yang berhati kejam itu…”.

Jin Joo sangat-sangat terkejut…

Jin Joo langsung berlari ke kamarnya. Menelpon salah seorang teman yang dipanggilnya ‘Ibunya Yein’. Ia menceritakan semuanya dengan penuh antusias…

Akhirnya Seo Hee pergi dari rumah Jin Joo. Ekspresi ketika datang dan pergi sangat berbeda. Jika tadi ia merasa menang dari Yoo Ran, kali ini ia pulang dengan perasaan kalah telak. GOOD JOB, JOON JAE EOMMA!!!

Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 1

Sementara itu, Det. Hong dan Byung Hwan berdiskusi dengan Joon Jae dan Nam Doo tentang Kang Ji Yeon yang masih belum mereka ketahui siapa. Nam Doo yang mendapatkan tugas menyelidiki tentang Ji Yeon berhasil menemukan sedikit informasi yang membuatnya merasa merinding.

Nam Doo mengatakan, semua orang dan apa pun yang ada di sekeliling wanita itu mencurigakan.

Det. Hong mengatakan, Ji Yeon menikah dua kali dan kedua suaminya iu meninggal.

Nam Doo membenarkan. Karena kedua suaminya itu meninggal, Kang Ji Yeon mendapatkan seluruh uang asuransi. Nam Doo juga menceritakan bahwa Ji Yeon itu yatim piatu dan diadopsi oleh sebuah keluarga dan entah kenapa sekarang seluruh anggota keluarga itu tidak diketahui rimbanya.

Joon Jae dan kedua polisi itu sangat terkejut. Joon Jae ingin tahu dimana Ji Yeon sekarang berada. Namun Nam Doo tidak tahu. Menurutnya, jika melihat sifat Ji Yeon, ia yakin Ji Yeon sudah mengganti identitasnya.

Lalu Nam Doo mengungkapkan satu fakta lain yang lebih mengejutkan. Ternyata Ji Yeon itu berasal dari Jecheon. Nam Doo merasa ia pernah membaca nama sekolah Ji Yeon dan ternyata, ia tahu nama sekolah itu ketika mencari ibu Joon Jae. Dan ternyata, Kang Ji Yeon dan ibu Joon Jae berasal dari smu yang sama…

Bersambung…

[Sinopsis The Legend Of The Blue Sea Episode 15 Part 2]

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.